DPAD Kota Tangerang Terima Sertifikat SNI dan ISO 20000-1 di Bulan Mutu Nasional 2025, Satu-satunya Perpustakaan di Indonesia yang Meraih Standar Ini

SIDIKPOST| Jakarta — Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kota Tangerang, Drs. Engkos Zarkasyi M.Si., menghadiri pembukaan Bulan Mutu Nasional 2025 yang diselenggarakan oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN) di Auditorium Kemendikbudristek, Jakarta, Senin pagi. Acara tersebut menjadi momentum penting bagi DPAD Kota Tangerang karena menerima Sertifikat SNI dan ISO 20000-1, menjadikannya satu-satunya perpustakaan di Indonesia yang berhasil memenuhi standar internasional manajemen layanan TI tersebut.

Penyerahan sertifikat dilakukan secara simbolis oleh BSN sebagai bentuk pengakuan atas keberhasilan DPAD Kota Tangerang dalam menerapkan standar mutu pengelolaan layanan teknologi informasi dan pelayanan publik di sektor perpustakaan dan kearsipan.

Kepala DPAD Kota Tangerang, Engkos Zarkasyi, menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan meraih ISO 20000-1 merupakan bukti bahwa perpustakaan daerah dapat bertransformasi menjadi lembaga modern yang mengutamakan profesionalitas dan kualitas pelayanan.

“Ini bukan hanya penghargaan, tetapi komitmen. DPAD Kota Tangerang menjadi satu-satunya perpustakaan di Indonesia yang memperoleh ISO 20000-1, dan ini menunjukkan bahwa kami serius membangun layanan perpustakaan digital yang terstandarisasi internasional,” ujar Engkos. (26/11)

Ia menambahkan bahwa implementasi ISO 20000-1 membawa dampak besar terhadap tata kelola internal, terutama dalam pengelolaan sistem informasi, keamanan data, hingga penanganan gangguan layanan. Standar ini memastikan semua proses berjalan berdasarkan prosedur baku, terdokumentasi, dan memiliki mekanisme evaluasi berkelanjutan.

Fungsi dan Manfaat ISO 20000-1 bagi Perpustakaan Daerah

ISO 20000-1 adalah standar internasional untuk IT Service Management (manajemen layanan teknologi informasi) yang biasanya digunakan oleh lembaga perbankan, layanan publik digital, hingga perusahaan besar. Penerapannya di perpustakaan memberi beberapa manfaat besar:

1. Menjamin kualitas layanan digital, seperti katalog online, peminjaman elektronik, dan sistem informasi kearsipan.

2. Mengatur manajemen risiko TI, termasuk keamanan data, stabilitas jaringan, dan perlindungan file arsip.

3. Meningkatkan keandalan layanan, sehingga gangguan sistem dapat ditangani cepat dan terukur.

4. Memastikan proses layanan terdokumentasi, sehingga transparansi dan akuntabilitas meningkat.

5. Mendukung transformasi digital perpustakaan, sesuai kebutuhan masyarakat modern.

 

Engkos menegaskan bahwa pemenuhan standar ISO bukan hanya untuk prestise, tetapi sebagai wujud peningkatan mutu layanan perpustakaan menuju standar global.

“Dengan ISO 20000-1, kami memastikan bahwa semua layanan digital Perpusda—mulai dari sistem informasi hingga layanan publik—memiliki standar operasional, pengawasan mutu, dan keandalan sesuai standar internasional. Ini menjamin kenyamanan dan kemudahan masyarakat dalam mengakses layanan kami,” kata Engkos.

Ia menegaskan bahwa pencapaian ini juga menjadi komitmen DPAD untuk terus berinovasi dan membuka peluang kolaborasi dengan berbagai lembaga pendidikan, komunitas literasi, dan institusi lain yang membutuhkan layanan perpustakaan berbasis teknologi.

“Kami ingin menjadi contoh bahwa perpustakaan daerah dapat maju dan bertransformasi. Penghargaan BSN ini adalah bukti bahwa Kota Tangerang siap menjadi pelopor perpustakaan digital berstandar internasional,” tutup Engkos.

Dengan pencapaian ini, DPAD Kota Tangerang diharapkan menjadi model nasional bagi perpustakaan daerah lainnya untuk menerapkan sistem mutu yang lebih profesional, modern, dan berbasis teknologi. (ADV)

Perpusda Kota Tangerang Mulai Terapkan ISO 20000-1 untuk Tingkatkan Layanan Digital dan Manajemen TI

SIDIKPOST| Kota Tangerang — Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Perpusda) Kota Tangerang resmi mengimplementasikan ISO 20000-1, standar internasional di bidang manajemen layanan teknologi informasi (IT Service Management), sebagai langkah peningkatan kualitas layanan publik dan transformasi digital sektor literasi.

Implementasi standar ini menjadi tonggak penting bagi Perpusda Kota Tangerang dalam memastikan seluruh layanan berbasis teknologi—mulai dari sistem katalog digital, layanan peminjaman online, pengelolaan arsip elektronik, hingga tata kelola jaringan informasi—berjalan sesuai prosedur, terukur, dan aman.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Tangerang, Drs. Engkos Zarkasyi M.Si., menyatakan bahwa penerapan ISO 20000-1 merupakan komitmen nyata Perpusda untuk menghadirkan pelayanan yang lebih modern dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Penerapan ISO 20000-1 adalah langkah strategis untuk menjaga mutu layanan berbasis teknologi informasi di Perpusda. Dengan standar ini, setiap proses pelayanan akan memiliki prosedur yang jelas, terkontrol, dan bisa dievaluasi berkala,” ujar Engkos.

Menurutnya, kebutuhan layanan perpustakaan kini tidak hanya berkutat pada ruang baca fisik, tetapi juga menyentuh layanan digital yang efisien dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Dengan adanya ISO 20000-1, seluruh sistem informasi Perpusda akan berada dalam kerangka manajemen yang baku dan memenuhi standar internasional.

Ia menjelaskan bahwa penerapan standar ini juga sangat relevan dengan tuntutan era transformasi digital yang semakin cepat.

“Perpustakaan modern harus hadir sebagai pusat informasi berbasis teknologi. Implementasi ISO 20000-1 memastikan bahwa pemeliharaan sistem, keamanan data, penanganan gangguan layanan, dan pengelolaan risiko dilakukan secara profesional,” tegas Engkos.

Selain memperkuat sistem digital, ISO 20000-1 juga akan memperbaiki pola kerja internal, karena setiap layanan TI harus memiliki dokumentasi, indikator kinerja, proses penanganan masalah, serta evaluasi berkelanjutan. Hal ini menjamin bahwa keluhan masyarakat dapat ditangani lebih cepat dan tepat.

Engkos menambahkan bahwa implementasi ini juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai lembaga, perguruan tinggi, dan komunitas literasi yang membutuhkan layanan digital perpustakaan yang kredibel dan terstandarisasi.

“Dengan adanya standar ini, kami siap bersinergi lebih luas. Layanan perpustakaan dan kearsipan Kota Tangerang harus menjadi contoh bagi daerah lain,” ujarnya.

Perpusda Kota Tangerang menargetkan bahwa seluruh proses penyesuaian ISO 20000-1 akan diterapkan penuh dalam waktu dekat, sehingga mampu memperkuat posisi perpustakaan daerah sebagai pusat literasi digital berstandar internasional. (ADV)