Jaga Stabilitas Pasca PSU Pilkada, Polres Kukar Perkuat Pengamanan di Kantor Bawaslu dan KPU

SIDIKPOST| Kukar — Guna memastikan situasi tetap kondusif pasca pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Kutai Kartanegara 2025, Polres Kutai Kartanegara meningkatkan pengamanan di kantor-kantor penyelenggara pemilu, khususnya Kantor Bawaslu dan KPU Kabupaten Kutai Kartanegara.

Pada Kamis malam hingga Jumat pagi (8–9 Mei 2025), Regu 3 dari personel Polres Kukar melaksanakan pengamanan di kedua kantor tersebut sebagai bagian dari Operasi Mantap Praja 2025.

Pengamanan dilakukan dengan pola stasioner dan patroli terbatas di sekitar area kantor, berkolaborasi dengan satuan pengamanan internal dan sejumlah pegawai Bawaslu. Langkah ini bertujuan mencegah potensi gangguan keamanan seperti sabotase, perusakan aset, maupun tindakan provokatif yang dapat mengganggu tahapan pasca-PSU.

Kapolres Kutai Kartanegara, AKBP Dody Surya Putra, menyampaikan bahwa pengamanan ini merupakan wujud komitmen Polres Kukar dalam mendukung jalannya proses demokrasi yang aman, tertib, dan damai.

“Pengamanan ini adalah langkah antisipatif dan preventif agar seluruh rangkaian tahapan Pilkada berjalan lancar, jujur, adil, dan kondusif. Kami akan terus bersiaga hingga semua proses selesai,” ujar AKBP Dody Surya Putra.

Polres Kukar juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terprovokasi oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi terkait Pilkada.

Dengan pengamanan yang maksimal, diharapkan suasana pasca-PSU tetap aman dan damai, sehingga seluruh tahapan Pilkada Kutai Kartanegara 2025 dapat terlaksana dengan baik tanpa gangguan yang berarti. (*)

Dekatkan Diri dengan Warga, Personel Polsek Muara Kaman Sambangi Pekebun Jaga Kamtibmas

SIDIKPOST | Kukar – Dalam upaya memperkuat hubungan antara kepolisian dan masyarakat sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Bhabinkamtibmas bersama personel Polsek Muara Kaman melaksanakan kegiatan sambang ke para pekebun di wilayah hukum Polsek Muara Kaman, Selasa (06/05/2025).

Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi preventif Polri dalam membangun sinergi, komunikasi, serta kedekatan emosional dengan masyarakat, khususnya para petani dan pekebun yang berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan di daerah.

Dalam kesempatan tersebut, personel kepolisian menyampaikan imbauan kamtibmas, mendengarkan aspirasi dan keluhan warga, serta memberikan motivasi agar para pekebun tetap bersemangat dalam mengelola lahan pertanian mereka. Selain itu, petugas juga mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap potensi gangguan keamanan di sekitar lahan mereka.

Kapolsek Muara Kaman, IPTU Gede Wijaya, menegaskan bahwa kegiatan sambang ini dilakukan secara rutin sebagai bentuk kepedulian dan kehadiran Polri di tengah masyarakat.

“Kami ingin masyarakat merasa aman, nyaman, dan terlindungi. Melalui kegiatan sambang ini, kami bisa membangun komunikasi dua arah yang baik, sekaligus mengetahui langsung permasalahan yang dihadapi warga,” ujar IPTU Gede Wijaya.

Kehadiran polisi di tengah-tengah pekebun mendapat sambutan positif dari warga. Mereka merasa senang dan lebih tenang dengan adanya perhatian dari pihak kepolisian. Warga berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan demi menjaga kedekatan dan kepercayaan antara Polri dan masyarakat.

Dengan pendekatan humanis dan dialogis, Polsek Muara Kaman berkomitmen untuk terus mempererat kemitraan dengan masyarakat dalam menjaga stabilitas kamtibmas, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang aman dan kondusif di wilayahnya. (*)

Pasca PSU Pilkada, Bhabinkamtibmas Loa Janan Ulu Ajak Warga Jaga Persatuan dan Kamtibmas

SIDIKPOST| Kukar – Dalam rangka menjaga kondusivitas pasca pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada, Bhabinkamtibmas Desa Loa Janan Ulu, Polsek Loa Janan, Aipda Suwarno, intens melaksanakan kegiatan sambang warga untuk memperkuat hubungan kemitraan sekaligus menyampaikan pesan-pesan kamtibmas.

Kegiatan sambang ini berlangsung pada Selasa (06/05/2025), di mana Aipda Suwarno berkunjung langsung ke rumah-rumah warga dan tempat berkumpulnya masyarakat di Desa Loa Janan Ulu. Dalam kesempatan itu, ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan kebersamaan, serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu negatif yang beredar pasca PSU Pilkada.

“Pasca PSU Pilkada ini, mari kita rawat bersama persaudaraan. Jangan mudah terpengaruh berita bohong atau ajakan-ajakan yang bisa memecah belah. Jika ada masalah, segera komunikasikan dengan perangkat desa atau laporkan ke kepolisian,” ujar Aipda Suwarno.

Tak hanya itu, Aipda Suwarno juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi gangguan keamanan seperti pencurian, peredaran narkoba, maupun konflik sosial. Ia mendorong warga untuk mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling) dan memperkuat toleransi antarwarga.

Kehadiran Bhabinkamtibmas mendapat apresiasi positif dari warga yang merasa terlindungi dan didukung oleh kehadiran polisi di lingkungan mereka. Warga berharap komunikasi dan sinergi dengan kepolisian dapat terus ditingkatkan demi menjaga situasi tetap aman dan nyaman.

Melalui kegiatan sambang ini, Polsek Loa Janan berharap tercipta stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif, sekaligus mendorong masyarakat tetap bersatu dan bijak dalam menyikapi dinamika pasca pesta demokrasi di daerahnya. (*)

Tongkang Hanyut Timpa Rumah Warga di Sungai Meriam, Polsek Anggana Bergerak Cepat Tangani Insiden

SIDIKPOST| Kukar – Warga Desa Sungai Meriam, Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara, dikejutkan oleh insiden hanyutnya sebuah tongkang milik PT. Marindo Pacific dengan nama Maritim Perkasa 3029 pada Selasa malam (6/5/2025) sekitar pukul 19.04 Wita. Tongkang yang terlepas dari tambatan tersebut hanyut terbawa arus dan menabrak pekarangan belakang rumah warga di RT 13 Kelurahan Sungai Meriam.

Akibat kejadian ini, sejumlah fasilitas milik warga mengalami kerusakan, di antaranya kapal domping double mesin, perahu ketinting, dan jembatan penghubung nelayan. Empat warga terdampak dalam insiden ini yakni Ferdi, Sahar, Burhan (ketiganya nelayan setempat), dan Catur, seorang karyawan swasta asal Samarinda.

Kapolsek Anggana, AKP Akhmad Wira Taryudi, mengungkapkan bahwa insiden diduga dipicu oleh putusnya tali pengikat tongkang akibat derasnya arus sungai dan tiupan angin kencang. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

“Setelah sempat menabrak pekarangan warga, tongkang berhasil diamankan oleh kapal tugboat Maritim Perkasa 3029 sekitar pukul 19.45 Wita dan ditarik ke tengah sungai,” jelas AKP Akhmad.

Menindaklanjuti kejadian ini, Polsek Anggana bersama Sat Polairud Polres Kutai Kartanegara segera mendatangi lokasi, melakukan olah TKP, pengumpulan keterangan saksi, dokumentasi kerusakan, dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk tindak lanjut.

Polsek Anggana mengimbau perusahaan-perusahaan pemilik alat angkut air untuk meningkatkan standar pengamanan dan pengawasan alat transportasi guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Pendataan kerugian material yang dialami warga masih terus dilakukan. (*)

Tingkatkan Kesiapsiagaan, Sat Samapta Polres Kukar Gelar Latihan Boxing untuk Personel

SIDIKPOST| Kukar – Satuan Samapta Polres Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya meningkatkan profesionalisme dan kesiapan anggotanya melalui latihan bela diri. Pada Rabu pagi (7/5/2025), sebanyak 40 personel mengikuti kegiatan latihan peningkatan kemampuan bela diri (Boxing) yang digelar di Lapangan Mako Polres Kutai Kartanegara.

Latihan ini dipimpin langsung oleh Kasat Samapta Polres Kukar, AKP Nursan, dengan menghadirkan instruktur profesional Rahman Manurung dari AOKI Kukar. Turut mendampingi sebagai instruktur internal yaitu Brigpol Zamil, Brigpol Arifin, dan Briptu Adhe Risci.

Selama latihan, para peserta mendapat materi teknik dasar bela diri, penguatan fisik, serta latihan ketahanan mental. Latihan ini diharapkan menjadi bekal penting bagi anggota Sat Samapta dalam menghadapi tugas di lapangan, termasuk situasi yang membutuhkan kemampuan pertahanan diri.

“Kemampuan bela diri bukan hanya untuk melindungi diri sendiri, tetapi juga untuk memastikan anggota siap memberikan perlindungan kepada masyarakat saat dibutuhkan,” ujar AKP Nursan dalam keterangannya.

Ia menambahkan, kegiatan ini sekaligus menjadi sarana pembinaan kedisiplinan, meningkatkan kepercayaan diri, serta menjaga kebugaran personel agar tetap prima dalam melaksanakan tugas.

Latihan bela diri ini direncanakan akan rutin dilaksanakan guna memastikan seluruh anggota Sat Samapta Polres Kutai Kartanegara memiliki kemampuan fisik, teknik, dan mental yang mumpuni sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.(*)

Polres Kukar Intensifkan Patroli Premanisme, Pastikan Rasa Aman di Ruang Publik

SIDIKPOST | Kukar – Komitmen mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat terus diperkuat oleh jajaran Polres Kutai Kartanegara (Kukar) melalui pelaksanaan Patroli Antisipasi Premanisme yang digelar pada Selasa (6/5/2025) sore.

Kegiatan menyasar kawasan Taman Ulin, Kecamatan Tenggarong, yang menjadi salah satu titik keramaian masyarakat.

Patroli ini melibatkan enam personel piket Polres Kukar, yaitu Bripda Asriel, Bripda Reza Munawar Hanif, Bripda M. Onix Andi Herlambang, Bripda Arfan Batavia Supriadi, Bripda Abiyu Alif Haidar, dan Bripda Dedy Hermawan.

Para personel aktif menyambangi warga yang sedang beraktivitas, sekaligus menyampaikan pesan kamtibmas dan mengimbau masyarakat agar tidak segan melapor jika menemukan indikasi premanisme maupun pungutan liar.

“Kegiatan patroli ini bertujuan menciptakan rasa aman dan nyaman di ruang publik serta mempersempit ruang gerak pelaku tindak kejahatan,” terang salah satu personel patroli.

Masyarakat menyambut positif kehadiran aparat kepolisian yang rutin berpatroli di area publik. Mereka merasa lebih tenang dan terlindungi dari potensi gangguan keamanan.

Patroli antisipasi premanisme ini menjadi langkah preventif Polres Kukar untuk menekan angka kriminalitas jalanan dan menciptakan lingkungan yang lebih tertib. Polres Kukar juga mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif menjaga keamanan lingkungan sekitar dan segera menghubungi pihak kepolisian apabila menemukan aktivitas mencurigakan.

Dengan sinergi antara polisi dan masyarakat, diharapkan stabilitas keamanan di wilayah hukum Polres Kutai Kartanegara dapat terus terjaga. (*)

Zulmansyah Sekedang Kritik Revisi UU Penyiaran di DPR

SIDIKPOST `| Jakarta – Ketua Umum PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang, menyampaikan kritik tajam terhadap sejumlah pasal dalam draf revisi Undang-Undang Penyiaran saat hadir dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Panja Penyiaran Komisi I DPR RI, Senin (5/5/2025). Bertempat di Kompleks Parlemen Senayan, rapat ini mengangkat isu krusial: “Dampak Pengaturan Penyiaran Multiplatform dalam Perubahan UU Penyiaran.”

Zulmansyah menilai revisi UU tersebut berisiko membatasi ruang gerak media, khususnya media digital dan jurnalisme multiplatform. “Kemajuan teknologi harus disambut dengan regulasi yang progresif, bukan represif. Jangan sampai revisi ini justru jadi alat pembungkaman,” tegasnya.

PWI Pusat hadir dengan kekuatan penuh, termasuk Sekjen Wina Armada Sukardi, Ketua Kerja Sama Agus Sudibyo, Dewan Pakar Nurjaman Mochtar, Dewan Penasehat Fachri Muhammad, dan Bendahara Umum Marthen Slamet. Mereka kompak menyuarakan perlunya perlindungan terhadap kebebasan pers, serta menolak potensi overregulasi terhadap konten jurnalistik di platform digital.

Selain PWI, perwakilan dari AJI dan AVISI juga memberikan masukan, menekankan perlunya regulasi yang proporsional dan tidak menghambat inovasi serta hak publik atas informasi.

Komisi I DPR RI menyambut baik masukan dari para pemangku kepentingan dan menegaskan komitmennya untuk menyusun revisi UU Penyiaran yang seimbang antara kepentingan industri, kebebasan pers, dan perlindungan publik. ( *)

Polres Kukar Sisir Jalan Diponegoro di Dini Hari

SIDIKPOST| Kukar – Dalam upaya menekan potensi gangguan kamtibmas di waktu rawan, Polres Kutai Kartanegara menggelar patroli dini hari di sepanjang Jalan Diponegoro, Kecamatan Tenggarong, Senin (5/5/2025) pukul 01.00 WITA.

Patroli dipimpin oleh enam personel dari satuan piket Polres Kukar yang menyasar titik-titik strategis yang rawan akan aktivitas premanisme dan pungutan liar. Dalam kegiatannya, petugas juga menyampaikan pesan kamtibmas kepada warga yang dijumpai agar aktif melaporkan setiap potensi gangguan keamanan.

Kasat Samapta AKP Nursan menjelaskan, kegiatan ini merupakan langkah antisipatif yang konsisten dilakukan untuk menjaga rasa aman masyarakat. “Kami tidak ingin memberi ruang bagi aksi premanisme. Polres Kukar berkomitmen menjaga kenyamanan warga, bahkan saat dini hari,” ujarnya.

Kegiatan ini pun mendapat respons positif dari warga yang merasa lebih tenang dengan kehadiran aparat kepolisian di waktu-waktu sepi. Patroli akan terus digencarkan sebagai bagian dari strategi preventif menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kukar. (*)

Polsek Muara Jawa Ajak Pelajar Jadi Generasi Taat dan Disiplin

SIDIKPOST | – Upaya menanamkan nilai-nilai kedisiplinan dan kepatuhan hukum kepada generasi muda terus dilakukan Polsek Muara Jawa. Hal ini terlihat dari kehadiran Bhabinkamtibmas Muara Jawa Ilir, Aipda Ristomoyo, sebagai Pembina Upacara di MTS Baitul Aman, Senin pagi (5/5/2025).

Dalam amanatnya di hadapan siswa dan guru, Aipda Ristomoyo menyampaikan pesan penting mengenai kamtibmas, mulai dari menjauhi kenakalan remaja, disiplin berlalu lintas, hingga pentingnya menghormati orang tua dan guru. Ia juga mengajak para pelajar untuk fokus belajar demi meraih masa depan yang gemilang.

“Kedisiplinan dan kepatuhan harus dimulai sejak dini. Kami hadir untuk memberikan motivasi dan edukasi agar pelajar menjadi pribadi yang bertanggung jawab,” ucapnya.

Kegiatan ini disambut antusias oleh pihak sekolah. Kepala MTS Baitul Aman, M. Saufi, mengapresiasi inisiatif Polsek Muara Jawa yang aktif memberikan pembinaan moral kepada siswa-siswinya.

Sementara itu, Plh. Kapolsek IPTU Al Anas menegaskan bahwa Polsek Muara Jawa akan terus melakukan pendekatan ke sekolah-sekolah sebagai bentuk kontribusi dalam mencetak generasi muda yang taat hukum dan berakhlak mulia. (*)

Polsek Anggana Mediasi Warga, Cegah Konflik Berkepanjangan

SIDIKPOST | Kukar– Polsek Anggana menunjukkan komitmennya dalam menjaga harmoni sosial dengan memfasilitasi mediasi antara dua warga yang berselisih, Agus Riduansyah dan Ardi, pada Minggu (4/5/2025). Perselisihan yang bermula dari kesalahpahaman pekerjaan ini nyaris memicu tindakan pengancaman sebelum ditangani aparat.

Bertempat di Mapolsek Anggana, kedua belah pihak duduk bersama dan didampingi anggota kepolisian untuk mencari jalan damai. Hasilnya, keduanya sepakat menyelesaikan masalah secara kekeluargaan tanpa melibatkan jalur hukum.

Kapolsek Anggana AKP Ahmad Wira Taryudi menyampaikan terima kasih atas sikap terbuka dan damai kedua warga. “Kami mengedepankan penyelesaian persuasif dan damai. Ini adalah bentuk pelayanan kami agar masyarakat merasa dilindungi dan dibantu dalam menyelesaikan konflik,” ujarnya.

Kegiatan mediasi ini mendapat respons positif dari masyarakat, yang menilai pendekatan humanis Polsek Anggana menjadi contoh penyelesaian konflik tanpa kekerasan. Dengan semangat musyawarah, keamanan dan ketertiban di lingkungan tetap terjaga. ( *)

Polsek Muara Jawa dan Warga Bersatu, Gotong Royong Perbaiki Jalan di Muara Jawa Ulu

SIDIKPOST | Kukar – Bhabinkamtibmas Kelurahan Muara Jawa Ulu, Aiptu Immanuel M, turut serta dalam kegiatan gotong royong bersama warga di wilayah binaannya, Minggu (4/5/2025). Kegiatan ini dilakukan untuk melakukan semenisasi badan jalan yang menghubungkan RT 018 dan RT 033, tepatnya di Jalan Ir. Soekarno, Gang Mangga menuju Gang Durian, Kelurahan Muara Jawa Ulu, Kecamatan Muara Jawa.

Partisipasi Bhabinkamtibmas dalam kegiatan ini mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Kegiatan gotong royong dinilai menjadi bentuk kebersamaan serta kepedulian terhadap pembangunan infrastruktur lingkungan.

Kapolres Kutai Kartanegara, AKBP Dody Surya Putra, melalui Kapolsek Muara Jawa, IPTU Al Annas, menjelaskan bahwa kehadiran Bhabinkamtibmas dalam kegiatan warga merupakan bagian dari upaya Polri membangun sinergitas dengan masyarakat.

“Melalui kegiatan seperti ini, anggota Polri dapat lebih dekat dengan masyarakat sekaligus melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas),” ujar IPTU Al Annas.

Kegiatan gotong royong ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat, serta menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman di wilayah hukum Polsek Muara Jawa. (*)

Reklame Ilegal Menantang Hukum di Jakarta Barat, Aparat Diam Seribu Bahasa

SIDIKPOST |JAKARTA – Sebuah papan reklame raksasa berdiri mencolok di dekat Halte Transjakarta Jembatan Gantung, Jalan Raya Daan Mogot KM 11 No. 38, Kedaung Kaliangke, Cengkareng, Jakarta Barat.

Meskipun tak memiliki izin konstruksi dan tidak menyetor retribusi pajak ke kas daerah, reklame itu tetap berdiri megah tanpa gangguan dari otoritas.

Pantauan wartawan pada Minggu malam (4/5/2025) menunjukkan bahwa iklan produk air mineral masih terpampang terang. Padahal, laporan warga melalui aplikasi resmi Pemprov DKI, JAKI, dengan ID Laporan JK505010382, menyebutkan reklame tersebut melanggar aturan zonasi reklame yang ketat, tidak memiliki izin konstruksi, dan tidak membayar pajak.

Ironisnya, hingga kini belum ada tindakan konkret dari pemerintah kota. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Barat mengaku belum bisa bergerak karena belum mengantongi rekomendasi teknis (rekomtek) dari Suku Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (Citata).

“Ditanya ke Citata saja, Pak. Kalau kita belum terima rekomendasi,” ujar Kasie Tramtibum Satpol PP Jakarta Barat, Edison Butar Butar, Sabtu (3/5).

Namun, alasan itu dinilai tak masuk akal oleh akademisi dan pengamat kebijakan publik, Awy Eziary, S.H., S.E., M.M., yang menyebut ini sebagai pola klasik untuk melempar tanggung jawab antar instansi.

“Kalau bicara regulasi, rekomtek selalu jadi tameng untuk tidak bertindak. Ini bukan lagi soal izin, tapi soal nyali dan integritas penegak hukum,” ujar Awy, Senin (5/5/2025).

Menurut Awy, kasus seperti ini bukan fenomena baru. Di banyak titik di Jakarta Barat, reklame ilegal berdiri terang-terangan.

Namun laporan warga acapkali mandek, seolah terhenti di tangan oknum. Ia bahkan menuding adanya kolusi antara pengusaha pemilik reklame dan pejabat terkait, mulai dari petugas pajak, perizinan, hingga Satpol PP.

“Citata selama ini tertutup terhadap publik. Pejabatnya anti-kritik. Ini bukti bahwa sistem pengawasan kita sedang digerogoti oleh korupsi sistemik,” tegasnya.

Lebih jauh, Awy mendesak Kejaksaan Negeri Jakarta Barat untuk turun tangan menyelidiki dugaan praktik kotor ini. Ia menilai pembiaran yang terjadi bukan lagi pelanggaran administratif biasa, melainkan indikasi kuat adanya tindak pidana korupsi yang harus diusut hingga tuntas.

“Laporan-laporan ini tidak boleh berakhir di meja birokrasi, tapi harus sampai ke meja hukum yang independen dan berani,” ujarnya.

Berdasarkan Peraturan Gubernur DKI Jakarta No. 100 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Reklame, kawasan seperti Jalan Daan Mogot masuk dalam zona kendali ketat. Di zona ini, pemasangan reklame tiang tunggal dilarang. Iklan hanya diperbolehkan di dinding atau atap bangunan, itupun harus mencerminkan aktivitas usaha di lokasi.

Namun reklame yang kini berdiri tidak hanya menyalahi zonasi, tetapi juga menggunakan pencahayaan luar (external lighting), berdiri di luar batas sempadan jalan, dan jelas tidak mewakili usaha yang ada di lokasi tersebut.

Mirisnya, Daan Mogot bukan satu-satunya lokasi. Wartawan menemukan reklame ilegal serupa di Jalan Letjen S. Parman No. 31, di depan eks Mapolres Jakarta Barat, serta di Jalan Outer Ring Road, Tegal Alur, Kalideres. Ketiganya berdiri tanpa izin resmi dan diduga kuat tidak menyetorkan pajak reklame ke daerah.

Fenomena ini menciptakan preseden buruk dalam tata kelola kota. Ketika hukum bersikap tumpul terhadap pelanggar bermodal besar, muncul pertanyaan mendasar di tengah masyarakat: siapa sebenarnya yang mengatur wajah Jakarta, pemerintah, atau para pemain bayangan?

Kini, sorotan publik tertuju kepada Pemprov DKI Jakarta dan aparat penegak hukum. Apakah mereka akan bertindak tegas, atau justru membiarkan hukum dipermainkan demi kepentingan gelap? ( *)