Wakapolres Kukar Hadiri Sidang Paripurna ke-5, Saksikan Pengumuman Bupati dan Wakil Bupati Terpilih

SIDIKPOST| Kukar – Wakil Kepala Kepolisian Resor Kutai Kartanegara (Wakapolres Kukar), Kompol M. Aldy Harjasatya, menghadiri Sidang Paripurna ke-5 DPRD Kukar dengan agenda pengumuman hasil penetapan calon Bupati dan Wakil Bupati terpilih tahun 2024. Kegiatan ini digelar sebagai tindak lanjut atas putusan Mahkamah Konstitusi (MK) pasca pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU).

Sidang berlangsung pada Rabu (14/5) pukul 10.00 WITA di ruang rapat paripurna DPRD Kukar, Jalan Wolter Monginsidi, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong. Dalam sidang tersebut, diumumkan secara resmi pasangan dr. Aulia Rahman Basri dan H. Rendi Solihin sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kutai Kartanegara terpilih periode 2025–2030. Pasangan ini meraih suara terbanyak dengan total 209.905 suara atau 57,27% dari total suara sah.

Kehadiran Kompol M. Aldy Harjasatya bersama jajaran Forkopimda menegaskan komitmen Polres Kutai Kartanegara dalam mendukung kelancaran seluruh tahapan Pilkada, termasuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat selama proses berlangsung.

Wakapolres turut mengikuti seluruh rangkaian acara, termasuk penandatanganan berita acara dan sesi foto bersama kepala daerah terpilih, sebagai bentuk sinergi antara aparat keamanan dan lembaga pemerintahan dalam menjaga keberlangsungan demokrasi yang aman dan damai.

Sidang berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh khidmat. Dalam keterangannya, Wakapolres menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan aktif menjaga situasi kondusif selama pelaksanaan tahapan Pilkada hingga penetapan hasil akhir. (*)

Razia Tempat Hiburan Malam, Polsek Muara Jawa Amankan Pria Bawa Senjata Tajam

SIDIKPOST| Kukar – Polsek Muara Jawa mengamankan seorang pria yang kedapatan membawa senjata tajam tanpa izin saat razia di sebuah tempat hiburan malam, dalam rangka Operasi Pekat Mahakam II Tahun 2025. Penangkapan dilakukan pada Rabu (14/5/2025) sekitar pukul 00.10 WITA di Café Bunga Mawar, Jalan Sultan Himayatudin, RT 028, Kelurahan Muara Jawa Ulu.

Plh Kapolsek Muara Jawa IPTU Al Anas menjelaskan, razia ini merupakan bagian dari upaya penertiban penyakit masyarakat yang ditingkatkan melalui Operasi Pekat Mahakam II. Kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolsek bersama Kanit Reskrim IPDA Silvester Rante Mas Pakurimba, melibatkan sejumlah personel gabungan.

Dalam pemeriksaan terhadap pengunjung, petugas menemukan sebilah keris sepanjang 20 cm bersarung, terbuat dari besi dengan gagang kayu, yang diletakkan di atas sofa tempat seorang pria duduk. Setelah diinterogasi, pria berinisial AS (29), warga Kelurahan Muara Jawa Pesisir, mengakui bahwa senjata tersebut miliknya.

Atas kepemilikan senjata tajam tanpa hak tersebut, AS dijerat dengan Undang-Undang Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951 Pasal 2 ayat (1) dan langsung diamankan ke Mapolsek Muara Jawa beserta barang bukti untuk proses hukum lebih lanjut.

IPTU Al Anas menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan razia rutin guna menekan angka kriminalitas dan menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif di wilayah hukum Polsek Muara Jawa. (*)

Polsek Samboja Ungkap Pungli di SPBU, Dua Pelaku Diamankan dalam Operasi Pekat Mahakam II

SIDIKPOST| Kukar – Unit Reskrim Polsek Samboja mengungkap praktik pungutan liar (pungli) dan premanisme di sekitar SPBU Jalan BPP–Handil II, Kelurahan Pemedas, Kecamatan Samboja. Pengungkapan ini dilakukan dalam rangka Operasi Pekat Mahakam II Tahun 2025 yang menyasar berbagai bentuk penyakit masyarakat.

Kapolsek Samboja, AKP Sarlendra Satria Yudha, menjelaskan bahwa kasus ini terungkap pada Selasa (13/5/2025) sekitar pukul 14.00 WITA, setelah adanya laporan dari seorang sopir truk yang menjadi korban pemerasan saat mengantre solar.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Reskrim langsung bergerak ke lokasi dan mengamankan dua pria, masing-masing berinisial H (warga Samboja Kuala) dan Y (warga Pemedas). Keduanya tertangkap tangan memungut biaya parkir secara paksa sebesar Rp15.000 kepada setiap sopir truk.

Polisi juga mengamankan barang bukti berupa uang tunai Rp1.805.000 dan sebuah tas hitam merek HSTR yang digunakan pelaku untuk menyimpan hasil pungli.

“Tindakan tersebut merupakan bentuk pemerasan dan pungutan liar yang melanggar Pasal 368 KUHP,” tegas Kapolsek.

Sebagai langkah awal, kedua pelaku menjalani pembinaan dan diminta menandatangani surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya. Polsek Samboja menegaskan komitmennya untuk terus menindak tegas praktik serupa demi menjaga kenyamanan dan ketertiban masyarakat. (*)

Kapolsek Loa Janan Salurkan Bantuan Sembako untuk Personel Terdampak Banjir

SIDIKPOST| Kukar – Wujud empati dan perhatian terhadap anggotanya yang terdampak bencana banjir, Kapolsek Loa Janan AKP Abdillah Dalimunthe, S.H., M.H., memimpin langsung penyaluran bantuan sembako kepada personel yang tinggal di asrama Polsek Loa Janan, Rabu (14/5) sore.

Kegiatan yang berlangsung pukul 17.00 WITA ini turut dihadiri oleh Ketua Bhayangkari Ranting Loa Janan Ny. Ita Dalimunthe beserta anggota, serta Kanit Samapta Polsek IPDA Didik Gianto. Sebanyak enam personel yang terdampak menerima bantuan secara langsung.

Dalam keterangannya, Kapolsek menyampaikan bahwa penyaluran sembako ini merupakan bentuk solidaritas internal dan dukungan moril dari pimpinan kepada anggota yang terdampak bencana. “Kami ingin memastikan bahwa keluarga besar Polsek Loa Janan saling menguatkan dalam situasi sulit seperti ini. Semoga bantuan ini bermanfaat dan menjadi penguat semangat,” ujar AKP Abdillah.

Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan, serta disambut dengan rasa haru dan syukur dari para personel penerima bantuan. Hingga selesai pukul 17.50 WITA, kegiatan berjalan aman, lancar, dan penuh makna kebersamaan. (*)

Ancol Dukung Fun Bike Siwo PWI Jaya, Siapkan Doorprize Menarik

SIDIKPOST| JAKARTA – Manajemen Taman Impian Jaya Ancol menyambut antusias gelaran sepeda santai (Fun Bike) yang diadakan oleh Seksi Wartawan Olahraga (Siwo) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DKI Jakarta pada Minggu, 25 Mei 2025 mendatang. Tak sekadar mendukung, Ancol juga akan turut memberikan doorprize bagi para peserta.

“InsyaAllah kami ikut memberi doorprize, mungkin berupa tiket-tiket masuk beberapa sarana di Ancol,” kata Agung Praptono, Corporate Secretary PT Pembangunan Jaya Ancol, Selasa (13/5) siang di Resto Ombak Laut, Pantai Carnaval Ancol.

Didampingi Daniel Windriatmoko dari Corcomm TIJA, Agung juga memberikan masukan soal teknis rute agar Fun Bike lebih menarik dan menantang. Ia menyarankan agar rute dari Monas dilanjutkan ke Pasar Baru, Gunung Sahari, masuk melalui pintu Carnaval, melewati Marina, Dufan, Ecovention, dan berakhir di Pasar Seni.

Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional 2025 dan mendapat dukungan dari berbagai mitra, termasuk Panglima Armada RI, Disorda DKI Jakarta, BRI Insurance, United Bike, Entrasol, Porto X, APPI, Bank DKI, Kahf, Aqua, Mayora, PT LIB, Tanur Muthmainnah, dan lainnya, sebagian besar berkontribusi dalam bentuk doorprize.

Ketua PWI Jaya, Kesit Budi Handoyo, menyampaikan apresiasi atas dukungan Ancol. “TIJA dan PT Pembangunan Jaya Ancol selama ini memang sangat suportif terhadap kegiatan PWI Jaya,” ujarnya.

Ketua Siwo PWI Jaya, Rialini Rering E.M.N atau akrab disapa Nonnie, menyatakan kegembiraannya atas antusiasme peserta. “Pendaftaran masih dibuka hingga 18 Mei,” katanya.

Ketua panitia, Fransiscus Rio Winto, menambahkan bahwa lebih dari 800 peserta dari puluhan komunitas sepeda di Jabodetabek telah mendaftar. Dengan biaya pendaftaran Rp 50.000, peserta akan mendapatkan kaus, snack, air mineral, dan kupon undian doorprize.

Doorprize yang disiapkan meliputi tujuh unit sepeda, barang-barang elektronik seperti televisi dan kulkas, serta voucher menarik. Di lokasi finis, peserta juga akan dihibur oleh penampilan organ tunggal dan DJ Sun of Monday. (*)

Polsek Muara Jawa Hadiri Pembentukan Satgas Gereja Ramah Lingkungan

SIDIKPOST| Kukar – Polsek Muara Jawa menunjukkan komitmennya dalam mendukung program berbasis lingkungan dan keagamaan dengan menghadiri kegiatan Sosialisasi Gereja Ramah Lingkungan (GRL) serta Pembentukan Satgas GRL yang digelar oleh Majelis Sinode GPIB dan Mupel GPIB Kaltim II di Gedung Gereja Anugrah Handil, Kecamatan Muara Jawa, Kutai Kartanegara, Senin (12/5).

Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WITA ini dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan daerah dan tokoh gereja, di antaranya Camat Muara Jawa Muh. Ramli, Lurah Muara Jawa Ulu Usman, serta Ketua II Majelis Sinode GPIB Pdt. Yansen Riu Pasa. Polsek Muara Jawa diwakili oleh Aiptu Imannuel M yang hadir untuk mendukung kelancaran kegiatan.

Kegiatan tersebut mencakup berbagai rangkaian acara, mulai dari ibadah pembukaan, sambutan dari para tokoh, studi pengolahan sampah di TPST GMJB (Gerakan Muara Jawa Bersih), hingga penanaman tanaman ramah lingkungan seperti Lidah Mertua dan Sirih Gading sebagai simbol komitmen terhadap kelestarian lingkungan hidup.

Pdt. Yansen Riu Pasa dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Polsek Muara Jawa yang telah hadir dan turut mendukung kegiatan ini. Menurutnya, kehadiran Polri bukan hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menjadi simbol sinergi antara institusi negara dan masyarakat dalam mewujudkan kepedulian terhadap isu lingkungan.

“Kami sangat mengapresiasi peran aktif Polsek Muara Jawa dalam mendukung gerakan lingkungan yang kami bangun. Kehadiran Polri memberikan semangat tersendiri bagi kami untuk terus bergerak,” ungkap Pdt. Yansen.

Kapolsek Muara Jawa, IPTU Al Annas, S.H., melalui keterangannya menyampaikan bahwa Polri akan selalu terbuka dalam mendukung setiap kegiatan masyarakat yang bersifat membangun dan membawa dampak positif, termasuk dalam pelestarian lingkungan.

“Polri hadir bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam membangun kesadaran bersama, termasuk menjaga lingkungan,” tegasnya.

Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 13.30 WITA ini berjalan aman dan tertib, serta diakhiri dengan doa bersama sebagai bentuk refleksi spiritual atas gerakan ekologis yang diinisiasi oleh jemaat GPIB. (*)

Polsek Kota Bangun Amankan Penutupan Festival Budaya Nutuk Beham

SIDIKPOST| Kukar – Polsek Kota Bangun melaksanakan kegiatan pengamanan dalam rangka penutupan Festival Budaya Kutai Adat Lawas “Nutuk Beham” yang digelar di Balai Adat RT 008 Desa Kedang Ipil, Kecamatan Kota Bangun Darat, Kabupaten Kutai Kartanegara, pada Minggu (11/05/2025) pagi.

Acara penutupan festival budaya tersebut berlangsung meriah dan dihadiri oleh sejumlah tokoh adat, tokoh masyarakat, serta warga yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai. Festival Nutuk Beham sendiri merupakan tradisi adat warisan leluhur masyarakat Kutai yang menggambarkan nilai-nilai budaya luhur dan identitas lokal yang terus dilestarikan.

Untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib, sejumlah personel Polsek Kota Bangun diterjunkan langsung ke lokasi guna melaksanakan pengamanan. Kegiatan PAM dilakukan secara humanis dan persuasif, menciptakan rasa aman dan nyaman bagi seluruh peserta maupun pengunjung acara.

Kapolsek Kota Bangun AKP Ribut menyampaikan bahwa kehadiran aparat kepolisian di tengah kegiatan budaya merupakan bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya lokal, sekaligus sebagai upaya preventif menjaga situasi kamtibmas agar tetap kondusif.

“Kami mengapresiasi seluruh elemen masyarakat yang telah mendukung kelancaran kegiatan ini. Semoga budaya Kutai seperti Nutuk Beham terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus,” ujar Kapolsek.

Hingga acara berakhir, kegiatan penutupan festival berlangsung aman, tertib, dan lancar tanpa adanya gangguan berarti. Polsek Kota Bangun juga menyatakan komitmennya untuk terus hadir dalam setiap kegiatan masyarakat demi terciptanya rasa aman dan harmoni sosial. (*)

Polres Kukar Tanggap Bencana, Lakukan Evakuasi dan Pengamanan

SIDIKPOST| Kukar – Curah hujan tinggi yang melanda wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara sejak beberapa hari terakhir mengakibatkan terjadinya sejumlah bencana alam, seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang di beberapa kecamatan, pada Senin (12/5).

Menyikapi kondisi tersebut, jajaran Polres Kutai Kartanegara bergerak cepat dengan mengerahkan personel dari masing-masing Polsek untuk melakukan pengamanan, evakuasi warga, hingga koordinasi lintas sektor guna penanganan lebih lanjut.

Beberapa langkah-langkah sigap yang dilakukan jajaran Polsek di berbagai wilayah terdampak.

Polsek Loa Janan langsung turun ke lapangan menangani pohon tumbang dan tanah longsor yang terjadi di beberapa titik, termasuk ruas Jalan Poros Loa Janan–Tenggarong yang sempat terganggu arus lalu lintasnya. Bersama relawan melakukan evakuasi pohon tumbang dan pengaturan lalu lintas serta membantu rumah warga yang terdampak longsor.

Menghadapi longsor badan jalan sepanjang 25 meter yang merupakan akses utama warga, Polsek Sangasanga segera berkoordinasi dengan PT Indomining dan Pemerintah Kecamatan Sangasanga untuk percepatan penanganan. Sementara itu, personel terus melakukan patroli dan pengamanan di sekitar titik longsor guna mencegah kecelakaan lalu lintas.

Personel Polsek Tenggarong Seberang terus memantau wilayah-wilayah terdampak banjir di Desa Manunggal Jaya dan Desa Bangun Rejo. Polisi memastikan tidak ada korban jiwa dan terus siaga membantu warga jika kondisi memburuk.

Longsor yang menutupi setengah badan Jalan Poros Tenggarong–Loa Janan langsung ditindaklanjuti dengan sistem buka tutup lalu lintas. Polsek Loa Kulu juga berkoordinasi dengan PLN dan Dinas PMK serta relawan untuk penanganan tiang listrik yang miring dan membersihkan lumpur dari badan jalan.

Banjir parah yang merendam akses jalan menuju Kecamatan Muara Wis membuat jalur darat tidak dapat dilalui. Polsek Muara Wis segera beradaptasi dengan situasi dan mendukung akses evakuasi melalui jalur sungai menggunakan perahu ces. Personel juga memantau banjir di Desa Melintang serta memberikan imbauan kepada warga untuk tetap waspada.

Meski banjir di wilayah perkotaan seperti Jl. Tambak Rel, Jl. Belida, Jl. Jelawat, dan Jl. AP Mangkunegoro hanya setinggi 5–15 cm, Polsek Tenggarong tetap siaga dan melakukan monitoring serta patroli untuk memastikan tidak ada gangguan aktivitas masyarakat.

Kapolres Kukar, AKBP Dody Surya Putra menegaskan bahwa seluruh personel Polri di wilayah terdampak tetap siaga dan responsif dalam melakukan upaya mitigasi serta pelayanan terhadap masyarakat.

“Kami pastikan jajaran Polsek bersinergi dengan instansi terkait serta relawan untuk melakukan tindakan cepat dan terukur. Prioritas kami adalah keselamatan masyarakat dan kelancaran aktivitas publik,” ujarnya

Hingga saat ini, tidak terdapat laporan korban jiwa, meskipun sejumlah kerugian materiil terutama pada sektor pertanian dan infrastruktur. Kepolisian terus memantau kondisi dan akan memberikan pembaruan secara berkala kepada masyarakat.

Masyarakat juga dihimbau untuk tetap waspada, dikhawatirkan ada bencana susulan. (*)

Polsek Loa Kulu Ungkap Aksi Premanisme dan Pungli di Jalan Yoes Sudarso, Empat Pelaku Diamankan

SIDIKPOST| Kukar – Unit Reskrim Polsek Loa Kulu kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas aksi premanisme dan pungutan liar (pungli) di wilayah hukumnya. Dalam rangkaian Operasi Pekat Mahakam II, polisi berhasil mengungkap praktik pungli yang meresahkan warga di Jalan Yoes Sudarso, RT 015 Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, pada Minggu malam (11/5/2025) sekitar pukul 23.00 Wita.

Berdasarkan laporan dari masyarakat yang merasa terganggu dengan keberadaan sejumlah orang yang kerap meminta uang secara paksa kepada pengendara, Kapolsek Loa Kulu AKP Elnath S.W. Gemilang bersama tim segera melakukan penindakan cepat.

Sesampainya di lokasi, petugas mendapati empat orang tengah duduk di badan jalan sambil menyodorkan kardus kepada pengemudi yang lewat, dengan maksud meminta uang secara paksa. Aksi tersebut tergolong premanisme dan pemerasan, serta menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengguna jalan.

Empat pelaku yang berhasil diamankan yaitu B (37), AH (49), serta dua remaja berinisial FD dan MFR yang masih berusia 17 tahun. Bersama mereka, turut diamankan barang bukti berupa dua kotak kardus dan uang tunai sebesar Rp 513.000 yang diduga hasil pungli.

Kapolsek AKP Elnath menjelaskan bahwa perbuatan para pelaku memenuhi unsur pelanggaran Pasal 368 KUHP tentang pemerasan. Namun, mengingat dua di antaranya masih di bawah umur dan belum memiliki riwayat kriminal, polisi mengambil langkah pembinaan dengan membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatan tersebut.

“Kegiatan seperti ini tidak hanya melanggar hukum, tapi juga merusak rasa aman masyarakat. Kami minta warga tidak ragu melapor jika menemukan kejadian serupa,” tegas AKP Elnath.

Operasi Pekat Mahakam II ini akan terus digencarkan oleh jajaran Polda Kaltim dan Polres Kukar sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang bersih dari penyakit masyarakat, menjelang momen-momen penting seperti Hari Raya dan agenda nasional lainnya. (*)

Unifikasi Pilar Pangan Indonesia: Membangun Negeri yang Berdaulat Pangan

SIDIKPOST| Jakarta- Dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks, Indonesia harus segera menyusun kebijakan pangan yang tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga proaktif dalam menciptakan sistem pangan yang kuat, berkelanjutan, dan berdaulat.

Untuk itu, ketahanan pangan, kemandirian pangan, dan kedaulatan pangan harus diintegrasikan dalam satu sistem yang holistik, yang mampu memastikan swasembada pangan dalam jangka panjang sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor pangan.

Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Koordinator Bidang Pangan, di tahun lalu telah mengumumkan alokasi anggaran sebesar Rp139,4 triliun pada 2025 untuk mendukung program swasembada pangan.

Dana besar ini rencananya digunakan untuk berbagai program strategis yang bertujuan meningkatkan ketahanan pangan nasional dan memberikan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa anggaran tersebut akan tersebar di beberapa kementerian dan lembaga yang berada di bawah koordinasi Kemenko Pangan, seperti Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), serta dana pupuk yang dikelola oleh BUMN.

Meskipun alokasi anggaran ini cukup besar, tantangan terbesar adalah memastikan bahwa dana ini dikelola secara terintegrasi untuk mendukung swasembada pangan secara menyeluruh, bukan hanya pada sektor-sektor tertentu, namun dalam sebuah ekosistem pangan yang saling terkait.
Badan Pangan Nasional (NFA) juga menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh agenda prioritas pemerintah dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2026, khususnya dalam mendorong terwujudnya kedaulatan pangan nasional.

Penegasan ini disampaikan oleh Plt. Sekretaris Utama NFA, Sarwo Edhy, seusai mengikuti Rapat Koordinasi Pembangunan Pusat (Rakorbangpus) Tahun 2025 dan Kick Off Meeting Penyusunan RKP Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian PPN/Bappenas di Jakarta pada 5 Mei 2025.

Komitmen yang ditunjukkan oleh NFA ini semakin menegaskan pentingnya pencapaian kedaulatan pangan sebagai salah satu prioritas strategis dalam jangka panjang.

Pentingnya Unifikasi Tiga Pilar Pangan
Unifikasi ketiga pilar pangan menjadi sangat penting mengingat kondisi dunia yang semakin dinamis dan penuh tantangan.

Ketahanan pangan tidak bisa dipisahkan dari kemandirian pangan, dan keduanya sangat bergantung pada adanya kedaulatan pangan yang mengedepankan kemampuan Indonesia untuk menentukan sistem pangan sendiri tanpa ketergantungan pada impor.

Ketahanan Pangan mengacu pada kemampuan negara untuk memastikan pangan yang cukup, aman, bergizi, dan terjangkau bagi seluruh rakyat. Namun, ketahanan pangan tidak cukup hanya dengan mengandalkan impor atau mendatangkan bahan pangan dari luar negeri.

Ketahanan pangan sejatinya harus berasal dari penguatan produksi dalam negeri, yang memerlukan peningkatan sektor pertanian serta distribusi yang lebih efisien.

Kemandirian Pangan berfokus pada pemenuhan kebutuhan pangan domestik dari produksi dalam negeri.

Saat ini, ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan pangan seperti gandum, kedelai, jagung, dan gula masih sangat tinggi.
Ketergantungan ini tidak hanya menambah defisit perdagangan pangan, tetapi juga memengaruhi daya saing petani lokal yang semakin terpinggirkan.

Oleh karena itu, mencapai kemandirian pangan berarti memperkuat produksi pangan lokal dan industri pengolahan berbasis pertanian rakyat.
Kedaulatan Pangan, di sisi lain, berbicara tentang hak negara untuk menentukan kebijakan pangan yang independen dan adil.

Kedaulatan pangan berarti Indonesia memiliki kontrol penuh terhadap kebijakan pangan yang tidak tergantung pada keputusan atau adanya intervensi dari negara lain.

Kedaulatan ini juga mencakup perlindungan terhadap benih lokal, peningkatan keragaman pangan tradisional, dan pemberdayaan petani sebagai aktor utama dalam rantai pasok pangan.

Ketiga pilar ini—ketahanan, kemandirian, dan kedaulatan—tidak dapat berjalan sendiri-sendiri. Ketiganya harus saling terintegrasi, membentuk satu sistem pangan yang utuh dan berkelanjutan.

Dalam hal ini, ekosistem pangan nasional harus dipadukan menjadi kesatuan yang mendukung penguatan ketiga pilar tersebut.

Tanpa unifikasi yang jelas, ketiga pilar ini akan saling bertentangan dan menghambat pencapaian tujuan pangan berdaulat yang diinginkan.

Tantangan Regulasi dan Kesenjangan antara Industri dan Petani

Untuk memastikan tercapainya unifikasi ketiga pilar pangan, langkah-langkah strategis yang terkoordinasi dan komprehensif sangat dibutuhkan. Salah satu langkah penting adalah merevisi Undang-Undang No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan. Revisi ini harus mencakup penambahan perlindungan terhadap produk pangan lokal serta pembatasan impor bahan pangan strategis.

Hal ini sangat penting untuk menjaga stabilitas produksi nasional, mengurangi ketergantungan pada pasar global, dan memperkuat daya tawar petani domestik. Tanpa perlindungan yang cukup terhadap produk lokal, ketahanan pangan Indonesia akan tetap terancam oleh fluktuasi harga dan pasokan pangan yang tidak terduga dari luar negeri.

Selanjutnya, penguatan Undang-Undang No. 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian juga menjadi kunci penting dalam mengintegrasikan ketiga pilar pangan tersebut. Salah satu langkah yang dapat diambil adalah dengan menambahkan klausul khusus yang mendukung industri pangan lokal berbasis pertanian rakyat.
Aturan ini nantinya tidak hanya akan mendorong hilirisasi yang inklusif, tetapi juga menciptakan nilai tambah di dalam negeri.

Dengan mendukung agroindustri lokal, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada impor bahan pangan yang lebih mahal dan rentan terhadap ketidakstabilan pasar internasional, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan sektor industri pangan lokal.

Hal penting lainnya adalah mendorong implementasi Undang-Undang No. 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani dengan memperkenalkan skema kemitraan yang lebih adil antara industri dan petani.
Dengan memberikan insentif kepada industri yang berbasis kerakyatan, kita dapat menciptakan hubungan yang saling menguntungkan, di mana petani memperoleh akses pasar yang adil dan industri mendapatkan bahan baku berkualitas dari sektor pertanian dalam negeri.

Selain itu, evaluasi terhadap UU Cipta Kerja, khususnya dalam klaster pangan dan industri, perlu dilakukan agar tidak mengurangi peran negara dalam menjaga kedaulatan pangan dan perlindungan sumber daya lokal.

Terakhir, penting untuk menyusun regulasi baru yang mengatur integrasi sistem pangan nasional secara holistik, dari hulu ke hilir, yang berbasis pada kemandirian dan keberlanjutan. Regulasi ini harus menciptakan sinergi antar sektor pertanian, industri pangan, dan perdagangan untuk mewujudkan sistem pangan yang berdaulat.

Langkah Strategis untuk Mengintegrasikan Tiga Pilar Pangan
Untuk mengintegrasikan ketiga pilar tersebut, negara harus mengambil langkah-langkah strategis yang tidak hanya sekadar memperbaiki regulasi, tetapi juga menyelaraskan kebijakan yang ada agar mendukung penguatan sektor pangan dalam negeri.

Pertama, revisi regulasi yang ada perlu dilakukan lebih dahulu, dengan tujuan agar lebih mendukung kedaulatan pangan yaitu membatasi dominasi perusahaan besar dalam rantai pasok pangan. Pemerintah perlu memberikan insentif kepada industri yang berbasis pada pertanian rakyat dan memastikan petani kecil mendapat akses pasar yang adil.

Kedua, langkah yang tak kalah penting adalah memperkuat kemandirian pangan dengan mengurangi ketergantungan pada impor. Program swasembada pangan yang dijalankan dengan anggaran besar pada 2025 harus difokuskan untuk mengoptimalkan potensi sektor pertanian domestik dan mendorong hilirisasi produk pangan lokal.
Penguatan sektor pertanian rakyat, yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan, harus diperhatikan lebih serius dalam setiap kebijakan yang ada.
Mewujudkan Swasembada Pangan yang Terintegrasi
Unifikasi ketahanan, kedaulatan, dan kemandirian pangan adalah langkah penting untuk menciptakan sistem pangan Indonesia yang berkelanjutan dan kuat. Keberhasilan mengintegrasikan ketiga pilar ini bukan hanya bergantung pada pembentukan kebijakan yang tepat, tetapi juga pada implementasi yang konsisten dan koordinasi yang baik antar kementerian dan lembaga terkait.
Apakah Indonesia akan terus bergantung pada pasar global, ataukah akan mampu berdiri di atas kaki sendiri dengan sistem pangan yang mandiri dan berdaulat?

Pertanyaan ini menuntut kita untuk mempercepat proses unifikasi ketiga pilar pangan dalam satu kesatuan yang mendukung pembangunan nasional.
Dengan sistem pangan yang berpihak pada rakyat dan petani lokal, Indonesia tidak hanya akan mampu bertahan di tengah ketidakpastian global, tetapi juga bangkit sebagai bangsa yang berdaulat atas nasib pangannya sendiri.

Pemerintah harus memastikan bahwa alokasi anggaran yang besar untuk sektor pangan tidak hanya menjadi angka, tetapi sebuah strategi yang terintegrasi untuk mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan dan berbasis pada kedaulatan pangan Indonesia.(*)

Oleh: Rioberto Sidauruk
Pemerhati Hukum Ekonomi Kerakyatan / Peneliti Industri Strategis.

Festival Tabuh Bedug KE-1 Desa Kampung Melayu Barat Tahun 2025

SIDIKPOST| Kabupaten Tangerang – Festival Tabuh Bedug KE-1 Desa Kampung Melayu Barat Tahun 2025. Acara Tersebut Dihadiri Langsung Oleh Subur Maryono Kepala Desa Kampung Melayu Barat (Ketua APDESI Kecamatan Teluknaga) Didampingi Oleh Yunani Ketua TP PKK Desa Kampung Melayu Barat Bersama Budi Usman Sekdes Kampung Melayu Barat Beserta H. Satria S. IP Kepala Desa Lemo Didampingi Oleh Ny. Iip Apriani Ketua TP-PKK Desa Lemo Bersama M. Ihzal Mahendra S. IP Ketua DPK KNPI Kecamatan Teluknaga Beserta Ustazah Elis Dewi Mulyati (Dewan Juri), Hj. Bilqis Rochmi (Dewan Juri), Ustad Fauzi (Dewan Juri) Bersama Prayogo (Ketua Karang Taruna Kecamatan Teluknaga), H. Nurjen ST (Ketua Pemuda Pancasila) Dan M. Soleh (Ketua Panitia Festival Tabuh Bedug) Bersama Serda Suparman Babinsa Desa Kampung Melayu Barat (Koramil 01/ Teluknaga) Dan Brigadir Hamim Bhabinkamtibmas Desa Kampung Melayu Barat (Polsek Teluknaga). Acara Tersebut Juga Dimeriahkan Oleh MC Ucok Oplet Bersama Daus Mini (Artis) Dan Aqila Suhe (Penyanyi Pop Religi) Beserta 9 Peserta Lomba Festival Tabuh Bedug KE-1. Acara Tersebut Dilaksanakan Di KWT Desa Kampung Melayu Barat Kecamatan Teluknaga Kabupaten Tangerang. Malam(10/05/25)

Subur Maryono Kepala Desa Kampung Melayu Barat (Ketua APDESI Kecamatan Teluknaga) Menyampaikan ,” Luar Biasa Antusias Warga Desa Kampung Melayu Barat Menyaksikan Festival Tabuh Bedug KE-1 Desa Kampung Melayu Barat Tahun 2025. Melalui Festival Tabuh Bedug KE-1 Desa Kampung Melayu Barat diharapkan Generasi Muda dapat lebih mengenal, mencintai dan melestarikan Budaya. Dengan Melestarikan Budaya (Tradisi Tabuh Bedug). Diharapkan agar tradisi acara tabuh bedug dapat terus dilestarikan agar tradisi dan budaya dapat terjaga dan terus berkumandang khususnya diwilayah Desa Kampung Melayu Barat Kecamatan Teluknaga.

Festival Tabuh Bedug ini agar dapat dilestarikan budaya Tabuh Bedug, agar tradisi dan budaya dapat terjaga dan terus berkumandang. Festival Tabuh Bedug yang mengumandangkan takbir juga merupakan salah upaya syiar Islam yang bisa membentuk karakter masyarakat yang tangguh dan berahklak mulia. Takbir Dan Irama Bedug yang berkumandang ini merupakan bagian dari masyarakat yang terus mensyiarkan keagungan Allah SWT.

Festival Tabuh Bedug ini merupakan budaya yang bernuansa islami, kemudian disamping itu juga ada nilai-nilai karakter yang di bangun untuk generasi muda. Festival Tabuh Bedug ini ,tidak hanya memberikan dan menyajikan hiburan kepada masyarakat, tetapi juga memberikan syiar bagi agama Islam, sehingga perlu adanya suport dan dukungan dari Masyarakat Khususnya Diwilayah Desa Kampung Melayu Barat.

Sehingga bisa menyatukan semua unsur pemuda dan pelajar kearah yang positif, contohnya mempunyai kreativitas, inovasi (memunculkan bakat-bakat) serta prestasi bagi para generasi muda.

Festival Tabuh Bedug Ini adalah Momentum Spesial Dan Kegiatan Ini sangatlah positif bahkan warga masyarakat Desa Kampung Melayu Barat terlihat sangat antusias mengikuti Festival Tabuh Bedug KE-1 Desa Kampung Melayu Barat Tahun 2025. “Kepala Desa Kampung Melayu Barat ,” Mengucapkan Selamat Dan Sukses Serta Apresiasi Kepada Para Panitia Festival Tabuh Bedug beserta Para Peserta Festival Tabuh Bedug KE-1 Desa Kampung Melayu Barat Tahun 2025. Semoga acara Festival Tabuh Bedug ini dapat menjadi inspirasi dan inovasi bagi generasi muda yang berada di Majelis Ta’lim, Musholla dan Masjid, Ucap Subur Maryono Kepala Desa Kampung Melayu Barat (Ketua APDESI Kecamatan Teluknaga)”.

( Kendy )

Padat Karya Tunai Desa (PKTD) Gotong Royong Normalisasi Saluran Air Kp. Pintu Kapuk Tahun Anggaran 2025

 

SIDIKPOST| Kabupaten Tangerang – Padat Karya Tunai Desa (PKTD) Gotong Royong Normalisasi Saluran Air Kp. Pintu Kapuk RT 029/ RW 014Tahun Anggaran 2025.

Pelaksanaan Kegiatan Padat Karya Tunai Desa (PKTD) Normalisasi Saluran Air Dihadiri Langsung Oleh Suhendra,H.S HMS Kepala Desa Bojong Renged Bersama Mahfud Eki Sawira Sekdes Bojong Renged Beserta Aparatur Desa Dan Lembaga Desa Bojong Renged Bersama Mandor Dan Ketua RT/RW Bojong Renged. Bertempat Di Kp. Pintu Kapuk RT 029/ RW 014 Desa Bojong Renged Kecamatan Teluknaga Kabupaten Tangerang.(11/05/25)

Suhendra, S.H HMS Kepala Desa Bojong Renged Menyampaikan ,” Pelaksanaan Kegiatan Padat Karya Tunai Desa (PKTD) Normalisasi Saluran Air Kp. Pintu Kapuk RT 029/RW 014 Desa Bojong Renged. Diawali dengan kegiatan Gotong-royong Pembersihan Sampah (Normalisasi Saluran Air) dengan menggunakan Pengait (Garokan) Kemudian Untuk Rumput Liar dan juga Mesin Pemotong Rumput, Arit Dan Pacul untuk mengangkut Sampah dan untuk Mengeruk sampah-sampah Disaluran Air “.

Kegiatan Kerja Bakti Dan Gotong Royong Tersebut Dilaksanakan Bersama-sama Untuk Mewujudkan Lingkungan Yang Bersih Dari Sampah Dengan Saling Menjaga Lingkungan Serta Peduli Terhadap Kebersihan Lingkungan Sekaligus Meningkatkan Kekompakkan Dan Kebersamaan. Mewujudkan Lingkungan Yang Bersih Dan Sehat. Sebagai upaya Untuk Menghidupkan Budaya Gotong-royong dan Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk Mewujudkan Lingkungan Yang Bersih Dari Sampah.

Kepala Desa Bojong Renged Berharap ,” Dengan Terlaksananya Kegiatan Padat Karya Tunai Desa (PKTD) Tahun Anggaran 2025. Normalisasi Saluran Air Dan Pembersihan Sampah-sampah Diwilayah Kp. Pintu Kapuk RT 029/RW 014 Desa Bojong Renged, Diharapkan Agar Masyarakat Dapat Selalu Menjaga Kebersihan. Sebagai Bentuk Kepedulian Pemerintah Desa Bojong Renged Dalam Rangka Mewujudkan Lingkungan Yang Bersih Dari Sampah. Mewujudkan Lingkungan Yang Bersih Dan Sehat. Sebagai Bentuk Upaya Untuk Mempererat Kebersamaan Dan Semangat Gotong-royong ,” Ucap Suhendra, S.H HMS “.

( Kendy )