UNJ Ciptakan Desa Kamarang Cirebon Menjadi Desa Wisata

SIDIKPOST | JAKARTA-Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kembali merealisasikan program pengabdian kepada masyarakat (P2M) dengan menciptakan Desa Wisata baru, yaitu Desa Kamarang, yang terletak di Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon.
Pembentukan desa wisata ini, diinisiasi oleh Program Studi Perjalanan Wisata Universitas Negeri Jakarta (UNJ) sebagai bentuk wujud nyata dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat (P2M).


Koordinator Kegiatan P2M Prodi Perjalanan Wisata UNJ, Lala Siti Sahara mengatakan, dalam kegiatan ini mereka melakukan pelatihan kepada masyarakat Desa Kamarang, tentang sadar wisata dalam rangka mempersiapkan Desa Kamarang menjadi desa wisata.


“Tujuan pelatihan kepada masyarakat ini, selaras dengan pembangunan kepariwisataan yang diprioritaskan oleh pemerintah saat ini, sesuai dengan Undang-Undang No 10 Tahun 2009 mengenai pembangunan kepariwisataan yang berkelanjutan, dimana adanya keterlibatan aktif masyarakat atau yang dikenal dengan community based tourism (CBT). Dimana masyarakat akan dilibatkan dalam proses perencanaan, pelaksanaan dan pemanfaatan. Salah satu bentuk representasi dari pembangunan berkelanjutan dan community based tourism adalah pembangunan desa sebagai destinasi pariwisata baru atau yang di kenal dengan Desa Wisata,” ujar Lala yang juga Dosen UNJ ini.


Lebih jauh, wanita yang hoby traveling ini menyatakan, dipilihnya Desa Kamarang menjadi lokasi pengabdian kali ini karena Desa Kamarang memiliki potensi untuk menjadi Desa Wisata. Salah satu faktor yang penting dalam mempersiapkan desa wisata adalah sumber daya manusianya.


“Karena masyakarat yang akan menjadi subjek atau pelaku dari pengembangan desa wisata. Untuk itu UNJ, khususnya Prodi Perjalanan Wisata yang memang konsern dalam pendampingan desa wisata dan sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma perguruan tinggi, melakukan pelatihan kepada para penggiat pariwisata serta masyarakat tentang konsep desa wisata dan sadar wisata sebagai persiapan menjadi desa wisata,” ujar Dosen yang kosern dalam bidang Ilmu Budaya ini.


Lala menjelaskan, kegiatan pengabdian yang dilaksanakan pada tanggal 5 sampai dengan September 2021 ini, dihadiri 25 peserta dari Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS), tokoh masyarakat, tokoh budaya serta ibu-ibu PKK.
Sementara itu Kepala Desa Kamarang Bapak Endang Kusnandar mengatakan, bahwa program yang dilaksanakan oleh Prodi Perjalanan Wisata UNJ ini sangat membantu masyarakat Desa Kamarang.


“Kami ingin Desa Kamarang menjadi Desa Wisata, tetapi selama ini kami dan masyarakat masih bingung bagaimana memulai menjadi desa wisata, tetapi dengan adanya program dari UNJ ini, kami sangat terbantu. Untuk itu kami sangat berterima kasih kepada UNJ, khususnya Prodi Perjalanan Wisata yang melakukan pengabdian dengan memberikan pelatihan tentang sadar wisata, sehingga kami masyarakat dan para penggiat pariwisata di Desa Kamarang memperoleh pengetahuan tentang bagaimana konsep desa wisata, sadar wisata, dan bagaimana mengelola potensi lokal yang kami miliki,” paparnya.


Lebih jauh sebagai Kepala Desa, Endang berharapannya semoga UNJ terus mendampingi mereka dalam mempersiapkan Desa Kamarang menjadi Desa Wisata, sehingga banyak dikunjungin para wisatawan kedepannya.
Sementara itu, ketua POKDARWIS Desa Kamarang, Khanif Kurniawan menyatakan, bahwa sebagai lembaga yang dibentuk untuk mengelola pariwisata di Desa Kamarang, mereka belum sepenuhnya faham tentang langkah apa yang harus dilakukan dalam mengelola pariwisata di Desa Kamarang.

“Makanya dengan adanya pelatihan yang diberikan oleh UNJ, kita mendapatkan contoh bagaimana cara mengelola desa wisata, seperti yang dilakukan oleh masyarakat di Desa Cisaat di Kabupaten Subang, dari situ kami akan mencontoh program kerja POKDARWIS Desa Cisaat, untuk persiapan kami menjadikan Desa Kamarang menjadi desa wisata,” katanya. (SDP)

Pengabdian Prodi PKK UNJ Menjadikan Desa Wisata Cisaat Siap Menerima Wisatawan

SIDIKPOST |Jakarta-Pandemi yang terjadi di Indonesia memberikan dampak yang besar bagi pariwisata Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan PHRI (8/4/2020), 232 desa wisata ditutup, 180 lokasi destinasi wisata ditutup, 1500 unit hotel ditutup, 11.125 unit usaha pariwisata terkena dampak covid-19 dan hal tersebut menyebabkan  68.028 orang jumlah pekerja informal di sektor pariwisata kehilangan pendapatannya.

Hal itu di katakan Dra. Nurlaila A.M, M.Kes bahwa Program Studi Pendidikan Kejahteraan Keluarga Universitas Negeri Jakarta (UNJ) merasa perlu membantu masyarakat untuk bersama-sama membangun kembali pariwisata Indonesia. Pariwisata Indonesia saat ini perlu dilakukan pembenahan mengikuti perubahan yang terjadi akibat pandemi, khususnya terkait protokol kesehatan untuk menjamin wisatawan tetap dapat berwisata secara aman dan sehat.

“Salah satunya melalui penerapan Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE) yang digalakkan oleh pemerintah dalam rangka melaksanakan protokol kesehatan bagi masyarakat produktif untuk pencegahan dan pengendalian Covid-19 dan penerapan housekeeping yang benar agar tercipta lingkungan yang bersih. “ Ungkapnya

Lanjutnya, bahwa Pada tanggal 11-16 September 2021 Program Studi Pendidikan Kesejaheraan Keluarga Universitas Negeri Jakarta (UNJ)  kembali melaksanakan Program Pengabdian Pada Masyarakat yang merupakan implementasi Tri Dharma perguruan tinggi kepada para pengelola desa wisata dan Kelompok Sadar Wisata Desa Cisaat, Kecamatan Ciater Kabupaten Subang Jawa Barat.

Di tempat terpisah Pemateri  Housekeeping Mulyati S.Pd, M.Si mengatakan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan melalui pelatihan housekeeping dan CHSE homestay dalam rangka menyiapkan kunjungan wisatawan ke Desa Wisata Cisaat Subang di masa pandemi. Desa wisata Cisaat Subang adalah salah satu desa yang menjadikan wisata khususnya wisata edukasi sebagai salah satu sektor penggerak ekonomi masyarakatnya.

Pemberian Materi Pelatihan Housekeeping dan CHSE

Selain itu , Prastiti Laras Nugraheni, M.Si pemateri CHSE menjelasakan bahwa Desa Cisaat merupakan Desa Wisata yang sedang mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat.  Desa ini termasuk dalam kategori desa wisata rintisan, sehingga diperlukan pengembangan khususnya pengembangan kelembagaan dan sumber daya manusianya.

“Desa Cisaat secara usia tergolong baru dalam konteks wisata pedesaan, oleh karena itu diperlukan pengembangan khususnya di bidang sumber daya manusianya. sumber daya manusia yang berperan penting dalam kegiatan wisata di desa wisata Cisaat adalah seluruh masyarakat yang terlibat dalam aktivitas wisata di desa seperti pemandu lokal, pemilik homestay, penyedia jasa konsumsi dan sebagainya. Dengan meningkatnya kualitas sumber daya manusia dalam bidang kepariwisataan maka diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan yang tentunya akan berdampak secara langsung bagi kesejahteraan masyarakat” jelasnya

Sedangkan Kepala Desa Cisaat, Suryana Desa Wisata Cisaat mengatakan bahwa desa cisaat merupakan desa binaan Universitas Negeri Jakarta. Pada tahun 2020 berkat keterlibatan Program Studi Perjalanan Wisata mengahantarkan Desa Cisaat meraih Juara Ketiga dalam program apresiasi perguruan tinggi terbaik dalam pendampingan desa wisata. Disisi lain, desa ini juga sudah pernah mendapatkan fasilitas program pendampingan selama 3 tahun ini dari Kementerian Pariwisata.

 “Sehingga pelatihan-pelatihan yang dilakukan ini sebagai bentuk penguatan kelembagaan Desa Wisata untuk untuk kembali bisa berjalan kegiatan pariwisata setelah pandemi covid 19 selesai.” Tuturnya

Selain itu Kepala Desa Cisaat, Suryana juga menjelaskan  pada saat FGD antara civitas akademika Universitas Negeri Jakarta dengan perangkat desa serta perwakilan warga mengatakan pelatihan yang dilakukan kali ini merupakan lanjutan untuk peningkatan kemampuan SDM para penggerak wisata .“

Bagi kami semua pelatihan ini sangat bermanfaat untuk Desa Cisaat. Saya mengucapakna terima kasih kepada UNJ yang selalu melalukan pendampingan kepada desanya,” jelasnya.

Senada dengan Ketua POKDARWIS, Asep Suhendi menyatakan selama ini salah satu kelemahan masyarakat desa adalah tak mampu memasarkan potensi wisata yang ada di Desa Cisaat.

 “Dengan adanya pelatihan yang diberikan bermanfaat untuk para pelaku wisata di Desa Cisaat” Tukas Asep Suhendi

Di Akhir Asep Suhendi Mengharapkan , Setelah dilakukan pelatihan CHSE dan Housekeeping yang dilakukan oleh Universitas Negeri Jakarta, pengelola homestay di Desa Wisata Cisaat berupaya menerapkan konsep CHSE dan housekeeping yang benar sehingga Desa Wisata Cisaat kini siap untuk menerima wisatawan di masa pandemi. ( SDP)