Presiden Prabowo dan Tantangan Nyata Kedaulatan Pangan Indonesia

SIDIKPOST | Jakarta — Kenaikan harga beras dunia pada Mei 2025 menandai kondisi paradoksal sektor pangan global. Meski produksi beras internasional meningkat signifikan, harga di pasar tetap melonjak. Di Indonesia, meskipun panen dinyatakan membaik, harga beras medium di pasaran justru melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET), menunjukkan kuatnya dampak eksternal terhadap stabilitas pangan nasional.

Pemerintah Indonesia memang telah bergerak cepat. Bantuan beras kepada lebih dari 18 juta keluarga dan optimalisasi program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi bukti respons awal. Namun, visi swasembada pangan yang diusung Presiden Prabowo Subianto—yang menyebut pangan sebagai “masalah hidup-mati bangsa”—masih menghadapi ujian berat di tataran implementasi.

Antara Target dan Realitas

Target ambisius seperti peningkatan produksi di Sumsel, swasembada jagung pada 2026, hingga cadangan Bulog yang tembus 3,7 juta ton tampak impresif. Tetapi realitas di lapangan tidak seindah itu: impor beras 2023 mencapai 3,06 juta ton—terbesar dalam dua dekade terakhir.

Program “food estate” juga menuai kritik karena dinilai hanya meneruskan warisan proyek gagal, seperti MIFEE di Merauke, tanpa evaluasi mendalam. Belum lagi tumpang tindih kebijakan antar-kementerian, konflik lahan dengan masyarakat adat, serta inefisiensi sistem logistik dan distribusi yang menyebabkan hasil panen terbuang.

Solusi Butuh Integrasi dan Keberanian Politik

Indonesia memerlukan terobosan nyata, bukan hanya slogan. Pertama, konsolidasi regulasi pangan lintas sektor menjadi satu kerangka hukum terpadu akan menyederhanakan koordinasi dan memperkuat peran Menteri Koordinator Pangan.

Kedua, anggaran harus difokuskan pada revitalisasi lahan eksisting, irigasi presisi, dan diversifikasi pangan lokal seperti sagu, jagung, dan umbi-umbian. Ketiga, sistem kerja nasional mesti didorong ke arah efisiensi, bukan sekadar menyoal jam kerja panjang atau libur banyak.

Keempat, transparansi data dan partisipasi masyarakat sangat penting. Akses publik terhadap informasi stok pangan, distribusi bantuan, dan perkembangan proyek akan memperkuat akuntabilitas.

Pangan Adalah Jantung Kedaulatan

Presiden Prabowo benar saat menyatakan bahwa tanpa pangan, tidak ada politik yang berdaulat. Tapi untuk mewujudkan itu, pemerintah perlu bergerak dari slogan ke sistem; dari proyek besar ke solusi akar rumput; dari janji ke realita. Jika tidak, kita hanya mengulang kegagalan sejarah dalam kemasan baru.

Sudah waktunya menjadikan petani sebagai aktor utama, bukan sekadar objek kebijakan. Sebab ketahanan pangan bukan hanya soal produksi, tetapi tentang kedaulatan ekonomi, keadilan sosial, dan kesinambungan lingkungan untuk generasi mendatang. (*)

cerpen : kisah perjuangan dan cinta bagian ke 2 (dua) pendakian terindah, hilangnya arah kompas rumah tangga

“bersatu dalam naungan cinta, langkah awal pendakian panjang dan terjal kehidupan”

“cintaku padamu bukan terlahir lahir dari kenyamanan, tapi dari luka-luka yang tidak pernah membuatku ingin pergi.”

===================

Setelah melewati hari-hari yang melelahkan dalam menyusun dan menulis skripsi di antara kegiatan malam jaga posko bencana dan rapat organisasi, aris akhirnya lulus sidang skripsi dan diwisuda. jas hitam dan sepatu yang di semir hitam mengkilat, ia pakai menjadi saksi sejarah, dimana hari itu merupakan impian yang dulu hanya sebatas doa.

setelah sumpah dan penyematan toga di panggung utama, matanya mencari ditta dan ia menemukannya di barisan paling depan, mengenakan gamis biru lembut dan senyum yang ia rindukan sejak pekan terakhir ujian skripsi.

di tahun yang sama, ditta juga telah menyelesaikan studinya di fakultas keguruan dan beberapa bulan setelah wisuda gelombang ke dua, ia diterima mengajar di sekolah swasta elit di kota yang sama. jam mengajarnya cukup panjang, tuntutannya tinggi, tapi ia mencintai pekerjaan itu.

sedangkan, aris tetap memilih berada di lapangan. ia diterima sebagai petugas lapangan penegakan hukum daerah, mengenakan seragam coklat, turun ke jalan, menyegel bangunan liar, atau mengamankan area rawan konflik.

ia juga tetap aktif sebagai relawan penanggulangan bencana, terutama jika tanah longsor, banjir atau kebakaran melanda desa-desa yang masih dalam jangkauannya dan tidak mengganggu pekerjaanya.

mereka jarang sekali bertemu. aris sering masuk pagi, pulang malam. ditta sibuk dengan rencana mengajar, mengoreksi tugas siswa dan pembinaan ekskul. namun, setiap kali libur tiba seperti hari sabtu sore atau minggu pagi, mereka selalu menyisihkan waktu untuk melepaskan rindu.

sore itu, di sebuah coffe tengah kota dengan bangku yang yang menghadap ke gedung-gedung yang tinggi, mereka duduk berdampingan.

tangan aris terasa hangat menggenggam tangan ditta dan saling menceritakan hari-hari yang terlewati.

“waktu begitu cepat, tidak terasa kita akan menikah dibulan depan,”

kata ditta pelan,

“kita mau undang siapa aja? teman mapala semua kayaknya harus datang, ya?”

aris tersenyum, angguk pelan,

“dan aku mau undang semua relawan posko gunung cermai, mereka keluarga juga.”

“aku sih pengen pesta sederhana saja,”

ujar ditta, menantap garis di tanah dengan ujung sepatunya.

“yang penting ada tenda dengan di hiasi nuansa hijau, bunga-bunga yang indah dan orang-orang yang tulus datang.”

“semoga apa yang kita rencanakan, mapu kita wujudkan dengan baik tanpa ada rintangan yang terjal,”

kata aris, menatap lembut namun serius.

ditta mengangkat wajah, mereka saling menatap. tersenyum lembut, sejenak tanpa kata.

aris pun semakin mengeratkan pegangan tangannya terhadap ditta. karena ia tahu, di depan bukan hanya angin yang akan mereka hadapi… tapi akan banyak hujan dan badai serta jalan terjal yang licin.

dan mereka saling menyadari,

“cinta sejati bukan hanya seberapa sempurna pasanganmu, tapi tentang bagaimana hubungan saling mengobati luka satu sama lain.”

============

dua minggu setelah pertemuan mereka di caffe, akhirnya dua keluarga itu duduk dalam satu ruangan yang sama.

di ruang tamu sederhana kediaman keluarga ditta, aroma kopi dan teh serta kue basah mengisi udara, menenangkan kegugupan yang sempat melingkupi mereka.

ayah aris, seorang pensiunan tentara, berbicara pelan namum tegas. sementara ayah ditta, meskipun dikenal pendiam, kali ini terlihat sedikit lebih terbuka, bahkan sesekali tersenyum kecil. ibunda ditta malam itu tampak lebih ramah dan penuh senyum kebahagiaan.

di antara tumpukan map dokumen, proposal biaya resepsi, dan kalender yang terbuka di tengah meja,

suara aris terdengar jelas seisi ruangan,

“insyaallah, kalau tidak ada halangan… kita ingin akad dilangsungkan tanggal delapan bulan depan tepatnya hari minggu.”

ditta menunduk, tersenyum malu-malu. ibunya menatap sebentar, lalu akhirnya mengangguk.

“alhamdulillah, kami sepakat dengan waktunya”

ujar ayah ditta.

“yang penting kalian berdua benar-benar siap secara lahir maupun batin, karena menikah itu bukan sekadar pesta, itu tanggung jawab yang besar dan harus di pikul secara bersama.”

aris menatap ditta, tatapan itu bukan sekadar cinta, tapi juga komitmen yang penuh tanggung jawab.

“kami berdua insyaallah siap, pak. mmeski saat ini kami belum punya semuanya, kami ingin memulai dengan kejujuran dan tekad.”

ditta menggenggam ujung kerudungnya, menahan air mata. setelah bertahun-tahun berjuang bersama di medan alam, kini mereka bersiap menapaki pendakian yang baru, pendakian panjang kehidupan rumah tangga.

dan malam itu, untuk pertama kalinya dalam waktu lama, ruangan itu diisi oleh harapan, restu, dan diam-diam… doa yang tumbuh di dalam dada masing-masing.

“pernikahan bukan soal siapa yang menang dalam debat, namun siapa yang tetap bertahan meskipun banyak perbedaan.”

=====================

akad nikah: saat janji di ucap, dunia seakan diam

“restu bukan hanya tanda tangan di atas akad, tapi ketulusan yang lahir dari penerimaan.”


pukul 08.00 wib, suasana di pagi hari, langit seolah-oleh ikut membersamai kebahagiaan dua insan yang saling mencintai.

hujan turun rintik-rintik, cukup membuat udara segar, tidak sampai merusak riasan ataupun dekorasi tenda dan pelaminan.

rumah keluarga ditta telah disulap menjadi tempat suci nan khidmat, dengan lantunan ayat suci mengalun pelan dan aroma bunga-bunga segar mengambang di udara.

aris duduk di meja yang telah di siapkan panitia, mengenakan setelan pakaian pengantin adat sunda. di depannya, penghulu serta dua saksi dan ayah ditta yang tenang dan banyak diam, namun terlihat tegas dan mantap di hari itu.

ditta yang telah berhias dan mengenakan pakaian pengantin duduk di depan meja rias, ditemani sahabat-sahabat kampus serta mapala. ia terlihat sangat cantik dalam balutan pakaian pengantin yang penuh kemilau. tangannya gemetar, bukan karena takut… tapi karena hari ini merupakan hari penuh sejarah yang selama ini hanya sebuah mimpi dalam tenda-tenda pendakian dan posko bencana.

“aris abdullah bin rusdi wijaya, saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan anak kandung saya, ditta yulianti binti masyudin dahlan…”

jantung aris berdegup cepat, dunia sekelilingnya terasa hening, seperti berada di puncak gunung saat matahari pagi baru muncul.

“…dengan mas kawin berupa seperangkat alat salat dan emas seberat sepuluh gram dibayar tunai.”

aris mantap fokus menatap calon mertuanya lalu menarik nafas,

“saya terima nikahnya ditta yulianti binti masyudin dahlan…dengan mas kawin tersebut… dibayar tunai.”

sah…. saah…

ucapan itu menggelegar dari mulut para saksi, air mata kebahagiaan mulai mengalir dari mata ditta di balik tirai dan dari pelupuk mata aris yang biasa tahan di medan bencana.

ia sangat menyadari sebuah bisikan dalam hatinya,

“tidak ada rumah tangga yang benar-benar bebas jalan terjal licin dan badai, namun selalu ada cara untuk saling berteduh dan menguatkan dalam pelukan.”

==================

di atas pelaminan: puncak kebahagian, sekaligus awal pendakian kehidupan rumah tangga

pesta digelar dengan meriah dan penuh makna. tenda dihiasi warna semesta, mulai dari cokelat, hijau daun serta aksen bambu. di pelaminan, aris dan ditta duduk berdampingan, tangan mereka saling menggenggam, mata mereka saling menenangkan.

teman-teman mapala semuanya datang membawa hadiah unik, seperti foto-foto pendakian mereka yang dibingkai dengan kayu pinus. teman-teman ditta dari sekolah dan guru-guru datang membawakan nyanyian kejutan yang membuat ditta tertawa dan menangis dalam satu waktu.

orang-orang datang memberi ucapan,

“semoga rumah tangganya sakinah, mawaddah, warahmah. semoga saling kuat, saling jaga, saling percaya.”

di sudut pelaminan, ibu ditta tetap memperhatikan dari jauh, wajahnya sulit dibaca antara restu yang dipaksakan atau ragu yang belum juga pergi.

dan aris belum tahu, meski pendakian kehidupan ini resmi dimulai, arah kompas rumah tangga mereka akan terus diuji:

mulai dari ego, oleh masa lalu, mertua, nasib, hingga luka-luka kecil yang bisa tumbuh menjadi jurang yang dalam bila tidak dijaga.

tapi hari itu…hari mereka berdiri di puncak kebahagiaan, sekaligus awal pendakian kehidupan, mereka berdua saling menyadari,

“rumah tangga merupakan pendakian tanpa peta lengkap yang dibutuhkan hanyalah kompas ketulusan, kejujuran, kesetiaan dan tali pengaman bernama ketabahan serta kesabaran. kebahagiaan pernikahan bukan ditentukan oleh pesta yang mewah dan meriah. namun, oleh hati yang saling berpandangan erat dalam berjuang meskipun hanya dengan doa dan harapan yang rapuh.”

bersambung…

ardhi morsse, sabtu 14 juni 2025

Polres Kukar Patroli Dini Hari, Cegah Premanisme dan Pungli

SIDIKPOST| Kukar — Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Polres Kutai Kartanegara (Kukar) melaksanakan patroli dini hari untuk mengantisipasi premanisme dan praktik pungutan liar (pungli), Senin, 16 Juni 2025, mulai pukul 01.30 WITA hingga selesai. Salah satu lokasi yang menjadi sasaran utama adalah kawasan Titik Nol Tenggarong, yang dikenal sebagai wilayah strategis aktivitas warga.

Patroli dipimpin oleh enam personel piket, yaitu Bripda Muh. Fachri Sewang, Bripda Valentino Aradhea Wibowo, Bripda Dedy Hermawan, Bripda Reza Munawar Hanif, Bripda Muh. Ari Ramadhani, dan Bripda Rifqy Aflah Juniardi. Mereka menyampaikan imbauan langsung kepada masyarakat untuk tidak segan melapor apabila menemukan tindakan premanisme atau pungli di lingkungan sekitarnya.

Para petugas juga mengingatkan pentingnya partisipasi warga dalam menciptakan lingkungan yang tertib dan aman, terutama di wilayah Kecamatan Tenggarong yang menjadi pusat aktivitas publik.

“Patroli ini bertujuan memberikan rasa aman dan mencegah segala bentuk aksi premanisme yang meresahkan masyarakat,” ujar salah satu petugas yang terlibat.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Polres Kukar menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui patroli rutin sebagai bagian dari strategi penegakan hukum yang humanis, responsif, dan berkeadilan. (*)

Bhabinkamtibmas Muara Kaman Sambangi Petani, Dorong Ketahanan dan Aman

SIDIKPOST| Kukar — Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional dan memperkuat hubungan antara kepolisian dan masyarakat, Bhabinkamtibmas Desa Kupang Baru, Brigpol I Ketut Ngardi Artha, melaksanakan sambang ke lahan pertanian milik warga di desa binaannya pada Minggu (15/6).

Kegiatan ini bertujuan memberikan semangat kepada para petani lokal sekaligus memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap terjaga, khususnya di kawasan pertanian. Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah para petani menjadi wujud nyata dukungan Polri terhadap sektor pangan desa.

Dalam dialognya, Brigpol Ketut mengajak para petani untuk terus semangat mengolah lahan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan seperti pencurian hasil panen dan peralatan pertanian. Ia juga mengimbau warga agar tak ragu melapor bila terjadi hal-hal yang mencurigakan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara Polri dan masyarakat semakin kuat, sehingga dapat tercipta lingkungan desa yang aman, produktif, dan mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan. (*)

Polsek Kota Bangun Gelar Patroli Malam, Tegur Remaja Kumpul

SIDIKPOST | Kukar — Polsek Kota Bangun menggelar kegiatan Cipta Kondisi (Cipkon) pada Sabtu malam, 14 Juni 2025, sekitar pukul 21.00 WITA. Kegiatan ini merupakan langkah preventif guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukumnya.

Sasaran utama dalam patroli tersebut adalah kelompok remaja yang tampak berkumpul di beberapa titik pada malam hari bersama sepeda motor mereka. Petugas memeriksa kemungkinan adanya senjata tajam, minuman keras, dan narkotika. Selain pemeriksaan, para remaja juga diberikan teguran lisan serta edukasi agar tidak berkeliaran hingga larut malam dan menjauhi aksi balap liar.

Kapolsek Kota Bangun AKP Ribut mengatakan, kegiatan ini ditujukan untuk menumbuhkan kesadaran hukum di kalangan remaja. Pendekatan persuasif lebih diutamakan agar memberikan efek jera tanpa tindakan represif, sehingga para remaja memahami risiko dan dampak dari perilaku menyimpang.

Dari hasil kegiatan tersebut, tidak ditemukan barang-barang terlarang. Seluruh rangkaian patroli berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

AKP Ribut berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan guna menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman, serta meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, dalam menjaga ketertiban dan keamanan bersama. (*)

Sat Polairud Polres Kukar Edukasi Keselamatan Pelayaran di Sanga-Sanga

SIDIKPOST| Kukar — Untuk meningkatkan keamanan transportasi air, Satuan Polisi Air dan Udara (Sat Polairud) Polres Kutai Kartanegara menggelar kegiatan edukasi keselamatan pelayaran di wilayah perairan Sanga-Sanga Muara, Kecamatan Sanga-Sanga, pada Sabtu (14/6/2025) sekitar pukul 11.30 WITA.

Personel yang terlibat dalam kegiatan ini adalah BRIPKA Herlinanto, BRIPKA Soni W.M, BRIGPOL Angga S, BRIGPOL M. Syafi’i, dan BRIPDA M. Rizky Firdaus. Mereka memberikan imbauan kepada para pengemudi serta pemilik kapal agar senantiasa memprioritaskan keselamatan saat beraktivitas di perairan.

Imbauan mencakup penggunaan pelampung (life jacket), kepatuhan terhadap batas muatan kapal, kesiapan alat navigasi, serta pentingnya memantau kondisi cuaca sebelum berlayar. Selain itu, operator juga diingatkan untuk melengkapi dokumen pelayaran sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Kanit Patroli Sat Polairud IPTU Kelik Megantoro menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam menciptakan pelayaran yang aman dan tertib.

“Keselamatan pelayaran adalah tanggung jawab bersama. Kami mengajak semua pihak agar disiplin dan waspada demi mencegah kecelakaan,” ujarnya.

Kegiatan edukasi ini mendapat sambutan positif dari warga yang merasa terbantu oleh pendekatan humanis personel kepolisian. Mereka berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan secara rutin.

Dengan adanya sosialisasi ini, Polres Kukar berharap tercipta budaya sadar keselamatan di kalangan pengguna transportasi air, demi mendukung aktivitas ekonomi masyarakat pesisir yang aman dan berkelanjutan. (*)

Polsek Sanga-Sanga Tangani Duel Berdarah Akibat Konflik Tanah Antar Keluarga Dekat

SIDIKPOST| Kukar — Situasi mencekam sempat terjadi di kawasan Jalan Padat Karya RT.10, Kelurahan Sanga-Sanga Muara, Kecamatan Sanga-Sanga, Kutai Kartanegara, pada Jumat pagi (1/6), sekitar pukul 06.30 WITA. Dua pria yang masih memiliki hubungan keluarga, masing-masing berinisial R (37) dan U (42), terlibat bentrok fisik menggunakan senjata tajam yang mengakibatkan luka serius pada keduanya.

Bentrok ini dipicu oleh sengketa kepemilikan lahan warisan keluarga yang terletak di dekat area PT. Equalindo Maju Alam Sejahtera. Ketegangan antara paman dan keponakan tersebut diduga sudah berlangsung lama hingga akhirnya memuncak pagi itu.

Menurut keterangan saksi, U lebih dulu datang ke lokasi membawa sebilah parang. Melihat hal itu, R spontan masuk ke dalam rumahnya untuk mengambil senjata tajam sejenis. Tak lama, keduanya terlibat dalam duel yang berlangsung singkat namun brutal di tengah permukiman warga.

Warga sekitar yang mendengar keributan segera berupaya melerai dan memberikan pertolongan. Keduanya lalu dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Abdul Moeis Samarinda.

Kapolsek Sanga-Sanga, AKP Muhamad Zulhijah, mengonfirmasi peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah mengamankan dua bilah parang sebagai barang bukti dan memintai keterangan dari para saksi untuk keperluan penyidikan.

“Kita sudah amankan lokasi, barang bukti telah dikumpulkan, dan proses hukum sedang berjalan. Kami juga memastikan kondisi di lapangan tetap terkendali,” jelasnya.

Barang bukti yang disita masing-masing berupa parang sepanjang 70 cm milik R dan parang 65 cm milik U. Kedua korban kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Pihak kepolisian kembali mengimbau masyarakat untuk tidak menyelesaikan persoalan dengan kekerasan, terutama yang melibatkan senjata tajam, karena berpotensi menimbulkan kerugian jiwa dan hukum yang berat. (*)

Sat Samapta Polres Kukar Intensifkan Patroli Malam Tekan Aksi Balapan Liar Remaja

SIDIKPOST | Kukar — Untuk menciptakan suasana malam yang aman dan nyaman, Sat Samapta Polres Kutai Kartanegara kembali menggelar patroli rutin pada Sabtu malam (1/6). Kegiatan ini difokuskan pada upaya pencegahan terhadap aksi balapan liar yang kerap muncul di beberapa titik jalan protokol dan kawasan terbuka lainnya.

Patroli yang dimulai sekitar pukul 23.30 WITA dipimpin oleh Regu II Piket Patroli Sat Samapta, beranggotakan enam personel. Di bawah arahan Kanit Turjawali sebagai perwira pengendali, patroli ini menyisir lokasi rawan yang kerap menjadi titik kumpul para pemuda pada malam hari.

Alih-alih menggunakan pendekatan represif, personel kepolisian lebih menitikberatkan tindakan preventif melalui dialog dan pembinaan langsung di lapangan. Remaja yang kedapatan nongkrong hingga larut malam dan dicurigai akan melakukan balap liar diberi imbauan serta teguran ringan, seperti push up atau sit up, sebagai bentuk efek jera namun tetap mendidik.

Kasat Samapta Polres Kukar, AKP Nursan, menegaskan bahwa patroli ini bukan sekadar rutinitas, tetapi bagian dari strategi membangun komunikasi yang lebih baik antara polisi dan masyarakat, terutama generasi muda.

“Kami ingin menciptakan suasana yang kondusif tanpa harus menimbulkan rasa takut. Dengan pendekatan humanis, harapannya para pemuda sadar bahwa aksi balapan liar sangat membahayakan,” ujarnya.

Hasil patroli menunjukkan situasi wilayah dalam kondisi terkendali dan tidak ditemukan aktivitas balap liar yang mencolok. Polres Kukar terus mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan jika melihat potensi gangguan kamtibmas, sebagai bagian dari kolaborasi menciptakan lingkungan yang aman dan damai. (*)

tanam bibit untuk ketahanan pangan: polsek tenggarong rangkul warga wujudkan kemandirian pangan lokal

SIDIKPOST | Kukar — Polsek Tenggarong bersama warga setempat menggelar kegiatan penanaman bibit sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat pagi (pukul 09.00 WITA) dan dipimpin langsung oleh Kapolsek Tenggarong IPTU Budi Santoso, didampingi sejumlah personel serta masyarakat yang hadir dengan penuh semangat.

Berlokasi di wilayah hukum Polsek Tenggarong, aksi tanam bibit ini menjadi cerminan nyata peran aktif kepolisian dalam membangun kemandirian dan kesejahteraan masyarakat, terutama dalam hal menjaga ketersediaan bahan pangan lokal.

“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata keterlibatan Polsek Tenggarong dalam mendukung program ketahanan pangan sekaligus mempererat silaturahmi dengan masyarakat. Kami ingin menunjukkan bahwa kepolisian hadir tidak hanya untuk penegakan hukum, tetapi juga dalam kegiatan sosial yang berdampak langsung,” ujar IPTU Budi Santoso.

Sejumlah personel turut hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Aipda Yohannes, Aipda Lenhad, dan Aipda Roni. Mereka bersama warga bahu-membahu menanam bibit dengan penuh antusias dan kebersamaan.

Salah satu warga yang turut berpartisipasi mengungkapkan rasa syukurnya.

“Kami merasa senang dan termotivasi. Kegiatan ini bukan hanya bermanfaat, tapi juga menjadi momen kebersamaan yang positif,” ujarnya.

Kegiatan berjalan dengan lancar, aman, dan penuh semangat gotong royong. Inisiatif ini diharapkan menjadi pemantik sinergi yang lebih luas antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan dan mewujudkan kemandirian desa di masa depan. (*)

edukasi karhutlah: polsek kota bangun ajak warga liang ulu jaga lingkungan tanpa bakar lahan

SIDIKPOST| Kukar — Dalam upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutlah), Polsek Kota Bangun menggelar kegiatan pembinaan dan penyuluhan (Binluh) kepada warga Desa Liang Ulu, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara, pada Sabtu pagi (pukul 09.30 Wita).

Kegiatan ini secara khusus menyasar masyarakat yang berprofesi sebagai petani guna meningkatkan kesadaran hukum terkait larangan pembakaran hutan dan lahan. Dalam penyuluhannya, personel Polsek menekankan bahwa praktik membakar lahan bukan hanya melanggar aturan hukum, tetapi juga menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, serta keselamatan penerbangan akibat kabut asap.

Warga diimbau agar tidak lagi membuka atau mengelola lahan dengan cara membakar. Sebaliknya, mereka diajak untuk beralih ke metode bertani yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Kapolsek Kota Bangun AKP Ribut menyampaikan bahwa keterlibatan masyarakat sangat krusial dalam mencegah Karhutlah.

“Pencegahan kebakaran hutan dan lahan tidak bisa hanya dilakukan oleh aparat. Diperlukan sinergi semua pihak agar lingkungan tetap lestari dan masyarakat terhindar dari risiko bencana,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Polsek Kota Bangun berharap terjalin kolaborasi yang kuat antara aparat dan warga desa dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan terbebas dari ancaman Karhutlah. (*)

Festival Tabuh Bedug KE-1 DESA TANJUNG BURUNG Tahun 2025

SIDIKPOST | Kabupaten Tangerang – Festival Tabuh Bedug KE-1 Desa Tanjung Burung Tahun 2025. Festival Tabuh Bedug Desa Tanjung Burung Kecamatan Teluknaga, dapat dijadikan sarana efektif untuk mengembangkan bakat para generasi muda. Festival Tabuh Bedug ini tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga memberikan wadah bagi remaja untuk menunjukkan kreativitas dan minat mereka dalam Seni Tabuh Bedug. Festival Tabuh Bedug juga mendorong remaja untuk berpikir kreatif dalam menciptakan inovasi dalam seni tabuh bedug, baik dari segi teknik maupun penampilan.

Acara Festival Tabuh Bedug Dihadiri Langsung Oleh H. M. Idris Efendi S. Pd. MM Kepala Desa Tanjung Burung Didampingi Oleh Hj. Widiastuti Ketua TP PKK Desa Tanjung Burung Beserta Hasan Basri Sekdes Tanjung Burung Bersama Ketua Panitia Festival Tabuh Bedug Beserta Ketua MUI Desa Tanjung Burung Bersama Aparatur Desa Tanjung Burung Beserta Mandor, Ketua RT/ RW Desa Tanjung Burung Dan Para Peserta Festival Tabuh Bedug KE-1 Desa Tanjung Burung.

“JADIKAN SYAIR SEBAGAI SYIAR ISLAM AGAR KAMPUNG KITA KEMBALI MENYALA”

Festival Tabuh Bedug KE-1 Desa Tanjung Burung Tahun 2025 Dimeriahkan Oleh Ucok Oplet (MC) Bersama Yadi Sembako Beserta Daus Mini (Artis). Acara Tabuh Bedug KE-1 Desa Tanjung Burung Tahun 2025 Dilaksanakan Di Kp. Kebon Kopi Desa Tanjung Burung Kecamatan Teluknaga Kabupaten Tangerang.(14/06/25)

Festival Tabuh Bedug KE-1 Desa Tanjung Burung Tahun 2025. Dimeriahkan Dengan Pembacaan Para Peserta Festival Tabuh Bedug KE-1 Desa Tanjung Burung Tahun 2025 Oleh Ucok Oplet MC Kemudian Dilanjutkan Dengan Penampilan Penyanyi Religi Kemudian Dilanjutkan Dengan Sambutan Oleh Ketua Panitia Festival Tabuh Bedug Kemudian Dilanjutkan Dengan Sambutan Oleh H. M. Idris Efendi S. Pd. MM Kepala Desa Tanjung Burung Kemudian Dilanjutkan Dengan Sesi Foto Bersama.

Festival Tabuh Bedug KE-1 Desa Tanjung Burung Tahun 2025 Acara Dimeriahkan Dengan Penampilan Ucok Oplet (MC) Bersama Yadi Sembako Beserta Daus Mini (Artis). Acara Dilanjutkan Dengan Penampilan Para Peserta Festival Tabuh Bedug KE-1 Desa Tanjung Burung Tahun 2025.

H. M. Idris Efendi S. Pd. MM Kepala Desa Tanjung Burung Menyampaikan ,” Luar Biasa Antusias Warga Masyarakat Desa Tanjung Burung Menyaksikan Acara Festival Tabuh Bedug KE-1 Desa Tanjung Burung Tahun 2025. Melalui Festival Tabuh Bedug Desa Tanjung Burung, Diharapkan Kepada Generasi Muda dapat lebih mengenal serta mencintai dan juga melestarikan Budaya. Dengan Melestarikan Budaya (Tradisi Tabuh Bedug). Diharapkan Acara Festival Tabuh Bedug KE-1 Desa Tanjung Burung dapat terus dilestarikan agar tradisi dan budaya dapat terjaga dan terus berkumandang khususnya diwilayah Desa Tanjung Burung Kecamatan Teluknaga.

Festival Tabuh Bedug agar dapat dilestarikan Budaya Tabuh Bedug, agar tradisi dan budaya dapat terjaga dan terus berkumandang. Festival Tabuh Bedug yang mengumandangkan takbir juga merupakan salah upaya syiar Islam yang bisa membentuk karakter masyarakat yang tangguh dan berahklak mulia. Takbir Dan Irama Bedug yang berkumandang ini merupakan bagian dari masyarakat yang terus mensyiarkan keagungan Allah SWT.

Festival Tabuh Bedug ini merupakan budaya yang bernuansa islami, kemudian disamping itu juga ada nilai-nilai karakter yang di bangun untuk generasi muda. Festival Tabuh Bedug ini ,tidak hanya memberikan dan menyajikan hiburan kepada masyarakat, tetapi juga memberikan syiar bagi agama Islam, sehingga perlu adanya suport dan dukungan dari Masyarakat Khususnya Diwilayah Desa Tanjung Burung. Sehingga bisa menyatukan semua unsur pemuda dan pelajar kearah yang positif, contohnya mempunyai kreativitas, inovasi (memunculkan bakat-bakat) serta prestasi bagi para generasi muda.

” Festival Tabuh Bedug Ini adalah Momentum yang sangat Spesial. “JADIKAN SYAIR SEBAGAI SYIAR ISLAM AGAR AGAR KAMPUNG KITA KEMBALI MENYALA” Kegiatan Ini sangatlah positif bahkan warga masyarakat Desa Tanjung Burung terlihat Sangat Antusias Mengikuti Acara Festival Tabuh Bedug KE-1 Desa Tanjung Burung Tahun 2025. “Kepala Desa Tanjung Burung,” Mengucapkan Terima Kasih Dan Memberikan Apresiasi Kepada Seluruh Panitia Festival Tabuh Bedug KE-1 Desa Tanjung Burung Beserta Para Donatur Dan Juga Para Peserta Festival Tabuh Bedug KE-1 Desa Tanjung Burung Tahun 2025. Semoga Dengan Terlaksananya Acara Festival Tabuh Bedug KE-1 Desa Tanjung Burung ini dapat menjadi inspirasi dan inovasi bagi generasi muda yang berada di Majelis Ta’lim, Musholla dan Masjid, Ucap H. M. Idris Efendi S. Pd. MM Kepala Desa Tanjung Burung “.

 

( Kendy )

cerpen kehidupan dan cinta: “pendakian terindah: hilangnya arah kompas rumah tangga”

 

“Bukan puncak gunung yang membuat kita bahagia, Namun siapa yang tetap menggenggam erat tangan kita di saat jalan mulai terjal.”


Di balik kabut yang dingin serta pemandangan indah di pegunungan Dieng dan derasnya arus Sungai serayu, cinta mereka tumbuh di atas jalur tracking. Embun pagi yang menyelimuti bumi menebarkan kesejukan yang mengagumkan.

Namanya ARIS ABDULLAH, mahasiswa jurusan Keamanan Siber Universitas Matahari Indonesia dan kekasihnya, DITTA YULIANTI mahasiswi Pendidikan di Universitas yang sama.

Mereka bertemu dalam organisasi pecinta alam, Mapala Jati Semesta dan sejak itu, mereka mendaki bersama, menjalani kuliah dan kegiatan secara bersama, jatuh bangun bersama, tertawa dan menangis bersama selama hampir enam tahun.

Di jalur pendakian mereka bukan hanya belajar bertahan dari dinginnya malam dan jalur terjal, tapi juga dari perbedaan ego dan prinsip, Karena cinta yang terus membara, cukup sebagai perapian dalam perjalanan pendakian yang dingin sekaligus melelahkan.


Enam bulan sebelum mereka menikah, di bawah langit sore yang menghangatkan bumi perkemahan terakhir mereka sebagai pasangan kekasih, Aris ingin menyampaikan sesuatu yang sudah lama ia pikirkan.

Ia lalu duduk bersama Ditta di atas batu besar menghadap matahari yang mulai condong ke barat. Suara burung terakhir dan desir angin yang membawa aroma tanah basah menemani mereka.

Aris mengeluarkan sebuah amplop dari kantong dalam jaket gunungnya, amplop itu sudah usang, sudut-sudutnya kusut karena terlalu sering dibuka dan ditutup.

“Ditta, Aku harus jujur padamu, tentang masa laluku, Aku bukan orang baik dan sebelum kita naik ke pelaminan aku harus memberitahumu,”

katanya pelan.

“Aku dulu pernah menjalin hubungan serius dengan seorang perempuan.”

Ditta menoleh dengan menatap tajam, tidak terkejut, namun matanya penuh pertanyaan. Ia diam.

“Masa laluku… Dia seorang janda, Kami bersama hampir dua tahun, dahulu Aku sangat mencintainya, tapi takdir bicara lain dan Aku tidak ingin suatu hari nanti kau mendengar ini dari orang lain, atau masa laluku datang menghantam masa depan kita.”

Aris menyerahkan amplop itu. Di dalamnya, satu lembar foto dirinya dan kekasih masa lalunya yang sudah usang.

Ditta memandangi foto itu. Wajah perempuan itu terlihat Cantik, ramah dan Dewasa,

“Kenapa kalian berpisah?”

tanya Ditta dengan tenang tanpa emosi.

Aris menarik napas panjang,

“Karena dia memilih ingin buru-buru menikah lagi Dengan lelaki yang lebih stabil secara ekonominya dan Waktu Itu Aku mengerti karena Aku juga belum siap.”

Ditta mengembalikan foto itu hanya berkata lembut,

“Aku tidak takut pada masa lalumu, namun ku ingin tahu apakah kau sudah benar-benar melepaskannya.”

Aris mengangguk,

“Aku sudah lama melepaskannya namun, aku tidak ingin memulai sesuatu yang baru dengan kebohongan.”

Ditta diam, lalu menatapnya lebih dalam,

“Terima kasih sudah kau jujur, namu kamu harus tahu… aku bukan perempuan yang kuat seperti di gunung, Kalau nanti kamu goyah atau bayangan itu datang lagi… aku bisa rapuh. Setalah turun dari gunung, bakarlah foto itu.”

Aris memegang erat tangan Ditta lalu berkata lembut,

“Iya nanti setelah turun aku bakar. Aku hanya ingin selalu mendaki kehidupan ini bersamamu, Selamanya. Bukan dengan bayangan siapa pun.”

Hari itu mereka saling berpelukan dalam senja yang perlahan menutup hari.

Meski mereka yakin telah menaklukkan puncak kejujuran, tidak ada yang tahu bahwa bayangan masa lalu terkadang tidak tinggal di belakang. Kadang ia menyelinap masuk di waktu-waktu paling lengah dan menjadi senjata bagi mereka yang ingin memecah rumah yang sedang dibangun.

Mereka berdua sangat menyadari bahwa,

“Pernikahan yang akan mereka bangun merupakan pendakian paling panjang, butuh kompas hati, bukan hanya restu yang setengah hati dan Kejujuran menjadi batu pijakan cinta, meski kadang mengungkap masa lalu bisa menggoyahkan masa depan.”

Bersambung….

Ardhi Morsse, Sabtu 14 Juni 2025