Lampu Tol Padam Gara-Gara Kabel Dicuri, Polsek Tagerang Tangkap Satu Pelaku

SIDIKPOST| Tangerang, 9 November 2025 — Aksi pencurian kabel penerangan jalan tol terjadi di ruas Tol Kunciran–Bandara Soekarno-Hatta, tepatnya di KM 7+400, Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang. Akibat kejadian tersebut, sejumlah lampu penerangan jalan padam pada Sabtu (8/11/2025) dini hari.

Beruntung, berkat kerja cepat jajaran Polsek Tangerang bersama petugas keamanan PT Jasamarga Kunciran Cengkareng (JKC), satu pelaku berhasil ditangkap di lokasi kejadian. Pelaku berinisial MAH (20), warga Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, kini telah diamankan untuk proses hukum lebih lanjut.

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol. Dr. Raden Muhammad Jauhari, S.H., S.I.K., M.Si, membenarkan adanya pengungkapan kasus tersebut.

“Benar, satu pelaku sudah kami amankan bersama barang bukti hasil curian. Saat ini kami masih melakukan pengembangan untuk memburu satu pelaku lainnya yang berhasil melarikan diri,” ujarnya.

Menurut keterangan saksi S dan F, petugas patroli Jasa Marga, peristiwa bermula pada Jumat malam (7/11/2025) sekitar pukul 23.00 WIB. Saat patroli rutin, keduanya menerima laporan bahwa lampu di KM 7+400 padam. Setelah dicek, ditemukan kabel penerangan terputus dan terjuntai di bawah kolong tol.

Keduanya kemudian melakukan penyisiran hingga ke Jalan M. Supriyadi, Kelurahan Tanah Tinggi, lokasi yang sebelumnya juga pernah mengalami kehilangan kabel. Di sana, mereka mendapati dua orang tengah mengupas kabel. Saat hendak diamankan, para pelaku melarikan diri ke arah berbeda — satu menuju Batuceper dan satu lagi ke arah Kampung Tanah Tinggi.

Petugas berhasil menangkap satu pelaku berinisial MAH di sekitar Batuceper, sementara satu lainnya, berinisial R.N alias R.M, kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa:

  • Satu gulung kabel penerangan jalan tol sepanjang ±40 meter
  • Satu buah tang potong yang dililit karet ban
  • Daftar inventaris kabel milik PT Jasamarga Kunciran Cengkareng

Akibat peristiwa ini, PT Jasamarga mengalami kerugian materi sekitar Rp7,3 juta.

“Kasus ini masih kami kembangkan. Kami mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila mengetahui keberadaan pelaku lainnya dengan menghubungi Call Center 110,” tegas Kapolres.

Polsek Tangerang juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap aksi pencurian infrastruktur publik, karena tindakan tersebut tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan akibat padamnya penerangan di jalur tol. (*)

Ribuan Warga Padati Gebyar Budaya Sunter Jaya, Rayakan 6 Tahun Sanggar Sin Lamba Batavia dengan Meriah

SIDIKPOST| Jakarta — Suasana penuh warna, gelak tawa, dan kebersamaan mewarnai acara Gebyar Budaya Sunter Jaya yang sekaligus menjadi perayaan Milad ke-6 Sanggar Sin Lamba Batavia, digelar di RTH Taman Elok, Pulo Besar 1, RT 04/RW 011, Kelurahan Sunter Jaya, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Sabtu (9/11/2025).

Acara ini sukses menarik ribuan warga dari berbagai wilayah Jabodetabek, menghadirkan kemeriahan yang memadukan seni, tradisi, dan semangat pelestarian budaya Betawi di tengah masyarakat urban.

Kegiatan dibuka dengan pantun Betawi khas dan doa bersama, lalu secara resmi dibuka oleh Camat Tanjung Priok Samsul Rizal melalui tabuhan gong, didampingi Lurah Sunter Jaya Eka Prisilian Yeluma, Guru Besar Sanggar Sin Lamba Batavia Babe H. Achmad Mukhlis, serta Ketua Umum Sanggar Sin Lamba Batavia Erfan Pratama.

Turut hadir sejumlah tokoh, di antaranya anggota DPR RI Hasbiyallah Ilyas, anggota DPRD DKI Jakarta Hengky Wijaya, perwakilan Sudin Kebudayaan dan Pariwisata Jakarta Utara, Koramil 03, Polsek Tanjung Priok, dan Ketua Bamus 1982 H. Abdul Hamid.

Dalam sambutannya, Camat Tanjung Priok Samsul Rizal menyampaikan apresiasi atas semangat masyarakat dalam melestarikan budaya lokal.

“Budaya adalah jati diri bangsa. Melalui kegiatan seperti ini, kita menjaga warisan leluhur agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman,” ujarnya.

Sementara Lurah Sunter Jaya Eka Prisilian Yeluma menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku seni, dan masyarakat dalam menjaga kekayaan budaya Betawi.

“Gebyar Budaya bukan hanya ajang hiburan, tapi momentum mempererat persaudaraan dan menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya lokal,” ungkapnya.

Acara semakin hidup dengan penampilan pendekar cilik dari Sanggar Sin Lamba Batavia pusat dan cabang Gunung Sahari Selatan yang memperagakan jurus silat penuh semangat.

Selain itu, masyarakat juga dihibur oleh berbagai pertunjukan seperti tarian tradisional Jawa Barat, hadroh, bodoran Betawi, gambang kromong, atraksi silat, hingga lenong Betawi yang menghadirkan pelawak ternama Opie Kumis dan Sabar Bokir.

Sebagai wujud kepedulian sosial, panitia bersama Babe H. Achmad Mukhlis, Camat Samsul Rizal, dan Lurah Eka Prisilian Yeluma juga menyerahkan santunan kepada 60 anak yatim piatu, menambah keberkahan acara tersebut.

Menariknya, kegiatan ini turut mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk PT Pembangunan Jaya Ancol yang memberikan door prize tiket rekreasi ke Sea World, Samudra, dan Jakarta Bird Land.

Menjelang malam, band DJ Smile of Jamaica menutup rangkaian acara dengan penampilan enerjik yang mempersatukan warga dalam kegembiraan dan kebersamaan.

“Kami ingin budaya Betawi tetap hidup di hati masyarakat. Jika bukan kita yang menjaga dan melestarikan, siapa lagi?” ujar panitia dengan penuh semangat.

Gebyar Budaya Sunter Jaya dan Milad ke-6 Sanggar Sin Lamba Batavia pun menjadi simbol kebanggaan warga , bahwa budaya bukan hanya warisan, melainkan identitas yang harus dijaga, dirayakan, dan diteruskan untuk generasi mendatang. (*)

Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ VII) Desa Babakan Asem Tahun 2025

SIDIKPOST | Kabupaten Tangerang – Pemerintah Desa Babakan Asem Bersama LPTQ Desa Babakan Asem Menyelenggarakan Acara Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ VII) Desa Babakan Asem Tahun 2025. Acara Tersebut Dihadiri Langsung Oleh Kurnia S. STP. M. Si Camat Teluknaga Bersama Madjoli Ma’mur S.E.M.IP Kepala Desa Babakan Asem Didampingi Oleh Ny. Sahrini Ramadhan S. Kep. Ners Ketua TP-PKK Desa Babakan Asem Beserta Rohim Setiawan Sekdes Babakan Asem Bersama Suherlan Boy Kertua BPD Desa Babakan Asem Beserta Ustadz Rokib Shihab S. Pd Ketua LPTQ Desa Babakan Asem Bersama Aparatur Dan Lembaga Desa Beserta Mandor, Ketua RT/ Ketua RW Desa Babakan Asem. Acara Dimeriahkan dengan Berbagai Macam Hadiah-hadiah serta Door Prize Dan Pada Malam Harinya Acara Dihibur Oleh Gambus Arabic. Acara STQ VII Dilaksanakan Di KWT Sekar Arum Kp. Kedung Jaya RT 004/ RW 005 Desa Babakan Asem Kecamatan Teluknaga Kabupaten Tangerang.(08/11/25)

Pembukaan Acara Seleksi Tilawatil Qur’an STQ VII Tingkat Desa Babakan Asem Tahun 2025 Diawali Dengan Pawai Karnaval Bersama Para Kafilah-kafilah. Luar Biasa Antusias Warga Desa Babakan Asem Dalam Rangka Menyaksikan Para Kafilah-kafilah Peserta STQ VII Tingkat Desa Babakan Asem Tahun 2025. Dengan mengikuti Pawai Karnaval bersama Para Kafilah-kafilah Peserta STQ VII Dan Kemeriahan Pelepasan Balon Ke Udara Dalam Rangka Pembukaan Dan Memeriahkan Serta Mensukseskan Acara STQ VII Tingkat Desa Babakan Asem Tahun 2025.

Madjoli Ma’mur S. E. M. IP Kepala Desa Babakan Asem Menyampaikan ,” Melalui (Seleksi Tilawatil Qur’an) STQ VII Tingkat Desa Babakan Asem Tahun 2025. Diharapkan Dapat muncul Cikal bakal Qori Qoriah terbaik dari Desa Babakan Asem yang bisa mengharumkan Nama Baik Desa Babakan Asem Melalui Kepribadian Yang Cinta Al-Qur’an Dan Mengamalkan Isi Kandungan Al-Qur’an. Baca Tulis Al-Qur’an Menjadi Budaya Yang Dapat Terus Dilestarikan, Yang Nantinya Lahir Qori Dan Qoriah Sehingga Menjadi Penghafal Al-Qur’an, Untuk Mewujudkan Generasi-generasi Muda Yang Cerdas Dan Berprestasi “.

Seleksi Tilawatil Qur’an STQ VII Menjadi Wadah untuk menumbuhkan semangat membaca, memahami dan mengamalkan Al-Qur’an dikalangan masyarakat khususnya generasi muda. Semoga melalui STQ VII ini, dapat lahir qari dan qari’ah terbaik yang tidak hanya indah dalam lantunan, tetapi juga mulia akhlak dan perbuatan.

” Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) Senantiasa Memiliki daya tarik dan ruang tersendiri dalam kehidupan bermasyarakat. Sehingga Lantunan Kalam Ilahi yang menggema selama pelaksanaan STQ diyakini mampu menciptakan nuansa Religius yang menghadirkan suasana yang menyejukkan batin dan pelaksanaan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) juga dapat meningkatkan dan mengembangkan syiar Islam serta memperteguh keimanan Kita kepada Allah SWT, Ucap Madjoli Ma’mur S. E. M. IP Kepala Desa Babakan Asem “.

Kurnia S. STP. M. Si Camat Teluknaga Menyampaikan ,” Acara Seleksi Tilawatil Qur’an STQ VII Tingkat Desa Babakan Asem Tahun 2025. Apresiasi kepada Pemerintah Desa Babakan Asem dan seluruh panitia STQ VII atas terselenggaranya kegiatan keagamaan tersebut dengan meriah dan penuh semangat kebersamaan.

Kami sangat mengapresiasi kerja keras Panitia bersama ketua LPTQ Desa sekaligus dewan Hakim STQ beserta tokoh agama, dan juga masyarakat Desa Babakan Asem yang telah menyukseskan STQ VII ini. Kegiatan seperti ini menjadi wadah penting untuk menumbuhkan generasi Qur’ani sekaligus mempererat ukhuwah islamiyah di tengah masyarakat. “Berharap Semangat kegiatan keagamaan seperti Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) dapat terus dijaga dan dikembangkan di seluruh Desa Diwilayah Kecamatan Teluknaga, Ucap Kurnia S. STP. M. Si Camat Teluknaga”.

 

Penulis : Kendy

Trio Kuda Tampilkan Semangat Pemberontakan Lewat Album “Thrash Blues”: Perpaduan Energi Metal dan Jiwa Blues

SIDIKPOST | Jakarta — Unit musik eksperimental asal ibu kota, Trio Kuda, resmi meluncurkan album penuh perdana bertajuk “Thrash Blues” pada Jumat, 7 November 2025, di bawah label Blues One Records.

Album ini menjadi penanda perjalanan musikal trio lintas genre yang digawangi Anov Blues One, Reza Arfandy, dan Sastra Cipta Abyad, tiga musisi dengan karakter liar dan independen dalam mengekspresikan kebebasan bermusik.

Berisi tujuh lagu — di antaranya “Welcome”, “Sikat!”, “Killing Zone”, “Stay Alive”, “Satisfaction”, “Surga atau Neraka”, dan “Setitik Cahaya” — album ini menghadirkan kombinasi tak lazim antara distorsi agresif thrash metal dan nuansa emosional blues yang kental. Lagu “Setitik Cahaya” menjadi focus track, menggambarkan perjalanan spiritual dan filosofi musikal Trio Kuda.

Menurut Reza Arfandy, album ini adalah bentuk perlawanan terhadap stagnasi industri musik modern.

“Kami tidak sekadar membuat musik, kami sedang menyatakan sikap. Musik adalah bahasa kejujuran, bukan sekadar komoditas,” ujarnya.

Ciri khas Trio Kuda terletak pada format minimalisnya — tanpa pemain bass. Anov Blues One memainkan “gitar cangkul”, instrumen unik hasil rakitannya sendiri dari gagang cangkul yang melambangkan perlawanan terhadap kemewahan industri. Sementara Sastra Abyad menggunakan drum pad portabel, memperkuat karakter spontanitas dan kebebasan berekspresi dalam setiap penampilan.

Proses rekaman Thrash Blues dilakukan dengan pendekatan raw recording — cepat, spontan, dan mobile — di berbagai lokasi berbeda, menonjolkan keaslian suara tanpa banyak rekayasa studio. Pendekatan ini sejalan dengan semangat musisi blues legendaris yang lebih menekankan feeling ketimbang kemewahan teknis.

Inspirasi Trio Kuda datang dari dua kutub: Buddy Guy, Stevie Ray Vaughan, dan The White Stripes dari dunia blues rock, serta Motörhead, Megadeth, dan Anthrax dari ranah thrash metal. Perpaduan keduanya menciptakan karakter musik keras namun penuh jiwa.

Sebelum album ini, Trio Kuda sudah lebih dulu dikenal lewat sejumlah single seperti “Sikat!” dan “Stay Alive” yang mendapat sambutan positif di komunitas musik independen. Dengan Thrash Blues, mereka ingin memperkuat eksistensi sebagai suara alternatif yang otentik dan berani di tengah arus musik komersial.

“Kami ingin membuktikan bahwa musik sejati lahir dari kejujuran dan keberanian untuk berbeda,” tegas Anov Blues One.

Seluruh lagu dalam album Thrash Blues kini telah tersedia di berbagai platform musik digital — mengajak pendengarnya untuk merasakan ledakan energi, idealisme, dan kebebasan artistik khas Trio Kuda. ( *)

 

BPAN Kota Tangerang Pertanyakan Transparansi Operasional Perahu Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata

SIDIKPOST| Kota Tangerang — Program perahu wisata yang dikelola oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang menjadi sorotan publik. Pasalnya, sejumlah masyarakat mempertanyakan transparansi penggunaan anggaran operasional perahu wisata tersebut yang tercatat rutin dikeluarkan setiap bulan sepanjang tahun 2025.

Data yang diperoleh menunjukkan adanya alokasi dana operasional dengan total nilai puluhan juta rupiah, di antaranya:

31 Januari 2025 sebesar Rp8.000.000,

25 Februari 2025 sebesar Rp8.900.000,

26 Maret 2025 sebesar Rp9.300.000,

29 April 2025 sebesar Rp12.700.000,

5 Juni 2025 sebesar Rp9.500.000,

30 Juni 2025 sebesar Rp8.800.000,

30 Juli 2025 sebesar Rp8.400.000, dan

30 September 2025 sebesar Rp5.400.000.

Namun, hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai lokasi operasional dan kegiatan yang dijalankan oleh perahu wisata tersebut.

Ketua Badan Penelitian Aset Negara (BPAN) Kota Tangerang, H. Muhdi, menyampaikan keprihatinannya atas kurangnya keterbukaan informasi publik terkait kegiatan tersebut.

“Kami meminta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang untuk menjelaskan secara terbuka. Perahu itu digunakan di mana? Apakah benar beroperasi untuk masyarakat atau hanya simbol kegiatan semata? Masyarakat berhak tahu karena itu menggunakan uang negara,” tegas H. Muhdi, Jumat (7/11/2025).

Ia menambahkan bahwa prinsip transparansi dan akuntabilitas merupakan kewajiban setiap lembaga pemerintah, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, serta Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, yang mewajibkan setiap pengelola anggaran negara mempertanggungjawabkan setiap penggunaan dana secara terbuka dan tepat sasaran.

“Ini bukan soal nominal, tapi soal kepercayaan publik. Kalau kegiatan itu benar-benar untuk wisata masyarakat, harusnya bisa dilihat dan dinikmati bersama. Tapi kalau tidak jelas keberadaannya, ini perlu diklarifikasi agar tidak menimbulkan dugaan negatif,” tambahnya.

BPAN Kota Tangerang juga meminta agar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang memberikan keterangan resmi kepada publik, baik melalui media maupun laporan keterbukaan informasi, guna menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana publik di sektor pariwisata.

H. Muhdi menegaskan, pihaknya akan terus mengawal transparansi penggunaan anggaran tersebut agar sesuai dengan asas pemerintahan yang baik, bersih, dan bertanggung jawab.

“Kami hanya ingin memastikan semua program benar-benar berjalan untuk kepentingan masyarakat. Bukan sekadar anggaran habis tanpa hasil nyata,” pungkasnya.

Penulis : Anton Teef

PEMDES TELUKNAGA Menggelar Acara Seleksi Tilawatil Qur’an STQ KE-4 Tahun 2025

SIDIKPOST| Kabupaten Tangerang – Pemerintah Desa Teluknaga Menggelar Acara Seleksi Tilawatil Qur’an STQ KE-4 Tingkat Desa Teluknaga Tahun 2025. ” Mari Kita Amalkan Isi Al-Qur’an Menuju Desa Teluknaga Yang Qur’ani “. Pelaksanaan Acara Seleksi Tilawatil Qur’an STQ KE-4 Tingkat Desa Teluknaga Dilaksanakan Di SDN Teluknaga 3 Desa Teluknaga Kecamatan Teluknaga Kabupaten Tangerang.(08/11/25)

“Dengan Al-Qur’an Marilah Kita Jadikan Generasi Yang Qur’ani, Generasi Yang Cerdas, Generasi Yang Berkarakter Serta Mampu Mengamalkan Al-Qur’an Dalam Kehidupan Sehari-hari Untuk Memperkuat Nilai-nilai Islami Dan Melestarikan Budaya-budaya Islam”.

Acara Seleksi Tilawatil Qur’an STQ KE-4 Tingkat Desa Teluknaga Di SDN Teluknaga 3 Desa Teluknaga Dihadiri Langsung Oleh H. Ajie Sutikna, SH Kepala Desa Teluknaga Didampingi Oleh Hj. Dewi Ayu Utami Ketua TP-PKK Desa Teluknaga Bersama Ahmad Tohari Sekdes Teluknaga Bersama Budi S. Pd Kasi Biswasdes Kecamatan Teluknaga Beserta Ahmad Sugito Kaur Keuangan Desa Teluknaga Bersama H. Mahdi Muja ketua LPTQ Desa Teluknaga Bersama Ustad Hallaludin Ketua MUI Desa Teluknaga Beserta Aiptu H. Suhendra Bhabinkamtibmas Desa Teluknaga (Polsek Teluknaga) Bersama Ustad H. Mahdi Muja Ketua LPTQ Desa Teluknaga (Ketua Panitia STQ KE-4) Beserta Anggota Panitia STQ KE-4 Desa Teluknaga Bersama Para Kafilah-Kafilah STQ KE-4 Tingkat Desa Teluknaga.

Pembukaan Acara Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) KE-4 Tingkat Desa Teluknaga Tahun 2025 Diawali Dengan Kesenian Palang Pintu (Silat Betawi) TTKKBI Tjimande Tari Kolot Karuhun Banten Indonesia Desa Teluknaga. Kemudian Acara STQ KE-4 Tingkat Desa Teluknaga Dilanjutkan Dengan Pembacaan Doa Ayat-ayat Suci Al-Qur’an Kemudian Menyanyikan Lagu Indonesia Raya Dan Lagu Mars MTQ Oleh TP-PKK Desa Teluknaga Kemudian Dilanjutkan Dengan Sambutan Oleh H. Mahdi Muja Ketua LPTQ (Ketua Panitia STQ KE-4 Tingkat Desa Teluknaga) Kemudian Dilanjutkan Dengan Sambutan Oleh H. Ajie Sutikna SH Kepala Desa Teluknaga Kemudian Dilanjutkan Dengan Sambutan Oleh H. Ipi Saropi S. ST Sekretaris Umum LPTQ Kecamatan Teluknaga Kemudian Sambutan Oleh Budi S. Pd Kasi Biswasdes Kecamatan Teluknaga Kemudian Dilanjutkan Dengan Pembacaan SK Dewan Hakim, Pengambilan Sumpah Dan Pelantikan Dewan Hakim STQ KE-4 Tingkat Desa Teluknaga. Kemudian dilanjutkan dengan Pembacaan Doa Oleh Ustad Hallaludin Ketua MUI Desa Teluknaga. Acara Dilanjutkan Dengan Cabang Perlombaan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) KE-4 Tingkat Desa Teluknaga Diantaranya Tilawah Qur’an, Tahfidz, Musabaqoh Fahmil Qur’an, Kaligrafi, Adzan, Murottal, Musabaqoh Sarhil Qur’an.

H. Ajie Sutikna SH Kepala Desa Teluknaga Menyampaikan ,” Melalui (Seleksi Tilawatil Qur’an) STQ KE-4 Tingkat Desa Teluknaga Tahun 2025. Diharapkan Dapat muncul Cikal bakal Qori Qoriah terbaik dari Desa Teluknaga yang bisa mengharumkan Nama Baik Desa Teluknaga Melalui Kepribadian Yang Cinta Al-Qur’an Dan Mengamalkan Isi Kandungan Al-Qur’an. Baca Tulis Al-Qur’an Menjadi Budaya Yang Dapat Terus Dilestarikan, Yang Nantinya Lahir Qori Dan Qoriah Sehingga Menjadi Penghafal Al-Qur’an, Untuk Mewujudkan Generasi-generasi Muda Yang Cerdas Dan Berprestasi “.

Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) Senantiasa Memiliki daya tarik dan ruang tersendiri dalam kehidupan bermasyarakat. Sehingga Lantunan Kalam Ilahi yang menggema selama pelaksanaan STQ diyakini mampu menciptakan nuansa Religius yang menghadirkan suasana yang menyejukkan batin dan pelaksanaan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) juga dapat meningkatkan dan mengembangkan syiar Islam serta memperteguh keimanan Kita kepada Allah SWT.

Berharap, Melalui Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) Pembinaan Dan Juga Bimbingan Pendidikan Al-Qur’an Harus Terus berjalan. Sehingga Baca tulis Al-Qur’an menjadi Budaya yang dapat terus dilestarikan Oleh masyarakat sehingga dapat menyaring generasi-generasi muda yang Berprestasi Dan Berbakat. Yang Nantinya Lahir Qori Qoriah Khususnya Diwilayah Desa Teluknaga Sehingga Menjadi Penghafal Al-Qur’an.

” Kami sangat mengapresiasi kerja keras Panitia bersama ketua LPTQ Desa Teluknaga sekaligus dewan Hakim STQ beserta tokoh agama, dan juga masyarakat Desa Teluknaga yang telah menyukseskan STQ KE-4 ini. Kegiatan seperti ini menjadi wadah penting untuk menumbuhkan generasi Qur’ani sekaligus mempererat ukhuwah islamiyah di tengah masyarakat.

Berharap ,” Semangat kegiatan keagamaan seperti Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) dapat terus dijaga dan dikembangkan khususnya Diwilayah Desa Teluknaga, Ucap H. Ajie Sutikna SH Kepala Desa Teluknaga “.

Penulis : Kendy

Polsek Loa Kulu Tebar Kebaikan Lewat Jumat Berkah, Wujud Kepedulian Polri kepada Warga

SIDIKPOST| Kutai Kartanegara — Dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan, Polsek Loa Kulu kembali melaksanakan kegiatan sosial bertajuk “Jumat Berkah”, dengan membagikan puluhan nasi kotak kepada jamaah Masjid Al Mizan, usai pelaksanaan salat Jumat di Kecamatan Loa Kulu, Jumat (7/11/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh personel Polsek Loa Kulu yang secara langsung turun ke lapangan untuk menyerahkan paket makanan kepada masyarakat.

Antusiasme warga terlihat jelas, suasana penuh canda dan silaturahmi mewarnai kegiatan berbagi yang digelar rutin setiap pekan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Kapolsek Loa Kulu IPTU Hari Supranoto, mewakili Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Khairul Basyar, menyampaikan bahwa kegiatan Jumat Berkah merupakan bagian dari program Polri Peduli — sebagai wujud empati dan tanggung jawab sosial terhadap masyarakat.

“Kami ingin kehadiran Polri tidak hanya dirasakan saat pengamanan atau penegakan hukum, tetapi juga dalam bentuk kepedulian dan kebersamaan. Melalui kegiatan sederhana seperti ini, kami berharap bisa menebar manfaat dan memperkuat ikatan sosial dengan warga,” ujarnya.

Selain membagikan makanan, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan silaturahmi antara aparat kepolisian dan masyarakat

Personel Polsek Loa Kulu berinteraksi langsung dengan warga, mendengarkan aspirasi, dan menyampaikan pesan-pesan kamtibmas agar lingkungan tetap aman dan kondusif.

Salah satu jamaah masjid, H. Ahmad, mengungkapkan apresiasinya atas inisiatif Polsek Loa Kulu.

“Program ini sangat positif. Selain membantu masyarakat, juga membuat kami merasa dekat dengan aparat kepolisian. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut,” tuturnya.

Melalui kegiatan Jumat Berkah, Polsek Loa Kulu menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga hadir membawa manfaat dan kebaikan bagi masyarakat di wilayahnya. (*)

Doa dan Kebersamaan Warnai Yasinan Polres Kukar, Wujudkan Kedamaian dan Ketenteraman di Masyarakat

SIDIKPOST| Kutai Kartanegara — Dalam suasana penuh khidmat, Polres Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar doa dan yasinan bersama di Masjid Al-Ikhlas Mapolres Kukar, Jumat (7/11/2025).

Kegiatan tersebut diikuti oleh Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar, para pejabat utama, personel Polres, serta tokoh masyarakat dan warga sekitar.

Acara keagamaan ini merupakan agenda rutin yang menjadi bagian dari pembinaan rohani dan mental (binrohtal) personel Polri. Melalui kegiatan tersebut, Polres Kukar berupaya memperkuat keimanan serta menumbuhkan rasa kebersamaan di antara anggota dan masyarakat.

Doa bersama dipimpin oleh tokoh agama setempat, diiringi lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Seluruh peserta memanjatkan doa untuk kelancaran tugas kepolisian, keselamatan personel, dan terciptanya situasi kamtibmas yang aman serta kondusif di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara.

Dalam sambutannya, Kapolres AKBP Khairul Basyar menegaskan bahwa kegiatan seperti ini menjadi wujud nyata dari keseimbangan antara tugas profesional dan pendekatan spiritual.

“Kami percaya, keberhasilan tugas tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tapi juga oleh kekuatan doa dan keikhlasan. Melalui kegiatan yasinan ini, kita berdoa agar seluruh personel diberi perlindungan dan wilayah Kukar senantiasa aman serta damai,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan keagamaan merupakan momen penting untuk mempererat silaturahmi antaranggota sekaligus membangun semangat pelayanan publik yang berlandaskan nilai-nilai moral dan kemanusiaan.

Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah sederhana, menandai komitmen Polres Kutai Kartanegara dalam menjaga keamanan daerah melalui pendekatan spiritual, humanis, dan berkelanjutan. (*)

Memaknai Area Undelimited Waters Zee – Selat Malaka Serta Hak Dan Kewajiban Negara Para Pihak

Oleh: Robert Marpaung, M.A.

SIDIKPOST| Jakarta – Indonesia sebagai negara kepulauan dengan wilayah laut sekitar 6,4 juta km², memiliki kepentingan strategis terhadap kejelasan batas wilayah yurisdiksi maritim. Hal ini tidak hanya berkaitan dengan aspek kedaulatan wilayah NKRI, namun juga dengan berkaitan dengan faktor keamanan, kepastian hukum internasional dan pengelolaan sumber daya alam yang terkandung didalamnya. Di beberapa wilayah, termasuk Selat Malaka, masih terdapat segmen perairan yang belum disepakati batasnya secara resmi, yang dikenal sebagai undelimited waters atau perairan tak terdelimitasi.

Tentang Undelimited Waters

Konsep undelimited waters muncul ketika dua negara atau lebih memiliki klaim wilayah laut yang saling tumpang tindih tetapi belum mencapai kesepakatan batas resmi. Menurut United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) 1982, delimitasi batas laut harus dilakukan melalui kesepakatan berdasarkan hukum internasional untuk mencapai hasil yang adil (equitable solution).

Pada Pasal 74 dan Pasal 83 UNCLOS 1982, mengatur bahwa selama batas ZEE dan/atau landas kontinen belum disepakati, negara-negara yang berkepentingan wajib mengadakan pengaturan sementara (provisional arrangements of a practical nature) tanpa merugikan hasil akhir dari perundingan. Prinsip ini menegaskan bahwa tidak satu pun negara boleh mengambil tindakan sepihak yang dapat mengubah status quo.

Dalam konteks Undelimited Waters di ZEEI – Selat Malaka, Indonesia dan Malaysia memiliki sejarah panjang sejak ditetapkannya perjanjian antara kedua negara tanggal 17 Maret 1970 yang hanya mencakup batas laut teritorial sejauh 12 mil laut dari garis pangkal, sedangkan batas ZEE dan landas kontinen belum seluruhnya disepakati. Ketiadaan delimitasi yang jelas menimbulkan sejumlah implikasi strategis diantaranya terjadinya tumpang tindih klaim ZEE serta wilayah patroli keamanan laut yang berisiko menimbulkan gesekan antar penegak hukum kedua negara, lemahnya efektivitas pengawasan terhadap kejahatan lintas batas dan pelanggaran lingkungan laut serta ketidakpastian yurisdiksi terhadap kegiatan ekonomi seperti penangkapan ikan, eksplorasi migas dan penelitian ilmiah.

Dari perspektif geopolitik, status undelimited waters di ZEEI – Selat Malaka merefleksikan kompleksitas hubungan antara kepentingan nasional dan stabilitas regional. Ketidakjelasan batas maritim tersebut tidak hanya menjadi isu bilateral antara dua negara pantai, tetapi juga berdampak langsung terhadap keamanan kawasan Asia Tenggara. Sebagai salah satu jalur pelayaran internasional tersibuk di dunia, Selat Malaka memiliki nilai strategis tinggi sehingga menuntut adanya koordinasi dan tanggung jawab bersama dalam pengelolaannya.

Kegagalan menjaga keseimbangan antara kepentingan kedaulatan dan kewajiban internasional berpotensi meningkatkan risiko kejahatan lintas batas seperti perompakan, penyelundupan serta pencemaran laut yang dapat mengancam stabilitas dan keamanan maritim regional.

Hak dan Kewajiban Negara Para Pihak

Hak negara pantai dalam area undelimited waters bersifat terbatas karena harus mempertimbangkan hak negara lain yang memiliki klaim tumpang tindih. Oleh karena itu, tindakan eksploitasi sepihak seperti pemberian izin eksplorasi minyak dan gas di wilayah belum terdelimitasi dapat dianggap melanggar asas non-jeopardy (yang berarti tidak merugikan posisi hukum negara lain dalam situasi batas undelimited waters. Sebagaimana diatur pada Pasal 74 ayat (3) dan Pasal 83 ayat (3) UNCLOS 1982, yang menjelaskan bahwa sebelum tercapai kesepakatan batas, negara-negara harus menghindari tindakan yang “jeopardize or hamper” (mengancam atau menghambat) tercapainya perjanjian final. Dalam konteks hukum laut internasional, asas ini menegaskan bahwa: “Selama proses delimitasi batas maritim belum selesai, negara-negara yang bersengketa tidak boleh mengambil tindakan yang dapat mengubah atau merugikan posisi hukum masing-masing pihak”.

Dengan kata lain, tidak ada pihak yang boleh mengambil keuntungan sepihak (misalnya dengan melaksanakan survei/penelitian ilmiah, eksploitasi sumber daya, pembangunan fasilitas dan patroli agresif) di wilayah laut yang masih belum ditentukan batasnya secara sah.

Selanjutnya negara pantai memiliki tanggung jawab hukum dan moral dalam menjaga stabilitas kawasan maritim, terutama di wilayah undelimited waters. Dalam konteks hukum laut internasional, negara pantai berkewajiban untuk menahan diri dari tindakan yang dapat mengganggu proses perundingan batas maritim serta menghormati hak lintas damai (innocent passage) di laut teritorial dan kebebasan navigasi di ZEE.

Selain itu, negara pantai juga dituntut untuk bekerja sama secara konstruktif dalam pencegahan dan pengendalian pencemaran laut, peningkatan keselamatan pelayaran, serta penegakan hukum terhadap aktivitas ilegal di laut. Kewajiban tersebut mencerminkan pentingnya tata kelola maritim yang berbasis pada prinsip kerja sama, saling menghormati, dan kepatuhan terhadap norma-norma hukum internasional.

Langkah Strategis Sesuai UNCLOS 1982 dan Dari Konteks Hankam Maritim

Untuk menjaga stabilitas dan kepastian hukum di kawasan undelimited waters ZEEI–Selat Malaka, beberapa langkah strategis yang dapat memperkuat posisi Indonesia dalam menjaga hak maritimnya sekaligus memenuhi kewajiban internasional sebagai negara pantai antara lain dengan penerapan provisional arrangements yang mencakup mekanisme patroli bersama, zona penangkapan ikan bersama (joint fisheries management), percepatan negosiasi bilateral antara Indonesia dan Malaysia dengan menggunakan prinsip equidistance (Asas Garis Sama Jarak) yang berarti bahwa garis batas maritim antara dua negara ditarik pada jarak yang sama dari garis pangkal (baseline) masing-masing negara atau asas special circumstances untuk menyesuaikan atau memodifikasi penerapan garis sama jarak (equidistance line) agar hasilnya lebih adil dan wajar (equitable), sebagaimana diatur pada Pasal 15, Pasal 74 ayat (1), dan Pasal 83 ayat (1) UNCLOS 1982.

Dalam konteks pertahanan dan keamanan maritim, penguatan diplomasi maritim Indonesia menjadi elemen strategis yang tidak terpisahkan dari tugas TNI, khususnya Pusat Informasi Maritim (Pusinfomar) TNI sebagai Badan Pelaksana Pusat (Balakpus) untuk mengoptimalkan sistem pantauan maritim terpadu guna mendukung deteksi dini terhadap potensi pelanggaran di wilayah Undelimited Waters atau grey zone. Upaya ini tidak hanya sebagai instrumen peningkatan transparansi aktivitas maritim yang dilakukan negara para pihak, tetapi juga memperkuat posisi diplomasi pertahanan Indonesia dalam menjaga kedaulatan, menegakkan hukum laut serta memastikan stabilitas keamanan di kawasan strategis nasional dan regional.

Indonesia memiliki kepentingan strategis terkait kejelasan batas yurisdiksi maritim, baik untuk menjaga kedaulatan, kepastian hukum, keamanan, maupun pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan. Belum adanya kesepakatan batas antara Indonesia dan Malaysia (undelimited waters di ZEEI–Selat Malaka) menimbulkan implikasi strategis seperti tumpang tindih klaim, potensi gesekan patroli, dan lemahnya pengawasan terhadap kejahatan lintas batas. Berdasarkan UNCLOS 1982 Pasal 74 dan 83, negara pantai wajib menahan diri dari tindakan sepihak dan melakukan pengaturan sementara (provisional arrangements) tanpa merugikan posisi hukum pihak lain sesuai asas non-jeopardy. Oleh karena itu, Indonesia perlu memperkuat diplomasi maritim, mempercepat negosiasi batas serta mengoptimalkan peran TNI dalam hal ini Pusinfomar TNI dalam pemantauan maritim terpadu sebagai deteksi dini terhadap potensi pelanggaran guna menjaga stabilitas keamanan, menegakkan hukum laut internasional dan melindungi kepentingan nasional di kawasan strategis Selat Malaka.

Sumber Referensi:

1. United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) 1982.
2. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia. (*)

Kapolda Kaltim Hadiri HUT ke-26 Kutai Barat, Ajak Perkuat Sinergi Demi Pembangunan dan Keamanan Daerah

SIDIKPOST | Kutai Barat — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-26 Kabupaten Kutai Barat, Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol. Endar Priantoro, S.H., S.I.K., C.F.E., M.H., bersama Ketua Bhayangkari Daerah Kaltim Ny. Nindya Endar Priantoro, menghadiri upacara peringatan HUT Kutai Barat yang digelar di Taman Budaya Sendawar, Rabu (5/11/2025).

Upacara berlangsung khidmat dan meriah, dihadiri oleh Bupati Kutai Barat Fredrick Edwin, jajaran Forkopimda, serta Kapolres Kutai Barat AKBP Boney Wahyu Wicaksono, S.I.K. Suasana perayaan penuh semangat kebersamaan dan refleksi terhadap perjalanan pembangunan daerah selama 26 tahun terakhir.

Dalam sambutannya, Kapolda Kaltim Irjen Pol. Endar Priantoro menyampaikan apresiasi atas berbagai capaian pembangunan di Kabupaten Kutai Barat, terutama dalam menjaga stabilitas wilayah serta kemajuan sektor ekonomi dan sosial.

“Pembangunan tidak akan berjalan tanpa stabilitas keamanan. Polri bersama TNI dan pemerintah daerah akan terus memperkuat sinergi demi menciptakan iklim yang aman, damai, dan kondusif bagi masyarakat,” ujarnya.

Kapolda juga menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan fondasi utama dalam mewujudkan kesejahteraan dan kemajuan daerah. Ia mendorong seluruh elemen masyarakat untuk turut berperan aktif menjaga harmoni sosial serta mendukung kebijakan pembangunan berkelanjutan.

Perayaan HUT ke-26 Kutai Barat turut dimeriahkan oleh penampilan seni dan budaya khas daerah, seperti tarian tradisional dan musik etnik yang menampilkan kekayaan budaya Bumi Tanaa Purai Ngeriman. Kegiatan ini menjadi wujud pelestarian nilai-nilai kearifan lokal sekaligus memperkuat identitas budaya masyarakat Kutai Barat.

Dengan semangat kebersamaan, peringatan ini diharapkan menjadi momentum memperkuat komitmen antara pemerintah daerah, TNI-Polri, dan masyarakat untuk terus membangun Kutai Barat yang aman, maju, dan berbudaya. (*)

Kapolres Kukar Pimpin Sertijab Kapolsek Tenggarong, Dorong Profesionalisme dan Regenerasi Kepemimpinan

SIDIKPOST |Kutai Kartanegara — Dalam rangka penyegaran organisasi dan pembinaan karier personel, Polres Kutai Kartanegara (Kukar) melaksanakan Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kapolsek Tenggarong, pada Kamis (6/11/2025) di Ruang Catur Prasetya Lantai III Mapolres Kukar.

Upacara dipimpin langsung oleh Kapolres Kutai Kartanegara, AKBP Khairul Basyar, dengan dihadiri oleh para pejabat utama Polres, Kapolsek jajaran, serta personel Polres Kukar. Dalam prosesi tersebut, jabatan Kapolsek Tenggarong secara resmi diserahterimakan dari IPTU Budi Santoso kepada IPTU Achmad Hanifi, berdasarkan Keputusan Kapolda Kaltim Nomor Kep/636/X/2025 tertanggal 20 Oktober 2025.

Acara berlangsung khidmat dengan rangkaian kegiatan mulai dari pembacaan keputusan Kapolda, pengambilan sumpah jabatan, penandatanganan berita acara, hingga pemberian ucapan selamat kepada pejabat lama dan baru.

Dalam amanatnya, Kapolres AKBP Khairul Basyar menyampaikan apresiasi kepada pejabat lama atas dedikasi dan kerja keras selama bertugas, sekaligus memberikan motivasi kepada pejabat baru untuk segera menyesuaikan diri dan melanjutkan program yang telah berjalan.

“Mutasi jabatan adalah hal yang wajar dalam dinamika organisasi Polri. Ini bagian dari pembinaan karier dan regenerasi kepemimpinan agar organisasi tetap segar, adaptif, dan responsif terhadap perubahan,” ujarnya.

Kapolres juga menegaskan pentingnya peran Kapolsek sebagai ujung tombak pelayanan publik dan pemeliharaan kamtibmas di wilayah hukum masing-masing.

“Kapolsek harus hadir di tengah masyarakat, mendengar aspirasi warga, dan cepat merespons setiap persoalan. Pelayanan yang humanis dan kehadiran polisi yang dirasakan masyarakat adalah bentuk nyata dari Polri Presisi,” tambahnya.

Upacara ditutup dengan sesi foto bersama dan ucapan selamat dari jajaran pejabat Polres Kukar. Dengan pergantian kepemimpinan ini, diharapkan Polsek Tenggarong semakin solid, inovatif, dan mampu menjaga keamanan serta pelayanan publik yang prima di wilayahnya. (*)

Tingkatkan Mutu Pelayanan, Polres Kukar Terima Supervisi Tim Stamarena Polri

SIDIKPOST| Kutai Kartanegara — Dalam upaya memperkuat tata kelola pelayanan publik yang profesional dan modern, Polres Kutai Kartanegara (Kukar) menerima kunjungan Tim Penilai Internal Stamarena Mabes Polri dalam kegiatan Supervisi Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik Mandiri Instansional Tahun 2025, yang digelar pada Kamis (6/11/2025) di Ruang Tribrata Polres Kukar.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Karo RBP Stamarena Mabes Polri, Brigjen Pol Mas Gunarso, didampingi para pejabat utama Stamarena serta Tim Pendamping dari Rorena Polda Kalimantan Timur. Kunjungan ini bertujuan melakukan penilaian, pembinaan, dan evaluasi langsung terhadap standar pelayanan publik di lingkungan Polres Kutai Kartanegara, terutama dalam hal transparansi, efisiensi, dan inovasi pelayanan kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Khairul Basyar menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim supervisi. Ia menegaskan bahwa Polres Kukar berkomitmen untuk terus berbenah dan menghadirkan pelayanan publik yang cepat, tepat, dan humanis.

“Pelayanan publik adalah wajah Polri di mata masyarakat. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan agar masyarakat semakin merasakan kehadiran Polri yang profesional dan responsif,” ujar Kapolres.

Sementara itu, Brigjen Pol Mas Gunarso menekankan pentingnya pelayanan publik berbasis digital dan terintegrasi sebagai bagian dari reformasi birokrasi Polri.

“Polres harus mampu menghadirkan pelayanan yang tidak hanya administratif, tapi juga membangun kepercayaan publik. SPKT, pelayanan SIM, SKCK, dan fungsi kepolisian lainnya harus terus berinovasi, termasuk melalui Mall Pelayanan Publik yang kini menjadi etalase modern Polri,” jelasnya.

Setelah sesi pembinaan, tim Stamarena Mabes Polri melanjutkan kegiatan dengan pemeriksaan administrasi, verifikasi lapangan, serta peninjauan langsung ke area pelayanan masyarakat, termasuk ruang SPKT, pelayanan SKCK, dan unit SIM.

Melalui supervisi ini, diharapkan Polres Kutai Kartanegara dapat terus memperkuat standar pelayanan prima, memperluas inovasi berbasis teknologi, serta mewujudkan Polri yang semakin presisi, adaptif, dan dipercaya masyarakat. (*)