Ketua BPAN Kota Tangerang Ucapkan Selamat atas Pelantikan Dr. H. Jamaluddin, M.Pd. sebagai Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten

SIDIKPOST| Tangerang – Ucapan selamat dan apresiasi disampaikan oleh Ketua BPAN Kota Tangerang, Haji Muchdi, atas pelantikan Dr. H. Jamaluddin, M.Pd. sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten. Pelantikan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat arah kebijakan pendidikan dan pengembangan kebudayaan di wilayah Banten.

Dalam keterangannya, Haji Muchdi menyampaikan rasa bangga dan harapan besar terhadap kepemimpinan Dr. H. Jamaluddin di posisi strategis tersebut.

“Atas nama keluarga besar BPAN Kota Tangerang, kami mengucapkan selamat dan sukses kepada Bapak Dr. H. Jamaluddin, M.Pd. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan membawa kemajuan nyata bagi dunia pendidikan di Provinsi Banten,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa figur Dr. H. Jamaluddin dikenal sebagai sosok yang berdedikasi tinggi dan memiliki pengalaman panjang di bidang pendidikan. Kepemimpinannya diharapkan mampu mendorong kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di seluruh jenjang.

Lebih lanjut, Haji Muchdi menekankan pentingnya sinergi antara organisasi masyarakat, pendidik, dan pemerintah daerah untuk membangun generasi muda yang cerdas dan berakhlak.

“Kami siap mendukung program-program positif yang digagas oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Dunia pendidikan harus terus berkembang seiring tantangan zaman, dan kami yakin di bawah kepemimpinan beliau, hal itu bisa terwujud,” tambahnya.

Pelantikan Dr. H. Jamaluddin, M.Pd. sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten diharapkan menjadi langkah baru dalam menciptakan sistem pendidikan yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing, sejalan dengan visi pembangunan sumber daya manusia unggul di Provinsi Banten. (*)

Nasihat Kapolri ke Taruna Akpol: Jangan Lupa Katakan Tolong, Maaf dan Terima Kasih

SIDIKPOST| Kapolri Jenderal Pol Idham Azis menghadiri wisuda taruna dan taruni Akademi Kepolisian pada 3 Juli 2020. Dalam kesempatan tersebut, orang nomor satu di Polri itu mengingatkan meski lulus dengan pangkat perwira mereka tetap harus menghormati para senior dan anggotanya.

Idham memberikan tiga ilmu agar para perwira muda lulusan taruna Akpol itu tidak salah dalam bersikap saat ditugaskan nanti. Tiga hal itu ialah kata tolong, maaf dan terima kasih.

“Ada 3 ilmunya itu. Jangan pernah kau lupa, kata tolong, maaf, terima kasih. Kalau kau sudah pegang semua itu, insyaallah kau akan dihargai anak buah, atasan,” kata Idham dalam sambutannya seperti dikutip dari akun YouTube Akpol, Senin (6/7/2020).

Idham mengingatkan agar para lulusan Akpol tidak sombong dengan pangkat yang mereka dapatkan usai lulus. Pangkat yang tinggi tidak boleh membuat mereka bertinggi hati hingga enggan meminta maaf jika berbuat kesalahan.

“Jangan kau sombong. Mentang-mentang perwira remaja, enggak boleh itu. Tidak hina kau kalau kau minta maaf,” kata Idham.

Sebanyak 293 taruna Akpol angkatan 51 Batalyon Adnyana Yuddhaga dinyatakan lulus. Capaja atas nama Ivan Pradipta menjadi lulusan terbaik dan meraih Adhi Makayasa Akademi Kepolisian 2020.

Acara wisuda tersebut dihadiri oleh Kalemdiklat Polri Komjen Arief Sulistyanto, Gubernur Akpol Irjen Asep Syahrudin, Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi, serta pejabat lainnya. ( *).

PUB Laksanakan Program Pemprov Banten untuk Dorong Banten Jadi Lumbung Ketahanan Pangan Nasional

SIDIKPOST| Jajaran pengurus pusat Perkumpulan Urang Banten (PUB) dipimpin Sekretaris Umum (Sekum), Eden Gunawan, Wakil Ketua Umum (Waketum) Bidang Pertanian, Anton Apriyantono, Waketum Bidang Perbendaharaan, Muhammad Hasan Gaido, dan jajaran pengurusPUB lainnya, Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Lebak, Rahmat Yuniar, Kepala Desa Cimanyangray, Farid Ibnu Akhsin lakukan kunjungan kelokasi lahan program Ketahanan Pangan Banten di Gunung Kencana, Lebak, pada Sabtu (4/7).
Diketahui saat ini Banten telah memiliki 70.000 Ha lahan guna mendukung program Banten Lumbung Ketahanan Pangan Nasional, baik dalam pertanian maupun perkebunan, yang pada tahap awal pelaksanaannya akan segera digarap 1.000 Ha.
“Saya mengucapkan banyak terimakasih karena sudah datang keCimanyangray, khususnya dari PUB yang mencintai Banten. Saya informasikan bahwa di sini ada 1.005 Ha Hutan Pangkuan Desa (HPD) dari Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Lestari yang belum produktif. Kami menyerahkan kepada PUB agar lahan tersebut bisa lebih produktif. Kami siap bekerjasama dengan PUB untuk mengelola lahan selama tidak merubah peruntukan lahan.” UjarFarid Ibnu Akhsin.
“Program ketahanan pangan sangat penting karena ketahanan pangan nasioanal maupun internasional lagi menurun. Disamping itu saya menekankan bahwa PUB bukanlah perusahaan, melainkan adalah wadah penyambung kepentingan rakyat dengan pemerintah dalam menyejahterakan rakyat Banten. PUB bukan investor, tapi penghubung kepentingan pemerintah dengan investor. PUB hadir ke Cimanyangray dalam rangka melanjutkan program Pak Gubernur Banten tentang 1.000 Ha yang kurang produktif dan diubah menjadi lebih produktif.” Ujar Eden Gunawan.
Dinas Pertanian Lebak yang turut hadir dengan pasukan lengkap dalam rangka mendukung program PUB terkait pertanianini. KehadiranPUB ini dinilai sebagai dukungan bagi Pemkab Lebak khususnya bagi peningkatan produksi pertanian.
“Luas lahan darat di Lebak belum optimal, padahal potensinya luar biasa, ada gadung, manggis, jengkol, beras merah, dan lain- lain. Kami berkeinginan peningkatan produksi, karena petani masih pedati dan dapati, belum simpati. Kami siap mendukung program PUB.” Ungkap Rahmat Yuniar.
Selain kebutuhan pada lahan, aspek penting lain yang mesti mendapatkan focus adalah tentang sumber daya manusia, yaitu petani-petani di Banten.
“Kunci keberhasilan pertanian adalah sumberdaya manusia. PUB akan bicara khusus dengan Gubernur tentang pendampingan petani. Dinas terkait sebaiknya menyediakan program khusus peningkatan kapasitas petani. Saya keCimanyangrai untuk koordinasi, mendapat input dari petani dalam rangka memfasilitasi melalui jejaring PUB, seperti para investor, perusahaan pertanian. Ini bukan bantuan, tapi fasilitasi.” Ujar Anton Apriyantono.
Sebagaimana diketahui di Lebak sudah ada kerjasama LMDH dengan petani, hanya saja masih banyak potensi dan kapasitas nya yang perlu dikembangkan; khususnya komoditi jagung.

“Pelaku utama bidang pertanianya itu petani itu sendiri. Mereka inilah yang harus paling produktif. Terutama petani yang berkeinginan kuat untuk berubah. Pesan buat pak jaro, harus jelas setiap petani garap lahan yang mana, buat rencana pertanian, lebih banyak gunakan pupuk organik. Kita akan siapkan bibit unggul bekerjasama dengan para pihak. Dan inipenting juga, petani jangan dibebani administrasi, karena petania dalah pelaku teknis lapangan.”Tutup Anton, yang pernah menjabat Menteri Pertanian dimasa SBY ini.

PUB sebuah organisasi wadah bagi berbagai aktifitas masyarakat Banten dan pemerintah Provinsi Banten tanpa membedakan ras dan agama serta politik kepartaian yang diikutinya dengan visi Banten Baru, Banten Bangkit, Banten Juara dan masyarakatnya sejahtera dalam bingkai iman dan taqwa, dalam hal ini menjadi mitra utama pemerintah sebagai pelaksana program besarini.
Setelah diawali berbagai pertemuan sebelumnya pada 8 Juni 2020 jajaran pengurus PUB melakukan pertemuan khusus bersama Gubernur Banten; Wahidin Halim dan Sekretaris Daerah (Sekda) Banten; Al Muktabar di Rumah Dinas Gubernur dalam rangka membahas program lanjutan Banten Lumbung KetahananPangan Nasional dan kemudian dilanjutkan pada ranah lebih teknis pada 17 Juni2020 melakukan pertemuan bersama Kepada Dinas Pertanian Provinsi Banten; AgusTauchid.

Kemudian pada 27 Juni 2020 bertempat di Sekretariat Pusat PUB, juga diadakan pembahasan khusus terkait hal tersebut oleh jajaran inti Pengurus Pusat PUB; yang dihadiri Sekum dan Para Waketum bersama para steakholder program ini mulai dari Wakil Kepala Perhutani Jawa Barat-Banten, Akademisi, perwakilan lembaga keumatan, sociopreneur, dan juga hadir Kepala Desa Cimangray selaku Lembaga Masyarakat DesaHutan (LMDH) pengurus Dompet Dhuafa.

Dr. Rizqullah Thohuri, MBA ” Apa Kabar Bank Banten ?

SIDIKPOST| Sebulan sudah berlalu sejak penandatangan Letter of Inten (LOI) antara Gubernur Banten dengan Gubernur Jawa Barat pada tanggal 23 April 2020 dalam rangka merger Bank Banten dengan Bank BJB. Seyogyanya LOI tersebut segera diikuti dengan proses due diligence oleh kedua bank tersebut tetapi hingga saat ini tidak terdapat tanda-tanda due diligence sudah, sedang atau akan dilakukan. Bahkan terdapat informasi bahwa belakangan telah dilaksanakan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) antara PT Banten Global Development (BGD) dengan Bank BJB dalam rangka merger Bank Banten dengan Bank BJB Syariah (BJBS). Tidak diketahui apakah MoU tersebut sudah mendapatkan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) karena substansi MoU berbeda dengan LOI yang sebelumnya telah mendapat persetujuan OJK.

Perubahan rencana merger Bank Banten dengan Bank BJB Syariah nampaknya didasarkan pada pertimbangan banyaknya aspirasi tokoh masyarakat, ormas-ormas islam yang menghendaki bank syariah, sebagaimana halnya usulan mereka pada saat awal proses pembelian bank untuk menjadi Bank Banten. Pertimbangan lain mungkin dilihatnya sudah tidak ada pilihan lain, yang penting dengan merger tersebut masalah hukum tentang Bank Banten selesai. Perubahan rencana tersebut nampaknya sejalan dengan tulisan saya sebelumnya berjudul “Quo Vadis Bank Banten” tertanggal 28 April 2020 di berbagai media online, merger Bank Banten dengan Bank BJB bukan pilihan yang tepat. Bank BJB tidak segera menindak lanjuti LOI dengan due diligence karena nampaknya ada keengganan untuk menanggung kerugian Bank Banten yang akan berdampak pada penurunan Laba dan harga saham Bank BJB. Hal ini akan dapat meningkatkan risiko strategik dan risiko reputasi Bank BJB dimata investor. Sebaliknya, bagi Bank Banten, merger dengan Bank BJB akan berarti hilangnya nama dan operasional Bank Banten karena digabungkan/dimasukkan kedalam Bank BJB.

Tepatkah BJB Syariah?.
Pertanyaan selanjutnya apakah merger bank Banten dengan Bank BJB Syariah, sekalipun nantinya akan berubah nama menjadi Bank Banten Syariah, merupakan langkah yang tepat?. Belum tentu!. Pertama, Kedua bank tersebut memiliki sistem operasional yang berbeda. Bank Banten adalah bank konvensional, sedangkan bank BJB Syariah adalah bank syariah. Penggabungan Bank Banten ke Bank BJB Syariah akan berakibat pada hilangnya saham Bank Banten di Bursa Efek Indonesia (BEI), sementara Bank BJB Syariah bukan perusahaan yang sahamnya terdaftar dan diperjual belikan di BEJ. Kedua, Bank BJB Syariah memiliki total Aset yang setara dengan Bank Banten dan memiliki pertumbuhan bisnis yang lambat. Dalam kurun waktu hampir 10 tahun, Aset BJBS hanya naik sebesar Rp5,7 triliun, yaitu dari Rp2 triliun pada tahun 2010 menjadi Rp7,7 triliun pada tahun 2019. Laba yang diperoleh hanya naik Rp10 miliar, yaitu dari Rp5 miliar pada tahun 2010 menjadi Rp15 miliar pada tahun 2019. Laba sebesar ini tentu tidak akan mampu menyerap kerugian Bank Banten sebesar –Rp137 miliar pada tahun 2019. Ketiga, merger Bank Banten dengan BJBS akan mengulangi persoalan yang sama seperti yang dialami Bank Banten selama ini, yaitu berupa konsolidasi dan streamlining atau penutupan kantor-kantor operasional sebanyak 50 kantor, termasuk pemutusan kerja karyawannya, yang ada di wilayah Jawa Barat. Relokasi kantor pusat dan kantor cabang ke wilayah Banten juga menambah persoalan sehingga dapat mengganggu konsentrasi manajemen untuk mengembangkan bisnisnya. Keempat, proses merger membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang cukup besar. Kelima, dalam suatu kesempatan silaturahim, Gubernur mengatakan bahwa OJK meminta agar Bank Banten disehatkan dahulu sebelum di merger dengan BJB Syariah. Jika Bank Banten sehat maka tidak ada artinya kemudian merger dengan BJBS, tetapi akan lebih realistis dan praktis bank Banten langsung dikonversi menjadi Bank Banten Syariah.

Alternatif Solusi Terbaik.
Persoalan utama Bank Banten sebenarnya tidak dipenuhinya sisa komitmen pemenuhan modal sebesar Rp300 miliar sejak tahun 2017 hingga saat ini. Pada tahun 2017, Bank Banten telah mampu meningkatkan bisnis dan efisiensinya sehingga dapat menekan kerugian secara signifikan menjadi –Rp76 miliar dari –Rp405 miliar pada tahun 2016. Pada tahun 2018, Bank Banten masih mampu meningkatkan bisnisnya tapi pendapatan bunga menurun dan tingkat inefisiensi meningkat lagi sehingga ruginya meningkat menjadi –Rp100 miliar. Namun demikian, total kerugian dalam 2 tahun (2017 dan 2018) sebesar –Rp176 miliar masih jauh lebih kecil dari kerugian 1 tahun pada tahun 2016. Artinya, Bank Banten sebenarnya memiliki potensi untuk berkembang, tetapi karena jumlah modal yang tidak mencukupi dan tidak pernah diatasi, maka Bank Banten mengandalkan dana masyarakat yang berbiaya mahal berupa deposito. Di sisi lain, Bank Banten masih menanggung beban aset kredit tidak produktif (tidak menghasilkan pendapatan bunga) yang nilainya cukup besar dari ex Bank Pundi. Oleh karena masalah utama Bank Banten adalah kurangnya permodalan sejak awal, maka solusi terbaiknya adalah memenuhi sisa komitmen pemenuhan modal ditambah kebutuhan likiditas lain akibat penarikan dana kasda dan dampak pandemik covid-19.

Beberapa alternatif cara yang dapat dilakukan untuk memenuhi komitmen tersebut, antara lain: Mengajukan APBD Perubahan kepada DPRD, Menjual saham Pemprov Banten di bank BJB dan BJB Syariah, yang hasilnya digunakan untuk memenuhi komitmen diatas, atau mengajukan permohonan penyertaan modal negara atau penempatan dana pemerintah ke dalam Bank Banten dalam rangka Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) penyelamatan akibat covid-19 berdasarkan PP No.23/2020. Sementara itu, perlu dilakukan upaya mitigasi risiko hukum yang selama ini dikhawatirkan oleh Pemprov, yaitu melakukan pembahasan bersama dengan OJK, Kemendagri, Kejaksaan dan KPK untuk mendudukkan persoalan komitmen pemenuhan modal tersebut secara proporsional sehingga baik bank Banten maupun Pemegang Sahamnya tidak lagi tersandera oleh masalah hukum, sebagaimana yang telah berjalan selama 3 tahun ini, yang telah menjadikan Bank Banten sebagai korban. Ini artinya kepentingan pembangunan ekonomi dan masyarakat Banten juga ikut menjadi korban. Pemprov sendiri juga tidak dapat menjadikan Bank Banten sebagai katalisator pembangunan daerah dan sebagai alternatif sumber pendapatan asli daerah.

Sejalan dengan upaya pemenuhan permodalan dan kebutuhan likiditas, Bank Banten selanjutnya dikonversi menjadi Bank Banten Syariah selaras dengan slogan Provinsi Banten “Iman, Taqwa dan Akhlaqul Karimah” dan sesuai dengan aspirasi masyarakat Banten yang religius sehingga Pemprov secara langsung ikut menyediakan sarana/fasilitas bagi masyarakatnya untuk menjalankan aktifitas ekonomi dan keuangannya secara syariah sebagai upaya mewujudkan ajaran islam secara kaffah dalam kehidupan sehari-hari. ( *).

Kapolda Banten Tinjau Pos Check Point GT Merak

SIDIKPOST| Cilegon, Banten – Sebanyak 555 kendaraan yang menuju Pelabuhan Merak yang hendak melangsungkan mudik ke wilayah Sumatera sudah diperintahkan putar balik oleh pihak Kepolisian dan petugas yang melaksanakan penjagaan di pos check point

Demikian diungkapkan Kapolda Banten Irjen Pol Drs. Agung Sabar Santoso,S.H,M.H yang didampingi para PJU Polda Banten saat melakukan peninjauan langsung pelaksanaan Operasi Ketupat Kalimaya 2020 di pos Check Point gerbang tol Merak. Senin (27/4/2020).

Agung Sabar Santoso mengatakan di Pelabuhan Merak terlihat kondisinya sudah sepi dari kendaraan pribadi dan roda dua. Artinya sudah sangat baik dan maksimal dalam menerapkan dan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait anjuran pemerintah yang melarang mudik di masa pandemi covid-19

“Kurang lebih 555 kendaraan yang menuju Pelabuhan Merak sudah kita putar balikan selama tiga hari Operasi Ketupat Kalimaya 2020 Kemudian, aktivitas pelabuhan nampak sepi dari kendaraan pribadi hanya barang sama logistik. Ini tandanya kesadaran masyarakat untuk tidak mudik sudah bagus,” katanya

Dilokasi yang sama Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi menambahkan Operasi Ketupat Kalimaya 2020 merupakan operasi kemanusiaan yang lebih mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif sebagai upaya Polri dalam mendukung kebijakan pemerintah terkait adanya larangan untuk tidak mudik serta pemberlakuan PSBB

“Operasi Ketupat Kalimaya di tahun ini sangat berbeda dibanding tahun sebelumnya, karena lebih awal dilaksanakan dan lebih spesifik berdasarkan sasaran operasi di tengah kondisi Pandemi Covid-19” Jelas Edy Sumardi.

Edy Sumardi berharap, seluruh elemen masyarakat dapat bekerjasama dalam mendukung kebijakan pemerintah tentang larangan mudik, hal tersebut bertujuan untuk menjaga keselamatan warga dan keluarga di kampung halaman “Mari sayangi keluarga anda, jangan bawa potensi virus ke kampung halaman dan lebih baik di rumah aja” pungkasnya (Bid Humas)

Peliharaan Kamtibmas Ditengah Pandemi, Dit Samapta Polda Banten Patroli Dialogis

SIDIKPOST| BANTEN – Tidak mengenal lelah Direktorat Samapta Polda Banten berusaha memaksimalkan Pelayanan Kepada masyarakat lewat Quick Wins Program 3 dan mengedukasi pandemi Covid-19 di Wilkum Polres Serang kota. Minggu ( 19/04/2020).

Plt Dir samapta Polda Banten AKBP Achmadi, S.I.K menyatakan dalam masa pendemi covid-19 ini, dit samapta Polda Banten terus berupaya menjaga kamtibmas dan mengedukasi masyarakat agar tidak berkemurunan.

“Dengan langkah preventif ini dapat menciptakan rasa aman di masyarakat dari tindakan premanisme. Menghimbau kepada masyarakat agar tetap di rumah untuh mencegah penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Achmadi mengungkapkan dalam Patroli dialogis Personel berkomunikasi dengan para pemuda serta Mengajak masyarakat bekerjasama dengan pihak Kepolisian dalam memerangi premanisme serta terwujudnya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

” Sekaligus menghimbau kepada masyarakat yang sedang berkumpul di malam hari untuk segera pulang ke rumahnya masing masing agar tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan,” ungkapnya.

Lanjutnya Achmadi selama kegiatan tersebut tidak ditemukan adanya Gangguan Kamtibmas, Jalur yang di lalui Quick Wins 3 aman terkendali dan tidak ditemukan adanya kriminalitas/kejahatan jalanan, pungkasnya.(Bidhumas).

Peduli Warga di tengah Wabah Corona Ditbinmas Polda Banten Bagikan Sembako

SIDIKPOST| Banten – Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) Polda Banten bekerja sama dengan Wahdah Islamiah Banten bagikan bingkisan sembako secara gratis kepada warga ditengah pandemi Virus Corona (Covid-19), Minggu (12/04/2020) pukul 09.00 wib.

Pembagian sembako ini dibagikan kepada warga kurang mampu di perumahan sekitar terminal Pakupatan, Panancangan, Kota Serang.

Kapolda Banten Irjen Pol Agung Sabar Santoso melalui Dirbinmas Polda Banten Kombes Pol Riki Yanuarfi mengatakan kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Polisi kepada masyarakat dalam membantu warga masyarakat di tengah Pandemic Covid-19.

“Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Polisi kepada masyarakat dalam membantu warga masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Semoga dengan bantuan ini bisa meringankan beban bagi penerima ditengah pandemi Virus Corona,” terang Riki Yanuarfi.

Sementara mereka yang mendapat sembako mengaku senang dengan bingkisan sembako tersebut.

“Alhamdulillah, kami sangat senang sekali dapat sembako gratis, sejak adanya Corona penghasilan kami menurun pak,” kata Rahman, salah satu masyarakat yang mendapatkan bantuan sembako gratis.

Dilokasi berbeda Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi menambahkan bahwa kegiatan ini untuk membangun empati dan kedekatan sosial Polri kepada masyarakat yang terdampak virus corona dengan cara pemberian bantuan sembako dan masker kepada masyarakat kurang mampu

“Semoga dengan adanya pemberian bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat yang kurang mampu di masa pandemi covid-19” tutup Edy Sumardi. (Bidhumas)

Peduli Dampak Corona, Polda Banten Gelar Bakti Sosial Untuk Masyarakat

SIDIKPOST| Serang – Guna meringankan beban hidup masyarakat yang terdampak wabah virus covid-19, Polda Banten Memberikan dukungan dengan cara menggelar bakti sosial Pendistribusian ratusan Sembako Zakat Penghasilan Personel Polda Banten kepada warga pekerja harian yang terdampak Covid 19.

Kegiatan ini di laksanakan dengan sasaran Para tukang pengemudi ojek online dengan Memberikan bantuan ratusan sembako berupa beras, minyak, telur, mie instan, susu, teh, kopi, gula, kecap dan makanan ringan. di sekitaran Kota Serang, Kamis, 09/04/2020, Pukul : 10.00 wib.

Kegiatan ini dalam Membangun Empati dan Ikatan Sosial yang dipimpin oleh Dirbinmas Polda Banten Kombes pol Riki Yanuarfi S.Sos.I.,S.H.,M.Si dan di dampingi oleh Kompol asep efendi jabatan kasikorwaspolsus ditbinmas polda banten, Kasubbid PID Kompol Supandriatna, personel dari binmas, humas, dan lantas melaksanakan kegiatan dengan cara menyisihkan Zakat Penghasilan Personel Polda Banten untuk disumbangkan kepada warga sekitarnya yang kurang mampu dengan tujuan meringankan beban masyarakat kurang mampu menghadapi situasi saat ini.

Kapolda Banten Irjen Pol Drs. Agung Sabar Santoso, S.H., M.H melalui Dirbinmas Polda Banten Kombes pol Riki Yanuarfi S.Sos.I.,S.H.,M.Si mengatakan bahwa kegiatan ini untuk Membangun Empati dan Kedekatan Sosial, Polri kepada Warga Masyarakat Yang Terdampak Corona dengan cara Pemberian Bantuan dari Zakat ini merupakan Kontribusi Polda Banten Ke Masyarakat Banten Yang Diwujudkan Dalam Bentuk Sembako Dan Dibagikan Kepada Masyarakat Yang Membutuhkan seperti Pengemudi Ojek Online , Pedagang Kecil.

“di Situasi Sulit Seperti Ini Mereka Sangat Berharap Bantuan Sembako Seperti Ini Guna Mencukupi Kebutuhan Sehari Hari , Adapun Isi paket sembako sebanyak 100 paket berupa beras minyak telur mie instan susu teh kopi gula kecap dan makanan ringan, Semoga dengan adanya kegiatan ini dapat meringankan beban masyarakat yang membutuhkan khususnya di Kota Serang. “katanya.

Sementara itu Sutiana (30) yang sudah 3 tahun menjalani pekerjaan sebagai ojek online, udah berkeluarga punya 1 anak, Biasanya mendapatkan 17 tarikan dalam sehari namun dengan adanya pandemi virus covid-19 perhari tarikannya menurun Drastis menjadi 6 tarikan saja, untuk kebutuhan rumah tangga hanya bisa Ngepas susu bayi yang Baru berusia 4 tahun, dengan kondisi istri tidak mempunyai pekerjaan.

Sutiana (30) menyampaikan ucapkan terimakasih kepada polda banten atas bantuan dan bingkisannya serta ia mengapresiasi terhadap kegiatan yang di laksanakan oleh Polda Banten.

“terimakasih kepada Polda Banten yang telah memberikan bantuan kepada saya. Saya berharap, semoga Polda Banten dapat terus mengayomi masyarakat dan kami siap untuk menjaga kamtibmas supaya situasi menjadi aman kondusif.” ungkapnya. ( BidHumas).

Kabareskrim Dan Menteri Pertanian Kunker Ke Pabrik Gula Di Banten

SIDIKPOST| Cilegon, Banten – Kepala Badan Reserse Kriminal(Kabareskrim) Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo dampingi kunjungan kerja Menteri Pertanian (Mentan) RI Syahrul Yasin Limpo ke pabrik gula PT. Angels Products Sugar Refinery Bojonegara Kabupaten Serang Banten. Rabu (8/4/2020) pukul 14.00 Wib

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolda Banten Brigjen Pol Drs. Tomex Kurniawan, Aster Panglima TNI Mayor Jenderal TNI George Elnadus Supit, Danrem 064/MY Kol Inf Windiyatno, Dirkrimsus Polda Banten, Dir Lantas Polda Banten, Anggota DPR RI Komisi IV, Pimpinan Pusat PT Angels Products, Kapolres Cilegon, Kepala BKP, Kepala Badan Karantina, Kepala Badan Litbang, Staf Khusus Menteri, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Dandim 0623/Cilegon, Kabag Ops Polres Cilegon, Kasat Intelkam Polres Cilegon, Kapolsek Bojonegara dan Camat Bojonegara

Kunjungan Kerja Menteri Pertanian RI kali ini dilaksanakan dalam rangka menjaga ketersediaan dan stabilisasi harga bahan pokok selama pandemi Covid-19, khususnya gula serta menghadapi bulan puasa dan hari raya Idul Fitri

Pabrik Gula Rafinasi milik PT. Angels Products saat ini memproduksi gula kristal putih dan gula rafinasi sebanyak kurang lebih 1.200 ton/hari, dengan stok gula Rafinasi yang tersedia diharapkan dapat menjaga pasokan dan distribusi untuk kebutuhan Indrustri makanan dan minuman serta kebutuhan konsumsi langsung masyarakat selama bulan April – Mei 2020

Pada kesempatanya Menteri Pertanian RI mengatakan kegiatan kunjungan kerja ini dalam rangka melaksanakan perintah Presiden RI Joko Widodo agar semua menteri melakukan validasi data dari ketersediaan pangan dan kebutuhan dasar masyarakat

“Presiden RI bahkan mengingatkan kepada kami para menteri dan pejabat pejabat yang bertanggung jawab di pusat sampai daerah agar jangan main dengan angka saja tapi neraca angka itu harus divalidasi di lapangan” ujar Syahrul Yasin Limpo

“Oleh karena itu saya diberi tanggung jawab ada 11 pangan dasar mulai dari beras, jagung, cabe dan minyak goreng, item itu bapak Presiden minta untuk betul-betul Negara-negara hadir mempersiapkannya dengan baik” sambungnya

Lanjut Syahrul Yasin Limpo, hari ini kita sudah mulai lakukan kesiapan gula pasir dengan berbagai cara, salah satu caranya dengan impor pada bulan Mei dan Juni. Panen gula nasional juga sudah mulai masuk dari kondisi ini termasuk impor yang akan mendukung ketersediaan gula. Untuk itu maka kami sangat percaya bahwa ketersediaan gula akan tercukupi ditambah dengan petani lokal yang akan panen di bulan Juni karena faktor cuaca.

“Terkait harga yang tinggi kita sudah membentuk Satgas pangan bersama dengan Bareskrim Mabes Polri. Harapannya dengan Stock yang berlimpah maka harga di pasaran dapat kembali normal, dan juga jangan sampai ada penimbunan barang. Kerja sama semua pihak sangat kita harapkan di masa masa pandemi COVID-19 ini untuk keperluan masyarakat luas” tegasnya. ( *).

Polda Banten, Gelar Operasi Keselamatan Kalimaya 2020

SIDIKPOST| Serang, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Banten akan menggelar Operasi Keselamatan Kalimaya Tahun 2020. Operasi efektif dimulai hari ini Senin, Hal itu disampaikan Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Banten Komisaris Besar (Kombes) Wibowo, Senin (6/4/2020).

Menurut Wibowo, tujuan dari operasi ini untuk menciptakan masyarakat tertib berlalu lintas menjelang pelaksanaan Operasi Kalimaya Mudik Lebaran Idul Fitri dan membantu mencegah penyebaran virus corona.

“Rencananya, Operasi Keselamatan Kalimaya akan dimulai dari tanggal 6 hingga 19 April 2020 dengan melibatkan 600 personil gabungan Ditlantas dan Satlantas jajaran,” katanya.

Wibowo menyebut, operasi akan dilaksanakan di seluruh wilayah hukum Polda Banten. Operasi Keselamatan Kalimaya Covid-19 lebih ini dilakukan untuk mewujudkan keamanan berlalu lintas serta mencegah penyebaran Covid-19 ditengah masyarakat.

Dalam operasi itu, lanjut Wibowo, akan diselingi dengan memberikan imbauan, sosialisasi, edukasi, pemasangan baliho dan spanduk kepada masyarakat untuk bersama tertib berlalulintas dan mencegah penyebaran Covid-19 dengan berpedoman pada protokol pandemi Covid-19.

Nantinya juga akan dilaksanakan langkah preventif, penjagaan, pengaturan, pengawalan dan patroli.

Dalam upaya mencegah pandemi Covid-19, Dirlantas juga mengimbau kepada masyarakat untuk membiasakan diri untuk melaksanakan pola hidup sehat, seperti konsumsi makanan sesuai kebutuhan, olah raga, menggunakan masker, istirahat cukup, serta cuci tangan dengan sabun setelah ataupun sebelum beraktifitas.

Kegiatan ini merupakan bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat dalam mencegah penyebaran virus corona sesuai maklumat Kapolri.

“Kita akan selalu berusaha maksimal khususnya dalam mensosialisasikan upaya” upaya pencegahan penyebaran virus yang mematikan ini, dan kiranya masyarakat untuk tidak panik namun tetap melakukan upaya-upaya pencegahan yang tepat,” ujarnya.

“Saya juga mengajak masyarakat agar menerapkan social distancing, hindari aktivitas di luar rumah, jaga kesehatan dan kebersihan lingkungan,” demikian ungkap Wibowo. ( Bid Humas).