Cerita fiksi ” perjuangan rustam, harapan terakhir keluarga”

Matahari belum sepenuhnya terbit ketika Rustam sudah berdiri di depan gerbang kantor Satpol PP tempat ia bekerja sebagai tenaga honorer.

Seragam coklat yang mulai pudar warnanya tetap ia kenakan dengan bangga. Ia tahu, jalan hidupnya tak semudah orang lain, tapi ia percaya bahwa kerja keras tak pernah mengkhianati hasil.

Sejak ayah menikah lagi dan ibunya meninggal karena sakit lima tahun lalu, Rustam harus menggantikan peran sebagai kepala keluarga untuk adiknya,

Rina, yang saat itu masih duduk di bangku SMA. Ia menunda kuliah demi bisa bekerja dan menghidupi mereka berdua, sedangkan kakaknya bekerja dan memiliki kehidupannya sendiri.

Setiap hari, Rustam bertugas ke kantor selanjutnya Patroli atau penertiban ke wilayah kecamatan dengan mobil dinas.

Malamnya, ia belajar keras mempersiapkan diri untuk tes CPNS. Baginya, menjadi Aparatur Sipil Negara bukan sekadar mimpi, tapi jalan agar hidupnya dan masa depan Rina lebih terjamin.

“Bang, kamu yakin gak capek belajar terus malam-malam begini?” tanya

Rina suatu malam saat melihat Rustam tertidur dengan buku terbuka di dada.

Rustam terbangun, tersenyum sambil mengusap kepala adiknya.

“Abang capek, Rin. Tapi abang gak mau kamu berhenti kuliah hanya karena uang. Abang janji, kamu harus jadi perawat, biar bisa bantu banyak orang.”

Rina hanya bisa menahan air mata. Ia tahu, abangnyalah alasan ia bisa terus sekolah.

6 tahun pengabdian sebagai honorer. Rustam gagal sudah dua kali gagal mengikuti tes ASN, tapi ia tidak menyerah.

Tahun ini, ia kembali mencoba. Ia sudah hapal soal-soal, memperbaiki strategi, bahkan ikut bimbingan belajar gratis di media-media sosial serta rekan kerjanya Dan akhirnya, pengumuman itu datang.

Rustam diterima sebagai ASN di kantor Satpol PP tempat dia bekerja. Hari itu, ia sujud syukur sambil menangis dalam diam. Bukan karena bangga, tapi karena beban yang selama ini ia pikul terasa mulai ringan.

Dengan gaji tetap dan tunjangan, ia langsung mulai membayar biaya Rina ke universitas Swasta Fakultas kesehatan jurusan Keperawatan terbaik di kota mereka. Ia rela hidup sederhana, makan seadanya, asalkan biaya kuliah adiknya terjamin.

Tahun ini, ketika Rustam jadi ASN, kuliah Rina sudah berjalan Tiga tahun, Rina sudah mendekati semester akhir sebagai mahasiswa kesehatan.

Suatu Hari, Ketika Rustam di ajak Rina Menghadiri Seminar kesehatan di kampusnya, rina meraih predikat terbaik ketika mengikuti perlombaan penanganan penyakit dan kesehatan masyarakat, selanjutnya, rina di minta menyampaikan sambutan di hadapan para Dosen, rektor dan juga Rustam, abangnya.

“Saya tidak akan berdiri di sini jika bukan karena seorang kakak yang mengorbankan segalanya demi masa depan saya,” ucap Rina dengan suara bergetar. “Terima kasih, Bang Rustam.”

Rustam menunduk, menahan tangis. Perjuangannya belum berakhir, tapi hari itu ia tahu bahwa pengorbanannya tidak sia-sia. Ia telah mengubah garis hidup mereka bukan dengan keajaiban, tapi dengan cinta dan kerja keras.

ARDHI MORSSE, 24 MEI 2025

sebuah cerpen fiksi sosial: “kami hadir demi ketentraman masyarakat, kami berjualan demi bertahan hidup”

Wisnu Putra Namaku, Aku Sudah Hampir Tujuh tahun mengenakan seragam cokelat ini, seragam Satpol PP yang katanya melambangkan ketertiban dan kewibawaan, Tapi tidak semua ketertiban terasa adil dan tidak semua wibawa datang tanpa luka.

Hari itu, seperti biasa, kami mendapat perintah untuk menertibkan PKL yang berjualan di trotoar Jalan Irigasi. Wilayah Kecamatan.

Aku sudah hafal wajah-wajah mereka: Bu Marni si penjual bawang dan bumbu-bumbu, Pak Darmin yang mendorong gerobak jual Pisang, Bang Dirman menggelar meja jual cabe, tomat dan bawang, Cak Ipul dan mba ida serta si kecil Fikri yang sering ikut ayah dan ibunya sambil mengerjakan PR di dekat gerobak sate jalannya.

“Segera kosongkan area ini. Ini jalan umum, bukan pasar,” kata salah satu rekanku dengan suara tegas. Megafon menambah tekanan, seperti perang psikologis yang tak pernah mereka minta.

Aku mendekati Bu Marni. “Bu, maaf… sudah ada peringatan sebelumnya. Ibu harus segera merapihkan dan memindahkan barang dagangannya.”

Bu Marni berhenti mengaduk dan menata barang dagangannya setelah di pilih-pilih pembeli. Ia menatapku, bukan dengan marah, tapi dengan tatapan sendu menghujam hati.

Kembali ku sampaikan dengan suara yang Halus, “Bu marni, berkali-kali saya sampaikan, tempat ibu berjualan ini melanggar peraturan, karena dapat mengakibatkan terganggunya Ketertiban masyarakat yang menggunakan jalan, ketentraman warga sekitar serta mengakibatkan kemacetan kendaraan yang melintas.”

“Pak Wisnu,” ucapnya lirih, mengingat namaku. “Kalau saya merapihkan dan mengkat barang dagangan, mau pindah kemana pak?, yang di ruko atau kios pasar sewanya mahal, belum premannya dengan alasan iuran keamanan, terus anak saya makan dan sekolah dari mana?, ini dari pagi baru ada dua pembeli,”

Pertanyaan-pertanyaan itu menggantung di udara, Tak ada dalam SOP kami, Tak pernah diajarkan saat pelatihan, Tapi suaranya menghantam langsung ke dada.

Aku menoleh ke arah Komandan Peleton yang sudah memberi aba-aba penertiban lapak-lapak dagangan sepanjang jalan irigasi.

Tubuhku gemetar saat melihat rekan-rekan personil yang bersiap menyita lapak-lapak dagangan. Tidak seberapa jauh dari tempatku berdiri, Fikri memeluk kaki ibunya, wajahnya pucat ketakutan, Ayahnya merapihkan gerobak jualan sate.

Bisikan itu datang… bukan dari luar, tapi dari dalam, dari dalam pori-pori yang terbungkus seragam wibawaku.

“Aku petugas, iya. Tapi aku juga manusia. Aku juga pernah lapar. Aku tahu rasa takut kehilangan.”

Lalu kulangkahkan kakiku mundur. Bukan karena takut, tapi karena sadar, aku tak bisa membungkam hatiku hanya demi laporan, foto dan menyenangkan Pimpinan.

Aku berdiri di antara Bu Marni dan petugas lain. “Tunggu,” ucapku. “Berikan mereka waktu merapihkan dan mengangkat barang dagangannya sendiri, Atau lebih baik… kita bicarakan solusi bersama.”

Semua rekan-rekanku dan para pedagang terdiam.

Mungkin aku akan ditegur pimpinan, Mungkin aku di beri sanksi di kantor, Tapi hari itu, aku memilih mendengar bisikan hatiku sendiri.

Hari itu, aku tahu:
Kami hadir demi ketentraman masyarakat. Tapi mereka berjualan demi bertahan hidup dan yang mereka butuhkan… bukan pengusiran tapi pemahaman dan Solusi seperti memberikan tempat berjualan yang tidak merugikan pedagang.

TAMAT
ARDHI MORSSE, 25 MEI 2025

Ribuan Warga Meriahkan Funbike SIWO PWI Jaya dari Kantor Wali Kota ke Ancol

SIDIKPOST| Jakarta – Ribuan peserta memenuhi ruas jalan ibu kota dalam gelaran Funbike SIWO PWI Jaya yang digelar Minggu pagi (25/5), sebagai bagian dari peringatan Hari Kebangkitan Nasional dan menyambut Hari Ulang Tahun ke-497 Kota Jakarta. Acara ini digagas oleh Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DKI Jakarta.

Sebanyak 1.250 peserta dari berbagai komunitas dan wilayah Jabodetabek menempuh rute sejauh 6 kilometer, dimulai dari halaman Kantor Wali Kota Jakarta Pusat dan finis di Pasar Seni Taman Impian Jaya Ancol.

Pelepasan peserta dilakukan langsung oleh Wali Kota Jakarta Pusat Drs. Arifin, M.A.P., didampingi Ketua PWI Jaya Kesit Budi Handoyo, Ketua Panitia Rio Winto, Wakil Wali Kota Eric Phahlevi Zakaria Lumbun, serta Sekretaris Kota Denny Ramdany.

“Funbike ini adalah simbol semangat kebangkitan dan kebersamaan. Kita ingin mengajak masyarakat hidup sehat sekaligus menjalin silaturahmi menjelang HUT Jakarta,” ujar Arifin dalam sambutannya.

Kemeriahan semakin terasa di garis finis. Di tengah cuaca yang sempat diguyur hujan, para peserta tetap antusias menikmati penampilan DJ Sun of Monday dan hiburan musik dangdut dari penyanyi ibu kota. Acara semakin hidup berkat kehadiran dua MC senior PWI Jaya, Bung Ajay dan Iyus.

Antusiasme memuncak saat pengundian doorprize berlangsung. Hadiah utama berupa sepeda motor listrik Adora senilai hampir Rp25 juta, serta berbagai hadiah menarik lainnya seperti logam mulia, televisi, meja tenis, dan voucher belanja sukses menarik perhatian peserta hingga akhir acara.

Ketua Panitia, Rio Winto, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah menyukseskan kegiatan ini. “Kami sangat berterima kasih atas dukungan dari seluruh sponsor, peserta, dan panitia. Ini menjadi bukti bahwa olahraga bisa menyatukan semua elemen masyarakat,” ujarnya.

Dukungan datang dari berbagai instansi seperti Panglima Koarmada RI, Kapolda Metro Jaya, Pemkot Jakarta Pusat dan Barat, Kejari Jakarta Barat, BRI Insurance, Tanur Muthmainnah, Klinik Kecantikan Nibelth, Klinik Gigi OMDC, Entrasol, United Bike, dan Hotel 88.

Dengan suksesnya acara tahun ini, SIWO PWI Jaya berharap Funbike bisa terus menjadi agenda tahunan yang menginspirasi gaya hidup sehat dan mempererat kolaborasi lintas sektor di ibu kota. (*)

Komitmen Bersama Cegah Stunting, Bhabinkamtibmas Hadiri Rembuk Desa Kutai Lama

SIDIKPOST| Kukar – Sebagai bentuk komitmen dalam menurunkan angka stunting, Pemerintah Desa Kutai Lama, Kecamatan Anggana, menggelar kegiatan Rembuk Stunting pada Sabtu (24/5/2025), bertempat di ruang pertemuan desa. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai elemen, termasuk Kasi Kesra Kecamatan Anggana, Kepala Desa Kutai Lama, Bhabinkamtibmas Aiptu Kaharuddin, Babinsa, kader posyandu, serta tokoh masyarakat.

Forum ini menjadi ruang strategis untuk menyusun rencana kerja terintegrasi dalam percepatan penurunan stunting. Dalam paparan yang disampaikan, diketahui bahwa dari 134 balita yang tercatat di Desa Kutai Lama, sebanyak 27 anak terindikasi mengalami stunting atau sekitar 29,04%.

Permasalahan yang menjadi sorotan mencakup rendahnya cakupan ASI eksklusif dan MP-ASI berkualitas, terbatasnya akses sanitasi, kurangnya edukasi gizi, hingga permasalahan sosial seperti KDRT dan pernikahan dini.

Bhabinkamtibmas Aiptu Kaharuddin menyatakan komitmennya untuk terlibat aktif, khususnya dalam mendeteksi potensi kekerasan dalam rumah tangga, pendampingan penyuluhan hukum, serta mendukung edukasi parenting di lingkungan posyandu dan RT.

“Peran kami bukan hanya menjaga keamanan, tapi juga menjadi bagian dari solusi sosial. Pencegahan stunting perlu dimulai dari keluarga yang sadar dan lingkungan yang mendukung,” ujar Aiptu Kaharuddin.

Kepala Desa Kutai Lama dalam sambutannya menegaskan bahwa sinergi antarinstansi dan partisipasi masyarakat adalah kunci dalam menurunkan angka stunting secara signifikan dan berkelanjutan.

Melalui rembuk ini, Desa Kutai Lama menegaskan langkah awal menuju generasi yang lebih sehat, kuat, dan berdaya saing tinggi. (*)

Jalin Kedekatan, Bhabinkamtibmas Muara Jawa Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak

SIDIKPOST| Kukar – Kepedulian terhadap lingkungan dan penguatan hubungan sosial kembali diwujudkan oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Muara Kembang, Polsek Muara Jawa, Polres Kutai Kartanegara. Pada Sabtu (24/5/2025), Aipda Dody Iskandar turun langsung bergotong royong bersama warga memperbaiki jalan rusak di Jl. Handil Surya RT 06, Kelurahan Muara Kembang, Kecamatan Muara Jawa.

Bersama warga, Aipda Dody menimbun batu di titik-titik lubang jalan guna meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat dalam menjawab persoalan lingkungan.

Tak hanya berkontribusi secara fisik, Aipda Dody juga memanfaatkan momen kebersamaan ini untuk menyampaikan pesan kamtibmas. Ia mengajak warga terus menjaga ketertiban lingkungan dan tidak segan melaporkan potensi gangguan keamanan.

“Kerja bersama seperti ini bukan hanya memperbaiki jalan, tapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan kepercayaan antara warga dan kepolisian,” ucap Aipda Dody.

Kapolsek Muara Jawa, IPTU I Wayan Edi Surya Puryana, mengapresiasi peran aktif Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat. Menurutnya, kehadiran polisi dalam aktivitas sosial warga adalah cerminan Polri yang humanis dan responsif.

Kegiatan gotong royong ini menjadi cerminan nilai-nilai lokal yang tetap hidup—kerja bersama, kepedulian, dan semangat membangun dari bawah demi lingkungan yang lebih baik dan harmonis. (*)

Bhabinkamtibmas dan PMI Salurkan Bantuan Banjir di Lebaho Ulaq

SIDIKPOST | Kukar – Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh aparat dan relawan di Kutai Kartanegara. Bhabinkamtibmas Desa Lebaho Ulaq, Bripka Pandi Achmat, bersama Babinsa Muara Kaman dan relawan Palang Merah Indonesia (PMI), menyalurkan bantuan sosial kepada warga terdampak banjir pada Sabtu (24/5/2025).

Dengan metode door-to-door, bantuan diberikan langsung ke rumah-rumah warga terdampak di Desa Lebaho Ulaq. Cara ini dilakukan agar penyaluran lebih tepat sasaran sekaligus memberi dukungan moril secara langsung kepada masyarakat.

“Bantuan yang kami salurkan berupa bahan makanan, air bersih, dan perlengkapan harian. Semoga bisa membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang terkena musibah,” ujar Bripka Pandi.

Kegiatan ini mencerminkan sinergi nyata antar lembaga—Polri, TNI, dan PMI—dalam aksi kemanusiaan. Mereka turun langsung tanpa sekat, menyatukan langkah untuk membantu sesama.

Langkah cepat dan empatik ini diharapkan mempercepat proses pemulihan di wilayah yang terdampak banjir. Warga pun mengaku terbantu dan merasa diperhatikan oleh negara dalam masa sulit yang mereka hadapi. (*)

Polsek Sebulu Amankan Ayah Kandung Pelaku Kekerasan terhadap Anak

SIDIKPOST | Kukar – Kepolisian Sektor (Polsek) Sebulu berhasil mengungkap kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur yang dilakukan oleh ayah kandung korban sendiri. Pelaku berinisial IWS (49) diamankan tak lama setelah laporan masuk pada Kamis (22/5/2025) di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sebulu.

Kapolsek Sebulu, AKP Randy Anugrah Putranto, menjelaskan bahwa kasus ini terungkap setelah seorang warga melaporkan dugaan penganiayaan terhadap anak. Dari hasil penelusuran, korban mengaku dipukul menggunakan batang kayu ulin, ditendang di bagian kepala dan pinggang, serta diseret hingga mengalami luka memar di beberapa bagian tubuh. Ironisnya, kekerasan itu disebut bukan kali pertama dilakukan oleh pelaku.

Berdasarkan keterangan, Unit Reskrim Polsek Sebulu yang dipimpin IPDA Sainuddin bergerak cepat. Sekitar pukul 16.00 WITA, pelaku berhasil diamankan saat berada di pinggir jalan Jl. P. Jayakarta, Desa Mekar Jaya. Dalam pemeriksaan awal, pelaku mengakui seluruh perbuatannya.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain lima potong kayu ulin, satu celana pendek merah, serta satu baju abu-abu bergaris dengan tulisan “American Boy Uncover”.

Saat ini, pelaku dijerat dengan Pasal 76C Jo Pasal 80 Ayat (2) dan (4) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Kasus ini masih dalam proses penyidikan lebih lanjut.

Polsek Sebulu menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir segala bentuk kekerasan, terutama terhadap anak. AKP Randy mengajak masyarakat untuk aktif melapor jika mengetahui adanya tindakan serupa demi perlindungan generasi masa depan. (*)

Setetes Kepedulian, Sejuta Harapan

SIDIKPOST| Kukar – Sebuah wujud nyata kepedulian ditunjukkan oleh Bhabinkamtibmas Desa Loa Janan Ulu, Aipda Suwarno, saat mendampingi penyerahan kursi roda kepada seorang warga penyandang disabilitas pada Jumat (23/5/2025). Kegiatan sosial tersebut dilakukan bersama Pemerintah Desa Loa Janan Ulu di wilayah binaannya, sebagai bentuk dukungan terhadap sesama yang membutuhkan.

Dalam suasana haru penuh kehangatan, kursi roda yang diserahkan bukan sekadar bantuan fisik, melainkan simbol harapan baru bagi penerimanya. Bagi Aipda Suwarno, hadirnya aparat dalam kegiatan seperti ini merupakan bagian dari tugas kemanusiaan yang tak kalah penting dari pengamanan dan pelayanan hukum.

“Ini bentuk kebersamaan kita, sebagai keluarga besar di desa. Kami ingin saudara kita ini tahu bahwa dia tidak sendiri,” ungkap Aipda Suwarno.

Kepala Desa Loa Janan Ulu, Supariyo, turut menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terbangun antara pemerintah desa, kepolisian, dan masyarakat. Ia menekankan pentingnya gotong royong dan kepedulian sosial sebagai fondasi kehidupan desa yang harmonis.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama, dipimpin oleh tokoh agama setempat, sebagai harapan akan kesembuhan, kekuatan, dan kebahagiaan bagi penerima manfaat. Momen sederhana itu menjadi bukti bahwa kebaikan tak perlu mewah—cukup tulus, dan hadir di saat yang tepat. (*)

Polri-TNI Patroli Dialogis Jaga Stabilitas Pasca PSU di Sebulu

SIDIKPOST| Kutai Kartanegara – Pasca pemungutan suara ulang (PSU) Pilkada Kukar 2025, jajaran tiga pilar Kecamatan Sebulu—yakni Polri, TNI, dan unsur pemerintahan—menggelar patroli dialogis sebagai upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Kegiatan berlangsung pada Sabtu (24/5/2025) pukul 09.00 WITA, menyisir sejumlah titik rawan di wilayah Kecamatan Sebulu.

Patroli ini merupakan bentuk sinergi antar lembaga dalam mengawal tahapan demokrasi yang damai dan bermartabat. Petugas gabungan menyapa langsung warga serta menyampaikan pesan kamtibmas, khususnya imbauan untuk tidak terprovokasi dan tetap menjaga kondusifitas lingkungan pascaputusan Mahkamah Konstitusi atas sengketa Pilkada Kukar.

Kapolsek Sebulu, AKP Randy Anugrah Putranto, menjelaskan bahwa patroli dialogis ini juga bertujuan mencegah potensi kejahatan serta membangun kedekatan emosional antara aparat dan masyarakat.

“Kami hadir untuk menggali informasi dari warga, sekaligus mencegah bertemunya niat dan kesempatan pelaku kejahatan. Peran serta masyarakat sangat kami harapkan,” ujarnya.

Petugas juga mengingatkan warga agar segera melapor jika melihat atau mengalami gangguan kamtibmas, termasuk tindakan kriminal, perkelahian, atau peredaran narkoba.

Dengan langkah ini, diharapkan situasi pasca-PSU di Kutai Kartanegara, khususnya Kecamatan Sebulu, tetap aman, sejuk, dan harmonis sebagai bagian dari komitmen bersama menjaga demokrasi yang sehat. (*)

Patroli Antisipasi Premanisme, Polres Kukar Ajak Warga Aktif Melapor

SIDIKPOST| Kukar – Guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Polres Kutai Kartanegara melaksanakan patroli antisipasi premanisme pada Sabtu dini hari (24/5/2025) sekitar pukul 01.00 WITA. Kegiatan berlangsung di kawasan Taman Pintar, Kecamatan Tenggarong, yang dikenal sebagai salah satu titik kumpul warga pada malam hari.

Patroli tersebut melibatkan enam personel dari Polres Kukar, yakni Bripda Noor Muhammad Akbar, Bripda Taura, Bripda Dodo Bagus Irfansyah, Bripda Andika Faturisi Prayoga, Bripda Muhammad Ari Ramadhani, dan Bripda Muhamad Rifaldi Hanafi. Mereka menyisir area untuk mencegah potensi tindakan premanisme dan pungutan liar (pungli) yang meresahkan warga.

Dalam patroli tersebut, para petugas tak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga menyampaikan imbauan secara langsung kepada masyarakat agar tidak ragu melapor jika menemukan tindakan yang mencurigakan.

“Kami mengajak masyarakat bersama-sama menolak segala bentuk pungli dan premanisme. Jangan beri ruang bagi pelaku yang bisa merusak ketertiban umum,” ujar salah satu personel yang bertugas.

Kasat Samapta Polres Kukar, AKP Nursan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif kepolisian untuk menekan angka gangguan kamtibmas. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara aparat dan warga demi menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.

Patroli serupa akan terus digelar secara berkala, terutama di lokasi-lokasi yang dianggap rawan, guna memberikan rasa aman bagi masyarakat dan mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan. (*)

Polres Kukar Galakkan Hidup Sehat lewat Apel dan Senam Pagi Subtitel:

SIDIKPOST| Kukar – Untuk menjaga kebugaran jasmani dan semangat kerja, Polres Kutai Kartanegara secara rutin melaksanakan Apel Olahraga Pagi. Kegiatan ini kembali digelar pada Jumat (23/5/2025) di halaman Mako Polres Kukar, dipimpin langsung oleh Kabag Ren, AKP Panca Gunadi, S.Sos.

Apel pagi diikuti oleh jajaran pejabat utama, perwira, bintara, serta ASN Polres Kukar. Dalam arahannya, AKP Panca menyampaikan beberapa poin penting, salah satunya dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional melalui lomba penanaman jagung yang sejalan dengan visi Asta Cita pemerintah.

Ia juga memberikan apresiasi atas kerja keras seluruh personel dalam mengamankan kunjungan Ibu Kapolri yang berjalan lancar tanpa kendala.

Selain itu, AKP Panca menyebut bahwa Polres Kutai Kartanegara tengah mengikuti Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP), sebagai bagian dari upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat. “Kita harap Polres Kukar bisa meraih hasil terbaik dalam ajang ini,” ungkapnya.

Usai apel, seluruh personel mengikuti senam bersama sebagai bentuk komitmen menjaga kesehatan fisik. Polres Kukar menilai kebugaran jasmani penting untuk menunjang pelaksanaan tugas sehari-hari secara maksimal dan profesional. (*)

Polsek Loa Janan Amankan Lalin di Lokasi Longsor Jalan Soekarno Hatta

SIDIKPOST| Kukar – Personel Polsek Loa Janan turun langsung melakukan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas di Jalan Soekarno Hatta Km 28, Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, pada Jumat (23/5/2025) siang. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kemacetan akibat longsor dan penurunan badan jalan yang diperparah dengan adanya pekerjaan pelebaran jalan oleh BBPJN Provinsi Kalimantan Timur.

Kapolsek Loa Janan, AKP Abdillah Dalimunthe, menjelaskan bahwa pengamanan dimulai pukul 11.35 WITA. Dua personel, yaitu Aiptu Edi Susanto dan Aipda M. Fatchur Rasyid, ditugaskan di lokasi untuk mengatur lalu lintas secara manual dengan sistem buka tutup.

“Saat ini sedang berlangsung pekerjaan di sisi kiri arah Balikpapan, termasuk penggalian pipa drainase guna menstabilkan tanah dan mencegah kerusakan lebih lanjut,” ujar AKP Abdillah.

Kondisi arus lalu lintas dilaporkan cukup padat, namun masih terkendali. Petugas memastikan kendaraan dapat melintas secara bergantian dengan pengawasan ketat. Cuaca cerah berawan turut membantu kelancaran pengaturan lalu lintas.

Polsek Loa Janan juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan jangka panjang dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada serta mematuhi arahan petugas di lapangan.

“Situasi masih bisa dikendalikan. Kami minta pengemudi bersabar dan mengutamakan keselamatan,” tutup Kapolsek. (*)