Pengabdian Terbaik Dilandasi Iman dan Dasar Negara Pancasila

SIDIKPOST|Kodam IV/Diponegoro menggelar misa kudus yang dihadiri para prajurit TNI, Polri dan PNS yang beragama Katolik di Balai Diponegoro, Komplek Makodam IV/Diponegoro, Watugong, Semarang (25/7/2019).

Misa kudus yang mengambil tema Peran Strategis umat Katolik di lingkungan TNI dan Polri ikut dalam membangun semangat berbangsa demi keutuhan dan kedaulatan NKRI ini, menghadirkan Mgr Ignatius Suharyo selaku Uskup Militer Indonesia, dan Pastor Letkol (Sus) Udara Yos M.M. Bintoro, Pr. Sebagai pembicara.

Sebelum pelaksanaan Misa di Balai Diponegoro, Uskup TNI/POLRI, Mgr Ignatius Suharyo, yang didampingi Pastor Letkol Sus Yos Bintoro, Pastor Edi Purwanto (Wakil Uskup Agung Semarang) mengadakan audiensi diterima Kasdam IV/Diponegoro, Brigjen TNI Teguh Angkasa, S.E., M.M., di ruang kerjanya.

Selanjutnya Uskup Suharyo bersama rombongan menuju Polda Jawa Tengah, mengadakan audiensi Kapolda
Irjen. Pol. Dr. H. Rycko Amelza Dahniel, M.Si.

Pada siang harinya, setelah dari Polda Jateng, Uskup menyempatkan waktu sejenak berkunjung ke kantor Keuskupan Agung Semarang diterima Uskup Agung Semarang, Mgr Rubiyatmoko.

Dari kantor Keuskupan Agung Semarang, Uskup Suharyo menuju Balai Diponegoro mengadakan Misa Kudus bersama para Prajurit TNI, POLRI dan PNS.

Kegiatan Misa Konselebran ini dilaksanakan bersama Bapak Uskup TNI-Polri Mgr Ignatius Suharyo, Wakil Uskup TNI POLRI Pastor Letkol Sus Yos Bintoro, Pastor EDY Purwanto, Pr dan Pastor PAULUS Ardhi dari Paroki Bantul.

Pada kesempatan ini Mgr. Ignatius Suharyo mengingatkan bahwa kita dipilih untuk melayani bangsa dan gereja dalam pengabdian terbaik yang dilandasi iman Katolik dan dasar Negara Pancasila serta demi keutuhan dan kedaulatan NKRI yang majemuk, plural dan multikultural ini.

Dan kita harus berterima kasih kepada para pendahulu yang telah mengukir sejarah membangun bangsa ini. Para pahlawan baik dari TNI dan Polri telah mengajarkan cinta tanah air kepada kita semua.

Setelah Misa Kudus dilanjutkan sambung rasa/wawanhati. Pada acara sambung rasa, Uskup TNI/Polri Mgr Ign Suharyo mengajak seluruh anggota prajurit TNI Polri dan PNS yang hadir untuk menyanyikan lagu puji-pujian tanah air termasuk lagu Rayuan Pulau Kelapa agar tumbuh semangat patriotisme dan cinta tanah air.

“Pujian dan pujaan kepada tanah air tercinta Indonesia itu dinilai sebagai langkah yang tepat untuk menghilangkan sekat-sekat yang ada dalam masyarakat serta mengikis budaya SARA”, terangnya.

Hadir pada Misa Kudus, Irdam IV/Diponegoro, para prajurit TNI-Polri, dan PNS di wilayah Jateng dan D.I. Yogyakarta.( Red).

Ramadhan Membangun Jiwa Yang Tangguh dan Belajar Mengendalikan Diri

SIDIKPOST| SEMARANG – Memasuki malam ke 17 tarawih di bulan Ramadhan, Kodam IV/Diponegoro menjadi tuan rumah pelaksanaan Tarawih Keliling (Tarling) yang dikoordinir oleh Badan Amalan Islam (BAI) Propinsi Jawa Tengah. Tarling dilaksanakan di Balai Diponegoro, komplek Makodam IV/Diponegoro (21/5/2019).

Penyelenggaran tarling di Makodam ini merupakan suatu kehormatan yang membanggakan bagi keluarga besar Kodam IV/Diponegoro, karena dapat bertatap muka dengan para Pimpinan Daerah, Alim Ulama, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan segenap kaum Muslimin dan Muslimat.

Dalam sambutan tertulis Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi, S.E., M.M., yang dibacakan Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa, S.E., M.M, menyampaikan bahwa Bulan Ramadhan adalah bulan suci yang penuh rahmat dan maghfiroh memiliki esensi bagi umat muslim yaitu membangun jiwa yang tangguh, sekaligus menjadi sarana untuk belajar mengendalikan diri.

Selain itu, dengan berpuasa di bulan Ramadhan, kita dilatih untuk hidup disiplin, jujur dan bertanggungjawab serta meningkatkan rasa solidaritas persaudaraan terhadap sesama.

Pada kesempatan ini, Mayjen TNI Mochamad Effendi melalui Kasdam mengajak kepada para jamaah untuk menjadikan bulan suci Ramadhan sebagai momentuk untuk mawas diri sekaligus melakukan instrospeksi.

“Sejauh mana kita telah melaksanakan ajaran agama dengan benar dan sejauh mana pengamalan nilai-nilai luhur agama Islam dalam kehidupan sehari-hari dapat diaktualisasikan”, ungkap Pangdam IV.

Disampaikan, pada tarawih keliling kali ini kita akan mendapatkan penjelasan lebih menjadalam tentang hikmah bulan suci Ramadhan melalui taushiyah yang disampaikan oleh Bapak DR. KH. Fadlolan Musyafak, Lc. MA.

Dalam ceramahnya, ulama sekaligus dosen UIN Walisongo ini menjelaskan Lailatulkadar atau Lailat Al-Qadar adalah satu malam penting yang terjadi pada bulan Ramadan, yang dalam Al Qur’an digambarkan sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Disampaikan bahwa “1000 tahun itu sama dengan kira-kira 83 tahun”.

Menurutnya, apabila umat Nabi Muhammad yang rata-rata berusia 60 tahun mendapatkan Ĺailatul Qodar setiap tahun, maka nilai ibadahnya akan menyamai umat Nabi Isa yang rata-rata umurnya 450 tahun.

Lebih lanjut disampaikan bahwa pafa malam ke 17 bulan Ramadhan juga diperingati sebagai malam Nuzulul Qur’an, malam dimana diturunkannya Al Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril.

Dijelaskan KH. Fadhlolan, didalam Al Quran itu memiliki rancang bangun untuk menata kehidupan agar manusia lebih bertaqwa kepada-Nya. Al Qur’an telah menceritakan tentang kisah dan tuntunan kehidupan secara lengkap agar manusia dapat hidup damai di dunia hingga di akherat.

“Maka sangatlah tepat jika tema Tarling hari ini, Dengan Nuzulul Qur’an Kita Tingkatkan Iman dan Taqwa Prajurit dan PNS TNI AD Dalam Rangka Mendukung Tugas Pokok TNI AD”, ungkapnya.

Dirinya juga berharap, semoga dengan diperingatinya Nuzulul Qur’an ini, maka Indonesia semakin damai. Dan karena Indonesia adalah negara yang berketuhanan yang Maha Esa maka pendidikan yang paling penting adalah pendidikan karakter agar berketuhanan.

Selain itu, dirinya berpesan agar para jamaah mengerjakan sholat dan menegakkan yang makruf dan memerangi kemungkaran.

Selain kegiatan Tarling, pada kesempatan yang sama, juga digelar donor darah dan pemberian bingkisan kepada anak-anak yatim piatu.

Acara Tarling BAI Prov Jateng ini dihadiri oleh para pejabat Kodam, Polda, Akpol, Pemprov, para prajurit dan keluarga, Taruna Akpol, Taruna Pelayaran serta anak-anak dari panti asuhan. ( Red).

TNI AD Bangun 6.000 rumah, Wujud Komitmen Sejahterakan Prajurit dan PNS

SIDIKPOST| JAKARTA, Sebagai wujud komitmen dalam memberikan kesejahteraan bagi prajurit dan PNS serta keluarganya, TNI AD membangun sekitar 6.000 rumah non dinas, termasuk diantaranya 150 rumah yang diresmikan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa di Perumahan Green Kartika Residence Cibinong, Kabupaten Bogor sore tadi.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI Candra Wijaya, dalam rilis tertulisnya di Jakarta, Jumat (26/4/2019).


Diungkapkan Kadispenad, pengadaan perumahan dengan sistem KPR Swakelola Tahap V oleh Badan Pengelola Tabungan Wajib Perumahan (BP TWP) ini diharapkan dapat memberikan banyak kemudahan kepada prajurit dan PNS AD (Personel TNI AD) untuk memiliki rumah pribadi dengan biaya dan angsuran yang terjangkau.


“Ini merupakan salah satu wujud dari komitmen dan impelementasi Reformasi Birokrasi TNI AD dan telah dimasukkan dalam Road Map bidang personel (TA. 2015-2019), khususnya hal pemenuhan kesejahteraan personel TNI AD di bidang perumahan non dinas,” ungkap Candra.
“Diharapkan, saat pensiun nantinya tidak ada lagi personel TNI AD yang memiliki permasalahan rumah seperti yang selama ini kita dengar,” imbuhnya.


Lebih lanjut Candra menjelaskan bahwa permasalahan perumahan bagi personel TNI AD sangatlah krusial, karena tidak hanya menyangkut tentang kesejahteraan semata namun juga harus bisa menjamin kesiapsiagaan operasional satuan yang harus dapat digerakkan setiap saat.
“Dikarenakan (jumlah rumah dinas) terbatas, banyak personel kita (TNI AD) yang masih menyisihkan gajinya untuk membayar kontrakan agar dapat tinggal di sekitar kantornya. Ini tidak hanya di satuan dinas atau jawatan saja namun juga di satuan-satuan operasional,” tegasnya.
“Kini permasalahan tersebut secara bertahap telah diurai melalui pembangunan rumah dinas dalam bentuk Rumah Susun (Rusun) di sekitar kesatrian atau kantor dan juga Rumah Swakelola seperti yang baru diresmikan tadi oleh Kasad,” tambah Candra.
Untuk diketahui, kata Candra, hingga saat ini masih banyak personel TNI AD yang belum memiliki rumah non dinas, baik personel yang baru maupun yang telah lama dinas.

“Kebijakan internal TNI AD ini berlaku juga kepada personel dengan masa kerja 0 s.d. 10 tahun. Bahkan mereka wajib mengambilnya, baik dalam bentuk rumah yang dikembangkan oleh BP TWP maupun dalam bentuk pinjaman. Intinya, saat pensiun nantinya, sebagaimana disampaikan tadi, personel kita sudah punya rumah yang layak huni,” tandasnya.
“Secara nasional, dari 6.000 unit rumah yang akan dibangun sampai tahun 2019, saat ini baru 5.300 unit yang sudah selesai. Sedangkan Perumahan Green Kartika Residence Cibinong yang dibangun di atas lahan seluas ± 3,7 Ha ini dibangun 150 unit bagi personel TNI AD dari mulai tipe 36A, 36B, 45 dan 46,” sambungnya.
Sedangkan untuk pembayarannya, menurut Candra menggunakan sistem potong gaji dan dikerjasamakan dengan Bank BRI serta dapat dimonitor melalui aplikasi berbasis Android.
“Jadi, setiap orang dapat melihat secara reall time, pembayarannya. Kita lakukan terobosan ini agar lebih transparan, baik kepada BP TWP sendiri maupun bagi personel atau keluarganya, dan potongan bervariasi sesuai dengan jenis rumah dan lama waktu pinjaman,” ungkap Kadispenad.
“Bagi yang mengambil uang dan menyerahkan agunan, Tamtama dan Bintara maksimal Rp 150 juta, Perwira Pertama ( Letda s.d. Kapten) maksimal Rp 190 juta, serta Perwira Menengah (Mayor s.d. Kolonel sebesar Rp 250 juta rupiah. Sedangkan PNS disesuaikan dengan golongan kepangkatan,” pungkasnya.
Pada acara acara peresmian tersebut selain Wakasad Letjen TNI Tatang Sulaiman, Aspers Kasad Mayjen TNI Heri Wiranto, S.E., M.M., M.Tr. (Han), Dirkuad Brigjen TNI Temas.S.Sos.,M.M., Direktur Pembiayaan BP TWP Brigjen TNI Sujaryadi, Danrem 061/SK Kolonel Inf Novi Helmy Prasetya, Dirut PT Karya Hiraki Pratama Mufrian serta tamu undangan lainnya, turut hadir mantan Kasad Jenderal TNI (Purn) Mulyono.

Pangdam IV/Diponegoro : Seleksi Calon Taruna/Taruni Akmil Tidak Dipungut Biaya Apapun

SIDIKPOST| Sebagai komitmen mewujudkan transparansi dalam penerimaan Calon Taruna-Taruni Akmil, Kodam IV/Diponegoro menyelenggarakan sosialisasi kepada para orang tua/wali Calon Taruna Akmil sumber umum TA 2019 yang diselenggarakan di Balai Diponegoro, komplek Makodam IV/Diponegoro (26/4).

Pada pengarahan tersebut Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi, S.E., M.M., melalui Aspers Kasdam IV/Diponegoro Kolonel Inf Gatot Heru Buana, S.H. menyampaikan bahwa pengarahan kepada orang tua calon Taruna/Taruni Akmil dilaksanakan untuk memberikan informasi yang sebenarnya tentang proses seleksi Taruna/Taruni Akmil di Kodam IV/Diponegoro.

Dijelaskan, menurut data yang ada pada sidang tingkat Subpanda akan dipilih Catar sejumlah 6x alokasi (132 orang). Selanjutnya di sidang tingkat Panda, akan dipilih 2x alokasi (44 orang) untuk melanjutkan Rik/Uji Tingkat Pusat yang direncanakan dilaksanakan di Akmil Magelang.

Sementara alokasi masuk Catar Akmil dari Kodam IV/Diponegoro adalah sejumlah 22 orang yang terdiri dari 21 orang Program Studi IPA dan 1 orang Program Studi IPS. Adapun materi yang diujikan dalam seleksi tingkat Panda meliputi : pemeriksaan Administrasi, pemeriksaan Kesehatan dan pemeriksaan Jasmani serta Ketangkasan Renang 50 M.

Melalui pengarahan ini, Pangdam berharap para orang tua juga menyampaikan kepada para peserta seleksi untuk mempersiapkan diri secara maksimal dan selalu berdoa serta berusaha agar semua yang diharapkan dapat tercapai.

“Pada seleksi ini setiap calon memiliki kesempatan yang sama menjadi Taruna/Taruni Akmil, meskipun latar belakang para calon berbeda-beda”, jelas Pangdam.

Disampaikan bahwa latar belakang Taruna/Taruni Akmil berbeda-beda, ada yang anaknya Buruh, Petani, Pedagang, Pegawai Negeri dan bahkan dari anggota keluarga TNI sendiri, semua mempunyai peluang yang sama.

Yang tak kalah pentingnya dan menjadi perhatian para peserta seleksi, para Calon Taruna/Taruni Akmil harus memenuhi kriteria standar yaitu memiliki kesehatan yang baik, fisik prima, mental kepribadian dan psikologi yang baik, serta kemampuan akademik yang mumpuni untuk dididik dan dilatih menjadi Perwira TNI Angkatan Darat.

Dalam hal seleksi, Pangdam IV/Diponegoro telah menginstruksikan kepada semua anggota tim seleksi, agar benar-benar serius, bertindak jujur, profesional, obyektif dan tidak mengabaikan prosedur yang telah ditentukan dalam memberikan penilaian, untuk memilih calon terbaik yang berkualitas diantara semua calon yang ada.

“Selama pelaksanaan seleksi mulai dari tahap pendaftaran sampai dengan masuk pendidikan, calon tidak dipungut biaya apapun, karena anggaran kegiatan seleksi sudah didukung oleh negara”, tegas Pangdam.

Pangdam telah menegaskan, para peserta seleksi jangan percaya apabila ada oknum yang menawarkan jasa untuk dapat meluluskan menjadi Taruna/Taruni Akmil. Apabila para orang tua/wali calon menemukan praktek percaloan atau dihubungi oleh oknum-oknum yang menjanjikan bisa meluluskan calon pada pelaksanaan seleksi ini, agar segera melaporkan ke panitia seleksi. Dan bila ada oknum prajurit yang terbukti melakukan percaloan atau bermain kolusi maka akan saya tindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku, pungkasnya.( Red).

Lanudad Gatot Subroto Sinergikan Kepentingan Pertahanan dan Kesejahteraan Nasional

Pelayanan penerbangan sipil di Lanudad Gatot Subroto merupakan salah satu bentuk sinergitas kepentingan pertahanan negara dengan pembangunan kesejahteraan rakyat.

Hal tersebut disampaikan Kadispenad Brigjen TNI Candra Wijaya setelah acara penandatanganan Kesepahaman Bersama antara TNI AD, Kemenhub, Pemprov Lampung dan Kabupaten Way Kanan, Lampung, di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat, Kamis (28/3/2019).

“Nota Kesepahaman ini merupakan kelanjutan dari pemberian izin TNI AD terhadap Lanudad (Pangkalan Udara Angkatan Darat) Gatot Subroto membuka penerbangan komersial di Mabesad pada tanggal 15 Januari 2019,”ungkap Brigjen TNI Candra Wijaya.

Candra juga menyampaikan bahwa rencana penggunaan Lanudad Gatot Subroto Way Kanan untuk kepentingan pelayanan masyarakat itu merupakan salah satu bentuk pengabdian dan kontribusi TNI AD kepada rakyat, khususnya bagi masyarakat Lampung yang berada di Kabupaten Way Kanan.

“Selain mendukung program pemerintah membuka akses di wilayah Lampung dan Palembang, juga diharapkan melalui ini, TNI AD dapat turut berpartisipasi dalam mendorong dan meningkatkan pembangunan kesejahteraan masyarakat,”tegasnya

“Terkait dengan kelanjutannya, saat dioperasionalkan nanti diharapkan juga dapat menyinergikan antara kepentingan pertahanan negara dengan pembangunan kesejahteraan nasional,”lanjut Candra.

Untuk diketahui, Kesepahaman Bersama tersebut ditandatangani oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, Gubernur Lampung Rido Ricardo dan Bupati Way Kanan R. Adipati Surya.

Masih di tempat yang sama, setelah penandatanganan Kesepahaman Bersama, Gubernur Lampung mengucapkan terima kasih dan bangga terhadap TNI AD dan Kasad yang telah membantu mewujudkan harapan warga Lampung, memiliki bandara yang dapat membantu kelancaran transportasi.

“Proses ini cukup panjang dari mulai tahun 2006 dan Alhamdulillah bisa terwujud sekarang. Ini tentunya karena ada peran serta dan perkenankan Bapak Kasad dalam mempercepat proses perizinan,” tegas Ricardo.

Dengan adanya pembukaan pelayanan penerbangan oleh Lanudad Gatot Subroto, Rido mengungkapkan bahwa hal itu telah menarik kedatangan para investor di Way Kanan.

“Itu semua tentunya akan mendorong pertumbuhan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Lampung, khusunya Way Kanan,” tegas Rido.

Sementara itu, setelah sambutan Gubernur Lampung, atas nama Pemerintah, Menteri Perhubungan pun mengucapkan terima kaih kepada TNI AD yang telah membantu percepatan pembangunan, khususnya pembukaaan konektivitas di wilayah Kabupaten Way Kanan tersebut.

“Apa yang dilakukan saat ini merupakan birokrasi dan tata kelola pemerintahan yang dipercaya, sehingga pekerjaan yang dianggap sulit, menjadi mudah,”tegasnya.

Selain Kadispenad, turut hadir dalam acara tersebut Aslog dan Aster Kasad, Dirziad, Dirkumad Wadanpuspenerbad, serta para pejabat terkait dari Kemenhub, Pemprov Lampung dan Pemkab Way Kanan.(Dispenad)