Sekda usir dan permalukan wartawan di depan umum

Tangerang- Disaat pemerintah menggadang-gadang  kan peranan pers yang sangat penting dalam memerangi hoax dan ujar an kebencian, terjadi hal yang ironis menimpa seorang wartawan yang dipaksa keluar ruangan oleh Sekda Kabupaten Tangerang. Drs. H. Moch. Massal Rasyid, M.Si.

Kejadian yang menyakitkan hati Insan Pers ini bermula ketika seorang wartawan dari media online bernama Haryadi sedang meliput sosialisasi Kabupaten Layak Anak di GSG Kabupaten Tangerang, kamis(22/3).

Dari awal acara ketika pemateri dari Kantor Kementrian Pemberdayaan Anak dan Perempuan, ibu Yanti, wartawan Haryadi sudah mengabadikan kegiatan sosialisasi tersebut dan panitia tidak ada yang melarang.

Namun ketika sekda Rudi masa hal, yang tiba belakangan dan mendapat giliran untuk menyampaikan arahan mewakili Bupati Tangerang, menurut haryadi, ia sangat antusias dan tidak mau kehilangan moment terhadap pejabat yang sangat dikagumi nya, mantan pemain sepak bola Persikota Tangerang yang kini sudah menjadi Sekda.

“Saya langsung ke depan sebelum beliau membacakan
Pesan bupati, namun saya tunggu pesan tersebut belum juga dibacakan. Sehingga saya menunggu cukup lama untuk mendapatkan pesan Pak Bupati” jelas haryadi

Pada sambutannya sekda banyak bercanda, padahal untuk mendapatkan intisari berita cukup 5 menit saja. Karena belum juga mendapat intisari berita haryadi masih tetap bertahan di barisan paling depan.

Entah apa alasan Sekda kemudian mengalihkan perhatian peserta sosialisasi dengan menunjuk kepada haryadi dengan mengatakan siapa orang di depan ini.

“Hal tersebut sangat mengagetkan saya, tentunya malu yang luar biasa didepan camat dan para kades harus digiring keluar oleh ajudan Pak Sekda” ringkas Haryadi.

Atas kejadian ini Haryadi berharap agar Pak Sekda tidak lagi mempermalukan wartawan di depan umum, karena selain di duga melanggar UU no 40 tahun 1999, Pak Sekda juga bisa di duga  terjerat pasal penghinaan, pencemaran nama baik dan perbuatan mempermalukan orang lain di depan umum.

“Harapan saya beliau bersedia meminta maaf walaupun saya hanya rakyat biasa, namun wartawan lain akan mengalami hal serupa jika semua pejabat bersikap seperti itu”katanya

Untuk sementara persoalan ini belum di serahkan kepada penegak hukum, masih sedang di bahas di LBH dan organisasi profesi wartawan

“Masih menunggu niat baik Pak Sekda” tandas Haryadi mengakhiri keterangannya.( lsn)

Pangarmabar Laksanakan Kunjungan Kerja Kepada Pangkoopsau I Jakarta

Jakarta, 23 Maret 2018,– Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda TNI Yudo Margono, S.E., M.M., melaksanakan kunjungan kerja kepada Panglima Komando Operasi TNI AU (Pangkoopsau) I Marsekal Muda TNI Nanang Santoso, di Makoopsau I, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (23/3).

Dalam kunjungan tersebut, Pangarmabar Laksamana Muda TNI Yudo Margono, S.E., M.M., diterima Pangkoopsau I Marsekal Muda TNI Nanang Santoso beserta Kepala Staf Koopsau I, Marsekal Pertama TNI Henri Alfiand dan Para Asisten Koopsau I.

Kunjungan kerja tersebut dilaksanakan dalam rangka untuk untuk meningkatkan koordinasi dan kerjasama antara satuan-satuan Angkatan Udara dan Angkatan Laut, khususnya yang berada di Wilayah Barat Indonesia.

Selain itu, kunjungan yang dilaksanakan Pangarmabar ini merupakan kunjungan silaturahmi serta sekaligus dalam rangka untuk memperkenalkan diri sebagai pejabat baru Pangarmabar.

Dalam pertemuan yang penuh keakraban tersebut Pangkoopsau I menjelaskan secara singkat wilayah kerja yang menjadi tanggung jawab Koopsau I yang meliputi 19 Pangkalan Udara.

Sementara itu Pangarmabar menyampaikan kegiatan operasi dan patroli yang dilaksanakan Koarmabar di perairan wilayah barat dihadapkan pada kondisi, tantangan, ancaman dan kerawanan.

Berkaitan dengan hal tersebut maka Pangarmabar dan Pangkoopsau I sepakat akan mengadakan kerjasama yang dinamis dalam bentuk operasi bersama guna menciptakan situasi keamanan wilayah perairan barat Indonesia yang kondusif.

Rencana kegiatan operasi tersebut akan diawali dengan peningkatan sistem komunikasi dalam operasi antara unsur KRI Koarmabar dengan pesawat udara TNI AU.

Hal tersebut menjadi fokus kedua belah pihak, dikarenakan pertukaran informasi di daerah operasi melalui komunikasi sangat penting untuk mendukung keberhasilan tugas, sehingga segala bentuk ancaman dan kejahatan dapat segera teratasi demi keutuhan NKRI.

Acara diakhiri dengan tukar menukar cinderamata antara kedua pejabat tersebut.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Pangarmabar didampingi oleh Kepala Staf Guspurlaarmabar, Asisten Operasi (Asops) Pangarmabar, Asisten Intelijen (Asintel) Pangarmabar dan Koorsmin Pangarmabar.