Pengedar Sabu Diciduk di Jalan Stadion, Polsek Kota Bangun Gencarkan Perang Lawan Narkoba

SIDIKPOST| Kukar — Upaya pemberantasan narkotika terus digencarkan jajaran Polsek Kota Bangun. Pada Selasa (3/6/2025) sekitar pukul 17.00 Wita, Unit Reskrim berhasil mengamankan seorang pria berinisial SA (27) karena diduga menguasai narkotika jenis sabu-sabu.

Penangkapan dilakukan di Jl. Stadion, Desa Kota Bangun Ulu, RT 008, Kecamatan Kota Bangun, menyusul laporan masyarakat yang mencurigai adanya transaksi narkoba di lokasi tersebut.

Kapolsek Kota Bangun, AKP Ribut, menjelaskan bahwa petugas segera melakukan penyelidikan dan mendapati pria dengan gerak-gerik mencurigakan. Setelah diinterogasi, pria tersebut mengaku bernama SA, warga Desa Liang Ulu.

“Dari hasil pemeriksaan, kami menemukan 2 bungkus plastik bening berisi kristal putih yang diduga sabu seberat 0,84 gram bruto, disimpan di kantong celana sebelah kanan tersangka,” ungkap AKP Ribut.

Saat ini, tersangka dan barang bukti telah diamankan di Mapolsek Kota Bangun untuk proses hukum lebih lanjut. SA dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 112 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, yang mengancam pelaku dengan hukuman penjara yang berat.

Polsek Kota Bangun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak segan melaporkan segala bentuk penyalahgunaan narkoba. “Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan agar wilayah kita bersih dari narkoba,” tegas Kapolsek. (*)

Cegah Bahaya Sungai, Sat Polairud Pasang Spanduk Himbauan di Anggana

SIDIKPOST | Kukar — Satuan Polisi Air dan Udara (Sat Polairud) Polres Kutai Kartanegara mengambil langkah preventif untuk meningkatkan keselamatan masyarakat di wilayah perairan dengan memasang spanduk himbauan di Dermaga PPI, Desa Sungai Mariam, Kecamatan Anggana, pada Selasa (3/6/2025).

Spanduk berisi peringatan bertuliskan “HATI-HATI SAAT BERAKTIVITAS, AREA INI HABITAT BUAYA” dipasang oleh personel Sat Polairud, Bripka Feky F dan Bripda Dwika, sebagai bentuk edukasi langsung kepada warga, terutama terkait bahaya kecelakaan air dan potensi serangan buaya di kawasan tersebut.

Kasat Polairud Polres Kukar, AKP Benedict Jaya, menegaskan bahwa wilayah bantaran sungai merupakan habitat alami buaya, sehingga masyarakat diminta lebih waspada, khususnya anak-anak yang sering mandi atau berenang di sungai.

“Kegiatan ini bukan sekadar formalitas, tapi wujud kepedulian nyata Polri terhadap keselamatan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga keselamatan dengan mematuhi himbauan serta menghindari aktivitas berisiko di perairan yang rawan. (*)

Empat Hari Diintai, Pemuda Pembawa Sabu Ditangkap di Tenggarong

SIDIKPOST | Kukar — Satresnarkoba Polres Kutai Kartanegara (Kukar) berhasil mengamankan seorang pemuda berinisial MRWP (25), warga Desa Senoni, Kecamatan Sebulu, atas dugaan kepemilikan narkotika jenis sabu. Penangkapan dilakukan pada Senin (2/6/2025) sekitar pukul 19.00 Wita di pinggir Jalan Danau Melintang, Kelurahan Melayu, Tenggarong.

Kapolres Kukar AKBP Dody Surya Putra, melalui Kasat Resnarkoba AKP Suyoko, mengungkapkan bahwa penangkapan tersebut merupakan hasil penyelidikan intensif selama empat hari, sejak 29 Mei, berdasarkan laporan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan di lokasi tersebut.

Saat diamankan, MRWP tengah duduk di lokasi yang diduga kerap dijadikan tempat transaksi narkoba. Dari penggeledahan, polisi menyita satu bungkus sabu seberat 14,80 gram (bruto) yang disembunyikan dalam bungkus rokok Sampoerna, satu unit ponsel, beberapa plastik klip kosong, dan satu tas selempang.

“Tersangka mengakui bahwa sabu tersebut adalah miliknya,” ujar AKP Suyoko. MRWP langsung dibawa ke Mapolres Kukar untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara atau seumur hidup.

Polres Kukar mengapresiasi peran aktif masyarakat dan terus mengimbau agar warga tidak ragu melaporkan segala bentuk penyalahgunaan narkotika di lingkungan mereka. “Kolaborasi masyarakat dan kepolisian adalah kunci dalam pemberantasan narkoba,” tegas AKP Suyoko. (*)

JDS dan Lacroix Gelar Master Class Pertahanan di Jakarta

SIDIKPOST | Jakarta — Jakarta Defence Society (JDS) menggelar master class bertema pertahanan bersama Lacroix, perusahaan asal Prancis yang dikenal sebagai pemimpin global dalam solusi perlindungan berbasis piroteknik. Acara berlangsung pada Selasa (3/6/2025) di Gedung Kantor Berita ANTARA, Jakarta, dan dihadiri jurnalis nasional, akademisi, serta perwakilan lembaga kajian strategis.

Kegiatan ini bertujuan memperluas pemahaman teknis dan strategis wartawan terhadap isu-isu pertahanan, yang kerap luput dalam peliputan sehari-hari. Ade P Marboen, Co-founder JDS, menyatakan bahwa keterlibatan media dalam diskursus pertahanan sangat penting untuk mendorong transparansi dan penguatan kapasitas publik dalam memahami dinamika militer global.

Perwakilan Lacroix, Remy Gardon dan Sébastien Gehin, memaparkan ragam teknologi perlindungan yang dikembangkan perusahaan. Di antaranya adalah S-KAPS (Soft-Kill Advanced Protection System), Galix AOS, serta sistem peluncur umpan seperti Sylena dan Dagaie NG yang melindungi kapal dari ancaman rudal berpemandu.

Lacroix juga menampilkan produk inovatif seperti SEALEM, sistem penangkal rudal berbasis corner reflector, serta solusi pelatihan medan tempur berbasis piroteknik dan teknologi piroteknik untuk rudal dan satelit luar angkasa.

Perusahaan yang telah berdiri sejak 1848 ini memiliki jejak global di lebih dari 30 negara, termasuk Indonesia. Produk Lacroix, seperti flare untuk pesawat tempur F-16 dan F-50, telah digunakan TNI. Lacroix juga telah menandatangani letter of intent dengan PT Sentra Surya Ekajaya (SSE) untuk integrasi sistem perlindungan pada kendaraan tempur nasional.

Sebagai bukti keseriusan di kawasan, Lacroix dijadwalkan tampil di Indo Defence 2025 pada 11–14 Juni mendatang di JIExpo Kemayoran.

Tentang JDS:
Jakarta Defence Society adalah pusat kajian independen yang didirikan oleh tiga jurnalis senior: Ade P Marboen, Novan I Santosa, dan Natalia Santi. Sejak berdiri pada 2023, JDS aktif menyelenggarakan seminar, diskusi strategis, dan kolaborasi lintas institusi dalam dan luar negeri, termasuk dengan Mabes TNI serta berbagai kedutaan besar. (*)

Pemprov DKI Siapkan Patung Ikonik MH Thamrin, Patung Lama Dipindah ke Balaikota

SIDIKPOST | JAKARTA – Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, menyampaikan rencana Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk membangun patung baru pahlawan nasional Mohammad Hoesni Thamrin dengan ukuran yang jauh lebih besar. Patung ini akan ditempatkan di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, menggantikan lokasi sebelumnya di Jalan Merdeka Selatan.

“Pak Gubernur ingin agar patung MH Thamrin berada di Jalan MH Thamrin, sebagai bentuk penghormatan terhadap nama jalan dan sosok beliau sebagai simbol perjuangan masyarakat Betawi. Patung baru ini akan dibangun dengan skala yang lebih besar, untuk semakin mengabadikan jasa dan ketokohan beliau bagi Jakarta,” ujar Arifin pada Selasa (3/6) di kantornya.

Patung MH Thamrin yang saat ini berada di Jalan Merdeka Selatan rencananya akan dipindahkan ke balaikota, Jakarta Pusat, guna memperkaya koleksi sejarah di lokasi tersebut.

Pernyataan ini disampaikan Arifin saat menerima kunjungan dari jajaran pengurus harian PWI Jaya. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan Anugerah Jurnalistik Mohammad Hoesni Thamrin (AJMHT) yang secara konsisten digelar oleh PWI Jaya.

“Pak Gubernur sangat peduli terhadap jasa almarhum MH Thamrin, salah satu pahlawan yang sangat berjasa dalam sejarah kota Jakarta. Kegiatan seperti AJMHT ini sangat penting dalam menjaga semangat perjuangan melalui karya-karya jurnalistik,” lanjutnya.

PWI Jaya saat ini tengah mempersiapkan penyelenggaraan AJMHT ke-51, yang akan berlangsung pada 29 Agustus 2025 di Auditorium RRI Jakarta. Penghargaan ini diberikan kepada para jurnalis yang menghasilkan karya terbaik mengenai dinamika pembangunan Jakarta dalam periode 1 Juni 2024 hingga 31 Mei 2025. Terdapat ratusan karya yang masuk dalam berbagai kategori, di antaranya: 120 untuk TV Terestrial, 30 TV Streaming, 30 Radio, 45 Infografis, 218 Foto, 179 Teks, dan 16 Tajuk Rencana.

“InsyaAllah, kami doakan semua kegiatan PWI Jaya berjalan sukses,” ujar Arifin yang disambut hangat oleh Ketua PWI Jaya Kesit Budi Handoyo bersama jajaran.

Kesit bersama jajaran pengurus, termasuk Wakabid Kerja Sama Tb Adhi, Sekretaris Arman Suparman, Ketua Siwo Jaya Rialini Rering, dan Sekretaris Siwo Jaya Franciscus Rio Winto, juga menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Arifin atas kontribusinya dalam menyukseskan Fun Bike Siwo PWI Jaya 2025, yang digelar dalam rangka peringatan Hari Kebangkitan Nasional.

Kegiatan sepeda santai yang berlangsung pada Minggu, 25 Mei 2025 itu diikuti lebih dari 1.250 peserta, dimulai dari halaman Kantor Wali Kota Jakarta Pusat dan berakhir di Pasar Seni Ancol. Acara berlangsung lancar dan meriah, dengan hadiah utama berupa motor listrik senilai Rp25 juta yang didonasikan langsung oleh Wali Kota Arifin.

Sebagai tanda terima kasih, Ketua Siwo Jaya Rialini Rering menyerahkan plakat penghargaan kepada Arifin, yang menyatakan komitmennya untuk terus mendukung serta menjalin kolaborasi dengan PWI Jaya dalam berbagai kegiatan ke depan. ( *)

1.000 Bendera Merah Putih Dibagikan Saat Peringatan Hari Lahir Pancasila di Kota Tangerang

SIDIKPOST | KOTA TANGERANG — Pemerintah Kota Tangerang menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan Ahmad Yani, Senin (2/6), yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Tangerang, Sachrudin. Upacara ini menjadi momen reflektif sekaligus pengingat bagi masyarakat akan pentingnya menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kesempatan tersebut, Sachrudin secara simbolis membagikan lebih dari 1.000 bendera Merah Putih kepada Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) dan para Camat dari 13 kecamatan se-Kota Tangerang. Aksi ini merupakan bagian dari gerakan menanamkan semangat nasionalisme dan cinta Tanah Air di tengah keberagaman masyarakat.

Dalam pidatonya, Sachrudin membacakan amanat resmi Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia. Ia menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar dokumen historis, melainkan jiwa bangsa dan pedoman hidup bersama dalam membangun Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

“Pancasila adalah bintang penuntun yang harus kita hayati dan amalkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Ia juga menyoroti sejumlah program Pemkot Tangerang yang merupakan implementasi nyata nilai-nilai Pancasila. Program tersebut antara lain rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), aplikasi aspirasi warga Laksa, serta ‘Program Gampang’ yang mencakup kemudahan dalam akses kerja, sembako, dan pendidikan.

Di sektor sosial, lanjut Sachrudin, Pemkot aktif menggerakkan inisiatif berbasis komunitas, seperti bank sampah, dapur umum mandiri saat bencana, serta pemberian santunan kepada anak yatim dan lansia. Menurutnya, hal ini mencerminkan nilai gotong royong dan keadilan sosial yang menjadi inti dari Pancasila.

“Jadikan setiap langkah dan kebijakan sebagai cerminan dari semangat Pancasila. Kita ingin Indonesia dikenal dunia bukan hanya karena ekonomi, tapi juga karena kebijaksanaan dan keluhuran budi rakyatnya,” imbuhnya.

Ia pun mengajak generasi muda untuk menjadikan Pancasila sebagai perisai kebinekaan, mengingat keberhasilan para pendiri bangsa dalam mempersatukan Indonesia melalui ideologi ini.

“Pancasila telah terbukti mampu merekatkan keberagaman. Sudah saatnya kita mengamalkannya dalam tindakan nyata, sebagai bentuk cinta pada Tanah Air,” pungkas Sachrudin. (ADV)

Gaktibplin Senpi, Propam Polres Kukar Awasi Ketat Penggunaan Senjata oleh Anggota

SIDIKPOST | Kukar — Guna memastikan disiplin, keamanan, dan kelayakan penggunaan senjata api oleh anggota, Seksi Profesi dan Pengamanan (Sipropam) Polres Kutai Kartanegara menggelar kegiatan Penegakan, Ketertiban, dan Disiplin (Gaktibplin) berupa pemeriksaan senpi terhadap personel Sat Samapta yang bertugas di unit pengamanan obyek vital, khususnya sektor perbankan.

Kegiatan dilaksanakan pada Selasa (3/6/2025) bertempat di Ruang Provos Polres Kukar, dipimpin langsung oleh Kasi Propam IPTU Slamet Rijadi, didampingi oleh Kanit Provos IPTU Agus Subroto, dan melibatkan personel dari Sipropam.

Pemeriksaan ini menyasar senjata api pendek dan panjang yang merupakan inventaris dinas dan dipinjam-pakaikan kepada anggota, dengan tujuan memastikan setiap personel menggunakan perlengkapan dinas secara benar dan bertanggung jawab.

“Kami tidak hanya memastikan senpi dalam kondisi baik, tetapi juga memastikan bahwa anggota yang memegangnya benar-benar memahami aturan penggunaan senjata api. Ini bagian dari standar profesional dan tanggung jawab kita sebagai aparat penegak hukum,” ujar IPTU Slamet Rijadi.

Dari pemeriksaan terhadap 9 pemegang senpi, seluruh senjata dinyatakan dalam kondisi baik, lengkap, dan sesuai prosedur, termasuk jumlah amunisi yang menyertainya.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar, tanpa adanya temuan pelanggaran. Propam juga memberikan penekanan penting kepada anggota untuk selalu mematuhi SOP penggunaan senjata api, terutama dalam situasi pengamanan di lokasi-lokasi vital yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Polres Kukar dalam menegakkan profesionalisme dan integritas anggota Polri di lapangan, sekaligus sebagai upaya preventif terhadap potensi penyalahgunaan senjata dinas.

“Propam akan terus melaksanakan pengawasan berkala guna memastikan anggota tetap disiplin dan menjalankan tugas sesuai dengan aturan yang berlaku,” tutup IPTU Slamet. (*)

Bhabinkamtibmas Loa Janan Ulu Hadiri Penyaluran BLT-DD, Ajak Warga Gunakan Bantuan Secara Bijak

SIDIKPOST | Kukar — Proses penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) di Desa Loa Janan Ulu, Kecamatan Loa Janan, berlangsung aman, tertib, dan lancar pada Selasa (3/6/2025). Dalam kegiatan ini, Bhabinkamtibmas Polsek Loa Janan, Aipda Suwarno, hadir langsung untuk melakukan pendampingan sekaligus menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada masyarakat penerima manfaat.

Kehadiran aparat kepolisian, khususnya Bhabinkamtibmas, bertujuan memastikan bahwa bantuan yang bersumber dari anggaran Dana Desa tersebut disalurkan secara tepat sasaran, transparan, dan bertanggung jawab, serta memberikan edukasi kepada warga terkait penggunaan bantuan.

“Kami mengajak masyarakat agar menggunakan dana bantuan ini secara bijak, utamakan kebutuhan pokok keluarga, kesehatan, dan pendidikan anak. Jangan digunakan untuk hal yang tidak penting,” tegas Aipda Suwarno dalam sambutannya.

Lebih jauh, ia juga mengingatkan kepada seluruh warga agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan selama kegiatan berlangsung, serta menjauhi praktik-praktik penyelewengan dana bantuan.

Kegiatan penyaluran BLT-DD ini juga dihadiri oleh perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat, dengan mekanisme yang telah disesuaikan agar tidak menimbulkan kerumunan dan tetap mengedepankan ketertiban.

Dengan pengawasan dari unsur Bhabinkamtibmas, proses penyaluran bantuan ini diharapkan tidak hanya membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, tetapi juga meningkatkan kepercayaan terhadap program pemerintah serta mendorong kedisiplinan dalam pengelolaan dana bantuan.

“Kehadiran polisi dalam kegiatan seperti ini adalah wujud nyata komitmen kami sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” pungkas Aipda Suwarno. (*)

Polsek Anggana Gelar Patroli Dialogis, Perkuat Keamanan dan Kamtibmas di Wilayah Pedesaan

SIDIKPOST| Kukar — Dalam upaya memperkuat stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah pedesaan, Polsek Anggana melaksanakan Patroli Dialogis di sejumlah desa rawan yang berada dalam wilayah hukumnya, pada Senin (2/6/2025).

Patroli ini dipimpin langsung oleh Aiptu Yosua Parura bersama beberapa anggota, menyasar beberapa titik strategis di Desa Sungai Meriam, Anggana, Sidomulyo, Kutai Lama, Handil Terusan, dan Tani Baru. Langkah ini merupakan bagian dari upaya preventif untuk mencegah potensi gangguan kamtibmas sebelum terjadi.

“Kami tidak hanya patroli, tetapi juga membangun dialog dengan masyarakat. Tujuan kami adalah menggali informasi, menyampaikan imbauan, dan memperkuat kemitraan demi menciptakan lingkungan yang aman,” ujar Aiptu Yosua di sela kegiatan.

Melalui komunikasi langsung dengan warga, petugas menyampaikan pesan-pesan kamtibmas, termasuk kewaspadaan terhadap tindak kejahatan 3C (curas, curat, curanmor), peredaran narkoba, serta potensi konflik sosial. Warga juga diajak untuk aktif melaporkan aktivitas mencurigakan maupun gangguan keamanan sekecil apa pun.

Kegiatan patroli ini juga disambut positif oleh masyarakat. Beberapa tokoh warga mengaku merasa lebih terlindungi dengan kehadiran aparat kepolisian di tengah lingkungan mereka.

“Kegiatan seperti ini membuat kami merasa lebih aman. Polisi bukan hanya datang saat ada masalah, tapi juga hadir dalam keseharian,” ungkap salah satu warga Desa Kutai Lama.

Kapolsek Anggana melalui anggotanya menegaskan bahwa patroli dialogis akan terus digalakkan sebagai bagian dari pendekatan humanis, partisipatif, dan preventif. Dengan dukungan masyarakat, diharapkan situasi kondusif di wilayah hukum Polsek Anggana dapat terus terjaga secara berkelanjutan. (*)

Bhabinkamtibmas Polsek Sangasanga Hadiri Pelepasan Siswa Kelas 6 SDN 02

SIDIKPOST | Kukar — Suasana haru dan penuh kebersamaan mewarnai acara pelepasan siswa-siswi kelas 6 SD Negeri 02 Sangasanga, yang digelar di aula sekolah pada Senin (2/6/2025). Turut hadir dalam momen istimewa ini, Bhabinkamtibmas Kelurahan Jawa Polsek Sangasanga, Aipda Ery, sebagai bentuk dukungan Polri terhadap dunia pendidikan.

Acara yang juga dihadiri oleh unsur tiga pilar Kelurahan Jawa — Lurah, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas — serta perwakilan UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Sangasanga, Ketua Komite Sekolah, dan para wali murid, menjadi bukti kuatnya kolaborasi antar lembaga dalam membina generasi muda.

Sebanyak 25 siswa kelas 6 dilepas secara resmi oleh pihak sekolah dalam upacara yang berlangsung khidmat. Kepala Sekolah, Siti Rominah, S.Pd, menyampaikan kebanggaannya atas kelulusan seluruh siswa dan berharap mereka dapat melanjutkan pendidikan dengan semangat dan tekad tinggi.

“Pelepasan ini bukanlah akhir, tetapi langkah awal menuju masa depan. Semoga anak-anak kami terus semangat meraih cita-cita,” ucapnya.

Rangkaian acara turut dimeriahkan dengan tari-tarian daerah, puisi, serta penampilan seni lainnya yang dibawakan oleh para siswa. Puncak suasana haru terjadi saat penyerahan kenang-kenangan dan penghargaan kepada siswa lulusan terbaik.

Kehadiran Polri dan TNI dalam kegiatan ini menjadi penguat semangat bagi siswa dan orang tua, sekaligus wujud nyata bahwa aparat keamanan juga turut mengambil peran dalam membangun masa depan generasi penerus bangsa.

Dengan sinergi seperti ini, harapan akan lahirnya anak-anak Sangasanga yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing tinggi kian terbuka lebar. (*)

Tiga Pencuri Panel Surya Milik Pemprov Kaltim Diringkus Polsek Samboja

SIDIKPOST| Kukar — Tiga pelaku pencurian panel surya dan baterai lampu jalan milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dibekuk jajaran Polsek Samboja, usai kepergok sedang menjalankan aksinya di Jalan Balikpapan–Handil II, Teluk Pemedas, Sabtu dini hari (31/5).

Pengungkapan kasus bermula dari laporan warga. Tim Unit Reskrim Polsek Samboja yang dipimpin Aipda Abdul Gapur bersama Briptu Rahmat Muharram Siregar segera bergerak melakukan patroli. Sekitar pukul 00.10 WITA, polisi memergoki salah satu pelaku tengah memanjat tiang lampu LPJU-TS. Pengejaran pun dilakukan hingga akhirnya tiga orang berhasil diamankan, yakni S (33), ARS (38), dan BDS (34) — seluruhnya warga Kota Balikpapan.

Ketiganya mengaku telah mencuri 4 unit panel surya 300 Wp 36 VDC dan 4 unit baterai Lithium Iron 25.6 VDC di dua lokasi, yakni Kelurahan Teluk Pemedas dan Kecamatan Muara Jawa. Barang bukti turut diamankan, termasuk mobil Daihatsu Terios bernomor polisi B 2880 UKP, uang tunai Rp 100.000, serta alat bantu berupa tang.

Akibat ulah mereka, Dinas Perhubungan Provinsi Kaltim mengalami kerugian material mencapai Rp 164,7 juta. Aset tersebut merupakan Barang Milik Daerah (BMD) untuk penerangan jalan umum tenaga surya (LPJU-TS).

“Para tersangka kami jerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Kami akan tingkatkan patroli dan pengamanan terhadap fasilitas vital pemerintah,” tegas Kapolsek Samboja, AKP Sarlendra Satria Yudha.

Kini, ketiga pelaku beserta barang bukti diamankan di Mapolsek Samboja untuk proses hukum lebih lanjut. Keberhasilan ini juga menunjukkan pentingnya sinergi antara aparat dan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. (*)

Cerpen fiksi sosial : idealisme yang ditukar, gerakan yang diperdagangkan

Penafian:
Cerpen ini adalah karya fiksi. Tokoh, nama, tempat, dan peristiwa yang digunakan hanyalah hasil imajinasi penulis. Jika ada kesamaan dengan kejadian atau individu nyata, itu semata kebetulan dan tidak dimaksudkan untuk merujuk pada siapa pun.

Langit diatas sekretariat begitu cerah. Gedungnya terlihat kokoh, namun ada yang sesuatu terasa hilang, sesuatu semangat yang dulu pernah membara.

Dari kejauhan, Ferdi memandangi sekretariat baru di antara gedung-gedung milik pemerintah. Dulu, Sebuah sekretariat merupakan jantung Perjuangan sekaligus perlawanan. Kini, hanya tampak seperti gudang tua tanpa penghuni dengan cat mengelupas dan halaman yang tak terawat.

Ferdi, mantan Kader Umum Himpunan Mahasiswa Perjuangan angkatan 2006, kini bekerja sebagai peneliti di sebuah lembaga nirlaba. Sudah lama ia tidak melihat atau hanya mampir berkunjung.

Tapi hari ini, entah kenapa, kakinya membawanya ke sini, seolah ada sebuah dipanggilan kenangan.

Ia tidak masuk ke sekretariat itu. Ia hanya berdiri di seberang jalan, menyaksikan beberapa mahasiswa dengan jaket himpunan lewat sambil tertawa membahas,

“kontrak kerjasama”

dengan salah satu perusahaan properti yang baru saja menutup akses dan menciptakan bencana bagi kampung yang terisolir di antara bangunan baru perumahan.

“Apa nggak bisa di naikin fee dari mereka, Bro? Kita ‘kan berjuang sekaligus membantu meredam warga. Masa cuma dapet segitu?”

kata salah satu dari mereka.

Ferdi menunduk. Tatapannya Nanar dan Dadanya sesak. Dulu, organisasi ini berdiri untuk menantang ketimpangan, Mengadvokasi rakyat yang tak punya suara. Menolak Pengembang tanpa izin, menggugat pembangunan tanpa amdal dan melawan penggusuran sewenang-wenang. Tapi kini, mereka justru menjadi perantara yang menghaluskan kejahatan struktural.

Bukan lagi suara rakyat yang mereka Perjuangankan, tapi proposal kerja sama. Bukan lagi memperjuangkan Nasib rakyat yang terisolir, tapi hanya untuk akomodasi. Dan Hari ini, Bukan lagi kuliah dan aksi sebagai jalan pembebasan, tapi sekadar alat membangun citra dan mengumpulkan keuntungan pribadi.

Di warung kopi tua depan Sekretaris, Ferdi duduk sendirian. Ia membuka media sosial dan menemukan postingan junior-juniornya: foto-foto “aksi damai” di depan kantor Pemerintahan, lalu disambung dengan unggahan makan malam mewah dan caption beraroma diplomatis:

“Bersyukur bisa berjejaring demi memperjuangkan aspirasi warga.”

Tapi Ferdi tahu, warga tidak pernah diajak bicara. Apalagi diperjuangkan.

Salah satu dari mereka, Rusdin Ketua Umum saat ini, merupakan mahasiswa abadi lebih dari semester 14, sudah Tujuh tahun kuliah dan beberapa tahun sudah tidak mengisi KRS, tapi masih rajin datang ke forum-forum bisnis dan diskusi tertutup dengan Pengusaha, Senior Poltisi hingga para pemilik perusahaan besar. Pernah suatu waktu Ferdi mengirim pesan:

“Rusdin, hati-hati dengan posisi organisasi. Jangan sampai kita jadi perpanjangan tangan kekuasaan Yang ikut menindas dan memeras.”

Tidak menunggu lama, langsung mendapatkan Balasan yang datang ringan:

“Bang, Saat ini zaman sudah berubah. Kita harus fleksibel. Kalau terlalu keras, kita ditinggal zaman dan Gak kebagian sama yang lain.”

Ferdi tidak lagi membalas, hanya menghela napas. Zaman memang berubah. Tapi apakah idealisme harus di jual atau dikubur?

Malam itu, Ferdi menulis di blog lamanya, tempat ia dulu mencatat kisah-kisah perjuangan:

“Organisasi secara fisik masih hidup, tapi jiwanya sudah lama mati. Yang tersisa hanya nama, logo dan warisan kosong. Pemuda-pemuda yang dulu membawa bara, kini sibuk menawar harga.”

Ia menutup laptopnya dan memandangi kesunyian malam. Ia hanya merenung, begitu miris dengan kondisi organisasinya, sudah tidak ada lagi suara nyaring dari sekretariat apalagi diskusi-diskusi malam yang penuh amarah dan harapan.

Himpunan itu masih ada. Tapi ruh perjuangannya telah ditukar dengan Pesta di bar, paket makan siang dan Saldo ATM.

Ferdi memjamkan matanya mengingat masa-masa ruh perjuangan organisasi masih hidup dan hatinya berdoa agar kelak, ada satu dua orang muda yang tersesat lalu tersadar bahwa berorganisasi bukan untuk menjadi kaya, tapi untuk belajar mencintai kebenaran, sekalipun harus miskin karenanya.

================

Seminggu setelah kunjungannya ke Sekretariat, Ferdi mendapat undangan diskusi dari Lembaga Pers Mahasiswa yang masih bertahan dengan idealisme yang nyaris lapuk.

Judul diskusinya sederhana tapi provokatif:

“Ke Mana Pergi Perjuangan Mahasiswa?”

Ia sempat ragu datang, bukan karena takut berdebat, tapi karena tahu ia akan bicara di hadapan generasi yang lebih lihai membuat narasi ketimbang menumbangkan ketidakadilan.

Namun, setelah merenung panjang akhirnya, ia hadir. Menurutnya diam, merupakan bentuk pengkhianatan paling halus.

Di ruang diskusi itu di hadiri sekitar 30 mahasiswa dengan duduk melingkar. Sebagian hanya ingin konten untuk media sosial, sisanya memang datang karena resah. Ferdi berdiri, menyapa dengan nada datar.

“Dulu, kami berdiskusi bukan untuk debat kusir, tapi untuk mencari arah. Dulu, kami turun ke jalan bukan untuk viral, tapi untuk membuat kekuasaan sadar bahwa rakyat sedang sekarat.”

Ia menatap mata-mata muda di depannya.

“Tapi sekarang,” lanjutnya,

“kalian lebih sibuk mengurusi audiensi, lobi, dan CSR. Kalian bilang rakyat harus dibela, tapi kalian menandatangani MoU dengan mereka yang menindas rakyat. Kalian berdiri di dua kaki: satu di sekretariat, satu lagi di meja direktur perusahaan.”

Ruangan hening. Hanya terdengar bunyi kipas angin tua yang berderit.

Seorang peserta, perempuan muda dengan mata tajam, mengangkat tangan. Namanya Renita. Ia mengaku sebagai anggota baru himpunan,

“Bang Ferdi, apakah semua yang kami lakukan hari ini salah? Bukankah zaman Sudah berubah? Kami tidak bisa terus jadi mahasiswa jalanan. Perjuangan sekarang harus adaptif, strategis.”

Ferdi tersenyum pahit,

“Adaptif itu perlu, tapi jangan menjual harga diri. Strategis itu penting, tapi jangan sampai jadi perantara transaksi kotor.”

Ia berhenti sejenak, lalu menambahkan dengan suara yang lebih pelan,

“Kalau kalian tetap mengatasnamakan rakyat, setidaknya datanglah ke rumah mereka. Dengarkan langsung. Jangan hanya bawa nama mereka, lalu setelah mendapatkan Amplop tebal di balik penderitaan mereka, lalu Pergi dengan pesta kemenangan.”

Renita diam dan tertunduk. Beberapa peserta mulai gelisah.

Usai diskusi, Ferdi duduk sendirian di anak tangga gedung. Tak lama, seseorang menghampirinya. Wajahnya tidak asing, Rusdin.

“Bang Ferdi,” sapanya pelan.

“Tadi saya dengar diskusinya. Saya tidak datang langsung, tapi saya tahu arah bicaramu.”

Ferdi menoleh,

“Sudah waktunya kamu berhenti main dua kaki, Din. Organisasi bukan warung politik. Bukan juga agen properti.”

Rusdin terdiam. Tapi kali ini wajahnya tak lagi percaya diri seperti biasanya.

“Aku… aku lelah, Bang. Awalnya aku juga mau idealis. Tapi semua orang menertawakan. Senior-senior dulu yang bersih, sekarang jadi Politisi sekaligus Makelar Proyek, pengacara sekaligus LSM yang biasa transaksi dengan perusahaan. Aku berpikir, untuk apa kita berteriak kalau semua telinga dan Pemikiran sudah disumbat?”

Ferdi memandangnya, dalam diam yang lama.

“Justru karena semua orang bungkam, kita harus tetap bersuara,” jawab Ferdi akhirnya.

“Kalau kamu ikut diam, maka tak ada lagi yang tersisa.”

Beberapa bulan kemudian, Rusdin mundur dari jabatannya. Tak ada seremoni. Tak ada pengumuman. Tapi di dinding sekretariat, ia meninggalkan satu tulisan dengan spidol hitam:

“Perjuangan ini bukan tempat mencari kaya. Jika aku pernah melenceng, semoga kalian tidak mengikuti jejak yang sama.”

Dan pada malam yang sepi, Ferdi kembali menulis:

“Ternyata masih ada bara yang belum padam. Semoga kelak, ada yang meniupnya kembali hingga menyala.”

=TAMAT=

ARDHI MORSSE. SENIN, 2 JUNI 2025