” Kapolres dan muspida TK 2 “Peringati Hari Pendidikan Nasional Tahun 2018 di Stadion Rondong Demang Tenggarong 

KUKAR – Bertempat di Stadion Rondong Demang Tenggarong Kukar telah dilaksanakan Upacara dalam rangka Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2018. Rabu(02/05/18).

Bertindak selaku Pimpinan Upacara
Pj. Bupati Kutai Kartanegara Drs. Edy Damansyah, M.Si.
Hadir dalam kegiatan upacara :
1. Pj. Bupati Kukar Drs. Edy Damansyah.
2. Kapolres Kukar diwakiki Wakapolres Kukar Kompol Andre Anas, S. Ik.
3. Dandim 0906 Tenggarong diwakili oleh Kapten Tarmuji Danramil Kb. Janggut.
4. Yang mewakili Kajari Kukar.
5. Kepala SKPD Kab. Kukar.
6. Pelajar SD, SMP, SMA & Mahasiswa.
7. Korsik dari Satpol PP Kab. Kukar.

Dalam sambutannya pimpinan upacara membacakan amanat tertulis Mentri Pendidikan Nasional Republik Indonesia, yang intinya bahwa Negara RI saat ini sedang berjuang memajukan Pendidikan kepada anak- anak kita sebagai generasi penerus Bangsa, dan tidak boleh kalah dengan Negara lain, karena SDM Bangsa kita mampu untuk menyaingi negara lain.

Di akhir amanatnya pimpinan upacara berpesan kepada seluruh peserta apel agar semua komponen perangkat daerah dan dinas pendidikam dapat secara bersama-sama memajukan membangun Mutu Pendidikan khususnya di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara.
Setelah acara pokok selesai kemudian dilanjutkan acara tambahan dengan menampilkan POLISI CILIK, di bawah asuhan SAT LANTAS POLRES KUKAR untuk memperagakan kebolehannya dalam gerakan baris berbaris.( Lsn/ls/idn/aba-007).

Satresnarkoba AKP Muhamad Taufik,SH. berikan penyuluhan tentang “Bahaya Narkoba” di SMP Negeri 89

Dalam mematikan ruang gerak dan peredaran narkoba di wilayah hukum Jakarta Barat, Polres Metro Jakarta Barat melalui Satresnarkoba mengambil langkah persuasif kepada masyarakat terlebih kepada remaja. Kali ini, Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat dibawah pimpinan KBO Satresnarkoba AKP Muhamad Taufik,SH., mengadakan penyuluhan tentang “Bahaya Narkoba” di SMP Negeri 89 Jakarta Barat, yang diikuti 250 Siswa/Siswi, pada hari Rabu (02/05/2018).

AKP Muhamad Taufik dalam pengarahannya mengatakan, kedatangannya ke Sekolah untuk memberikan penerangan akan bahaya narkoba kepada para remaja, agar para generasi Bangsa tidak terpengaruh akan adanya bahaya narkoba.

“Setiap harinya kami menangkap tiga orang tersangka narkoba. Untuk itu, Kami (Polisi) datang untuk memberikan penyuluhan agar narkoba tidak merusak kepada kalangan pelajar, karena kami Polisi Cinta Remaja,” – Tutur AKP M Taufik.

Ia menambahkan, banyak cara pengedar narkoba melakukan tipu daya untuk masarkan barang haram itu salah satunya melalui jalur laut ataupin jalur darat.

“Ada juga yang sengaja menyuruh mengantarkan barang haram kepada konsumennya,” Tambahnya AKP M Taufik.

Untuk itu, AKP M Taufik menganjurkan kepada para remaja jangan sampai ikut ke pergaulan yang tidak jelas.

“Bergaul lah yang positif, jangan ikut yang tidak jelas,” Lanjutnya.

Selain memberikan penyuluhan, Polisi juga menayangkan rekaman video tentang dampak akan bahaya narkoba.

Sementara, Kepala Sekolah SMPN 89 (HR Septa,MPd) menyatakan rasa terima kasihnya kepada aparat Polisi yang sudah memberikan penyuluhan tentang bahaya narkoba terhadap para Siswa/Siswi SMPN 89.

Ia mengatakan, usia pelajar termasuk usia yang rawan dalam peredaran narkoba. Untuk itu, ia mengharapkan kepada Siswa/Siswinya agar jangan sampai terlibat dalam peredaran narkoba.

Pada kesempatan yang sama pula, para siswa mengajukan pertanyaan tentang bahaya narkoba antaranya mengatasi orang yang kecanduan narkoba, bagaimana Polisi bisa tahu mana pengedar dan mana pengguna.

Untuk mengatasi orang yang kecanduan narkoba, jawab Polisi, dengan membawa ke dokter untuk dinetralisir.

“Sedangkan untuk mengetahui pengedar ataupun pengguna, kita bisa mengetahui karena kita dilatih dan melakukan penyamaran untuk menangkap pelaku narkoba.” Jawabnya. (Lisin/Is)

Kapolsek Cengkareng Kompol H KhoiriSH,MH Sambangi SMAN 33

Dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardikns) 2018, Kapolsek Cengkareng Polres Metro Jakarta Barat Kompol H KhoiriSH,MH., bersama jajarannya menyambangi Sekolah SMAN 33 yang berlokasi di Jalan Kamal Raya, Cengkareng, Jakarta Barat. Kedatangannya sempat membuat kaget Kepala Sekolah lantaran Polisi yang datang dengan seragam lengkapnya, namun kedatangannya dalam rangka memperingati Hardiknas 2018. Pada hari Rabu (02/05/2018).

Kapolsek Cengkareng Kompol H Khoiri,SH,MH., dalam amanatnya nenyampaikan apresiasi kepada semua pihak dan kepada semua pelaku kependidikan dimana pun berada yang telah mengambil peran aktif untuk mencerdaskan saudara sebangsa, terlebih kepada Sekolah SMAN 33.

“Mari kita kembalikan semangat dan konsep Ki Hajar Dewantara, bahwa Sekolah harus menjadi tempat belajar yang menyenangkan. Sebuah wahana belajar yang membuat para pendidik merasakan mendidik sebagai sebuah kebahagiaan,” – Tutur Kompol H Khoiri.

Masih lanjut disampaikannya, kedatangan Polisi ke sekolah-sekolah agar terbentuknya kedekatan emosional yang positif antara polisi dan lembaga kependidikan dalam hal menjaga keamanan dan ketertiban serta upaya menjauhkan hal-hal negatif yang bisa merusak masa depan para Siswa/Siswi.

“Selain silaturahmi, kami mengajak peran sekolah dalam mencegah kejahatan hingga narkoba,” – Lanjutnya.

Sementara, Kepala Sekolah SMAN 33 Cindar Kuine awalnya mengaku merasa kaget banyak Polisi datang ke sekolahnya.

“Apalagi yang pertama masuk ke ruangan adalah Kompol Khoiri yang mengenakan pakaian dinas dengan berkopiah hitam.” Kesan Cindar.

Disamping itu, ia menyambut baik kedatangan Kapolsek dan rombongan, karena ia yakin kedatangan Polisi ke sekolahnya akan membawa sesuatu kebaikan.

Cindar pun memaparkan, banyak Alumni SMAN 33 yang menjadi Pejabat dan juga Anggota Polisi di Mabes Polri. Bahkan sambil menunjuk Ipda Syamsu Bachri,SH, yang turut hadir mengungkapkan IPDA Syamsu merupakan salah satu alumni yang kini menjabat Kapospol Subsektor Taman Palem, Cengkareng, Jakarta Barat.

“Pak Syamsu Bachri sering datang berkoordinasi untuk memberikan penyuluhan masalah Kamtibmas seperti narkoba dan tawuran. Semoga hubungan baik selama ini tambah harmonis,” harapnya.

Pada kesempatan itu pula, Kapolsek Cengkareng Kompol H Khoiri sempat potong kue dan dibagikan kepada Kepala Sekolah SMAN 33 sebagai bentuk apresiasi dan juga dukungannya dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional. (Lisin/Is)

Kapolsek Kembangan Kompol Supriadi.SH.MH.datangi Sekolah SMP.N 134 Kembangan

Kapolsek Kembangan Polres Metro Jakarta Barat Polda Metro Jaya Kompol Supriadi.SH.MH., bersama Tiga Pilar Kecamatan Kembangan mendatangi Sekolah SMP.N 134 Kembangan Jakarta Barat, memberikan Ucapan Selamat dalam “Rangka Hari Pendidikan Nasional yang jatuh tanggal 2 Mei 2018”.

Di lanjutkan Pemotongan Kue oleh Kepala Sekolah SMPN 134, dan diserahkan kepada Tiga Pilar Kecamatan Kembangan, bertempat di Lantai 2 Ruang Belajar SMPN 134 Kembangan Jakarta Barat, Rabu (02/05/2018), pukul 14:30 Wib.

Kegiatan Kunjungan Kapolsek Kembangan Kompol Supriadi.SH.MH., ke Sekolah tersebut, sesuai arahan dari Bapak Kapolres Jakarta Metro Barat Kombes Pol Hengki Haryadi,SIK.MH. (Lisin/Is)

Kapolsek Kembangan dan Danramil pantau Orasi Mayday di Depan Lottemart Meruya

Kapolsek Kembangan Polres Metro Jakarta Barat Kompol Supriadi,SH,MH., bersama Danramil Kembangan Kapten Inf Misin Sambang dan Kontrol Wilayah serta Kordinasi Unras hari Buruh May Day di Lotte Mart Meruya Utara. Jl.Topaz BT 77
Rt.006/011,Kel.Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat. Selasa (01/05/2018), pukul 09.00 Wib.

Karyawan/Karyawati yang mengikuti kegiatan Unras berjumlah 30 orang, titik kumpul di Lotte Mart Meruya dengan Pimpinan Spelindo Serikat Pekerja Lotte Indinesia dan Aspek/Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia, Pimpinan Sdr Indra Iskandar, dengan mengendarai 1 (KR 4) dan 15 (KR 2), KR 4 Kijang Innova Warna: Silver. No.Pol : B – 1183 – SZG.

Rencana aksi Unras berangkat ke Bundaran BI Indosat, Air Mancur Jakarta Pusat, Tugu Tani dan didepan Istana Presiden Monas, kemudian titik kumpul utama di GBK Jakarta Pusat, situasi Aman dan Kondusif. (Lisin/Is)

Polres metro jajarta Barat Siaga Hadapi Mayday

Dalam rangka Peringatan May Day tahun 2018 yang bertepatan dengan hari libur, membuat Polres Metro Jakarta Barat dan Polsek jajarannya benar-benar melakukan siaga.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol. Hengki Haryadi,S.Ik,MH., menegaskan bahwa Tugas Pokok Polri sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat harus menunjukan  kesiap siagaan dalam menjalankan semua tugas dan memberikan semangat guna jaminan rasa aman bagi seluruh warga masyarakat, sehingga diharapkan seluruh tahapan kegiatan pengamanan May Day tahun 2018 dapat terselenggara dengan aman, lancar dan kondusif.

Sesuai dengan atensi tersebut, Polsek Tanjung melaksanakan Apel Pengamanan May Day, bertempat di Taman Grogol samping Fly over Grogol Jalan Kyai Tapa Raya, kel.Grogol, Kec.Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Selasa (01/05/2018).

Adapun Apel tersebut dipimpin Kabag Sumda Polres Metro Jakarta Barat AKBP Tri Widia Ningsih, didampingi Kapolsek Tanjung Duren Kompol Lambe Patabang Birana,S.Ik., beserta Wakasat Lantas Polres Metro Jakarta Barat Kompol Hasbi., Danramil 03/GP Kapten (Inf) Jefriansen Sipayung bergabung Peserta Apel terdiri dari Personil 3 (Tiga) Pilar Kec.Grogol Petamburan, Pokdarkamtibmas (KSK Lintas Tomang, Citra Bhayangkara dan Senkom), Mitra Babinsa.

Apel merupakan Kesiapsigaan Personil gabungan 3 (Tiga) Pilar Tanjung Duren dalam antisipasi dan pengamanan pada perayaan Hari Buruh Se Dunia pada hari ini.

Kapolsek Tanjung Duren Kompol Lambe Patabang Birana,S.Ik., menyampaikan bahwa wilayah Tanjung Duren merupakan jalur lintasan massa buruh menuju wilayah Jakarta Pusat melalui Jl.Daan Mogot.

Semoga giat pengamanan pada perayaan Hari Buruh Se Dunia diwilayah Jakarta khususnya Tanjung Duren dapat berjalan situasi aman dan kondusif.

Tidak lupa juga, Kapolsek Tanjung Duren menyampaikan lokasi dan tempat strategis serta tempat-tempat penugasan Personil yang dibagi menjadi 5 lokasi diantaranya di TL Pesing, TL Kalijodo, TL Grogol, Depan Hotel FM1 Tomang, TL Tomang dibawah kendali Perwira pengendali.

Selesai gelar Apel, seluruh Personil selanjutnya menempati titik – titik lokasi ploting diwilayah Tanjung Duren Jakarta Barat. (Lisin/Is)

Kapolsek Neglasari Pimpin Pengamanan Aksi Buruh Sedunia Dari Neglasari

Tangerangkota –  Senin (01/05/2018) pukul 08.00 WIB, Kapolsek Neglasari KOMPOL R. MANURUNG, SH pimpin Pengamanan aksi Buruh Sedunia  (May Day) sekaligus melepas keberangkatan Perwakilan Buruh dari Wilayah Hukum Polsek Neglasari menuju DKI Jakarta.

“Massa Buruh dari Wilayah hukum Polsek Neglasari  yang berangkat menuju Bundaran Hotel  Indonesia  Kurang lebih sebanyak 125 orang berasal dari 3 Perusahaan dan Serikat Pekerja yang berbeda dengan menggendarai sepeda motor milik pribadi dan Bus yang telah di Persiapkan oleh Pihak Perusahaan”,- Ujar Kapolsek Neglasari

Dalam satu kesempatan di sela pengamanan, Kapolsek Neglasari turut melepas keberangkatan salah satu kelompok  serikat Buruh  sekaligus memberikan arahan kepada para Buruh untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban selama Perjalanan maupun di lokasi tujuan,

“Jangan mudah terprovokasi seruan dan ajakan yang bersifat Negatif terlebih sampai bertindak anarkis yang akhirnya merugikan diri sendiri dan Keluarga, Jaga Keselamatan pribadi dengan tetap mematuhi Peraturan lalu lintas,”- jelasnya

Selanjutnya, keberangkatan Buruh dilepas dengan Do’a bersama dan Kapolsek Neglasari memberikan Pelayanan Pengawalan dengan Unit Lantas dan Patroli dan berharap kegiatan May Day dapat berlangsung dengan aman dan Kondusif.( Lsn/RF).

POLSEK NEGLASARI GELAR APEL KESIAPAN PENGAMANAN HARI BURUH SEDUNIA

Tangerangkota –  Apel Waspada 1 dalam rangka Pengamanan MAY DAY 2018 di Wilayah Hukum Polsek Neglasari  Polres Metro Tangerang Kota dipimpin secara langsung oleh Kapolsek Neglasari KOMPOL R. MANURUNG, SH  bertempat di Halaman Polsek Neglasari Jl. Iskandar Muda, Neglasari, Kota Tangerang. Selasa (01/05/2018) sekitar Pukul 06.00 WIB

Apel pagi diawali dengan arahan Kapolsek Neglasari, “Terima kasih kepada seluruh anggota yang sudah hadir dalam Pam May Day 2018 ini, sebagian anggota kita saat ini turut melaksanakan Apel  dan Pengamanan di Puspem Kota Tangerang  dan Ahmad Yani,”-  Ujar Kapolsek Neglasari.

Sebanyak 20 Personil hadir dalam pelaksanaan apel yang dipimpin oleh Kapolsek Neglasari dan turut hadir diantaranya Wakapolsek Neglasari AKP. YUSUF SUHADMA, SH, Kanit Binmas IPTU SAPUAN, SH, Kanit Reskrim IPTU EKO HANINDITO, SH, Kanit Intelkam IPDA HADI SUBROTO, Panit Reskrim IPDA SYAIFUL BACHRI.

“Seluruh anggota harus peka dan mau tahu tentang perkembangan informasi terkait situasi tekini dan untuk wilayah kita ada keberangkatan dari PT. BOLA INTAN  dan  PT. LEO INTAN dan setelah Apel ini kita sama – sama melaksanakan Pengamanan,”- lanjutnya

“Mari kita laksanakan tugas dengan Ikhlas dan penuh tanggung jawab jangan dijadikan beban”,-jelasnya

Kapolsek Neglasari berharap dengan Apel kesiapan yang dilaksanakan seluruh anggotanya dapat mengerti dan memahami tugas peran dalam pengamanan yang akan di laksanakan demi terciptanya situasi yang kondusif khususnya di wilayah hukum Polsek Neglasari.( Lsn/RF

8,2 gram sabu diamankan Polsek Muara Jawa dalam Operasi Antik

KUKAR – Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Muara Jawa kembali mengamankan 8,2 gram sabu dari Tsk Muhammad bin Sahran Jamhari (45) yang terjaring Operasi Antik Mahakam 2018, Selasa (01/05/2018).

Kapolres Kutai Kartanegara AKBP ANWAR HAIDAR, S.IK, M.SI, melalui Kapolsek Muara Jawa AKP TRIYANTO, SH. S. IK, mengungkapkan berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa di jalan Kabaena Rt.001 Kelurahan Dondang Kecamatan Muara Jawa Kab. Kutai Kartanegara sering terjadi transaksi peredaran narkoba jenis sabu-sabu.
Kemudian anggota Reskrim melakukan penyelidikan ke TKP dan mengadakan penggerebekan serta penggeledahan di rumah Tsk Muhammad, dan didapatkan 27 (dua puluh tujuh) poket narkotika jenis sabu yang disimpan Tsk di dapur rumah dalam sebuah dompet gambar sepatu.
Atas peristiwa tersebut Tsk Muhammad beserta Barang Bukti (BB) di amankan ke Kantor Polsek Muara Jawa untuk di lakukan proses lebih lanjut.

Barang Bukti yang di amankan :
– 27 ( dua puluh tujuh) Poket berisi serbuk kristal diduga Narkotika Jenis sabu dengan Berat 8,2 Gram.
– 1 (satu) buah Handpone Merk Samsung warna Hitam.
– 46 ( empat puluh enam ) Pcs Klip plastik bening.
– 1 (satu) buah Dompet warna Merah.
– 1 ( satu) buah Dompet bergambar sepatu.
– 2 (dua) buah sendok Takar.
– Uang Pecahan Rp 50.000,_ sebanyak 8 ( delapan ) lembar.

Tindak Pidana yang di persangkakan
Diduga melanggar Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 112 ayat (2) UURI No. 35 Tahun 2009 Ttg Narkotika.
Tindakan Kepolisian :
1. Mengamankan Tsk & BB
2. Membuat LP Nomor : LP / 17 /V/2018/ Kaltim/Res.Kukar/Sek.Mj tanggal 01 Mei 2018‎.
3. Riksa saksi saksi dan sita BB‎.
4. Proses Sidik.
Demikian ungkap Kapolsek Muara Jawa AKP TRIYANTO, kepada media ini. ( lsn/ls/idn/ Aba – 007 ).

Habis apel mayday ” kapolsek ciracas ” Borong bubur satu geobak

Kapolsek Ciracas KOMPOL AGUS WIDAR, selesai melaksanakan Apel Siaga Waspada 1 MayDay, Makan Pagi/Sarapan Bubur Ayam di Polsek Ciracas bersama anggota, sebagai bentuk perhatian Seorang pimpinan kepada anggotanya.

Adapun identitas Penjual Bubur ayam :
Arif Sentosa,alamat Tl Hek Kramat Jati Jaktim, Pekerjaan Dagang Bubur ayam.

“Kegiatan ini  bertujuan untuk mengurangi beban terhadap masyarakat yang berjualan bubur ayam, karena bubur ayam terjual habis.” Ujar KOMPOL AGUS WIDAR

Gudang Styrofoam Terbakar di Meruya Utara

jakarta Barat—–Kebakaran melanda sebuah gudang Styrofoam di Jalan Pesanggrahan RT. 06/ RW. 5, Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat, pada Selasa (1/5/2018).

Kapolsek kembangan polres metro jakarta barat kompol supriyadi mengatakan, berdasarkan informasi yang kami dapatkan dilokasi kebakaran Menurut keterangan Ketiga Saksi, Saat Saksi Sedang bekerja di Tkp, mendengar Suara ledakan ( Seperti Suara Petasan ) kemudian ada asap yang mengempul dan menimbulkan Api, tiba-tiba Api membesar dan terjadi Kebakaran.

“Kami terima laporan sekitar pukul 10.30 WIB, sampai siang ini 18 unit mobil untuk memadamkan api,” kata supriyadi saat dihubungi Selasa (1/5/2018).

Ia mengatakan, proses pemadaman masih terus berlangsung guna menghindari api menyebar ke bangunan lainnya.

“Api masih menyala di gudang sterofoam, kita terus backup (pemadaman) agar api tidak menjalar ke titik lain,” ucap supriyadi.

Hingga kini, lanjut supriyadi, penyebab api masih belum bisa diketahui karena masih dalam proses penanganan oleh petugas tambahnya. ( Lsn/ls/AZ)

 Bertemu Staf Presiden Bapak Teten Masduki, Fornas LKSA PSAA Siapkan Munas Pertama 

Terkait pelaksanaan Munas I Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak dan Panti Sosial Asuhan Anak (LKSA-PSAA) pada 24 sampai 27 Juli 2018 di Sabuga Bandung yang juga merupakan momen Hari Anak Nasional

Sebanyak 5540 Panti, 584 perwakilan pemda dan 2000 anak direncanakan menghadiri Munas I Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak dan Panti Sosial Asuhan Anak di Sabuga Bandung yang mengundang Presiden Bapak Joko Widodo.

Dalam pertemuan di Kantor Staf Presiden (30/4/2018), Yanto Mulya Pibiwanto Ketum Forum LKSA PSAA menyampaikan acara ini adalah peneguhan panti sebagai pendorong PP 44 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pengasuhan Anak, implementasi UU 23 2012 tentang Pembagian Kewenangan Pusat dan Daerah dalam penanganan anak anak yang sementara tinggal di Panti dan dukungan pemda pada pengasuhan dikeluarga, serta Peraturan 4 Menteri terkait Kota Layak Anak yang mensyaratkan adanya lembaga yang melaksanakan pengasuhan berbasis keluarga, yang selama ini diperankan oleh LKSA PSAA.

Sejak lama sebenarnya panti telah melaksanakan shelter sebagai tempat sementara anak, praktek penguatan keluarga, menyiapkan keluarga pengganti, adopsi, bantuan bagi anak terlantar dan yatim piatu dengan didukung berbagai pihak. Bahkan layanannya kini berkembang, kalau boleh dikatakan sejak bayi sampai lansia. Tidak mungkin memutuskan hubungan terutama bagi anak anak yang sama sekali tidak pernah ada yang mencari selama di Panti.

Namun memang dalam penyelenggaraan di Panti ada yang berlangsung secara baik, bahkan berstandar internasional, ada juga yang belum atau bahkan panti yang berhadapan dengan hukum. Momentum PP ini memperkuat peran panti yang selama ini melaksanakan hal tersebut, dan menjadi garis lurus tegaknya pengasuhan berbasis keluarga yang diinginkan Bapak Presiden. Sekaligus Panti mengkoreksi diri dan merevitalisasi perannya di tengah masyarakat. Kita ingin Bapak Presiden lebih mendorong dan memperluas prosesnya sehingga ada percepatan proses revitalisasi panti dan pelaksanaan pengasuhan anak berbasis keluarga, jangka panjang dan berkelanjutan.

Begitu juga panti sebagai lembaga yang memiliki ranah memberi akses layanan kepada masyarakat melalui program pemerintah, swasta dan masyarakat. Ingin mengupdate layanannya dengan hadirnya PP 44 ini. Untuk itu mengundang semua stakeholder yang memiliki kepedulian untuk ikut pameran layanan informatif, guna menginformasikan akses layanan yang bisa memberi harapan kepada anak anak terlantar melalui Munas ini.

Dalam penyampaiannya Yanto mengharapkan dalam Munas I LKSA PSAA ini dapat dihadiri 4 Kementerian yaitu Kemendagri, Kemendikbud, Kemenkes dan Kemensos. Karena banyak bersingungan dengan kebijakan 4 Kementerian ini, yang merupakan urusan sehari hari para Kepala Panti. Kita berharap ada MoU di depan Presiden komitmen bersama mengurus generasi bangsa ini.

Ada agenda Internal dan eksternal dalam Munas pertama LKSA PSAA. Agenda internal adalah memilih pengurus Forum Panti Asuhan yang baru di tingkat Propinsi, Kabupaten atau Kota dan Kecamatan secara serentak, memilih Ketua Umum Forum LKSA PSAA, menyusun pengurus baru dan merevitalisasi program kerja untuk 5 tahun ke depan.

Agenda Eksternal adalah puncak acara akbar di Lapangan Sabuga Bandung yang rencananya mengundang Bapak Presiden. Acara ini mempresentasikan hasil dari persidangan persidangan dan sidang pleno dengan dikemas menjadi Deklarasi Pengasuhan Berbasis Keluarga, jangka panjang dan berkelanjutan bersama 3000 Relawan Foster Care. Berbagai undangan penting diharapkan hadir.

Serangkaian kegiatan seperti konser amal, coaching clinic, festival sumber akses layanan pemerintah dan swasta, pameran mitra Kementerian Sosial, pameran dari lintas kementerian dalam festival akses program layanan pemerintah yang bersifat informatif akan diselenggarakan. Karena tidak dipungkiri dari 6161 LKSA PSAA yang terdata se Indonesia, yang tergabung dalam Forum LKSA PSAA ada 5540, yang memiliki by name by address ada 5889 Lembaga Kesejahteraan Sosial dan per Februari 2018 yang sudah terakreditasi sebanyak 1.619 Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS), mayoritas dari LKS tersebut adalah lembaga layanan anak sebanyak 1.480 Lembaga.

Artinya masih banyak panti yang enggan mengikuti akreditasi, namun kondisinya tidak bisa berdiam diri melihat kondisi sosial ke masyarakatan, sehingga tetap melaksanakan amanah ini. Artinya mereka butuh akses dan informasi dalam mengatasi kesulitan dilapangan menangani masalah kesejahteraan sosial. Untuk di ketahui mereka menjalani ini juga karena amanah orang tua mereka, mandate organisasi mereka, ormas lintas bidang dan agama, tokoh masyarakat, tokoh agama dalam bentuk titipan, amanah, wakaf, dan sumbangan.

Dari mereka lebih banyak yang membutuhkan update dari ragamnya informasi dan program pemerintah. Apalagi ini menjadi konsolidasi pertama kalinya panti secara akbar, berkumpul pada satu waktu. Karena panti seringkali berada di daerah yang dianggap rawan sosial, yang juga masih memerlukan akses informasi dan akses pembangunan. Untuk itu melalui staf Presiden kami berharap ada dukungan dari pemerintah dan swasta agar mengikuti dan membangun kapasitas saudaranya yang berada dalam institusi ini. Disediakan pameran dan layanan informative selama acara berlangsung dengan menyediakan 500 tenant. Untuk itu dapat menghubungi saudara Irsal Walad di 081322199939 atau email di admin@munaslksa.com. Diharapkan dengan ketersediaan aksesibilitas informasi bagi anak anak panti dan pengurus panti, dapat membuka kesempatan peserta dari Aceh sampai Papua untuk mengabarkan ke anak anak yang mereka dampingi, baik yang didalam panti maupun yang langsung berada di keluarga. Tentunya mereka menanti penuh harap kepedulian kita semua atas Munas pertama LKSA PSAA.

Yanto menutup penjelasannya dengan menyerahkan kepada Staf Presiden Database Anggota Forum LKSA PSAA sebanyak 5540 dan Undangan Presiden Menghadiri Puncak Acara Munas di Lapangan Sabuga Bandung.

Bapak Teten Masduki menyampaikan akan mengkaji acara bersama timnya untuk menyiapkan agenda Presiden. Besarnya jumlah peserta dan anak yang hadir menjadi perhatian khusus nantinya. Begitupun Riza Damanik stafnya, menyampaikan pertemuan ini sangat strategis, dimana persoalan anak di emban bersama oleh berbagai unsur, entitas sosial, keragaman para pengurus panti dan pengasuh dari berbagai latar belakang, bergotong royong mengurus hal yang sama didalam Forum Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak dan Panti Sosial Asuhan Anak. Memang perlindungan anak membutuhkan peran semua elemen bangsa, tidak terkecuali.

Ketua SC Munas I LKSA PSAA Asep Ibnu Tsani menjelaskan ada beberapa isu strategis yang menjadi perhatian penuh Negara terhadap kondisi anak anak terlantar. Pertama keanggotaan Forum telah lama menjadi bagian kerja Pemerintah terutama Kementerian Sosial dalam layanan anak anak terlantar.

Forum adalah organisasi lintas agama dan lintas ormas yang tercatat di Kemenkumham sebagai perkumpulan. Dimana tempat atau wadah berkumpul Lembaga Kesejahteraan Sosial seluruh Indonesia, dengan nama Forum Nasional Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak dan Panti Sosial Asuhan Anak. Telah terbentuk di 22 Propinsi dan terus memperbaiki jejaringnya. Kalau di tingkat Propinsi dengan nama Forwil LKSA PSAA, di tingkat Kabupaten dengan nama Forda LKSA PSAA dan ditingkat kecamatan dengan nama Forcab LKSA PSAA.

Ada 5 isu strategis saat yang nanti akan menjadi bahan diskusi nasional kita.

Isu Pertama, kegiatan bertema besar Gotong Royong Untuk Mewujudkan Kesejahteraan Anak Indonesia. Karena kita menyambut optimisme baru dalam perlindungan anak anak terlantar dengan Presiden Bapak Jokowi mengeluarkan PP 44 tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pengasuhan Anak. Bahwa praktek yang dilakukan LKSA PSAA butuh payung hukum. Berbagai akses layanan masih menjadi kendala di lapangan dalam mengurus anak anak terlepas dari pengasuhan utamanya. Seperti kesulitan mendapatkan akte kelahiran, mendapatkan jaminan kesehatan dan pendidikan. Baik dari segi akses maupun kemudahan, apalagi kalau bicara kualitas.

Kedua, bagaimana meningkatkan subsidi panti asuhan yang telah puluhan tahun angkanya tidak merangkak naik, diangka 3500/hari/anak, padahal kebutuhan dan peruntukkan sudah berubah. Itupun masih sangat terbatas, mungkin dari satu panti hanya sekitar 5 anak yang dibantu. Sedangkan kita tahu kebutuhan anak dan panti, sangat bergantung dengan akses pembangunan dan akses layanan. Seperti panti panti yang berada di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar). Kita butuh alternative skema lain dalam menjamin masa depan anak anak bangsa. Bahwa tugas menguatkan pengasuhan di dalam keluarga juga berkaitan erat dengan roda perekonomian setiap keluarga. Untuk itulah panti mengembangkan diri dengan pendampingan kegiatan usaha, namun masih sangat minim. Butuh dampak massif yang bisa menjadi percepatan dan perluasa. Dan itu hanya bisa dilakukan oleh Negara. Panti dapat merevitalisasi perannya. Dan potensi Panti melakukan itu terbuka, dengan peran social pengurus panti yang biasanya adalah Toga dan Tomas di daerahnya.

Ketiga, bagaimana mengoptimalkan panti sebagai penyaluran kartu sakti. Bahwa Pemerintah sebenarnya bisa langsung sinergi, terutama menguatkan keluarga yang rentan anaknya terlepas dari pengasuhan yang sudah terdata di panti.

Ke Empat Bapak Presiden baru saja menandatangani PP 44 tentang Pelaksanaan Pengasuhan Anak. Ada 3 model pengasuhan di Indonesia, pertama melalui kerabat (kindship care) dimana anak yang terlepas dari keluarganya diasuh paman atau bibi), yang kedua oleh orang tua asuh bukan sedarah atau orang tua pengganti (foster care). Ada kesalahpahaman di Indonesia tentang subtansi peran pengasuhan yang dikembangkan sebagai model alternatif. Misal saja kita mengenal program GN OTA, padahal lebih bersifat charity bukan pengasuhan yang diharapkan Bapak Presiden. Kemudian pengasuhan secara hukum positif seperti hukum adat dan agama, dengan berlandaskan tidak memutus nasabnya.

Kelima dalam PP 44 2017 mengamanatkan pelaksanaan monitoring dan evaluasi adalah Pekerja Sosial Profesional atau Satuan Bhakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos), namun kenyataannya Peksos hanya ada 1 atau 2 orang saja di tingkat kabupaten. Lalu bagaimana mencover ribuan panti yang setiap saat butuh assessment mendalam dari Peksos. Artinya Presiden perlu memperluas dan melakukan percepatan akses layanan. Sehingga penting berbagi pemikiran dan sinergi dalam efektif penyelenggaraan PP ini.

Didalam kajian kami akan PP ini, ada 3 intervensi Negara yang harus dipersiapkan guna efektifitas operasionalnya PP ini, pertama menyediakan Pekerja Sosial Profesional, kedua subsidi Negara bagi pelaksana PP ini yaitu Panti/LKSA/PSAA dan ketiga penyiapan Calon Orang Tua Asuh (COTA). Dan Panti telah mempraktekkan lama hal ini, dengan memiliki database Cota di panti masing masing. Hanya perlu penguatan dan pengawasan Negara dalam pelaksanaannya.

Di saat yang sama Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemensos Edi Suharto menyambut baik rencana Munas I LKSA PSAA, yang Insya Allah diselenggarakan di Bandung. Harapan beliau ini menjadi media, wadah, partisipasi, kontibusi teman teman didaerah. Terutama didalam melindungi dan mencegah, dalam rangka penyelengaraan perlindungan anak Indonesia. Diharapkan Bapak Ibu yang bergerak dalam LKSA PSAA se Indonesia bisa hadir dalam forum tersebut.

Direktur Rehabilitas Sosial Anak Nahar juga menyampaikan harapan besar pada momentum pertemuan LKSA se Indonesia dalam merevitalisasi peran panti dan para pengasuh dalam menggerakkan dan meningkatkan kualitas pengasuhan di setiap keluarga dan pentingnya menguatkan forum sebagai kelembagaan.

Penguatan kelembagaan di jelaskan oleh Wena Sitepu Kasubdit Kelembagaan Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak Kementerian Sosial bahwa ia memiliki harapan kepada forum, kedepan kita bisa menata bersama sama agar Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak lebih baik lagi. Dengan kehadiran Forum LKSA PSAA akan memberikan warna baru terhadap pelayanan dan perlindungan kepada seluruh anak Indonesia. Dimana panti diharapkan merevitalisasi perannya sebagai denyut kekuatan merespon masalah sosial di masyarakat. Menggerakkan dan menguatkan peran setiap keluarga guna menghindari anak terlepas dari pengasuhan, menyiapkan foster care (keluarga pengganti) dan Panti menjadi tempat sementara dalam memperbaiki kualitas pengasuhan.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia Jasra Putra yang juga merupakan Sekjen Panti se Indonesia mencatat, sejumlah permasalahan belum terselesaikan diantaranya adalah standar pelayanan panti sebagai shelter sementara, belum adanya database terpadu anak yang bisa memantau kondisi anak anak yang berada di panti. Begitu juga masalah identitas anak anak panti yang tidak lengkap menyebabkan proses akta kelahiran, layanan akses kesehatan masih menjadi kendala di lapangan. Untuk itu ia berharap Pemerintah mengambil inisiatif dalam menfasilitasi gerakan sosial masyarakat ini.

Hal ini juga yang menjadi persoalan lama dalam memberikan layanan yang berkualitas, sehingga Kemensos melakukan akreditasi, guna menertibkan panti yang ‘bodong’ dan agar bantuan yang disampaikan tepat tujuan.

Namun disisi lain masyarakat tidak bisa membiarkan anak anak terlantar, yatim piatu, anak anak yang lepas dari keluarga dibiarkan. Untuk itu perlu Forum yang mewakili dan menjadi wadah para Kepala Panti yang dipilih dari tingkat propinsi, kabupaten atau kota sampai tingkat kecamatan guna menjembatani hal tersebut. Saat ini sudah 22 Propinsi yang memiliki Forum. Sebagaimana diketahui Save The Children mencatat ada 9000 panti di Indonesia. Dan Indonesia merupakan Negara didunia yang memiliki banyak panti.

Oleh karena itu Munas I LKSA PSAA menjadi penting dalam menjembatani setiap panti untuk mempersiapkan diri mengubah paradigma pelayanan yang disertai akuntabilitas dan transparansi. Disisi lain Panti telah menjadi pusat pengaduan masalah social masyarakat, yang tidak bisa ditinggalkan begitu saja. Karena sejak jaman pra kemerdekaan panti hadir menjadi amanah masyarakat, ormas, para pejuang dan pendahulu, para tokoh masyarakat dan tokoh agama. Ini seperti hutang peradaban bagi Negara dalam mengapresiasi para pegiat pengasuhan anak terlantar di Indonesia. Panti berdiri ada yang berupa titipan umat, wakaf, sumbangan, sehingga ini masih menjadi amanah yang harus dijalankan bersama. Dan memang masih ada 4,1 juta anak yang dinyatakan terlantar oleh Negara.

Saat ini panti anak banyak layanannya yang telah berkembang, tidak hanya anak yang dilayani, boleh dikatakan sejak bayi sampai lansia. Panti menjadi pusat kesejahteraan masyarakat di tingkat lokal. Untuk itu penting menggagas ke depan pedoman dan standard layanan panti yang baku oleh pemerintah. Ini diharapkan menjadi hasil dari pertemuan Munas I LKSA PSAA mendatang.

Presiden di rencanakan hadir di Puncak Acara dengan Deklarasi bersama 5540 lebih Kepala Panti yang akan hadir di Bandung. Dan penandatanganan MoU empat Kementerian dengan menekankan prinsip Pengasuhan Anak berbasis keluarga, jangka panjang dan berkelanjutan yang menjadi bagian progresifitas pelaksanaan PP 44 tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pengasuhan Anak sejak ditanda tangani Presiden setahun yang lalu.

Sejak dibentuknya Forum tahun 2011 telah mengadakan Rakornas sebanyak 2 kali. Pertama di Lombok yang dibuka Wapres Jusuf Kalla dengan diwakilkan Menteri Sosial RI dan di Batam bersama Ketua Komisi VIII DPR RI Ali Taher Parasong. ( lsn/MH).