Camat Boyke : Kasus TBC di Kecamatan Benda Salah Satu yang Paling Sedikit

pemeriksaan TBC

SIDIKPOST | Kota Tangerang, Pasca di ketemukan nya 51 kasus Tuberkulosis ( TBC ) di kecamatan Benda kota Tangerang

Menurut Camat Benda Boyke Urif Hermawan mengatakan Berdasarkan info

dari dinas kesehatan kota Tangerang bahwa kecamatan Benda termasuk yang paling sedikit

” info dari Dinkes, kecamatan benda adalah salah satu kecamatan yang paling sedikit kasus TBC nya,” Ucap Boyke saat di konfirmasi, Kamis ( 19/01/2023)

Lanjut Boyke , Semua kecamatan memang menggelar pemeriksaan TBC termasuk kecamatan Benda

Ia juga menerangkan yang di maksud sedikit adalah kecamatan Benda sedikit di bandingkan dengan kecamatan lain

“Masih lebih banyak kasus TBC di kecamatan lain,” Jelasnya

Selain itu ia juga menyarankan Untuk lebih jelasnya, silahkan konfirmasi data kasus TB se kota Tangerang ke Di nas kesehatan

Sebelumya , Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Di nas Kesehatan  melakukan skrining ke 13 Kecamatan, salah satunya di

Kecamatan Benda, Selasa (17/1/2023).

Kegiatan ini turut serta menerjunkan tim dari Puskesmas Benda dan Puskesmas Jurumudi Baru.

Penanggung jawab program Tuberkulosis dari Puskesmas Jurumudi Baru, Siti Fajriah mengungkapkan,

langkah ini agar masyarakat dapat lebih peduli tentang pentingnya pemeriksaan TBC.

“Hari ini kami Puskesmas Jurumudi Baru beserta Puskesmas Benda menggelar pemeriksaan Tuberkulosis secara gratis bagi masyarakat yang merupakan keluarga kontak erat dengan pasien TBC, khususnya di Kecamatan Benda,” ungkap Siti Fajriah.

Tercatat 51 kasus Tuberkulosis yang ada di Kecamatan Benda. Tentunya setiap keluarga pasien minimal tiga orang di haruskan melakukan pemeriksaan dari skrining, Test Cepat Molekuler (TCM), serta X-ray.

( SDP)

Pemerintah Kota Tangerang Mendapatkan Apresiasi dari Kemenkes

SIDIKPOST | Kota Tangerang – Pemerintah Kota Tangerang bersama dengan Kota Surabaya dan Kota Makassar meraih penghargaan terkait penanganan TBC yang diserahkan langsung oleh Menteri Kesehatan Budi Gunawan Sadikin.

Hal ini tidak terlepas dari Program penanganan penyakit Tuberculosis (TBC) yang dilakukan oleh Pemkot Tangerang dengan melibatkan peran serta berbagai pihak mulai dari akademisi, organisasi masyarakat, kader dan juga swasta. Apresiasi tersebut ditandai dengan diterimanya penghargaan kepada dengan predikat Kinerja baik Atas Kerjasama Multi Sektor Dalam Rangka Percepatan Eliminasi TBC di Kota Tangerang.

Wali Kota Tangerang H. Arief R. Wismansyah menuturkan capaian ini merupakan buah kerja keras dan kerjasama yang telah dilakukan oleh seluruh unsur yang ada di Kota Tangerang, mulai dari masyarakat hingga tenaga kesehatan.

Wali Kota Tangerang H. Arief R. Wismansyah ( pinggir kiri ) hadiri acara High Level Meeting Tuberculosis 2022 di Hotel Shangrila, Kota Surabaya, Jawa Timur, Rabu (9/11/2022).

“Apresiasi ini tidak lepas dari peran serta masyarakat, sektor kesehatan swasta, orang tua, para kader yang terlibat dalam menanggulangi TBC,” ungkap Arief usai acara High Level Meeting Tuberculosis 2022 di Hotel Shangrila, Kota Surabaya, Jawa Timur, Rabu (9/11/2022).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Dini Anggraeni yang turut hadir dalam acara tersebut menambahkan, upaya pencegahan dan penanganan TBC di Kota Tangerang dilakukan secara terstruktur dan kolaboratif dengan melibatkan peran serta OPD Pemkot Tangerang.

“Seperti bedah rumah contohnya, buruknya sirkulasi udara sehingga rumah menjadi lembab dan itu menyebabkan berkembangnya bakteri yang mengakibatkan TBC,” jabar Kadinkes.

Tak hanya itu, lanjut Dini, upaya lain yang dilakukan antara lain pemenuhan fasilitas layanan pengobatan dan skrining TBC di 37 Puskesmas dan 34 RS, pembentukan 1000 kader asmara TBC termasuk juga keterlibatan komunitas sekolah melalui gerakan RANSEL TBC dan Penguatan DPPM–KOPI TBC yang diantaranya terdiri dari organisasi profesi.

“Selain itu hal lain yang kita sedang upayakan juga Rumah Isolasi TBC dan makanan tambahan bagi pasien TBC,” tukas Dini. (ADV ).