Sat Samapta Polres Kutai Kartanegara Gelar “Patroli Curhat” Serap Aspirasi Warga

SIDIKPOST| Kukar – Suasana khidmat Hari Raya Idul Fitri 1447 H di wilayah hukum Polres Kutai Kartanegara terus dijaga ketat oleh aparat kepolisian. Tidak hanya sekadar berpatroli, Satuan Samapta Polres Kukar menerjunkan personelnya untuk melaksanakan program “Patroli Curhat” guna mendengarkan langsung keluhan serta aspirasi masyarakat terkait Kamtibmas, Sabtu malam (21/3/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 22.30 WITA ini menyasar sejumlah titik keramaian dan pemukiman, salah satunya di kawasan Jalan Teluk Dalam, Tenggarong.

Kasat Samapta AKP Nursan menjelaskan bahwa “Patroli Curhat” merupakan upaya Polri untuk hadir lebih dekat sebagai pendengar bagi masyarakat, terutama di saat mobilitas warga meningkat selama libur lebaran.

“Di hari kemenangan ini, kami ingin memastikan warga merasa aman saat beristirahat maupun saat meninggalkan rumah untuk bersilaturahmi. Melalui dialog langsung ini, kami menyerap informasi sekecil apa pun terkait potensi gangguan keamanan,” ujar petugas di lapangan.

Dalam dialog tersebut, personel Sat Samapta memberikan imbauan humanis agar masyarakat lebih waspada terhadap tindak kriminalitas yang cenderung meningkat di masa liburan. Warga diingatkan untuk memastikan kendaraan terparkir dengan aman dan rumah dalam keadaan terkunci rapat sebelum bepergian.

Selain menyapa warga secara umum, petugas juga melaksanakan koordinasi intensif dengan Tokoh Agama (Toga), Tokoh Adat (Todat), dan Tokoh Masyarakat (Tomas) setempat. Sinergi ini dilakukan untuk memetakan situasi kerawanan serta memperkuat sistem keamanan lingkungan (Siskamling).

“Kami meminta masyarakat untuk tidak segan melaporkan jika melihat orang atau aktivitas yang mencurigakan melalui Call Center 110 atau ke kantor polisi terdekat. Respon cepat adalah kunci pencegahan tindak pidana,” tambahnya.

Hingga tengah malam, situasi di sepanjang jalur patroli dilaporkan dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Kehadiran personel Sat Samapta di tengah dinginnya malam Lebaran ini menjadi bukti dedikasi Polres Kukar dalam menjaga kenyamanan masyarakat Odah Etam merayakan hari yang fitri. (*)

Polsek Loa Janan Bersama Instansi Terkait Siaga di Pos Pelayanan Idul Fitri 1447 H

SIDIKPOST| Kukar – Pada Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, jajaran Polsek Loa Janan memperketat pengamanan dan meningkatkan pelayanan bagi masyarakat. Personel dikerahkan untuk bersiaga penuh di Pos Pelayanan Operasi Ketupat Mahakam 2026 yang tersebar di titik strategis Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Sabtu (21/3/2026).

Langkah ini diambil guna memastikan keamanan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) bagi warga yang hendak pulang ke kampung halaman maupun masyarakat setempat yang merayakan lebaran.

Kapolsek Loa Janan AKP Abdillah Dalimunthe menegaskan bahwa kehadiran personel di lapangan adalah wujud representasi negara dalam memberikan rasa aman bagi pemudik. Di tengah teriknya cuaca, tampak Bhabinkamtibmas Desa Bakungan, Aipda Akhmad, dengan sigap memberikan pelayanan dan menyapa para pengendara yang melintas.

“Tugas kami bukan hanya sekadar menjaga keamanan, tetapi juga memastikan setiap pemudik merasa terlayani. Kami mengimbau para pengendara untuk tidak memaksakan diri jika lelah, silakan beristirahat di Pos Pelayanan yang telah disediakan,” ujar Aipda Akhmad saat memberikan edukasi kepada pemudik.

Selain melakukan pemantauan arus lalu lintas, petugas di lapangan juga aktif memberikan imbauan keselamatan. Pemudik diingatkan untuk selalu mengecek kondisi fisik kendaraan, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, serta tetap waspada terhadap potensi gangguan keamanan di sepanjang perjalanan.

“Keselamatan adalah prioritas utama. Kami ingin masyarakat bisa merayakan Idul Fitri bersama keluarga di kampung halaman dalam keadaan sehat dan bahagia. Kami dari kepolisian akan terus bersiaga 24 jam untuk membantu kendala masyarakat di jalan,” tambahnya.

Kehadiran Pos Pelayanan ini diharapkan menjadi solusi cepat bagi pemudik yang memerlukan bantuan medis ringan, informasi rute, maupun sekadar tempat melepas lelah. Hingga berita ini diturunkan, situasi arus mudik di wilayah hukum Polsek Loa Janan terpantau ramai lancar dengan pengawasan ketat dari personel gabungan.

Dengan semangat “Mudik Aman, Keluarga Bahagia”, Polsek Loa Janan berkomitmen menghadirkan perayaan Idul Fitri 1447 H yang teduh, aman, dan kondusif bagi seluruh lapisan masyarakat. (*)

Jaga Kenyamanan Hari Lebaran, Polsek Anggana Ketuk Hati Warga Waspada Bahaya Kebakaran

SIDIKPOST| Kukar – Di tengah gema takbir yang bersahutan menyambut hari kemenangan 1 Syawal 1447 Hijriah, jajaran Polsek Anggana tidak melonggarkan pengabdiannya. Guna memastikan masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan tenang dan nyaman, personel Polsek Anggana menggelar patroli dialogis khusus mengantisipasi bahaya kebakaran di pemukiman padat penduduk, Sabtu (21/3/2026).

Kegiatan yang sarat akan nilai silaturahmi ini dipimpin oleh Iptu Jumarin, didampingi personel setia Aiptu Catur HS, Aiptu Kaharuddin, Aiptu Aris Hadiyanto, Bripka Dwi Bagus, dan Bripda Danu Wandika. Sambil menyapa warga yang tengah bersukacita menyiapkan hidangan lebaran, petugas menyelipkan pesan-pesan keselamatan yang menyejukkan.

Iptu Jumarin menyampaikan bahwa momen lebaran seringkali membuat warga lengah karena kesibukan di dapur maupun saat meninggalkan rumah untuk bersilaturahmi.

“Di hari yang fitri ini, kami ingin kegembiraan masyarakat tidak terganggu oleh musibah. Kami hadir untuk mengingatkan saudara-saudara kita agar teliti memeriksa kompor dan aliran listrik sebelum beranjak melaksanakan Salat Id atau berkunjung ke sanak saudara,” ujar Iptu Jumarin dengan nada humanis.

Dalam suasana yang penuh keakraban, Aiptu Catur HS dan tim tampak berbincang hangat dengan warga di titik-titik kerumunan. Petugas mengingatkan pentingnya mematikan peralatan elektronik yang tidak perlu demi mencegah arus pendek listrik (korsleting).

“Keselamatan adalah bagian dari ibadah. Dengan menjaga rumah kita dari bahaya api, kita juga menjaga keselamatan keluarga dan tetangga. Mari kita rayakan Idul Fitri ini dengan hati yang bersih dan lingkungan yang aman,” tambah Aiptu Catur HS saat menyapa salah satu tokoh masyarakat.

Masyarakat menyambut baik kehadiran polisi di tengah pemukiman mereka. Patroli ini tidak hanya dipandang sebagai pengawasan keamanan, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian Polri yang hadir layaknya keluarga sendiri di hari raya.

Hingga kegiatan berakhir, situasi di wilayah hukum Polsek Anggana dilaporkan aman, tertib, dan kondusif. Polsek Anggana berkomitmen akan terus bersiaga selama masa libur lebaran demi menjamin kenyamanan seluruh warga.

“Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin. Mari kita jaga kemenangan ini dengan kewaspadaan bersama,” pungkas Iptu Jumarin. (*)

ARUN S. IP KEPALA DESA TANJUNG PASIR Gelar Open House Hari Raya Idul Fitri “MARHABAN YA RAMADHAN 1447 H/2026

SIDIKPOST| Kabupaten Tangerang – Arun S. IP Kepala Desa Tanjung Pasir Didampingi Oleh Sri Wahyuni Ketua TP-PKK Desa Tanjung Pasir Menggelar Acara Open House Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H/2026. Acara Tersebut Dilaksanakan Di Rumah Kediaman Arun S. IP Kepala Desa Tanjung Pasir Kecamatan Teluknaga Kabupaten Tangerang.(21/03/26)

Arun S. IP Kepala Desa Tanjung Pasir Didampingi Oleh Sri Wahyuni SE Ketua TP-PKK Desa Tanjung Pasir Menyampaikan ,”Assalamualaikum Warahmatullahi Wabatokatuh”, Alhamdulillah Puji Syukur Kepada Allah SWT. Dengan segala Kerendahan Hati Kami Sekeluarga Mengucapkan, MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN MARHABAN YA RAMADHAN 1447 H/2026 (Bulan Suci Ramadhan Merupakan Bulan Penuh Ampunan Dan Penuh Rahmat) “.

Momen Spesial Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H/2026. Ditahun Ini Menjadi Pengobat Rindu Bagi Kita Semua Untuk Kembali Bersilaturahmi Dan Saling Bermaaf-maafan. “MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN MARHABAN YA RAMADHAN 1447 H/2026 “.

” Semoga Kita Semua Selalu Diberikan Kesehatan Dan Umur Panjang Serta Rezeki Yang Barokah Sehingga Kita Bisa Berkumpul Kembali Dengan Ramadhan Yang Akan Datang Dan Mudah-mudahan Doa-doa Kita Dapat Dijabah Oleh Allah SWT. “Amiin ya Robbal Alamin, Wassalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh”, Ucap Arun S. IP Kepala Desa Tanjung Pasir Bersama Sri Wahyuni SE Ketua TP-PKK Desa Tanjung Pasir “.

Kendy

Madjoli Ma’mur S.E.,M.IP Kepala Desa Babakan Asem Gelar Open House Hari Raya Idul Fitri “MARHABAN YA RAMADHAN 1447 H/2026

SIDIKPOST| Kabupaten Tangerang – Madjoli Ma’mur S.E.,M.IP Kepala Desa Babakan Asem Menggelar Acara Open House Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H/2026. Acara Tersebut Dihadiri Langsung Oleh Madjoli Ma’mur S.E.,M.IP Kepala Desa Babakan Asem Didampingi Oleh Ny. Sahrini Ramadhan S. Kep. Ners Ketua TP-PKK Desa Babakan Rohim Setiawan Sekdes Babakan Asem Bersama Suherlan Boy Ketua BPD Desa Babakan Asem Beserta Achmad Limbron S.H Ketua Karang Taruna Babakan Asem Bersama Aipda Denny Bhabinkamtibmas Desa Babakan Asem (Polsek Teluknaga) Bersama Sertu Teguh S Babinsa Desa Babakan Asem (Koramil 01/ Teluknaga) Beserta BPD Desa Babakan Asem Bersama Karang Taruna Dan PKK Desa Babakan Asem Bersama Mandor Dan Ketua RT/Ketua RW Se-Desa Babakan Asem Dan Dilaksanakan Di Rumah Kediaman Madjoli Ma’mur S.E.,M.IP Kepala Desa Babakan Asem Kp. Kedung RT 004/RW 005 Desa Babakan Asem Kecamatan Teluknaga Kabupaten Tangerang.(21/03/26)

Madjoli Ma’mur S.E.,M.IP Kepala Desa Babakan Asem Didampingi Oleh Ny. Sahrini Ramadhan S. Kep. Ners Ketua TP-PKK Desa Babakan Asem Menyampaikan ,”Assalamualaikum Warahmatullahi Wabatokatuh”, Alhamdulillah Puji Syukur Kepada Allah SWT. Dengan segala Kerendahan Hati Kami Sekeluarga Mengucapkan, MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN MARHABAN YA RAMADHAN 1447 H/2026 (Bulan Suci Ramadhan Merupakan Bulan Penuh Ampunan Dan Penuh Rahmat) “.

Momen Spesial Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H/2026. Ditahun Ini Menjadi Pengobat Rindu Bagi Kita Semua Untuk Kembali Bersilaturahmi Dan Saling Bermaaf-maafan. “MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN MARHABAN YA RAMADHAN 1447 H/2026 “.

” Semoga Kita Semua Selalu Diberikan Kesehatan Dan Umur Panjang Serta Rezeki Yang Barokah Sehingga Kita Bisa Berkumpul Kembali Dengan Ramadhan Yang Akan Datang Dan Mudah-mudahan Doa-doa Kita Dapat Dijabah Oleh Allah SWT. “Amiin ya Robbal Alamin, Wassalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh”, Ucap Madjoli Ma’mur S.E.,M.IP Kepala Desa Babakan Asem Didampingi Oleh Ny. Sahrini Ramadhan S. Kep. Ners Ketua TP-PKK Desa Babakan Asem “.

Kendy

Ringankan Beban Korban Kebakaran Loa Duri Ulu, Kapolres Kukar Salurkan Paket Sembako melalui Polsek Loa Janan

SIDIKPOST| Kukar – Kepedulian terhadap sesama ditunjukkan oleh jajaran Polres Kutai Kartanegara pasca musibah kebakaran yang menghanguskan rumah warga di RT 01 Desa Loa Duri Ulu. Mewakili Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Khairul Basyar, Polsek Loa Janan menyalurkan bantuan sosial (Baksos) paket sembako di posko kebakaran, Rabu (18/3/2026).

Dipimpin langsung oleh Kapolsek Loa Janan, AKP Abdillah Dalimunthe, kegiatan itu turut hadir mendampingi, jajaran personel Polsek Loa Janan beserta ibu-ibu Bhayangkari Ranting Loa Janan untuk memberikan dukungan moril kepada para penyintas kebakaran.

Bantuan paket sembako tersebut diserahkan secara simbolis oleh AKP Abdillah Dalimunthe kepada Kepala Desa Loa Duri Ulu, Bapak M. Arsyad, yang disaksikan oleh Ketua RT 01 serta 11 orang warga terdampak musibah. Adapun bantuan yang disalurkan meliputi beras kemasan 5 kg sebanyak 11 karung, 6 rak telur, 6 dus mi instan, serta minyak goreng kemasan.

“Kami hadir di sini membawa amanah dari Bapak Kapolres Kukar untuk sedikit meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah. Ini adalah wujud nyata bahwa Polri selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga sebagai keluarga yang peduli saat warga sedang berduka,” ujar AKP Abdillah Dalimunthe.

Kapolsek menambahkan, selain meringankan beban ekonomi, kegiatan baksos ini bertujuan untuk memperkuat rasa kebersamaan dan menjalin silaturahmi yang erat antara aparat kepolisian dengan masyarakat. Ia berharap kehadiran Polri dan Bhayangkari dapat memberikan sedikit senyum dan semangat bagi para korban untuk kembali bangkit.

Kepala Desa Loa Duri Ulu, M. Arsyad, menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam atas gerak cepat dan kepedulian dari Kapolres Kukar beserta jajarannya. Menurutnya, bantuan ini sangat berarti bagi warga yang saat ini kehilangan tempat tinggal dan harta benda.

Kegiatan penyaluran bantuan berlangsung dengan khidmat. Dengan adanya sinergi ini, diharapkan masyarakat dapat merasakan manfaat nyata dari kehadiran Polri dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam situasi darurat dan tertimpa musibah. (*)

Jelang Arus Mudik, Sat Polairud Polres Kukar Perketat Pengawasan Keselamatan di Pelabuhan Aji Imbut

SIDIKPOST| Kukar – Satuan Polisi Perairan dan Udara (Sat Polairud) Polres Kutai Kartanegara menggelar aksi simpatik berupa sosialisasi dan imbauan keselamatan kepada penyedia serta pengguna jasa transportasi perairan. Kegiatan ini dipusatkan di Dermaga Pelabuhan Aji Imbut, Tenggarong Seberang, Kamis (19/3/2026).

Langkah proaktif ini diambil sebagai bagian dari persiapan pengamanan arus mudik Hari Raya Idulfitri 1447 H, guna memastikan seluruh armada transportasi air dalam kondisi siap dan aman bagi penumpang.

Kasat Polairud, AKP Benedict Jaya, menjelaskan bahwa personel di lapangan melakukan pemeriksaan langsung di atas kapal, salah satunya pada KM Barokah 08. Petugas memberikan edukasi mengenai pentingnya ketersediaan dan penggunaan alat keselamatan seperti life jacket atau pelampung.

“Kami memberikan imbauan tegas kepada para nakhoda agar tidak memuat penumpang, kendaraan, maupun barang melebihi kapasitas (overload). Keselamatan pelayaran adalah prioritas utama, terutama saat intensitas penumpang meningkat menjelang lebaran,” ujar AKP Benedict Jaya.

Selain aspek teknis kapal, petugas yang dipimpin oleh Ipda Ridwan, juga berdialog dengan para penumpang. Mereka diminta untuk selalu waspada terhadap barang bawaan serta bersama-sama menjaga ketertiban selama berada di atas kapal demi terciptanya situasi Kamtibmas yang kondusif.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk menekan risiko kecelakaan di wilayah perairan serta menciptakan alur pelayaran yang tertib dan lancar. Kami ingin masyarakat yang melaksanakan mudik melalui jalur sungai dapat sampai di tujuan dengan aman dan bahagia,” tambahnya.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 10.00 Wita ini berjalan dengan tertib dan mendapatkan respons positif dari para pengguna jasa transportasi air. Sat Polairud Polres Kukar berkomitmen akan terus melakukan pengawasan serupa secara rutin hingga berakhirnya masa libur lebaran mendatang. (*)

Pererat Silaturahmi di Bulan Suci, Polres Kukar dan Bhayangkari Bagikan Ratusan Paket Takjil untuk Pengguna Jalan

SIDIKPOST| Kukar – Suasana menjelang berbuka puasa di depan Markas Kepolisian Resor (Mako Polres) Kutai Kartanegara tampak berbeda dari biasanya. Kapolres Kutai Kartanegara, AKBP Khairul Basyar, bersama Ketua Bhayangkari Cabang Kutai Kartanegara, Ny. Bella Khairul, turun langsung ke jalan untuk membagikan takjil kepada masyarakat, Kamis (19/3/2026) sore.

Berlokasi di Jalan Wolter Monginsidi, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, sebanyak 200 kotak takjil dibagikan kepada para pengguna jalan, baik pengendara roda dua maupun roda empat, serta masyarakat sekitar yang melintas di depan Mako Polres.

Turut hadir dalam aksi sosial ini Wakapolres Kukar Kompol Izdiharuddin Faris Raharja Putra, Wakil Ketua Bhayangkari Ny. Wina Faris, jajaran Pejabat Utama (PJU), serta personel Polres Kutai Kartanegara.

Kapolres Kutai Kartanegara, AKBP Khairul Basyar, menyampaikan bahwa pembagian takjil ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa Ramadan 1447 H.

“Kegiatan ini adalah bentuk empati dan upaya kami untuk mempererat tali silaturahmi serta solidaritas antara Polri dengan masyarakat. Kami ingin berbagi kebahagiaan dan sedikit meringankan beban warga, terutama mereka yang masih dalam perjalanan saat waktu berbuka tiba,” ujar AKBP Khairul Basyar.

Lebih lanjut, Kapolres menjelaskan bahwa selain sebagai ladang amal dan sedekah, aksi ini bertujuan untuk menciptakan rasa kebersamaan dan persatuan di tengah umat Muslim yang sedang memuliakan bulan suci. Dengan kehadiran Polisi di jalanan untuk berbagi, diharapkan stigma kaku kepolisian dapat mencair menjadi hubungan yang lebih harmonis dan humanis.

Para pengendara tampak antusias menyambut pemberian takjil tersebut. Tidak hanya sekadar membagikan makanan, para personel Polri juga menyisipkan pesan-pesan keselamatan berkendara kepada para pengguna jalan agar tetap berhati-hati menuju tujuan masing-masing.

Aksi berbagi ini sudah menjadi agenda rutin guna memastikan kehadiran Polri di tengah masyarakat selalu membawa manfaat nyata, khususnya di momen spesial seperti bulan Ramadhan. (*)

RUMAH SAHABAT YATIM Desa Belimbing Menggelar Acara Santunan Anak-anak Yatim 1447 H/2026 M

SIDIKPOST| Kabupaten Tangerang – Rumah Sahabat Yatim Desa Belimbing Mengadakan Acara Santunan Anak-anak Yatim 1447 H/2026. “MARHABAN YA RAMADHAN” (Bulan Suci Ramadhan Merupakan Bulan Penuh Ampunan Dan Penuh Rahmat). Pelaksanaan Kegiatan Acara Rumah Sahabat Yatim Dilaksanakan Dengan Menyantuni 4 RT Dari RT 23, RT 24, RT 25, RT 26 Dari RW 23 Dan RW 24 Total 50 Anak-anak Yatim Dari Putra-putri. Santunan Anak-anak Yatim Dilaksanakan Di Rumah Kediaman Sukamto Ketua Rumah Sahabat Yatim Desa Belimbing, Desa Belimbing Kecamatan Kosambi Kabupaten Tangerang. Selasa Malam (17/03/26)

Rumah Sahabat Yatim Desa Belimbing Mengadakan Acara Santunan Anak Yatim-Piatu. “Memupuk Kasih Sayang Bersama Anak-anak Yatim-Piatu Di Bulan Yang Penuh Berkah, Ramadhan Berkah Dengan Membahagiakan Anak-anak Yatim-Piatu Bersama Para Donatur. Sebagai Bentuk Kepedulian Kami RUMAH SAHABAT YATIM”.

Acara Santunan Anak Yatim-Piatu. “Marhaban Ya Ramadhan 1447 H/2026 M”, Diawali Dengan Pembacaan Doa Bersama Kemudian Dilanjutkan Dengan Sambutan Oleh Sukamto Ketua Rumah Sahabat Yatim Desa Belimbing Kemudian Dilanjutkan Dengan Pembacaan Doa Penutup.

Sukamto Ketua Rumah Sahabat Yatim Desa Belimbing Menyampaikan ,”Assalamualaikum Warahmatullahi Wabatokatuh ,” Alhamdulillah Puji Syukur Kepada Allah SWT. Pelaksanaan kegiatan Acara Santunan Anak-anak Yatim. Dilaksanakan Dalam Rangka Indahnya Berbagi dengan bersedekah dan Saling Berbagi. Dalam Rangka Indahnya Berbagi Di Bulan Suci Ramadhan.”MARHABAN YA RAMADHAN 1447 H/2026”. (Bulan Suci Ramadhan Merupakan Bulan Penuh Ampunan Dan Penuh Rahmat).Bulan Ramadhan Adalah Bulan Suci Yang Penuh Rahmat Dan Maghfiroh Menjadikan Bulan Suci Ramadhan Sebagai Momentum Kita Untuk Meningkatkan Iman Dan Taqwa “.

Sukamto Ketua Rumah Sahabat Yatim ,” Mengucapkan Banyak Terima Kasih Kepada Para Donatur Yang Sudah Membantu Terlaksananya Acara Santunan Anak-anak Yatim-Piatu “MARHABAN YA RAMADHAN 1447 H/2026” (Bulan Suci Ramadhan Merupakan Bulan Penuh Ampunan Dan Penuh Rahmat).

Sukamto Ketua Rumah Sahabat Yatim Mengucapkan ,” Terima Kasih Kepada Ustad Nurhasan Motor Penggerak Rumah Sahabat Yatim Dan Seluruh Pengurus Beserta Para Donatur Yang Sudah Menyisikan Sebagaian Harta Dan Rezekinya Untuk Berbagi Kepada Anak-anak Yatim. Saya Yakin Allah Lipat Gandakan Rezekinya Dan Dipanjangkan Umurnya Barokah Dunia Dan Akhirat, Amiiin. Semoga Dengan Terlaksananya Acara Santunan Anak-anak Yatim-Piatu. Kita Semua Diberikan Keberkahan Dan Nikmat Sehat Serta Dilancarkan Rezekinya Dan Selalu Dalam Lindungan Allah SWT Dan Mudah-mudahan Doa Kita Semua Dapat Dijabah Oleh Allah SWT. “Amiin ya Robbal Alamin, Wassalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh”. Kami Rumah Sahabat Yatim Mengucapkan Banyak Terima Kasih “.

Samsul Anwar Ketua Karang taruna Desa Belimbing Menyampaikan Selalu Mendukung Acara Santunan Anak-anak Yatim Yang Dilaksanakan Oleh Rumah Sahabat Yatim Desa Belimbing. Memupuk Kasih Sayang Bersama Anak-anak Yatim Di Bulan Suci Ramadhan Yang Penuh Berkah, Ramadhan Berkah Dengan Membahagiakan Anak-anak Yatim. “MARHABAN YA RAMADHAN 1447 H/2026 M” (Bulan Suci Ramadhan Merupakan Bulan Penuh Ampunan Dan Penuh Rahmat).

Acara Santunan Anak-anak Yatim Yang Dilaksanakan Oleh Rumah Sahabat Yatim Desa Belimbing Dihadiri Oleh Sukamto Ketua Rumah Sahabat Yatim Bersama Aparatur Pemerintah Desa Belimbing Baik Dari Tokoh Agama, Kyai Serta Ustad Bersama Ketua RT/RW Beserta Para Masyarakat Lingkungan Yang Hadir Pada Acara Santunan Anak-anak Yatim.

Kendy

“Doa Dari Kegelapan”  (Kota, Tuhan, Dan Manusia-Manusia Yang Terluka) Prolog : Kota Yang Diam Diantara Keramaian

Di Kota Madya Yang Selalu Ramai, Kehidupan Berjalan Seperti  Mesin Yang Terus Berputar. Pagi Dimulai Dengan Suara-Suara Klakson Kendala Dan Langkah Kaki Yang Tergesa-Gesa.

Siang Dengan Cahaya Matahari Yang Terasa Panas Menyengat, Polusi Udara, Debu Dan Beban Tuntutan Kerja. Malam Yang Seharusnya Menjadi Tempat Pulang Dan Beristirahat, Tapi Bagi Sebagian Orang, Malam Justru Menjadi Ruang Paling Sunyi Untuk Memikirkan Cara Bertahan Hidup Serta Menghadapi Masa Depan.

Kota Industri Itu Tidak Pernah Bertanya, Apakah Manusia Di Dalamnya Bahagia.Ia Hanya Menuntut, Bekerja, Bertahan, Dan Terus Berjalan. Di Antara Ribuan Manusia Yang Bergerak Setiap Hari, Ada Mereka Yang Selalu Berpatroli Dan Sering Berdiri Di Pinggir Jalan. Mereka Bukan Sebagai Penonton. Tapi Sebagai Penjaga Lingkungan Kota, Mereka Mengenakan Seragam Pdl Lapangan Berwarna Coklat Yang Perlahan Memudar Oleh Matahari, Serta Sepatu Yang Lelah Oleh Jarak. Mereka Merupakan Petugas Lapangan Yang Tidak Mengenal Waktu Libur Karena Tugasnya Menjaga Ketertiban Dam Ketentraman Kota.

Suatu Hari, Bhumi Pernah Berkata, “Lucu Juga Ya… Kita Menjaga Kota Agar Tetap Tertib, Tentram Dan Amam…”

Sambil Menghisap Rokoknya Pelan…

“Tapi Kenapa Hidup Kita Sendiri Sering Terasa Tidak Tertib, Jauh Dari Tentram Apalagi Aman Untuk Mencukupi Kebutuhan”

Semua Rekan-Renannya Tidak Ada Yang Menertawakan Kalimat Itu, Karena Semua Orang Di Sana…Merasakan Kondisi Yang Sama.

Kehidupan Bagi Mereka, Bukan Lagi Tentang Memperjuangkan Cita-Cita Dan Mimpi Besar. Kehidupan Yang Mereka Jalani Hanya Tentang Cukup Makan Hari Ini, Cukup Uang Untuk Sekolah Anak, Cukup Kuat Untuk Tidak Menyerah Besok Dan Kadang… “Cukup” Saja Masih Terasa Terlalu Jauh.

Seorang Filsuf Jerman, Friedrich Nietzsche, Pernah Berkata, “He Who Has A Why To Live Can Bear Almost Any How.”

(Siapa Yang Memiliki Alasan Untuk Hidup, Akan Mampu Menghadapi Hampir Segala Cara Hidup.)

Namun Bagaimana Jika… Alasan Itu Sudah Mulai Pudar Dan Semakin Rapuh?

Bagaimana Jika Seorang Ayah Mulai Meragukan Dirinya Sendiri?

Bagaimana Jika Seorang Suami Merasa Tidak Lagi Mampu Melindungi Keluarganya?

____

Di Kota Madya Yang Menyebut Dirinya Kota Industri… Ada Seorang Lelaki Bernama Yoga, Ia Bukan Tokoh Besar Dan Namanya Tidak Pernah Muncul Di Berita. Akan Tetapi Hidupnya Seperti Cermin Dari Ribuan Manusia Yang Diam-Diam Berjuang Dalam Sunyi.

Ia Bekerja, Bertahan Dan Berdoa. Tapi Dunia Seolah Terus Mendorongnya Ke Sudut Yang Lebih Gelap Mulai Utang, Tekanan, Rasa Malu Dan Ketakutan Yang Tidak Pernah Benar-Benar Pergi.

Psikolog Carl Rogers Pernah Menulis, “What Is Most Personal Is Most Universal.”

(Apa Yang Paling Pribadi, Sering Kali Adalah Yang Paling Universal.)

Penderitaan Kehidupan Yoga Mungkin Terlihat Kecil Di Mata Dunia. Tapi Bagi Mereka Yang Pernah Merasakannya…Itu Adalah Luka Yang Sama, Luka Yang Tidak Selalu Terlihat, Tapi Diam-Diam Menggerogoti Jiwa.

Ada Satu Titik Dalam Hidup Manusia, Di Mana Ia Tidak Lagi Mencari Jawaban Di Dunia. Ia Mulai Menengadah Menantap Langit, Bukan Karena Ia Suci. Tapi Karena Ia Sudah Tidak Punya Tempat Lain Untuk Kembali. Seperti Nabi Yunus Dalam Kegelapan Dan Doa Yang Lahir Dari Keputusasaan,

“Laa Ilaaha Illa Anta, Subhanaka Inni Kuntu Minadz-Zalimin.”

(Tiada Tuhan Selain Engkau, Maha Suci Engkau, Sungguh Aku Termasuk Orang-Orang Yang Zalim).

Doa Itu Bukan Sekadar Kalimat Sederhana. Itu Merupakan Jeritan, Pengakuan Sekaligus Harapan Terakhir Dari Seorang Manusia Yang Hampir Tenggelam.

Seorang Penulis Rusia, Fyodor Dostoevsky, Pernah Berkata:

“The Darker The Night, The Brighter The Stars.”

(Semakin Gelap Malam, Semakin Terang Bintang.)

Tapi, Tidak Semua Orang Cukup Kuat Untuk Menunggu Bintang Itu Muncul. Sebagian Manusia… Harus Belajar Mencintai Kegelapan Terlebih

Cerita Dalam Kisah Ini Bukan Tentang Pahlawan, Kemenangan Besar, Kehidupan Yang Berubah Dalam Sekejap.

Tapi Kisah Ini Bercerita Tentang Manusia Biasa Yang Mencoba Tetap Percaya Meski Hidup Tidak Pernah Benar-Benar Berpihak Padanya. Tentang Seorang Ayah Yang Terus Berdiri Meski Hatinya Runtuh, Serta Tentang Doa-Doa Yang Dipanjatkan Dalam Diam, Di Antara Air Mata Yang Tidak Pernah Dilihat Siapa Pun.

Dan Jika Suatu Hari Nanti…Kamu Membaca Kisah Ini Dalam Keadaan Hidup Yang Terasa Berat, Ingatlah Satu Hal, Bahwa Bahkan Dalam Kegelapan Paling Dalam, Manusia Masih Bisa Menemukan Tuhan. Bukan Karena Ia Kuat,  Tapi Karena Ia Tidak Punya Pilihan Selain Berharap.

Inilah Kisah Tentang Yoga, Bhumi Dan Kawan-Kawannya. Tentang Kota Yang Keras, Serta Tentang Doa Yang Lahir Dari Kegelapan. Sebuah Kisah Yang Mungkin…Lebih Dekat Dari Yang Kita Kira.

 

Kota Yang Selalu Ramai

Di Kota Industri Pagi Hari, Asap Kendaraan Yang Memadati Jalan Serta Asap Pabrik Menggantung Seperti Kabut Yang Malas Turun. Klakson Kendaraan Serta Sirene Truk Kontainer Bersahutan Dengan Klakson Kendaraan Yang Membawa Para Buruh. Jalanan Dipenuhi Wajah-Wajah Berpeluh Yang Berangkat Kerja Dengan Satu Harapan Sederhana, Pulang Membawa Rezeki Yang Cukup Untuk Makan Dan Bertahan Hidup Di Wilayah Kota Madya.

Di Tengah Hiruk-Pikuk Kepadatan Jalan Itu, Terlihat Sekelompok Lelaki Berseragam Dinas Lapangan Sedang Berpatroli Sambil Membantu Mengatur Lalulintas Yang Padat Serta Menertibkan Pelanggaran Peraturan Daerah Seperti Para Pedagang Yang Berjualan Di Bahu Jalan Serta Pengamen Dan Pengemis Yang Berkeliaran Di Sekitar Lampu Merah Serta Persimpangan Jalan.

Mereka Merupakan Petugas Penertiban Peraturan Daerah Kota Madya Sekaligus Asn Lapangan. Mereka Yang Setiap Hari Berdiri Di Bawah Terik Matahari Yang Panas Serta Derasnya Hujan Demi Menjaga Ketertiban Kota, Bahkan Penghuni Kota Pun Sering Lupa Bahwa Mereka Selalu Ada.

Bhumi Terlihat Sering Berdiri Di Depan Pos Pantau Sederhana Yang Menjadi Tempat Berkumpul Dan Beristirahat Setelah Melaksanakan Patroli Dan Penertiban Di Wilayah-Wilayah Rawan Pelanggaran Peraturan Daerah.

Di Tangannya Terdapat Pulpen Dan Kertas Sedang Mencatat Laporan Hasil Kegiatan Patroli Dan Penertiban. Defan Sibuk Dengan Membalas Pesan Dan Hanya Fokus Pada Telepon Genggamnya. Satria Perkasa Sedang Membaca Laporan Warga Yang Ada Di Aplikasi Terkait Pelanggaran Pedagang Kaki Lima. Juga Terlihat Kang Ibay, Cak Iip, Erdan, Bang Luky Dan Aris Yang Sedang Duduk Istirahat Sambil Ngobrol Santai.

Nama-Nama Mereka Tidak Pernah Muncul Di Berita Apalagi Menjadi Headline Terkait Kegiatan Yang Dilakukan Secara Rutin Tanpa Mengenal Libur. Padahal Merekalah Yang Menjaga Kota Tetap Tenang, Tertib Dan Aman.

Bhumi Menghembuskan Nafasnya Secara Perlahan Sambil Berkata, “Lucu Juga Ya…” Katanya Pelan.

Satria Pun Menoleh, “Apanya Yang Lucu?”

Bhumi Menatapnya Sambil Tersenyum Pahit, “Kita Ini Penjaga Kota Madya Tanpa Libur… Tapi Rumah Kita Sendiri Saja Sering Tidak Bisa Kita Jaga Dari Penderitaan Dan Kekurangan Yang Jauh Dari Kata Sejahtera.”

Suasana Kembali Sunyi, Tidak Ada Yang Tertawa. Karena Itu Bukan Lelucon, Tapi Kenyataan Yang Terus Di Hadapi. Gaji Mereka Datang Setiap Awal Bulan Dan Selalu Habis Di Hari Ity Juga Untuk Membayar Kontrakan, Listrik, Membeli Susu Anak, Membayar Utang Warung Serta Biaya Sekolah Sedangkan Sisanya?, Hanya Doa.

Kemudian Cak Iip Berkata Sambil Menatap Para Rekannya, “Kalau Kata Abraham Maslow, Manusia Punya Kebutuhan Dasar… Makan, Keamanan, Tempat Tinggal.”

Ia Menatap Langit Yang Mulai Redup Karena Cuaca Terlihat Akan Hujan.

“Kita Petugas Lapangan Yang Lucu… Kita Bekerja Menjaga Ketertiban Dan Keamanan Orang Lain… Tapi Keamanan Hidup Kita Sendiri Tidak Pernah Dijamin Oleh Pemerintah.” Bang Luky Berkata Sambil  Tertawa Kecil.

“Tingkat Paling Bawah Piramida Maslow Saja Kita Belum Sampai.” Lanjutnya Dengan Perlahan.

Suasana Kembali Sunyi Dan Semua Terdiam. Hanya Suara Kendaran Yang Terdengar Ramai Di Jalanan Dan Di Antara Mereka Semua Yang Ada Di Pos Pantau, Yang Paling Jarang Bicara Adalah Yoga.

Tubuhnya Semakin Hari Semakin Kurus. Matanya Sering Terlihat Merah. Yoga Tidak Tinggal Di Kontrakan Seperti Bhumi. Ia Tinggal Di Rumah Mertuanya, Rumah Besar Tiga Lantai Di Kawasan Perumahan. Mertua Laki-Lakinya Sudah Meninggal, Saat Ini Tinggal Mertua Perempuan Yang Mulai Renta, Istri Dua Anaknya. Yoga Saat Ini Terlilit Hutang. Hutang Utang Dari Beberapa Pinjaman Online Yang Awalnya Kecil Hanya Untuk Bayar Sekolah, Beli Sembako, Bayar Listrik Juga Untuk Kebutuhan Sehari-Hari.

Tanpa Di Rasa Semakin Hari Semakin Banyak, Dan Itu Dari Beberapa Aplikasi Dengan Bunga Pinjaman Seperti Penyakit Yang Tumbuh Secara Diam-Diam, Semakin Hari Membesar Dan Mencekik.

Sekarang, Hampir Setiap Minggu Ada Orang Datang Ke Rumah. Orang-Orang Yang Datang Atas Perintah Perusahaan Pinjaman Online Yang Sering Di Sebut Debt Collector.

Mereka Datang Dengan Mengetuk Pintu Keras Sambil Berteriak-Teriak Mempermalukan Dan Para Tetangga Mulai Berbisik.

Kakak Dan Adik Istrinya Mulai Memandang Sinis Terhadap Yoga. Yoga Mulai Merasa Seperti Orang Yang Hidup Dalam Ruang Sempit Tanpa Udara. Suatu Pagi Istrinya Berkata Pelan, “Yah… Uang Spp Sekolah Anak Bulan Depan Bagaimana?”

Yoga Diam Dan Tidak Menjawab. Ia Hanya Menunduk, Karena Belum Memiliki Jawaban Untuk Pertanyaan Sang Istri.

Sudah Beberapa Minggu Ini Yoga Tidak Benar-Benar Bisa Tidur. Setiap Malam Ia Hanya Berbaring Menatap Langit-Langit Rumah, Kepalanya Penuh Angka Mulai Dari Pinjaman A, B Dan C. Dengan Bunga, Denda Dan Ancaman. Ia Menutup Wajah Dengan Kedua Tangan Dan Air Matanya Jatuh Secara Diam-Diam, Lalu Ia Bangun Dan Mengambil Air Wudhu Untuk Melaksanakan Sholat.

Dalam Sujudnya Ia Membaca Doa Yang Sama Dan Berulang-Ulang,

“Laa Ilaaha Illa Anta, Subhanaka Inni Kuntu Minadz-Zalimin.”

Itu Merupakan Doa Nabi Yunus, Doa Dari Kegelapan Dan Doa Yang Hadir Dari Dalam Perut Ikan. Yoga Merasa Dirinya Juga Berada Di Dalam Perut Ikan, Pikirannya Gelap, Sempit Dan Tertutup Seperti Tanpa Jalan Keluar.

 

Obrolan Ringan Dan Kedatangan Debt Collector

 

Siang Hari Di Pos Pantau, Bhumi Berkata Dengan Santai, Seorang Psikolog Carl Jung Pernah Bilang…” Lalu Ia Membaca Dari Buku Catatanya, “Orang Tidak Menjadi Tercerahkan Dengan Membayangkan Cahaya, Tetapi Dengan Menyadari Kegelapan Di Dalam Dirinya.”

Satria Pun Mengangguk.

“Kita Ini Sedang Hidup Di Dalam Kegelapan Ya…” Kang Ibay Menyahut Pelan.

“Yang Bahaya Bukan Kemiskinan…” Ia Menatap Jalanan Kosong. “Tapi, Yang Bahaya Itu Putus Harapan.”

Ramadhan Hampir Di Penghujung, Puasa Hari Ke-26, Di Rumah Yoga Suasana Semakin Berat Dan Anak Bungsunya Bertanya Polos, “Ayah… Nanti Lebaran Kita Beli Baju Baru Kan?”

Yoga Pun Menelan Ludah Dan Menjawab, “Insyaallah…”

Padahal Ia Tahu, Saat Ini Belum Ada Uang Sama Sekali, Bahkan Zakat Fitrah Untuk Keluarganya Pun Belum Ada.

Istrinya Sedang Duduk Di Depan Dapur Dengan Diam. Lalu Berkata Lirih, “Ayah… Aku Tidak Apa-Apa Kalau Tidak Beli Baju Baru…”

Ia Menahan Air Mata, “Tapi Anak-Anak Kita…”

Kalimatnya Berhenti, Yoga Merasa Dadanya Sesak Seperti Diremas.

Hari Itu Tiba-Tiba Pintu Rumah Yoga Diketuk Keras.

Tok…Tok….Tok…..Tok…Tok…Tok…

“Buka Pak…!!!”

Suara Keras Debt Collector Dari Perusahaan Pinjaman Online Datang Lagi.

Beberapa Tetangga Mulai Keluar Rumah, Yoga Pun Berdiri Kaku, Mertuanya Hanya Menatap Lantai Dan Istrinya Memeluk Anak-Anak.

Kata-Kata Para Debt Collector Terdengar Kasar, “Kalau Tidak Bisa Bayar, Jangan Pinjam!”

Kata-Kata Itu Sangat Menampar Harga Diri Yoga.

Setelah Mereka Pergi…Yoga Duduk Di Teras Dan Menunduk Lama Sekali. Ia Merasa Kecil Bahkan Sangat Kecil.

Malam Pun Tiba, Yoga Berjalan Sendirian Di Jalan Perumahan, Langit Begitu Gelap Dan Hembusan Angin Terasa Dingin.

Ia Berbicara Pada Dirinya Sendiri, “Ya Allah…Apakah Aku Telah Menjadi Suami Dan Ayah Yang Gagal?”

Air Matanya Sudah Tidak Bisa Di Tahan, Perlahan Jatuh Membasahi Pipinya.

“Aku Hanya Ingin Anak Dan Istriku Cukup Makan… Sekolah… Hidup Layak…”

Ia Kembali Menatap Langit, “Kenapa Rasanya Dunia Begitu Sempit?”

Ia Teringat Kutipan Psikolog Viktor Frankl, “Manusia Bisa Bertahan Dalam Penderitaan Apa Pun Selama Ia Masih Memiliki Makna Untuk Hidup.”

Yoga Berbisik, “Makna Hidupku…Hanya Keluarga.Kalau Aku Gagal Menjaga Mereka… Lalu Apa Arti Hidupku?”

Ia Pun Terus Menangis Sendirian Di Bawah Lampu Jalan Yang Redup.

Setelah Nafasnya Sedikit Lega, Ia Kembali Ke Rumah…Tapi Alam Itu Yoga Tidak Bisa Tidur, Kemudian Pergi Ke Mushola Kecil Samping Ruang Tamu  Keluarga Dengan Lampu Redup Dan Sajadah Yang Terbentang…Yoga Pun Mengambil Wudhu Lalu Berdiri Dan Melaksanakan Sholat. Di Sujud Akhirnya Ia Sujud Sangat Lama Dan Dalam Sujudnya Ia Menangis, Ia Berucap Lirih…

“Ya Allah, Ya Tuhanku…”

“Aku Sudan Tidak Punya Siapa-Siapa Lagi Selain Engkau.”

“Kedua Orang Tuaku Sudah Meninggal.”

“Sedangkan Aku Sangat Malu Kepada Mertuaku.”

“Aku Malu Pada Istriku.”

“Juga Kepada Anak-Anakku.”

Air Matanya Begitu Deras Membasahi Sajadah.

“Ya Allah ….”

Jika Engkau Ingin Menguji Aku… Aku Terima Dengan Ikhlas.”

“Tapi Jangan Ambil Harapan Dari Hatiku…”

Lalu Ia Membaca Lagi Doa Nabi Yunus…

“Laa Ilaaha Illa Anta, Subhanaka Inni Kuntu Minadz-Zalimin.”

Doa Yang Dia Baca Secara Berulang-Ulang..

Seperti Orang Yang Sedang Tenggelam Dan Hanya Menggenggam Satu-Satunya Pelampung.

 

Kota, Tuhan, Dan Manusia Yang Terluka

 

Di Kota Madya Yang Di Sebut Sebagai Kota Industri Itu…Ada Ribuan Lampu Serta Ribuan Pabrik Dan Ribuan Orang Bekerja, Namun Ada Juga Manusia-Manusia Yang Hidup Dalam Kegelapan….

Manusia-Manusia Itu Seperti Bhumi, Satria, Kang Ibay, Cak Iip, Erdan, Bang Luky, Ariss Dan Terutama…Yoga.

Mereka Menjaga Kota Tanpa Kenal Hari Libur, Namun Tidak Ada Yang Menjaga Kehidupan Mereka. Tapi Di Dalam Dada Mereka Masih Ada Satu Hal Yang Belum Mati….

Doa…

Karena Kadang…Ketika Manusia Sudah Berada Di Titik Paling Gelap…Ia Baru Benar-Benar Belajar Berserah. Seperti Nabi Yunus Di Dalam Perut Ikan Dan Seperti Kata Rumi, “Luka Adalah Tempat Di Mana Cahaya Tuhan Masuk Ke Dalam Dirimu.”

Hari Itu Kendaraan Terus Ramai Berlalu-Lalang Dan Para Asn Lapangan Tetap Berdiri Di Jalanan Dengan Seragam Pdl Dan Gaji Yang Jauh Di Bawah Umk, Serta Hati Yang Terus Berdoa, Berharap Dan Bertahan.

Karena Seperti Yang Pernah Ditulis Oleh Jalaluddin Rumi, “Di Tempat Paling Gelap Dalam Hidupmu, Tuhan Sedang Menanam Cahaya Yang Belum Kamu Lihat.”

Dan Mungkin…Suatu Saat Nanti Hadir Sebuah Cahaya Dari Doa-Doa Yang Pernah Dipanjatkan Dari Dalam Kegelapan Paling Sunyi.

 

Sunyi Di Malam Takbiran

 

Malam Hari Di Kota Madya Begitu Terang Dengan Lampu-Lampu Jalan Berwarna-Warni Menyala Seperti Bintang Yang Turun Ke Bumi. Gema Takbiran Berkumandang Dari Masjid Ke Masjid Di Antara Kepadatan Lalulintas.

Allahu Akbar… Allahu Akbar… Allahu Akbar…

Anak-Anak Berlarian Dan Bermain Meramaikan Suasana Malam, Motor-Motor Konvoi Lewat Sambil Membunyikan Klakson Panjang. Semua Penghuni Semesta Menyambut Hari Kemenangan.

Semua Orang Merayakan Kebahagian Menyambut Hari Raya Idul Fitri, Kecuali Sebuah Rumah Yang Berada Di Tengah Perumahan. Rumah Itu Merupakan Rumah Mertua Yoga.

Di Rumah Itu… Suasana Malam Terasa Sangat Berbeda…. Suasana Sepi Dan Sunyi. Anak Bungsu Yoga Duduk Di Lantai Ruang Tamu. Ia Melihat Keluar Jendela. Para Anak Tetangganya Sedang Mencoba Baju Baru Dan Matanya Berbinar.

Lalu Ia Menoleh Pada Ayahnya, “Ayah…”

Yoga Yang Sedang Duduk Di Kursi Depan Teras Menoleh, “Iya, Nak?”

Anak Itu Mendekati Yoga Sambil Tersenyum Polos, “Besok Kami Pakai Baju Baru Juga Kan Yah?”

Pertanyaan Sederhana Dari Kepolosan Seorang Anak Kecil. Namun Bagi Yoga…

Kalimat Itu Seperti Batu Bedar Yang Jatuh Dan Menimpa Dadanya. Ia Tidak Menjawab Dan Hanya Tersenyum Kecil, Senyum Yang Dipaksakan, Sambil Menjawab, “Iya Nak… Insyaallah, Besok Kalian Pakai Baju Baru.”

Anaknya Tersenyum Dan Memohon Ijin Bermain Keluar Bersama Teman-Temannya. Yoga Menyadari Satu Hal. Ia Baru Saja Mengucapkan Janji Yang Mungkin Tidak Bisa Ia Tepati.

Ketika Malam Semakin Larut, Suara Takbir Semakin Keras Dan Di Luar Orang-Orang Tertawa Bahagia, Tapi Berbeda Di Dalam Rumah Itu…Yoga Hanya Duduk Sendirian Di Teras. Ia Memandang Jalan Dengan Tatapan Kosong Serta Dada Yang Semakin Terasa Berat Bahkan Sangat Berat.

Ia Mengingat Semua Hal Yang Sedang Menimpa Dan Harus Di Hadapinya Sendirian, Mulai Dari Utang Pinjaman Online, Debt Collector Yang Terus Meneror, Serta Gaji Yang Sangat Jauh Dari Mencukupi Kebutuhan Hidup. Bulan Sebelumnya Ia Dan Rekan-Rekan Sesama Profesi Mengadakan Audiensi Ke Dprd Kota Madya, Tapi Jawaban Sesuai Dengan Prediksi Hanya Kata, “Bersabar Dan Tunggu Saja.”

Ia Tersenyum Pahit, “Sepertinya… Hidup Orang Miskin Memang Hanya Diberi Dua Pilihan…Bertahan… Atau Tenggelam.”

Air Matanya Pun Tanpa Terasa Terus Mengalir Membasahi Pipinya.

Lalu Yoga Mengusap Matanya Dan Berdiri Masuk Ke Dalam Menuju Samping Mushola Kecil Keluarga Untuk Mengambil Wudhu.

Setelah Itu Masuk Ke Ruang Musholah Kecil Dan Membentangkan Sajadah, Ia Mengerjakan Sholat Dengan Khusyuk.

Rakaat Demi Rakaat Ia Laksanakan Dengan Ketenangan, Hingga Akhirnya Ia Sujud Akhir. Sujud Yang Sangat Lama Dan Dalam Sujud Itu…Hatinya Menjerit Dan Suaranya Sejak Dan Gemetar

“Ya Allah…Aku Sangat Lelah…”

“Bukan Lelah Karena Bekerja…”

“Tapi Aku Sangat Lelah Karena Merasa Tidak Mampu Menjadi Ayah Yang Baik.”

Air Matanya Terus Membasahi Sajadah….

“Ya Allah… Aku Tidak Meminta Hidup Mewah…”

“Aku Hanya Ingin Anak-Anakku Tidak Merasa Kurang…”

Ia Menangis Semakin Keras Dengan Suaranya Tertahan.

“Kalau Engkau Ingin Mengujiku… Aku Terima…”

“Tapi Tolong… Jangan Uji Anak-Anakku Melalui Kegagalanku.”

Lalu Ia Membaca Doa Nabi Yunus, Doa Yang Sudah Berbulan-Bulan Ia Baca Secara Berulang.

“Laa Ilaaha Illa Anta, Subhanaka Inni Kuntu Minadz-Zalimin.”

Ia Baca Berkali-Kali Hingga Puluhan Kali, Seperti Orang Yang Tenggelam Memanggil Satu-Satunya Penyelamat.

 

Idul Fitri Yang Menggetarkan Jiwa

 

Malampun Berlalu, Subuh Hadir Secara Perlahan Dengan Suasana Sederhana. Takbir Di Masjid Masih Terdengar Dari Kejauhan. Hari Raya Idul Fitri Akhirnya Tiba.

Yoga Pun Keluar Rumah. Ia Memakai Baju Lama Yang Warnanya Sudah Agak Pudar. Tapi Anak-Anaknya Sudah Memakai Pakaian Baru Yang Di Belikan Oleh Ibu Mertuanya.

Anak-Anaknya Tersenyum Bahagia Dan Kehadiran Ayahnya Sudah Cukup Menjadi Menyempurnakan Kebahagiaan Keluarga Kecil Mereka.

Istrinya Dengan Perlahan Menatap Yoga. Matanya Sayu Dan Tersenyum Lembut. Ia Berkata Pelan, “Ayah… Mungkin Kita Tidak Memiliki Apa-Apa. Tapi Kita Masih Memiliki Satu Sama Lain.”

Kalimat Halus Dan Sederhana Dari Istrinya Itu, Membuat Dada Yoga Bergetar Dan Hatinya Gerimis. Ia Bersama Anak-Anak, Istri Dan Mertuanya Berjalan Jalan Menuju Masjid, Mereka Berjalan Menuju Masjid Untuk Melaksanakan Sholat Ied.

Mereka Melangkah Secara Perlahan, Bertemu Tetangga Dan Orang-Orang Di Jalan Saling Bersalaman. Bau Ketupat, Rendang Dan Opor Ayam Tercium Dari Rumah-Rumah. Tapi Yoga Merasa Seperti Orang Asing Di Tengah Kebahagiaan Itu.

Ketika Mereka Sampai Di Halaman Masjid, Tiba-Tiba Seseorang Memanggilnya.

“Yoga..!”

Ia Pun Menoleh…

Bhumi Berdiri Di Sana Dan Di Sampingnya Ada Satria, Kang Ibay, Cak Iip, Erdan, Bang Luky, Serta Aris. Rekan-Rekan Satu Profesi, Satu Intansi Dan Sama-Sama Petugas Lapangan.

Mereka Semua Tersenyum…Bhumi Pun Berjalan Mendekat.

Tanpa Bicara Apa Pun…Lalu Ia Memeluk Yoga Dengan Erat Bahkan Sangat Erat. Yoga Terkejut Dan Pelukan Itu Membuat Air Matanya Jatuh Lagi.

Bhumi Berbisik Lirih…“Kalau Hidupmu Terasa Gelap…Jangan Lupa Bahwa Kita Tidak Berjalan Sendirian.”

Mereka Pun Memasuki Masjid Dan Melaksanakan Sholat Ied Hingga Selesai Khutbah.

Setelah Pelaku Sholat Ied Selesai, Yoga Duduk Di Tangga Masjid. Ia Melihat Anak-Anaknya Sedang Bermain Serta Melihat Langit Pagi Yang Biru.

Lalu Ia Teringat Sebuah Kalimat Dari Viktor Frankl, “Ketika Seseorang Menemukan Makna Dalam Penderitaan, Maka Penderitaan Itu Tidak Lagi Menghancurkannya.”

Yoga Menutup Matanya Dan Menarik Napas Panjang. Ia Menyadari Kondisi Kehidupannya, Hidupnya Mungkin Belum Berubah, Utangnya Masih Ada Dan Kesulitannya Masih Nyata. Tapi Di Dalam Hatinya…Ada Sesuatu Yang Tetap Hidup….Itulah “Harapan.”

 

Epilog : Cahaya Dari Kegelapan

 

Beberapa Waktu Kemudian…Kota Industri Itu Masih Sama Seperti Sebelumnya. Asap Pabrik Dan Asap Kendaraan Masih Mengepul Setiap Hari. Kendaraan- Kendaraan Besar Masih Melintas Seperti Aliran Sungai Besi Yang Tidak Pernah Berhenti. Sirene Pabrik Masih Membangunkan Kota Sebelum Matahari Benar-Benar Naik. Akan Tetapi Bagi Sebagian Orang, Kota Itu Tidak Pernah Lagi Terasa Sama.

Di Salah Satu Lampu Merah Yang Masih Sering Dijaga Oleh Para Asn Lapangan Berseragam Pdl, Ada Sebuah Pos Kecil Sederhana, Bangunannya Tidak Mewah. Tapi Bersih. Di Dinding Pos Itu Tergantung Sebuah Bingkai Kayu Tua Yang Di Dalamnya Ada Sepotong Tulisan, Tulisan Bukan Suatu Peraturan Dan Bukan Pula Foto Pejabat.

Itu Hanya Sebuah Kalimat Yang Pernah Diucapkan Oleh Seorang Lelaki Bernama Yoga. Kalimat Yang Pernah Ia Katakan Kepada Bhumi Pada Suatu Malam.

“Kadang Tuhan Tidak Langsung Mengubah Hidup Kita…Tapi Dia Menguatkan Hati Kita Agar Tidak Hancur Oleh Hidup.”

Orang-Orang Mampir Ke Pos Dan Membaca Kalimat Itu Sering Tidak Tahu Siapa Yang Menulisnya. Namun Bagi Bhumi, Satria Perkasa, Kang Ibay, Cak Iip, Erdan, Bang Luky, Dan Aris…Kalimat Itu Bukan Sekadar Tulisan. Itu Meruapakan Kenangan Tentang Seorang Teman Yang Pernah Berjalan Bersama Mereka Di Jalanan Kota. Seorang Lelaki Yang Hidupnya Penuh Luka, Tapi Tidak Pernah Berhenti Berdoa.

Bhumi Yang Sering Duduk Sendirian Di Pos Pantau Itu. Ia Menatap Jalan Yang Dari Dulu Mereka Lalui Bersama. Kadang Ia Teringat Malam-Malam Panjang Ketika Mereka Berbagi Kopi Hitam Dan Keluh Kesah Hidup. Kadang Ia Teringat Tawa Kecil Yoga, Tawa Yang Selalu Terdengar Pelan…Seolah Ia Tidak Ingin Membebani Dunia Dengan Kesedihannya. Bhumi Pernah Berkata Suatu Malam Kepada Satria, “Orang Seperti Yoga Itu Jarang Mungkin Salah Satu Yang Sangat Sulit Di Temui.”

Satria Bertanya Pelan, “Kenapa Bhum?”

Bhumi Menjawab Sambil Menatap Lalu Lintas Kendaraan, “Karena Dia Tidak Pernah Melawan Hidup Dengan Kemarahan…Dia Melawannya Dengan Doa.”

Di Sebuah Perumahan Yang Sering Tampak Sunyi, Anak-Anak Yoga Semakin Bertumbuh Dan Penuh Canda Tawa. Mereka Mungkin Tidak Memiliki Masa Kecil Yang Mewah Dan Tidak Pernah Liburan Mahal. Tapi Mereka Memiliki Sesuatu Yang Lebih Dalam Dari Itu. Mereka Memiliki Kenangan Tentang Seorang Ayah Yang Tidak Pernah Berhenti Berjuang.

Seorang Ayah Yang Mungkin Kalah Dalam Banyak Hal Di Dunia…Tetapi Tidak Pernah Kalah Dalam Iman Dan Setiap Kali Mereka Mendengar Suara Azan…Mereka Selalu Mengingat Satu Doa Yang Sering Diucapkan Oleh Ayahnya Yaitu Doa Nabi Yunus Yang Sedang Berada Dalam Kegelapan.

 

“Laa Ilaaha Illa Anta, Subhanaka Inni Kuntu Minadz-Zalimin.”

 

Doa Itu Kini Tidak Lagi Hanya Milik Yoga. Tapi Telah Menjadi Milik Semua Orang Yang Pernah Merasa Hidupnya Terlalu Berat. Karena Sesungguhnya…Hidup Tidak Selalu Memberi Kemenangan Yang Terlihat Oleh Dunia. Kadang Kemenangan Terbesar Manusia Hanya Terlihat Oleh Tuhan Dan Di Kota Industri Yang Keras Itu…Di Antara Debu Jalanan, Di Antara Seragam Pdl Yang Lusuh Dan Di Antara Kehidupan Yang Sering Terasa Tidak Adil, Hidup Seorang Lelaki Sederhana

Yang Membuktikan Bahwa, “Doa Yang Dipanjatkan Dari Kegelapan…Tidak Pernah Benar-Benar Hilang Di Langit. Ia Hanya Menunggu Waktu Untuk Berubah Menjadi Cahaya.”

 

=======Tamat======

 

Baca Juga :

 

Kisah Ke- 1 : Doa Dari Posko (Tarawih Di Tengah  Ketidakadilan) Https://Sidikpost.Com/?P=129094

 

Kisah Ke – 2 : Teologi Lapar (Spiritualitas Di Bawah Standar Upah) Https://Sidikpost.Com/?P=129116//

 

Kisah Ke – 3 : Sujud Yang Diuji Ketidakadilan : Https://Sidikpost.Com/?P=129119

 

Kisah Ke – 4 : Puasa Di Antara Neraca Retak (Doa Di Tengah Timbangan Yang Patah) Https://Sidikpost.Com/?P=129149

 

Kisah Ke – 5 : Mengadu Pada Langit  (Sujud Yang Menggugat Kebijakan) Https://Sidikpost.Com/?P=129224

 

Kisah Ke – 6 : La Tahzan, Wahai Jiwa (Tuhan, Aku Hampir Runtuh) Https://Sidikpost.Com/?P=129357

 

 

Ardhi Morsse, Selasa 17 Maret 2026

 

 

 

 

 

Pemdes Bojong Renged Gelar Buka Puasa Bersama Dengan Aparatur Desa Bojong Renged 2026

SIDIKPOST | KAB TANGERANG- Menggelar Kegiatan Acara Bukber (Buka Puasa Bersama). “Marhaban Ya Ramadhan 1447 H/2026 M” (Bulan Suci Ramadhan Merupakan Bulan Penuh Ampunan Dan Rahmat)”. Acara Tersebut Dilaksanakan Di Kantor Desa Bojong Renged Kecamatan Teluknaga Kabupaten Tangerang.(17/03/26)

 

Suhendra Hms. S. H Kepala Desa Bojong Renged Menyampaikan Menyampaikan ,” Assalamualaikum Warahmatullahi Wabatokatuh ,” Alhamdulillah Puji Syukur Kepada Allah Swt. “Marhaban Ya Ramadhan 1447 H/2026 M” (Bulan Suci Ramadhan Merupakan Bulan Penuh Ampunan Dan Rahmat).

 

“Alhamdulillah ,Kita Semua Dapat Berkumpul Bersama Di Acara Bukber Buka Puasa Bersama Aparatur Desa Bojong Renged Di Kantor Desa Bojong Renged, Semoga Kita Semua Selalu Diberikan Kesehatan ,Keselamatan Dan Keberkahan Dalam Menjalankan Tugas Serta Tanggung Jawab Dan Semoga Kita Semua Diberikan Keberkahan Dan Juga Nikmat Sehat Selalu Dalam Lindungan Allah Swt Dan Mudah-Mudahan Doa Kita Semua Dapat Dijabah Oleh Allah Swt.

 

” Semoga Kita Semua Selalu Diberikan Keberkahan Serta Nikmat Sehat Dan Kita Semua Selalu Dalam Lindungan Allah Swt Dan Mudah-Mudahan Doa Kita Semua Dapat Dijabah Oleh Allah Swt. “Marhaban Ya Ramadhan 1447 H/2026 M” (Bulan Suci Ramadhan Merupakan Bulan Penuh Ampunan Dan Penuh Rahmat). “Amiin Ya Robbal Alamin, Wassalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh” Kami Mengucapkan Banyak Terima Kasih, Ucap Suhendra Hms. S. H Kepala Desa Bojong Renged “.

 

 

(Kendy )

Dewan Sapri S. Sos Gelar Acara Santunan Yatim Dan Janda “Berkah Ramadhan Untuk Yatim Dan Janda”

SIDIKPOST | Kabupaten Tangerang – Sapri S. Sos Ketua Fraksi Pks Dprd Kabupaten Tangerang Menggelar Kegiatan Acara Santunan Anak Yatim Dan Janda “Berkah Ramadhan Untuk Yatim Dan Janda”. Marhaban Ya Ramadhan 1447 H/2026 M”. Acara Santunan Anak Yatim Dan Janda. (Anak Yatim Sebanyak 96 Orang Dan Janda Sebanyak 312 Orang)

Acara Tersebut Dimeriahkan Oleh Ucok Oplet Mc Bersama Njay Oplet Dan Dilaksanakan Di Rumah Kediaman Sapri S. Sos Ketua Fraksi Pks Dprd Kabupaten Tangerang. Jln. Parimeter Utara Bandara Soekarno-Hatta Kp. Benda Baru Rt 002/Rw 007 Desa Rawa Rengas Kecamatan Kosambi Kabupaten Tangerang.(17/03/26)

 

Acara Santunan Anak Yatim Dan Janda “Berkah Ramadhan Untuk Yatim Dan Janda” Dirumah Kediaman Sapri S. Sos Ketua Fraksi Pks Dprd Kabupaten Tangerang Jln Parimeter Utara Bandara Soekarno-Hatta Kp Benda Baru Rt 002/Rw 007 Desa Rawa Rengas Dihadiri Langsung Oleh Habib Idrus Salim Aljufri Anggota Dewan Pks Dpr Ri Bersama Drs. H. Moch. Maesyal Rasyid M. Si Bupati Tangerang Didampingi Oleh H. Deden Sukron Bersama Sapri S. Sos Ketua Fraksi Pks Dprd Kabupaten Tangerang Beserta Kurnia S. Stp. M. Si Camat Teluknaga Bersama H. Asmawi S. Ip. Mm. Mh Camat Kosambi Beserta Suhendra Hms. S. H Kepala Desa Bojong Renged Bersama H. Slamet Riyadi Kepala Desa Rawa Rengas.

 

Sapri S. Sos Ketua Fraksi Pks Dprd Kabupaten Tangerang Menyampaikan ,” Pelaksanaan Acara Santunan Yatim, Janda Dan Buka Puasa Bersama (Bukber) Dalam Rangka Bulan Suci Ramadhan 1447 H/2026.

“Marhaban Ya Ramadhan 1447 H” (Bulan Suci Ramadhan Merupakan Bulan Penuh Ampunan Dan Penuh Rahmat). Bulan Ramadhan Adalah Bulan Suci Yang Penuh Rahmat Dan Maghfiroh Menjadikan Bulan Suci Ramadhan Sebagai Momentum Kita Untuk Meningkatkan Iman Dan Taqwa.

 

” Semoga Santunan Anak Yatim Dan Janda Dapat Bermanfaat Bagi Anak-Anak Yatim Dan Janda. Semoga Kita Semua Dapat Diberikan Keberkahan Dan Juga Kesehatan Di Bulan Suci Ramadhan 1447 H/2026 “.” Semoga Dengan Terlaksananya Acara Santunan Anak Yatim Dan Janda. “Berkah Ramadhan Untuk Anak Yatim Dan Janda”. “Marhaban Ya Ramadhan 1446 H/2026 M”. Semoga Kita Semua Diberikan Keberkahan Dan Nikmat Sehat, Selalu Dalam Lindungan Allah Swt Dan Mudah-Mudahan Doa-Doa Kita Semua Dapat Dijabah Oleh Allah Swt. “Amin Ya Robbal Alamin, Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh, Kami Mengucapkan Banyak Terima Kasih, Ucap Sapri S. Sos Ketua Fraksi Pks Dprd Kabupaten Tangerang “.

 

 

(Kendy)