Serahkan Kesejahteraan Guru Keagamaan, Ini Pesan Bupati

SIDIKPOST| Pati – Penyerahan Bantuan Kesejahteraan Guru TPQ, Sekolah Minggu dan Madrasah Diniyah serta pengelola Pondok Pesantren tahun 2020 berlangsung di Ruang Pragola Pati yang dihadiri Bupati, Kepala Disdikbud Pati, Sekretaris Disdikbud Pati dan Kemenag. Kamis (14/5/2020).

Dalam laporannya, Kepala Disdikbud mengatakan penerima bantuan ini berasal dari berbagai elemen, diantaranya pengurus Badan Koordinasi TPQ Se- Kabupaten Pati, FKPP (Forum Komunikasi Pengelola Pondok Pesantren), Sekolah Minggu Katolik, FKDT Se- Kabupaten Pati, Sekolah Minggu Kristen, Sekolah Minggu Budha. 

Kepala Disdikbud mengatakan bantuan ini diberikan pada 13.570 orang, dengan rincian sebagai berikut : Guru Taman Pendidikan Al-Qur’an, Sekolah Minggu dan Madrasah Diniyah Rp. 900.000,- per Tahun serta Pengelola Pondok Pesantren Rp. 2.000.000,- per Tahun.

“Adapun Pencairan dana Bantuan Kesejahteraan Guru Taman Pendidikan Al-Qur’an, sekolah Minggu dan Madrasah Diniyah serta Pengelola Pondok Pesantren pada pagi hari ini dengan total Rp. 12.433.000.000, ” imbuhnya. 

Dengan rincian penerima bantuan sebagai berikut : Guru TPQ : 9.196 Orang, Guru Madrasah Diniyah : 2.899 Orang, Sekolah Minggu Kristen : 1.050 Orang, Sekolah Minggu Katolik : 107 Orang, Sekolah Minggu Budha : 118 Orang dan Pengelola Pondok Pesantren : 200 Orang

Sementara itu Bupati Haryanto mengungkapkan penyerahan bantuan tidak seperti biasa karena situasi dan kondisi dampak dari pandemi Covid-19 ini tidak kunjung selesai. Ia mengatakan penyerahan bantuan yang setiap tahun biasanya dilakukan di bulan Ramadhan sekaligus untuk silaturahmi per-Kawedanan. 
“Namun kali ini kita undang karena untuk menjaga suasana yang lebih baik,” jelasnya. 

Bupati menjelaskan program bantuan ini hampir terkena refocusing. Dimana semua anggaran ditarik kembali oleh pemerintah pusat. Minimal 35% paling tidak mencapai 223 miliar anggaran itu ditarik kesana. 
“Jadi betapa berat di daerah ini nanti kalau ada perbaikan dan hal-hal yang tidak teratasi itu bukan berarti tidak diperhatikan. Namun memang tahun ini semua di SKPD mengurangi anggaran. Hanya tertentu yang kita gunakan,” jelasnya. 

Bupati bersyukur bantuan untuk takmir yang mencapai 5,2 Miliar bisa terlaksana walaupun secara bertahap. Bahkan untuk bantuan bagi guru TPQ dan lainnya lebih banyak lagi yaitu Rp. 12.433.000.000,- . 
“Karena saya naikkan yang semula 750 ribu saya naikkan menjadi 900 ribu. Sedangkan untuk pondok pesantren dari 1 juta menjadi 2 juta,” terangnya. 

Bupati menjelaskan bantuan semacam ini merupakan wujud perhatian kepala daerah bagi guru TPQ atau guru agama yang berjasa membina masyarakat dan umat.
“Program-program saya sudah ditiru oleh daerah- daerah lain, dulu pernah dicemooh dikira unsur politik. Namun bukan itu tujuannya,” tutur Bupati. 

Bupati juga mengimbau agar para tenaga pendidik agama ikut berpartisipasi meringankan beban warga terdampak Covid-19. 
“Kemudian saat ini dengan keprihatinan kita ini tetapi bisa memberikan sesuatu dengan dari nilai kecil itu bentuk perhatian kita,” pungkasnya.
(m@s/po3)

Habis Besuk, Keluarga Tahanan Polsek Kalideres Dapat Bantuan Sembako

SIDIKPOST| Jakarta Barat-Kepedulian terhadap dampak penyebaran Corona Virus Corona (Covid-19) terus dilakukan Polsek Kalideres Polres Metro Jakarta Barat bersama jajaran,Kegiatan ini, dilakukan untuk saling bahu membahu membantu masyarakat yang terdampak Covid-19.

Kapolsek Kalideres Kompol H, Slamet R, S.H., M.M.di dampingi Waka Polsek Kalideres AKP Juliyanto mengatakan, dalam kesempatan ini membagikan  paket sembako kepada kepala keluarga tahanan yang berada di Rutan Mapolsek Kalideres Polres Metro Jakarta Barat.

“Sekitar 51 lebih paket sembako yang dibagikan kepada mereka (keluarga tahanan). Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian dari dampak covid-19,” ujar Kompol Slamet. Jumat (15/05/2020).

Slamet menjelaskan, pihaknya memberikan kesempatan kepada keluarga tahanan untuk menengok keluarganya yang ada di dalam (tahanan) dengan maksud untuk memastikan keluarganya ini dalam keadaaan baik-baik saja.

“Kita juga memberikan bantuan sembako kepada keluarga yang membesuk, Jadi setelah membesuk keluarga pulang dengan membawa sembako,” tambahnya. ( *).

Rayakan Ulta Ke 50 Tahun, Kapolsek Cengkareng Rayakan Bersama Tahanan

SIDIKPOST| Jakarta, Kapolsek Cengkareng, Kompol H Khoiri Salam SH MH berulang tahun. Tepat di hari Kamis (14/05/2020) ini dia genap berusia 50 tahun.

Bagaimana cara mantan Wakasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat ini merayakannya? Tidak bersama personilnya, juga tidak dengan anggota keluarganya.

Perwira menengah berpangkat melati satu ini merayakannya malah dengan cara makan bersama puluhan tahanan di dalam rumah tahanan (rutan) Polsek Cengkareng.

“Berbagi kebahagiaan itu bukan dengan orang terdekat saja, tapi bagaimana kita bisa berbagi dengan teman-teman kita yang kurang beruntung (tahanan) seperti mereka,” ucap Kompol Khoiri, Kamis (14/05/2020).

Menurutnya, dengan makan bersama dan merasakan penderitaan mereka akan diketahui bagaimana mensyukuri hidup dengan tanpa memandang perbedaan. Juga karena memberi itu lebih baik daripada diberi.

“Hidup ini seperti panggung sandiwara, kalau sekarang ini saudara-saudara berada di tahanan karena melakukan perbuatan melanggar hukum anggaplah itu sebagai ujian dan harus diperbaiki. Harus bertaubat dan tidak mengulanginya di kemudian hari,” ungkap Kapolsek dengan suara yang lembut.

“Seharusnya di bulan suci Ramadhan tidak berada di dalam tahanan Tapi itulah sebagai ujian dalam kehidupan ini dan jangan sampai terulang lagi, Pada bulan suci Ramadhan berada di tengah-tengah keluarga, tentu saja lebih indah dari pada di ruangan tahanan yang jauh dari keluarga, anak dan istri,” sambungnya.

Dia berharap, diusianya yang ke50 bisa menjadi orang yang lebih baik dalam kehidupan dan lebih berguna bagi orang lain
Sementara, HN salah satu tahanan mengucapkan terima kasih kepada Kapolsek Cengkareng yang marayakan ulang tahunnya kepada semua para tahanan.

“Smoga panjang umur sehat selalu dan tetap Istiqomah dalam menjalankan tugas,” ucap HN yang ditahan karena kasus pencurian dengan kekerasan.

Sebagai penutup, Kapolsek memotong tumpeng lalu melengkapi lauk pauknya dan menyerahkannya kepada tahanan yang saat ini merayakan ulang tahun juga. ( Humas).

Polsek Ciledug Bagikan Paket Sembako

SIDIKPOST| Polsek Ciledug melaksanakan bakti sosial ke Yayasan Yatim Piatu dan Dhuafa yang bertempat di Yayasan Pondok Pesantren YATIM & DHUAFA ASSALIMAH Jalan KH Hasyim Ashari RT.03/02 Kelurahan Pedurenan Kecamatan Karang Tengah Kota Tangerang. (15/05/20).

Kapolsek Ciledug Kompol DR Ali Zusron SH MH didampingi oleh Kanit Intel Polsek Ciledug AKP Badruzzaman SH, Kanit Samapta Iptu Kamal Farid SH, dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Pedurenan AIPDA Agus Hariyanto, SH beserta jajaran Polsek Ciledug.


Kompol DR Ali Zusron SH MH menyampaikan bahwa giat Bakti Sosial Penyaluran Sembako ke Yayasan Yatim dan Dhuafa dari Polsek Ciledug Polres Metro Tangerang Kota, bantuan yang berupa Sembako tersebut yang berjumlah 56 Paket Sembako yang dibagikan termasuk untuk warga sekitar.


Lanjutnya, dalam Penyaluran Bansos tersebut sebanyak 26 Paket diserahkan langsung kepada Ketua Yayasan Assalimah Bapak H. M Agus Salim H.As.Az. semoga bisa membantu para saudara kita dan bisa mengurangi beban kehidupan, kemudian nanti juga dibagikan ke Kampung Plered RT 01/011 Kelurahan Pedurenan, dibagikan sembako yang sama sebanyak 26 paket,”ujarnya.


Kapolsek Ciledug menyampaikan harapannya semoga bantuan ini bermanfaat dan turut mendukung pemerintah dalam mencegah penyebaran Virus Corona (Covid 19) dengan cara cukup di rumah bekerja dirumah dan sholat dirumah saja,”pungkasnya.( Humas).

Polres Majalengka Bersama Tiga Pilar Serahkan Bantuan 1500 Paket Sembako

SIDIKPOST| Dalam rangka Gerakan Bakti Sosial Polri Peduli Covid-19, Polres Majalengka Polda Jawa Barat kembali menyerahkan bantuan 1500 paket sembako kepada warga kurang mampu di Desa Mekarjaya, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jumat (15/5). Ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap warga yang terdampak Covid-19.

Pada kegiatan itu turut hadir Kapolres Majalengka AKBP Dr.Bismo Teguh Prakoso SH, Sik, MH, Dandim 0617 Majalengka Letk Inf. Hary Subarkah Wakil Bupati Majalengka Tarsono D Mardiana, Kasat Intelkam AKP Dadan Sudirman, Kasat Lantas AKP Endang Sujana, Camat Kertajati Drs. H. Asep Rukanda, Danramil Kertajati, Kapolsek Kertajati Iptu. H. Yayat Hidayat, Plt.Kasat Binmas Iptu Baban Kurbandi dan Kasi Propam Ipda Tatang. S.

Kapolres Majalengka AKBP Dr.Bismo Teguh Prakoso menjelaskan, bahwa pemberian Bansos dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang kurang mampu dan belum mendapatkan bantuan dari Pemerintah di tengah merebaknya wabah Covid-19 khususnya di wilayah Kabupaten Majalengka selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Kami berharap bantuan yang disalurkan bisa membantu meringankan beban masyarakat ditengah merebaknya wabah virus Corona,” ujar AKBP Bismo.

Ia menambahkan, bantuan yang diberikan tersebut bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan bisa diam dirumah selama PSBB berlangsung.

“Marilah kita meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan dan mengikuti aturan serta himbauan dari pemerintah untuk kesehatan diri kita sendiri dan keluarga. Tidak lupa juga untuk meningkatkan Ibadah dibulan Suci Ramadhan Tahun ini,” imbuhnya. ( Humas).

Peduli, Polsek Neglasari Bagi Bagi Sembako

SIDIKPOST| Kota Tangerang – Salah satu dari ratusan wujud nyata kepedulian Polri terhadap kesulitan masyarakat khususnya pada kalangan pra sejahtera yang terdampak wabah virus Corona (Covid-19), aparat kepolisian dari Polsek Neglasari Polres Metro Tangerang Kota menyalurkan paket sembilan bahan pokok (sembako) secara serentak di wilayah hukumnya.

Kegiatan yang dibingkai dalam tema ‘Gerakan Bhakti Sosial Polri Peduli Covid-19 di Neglasari’ dengan menerapkan physical distancing (menjaga jarak-red) serta penggunaan masker dalam pelaksanaanya ini, berlangsung serentak di tujuh kelurahan yang berada di kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Jum’at (15/4/20) pagi.

Kapolsek Neglasari, Kompol R. Manurung SH mengatakan, kegiatan bhakti sosial yang diadakan pihaknya tersebut merupakan wujud kepedulian Polri serta pelaksanaan dari atensi Kapolri, Jendral Polisi Idham Aziz yang dilakukan serentak di Republik Indonesia dengan menyasar warga yang terdampak virus Corona dari sisi ekonomi.

“Hari ini Jum’at (15/4) Polri melaksanakan bhaksos pembagian sembako secara nasional dari bapak KAPOLRI kepada warga yang terdampak covid -19 dan dibagikan kepada warga yang belum mendapatkan bantuan sosial dari pihak manapun,” katanya, seusai membagikan paket sembako secara simbolis.

Lebih jauh, Orang nomor satu di jajaran Polsek Neglasari yang dikenal publik ramah serta gemar berbagi terhadap sesama ala ‘Kapolsek Millenial’ ini mengungkapkan, untuk memastikan tidak salah sasaran dalam pembagian paket sembako pihaknya menerjunkan personil Bhabinkamtibmas untuk mendata warga yang belum tersentuh bantuan di wilayah binaanya masing-masing.

Selain itu, dengan masih tingginya angka positif Corona di negri ini, perwira menengah Polri kelahiran Sumatera Utara ini kembali menghimbau publik di wilayah hukumnya untuk menjaga pola hidup bersih dan sehat guna memutus mata rantai penyebaran wabah virus Corona yang saat ini telah melanda seluruh penjuru dunia tersebut.

“Kami juga menghimbau kepada warga masyarakat untuk mematuhi himbauan pemerintah, PSBB, serta selalu jaga jarak (Physical Distancing) dan menggunakan masker apabila keluar rumah guna mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19) dan tidak melakukan mudik ke kampung halaman,” tandasnya.

Sementara itu, bak gayung besambut apresiasi atas kegiatan ini pun nampak hadir berhamburan dari para warga yang mendapatkan pembagian paket sembako. Hal itu seperti yang diungkapkan langsung oleh Hendra (45) bersama rekan sejawatnya seusai mendapatkan sembako.

“Kami khususnya warga kecamatan Neglasari, mengucapkan Terima kasih kepada POLRI. Semoga bantuan ini berkah, Jaya selalu POLRI dan semakin dicintai masyarakat,” katanya, disambut aamiin oleh puluhan warga yang berada di lokasi pembagian sembako. ( Humas).

Bantu Warga Terdampak Covid 19, PDAM TB Salurkan Seribu Sembako

SIDIKPOST| TANGERANG – Seribu paket sembako diserahkan PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang ke sekretariat gugus tugas covid 19. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat ditengah wabah pandemi covid 19 yang melanda wilayah Kota Tangerang.

Bantuan diterima langsung Walikota Tangerang Arief R Wismansyah. Direktur Utama PDAM TB Sumarya didampingi Direktur Umum Dody Efendi dan Menejer Hubungan Pelanggan Ali Mukmin mengatakan, bantuan senilai Rp 60 ribu per paketnya tersebut merupakan hasil donasi bersumber dari gaji perbulan para pegawai, direksi dan dewan pengawas selam beberapa bulan terakhir.

“Mudah mudahan hasil donasi kami dapat bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya ketika ditemui seusai serah terima donasi, Jumat (15/5/2020).

Sumarya berharap, pandemi segera berakhir sehingga kondisi normal seperti sedia kala. ( JTR).

Peduli dan Berbagi, SAKADARA 92 JATIM Berikan Bantuan Sembako Kepada Warga

SIDIKPOST| Jawa Timur-Kebijakan Pemerintah untuk memutus penyebaran Pendemi Virus Corona atau Severe Acute Respiratory Syndrome Coronovirus 2 (SARS-CoV-2) salah satunya dengan melakukan kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) harus kita laksanakan dengan baik dan sungguh-sungguh.

Tentunya hal ini bertujuan untuk menghentikan dan memutus penyebaran COVID-19 agar tidak semakin meluas dan berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat, khususnya masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan tetap. Hampir semua elemen saat ini bersatu dan saling bahu membahu untuk mengatasi kesulitan ekonomi masyarakat, salah satunya seperti yang dilakukan paguyuban istri Alumni Akmil 92 atau Sakadara 92 Jawa Timur yang tergugah untuk membantu beban masyarakat dengan memberikan bantuan langsung berupa sembako kepada warga terdampak Covid-19. Hal ini disampaikan oleh drg. Ira Bugiartie istri dari Danrem 083/Bdj Kol Inf Zainuddin yang merupakan alumni Akademi Militer 1992 tersebut.

Paket Sembako sendiri diberikan kepada perwakilan Tenaga Kesehatan yang dirumahkan, kepada kampung Tangguh RW Putih dan Lumbung Pangan RW Sukun untuk kemudian disalurkan kepada warga yang terdampak Covid-19. ” Memang tidak banyak dan besar, tapi kegiatan ini kami berikan secara iklas kepada warga yang membutuhkan dan semoga bermanfaat “. Kegiatan yang mengambil Tema Sakadara 92 Jatim Peduli dan Berbagi, pada hari ini Jum’at, tanggal 15 Mei 2020 kegiatan dilakukan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia, imbuh drg. Ira Bugiartie mewakili Sakadara 92 wilayah Kota Malang, Jawa Timur.

Di penghujung Bulan Suci Ramadhan ini kami juga mengucapkan Minal Aidzin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin, tentunya banyak hikmah yang kita ambil dalam menunaikan Ibadah Ramadhan dan Hari raya Idul Fitri kali ini. Semoga pendemi Covid-19 segera berakhir dan keadaan segera pulih kembali sehingga segala aktifitas kehidupan bermasyarakat kembali normal, tentunya kita harus membiasakan pola hidup sehat, mengunakan masker setiap keluar rumah dan tetap jaga jarak dengan menerapkan psysical Distancing, tambah drg. Ira Bugiartie. ( Penrem).

Danrem 174/ATW Merauke Berikan Tali Asih Kepada Masyarakat Terdampak Covid-19

SIDIKPOST| (Merauke). Komandan Korem 174/Anim Ti Waninggap (Danrem 174/ATW) Merauke Kodam XVII/Cen Kolonel Inf Bangun Nawoko memberikan tali asih kepada masyarakat yang terdampak pandemi Virus Corona atau Covid-19 di SP I Kampung Yasa Mulya Rt. 11, Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua, Jumat (15/5/2020).

Dalam kegiatan tersebut, Danrem 174/ATW (Merauke) Kodam XVII/Cen Kolonel Inf Bangun Nawoko memberikan tali asih berupa paket sembako terdiri dari 1 (satu) karung beras, 1 (satu) doos mie instan, telur 1/2 rak, teh celup, gula pasir dan minyak goreng.

Danrem 174/ATW menyampaikan bahwa pemberian tali asih ini merupakan wujud kepedulian kepada masyarakat di wilayah Merauke yang terdampak Pandemi Covid-19. Pemberian bantuan sembako ini sebagai rasa peduli kepada sesama di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Semoga dengan adanya kegiatan ini dapat membantu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Pada kesempatan yang sama, Ketua RT 11 Kampung Yasa Mulya Nikodimus Ukrop menyampaikan terima kasih kepada Pak Danrem yang telah memberikan bantuan. “Ini sangat bermanfaat untuk mencukupi hidup sahari-hari,” ucapnya.

Autentikasi :
Penerangan Korem 174/ATW

Wartawan dan Media dalam Proyeksi “Normal Baru”

Oleh Amir Machmud NS

“DUNIA takkan pernah lagi sama setelah berakhirnya pandemi virus corona, bahkan bertahun-tahun ke depan,” kata wartawan Amerika Serikat spesialis kesehatan masyarakat yang memenangi Pulitzer Prize 1966, Laurie Garrett. Seperti dikutip CNN, Garrett menegaskan, mustahil membayangkan seperti apa nantinya masa depan itu. “Kita akan melihat empat, lima tahun dari sekarang, dan tidak ada satu aspek pun dari kehidupan kita yang tidak berubah,” tulisnya.

Sendi-sendi kehidupan, dalam praktik protokol berkegiatan saat ini, semuanya terdampak. Kita telah beradaptasi secara ekstrem dengan cara hidup baru. Bahkan setelah pandemi berlalu, sampai ditemukan vaksin yang dapat menetralisasi persebaran Covid-19, tatanan perilaku bakal berlanjut dengan cara hidup kita sekarang.

Lalu bagaimana nilai-nilai baru itu memengaruhi kehidupan wartawan dan media?
Mari kita simak hasil survei persepsi diri wartawan saat pandemi yang dilakukan oleh Center for Economic Development Study (CEDS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran, Bandung. Dipaparkan, sebanyak 45,92 persen wartawan mengalami gejala depresi, sedangkan 57,14 persen mengalami kejenuhan umum.
Gejala depresi itu jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tenaga kesehatan (28 persen). Yang tetap keluar rumah untuk meliput berita lebih banyak mengalami gejala depresi dan memiliki peluang 1,65 kali ketimbang yang tinggal di rumah.

Gejalanya antara lain ketakutan, mudah terganggu dengan hal yang biasa, tidur gelisah, sulit memusatkan pikiran, merasa sendirian, dan berat untuk memulai sesuatu.

Adaptasi Praktik dan Bisnis Media

Adaptasi praktik jurnalistik dan bisnis media sudah dirasakan sangat menekan dalam setidak-tidaknya tiga bulan terakhir ini. Masih sulit membayangkan bagaimana bentuk “normal baru” yang harus ditempuh oleh pers nantinya.

Tak dapat dipungkiri, wartawan menjadi bagian dari elemen masyarakat yang terdampak oleh pandemi. Para pengelola media cetak sudah menjerit dengan menyiasati cash flow, alih-alih berinovasi tentang modifikasi persaingan aktualitas isi dengan media digital.
Media online sebagai “makhluk masa sekarang” juga mengalami kegamangan menegakkan performa bisnis. Semua platform media tergopoh-gopoh menyesuaikan diri.

Adaptasi yang harus ditempuh perusahaan media otomatis memukul kehidupan seseharian wartawannya.

Dampak terhadap kualitas produk jurnalistik memang tidak terasakan. Konsistensi media masih terjaga dalam memasok informasi. Mulai dari update pencegahan persebaran virus, kebijakan pemerintah di semua level, pendapat ilmiah pakar, prediksi kesehatan, sosial, dan ekonomi; kontrol terhadap bantuan sosial, juga panduan-panduan untuk aktivitas pribadi, peribadatan, dan pekerjaan dari rumah.
Di tengah peran mulia itu, pers mengarungi masalah yang sama dengan warga masyarakat yang terdampak. Bahwa Dewan Pers membuat Satgas Bekerlanjutan Media menunjukkan realitas tentang kerentanan “kesehatan” media. Kampanye untuk menyelamatkan sektor-sektor kehidupan wong cilik, UMKM, juga pers menunjukkan kegalauan tentang kondisi akut yang tak cukup hanya dipikirkan oleh masyarakat pers.

Dalam jangka panjang, kita masih sama-sama membayangkan bakal seperti apa “new normal” bagi wartawan dan media. Dominasi penggunaan teknologi informasi merupakan salah satu formulasi cara kerja wartawan, yang sebenarnya sudah terakrabi dalam kondisi sebelum pandemi, dan bakal makin masif di era “normal baru”.

Pada tingkat yang sangat teknis, misal bagaimana wartawan berakses dengan kantornya, protokol konferensi pers, wawancara khusus, indepth dan investigative reporting boleh jadi harus beradaptasi.

Nilai-nilai eksklusivitas sebagai pilar daya saing media membutuhkan kecakapan tersendiri dalam merancang, mengelola, dan menyajikan. Tentu dengan “wajah” baru.
Secara bisnis, recovery dalam jangka panjang bakal membentuk kepentingan link periklanan yang lebih selektif.

Perusahaan-perusahaan produk dan jasa, serta public relations instansi-instansi akan bergerak seirama dengan eksplorasi ide-ide baru yang dianggap efektif selama masa pandemi.

Para narasumber dalam pelayanan publik dan kehidupan masyarakat juga punya peluang berinovasi dan mengkreasi cara penyampaian informasi. Ide, program, dan kebijakan yang harus disampaikan kepada publik membutuhkan jaminan efektivitas dan bermagnet untuk terpublikasi dan tersosialisasi.

Kolaborasi dengan wartawan dan media, dalam format ini tentu menuntut paradigma baru. Adaptasi para kepala daerah — yang telah ber-mind set digital dan karib dengan aneka platform media sosial — ke “normal baru pers” akan menjadi lebih mulus. Mereka bisa menginovasi aneka aktivitas yang menjadi magnet untuk “dikerumuni laron-laron media”.

Adaptasi Jangka Pendek

Bagaimana dengan adaptasi jangka pendek?
Dinamika yang bergerak akan menguji seberapa kuat daya tahan media-media untuk menyesuaikan diri dalam performa bisnis. Bagi media bermodal besar, tentu masih bisa bertahan dengan segala pola adaptasinya. Lalu, yang bermodal cekak?
Biaya produksi, antara lain gaji awak perusahaan dan maintenance teknologi informasi, bergantung pada pendapatan kerja sama iklan produk, layanan masyarakat, advertorial, ucapan-ucapan selamat dll, juga pemberitaan, baik dengan perseorangan, perusahaan, maupun instansi.

Maka ketika semua elemen masyarakat harus beraaptasi, relasi itu pun harus tunduk pada hukum realitas “penyesuaian diri” pula.
Meminta intervensi “subsidi”otoritas-otoritas pemerintah bisa dinilai sebagai perilaku cengeng dan kehilangan kreativitas bisnis.

Kesannya bergantung pada “belas kasihan” negara/ daerah, dan membuat timpang posisi tawar. Akan tetapi kita juga berhak berpikir sebaliknya, bahwa pemerintah pun mutlak membutuhkan pers dalam kampanye melawan corona. Pada simbiosis mutualisme inilah kerja sama secara proporsional tetap patut dipertahankan.

Bukankah sejatinya pemerintah bersama media merupakan “satu tim” dalam menginspirasi masyarakat untuk menyukseskan protokol-protokol kesehatan yang mempercepat pemulihan keadaan?

Pemberitaan inspiratif merupakan keniscayaan. Pers bisa meng-agendasetting-kan dan mem-framing sajian yang berdaya tarik, mendidik, memberi arah, memandu, dan menjadi pencerah. Bukan berarti kolaborasi ini melemahkan sikap kritis dalam fungsi kontrol pers terhadap penyelenggaraan negara dan pemerintahan, melainkan sebagai format kesadaran bersama meraih kemaslahatan. Selalu ada poin dan momen kontrol, dan di balik ini seyogianya pemerintah juga sadar tentang posisi pers sebagai “teman kritis”.

Pertemuan asosiasi perusahaan media dan asosiasi perusahaan media dengan Dewan Pers, Kamis 14 Mei lalu menegaskan desakan kepada negara untuk mendorong insentif ekonomi, yakni mengalokasikan dana sosialisasi kebijakan, program, atau kampanye penanggulangan Covid-19 baik di tingkat pusat ataupun daerah untuk perusahaan pers.
Realitas inilah yang boleh jadi menjadi gambaran “new normal” wartawan dan media dalam jangka pendek pada saat dan pasca-pandemi. Yakni realitas bahwa dengan adaptasi formulasi bisnisnya “pers tetap hidup dan bertahan”.

Amir Machmud NS, wartawan SUARABARU.ID dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah

20 Motor Sudah Ditahan, Satlantas Polres Kukar Rutin Laksanakan Patroli Malam di 4 Titik Rawan Balapan Liar

SIDIKPOST| KUKAR – Bulan Ramadhan seringkali menjadi kesempatan bagi para anak muda melakukan aksi balapan liar, bahkan menjadi kegiatan yang biasa ditemui selama Ramadhan. Biasanya, balapan liar dilakukan setelah salat tarawih ataupun menjelang sahur.

Aksi balapan liar tentu membahayakan para pengguna jalan lainnya. Tak hanya menyebabkan cedera atau luka–luka saja, meninggal dunia menjadi salah satu ancaman serius ketika berada di jalur balapan tak resmi tersebut.

Meski pandemik Covid-19 dan kasus positif virus corona terus meningkat, tidak membuat para anak muda takut untuk melakukan aksi balap liar.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Satlantas Polres Kukar melakukan tindakan preventif, salah satunya melakukan pemetaaan atau mapping di beberapa lokasi rawan balapan liar.

Kasatlantas Polres Kukar AKP Wisnu Dian Ristanto melalui Kanit Lakalantas Iptu Basuki mengatakan, sekitar empat lokasi di wilayah Tenggarong dan sekitarnya akan dipantau polisi. Jum’at (15/5/2020).

“Yang sudah dimapping di bawah Jembatan, jl Pesut, jalur dua Tenggarong Seberang dan stadion. Sehingga piket pos lantas terus melakukan patroli setiap malam,” ucapnya.

Selama dua minggu ini polisi menahan sekitar 20 unit roda dua. Motor tersebut merupakan barang yang dipakai untuk balapan liar.

“Sesuai arahan Kasatlantas kendaraan akan dikeluarkan setelah lebaran,” pungkasnya. ( Humas).

Kepala Desa Tanjung Burung Menghimbau Agar Wajib Cuci Tangan Dan Gunakan Masker

SIDIKPOST|Kab Tangerang- Menghimbau Kepada Warga Masyarakat Desa Tanjung Burung Agar Mencuci Tangan Dan Gunakan Masker Apabila Keluar Rumah, Kepala Desa Tanjung Burung H.M.Idris Efendi S.Pd.MM.,Menyediakan Tempat Untuk Mencuci Tangan Dengan Sabun (Hand Sanitizer) Dan Hand Sanitizer Disiapkan Untuk Para Tamu Yang Berkunjung Ke Rumah Kediamannya Dalam Rangka Mengantisipasi Penyebaran Dan Memutus Mata Rantai Penyebaran Virus Covid-19. Pengadaan Hand Sanitizer Tersebut Bertempat Di Kp Kebon Kopi RT 04/RW 02 Desa Tanjung Burung Kecamatan Teluknaga Kabupaten Tangerang.(15/05/20)

Kepala Desa Tanjung Burung H.M.Idris Efendi S.Pd.MM., Menyampaikan Pesan Melalui Himbauan Kepada Warga Masyarakat Desa Tanjung Burung Agar Tidak Panik Kemudian Gunakan Masker Bila Keluar Rumah Dan Tetap Jaga Jarak Kemudian Hindari Berkerumun. Selanjutnya Untuk Pola Hidup Sehat Diantaranya Agar Rajin Cuci Tangan Dengan Sabun Dan Air Mengalir Atau Hand Sanitizer Dan Hindari Area Wajah Sebelum Mencuci Tangan Kemudian Makan Makanan Bergizi Dan Perbanyak Minum Air Putih Serta Olahraga Secukupnya Kemudian Istirahat Secukupnya. Dan Himbauan Tersebut Dalam Rangka Mengantisipasi Penyebaran Dan Memutus Mata Rantai Virus Covid-19.

Kepala Desa Tanjung Burung H.M.Idris Efendi.S.Pd.MM.,Menyediakan Tempat Mencuci Tangan Dengan Hand Sanitizer Di Rumah Kediamannya Kp Kebon Kopi RT 04/RW 02 Desa Tanjung Burung Kecamatan Teluknaga. Pengadaan Hand Sanitizer Dalam Rangka Mengantisipasi Penyebaran Dan Memutus Mata Rantai Virus Covid-19.

Pada Kesempatan Berikutnya Dirinya ,Menambahkan Agar Warga Masyarakat Desa Tanjung Burung Agar Patuhi Semua Himbauan Yang Diberikan Oleh Pemerintah Untuk Kebaikan Kita Bersama. Dan Mari Kita Memutus Mata Rantai Penyebaran Virus Covid-19 Dengan Dimulai Dari Diri Kita Sendiri Dengan Saling Menjaga Kebersihan Lingkungan Dan Saling Menjaga Kesehatan Tubuh Kita. Lebih Baik Mencegah Daripada Mengobati, Ucap H.M.Idris Efendi S.Pd.MM.,Kepala Desa Tanjung Burung “.

Kendy