Bhabinkamtibnas Kelurahan Jelambar Baru Grebek Sampah

Jakarta barat- Bhabinkamtibnas Kelurahan Jelambar Baru Aiptu Bukhori bergabung dengan Tiga Pilar kegiatan Grebek Sampah tingkat Kecamatan Grogol Petamburan, adapun kegiatan tersebut untuk Mempererat Silaturahmi antar warga dan bentuk Kepedulian Lingkungan yang Bersih, Indah, Nyaman dan Aman.

Dalam kegiatan Grebek Sampah tersebut, dihadiri dari unsur TNI, POLRI serta dari Unsur Masyarakat Se-Kelurahan Jelambar Baru, di Jalan Suka Jaya Rt 06/Rw 01, Kelurahan Jelambar Baru, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Minggu (25/03/2018), pukul 07:09 Wib.

Kegiatan Grebek Sampah tersebut, dihadiri : Walikota Jakarta Barat (Bapak Anas Efendi), Camat Grogol Petamburan (Bapak Ahmad Sajidin), Kapolsubsektor Jelambar 1 3 (Ipda Rizal) yang mewakili Kapolsek Tanjung Duren, Pelda Edi Rustandi Batuut yang mewakili Danramil 0503 Grogol Palmerah, para Ketua RW 01 s/d RW 12 Kelurahan Jelambar Baru, Anggota LMK Kelurahan Jelambar Baru, Anggota FKDM Kelurahan Jelambar Baru, dan para Unsur Masyarakat Se-Kelurahan Jelambar Baru.

Maksud kegiatan Grebek Sampah, untuk sama-sama membantu atau peduli kebersihan dilingkungan agar wilayah bebas dari Banjir, Nyaman, Aman dan Indah, Tertib.

Kegiatan Grebek Sampah berjalan lancar dan kondusif. (Lisin / Is)

PROJO: Tolerasi di Riau Bisa Jadi Inspirasi Indonesia

SIDIKPOST | Pekanbaru, – Provinsi Riau bisa menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia bagaimana mengelola keberagaman dan toleransi.Hal senada  oleh Ketum Projo Budi Arie Setiadi dalam pembukaan Rakerda II DPD PROJO Riau di Pekanbaru, Sabtu (24/3/2018) pukul 09.00 WIB.

tambahkan Budi Arie bahwa Organisasi militan pendudukung setia Presiden Jokowi (PROJO) menilai, Kehidupan masyarakat Riau sangat heterogen namun tetap rukun dan damai.

“Sejarah mencatat bahwa bahasa Indonesia berasal Melayu Kuno. Sumbangan Riau dalam proses persatuan nasional kita sangat nyata dan jelas. Provinsi Riau bisa menjadi inspirasi bagi kehidupan yg toleran , damai dan guyub,” ujar Budi Arie Setiadi

Acara Rakerda II DPD PROJO ini hadiri oleh seluruh pengurus DPD

dan DPD Projo se Provinsi Riau yg mengambil tema Bersatu, Solid dan Militan.

“Riau adalah salah satu simbol penting persatuan nasional kita. Jadi Indonesia di pastikan tidak akan bubar karena Riau sebagai daerah yg multi kultural menjadi garda depan paling serius dalam menjaga NKRI,” ujar Budi.

Acara Rakerda II DPD PROJO Riau dhadiri oleh ketua DPD Sonny Magranta Silaban ST

serta seluruh ketua DPD Partai pendukung pemerintah seperti PDI Perjuangan, Hanura, Nasdem, PKB dan lainnya.

Dalam kesempatan itu, para peserta sepakat untuk bergerak bersama seluruh elemen masyarakat untuk memenangkan kembali Jokowi dalam Pilpres 2019 mendatang.“Jokowi dua periode harga mati,” teriak hadirin serempak.

“Projo bersama seluruh elemen bangsa lainnya sepakat bersatu untuk mengawal dan menjaga warisan paling berharga para pahlawan dan pendiri bangsa. Pancasila tidak boleh hancur oleh paham- paham lainnya,” pungkas Budi. ( Lsn/ ari)

Diskusi Bertajuk Mencari Pemimpin Sejati

SIDIKPOST | Jakarta.- Diskusi Bertajuk Mencari Pemimpin Sejati Melalui Pemilihan Presiden (Pilpres 2019) menjadi tumpuan harapan akan PERUBAHAN tata kehidupan yang lebih baik.

Sejumlah tokoh, Raja, Sultan, Pemangku Adat, Budayawan, dan pelaku Seni Budaya Indonesia kini memiliki harapan baru.

harapannya akan muncul Pemimpin yang Mampu melakukan REKONSTRUSI NUSANTARA Menuju Indonesia Masa Depan.

Pilpres 2019  dapat melahirkan Pemimpin Indonesia yang PEDULI KEBUDAYAAN. Pasalnya banyak pihak menilai bahwa ‎pembangunan yang terjadi belakangan ini mengalami semacam defisit kelembaban.

Terlalu kering kalau pembangunan itu hanya  pencapaian-pencapaian atau ambisi yang bersifat material. Penyebab dari keringnya pembangunan itu karena tidak menjadikan KEBUDAYAAN sebagai fundamen PEMBANGUNAN.

Demikian terungkap dalam Diskusi bertajuk “Mencari Pemimpin Sejati Indonesia” yang dihadiri Raja, Sultan, Pemangku Adat, budayawan, cendekiawan dan Pelaku Seni dari Solo, Yogya, Medan, Sumbar, Jepara dan Jawa Barat di Solo Paragon Residence Hotel, Solo, Jawa Tengah.

“ Kita berharap, masyarakat Indonesia jangan membeli ”kucing dalam karung”. Pemilih perlu mencari informasi lengkap tentang calon Presiden dan Wakil Presiden, baik dari surat kabar, internet, maupun media lain,” kata Sultan Jepara, KGPH Eko Gunarto Putro, MM.

Menurut Kangjeng Eko, Rakyat jangan terbius karisma sebab kita tidak sedang mencari ’Indonesian Idol’, tetapi pemimpin ideal buat bangsa ini. Untuk itu, Indonesia membutuhkan Calon Presiden memiliki pemahaman INTEGRASI BUDAYA.

Sehingga pembangunan dilandasi oleh pemahaman yang komprehensif dan hal-hal yang sangat penting dalam kebudayaan. “Yaitu norma, nilai-nilai, moralitas, etika dan lain-lain,” kata Sultan Jepara itu.

Budayawan Solo

Dalam kaitan itu, Budayawan Solo, DR. Mufti Raharjo, MM mengatakan bahwa satu dian cita-cita kebudayaan adalah merancang pendidikan untuk menghasilkan warga negara yang mempunyai visi mengenai kebaikan tertinggi bagi kehidupan bersama.

Entah itu dalam pendidikan, seni, ilmu, politik, ekonomi, maupun hukum.

Nah bagaimana memasukkan visi kebudayaan dalam kebijakan negara? Kata Mufti Raharjo tentu membutuhkan Presiden yang CERDAS BUDAYA, sehingga berani mengambil kebijakan-kebijakan yang Berbudaya.

Tak cukup hanya membangun pusat-pusat kebudayaan di wilayah desa dan perkampungan

Butuh pemahaman yang lebih komprehensif terhadap kebudayaan Indonesia yang multikultural ini.

Kebijakan yang terkreasikan harus tepat dengan karateristik  setiap wilayah dan nilai sosial budaya yang melekat di sana.

“Dengan begitu pembangunan fisik maupun manusia di semua wilayah tidak lagi timpang. Desa bukan lagi ruang luas yang sunyi, dia justru akan menjamin kehidupan ekonomi sekaligus kehidupan budaya masyarakat. Sedang kota bukan lagi tumpuan harapan semua orang, sehingga menyedot arus urbanisasi tak terkendali,” pungkas Mufti Raharjo.

( SDP)

PENTINGNYA GURU SPIRITUAL BAGI PRESIDEN INDONESIA MASA DEPAN

Solo, GERAK. – Sejarah Nusantara pada masa lampau adalah kisah tentang Kejayaan dan Perdaban Luhur. Suku-suku bangsa Indonesia-Nusantara adalah orang-orang mempunyai TRIDAYA CHAKTI, yaitu Cipta-Rasa-Karsa. Mereka mendiami sebuah negeri yang memiliki kriteria gemah ripah loh jinawi, iklimnya tropis nan bersahabat, dihiasi oleh banyak mahluk indah berwarna-warni beterbangan dan dilengkapi oleh dataran nan hijau subur kaya hayati maupun nabati, disertai terbentang luasnya lautan biru. Itulah negeri yang merupakan kepingan surga yang jatuh serta mendapat berkah dari langit maupun bumi.

Demikian diutarakan oleh Sulthan Jepara (Pelestarian), DYMM Kangjeng Sulthan Abdul Djalil Khalifatullah dalam Diskusi “Menggali Kearifan Luhur Nusantara sebagai Modal Memakmurkan Indonesia” di Solo Paragon Residence Hotel, Solo, Jawa Tengah. “Kebesaran Nusantara di masa lalu sangat erat kaitannya dengan KEARIFAN LUHUR dan NILAI-NILAI SPIRITUAL yang pernah ada di Nusantara. Namun sayangnya kearifan lokal kita itu telah mulai LUNTUR diterjang arus globalisasi,” kata Kangjeng Sulthan.

Menurut Kangjeng Sultan Abdul Djalil Khalifatulah, Sejarah Kebesaran, Keagungan dan Kemulyaan Bangsa Nusantara dibangun diatas PONDASI SPIRITUAL yang sangat kokoh, dimana para RAJA pada masa itu adalah para pelaku ritual yang menjunjung tinggi nilai-nilai spiritual, mereka rajin TIRAKAT dan OLAH RASA. Mereka sangat menyadari bahwa bangunan jiwa yang kokoh, megah dan mewah adalah kunci keberhasilan untuk menjadi seorang pemimpin/raja yang benar-benar diagungkan dan dimulyakan oleh rakyatnya.

“Namun perlu digaris bawahi, bahwa nilai-nilai spiritual disini bukanlah yang berasal dari agama, tapi nilai-nilai spiritual yang murni merupakan Warisan Leluhur Bangsa Nusantara, karena Bangsa Nusantara sejak jaman terdahulu memiliki budaya spiritual yang memiliki nilai terbaik dan tertinggi di seluruh dunia, bahkan Bangsa Nusantara juga telah diakui sebagai Pusat Peradaban Dunia,” ujar Sultan Jepara itu.

Atas dasar itu, Menurut Budayawan Solo, DR. Mufti Rahardjo, MM, siapa pun yang memimpin bangsa dan negara ini maka haruslah seseorang yang benar-benar menjunjung tinggi NILAI-NILAI SPIRITUAL, dalam arti benar-benar memiliki latar belakang sebagai pelaku ritual yang mengamalkan nilai-nilai Spiritual Nusantara dengan baik dan benar sebagaimana dilakukan oleh para raja Nusantara di masa lalu, agar kepemimpinannya benar-benar direstuai oleh Sang Penguasa Alam.

“Sehingga seluruh warga masyarakat, bangsa dan negara yang dipimpinnya pun mendapatkan ketenangan, ketentraman, kebahagiaan, kedamaian, kesejahteraan dan kemakmuran, benar-benar mendapatkan Kemerdekaan Yang Sejati,” kata Budayawan yang merupakan keturunan Eyang Ronggo Warsito itu.

Dalam kaitan itu, Ketua dewan pimpinan wilayah Himpunan Pemuda Sinar Syahid (HIMPASS) D.I Yogyakarta, Rakhmat Syawal S. Th.I, mengingatkan bahwa Pemimpin Bangsa dan Negara Indonesia harus dan wajib mendapatkan Restu dan Bimbingan dari Guru Spiritual yang MUMPUNI untuk bisa mewujudkan Tatanan Masyarakat, Bangsa dan Negara yang tentram, damai, adil, makmur, sejahtera, sentausa, jaya dan mulia.

Pemimpin Bangsa perlu mendapatkan bimbingan dari Guru Siritual yang memiliki Formula, Solusi dan Energi Perubahan Besar dalam melakukan REKONSTRUKSI NUSANTARA untuk mewujudkan “Gemah ripah lohjinawi tata tentram kertaraharja swargamaniloka” di Kehidupan Bumi Ibu Pertiwi tercinta ini.

Seiring dengan itu kepemimpinannya senantiasa perlu mendapatkan pengawalan, penjagaan, perlindungan dan pengayoman dari dimensi kehidupan Alam Lahir dan ALAM BATHIN, sehingga tetap terkontrol, terkendali dan terarah dengan baik dan benar, tidak menyalahkan wewenang dan kekuasaan, benar-benar menjalankan fungsi, tugas dan perannya atas dasar KESADARAN JATIDIRINYA (consciousness),” pungkas Rakhmat Syawal. ( Lsn)

Ketua Kemala Bhayangkari Metro Jaya, Ibu Fitri Idham Aziz meresmikan Pojok Baca


Jakarta Barat- Ketua Kemala Bhayangkari Daerah Metro Jaya, Ibu Fitri Idham Aziz, bersama Wakil Kemala Bhayangkari Daerah Metro Jaya, Ibu Sari Purwadi Arianto meresmikan Pojok Baca Kemala Polsek Kelapa Gading, sidik post dapat konfirm( 25/03)

Dalam launcing ini hadir juga Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Reza Arif Dewanto,SIK., Waka Polres Metro Jakarta Utara AKBP Edfrie R.Maith,SIK., Dandim Jakarta Utara diwakili Danramil Kelapa Gading Mayor Inf Fadly Subur Karamaha, kemudian Walikota Jakarta Utara, diwakili oleh Kadis Perpustakaan Bapak Maman Sumawarman.

Selain itu, hadir pula Ibu Ketua Cabang Bhayangkari Jakarta Utara Ibu Dini Reza, para Pejabat Utama Polres Metro Jakarta Utara, Kapolsek Kelapa Gading Kompol Arif Fazlurrahman,SH,SIK,MSI., Camat Kelapa Gading Bapak Drs Manson Sinaga.l., serta para Kapolsek Jajaran Polres Metro Jakarta Utara, dan Pengacara Kondang Bapak Hotman Paris Hutapea dan 200 Undangan.

Ketua Cabang Bhayangkari Jakarta Utara Ibu Dini Reza dalam sambutannya menyampaikan, bahwa Pojok Baca tersebut merupakan Program Kapolri. Dimana Pojok Kemala Bhayangkari ini sudah banyak didirikan yang dimulai dari tanggal 7 November 2017, begitu juga dengan catalog digital yang bertujuan untuk mempermudah orang yang ingin mencari buku yang di inginkan.

“Perlu juga diketahui bahwa Pojok Baca Polsek Kelapa Gading ini adalah bantuan dari beberapa pihak,” – ujarnya Ibu Dini Reza.

Sementara itu Ketua Kemala Bhayangkari Daerah Metro Jaya, Ibu Fitri Idham Aziz, mengatakan, bahwa Taman Baca yang ada di Polsek Kelapa Gading Jakarta Utara tersebut merupakan salah satu Taman Bacaan yang ada diwilayah Indonesia.

“Taman baca ini ada dibeberapa daerah di Indonesia, yang menarik dari Polsek Kelapa Gading agak unik dari pada yang lain karena dapat mengajak 2 Yayasan dari Educare dan Anifasya,” – ungkapnya Ibu Fitri Idham Aziz.

“Keberadaan Taman Bacaan di Polsek Kelapa Gading Jakarta Utara ini menjadi tempat untuk tidak membuat warga masyarakat menjadi takut kepada Polsek maupun Polres, seperti yang kita lihat Polsek menjadi Rumah Warga, jadikanlah Polsek Kelapa Gading Jakarta Utara menjadi tempat yang nyaman untuk warga,” – tutupnya Ketua Kemala Bhayangkari Daerah Metro Jaya Ibu Fitri Idham Aziz.

Dalam acara ini juga dilakukan pemberian plakat Piagam Penghagaan kepada Yayasan Educare dan pemberian plakat Piagam Penghargaan kepada Yayasan Anifassa Ustad Agus Muslim, dan pemberian plakat Piagam Penghargaan kepada Sponsorship, Bank BNI, PT. Sosro PT. Sinar Mas, PT. Gramedia PT. Nusa Kiran, PT. Sumarecon, PT. Agung, PT. Wings PT. artha Graha Peduli. (Lisin / Is)

Dansatkorarmabar: Gelorakan Kebanggaan Prajurit Pengawal Samudera Menghadapi Tantangan Penugasan.

Jakarta, 23 Maret 2018, — “Gelorakan kebanggaan prajurit pengawal samudera menghadapi tantangan penugasan”. Hal tersebut disampaikan Komandan Satuan Kapal Eskorta (Dansatkor) Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) Kolonel Laut (P) Yayan Sofiyan, S.T saat memberikan Entry Briefing pengarahan awal kepada seluruh prajurit yang bertugas dijajaran Satkorarmabar, bertempat di geladak KRI Wiratno-379 Dermaga JICT II,Tanjung Priok, Jakarta Utara. Jumat, (23/3).

Dalam pengarahannya, Dansatkorarmabar menyampaikan penekanan-penekanan yang harus dilaksanakan yaitu prajurit Satkorarmabar harus mampu bergerak cepat menyesuaikan kondisi yang terus berkembang dan menyikapi dinamika lingkungan strategis global, regional dan nasional yang semakin dinamis dengan meningkatkan kemampuan prajurit.

Menurutnya, dalam penyiapan kesiapan operasional tidak hanya didukung kesiapan alutsista saja namun profesionalitas prajurit yang peka terhadap lingkungan sekitarnya. Teknologi informasi harus dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan naluri intelijen pendukung penyelenggaraan operasi seperti pemanfaatan Informasi AIS dan VMS

Lalu dalam pembinaan material, Kapal Perang merupakan sarana utama pendukung tugas pokok maupun tugas tugas lainnya, oleh karenanya Kapal Perang tampilannya harus membanggakan, kesiapan teknisnya harus dipertahankan, serta kebersihannya harus diutamakan. Tampilan kapal perang harus dapat dijadikan wahana membanggakan baik untuk misi dalam maupun luar negeri dalam mendukung peran universal AL dalam peran sebagai kekuatan militer, wahana diplomasi dan dalam penyelenggaraan penegakkan hukum.

Lebih lanjut Komandan mengatakan bahwa didalam era perang modern tidak menutup kemungkinan adanya upaya untuk melemahkan kemampuan prajurit melalui peredaran narkotika maupun informasi yang dapat melemahkan moral dan mental prajurit. “ Oleh karena itu prajurit Satkorarmabar harus memiliki daya tangkal yang kuat melalui pembinaan spritual, mental maupun fisik yang terpola,” ujarnya.

Komandan juga menambahkan bahwa dalam pembinaan personel, semboyan “TANGGWA AJU MANGGALA YUDHA” jangan hanya dijadikan semboyan, namun harus menjadi motivasi dalam membangun jati diri prajurit Satkorarmabar yang tanggap, tanggon dan trenginas.

“Setiap prajurit harus memiliki kesadaran akan kodrat sekaligus pilihan hidup sebagai prajurit matra laut melalui mengasah diri dengan berbagai pengetahuan yang mendukung profesi sebagai pelaut, memiliki karakter prajurit yang religi sekaligus Sapta Margais, melakukan pembinaan fisik yang prima serta pembinaan mental dan moral yang tangguh,” tambahnya.

Pada akhir orasinya, dihadapan seluruh komponen Satkorarmabar, diatas geladak KRI Wiratno-379 Dansatkorarmabar juga menyampaikan ikrar perang terhadap narkotika. “Tanggwa Aju Manggala Yudha, Ksatria Perkasa Maju ke Medan Tempur” Turut hadir dalam pengarahan tersebut para Komandan KRI dibawah Satkorarmabar, para perwira, bintara dan tamtama Satkorarmabar.( Lsn)

Todong Korban Pakai Celurit, Bocah Ingusan Digiring Team Pemburu Preman

Pasukan Tim Pemburu Preman (TPP) Polres Metro Jakarta Barat dibawah pimpinan Ipda Gusti Ngurah Astawa SH mengamankan seorang pelaku penodongan saat beraksi di Jalan Jembatan Gantung, Cengkareng Jakarta Barat, Minggu (25/03/18) dini hari

Ipda Gusti Ngurah Astawa SH mengatakan, insiden itu terjadi saat korban sedang menunggu ojeg di pinggir jalan jembatan gantung. Tiba-tiba datang segerombolan remaja menghampiri korban dan langsung menodongkan celurit memaksa korban menyerahkan barangnya. Korban pun berteriak minta tolong. Otomatis warga yang ada di sekitar lokasi berdatangan dan di saat bersamaan pasukan Tim Pemburu Preman Polres Metro Jakarta Barat yang tengah patroli langsung mengejar segerombolan remaja tersebut. Satu pelaku akhirnya berhasil ditangkap.

“Pelaku yang berhasil ditangkap berinisial MAG (17) Warga Jalan Adam Ujung RT 10/12 Sukabumi Utara, Kebon Jeruk Jakarta Barat.” Katanya

Pelaku (MAG) bersama satu buah celurit yang digunakan pelaku diamankan polisi sebagai barang bukti. Saat ini, kasus penodongan tengah dalam penyelidikan di Mapolsek Cengkareng Polres Metro Jakarta Barat

Ipda Gusti menegaskan, ia bersama Tim Pemburu Preman akan terus melakukan observasi wilayah Jakarta Barat khususnya daerah atau kawasan yang dianggap rawan. Sesuai perintah pimpinan Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi SIK MH untuk mematikan ruang gerak aksi kriminalitas maupun aksi premanisme dan tidak segan-segan untuk menindak tegas terukur jika mencoba melawan petugas

“Saya tegaskan, tidak ada tempat bagi pelaku kejahatan atau preman di wilayah Jakarta Barat.” Tegasnya

Sementara, Kapolsek Cengkareng ketika dikonfirmasi terkait penodongan, Kompol Agung Budi Laksono membenarkan peristiwa tersebut

“Kasusnya masih dalam penanganan penyidik.” Jawabnya singkat.( Lsn/ls/ivan)

LURAH PEKOJAN BERIKAN SEPEDA DARI SEKDA KEPADA DUA ANAK DIWILAYAHNYA

TAMBORA – Dalam memperingati International Global Service Day sebagai Hari Bakti Sosial Dunia yang jatuh pada hari Sabtu 24 Maret 2018, yang di peringati di seluruh belahan dunia, dimana wilayah Kecamatan Tambora merupakan wilayah yang terkenal padat penduduknya. Akibat kepadatan itu, sehingga salah satu wilayah Kelurahan yang ada di Kecamatan Tambora, diantaranya adalah wilayah Kelurahan Pekojan, Dimana kini menjadi wilayah kampung welas asih atau lebih dikenal Compassionate Village Pekojan.


Sebagai Kampung Welas Asih, Lurah Pekojan, Tri Prasetyo Utomo beserta stakholder mengadakan kegiatan bakti sosial (Baksos) dengan membagikan sejumlah Tas beserta buku dengan alat tulis, untuk keperluan sekolah kepada 1000 anak yang tidak mampu diantaranya berada di lingkungan 12 RW Kelurahan Pekojan.

Lurah Pekojan, Tri Prasetyo mengatakan, Kegiatan Pembagian keperluan Sekolah bagi anak 2 Pekojan, juga disertai dengan Penyerahan 2 unit sepeda. Pemberian Sepeda yang diberikan Sekda Provinsi DKI Jakarta kepada 2 orang anak SD dari warga Kampung Janis RT 005/ 08 yaitu, bernama Ayif maghrifal faturrahman dan Nia warga RT 003/ 08 kelurahan Pekojan Kecamatan Tambora Jakarta Barat.”Sepeda yang diantar ke rumah nya disambut dengan gegap gempita oleh warga kampung janis karena mendapat Sepeda dari Sekda Provinsi DKI yang mewakili Gubernur dalam rangka Launching Compassionate Village Pekojan pada tgl 21 maret Lalu,” kata Tri disela sela acara pemberian bantuan sosial tersebut, Sabtu 24/3/2018.

Tri menjelaskan, terlaksana kegiatan itu berkat peran serta seluruh Stake holder RW , LMK, FKDM serta ketua RT yang ada di kelurahan Pekojan dengan pendampingan CSR, berikut team ILMUAN sebagai ikatan Alumni Layola Marimonth University Los Angeles Amerika yang ada di Indonesia” Dan Tim compassionate Action memberikan sumbangsih bakti sosial ba gi warga kelurahan Pekojan,”tutupnya.( Lisin/ivan)

Baca Selengkapnya

Kapolsek kembangan hadiri fun walk

  1. Kembangan- Kurang lebih sekitar lima ratus orang warga menghadiri kegiatan Fun Walk yang diselenggarakan di wilayah Kecamatan Kembangan Jakarta Barat, Minggu 25/3/2018.

Dalam acara itu, hadir Wakil Walikota Jakarta Barat, M Zen, Dr Agus Ramdani, Kapolsek Kembangan, Kompol Supriyadi,Binmas Kelurahan Kembangan Selatan, Aiptu Muhdir dan para karyawan  BTN.

Dalam pelaksanaan kegiatan itu, para peserta di wajibkan untuk melakukan regristasi dengan Fom dan melampirkan Foto copy Ktp untuk menjadi peserta Fun Walk, sekaligus menjadi Nasabah BTN, dan untuk mendapatkan Dourprice antara lain Mesin Suci, TV, Sepeda, dan Elektronik.

Dalam Fun Walk ini mengambil Start dan Finish dimulai dari halaman Lippo Mall Puri dengan jalan santai seputar jalan Raya Puri Indah jarak tempuh 5 K.

Sementara para Tiga pilar terlihat melakukan pengamanan dan pengawalan dengan pengaturan lalu lintas, juga memberikan prioritas pengamanan dan jalan kepada para peserta Fun Walk BTN agar dapat berjalan dengan lancar, tertib dan situasi kondusif.

Salah satu anggota pengamanan, Binmas Kembangan Selatan, Aiptu Muhdir mengatakan, kegiatan tersebut berjalan dengan lancar,”Alhamdulillah berjalan lancar, tertib dan situasi konduaif,”ujarnya.( Lsn/ivan)

Turnamen Kapolres Cup 2018 Resmi Ditutup

Jakarta Barat—-Tiada hari tanpa upaya untuk peduli terhadap prestasi olah raga oleh Polres Metro Jakarta Barat. Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi SIK MH yang diwakili Wakapolres AKBP Hanny Hidayat SIK MH menyerahkan tropy kepada para pemenang yang sekaligus sebagai penutupan turnamen Kapolres Cup 2018 bertempat di Gelanggang Olah Raga Cendrawasih, Cengkareng Jakarta Barat, Sabtu (24/03/18)

Turut hadir dalam kegiatan acara penutupan Turnamen Kapolres Cup 2018 antara lain Wakapolres Metro Jakarta Barat AKBP Hanny Hidayat, SIK MH, Kabag Ops Restro Jakarta Barat AKBP Priyo Utomo Teguh Santoso, SH SIK MSi, Para Pejabat Utama Polres Metro Jakarta Barat, Kapolsek jajaran, Kanit Polres dan Polsek Jajaran, Seluruh peserta Turnamen dan anggota Restro Jakarta Barat dan sekitar 100 orang lebih penonton maupun para pendukung yang hadir.

Dalam pernyataan resminya saat penutupan Kapolres Cup 2018, Wakapolres Metro Jakarta Barat AKBP Hanny Hidayat SIK MH mengatakan, Alhamdulillah pelaksanaan turnamen ini berjalan dengan lancar, kita sudah dapat juaranya, diharapkan agar club-club lain dapat lebih meningkatkan prestasinya. Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah menggelar turnamen ini dengan lancar dan aman

“Alhamdulillah, selama kegiatan berlangsung tertib, aman dan lancar. Saya ucapkan selamat kepada para juara.”Katanya

Acara selanjutnya ditutup dengan penyerahan tropy kepada para pemenang yang antara lain :
Kategori Futsal Putra :
Juara 1 : Polsek Metro Taman Sari
Juara 2 : Polsek Tambora.
Juara 3 : Polsek Kalideres.

Kategori Bola Volly : Putra dan Putri :
Putra :
Juara 1 : Polsek Cengkareng
Juara 2 : Polsek Tanjung Duren
Juara 3 : Polsek Taman Sari

Putri :
Juara 1 : Polsek Kembangan
Juara 2 : Polsek Kalideres
Juara 3 : Polsek Kebon Jeruk

Kategori Tenis Meja : Putra dan Putri :
Putra :
Juara 1 : Polsek Tanjung Duren
Juara 2 : Polsek Kalideres
Juara 3 : Polsek Kebon Jeruk

Putri :
Juara 1 : Polsek Taman Sari
Juara 2 : Polsek Cengkareng
Juara 3 : Polsek

Kategori Bulutangkis Beregu :
Juara 1 : Polsek Tambora
Juara 2 : Polsek Cengkareng
Juara 3 : Polsek Kebon Jeruk ( lsn/is/ivan)

Sekda usir dan permalukan wartawan di depan umum

Tangerang- Disaat pemerintah menggadang-gadang  kan peranan pers yang sangat penting dalam memerangi hoax dan ujar an kebencian, terjadi hal yang ironis menimpa seorang wartawan yang dipaksa keluar ruangan oleh Sekda Kabupaten Tangerang. Drs. H. Moch. Massal Rasyid, M.Si.

Kejadian yang menyakitkan hati Insan Pers ini bermula ketika seorang wartawan dari media online bernama Haryadi sedang meliput sosialisasi Kabupaten Layak Anak di GSG Kabupaten Tangerang, kamis(22/3).

Dari awal acara ketika pemateri dari Kantor Kementrian Pemberdayaan Anak dan Perempuan, ibu Yanti, wartawan Haryadi sudah mengabadikan kegiatan sosialisasi tersebut dan panitia tidak ada yang melarang.

Namun ketika sekda Rudi masa hal, yang tiba belakangan dan mendapat giliran untuk menyampaikan arahan mewakili Bupati Tangerang, menurut haryadi, ia sangat antusias dan tidak mau kehilangan moment terhadap pejabat yang sangat dikagumi nya, mantan pemain sepak bola Persikota Tangerang yang kini sudah menjadi Sekda.

“Saya langsung ke depan sebelum beliau membacakan
Pesan bupati, namun saya tunggu pesan tersebut belum juga dibacakan. Sehingga saya menunggu cukup lama untuk mendapatkan pesan Pak Bupati” jelas haryadi

Pada sambutannya sekda banyak bercanda, padahal untuk mendapatkan intisari berita cukup 5 menit saja. Karena belum juga mendapat intisari berita haryadi masih tetap bertahan di barisan paling depan.

Entah apa alasan Sekda kemudian mengalihkan perhatian peserta sosialisasi dengan menunjuk kepada haryadi dengan mengatakan siapa orang di depan ini.

“Hal tersebut sangat mengagetkan saya, tentunya malu yang luar biasa didepan camat dan para kades harus digiring keluar oleh ajudan Pak Sekda” ringkas Haryadi.

Atas kejadian ini Haryadi berharap agar Pak Sekda tidak lagi mempermalukan wartawan di depan umum, karena selain di duga melanggar UU no 40 tahun 1999, Pak Sekda juga bisa di duga  terjerat pasal penghinaan, pencemaran nama baik dan perbuatan mempermalukan orang lain di depan umum.

“Harapan saya beliau bersedia meminta maaf walaupun saya hanya rakyat biasa, namun wartawan lain akan mengalami hal serupa jika semua pejabat bersikap seperti itu”katanya

Untuk sementara persoalan ini belum di serahkan kepada penegak hukum, masih sedang di bahas di LBH dan organisasi profesi wartawan

“Masih menunggu niat baik Pak Sekda” tandas Haryadi mengakhiri keterangannya.( lsn)

Pangarmabar Laksanakan Kunjungan Kerja Kepada Pangkoopsau I Jakarta

Jakarta, 23 Maret 2018,– Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda TNI Yudo Margono, S.E., M.M., melaksanakan kunjungan kerja kepada Panglima Komando Operasi TNI AU (Pangkoopsau) I Marsekal Muda TNI Nanang Santoso, di Makoopsau I, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (23/3).

Dalam kunjungan tersebut, Pangarmabar Laksamana Muda TNI Yudo Margono, S.E., M.M., diterima Pangkoopsau I Marsekal Muda TNI Nanang Santoso beserta Kepala Staf Koopsau I, Marsekal Pertama TNI Henri Alfiand dan Para Asisten Koopsau I.

Kunjungan kerja tersebut dilaksanakan dalam rangka untuk untuk meningkatkan koordinasi dan kerjasama antara satuan-satuan Angkatan Udara dan Angkatan Laut, khususnya yang berada di Wilayah Barat Indonesia.

Selain itu, kunjungan yang dilaksanakan Pangarmabar ini merupakan kunjungan silaturahmi serta sekaligus dalam rangka untuk memperkenalkan diri sebagai pejabat baru Pangarmabar.

Dalam pertemuan yang penuh keakraban tersebut Pangkoopsau I menjelaskan secara singkat wilayah kerja yang menjadi tanggung jawab Koopsau I yang meliputi 19 Pangkalan Udara.

Sementara itu Pangarmabar menyampaikan kegiatan operasi dan patroli yang dilaksanakan Koarmabar di perairan wilayah barat dihadapkan pada kondisi, tantangan, ancaman dan kerawanan.

Berkaitan dengan hal tersebut maka Pangarmabar dan Pangkoopsau I sepakat akan mengadakan kerjasama yang dinamis dalam bentuk operasi bersama guna menciptakan situasi keamanan wilayah perairan barat Indonesia yang kondusif.

Rencana kegiatan operasi tersebut akan diawali dengan peningkatan sistem komunikasi dalam operasi antara unsur KRI Koarmabar dengan pesawat udara TNI AU.

Hal tersebut menjadi fokus kedua belah pihak, dikarenakan pertukaran informasi di daerah operasi melalui komunikasi sangat penting untuk mendukung keberhasilan tugas, sehingga segala bentuk ancaman dan kejahatan dapat segera teratasi demi keutuhan NKRI.

Acara diakhiri dengan tukar menukar cinderamata antara kedua pejabat tersebut.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Pangarmabar didampingi oleh Kepala Staf Guspurlaarmabar, Asisten Operasi (Asops) Pangarmabar, Asisten Intelijen (Asintel) Pangarmabar dan Koorsmin Pangarmabar.