Cerita Fiksi ; Harga Sebuah Berita (Catatan Seorang Jurnalis Tanpa Tuan)

SEBUAH PENGANTAR

Ada banyak cara untuk mengukur harga sebuah berita. Sebagian orang mengukurnya dengan angka oplah, jumlah klik atau kontrak iklan. Sebagian lagi mengukurnya dengan kedekatan pada kekuasaan, hanya bagi sebagian kecil jurnalis, harga sebuah berita justru diukur dari apa yang harus mereka korbankan untuk menulisnya.

Kisah ini lahir dari kegelisahan dan dari pertanyaan sederhana: apakah pers masih berdiri di pihak kebenaran, atau sudah terlalu nyaman di pangkuan kekuasaan dan pasar?

Di negeri yang penuh seremoni, pers sering dirayakan dengan pidato, penghargaan, dan baliho ucapan selamat. Tapi di balik semua itu, masih ada jurnalis yang bekerja dalam sunyi. Ia dikejar ancaman, dirayu amplop, dan dihadapkan pada pilihan-pilihan yang tak pernah mudah.

Jodhi Kusuma merupakan sosok anggota pers yang mengambarkan dari kegelisahan itu. Ia bukan tokoh sempurna, bukan pula pahlawan tanpa cela. Ia hanyalah seorang jurnalis yang pernah berdiri di jalanan sebagai aktivis, lalu memilih melanjutkan perjuangan melalui tulisan. Ia hidup di antara dua dunia: idealisme masa muda dan kenyataan keras ruang redaksi.

Kisah ini bukan sekadar cerita tentang korupsi atau skandal pemerintahan. Ia merupakan cerita tentang pertarungan batin dan seorang manusia yang harus memilih antara kenyamanan hidup atau kejujuran hati, serta Tentang bagaimana sebuah berita bisa memiliki harga dan bagaimana nurani sering menjadi satu-satunya mata uang yang tersisa.

Dalam setiap halaman, pembaca akan menemukan bahwa ancaman tidak selalu datang dengan kekerasan, dan godaan tidak selalu datang dengan wajah yang menyeramkan. Terkadang, ia datang dalam bentuk senyum ramah, tawaran kerja sama, atau janji masa depan yang lebih tenang.

Kisah ini menjadi refleksi bahwa perjuangan pers tidak pernah benar-benar usai. Sensor mungkin telah berubah bentuk, tetapi godaan tetap sama: kekuasaan, uang, dan keamanan.

Semoga kisah ini menjadi pengingat bahwa pers yang merdeka tidak lahir dari ruang redaksi yang nyaman, melainkan dari jurnalis yang berani menolak menjadi pelayan siapa pun, selain kebenaran.

Sebab pada akhirnya, harga sebuah berita bukan ditentukan oleh berapa besar uang yang ditawarkan, tetapi oleh seberapa besar keberanian untuk tetap menuliskannya.

 

SKANDAL BESAR

“Pers yang hidup dari amplop, akan mati bersama kebenaran dan Jurnalis sejati tidak mencari aman, ia mencari fakta.

Kota itu tampak tenang dari kejauhan dan gedung-gedung pemerintahan berdiri rapi, taman kota hijau, baliho ucapan selamat Hari Pers Nasional bertebaran di persimpangan jalan, serta Senyum pejabat terpampang besar, seolah ingin meyakinkan rakyat bahwa semuanya baik-baik saja.

Berbeda bagi Jodhi Kusuma, ketenangan itu terasa seperti cat tembok yang menutupi retakan. Ia bukan jurnalis yang lahir dari ruang redaksi yang dingin. Ia lahir dari jalanan, dari teriakan demonstrasi, dari selebaran yang dibagikan di bawah hujan, dari rapat-rapat mahasiswa yang penuh kopi murahan dan mimpi perubahan.

Dahulu, ia dikenal sebagai aktivis demonstran dari organisasi eksternal mahasiswa yang keras kepala. Ia pernah dipukul aparat, ditahan semalam dan dikeluarkan dari organisasi karena dianggap terlalu radikal, tapi satu hal yang tak pernah berubah, keyakinannya bahwa kebenaran harus diperjuangkan, bukan dinegosiasikan.

Ketika lulus, banyak teman-temannya memilih menjadi Anggota partai, konsultan politik, atau staf alhli wakil rakyat. Jodhi memilih jalan yang lebih sepi, menjadi jurnalis.

“Kalau dulu aku teriak di jalan, sekarang aku berteriak lewat tulisan,” katanya suatu malam kepada editor seniornya.

Editor itu hanya tersenyum, “Semoga kau tak kehabisan suara.”

Mereka sedang memulai mengkaji Skandal yang bisa Mengguncang, karen skandal itu bermula dari satu pesan singkat.

“Bang, coba cek proyek drainase di Kecamatan Timur. Anggarannya 80 miliar, tapi selokannya dangkal dan retak semua.”

Jodhi mengangkat alis. Ia sudah lama mencium bau busuk dari proyek-proyek di kota madya itu, Tapi tak pernah ada bukti yang cukup kuat.

 

TULISAN, ANCAMAN DAN RAYUAN

 

“Ketika berita dijual, rakyat yang membayar harganya, namun Tinta yang jujur lebih tajam dari pedang kekuasaan dan Pers bukan penjaga stabilitas, melainkan penjaga kejujuran. Jika jurnalis takut, maka koruptor akan merasa aman.”

 

Keesokan harinya Ia mulai turun ke lapangan, mencoba menggali informasi dengan Mengobrol dengan tukang bangunan, warga dan pegawai kontraktor. Ia memotret retakan, mencatat angka dan membandingkan dokumen anggaran.

Semakin ia menyelam, semakin keruh airnya. Semakin ia mendapatkan banyak informasi semakin terlihat jelas sebuah sekandal besar sedang berjalan dan terus di tutupi, mulai dari Anggaran fiktif, Tender yang dimenangkan perusahaan milik kerabat pejabat hingga Proyek yang nilainya dinaikkan dua kali lipat. Semua berujung pada satu nama: Wali Kota yang baru saja mendapat penghargaan sebagai pemimpin berintegritas. Jodhi tahu, ini bukan sekadar berita. Ini merupakan bom waktu serta Ancaman yang akan datang secara diam-diam.

Suatu malam, saat ia pulang ke kosnya, ia melihat dua pria duduk di depan pintu.

“Mas Jodhi?” tanya salah satu dari mereka.

“Iya.” Balasnya tenang.

Lalu mereka medekat dan bekata dengan penuh penekanan, “Kami Cuma mau pesan, Jangan terlalu jauh mencampuri dan mainnya di kota madya ini, Semua orang saling kenal.”

Lalu Mereka tersenyum, tapi senyum itu dingin. Selanjutnya, mereka pergi meninggalkan jodhi yang masih berdiri di depan pintu kontrakan,.

Malam itu, Jodhi tidak bisa tidur. Ia menatap langit-langit kamar yang retak, seperti proyek drainase yang ia liput.

Di kepalanya terngiang kutipan dari George Orwell,

“Journalism is printing what someone else does not want printed. Everything else is public relations.” (Jurnalisme adalah mencetak sesuatu yang orang lain tak ingin itu dicetak. Selain itu hanyalah hubungan masyarakat.)

Ia menarik napas panjang, “Kalau semua orang takut, siapa yang menulis?” gumamnya.

Hari-hari terus berlalu, Jodhi terus menghimpun informasi dari berbagai sumber agar apa yang Ia tulis lebih akurat dan bisa di pertanggungjawabkan.

Beberapa hari kemudian, ia dipanggil ke sebuah restoran mewah. Di restoran tersebut telah duduk menunggu Seorang pria berjas rapi menyambutnya, “Mas Jodhi, kami dengar Anda sedang menelusuri proyek drainase.”

Jodhi hanya diam. Ia menatap laki-laki itu dengan tersenyum dan mencoba ramah, jodhipun dudu dengan tenang dan santai.

Pria itu membuka tas, lalu menyodorkan sebuah amplop tebal, “Anggap saja ini dukungan. Kami ingin media tetap bersahabat dengan pemerintah.”

Jodhi menatap amplop tebal itu tanpa menyentuhnya.

“Berapa?” tanyanya Jodhi dengan suara datar.

Pria itu menatap jodhi dengan tersenyum, “Cukup untuk beli rumah kecil. Atau mobil baru. Atau… masa depan yang lebih tenang.”

Jodhi pun tetap acuh lalu tertawa kecil…

“Bapak yang terhormat, saya dulu aktivis mahasiswa dan dari dulu Saya sudah kenyang ditawari masa depan.”

Ia berdiri, meninggalkan amplop itu di atas meja, ketika sampai di pintu restoran, ia teringat kutipan Joseph Pulitzer, “Our republic and its press will rise or fall together.” (Republik ini dan persnya akan bangkit atau jatuh bersama.)

Lalu pulang dan meninggalkan restoran itu dengan berjalan santai menuju kantor media tempat ia bekerja dan ingin mulai menyusun informasi tambahan dari hasil liputannya di lapangan.

Ketika sampai kantor media dan Ia baru duduk di ruang redaksi, tiba-tiba editornya memanggil, “Jodhi, berita ini terlalu besar. Kita harus hati-hati. Iklan dari pemerintah daerah menyumbang hampir separuh pendapatan kita.”

Jodhi terdiam, tenang lalu menatap editornya dengan tatapan tajam dan berkata, “Jadi… kita diam saja melihat sekandal yang besar ini”

Agak sedikit gugup editornya menjawah, “Bukan diam jod. Tapi mungkin kita lunakkan beritanya dan Jangan sebut namanya langsung.”

Jodhi diam, dadanya terasa sesak. Ia menghela napas berat dan merasa seperti ditampar.

Lau diam dan meninggalkan ruangan editornya dengan perasaan kecewa. Ia kembali duduk di meja kerjanya dam menatap layar komputer. Tulisannya berkedip. Seolah menunggu keputusan.

Di kepalanya terngiang kata-kata Ida B. Wells, jurnalis pejuang anti-rasisme, “The way to right wrongs is to turn the light of truth upon them.” (Cara meluruskan kesalahan adalah dengan menyorotinya dengan cahaya kebenaran.)

Ia tahu, cahaya itu tidak bisa diredupkan hanya karena takut.

Hari-hari terus berlalu dengan cepat yang membuat jodhi semakin larut dalam ketegangan baik di luar maupun di dalam kantor redaksinya.

 

HARI PERS NASIONAL DAN SKANDAL DRAINASE KOTA MADYA

 

“Tinta jurnalis bukan sekadar huruf, melainkan saksi sejarah dan penjaga nurani bangsa. Pers bukan musuh kekuasaan, tetapi cermin yang jujur bagi mereka yang memegangnya. Ketika fakta dipelintir, pers yang berani adalah benteng terakhir kebenaran.”

 

Hari itu, Tepat Pada Tanggal 9 Februari. Kota madya dipenuhi ucapan selamat Hari Pers Nasional. Berbagai Acara seremonial digelar di balai kota dan Wali kota berpidato tentang pentingnya pers yang “konstruktif dan mendukung pembangunan.”

Di ruang redaksi yang sempit, Jodhi menekan tombol kirim. Berita investigasinya terbit,

“80 Miliar yang Menguap: Skandal Drainase Kota Madya.”

Nama-nama pejabat daerah disebut, Dokumen dilampirkan dan Fakta ditampilkan tanpa hiasan.

Telepon redaksi berdering tanpa henti, Ada yang memuji, juga tidak sedikit yang mengancam.

Sang Editor mendekatinya, “Kau tahu ini bisa membuat kita kehilangan iklan?”

Jodhi menatapnya tenang lalu mengangguk.

“Dan mungkin kau kehilangan pekerjaan?” lanjut sang editor.

Jodhi tersenyum tipis, lalu berkata, “Dulu saya kehilangan masa muda di jalanan dan Mungkin ini Cuma bab berikutnya.”

Setalah perdebatannya dengan sang Editor, Ia pun keluar ruangan kerjanya, hari sudah semakin larut.

Malam itu, Jodhi duduk sendirian di warung kopi dan suasana Kota terasa lebih sunyi dari biasanya.

Seorang tukang becak yang membaca koran datang menghampirinya, “Mas, ini berita bagus. Akhirnya ada yang berani nulis.”

Jodhi hanya tersenyum. Di dalam hati, ia tahu perjuangan belum selesai dan Mungkin besok ia akan dipanggil polisi atau Mungkin medianya akan ditekan, serta hidupnya akan lebih sulit. Tapi untuk pertama kalinya dalam waktu lama, ia merasa tenang.

Ia teringat kutipan Ryszard Kapuściński, jurnalis legendaris, “To be a good journalist, you have to be a good person.” (Untuk menjadi jurnalis yang baik, kau harus menjadi manusia yang baik.)

Pers bukan sekadar profesi. Ia adalah pilihan moral dan Setiap berita adalah keputusan: berdiri di pihak kebenaran atau di pihak kenyamanan.

Di negeri mana pun, pers selalu berada di antara dua godaan: kekuasaan dan pasar. Keduanya menawarkan hal yang sama yaitu, uang dan keamanan. Tapi harga yang diminta juga sama: kebenaran.

Hari Pers Nasional bukan hanya hari untuk memberi ucapan selamat. Ia merupakan hari untuk bertanya,

Apakah pers masih berani menggigit Atau sudah terlalu sibuk menjilat?

Demokrasi bukan mati karena kritik, tapi karena pers yang berhenti bertanya. Jika pena jurnalis dipatahkan, maka kebenaran akan berjalan pincang. Kebebasan pers bukan hadiah dari penguasa, melainkan hak yang diperjuangkan rakyat. Pers yang kritis bukan ancaman negara, melainkan tanda negara masih sehat dan Setiap berita yang jujur adalah langkah kecil menuju masyarakat yang adil.

Jurnalisme bukan sekadar profesi, tetapi panggilan untuk menjaga akal sehat publik. Di tengah bising propaganda, pers yang jujur adalah suara yang paling dibutuhkan rakyat.

Di ujung malam, Jodhi menutup korannya, di halaman depan, namanya tercetak kecil di bawah judul besar.

Ia tersenyum…Bukan karena bangga, tapi karena ia tahu, setidaknya hari itu, tintanya belum bisa dibeli.

 

PENUTUP: TINTA YANG MASIH MENYALA

 

Kebenaran tidak pernah lahir dari ruang redaksi yang tunduk pada pesanan, tetapi dari keberanian menulis apa yang tidak ingin dibaca penguasa dan Pers bukan alat stabilitas, tetapi alat kesadaran; tanpa kesadaran, stabilitas hanya ilusi yang menindas. Jurnalisme sejati tidak mengabdi pada jabatan, melainkan pada kenyataan. Kritik bukan ancaman bagi negara, melainkan napas bagi bangsa yang ingin hidup jujur.

 

Beberapa minggu setelah berita skandal besar itu terbit, kota madya itu tidak lagi setenang sebelumnya. Ruang sidang dipenuhi wartawan, demonstrasi kecil bermunculan di depan balai kota, dan nama-nama pejabat yang dulu kebal kini mulai dipanggil oleh Lembaga hukum.

Tidak semua berjalan mudah, media tempat Jodhi bekerja kehilangan beberapa kontrak iklan. Ia sendiri dipanggil polisi untuk dimintai keterangan. Telepon misterius masih sesekali datang, meski tidak lagi sekeras sebelumnya.

Namun ada sesuatu yang berubah, di warung kopi, orang-orang mulai membicarakan anggaran dan proyek, bukan hanya gosip artis atau harga beras. Di kampus-kampus, mahasiswa mengutip beritanya dalam diskusi. Di pasar, tukang sayur berkata, “Ternyata uang kita benar-benar hilang, ya.”

Jodhi sadar, mungkin tulisannya tidak akan langsung mengubah dunia, Tapi setidaknya, ia telah membuka jendela kecil di dinding yang selama ini tertutup rapat.

Suatu hari, ia kembali duduk di meja kayu kosnya. Dengan sebungkus rokok dan Secangkir kopi panas di depannya, layar laptop menunggu. Sang Editor mengirim pesan singkat, “Ada kasus baru. Proyek rumah sakit. Mau ambil?”

Jodhi tersenyum tipis, Jari-jarinya kembali menyentuh keyboard. Ia tahu, jalan ini tak pernah benar-benar aman apalagi benar-benar nyaman. Tapi justru di situlah arti perjuangan.

Ia teringat kalimat yang pernah ia tulis di buku catatan kecilnya, “Jika kebenaran harus berteriak sendirian, biarlah aku yang meminjamkan suaraku.”

Suasana kota di malam hari masih berisik oleh lampu dan lalu lintas dan Di dalam kamar sempit itu, hanya ada satu hal yang tetap menyala, Tinta yang menolak dibeli dan Pena yang tak punya tuan serta seorang jurnalis yang memilih tetap berdiri, meski sendirian.

 

=====TAMAT ====

 

ARDHI MORSSE, SENIN 9 FEBRUARI 2026

Pemkot Tangerang Gelar Pekan Panutan Pajak 2026, Wali Kota Sachrudin Ajak ASN Jadi Teladan Kepatuhan Pajak

SIDIKPOST | KOTA TANGERANG – Pemerintah Kota Tangerang terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kepatuhan pajak daerah sebagai salah satu sumber utama pendukung pembangunan. Melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Tangerang, Pemkot menggelar Pekan Panutan Pajak yang dilaksanakan pada 9 hingga 11 Februari 2026, sebagai implementasi langsung dari arahan Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Tangerang H. Sachrudin menegaskan bahwa pembangunan Kota Tangerang membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Untuk itu, Aparatur Sipil Negara (ASN) diminta menjadi panutan serta teladan dalam membayar pajak.

“Pembangunan Kota Tangerang tidak dapat berjalan maksimal tanpa adanya dukungan pendapatan daerah. ASN harus menjadi contoh dan panutan dalam kepatuhan pajak. Jika ASN sudah disiplin, maka akan menumbuhkan kepercayaan publik dan mendorong partisipasi masyarakat lebih luas,” tegas Sachrudin.

Pekan Panutan Pajak ini digelar secara serentak di 13 kecamatan se-Kota Tangerang, dengan pusat kegiatan berlokasi di Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang. Selain itu, Bapenda juga menghadirkan layanan tambahan melalui UPT Barat dan UPT Timur guna mempermudah masyarakat dalam melakukan pembayaran maupun konsultasi pajak.

Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana edukasi kepada masyarakat bahwa sistem pembayaran pajak daerah kini semakin mudah, transparan, dan dapat diakses melalui berbagai kanal layanan.

Kepala Bapenda Kota Tangerang, Kiki Wibhawa, menjelaskan bahwa Pekan Panutan Pajak bukan hanya agenda rutin tahunan, namun juga menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran pajak, baik di kalangan ASN maupun masyarakat umum.

“Pekan Panutan Pajak ini menjadi momentum penting untuk memperkuat budaya taat pajak. Kami ingin menegaskan bahwa pajak yang dibayarkan masyarakat akan kembali dalam bentuk pembangunan dan pelayanan publik,” ujar Kiki.

Ia menambahkan, Bapenda terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan, memperluas kemudahan pembayaran, serta memastikan seluruh proses berjalan secara transparan.

Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Tangerang, Pemkot Tangerang juga menghadirkan program relaksasi pajak daerah sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap kondisi ekonomi masyarakat. Program relaksasi tersebut berlaku mulai 19 Januari hingga 31 Maret 2026, meliputi PBB-P2 dan BPHTB.

Adapun relaksasi PBB-P2 meliputi potongan pembayaran tunggakan SPPT hingga tahun 2014 sebesar 25 persen, diskon PBB-P2 tahun 2026 mulai dari 20 persen untuk Buku 1 hingga 3 persen untuk Buku 5, serta penghapusan sanksi administratif.

Sementara itu, relaksasi BPHTB sebesar 50 persen diberikan bagi masyarakat yang mengurus sertipikat melalui program PRONA, PTSL, dan PTKL, sebagai upaya membantu masyarakat dalam legalitas kepemilikan tanah.

Wali Kota Tangerang menyampaikan bahwa program relaksasi ini diharapkan mampu menjadi stimulus sekaligus mendorong masyarakat untuk segera menyelesaikan kewajiban pajaknya.

“Kami mengajak masyarakat untuk memanfaatkan program relaksasi ini dengan sebaik-baiknya. Ini adalah bentuk kepedulian pemerintah agar masyarakat terbantu, sekaligus tetap mendukung pembangunan Kota Tangerang,” ujarnya.

Di sela kegiatan, Wali Kota Tangerang H. Sachrudin juga menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Pers Nasional (HPN) yang tahun ini diselenggarakan di Provinsi Banten.

“Saya mengucapkan selamat Hari Pers Nasional. Semoga insan pers terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi yang edukatif, membangun, dan mencerdaskan masyarakat,” ungkap Sachrudin.

Melalui momentum Pekan Panutan Pajak serta program relaksasi pajak daerah, Pemerintah Kota Tangerang berharap sinergi antara pemerintah, ASN, dan masyarakat dapat semakin kuat dalam meningkatkan kepatuhan pajak, demi mendukung pembangunan Kota Tangerang yang berkelanjutan dan semakin maju.

( ADV)

Polres Metro Tangerang Kota Gelar Apel Kurvey Bersama, Bersihkan Pasar Babakan Dukung Program Presiden “Indonesia Asri”

SIDIKPOST |KOTA TANGERANG – Polres Metro Tangerang Kota bersama TNI, Pemerintah Kota Tangerang, serta unsur potensi masyarakat melaksanakan Apel Kurvey Bersama dalam rangka kegiatan bersih-bersih lingkungan di Pasar Babakan, Minggu (8/2/2026) pagi.

Kegiatan yang berlangsung di Pasar Babakan, Jalan Perintis Kemerdekaan II, Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang tersebut menjadi bentuk nyata sinergitas TNI–Polri dan pemerintah daerah dalam mendukung Program Presiden Republik Indonesia, khususnya Gerakan Indonesia Asri (Resik).

Apel kurvey bersama dipimpin langsung oleh Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Dr. Raden Muhammad Jauhari, S.H., S.I.K., M.Si., bersama Dandim 0506/Tangerang Kolonel Inf Ary Sutrisno, S.IP. Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 504 personel gabungan, terdiri dari unsur Polri, TNI, Satpol PP, Pokdarkamtibmas, Senkom, serta Saka Bhayangkara.

Dalam amanatnya, Dandim 0506/Tangerang Kolonel Inf Ary Sutrisno menyampaikan bahwa keterlibatan TNI dan Polri dalam kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Republik Indonesia dalam implementasi Gerakan Indonesia Asri.

Ia menegaskan bahwa gerakan kebersihan harus dilakukan secara konsisten sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Sementara itu, Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Dr. Raden Muhammad Jauhari memberikan apresiasi kepada seluruh unsur yang hadir dan turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Ia menyebut kegiatan kurvey ini merupakan langkah nyata dalam mengatasi persoalan sampah, terutama di area pasar yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.

“Melalui kegiatan kurvey ini, diharapkan kebersihan Pasar Babakan dapat terjaga dan tujuan Program Presiden Republik Indonesia dapat terwujud, khususnya di wilayah Kota Tangerang. TNI, Polri, dan unsur pemerintah siap menjadi garda terdepan dalam mendukung program tersebut,” ujar Kapolres.

Kapolres juga menekankan bahwa kegiatan yang dilaksanakan dengan niat tulus dan keikhlasan akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat serta menjadi amal kebaikan bagi seluruh pihak yang terlibat.

Usai pelaksanaan apel, seluruh personel gabungan langsung melaksanakan kegiatan bersih-bersih secara serentak di area Pasar Babakan dan sekitarnya, sebagai wujud komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.

Kegiatan ini sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup warga Kota Tangerang. ( *)

KRAP-S 2026 Resmi Digelar, 519 Atlet Bersaing Rebut Piala Ketua KONI Rejang Lebong

SIDIKPOST | Rejang Lebong – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Rejang Lebong melalui cabang olahraga renang resmi menggelar Kejuaraan Renang Antar Perkumpulan dan Sekolah (KRAP-S) 2026 yang memperebutkan Piala Ketua KONI Rejang Lebong. Kejuaraan ini berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu (7–8 Februari 2026), di Kolam Renang Tirta Jaya.

Ajang bergengsi ini menjadi bukti keseriusan KONI Rejang Lebong dalam pembinaan olahraga prestasi, khususnya cabang olahraga renang. Tercatat sebanyak 519 atlet renang ambil bagian dalam kejuaraan ini, berasal dari 30 klub renang dan 8 sekolah, menjadikan KRAP-S 2026 sebagai salah satu event renang terbesar yang pernah digelar di Kabupaten Rejang Lebong.

Kejuaraan dibuka secara resmi oleh Ketua KONI Kabupaten Rejang Lebong, Juliansyah Yayan. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa KRAP-S merupakan bagian penting dari sistem pembinaan atlet berjenjang yang terus didorong KONI Rejang Lebong.

“Kejuaraan ini bukan sekadar perlombaan, tetapi bagian dari pembinaan atlet sejak dini. KONI Rejang Lebong berkomitmen menyiapkan atlet-atlet yang mampu bersaing di tingkat provinsi hingga nasional,” ujar Juliansyah Yayan.

Ia juga mengapresiasi kolaborasi Akuatik Rejang Lebong, panitia pelaksana, klub renang, sekolah, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kejuaraan dengan standar kompetisi yang baik.

Sementara itu, Ketua Akuatik Rejang Lebong, Ir. Ahmad Sajid, ST, MT, menilai KRAP-S 2026 memiliki nilai strategis dalam pengembangan cabang olahraga renang di daerah. Menurutnya, kejuaraan ini menjadi sarana evaluasi pembinaan sekaligus pemetaan potensi atlet.

“KRAP-S ini sangat strategis. Kita bisa melihat langsung kemampuan atlet dari berbagai klub dan sekolah. Ini menjadi dasar bagi Akuatik Rejang Lebong untuk menyiapkan atlet yang akan dibina lebih lanjut menuju kejuaraan tingkat provinsi maupun nasional,” jelasnya.

Ia menambahkan, kualitas pelaksanaan kejuaraan terus ditingkatkan, salah satunya melalui penggunaan semi timing system serta keterlibatan wasit berlisensi nasional dan provinsi, sehingga atlet terbiasa dengan atmosfer kompetisi profesional.

“Standar pertandingan kita jaga. Harapannya, dari sini lahir atlet renang unggulan yang mampu mengharumkan nama Rejang Lebong,” tambah Ahmad Sajid.

Selama dua hari pelaksanaan, pertandingan berlangsung ketat dan menjunjung tinggi sportivitas. Setiap nomor dipertandingkan sesuai regulasi resmi, sehingga hasil lomba dapat menjadi rujukan pembinaan atlet ke depan.
Pembukaan KRAP-S 2026 turut dihadiri unsur Forkopimda dan OPD terkait, di antaranya Dandim 0409/Rejang Lebong Letkol Inf. AT Muttaqin, Pasi Pers Kodim 0409 M. Haironi, Kasi Pidsus Kejari Rejang Lebong Hironimus Tafonao, SH., MH, Kabid PAUD dan PNF Dikbud Anisa, SE, serta Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Rejang Lebong Reza Pahlievi, SH., MH.

Kejuaraan ini dirancang sebagai agenda pembinaan rutin untuk meningkatkan jam tanding atlet sekaligus memperkuat ekosistem olahraga renang di Kabupaten Rejang Lebong. Melalui KRAP-S 2026, KONI Rejang Lebong di bawah kepemimpinan Juliansyah Yayan bersama Akuatik Rejang Lebong yang diketuai Ahmad Sajid kembali menegaskan komitmen membangun prestasi olahraga secara terarah, berkelanjutan, dan profesional.(zul)

Open Road Race Championship 2026 Pecahkan Rekor Starter Terbanyak di Bengkulu

SIDIKPOST | Bengkulu, Rejang Lebong — Open Road Race Championship 2026 yang digelar di Sirkuit Non Permanen Kelurahan Simpang Nangka, Kecamatan Selupu Rejang, mencatatkan sejarah baru dalam dunia balap motor Bengkulu. Kejuaraan yang berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu (7–8 Februari 2026), ini sukses besar dengan jumlah starter terbanyak di Provinsi Bengkulu sejak 2025 hingga saat ini.

Ajang bergengsi tersebut diikuti oleh 530 starter dari 248 pembalap, menjadikannya salah satu event otomotif paling ramai dan kompetitif yang pernah digelar di Rejang Lebong. Antusiasme tinggi juga terlihat dari membludaknya penonton yang memadati area sirkuit sepanjang perlombaan.

Kejuaraan ini merupakan hasil kolaborasi M. Zhafran Mobilindo X Eko Cell bersama KAMIKO Event Organizer di bawah pimpinan Riko Ardiansyah. Selama dua hari pelaksanaan, para pembalap bersaing dalam 25 kelas lomba, mulai dari bebek 2 tak dan 4 tak, matic, kelas pemula, lokal provinsi, hingga pocket bike untuk anak-anak.

Ketua IMI Cabang Rejang Lebong, Juliansyah Yayan, menegaskan bahwa Open Road Race Championship 2026 memiliki peran penting dalam pembinaan atlet balap motor, khususnya usia dini. Menurutnya, ajang ini menjadi wadah strategis untuk mencari dan membina bibit pembalap muda sejak awal.

“Pesertanya juga berasal dari anak-anak. Ini sangat penting untuk pembinaan jangka panjang. Harapannya, event seperti ini bisa digelar secara rutin agar Rejang Lebong semakin dikenal di daerah lain,” ujarnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan panitia, serta menegaskan dukungan penuh dari DPRD, KONI, dan IMI Rejang Lebong terhadap pengembangan olahraga otomotif di daerah.

Apresiasi serupa disampaikan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Rejang Lebong, Rezza Pahklevie, yang mewakili Bupati Rejang Lebong M. Fikri Thobari. Ia menilai kejuaraan ini memberikan dampak positif, tidak hanya bagi dunia olahraga, tetapi juga bagi promosi daerah.

“Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong sangat mengapresiasi event ini. Ke depan, kami berharap semakin banyak kegiatan serupa agar Rejang Lebong semakin dikenal luas,” katanya.

Open Road Race Championship 2026 juga diikuti pembalap dari berbagai provinsi, seperti Jawa Barat, Jambi, Sumatera Barat, Riau, dan Sumatera Selatan. Kehadiran peserta lintas daerah tersebut semakin menegaskan posisi Rejang Lebong sebagai tuan rumah event otomotif berskala regional yang patut diperhitungkan. (Zul)

Camat Tangerang Hadiri Car Free Day, Wali Kota Serahkan Penghargaan Sekolah Terbaik Kebersihan

SIDIKPOST | KOTA TANGERANG – Suasana Car Free Day (CFD) Kota Tangerang kembali berlangsung semarak dengan ribuan masyarakat yang memadati kawasan kegiatan sejak pagi hari.

Selain menjadi ajang olahraga bersama dan ruang interaksi publik, CFD kali ini juga menjadi momentum penting dalam memperkuat gerakan peduli lingkungan melalui penyerahan penghargaan sekolah terbaik kebersihan.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Camat Tangerang bersama jajaran, serta Wali Kota Tangerang yang turut menyapa masyarakat dan mengikuti rangkaian acara.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Tangerang juga melakukan penyerahan penghargaan kepada sekolah-sekolah terbaik dalam menjaga kebersihan lingkungan, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dunia pendidikan dalam menciptakan budaya bersih sejak dini.

Wali Kota Tangerang menyampaikan bahwa Car Free Day bukan hanya kegiatan olahraga rutin, tetapi juga ruang strategis untuk menguatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan.

“Car Free Day ini menjadi sarana untuk membangun kebiasaan hidup sehat sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Ditambah dengan pemberian penghargaan kepada sekolah-sekolah terbaik kebersihan, ini adalah langkah nyata membentuk generasi yang cinta kebersihan,” ujar Wali Kota.

Menurutnya, sekolah memiliki peran besar dalam menanamkan nilai disiplin, kepedulian, dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Karena itu, penghargaan yang diberikan diharapkan mampu menjadi motivasi bagi seluruh sekolah di Kota Tangerang agar terus meningkatkan kebersihan dan pengelolaan lingkungan.

Sementara itu, Camat Tangerang menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Car Free Day yang menjadi kegiatan positif dan dinilai efektif dalam meningkatkan partisipasi masyarakat menjaga kebersihan serta mempererat kebersamaan warga.

“Car Free Day adalah ruang yang sangat baik bagi masyarakat. Selain olahraga, kegiatan ini juga menjadi wadah edukasi lingkungan. Kami dari Kecamatan Tangerang tentu mendukung penuh agar kegiatan seperti ini terus berjalan dan semakin berkualitas,” ungkap Camat.

Camat juga mengapresiasi sekolah-sekolah yang menerima penghargaan karena telah menjadi contoh nyata dalam membangun lingkungan pendidikan yang bersih, sehat, dan nyaman.

Acara Car Free Day tersebut berlangsung dengan berbagai kegiatan menarik seperti senam bersama, jalan santai, edukasi lingkungan, serta partisipasi masyarakat yang antusias. Kehadiran jajaran pemerintah dan dukungan berbagai pihak menjadikan CFD sebagai agenda yang tidak hanya meriah tetapi juga membawa pesan penting bagi keberlanjutan lingkungan Kota Tangerang.

Dengan adanya kegiatan ini, Pemerintah Kota Tangerang berharap Car Free Day dapat terus menjadi budaya positif masyarakat sekaligus mendorong terbentuknya kota yang sehat, bersih, dan ramah lingkungan. (ADV)

Bidkum Polda Kaltim Gelar Sosialisasi dan Penyuluhan Hukum Semester I Tahun 2026

SIDIKPOST | Balikpapan – Bidang Hukum (Bidkum) Polda Kalimantan Timur melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Penyuluhan Hukum Semester I Tahun 2026 kepada sejumlah Polres jajaran di wilayah hukum Polda Kaltim.

Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, terhitung sejak 3 hingga 5 Februari 2026.

Kegiatan sosialisasi dan penyuluhan hukum tersebut dipimpin langsung oleh Kabidkum Polda Kaltim, AKBP Dr. Muntini, S.E., M.H., dengan mengunjungi beberapa satuan kewilayahan, yakni Polresta Samarinda, Polres Bontang, dan Polres Kutai Timur.

Dalam kegiatan tersebut, AKBP Dr. Muntini memberikan pemaparan dan penjelasan terkait perkembangan regulasi hukum terbaru, khususnya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), serta Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

AKBP Muntini menyampaikan bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan profesionalisme personel Polri dalam pelaksanaan tugas penegakan hukum, agar setiap tindakan kepolisian senantiasa sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Kegiatan ini penting untuk menyamakan persepsi serta meningkatkan kapasitas personel di jajaran, sehingga pelaksanaan tugas kepolisian dapat berjalan secara profesional, transparan, dan berkeadilan,” ujarnya.

Melalui kegiatan Sosialisasi dan Penyuluhan Hukum ini, diharapkan seluruh personel Polri di jajaran Polda Kalimantan Timur mampu memahami dan mengimplementasikan ketentuan hukum terbaru secara tepat, guna mendukung terwujudnya penegakan hukum yang humanis dan berorientasi pada kepastian hukum bagi masyarakat. (*)

Humas Polda Kaltim

Antisipasi Kejahatan Malam, Bhabinkamtibmas Polsek Loa Janan Kontrol Pos Satkamling

SIDIKPOST| Kukar – Guna mengantisipasi terjadinya tindak kejahatan pada malam hari serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif, Bhabinkamtibmas Desa Loa Janan Ulu Polsek Loa Janan, Aipda Suwarno, melaksanakan kegiatan kontrol Pos Keamanan Lingkungan (Satkamling), Minggu dini hari (8/2/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama Babinsa dan Pemerintah Desa Loa Janan Ulu sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam menjaga keamanan lingkungan.

Selain melakukan pengecekan, petugas juga memberikan motivasi kepada warga agar tetap aktif melaksanakan ronda malam serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan di wilayah masing-masing.

Dalam kesempatan tersebut, Aipda Suwarno menyampaikan imbauan kamtibmas kepada petugas jaga Satkamling agar senantiasa waspada dan segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan atau berpotensi mengganggu keamanan.

Menurutnya, peran aktif masyarakat melalui kegiatan Satkamling sangat penting sebagai upaya pencegahan dini terhadap tindak kriminalitas.

“Keamanan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Dengan Satkamling yang aktif, potensi gangguan kamtibmas dapat diminimalisir,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin kerja sama yang semakin solid antara Polri, TNI, pemerintah desa, dan masyarakat, sehingga situasi kamtibmas di wilayah Desa Loa Janan Ulu dapat terus terjaga dalam keadaan aman dan kondusif. (*)

Penindakan Pelanggaran Lalu Lintas Dioptimalkan melalui ETLE Mobile Handheld

SIDIKPOST | Balikpapan – Memasuki hari ke-6 pelaksanaan Operasi Keselamatan Mahakam 2026, Satgas Penegakan Hukum (Gakkum) terus mengintensifkan kegiatan penindakan pelanggaran lalu lintas secara humanis dan edukatif dengan mengoptimalkan ETLE Mobile Handheld, Sabtu (07/02/26).

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini digelar di dua lokasi berbeda, yakni Jalan MT Haryono serta Jalan Jenderal Sudirman tepatnya di kawasan Pelabuhan Semayang, Kota Balikpapan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas serta menekan potensi terjadinya kecelakaan.

Di Jalan MT.Haryono, personel Satgas Gakkum melakukan penindakan menggunakan perangkat ETLE Mobile Handheld. Dalam teknisnya, ETLE Mobile Handheld ini memungkinkan petugas melakukan penindakkan pelanggaran lalu lintas secara langsung di lapangan. Penindakkan tersebut melalui dokumentasi visual yang dapat memunculkan langsung identitas kendaraan pelanggar.

Penindakan ini juga difokuskan pada pelanggaran rambu lalu lintas, marka jalan, serta perilaku berkendara yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan. Kegiatan ini dilakukan dengan humanis dengan mengedepankan pendekatan preventif dan edukatif kepada masyarakat.

Sementara itu, di Jalan Jenderal Sudirman tepatnya di sekitar kawasan Pelabuhan Semayang Balikpapan, personel Satgas Gakkum melakukan penindakan berupa teguran lisan maupun teguran tertulis menggunakan blangko teguran kepada pengendara yang terbukti melakukan pelanggaran. Penindakan tersebut dilaksanakan secara persuasif dengan memberikan edukasi agar pengendara lebih memahami pentingnya tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama.

Melalui Operasi Keselamatan Mahakam 2026 ini, diharapkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas semakin meningkat, sehingga dapat mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah hukum Polda Kaltim. (*)

Humas Polda Kaltim

Satgas Preemtif dan Preventif Ops.Keselamatan Mahakam Intensifkan Edukasi Lalu Lintas

SIDIKPOST | Balikpapan – Memasuki hari keenam pelaksanaan Operasi Keselamatan Mahakam 2026, Satuan Tugas (Satgas) Preemtif dan Preventif terus mengintensifkan kegiatan yang berorientasi pada peningkatan kesadaran serta keselamatan berlalu lintas, Sabtu (07/02/26).

Dalam hal ini, Satgas Preemtif melakukan kegiatan sosialisasi dan himbauan keselamatan berkendara kepada masyarakat pengguna jalan yang berlangsung di Simpang Traffic Light Beller, Jalan M.T. Haryono, Balikpapan.

Personel Satgas Preemtif memberikan edukasi secara langsung kepada pengendara mengenai pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta mengutamakan etika dan kewaspadaan dalam berkendara guna menekan angka kecelakaan lalu lintas.

Selain itu, pada hari yang sama, Satgas Preventif Ops Keselamatan Mahakam 2026 juga melaksanakan kegiatan pengecekan sarana transportasi umum massal. Kegiatan ini dipusatkan di Halte Utama Bus Balikpapan City Trans Koridor A Pelabuhan Semayang Balikpapan. Personel Satgas Preventif melakukan pemeriksaan terhadap kelayakan operasional armada bus, aspek keselamatan penumpang, serta ketertiban dan keamanan selama proses pelayanan angkutan umum.

Melalui kegiatan preemtif dan preventif yang dilakukan secara simultan tersebut, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan berlalu lintas, sekaligus memastikan layanan transportasi umum berjalan dengan aman, tertib, dan nyaman selama pelaksanaan Operasi Keselamatan Mahakam 2026 di wilayah hukum Polda Kaltim. (*)

Humas Polda Kaltim

Polsek Loa Kulu Ungkap Kasus Penyalahgunaan Narkotika Jenis Sabu di Pasar Loa Kulu

SIDIKPOST| Kukar – Jajaran Polsek Loa Kulu kembali berhasil mengungkap kasus tindak pidana penyalahgunaan narkotika jenis sabu di wilayah hukumnya. Pengungkapan tersebut dilakukan pada Sabtu malam (7/2/2026) sekitar pukul 20.55 Wita, di kawasan Pelabuhan Pasar Loa Kulu, Jalan H. Masdamsi RT 001, Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Kapolsek Loa Kulu AKP Hari Supranoto, melalui keterangan resminya menyampaikan bahwa pengungkapan berawal dari informasi masyarakat terkait adanya dugaan transaksi narkotika di lokasi tersebut. Menindaklanjuti informasi itu, petugas Unit Reskrim Polsek Loa Kulu langsung melakukan penyelidikan di lapangan.

“Saat berada di lokasi, petugas melihat seorang laki-laki yang mencurigakan berjalan keluar dari area pelabuhan. Selanjutnya dilakukan penangkapan dan penggeledahan,” jelas Kapolsek.

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan dua bungkus narkotika jenis sabu yang disimpan di dalam bungkus rokok. Total berat sabu tersebut diketahui memiliki berat kotor 0,75 gram dan berat bersih 0,57 gram. Selain itu, petugas juga mengamankan satu bungkus rokok dan satu unit telepon genggam milik terduga pelaku.

Terduga pelaku berinisial AD (22), yang diketahui berstatus sebagai pelajar, kemudian diamankan bersama barang bukti ke Polsek Loa Kulu untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan awal, yang bersangkutan mengakui bahwa narkotika tersebut rencananya akan diantarkan kepada seseorang dan tidak memiliki izin atau hak yang sah.

Atas perbuatannya, terduga pelaku disangkakan melanggar Pasal 114 Ayat (1) dan/atau Pasal 112 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, serta ketentuan terkait dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Saat ini, penyidik Polsek Loa Kulu masih terus melakukan pendalaman dan pengembangan guna mengungkap jaringan peredaran narkotika yang lebih luas.

Kapolsek Loa Kulu menegaskan komitmennya untuk terus memberantas peredaran narkotika di wilayah hukum Polsek Loa Kulu serta mengimbau masyarakat agar aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas yang mencurigakan terkait narkoba. (*)

Kebakaran Dini Hari Hanguskan Dua Rumah Warga di Loa Ipuh, Polsek Tenggarong Lakukan Penanganan dan Pendataan

SIDIKPOST| Kukar – Musibah kebakaran melanda kawasan permukiman warga di Jalan Gunung Belah RT 64, Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, pada Minggu dini hari (8/2/2025) sekitar pukul 03.15 Wita. Peristiwa tersebut mengakibatkan dua unit rumah warga mengalami kerusakan, satu di antaranya terbakar habis.

Kapolsek Tenggarong AKP Achmad Hanifi menjelaskan bahwa kebakaran pertama kali diketahui oleh salah seorang warga setempat, Yuliyanti, yang melihat kepulan asap keluar dari rumah milik Abdul Hamid. Warga kemudian berteriak meminta pertolongan dan secara spontan bersama-sama melakukan upaya pemadaman dengan peralatan seadanya, sambil menghubungi petugas pemadam kebakaran.

“Warga bergerak cepat membantu pemadaman awal sembari menunggu petugas damkar tiba di lokasi,” ujar Kapolsek.

Rumah milik seorang PNS pariwisata, yang terbuat dari kayu, terbakar habis dalam kejadian tersebut. Api juga merambat ke rumah di sebelah kiri milik seorang pedagang, sehingga bagian dapur rumahnya turut terdampak. Selain itu, satu unit sepeda motor milik warga juga dilaporkan terbakar.

Saat kejadian, pemilik rumah pertama diketahui tidak berada di tempat. Beruntung, tidak terdapat korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini. Namun, kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp300 juta, dengan rincian satu rumah terbakar habis ditaksir Rp200 juta dan satu rumah lainnya mengalami kerusakan dengan estimasi kerugian Rp100 juta.

Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 03.45 Wita berkat kerja sama berbagai pihak, termasuk sembilan unit mobil pemadam kebakaran dari Pemda Kutai Kartanegara, empat unit mobil relawan, unsur TNI, Polri, serta dukungan penuh dari masyarakat setempat. Pada pukul 04.00 Wita, kondisi di lokasi dinyatakan aman dan kondusif.

Pasca kejadian, jajaran Polsek Tenggarong langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), melakukan pendataan serta meminta keterangan saksi-saksi guna keperluan penyelidikan lebih lanjut.

Kapolsek Tenggarong juga mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama pada jam-jam rawan, serta memastikan kondisi instalasi listrik dan sumber api dalam keadaan aman untuk mencegah terulangnya peristiwa serupa. (*)