Polsek Muara Wis Perkuat Patroli Dialogis Demi Keamanan Wilayah

SIDIKPOST| Kukar — Guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif, Polsek Muara Wis Polres Kutai Kartanegara melaksanakan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) pada Selasa (16/12/2025) pagi.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh personel Polsek Muara Wis, yakni Aipda Joko Trianto, Bripka I Wayan Mulia, Bripka Sury, Bripda Ghofur, dan Bripda Andriadi. Patroli dan sambang menyasar sejumlah desa di Kecamatan Muara Wis, meliputi Desa Muara Wis, Desa Lebak Mantan, dan Desa Lebak Cilong, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan patroli dialogis sekaligus menyampaikan imbauan kamtibmas secara humanis kepada warga. Masyarakat diajak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminal, memastikan keamanan rumah dan kendaraan saat ditinggalkan, serta mewaspadai bahaya kebakaran rumah yang dapat terjadi akibat kelalaian.

Selain itu, petugas juga mengingatkan warga agar segera melaporkan apabila menemukan hal-hal mencurigakan melalui Call Center Polri 110 atau dengan mendatangi kantor polisi terdekat. Untuk mendukung peningkatan pelayanan dan keterbukaan informasi, personel Polsek Muara Wis turut mensosialisasikan Super APP serta layanan pengaduan Divpropam Polri (Yanduan) agar masyarakat semakin mudah mengakses layanan kepolisian.

Kegiatan KRYD juga diisi dengan koordinasi dan silaturahmi bersama tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat setempat. Dalam kesempatan tersebut, petugas mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga persatuan, keamanan, dan ketertiban lingkungan.

Selama pelaksanaan kegiatan, situasi wilayah hukum Polsek Muara Wis terpantau aman dan kondusif. Kehadiran polisi di tengah masyarakat mendapat sambutan serta respons positif dari warga, sebagai bentuk komitmen Polsek Muara Wis dalam memberikan rasa aman dan membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat. (*)

CAMAT TELUKNAGA Gelar Rapat Koordinasi Persiapan Pengamanan Menjelang Natal 2025 Dan Tahun Baru 2026

SIDIKPOST| Kabupaten Tangerang – Pemerintah Kecamatan Teluknaga Menggelar Kegiatan Acara Rapat Koordinasi Persiapan Pengamanan Menjelang Natal 2025 Dan Tahun Baru Tahun 2026. Dalam Membangun Sinergitas Pada Wilayah Kecamatan Teluknaga. Acara Tersebut Dihadiri Langsung Oleh Kurnia S. STP. M. Si Camat Teluknaga Dan Ferry Zulfian S.H.,M.H Sekcam Teluknaga Bersama AKP Nanda Setya Pratama Baso S.T.K.,S.I.K Kapolsek Teluknaga Beserta Kapten Lek. M. Ilham Pratama Satrudal 421 Teluknaga Bersama Sertu Triyono Perwakilan Koramil 01/ Teluknaga Bersama Ipda Indra Kanit Intel Polsek Teluknaga.

Subur Maryono Kepala Desa Kampung Melayu Barat (Ketua APDESI Kecamatan Teluknaga) Beserta H. M. Idris Efendi S.Pd.,MM Kepala Desa Tanjung Burung Bersama H. M. Syaripudin S.H Kepala Desa Muara Beserta Budi Usman S. Pd Kasi Binwasdes Kecamatan Teluknaga, Ketua MUI Kecamatan Teluknaga, Kepala Puskesmas Teluknaga, Kepala KUA Teluknaga, Ketua Ormas Se-Kecamatan Teluknaga Beserta Ketua Gereja Diwilayah Kecamatan Teluknaga. Acara Rapat Koordinasi Persiapan Pengamanan Menjelang Natal 2025 Dan Tahun Baru 2026 Dilaksanakan Di Aula Kantor Kecamatan Teluknaga Kabupaten Tangerang.(16/12/25)

Kurnia S. STP. M. Si Camat Teluknaga Pada Saat Sambutan Menyampaikan ,” Terima Kasih Kepada Kapolsek Teluknaga, Koramil, Satrudal dan para Ketua Ormas yang berada diwilayah Kecamatan Teluknaga. Dalam rangka persiapan pengamanan menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 “.

Perayaan Natal Dan Tahun Baru memiliki potensi kerawanan, terutama meningkatnya aktifitas masyarakat yang dapat berdampak pada kemacetan lalu lintas serta gangguan keamanan lainnya. Kita perlu antisipasi potensi kerawanan seperti kemacetan jalan kemudian konsumsi minuman keras di kalangan remaja kemudian aksi geng motor atau begal dan juga perkelahian hingga tindak pencopetan. Maka dari itu kami sangat mengharapkan dukungan dan bantuan aparat keamanan serta organisasi kemasyarakatan agar wilayah Teluknaga tetap aman dan kondusif.

Camat Teluknaga Menyampaikan,” Apresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur yang hadir atas komitmen bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama Perayaan Natal dan Tahun Baru. Dalam pelaksanaan nanti masyarakat dapat menjaga ketertiban dan keamanan dalam menjaga kondusifitas terutama di lingkungan masing-masing. Untuk memastikan kesiapsiagaan agar rangkaian kegiatan Natal dan Tahun Baru berjalan aman dan kondusif, Ucap Kurnia S. STP. M. Si Camat Teluknaga”.

 

Kendy

Dirut PT TNG Tegaskan Penataan Pasar Lama Tangerang Dilakukan Sesuai Aturan

SIDIKPOST | KOTA TANGERANG — Direktur Utama PT Tangerang Nusantara Global (TNG), Muhammad Rijal, menegaskan bahwa penataan kawasan Pasar Lama Tangerang dilakukan secara bertahap, terencana, dan mengacu pada aturan yang berlaku. Proses penataan tersebut melibatkan berbagai elemen masyarakat serta instansi terkait guna menciptakan kawasan pasar yang tertib, bersih, dan nyaman.

Menurut Muhammad Rijal, cikal bakal penataan Pasar Lama telah dimulai sejak lama melalui sejumlah forum diskusi dan pertemuan yang melibatkan pedagang, masyarakat sekitar, serta pemangku kepentingan lainnya. Hal ini dilakukan untuk menyamakan persepsi dan menampung aspirasi semua pihak.

“Penataan Pasar Lama ini tidak kami lakukan secara sepihak. Kami melibatkan banyak elemen, mulai dari pedagang, lingkungan sekitar, hingga instansi terkait seperti dinas kesehatan, PLN, dan unsur lainnya,” ujar Rijal.

Ia menjelaskan bahwa dalam pelaksanaannya, PT TNG menetapkan zona berjualan yang jelas. Pedagang hanya diperbolehkan berjualan di area yang telah ditentukan, sementara pengelolaan limbah cair dan limbah padat menjadi perhatian utama agar tidak mencemari lingkungan.

“Pengelolaan sanitasi, sampah, dan limbah harus sesuai aturan. Kami juga menyiapkan fasilitas pendukung seperti toilet portabel, sarana sanitasi air, dan pengelolaan sampah,” jelasnya.

Selain itu, PT TNG akan melakukan registrasi ulang pedagang sebagai bentuk penertiban administrasi. Pedagang yang melakukan registrasi ulang akan mendapatkan surat keterangan resmi sebagai pedagang sah di kawasan Pasar Lama. Sementara pedagang yang tidak melakukan registrasi dan berjualan di area terlarang akan dikategorikan sebagai pedagang ilegal.

“Pedagang yang belum terdaftar tetap akan kami bina dan arahkan ke lokasi yang telah disiapkan. Namun, jika masih melanggar aturan, kami akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum. Kami tidak main-main dalam penegakan aturan,” tegasnya.

Rijal menekankan bahwa penataan ini bukan bertujuan untuk membatasi aktivitas ekonomi, melainkan untuk membantu meningkatkan perekonomian pedagang serta memberikan kenyamanan bagi masyarakat dan pengunjung Pasar Lama.

“Jika Pasar Lama tertata dengan baik, aktivitas ekonomi akan lebih hidup dan manfaatnya bisa dirasakan oleh pedagang maupun masyarakat,” ujarnya.

Dalam proses penataan, PT TNG juga menjalin kemitraan dengan lingkungan sekitar, termasuk RT dan RW setempat, agar pelaksanaan penataan selaras dengan aturan tata ruang wilayah (RTRW) dan kondisi sosial masyarakat.

Muhammad Rijal mengajak seluruh pedagang, masyarakat, dan pemangku kepentingan untuk bersama-sama mendukung penataan Pasar Lama. Ia juga membuka ruang bagi masukan dari masyarakat, pemerhati, dan media.

“Ini adalah pekerjaan bersama. PT TNG tidak bisa bekerja sendiri. Dengan dukungan semua pihak dan kepatuhan terhadap aturan, Pasar Lama akan menjadi kawasan yang lebih tertib, nyaman, dan berdaya saing,” pungkasnya.

 

Penulis : anton

Editor : Redaksi

Berawal dari Informasi Warga, Polisi Amankan 145 Butir Tramadol di Karawaci

Tangerang Kota — Unit Reskrim Polsek Jatiuwung Polres Metro Tangerang Kota berhasil mengungkap perkara peredaran dan penyalahgunaan obat keras daftar G jenis Tramadol. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan tiga orang pelaku beserta ratusan butir obat keras tanpa izin edar.

Kapolsek Jatiuwung Kompol Rabiin, S.H. menjelaskan bahwa pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat terkait adanya aktivitas transaksi obat-obatan terlarang di wilayah Kelurahan Uwung Jaya, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang.

“Berawal dari laporan warga yang resah dengan aktivitas jual beli obat keras di sekitar samping Rumah Sakit Anissa, anggota langsung melakukan observasi dan penyelidikan di lokasi,” ujar Kompol Rabiin.

Pengungkapan pertama dilakukan pada Selasa, 16 Desember 2025 sekitar pukul 21.30 WIB. Petugas mengamankan seorang pria berinisial FU di pinggir jalan samping RS Anissa. Dari hasil penggeledahan, ditemukan dua lempeng obat keras jenis Tramadol di saku celana pelaku.

“Saat dilakukan pemeriksaan, pelaku mengakui obat tersebut diperoleh dari seseorang berinisial Waink yang saat ini masih dalam pengembangan,” jelasnya.

Berdasarkan keterangan tersebut, petugas kemudian melakukan pengembangan ke lokasi kedua di Kampung Bugel, Kecamatan Karawaci, sekitar pukul 22.00 WIB. Di lokasi tersebut, petugas kembali mengamankan RM dan H serta menemukan 12 lempeng Tramadol.

“Total barang bukti yang berhasil diamankan sebanyak 145 butir Tramadol serta tiga unit telepon genggam. Seluruh pelaku dan barang bukti langsung kami bawa ke Polsek Jatiuwung untuk penyidikan lebih lanjut,” tambah Kompol Rabiin.

Dari hasil pemeriksaan awal, para pelaku mengaku memperoleh obat keras tersebut dari wilayah Tanah Abang, Jakarta Pusat, untuk kemudian diedarkan kembali di wilayah Tangerang.

“Kami akan terus melakukan pengembangan guna memutus mata rantai peredaran obat keras daftar G yang meresahkan masyarakat,” tegas Kapolsek.

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol. Dr. Raden Muhammad Jauhari, S.H., S.I.K., M.Si. mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif memberikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui adanya peredaran narkoba maupun obat keras ilegal di lingkungannya melalui Call Center Polri di 110 layanan gratis bebas pulsa.

penulis : anton Teef

Editor : redaksi

Polsek Tabang Pastikan Perayaan Natal Jemaat GKII Elsadai Berjalan Aman dan Kondusif

SIDIKPOST| Kukar – Kepolisian Sektor (Polsek) Tabang, Polres Kutai Kartanegara, melaksanakan pengamanan kegiatan Perayaan Natal Perkaryauan Jemaat Gereja GKII Elsadai yang berlangsung di Desa Ritan Baru, RT 06, Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Senin (15/12/2025) malam.

Ibadah Natal dimulai sekitar pukul 20.00 WITA dan diikuti kurang lebih 300 jemaat. Seluruh rangkaian ibadah berlangsung dengan khidmat, penuh sukacita, dan tertib. Kegiatan dipimpin oleh Pdt. Marison Sia, M.Th dan Pdt. Musa Levin, M.Th dengan mengusung tema “Kelahiran Yesus Kristus Membawa Kesembuhan dan Pemulihan.”

Guna memastikan kegiatan berjalan aman dan lancar, Polsek Tabang menerjunkan personel pengamanan yang bersiaga sejak sebelum ibadah dimulai hingga seluruh rangkaian acara selesai. Pengamanan ini merupakan bagian dari pelayanan Polri kepada masyarakat, khususnya dalam menjamin rasa aman dan kenyamanan umat Kristiani saat melaksanakan ibadah Natal.

Kapolsek Tabang IPTU Aldino Subroto menyampaikan bahwa kehadiran personel kepolisian dalam kegiatan keagamaan merupakan wujud komitmen Polri dalam menjaga toleransi antarumat beragama serta menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif.

“Pengamanan ini bertujuan memberikan rasa aman kepada jemaat sehingga dapat melaksanakan ibadah Natal dengan tenang dan khusyuk,” ujar IPTU Aldino Subroto.

Perayaan Natal yang meliputi ibadah, pujian, penyampaian pesan Natal, hingga kegiatan ramah tamah berakhir sekitar pukul 23.00 WITA. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif tanpa adanya gangguan kamtibmas.

Polsek Tabang juga mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kerukunan, toleransi, serta keamanan lingkungan, khususnya dalam momentum perayaan hari besar keagamaan. (*)

PULANG KE USIA YANG TAK BISA DIULANG

 

SINOPSIS- Pulang ke Usia yang Tak Bisa Diulang adalah kisah tentang rindu yang menemukan jalannya sendiri, “melalui mimpi.” Seorang lelaki dewasa, yang telah menjadi suami dan ayah, mendadak “pulang” ke masa SMP-nya: ke halaman sekolah yang penuh kenangan, ke tawa sahabat-sahabat lama dan ke cinta pertamanya yang tak pernah benar-benar pergi.
Dalam perjumpaan yang terasa nyata namun rapuh oleh waktu, ia kembali merasakan sederhana-nya bahagia: surat-surat kecil, senyum yang disimpan diam-diam, gitar yang memanggil harap, serta mimpi-mimpi remaja yang dulu terasa pasti. Di tengah perubahan zaman dan kenyataan bahwa semua orang telah berjalan pada takdirnya masing-masing, ia berhadapan dengan satu kebenaran: ada cinta yang tidak ditakdirkan untuk dimiliki, hanya untuk diingat.
Saat mimpi itu berakhir dan pagi dewasa menyambutnya, ia menyadari bahwa masa lalu tak pernah benar-benar hilang. Ia hanya menunggu untuk dikenang. Ia sebagai luka yang manis, sebagai bahagia yang singkat dan sebagai rumah yang hanya bisa didatangi sekali-sekali, lewat mimpi.
Kisah ini adalah perayaan sunyi tentang cinta pertama, persahabatan, dan usia yang tak bisa diulang—namun selalu hidup dalam ingatan.

PULANG KE MASA SMP

Siang Itu, Aku Seorang mahasiswa yang tengah menikmati liburan panjang. Kakiku melangkah ringan, seolah tak menapak tanah dan menuju sekolah menengah pertama, tempat kami dulu belajar tentang angka, kata, dan rasa yang belum punya nama. Gerbang sekolah berdiri setia: sedikit kusam, sedikit renta, namun tetap menyimpan wibawa yang sama. Di sana, waktu tak berjalan lurus; ia berputar, menunggu siapa pun yang cukup rindu untuk kembali.

Tanpa janjian, tanpa pesan, kami berkumpul. Seperti dipanggil oleh kenangan yang sama.

David, yang selalu kami panggil Rahul. Ia datang dengan gaya santainya. Mang Ganta, saudara sekaligus sahabat yang begitu dekat, menyapa dengan tawa yang tak berubah. Putri Anggraini melangkah anggun; sorot matanya menyimpan kecerdasan yang dulu sering membuat guru tersenyum bangga. Fery Alias Parto sepupuku paling humoris, hadir dengan guyonan yang selalu datang di waktu yang tepat Dan Rian Candra Negara, ia datang sambil bersenandung lagu Rhoma Irama, lirih namun penuh semangat dengan gaya setengah tegap seperti tentara; cita-citanya sejak dulu tak pernah goyah.

Aku memasuki lorong sekolah, Lalu aku melihatnya walaupun tanpa sadar aku selalu merindukan kehadirannya,

“Ada manusia yang cukup hadir untuk membuat waktu lupa berjalan.”

Namanya, Febrina Yuda Pramita, Anak dari seorang guru bahasa indonesia dan guru fisika.

Ia berdiri di dekat koridor kelas. Rambut ikalnya tergerai, berkilau diterpa cahaya pagi. Senyumnya—senyum yang sama—membuat dunia seolah berhenti bernapas sejenak. Dalam hatiku, ia selalu seperti Rose DeWitt Bukater dalam Film Titanic: cantik dengan keceriaan yang anggun, kuat dengan kelembutan yang tak banyak bicara. Dadaku bergetar, seperti pertama kali aku menyadari bahwa cinta bisa hadir tanpa izin.

Sekolah kami terlihat sedang ramai. Penerimaan siswa baru berlangsung. Anak-anak berbaris rapi; wajah mereka menyimpan harapan dan kegelisahan yang dulu pernah kami miliki. Namun ada yang terasa asing. Pergaulan tampak lebih liar, lebih keras. Bisik-bisik gelap menyelinap di sela tawa—hal-hal yang tak pernah kami jumpai dulu kini berdiri terang-terangan. Kami saling pandang, diam namun mengerti: dunia berubah, dan sekolah ini ikut menua bersamanya.

Selanjutnya, kami berjalan ke tempat favorit kami semasa di sekolah pertama ; Perpustakaan.

“Beberapa kenangan tidak ingin dirayakan di tempat ramai; ia memilih sunyi agar tetap utuh.”

Rak-rak kayu itu masih penuh sastra klasik, novel-novel tua bersampul menguning, puisi-puisi yang pernah kami baca diam-diam, berharap bisa mengerti hidup sebelum hidup benar-benar datang menghantam. Aku duduk di bawah pohon besar di halaman samping, membawa satu buku yang dulu tak sempat kubaca sampai habis. Angin berdesir pelan; daun-daun berbisik, seolah membaca bersama kami.

Febrina mengikuti langkahku membawa satu buku, duduk di sampingku. Tak banyak kata, Hanya senyum yang terus ia simpan, seakan waktu tak pernah berpisah. Rambut ikalnya menari pelan, dan aku berpikir—betapa dulu aku jatuh cinta bukan karena keberanian, melainkan karena kebahagiaan yang terlalu jujur untuk disembunyikan.

Di kejauhan, Rahul sedang merayu Putri Anggraini. Kata-katanya sederhana, sedikit kikuk, namun penuh niat. Putri tersenyum, senyum yang menimbang, yang tahu kapan harus percaya dan kapan harus menunda. Kami tertawa pelan melihatnya; cinta memang selalu lucu saat masih muda, selalu berani meski tak tahu apa-apa.

Tidak berselang lama, Rian Candra Negara melintas, bersenandung Rhoma Irama lagi. Bahunya tegap, langkahnya tegas. “Suatu hari aku akan mengenakan seragam tentara,” katanya dengan keyakinan yang tak pernah berubah. Kami mengangguk, seolah percaya bahwa mimpi adalah sesuatu yang pasti tercapai asal diucapkan cukup keras.

Rombongan Putri selalu hadir dengan caranya sendiri, seolah halaman sekolah adalah panggung kecil yang menunggu mereka. Putri berjalan di depan, diapit Selamah dan Fienda—tiga sahabat dengan tawa berbeda nada, namun menyatu. Mereka sering duduk berdekatan, berbagi rahasia yang hanya dimengerti oleh anggukan dan senyum setengah tertutup.
Febrina berbeda rombongannya. Ia bersama Novi, Indah, dan Vina. Mereka lebih tenang, lebih lirih, seperti halaman buku yang tak pernah terburu-buru dibaca. ‘Febri’ begitu aku memanggilnya dalam hati, sering duduk sedikit menjauh, membawa buku, atau sekadar menatap halaman dengan senyum kecil yang selalu membuatku lupa pada kebisingan sekitar.

Rahul tampil paling rapi hari-hari itu. Rambutnya disisir sungguh-sungguh; kemejanya tampak paling niat di antara kami. Ia jago bermain gitar. Senarnya berbunyi lembut di sela istirahat, memanggil Putri dengan lagu-lagu sederhana yang penuh harap. Setiap petikan adalah doa; setiap senyum Putri adalah harapan baru. Rahul tak pernah lelah menghibur, meski hatinya sering berdiri di tepi ketidakpastian.
Parto lain cerita. Ia telah memiliki Ririn. Cintanya tak ribut, tak perlu gitar atau surat. Mereka berjalan berdampingan, berbagi bekal dan waktu pulang. Dari mereka aku belajar: ada cinta yang cukup diam, cukup saling tahu—tanpa perlu dunia menyaksikan.
Mang Ganta masih berburu cinta yang belum jelas arahnya. Kadang ia bercanda, kadang tampak sungguh-sungguh—seperti seseorang yang tahu ia sedang mencari sesuatu, namun belum tahu apa namanya. Kami menertawakannya, diam-diam berharap ia juga menemukan tempat pulangnya sendiri.

Dan aku—aku jatuh dalam rasa cinta monyet sejak pertemuan pertama dengan Febrina Yuda Pramita.
“Cinta pertama tidak pernah benar-benar pergi; ia hanya belajar diam.” Jatuh tanpa aba-aba. Cinta itu tumbuh pelan melalui cara-cara paling sederhana: bertukar surat.
Kertas kecil dilipat rapi, ditulis tangan dengan hati-hati. Kata-kata kami tak panjang, tapi penuh.
Kami saling menunggu saat istirahat di belakang kelas—tempat bayangan pohon meneduhkan kegugupan. Kami saling menunggu sepulang sekolah di gerbang—tempat waktu terasa berjalan lebih lambat dari biasanya.
Kadang Febri hanya tersenyum dan menyerahkan surat. Kadang ia membaca balasanku di bawah pohon; rambut ikalnya jatuh lembut, dan aku berpikir: beginikah rasanya bahagia tanpa gaduh? Novi, Indah, dan Vina sering menggoda, tetapi Febri hanya menunduk dan tersenyum—senyum yang menyimpan dunia.
Hari-hari itu berlalu seperti lagu yang tak ingin cepat selesai. Senar gitar Rahul mengiringi langkah Putri. Tawa Selamah dan Fienda menyela siang. Ririn menunggu Parto dengan sabar. Mang Ganta mengejar sesuatu yang belum bernama. Dan aku—aku menunggu Febrina—dengan kesabaran yang entah kupelajari dari mana selain dari cinta itu sendiri.
Kami lalu menuju kantin—kantin favorit sekolah. Orang tua Mang Ganta masih berjualan di sana, dibantu saudara-saudaranya. Wajah mereka ramah, tangan mereka cekatan; suara mereka mengandung kehangatan yang tak bisa dibeli. Kami duduk lama, mengobrol tentang hal-hal kecil yang terasa besar: hukuman guru, cinta rahasia, dan masa depan yang dulu kami kira sederhana.

Namun waktu, selalu waktu—mulai mengingatkanku pada kenyataan. “Waktu tidak pernah kejam; kitalah yang sering lupa bahwa ia tak bisa ditawar.”

Aku berkata pelan bahwa aku tak bisa lama. Besok aku harus pulang ke Jakarta. Liburan telah usai. Kata-kata itu seperti bel pulang sekolah yang dibunyikan terlalu cepat.

Perpisahan datang tanpa ampun, Aku mencari Febrina. Kami berdiri berhadapan; dunia di sekitar kami memudar. Tanpa kata, aku memeluknya erat, seerat kenangan yang tak ingin dilepas. Dalam pelukan itu, perasaan pertama kali berpacaran dengannya kembali hadir: degup jantung yang jujur, bahagia yang sederhana, cinta yang tak sempat dewasa. Air mata tak jatuh, tetapi dadaku basah oleh sesuatu yang lebih berat dari tangis.

Lalu aku terbangun. “Bangun dari mimpi masa lalu adalah cara paling sunyi untuk menyadari bahwa kita telah dewasa.”

Hari sudah pagi di tanah perantauan menyapaku dengan sunyi yang dewasa. Aku telah menjadi ayah, menjadi suami. Teman-temanku menjalani takdir mereka masing-masing. Febrina pun kini hidup di garis waktunya sendiri. jauh, tak terjamah, dan sepenuhnya nyata.
Mimpi itu menyisakan luka yang manis: kesedihan yang hangat, kebahagiaan yang tak bisa diulang.
Dan aku mengerti satu hal, “Tidak semua yang kita cintai harus kita miliki; sebagian hanya perlu kita ingat.”

Beberapa cinta tidak ditakdirkan untuk dimiliki selamanya. Ia hanya dititipkan, agar suatu hari, saat rindu terlalu penuh, kita tahu ke mana harus pulang, meski hanya lewat mimpi.
Aku bermimpi dengan cara yang paling kejam: aku diberi pulang, lalu direnggut kembali tepat ketika aku baru saja duduk dan merasa aman.

(ARDHI MORSSE, SELASA 16 DESEMBER 2025)

PWI Bahas Perayaan Natal 2025, Siaran Streaming untuk Anggota Daerah Disiapkan

SIDIKPOST| JAKARTA – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) berencana menggelar perayaan Natal 2025 pada 24 Januari 2026. Rencana tersebut dibahas dalam rapat perdana panitia yang berlangsung di Lapo Codian, Cawang, Jakarta Timur, Jumat (12/12/25) kemarin.

Dalam rapat tersebut, Edison Siahaan ditetapkan sebagai Ketua Panitia Natal PWI 2025. Hasil rapat kemudian dilaporkan kepada Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, pada Senin (15/12/2025).

Edison menyampaikan bahwa Ketua Umum PWI Pusat mendukung penuh rencana perayaan Natal tersebut. Ia mengajak seluruh panitia dan anggota PWI untuk berkomitmen dan bekerja sama demi suksesnya kegiatan tahunan ini.

“Selama kita solid dan berkomitmen, saya yakin perayaan Natal PWI dapat terlaksana dengan baik,” ujar Edison, yang juga menjabat Direktur Anti Kekerasan Wartawan PWI Pusat.

Ia menegaskan, perayaan Natal PWI 2025 akan dirancang inklusif agar dapat diikuti oleh seluruh anggota PWI di Indonesia. Salah satu upaya yang disiapkan adalah penyelenggaraan siaran langsung agar anggota PWI di daerah tetap dapat mengikuti rangkaian ibadah dan acara.

“Kami akan mengundang seluruh anggota PWI yang beragama Kristen. Bagi rekan-rekan di daerah yang tidak bisa hadir langsung, perayaan akan disiarkan secara streaming,” jelasnya.

Selain itu, panitia tengah mengupayakan kehadiran Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga sebagai pengkhotbah dalam ibadah Natal. Edison juga membuka ruang bagi anggota PWI untuk memberikan masukan terkait konsep acara, lokasi, hingga daftar undangan.

“Kami akan mematangkan seluruh persiapan dalam rapat lanjutan pada 19 Desember. Diharapkan setelah itu panitia sudah dapat mulai bekerja secara efektif,” pungkasnya.

Penulis : Jafaruddin

Editor : Redaksi

Polres Kukar Hadir di Rumah Ibadah, Tebarkan Kepedulian Lewat Minggu Kasih dan Minggu Berbagi

SIDIKPOST| Kukar — Kepolisian Resor Kutai Kartanegara (Polres Kukar) terus menunjukkan komitmennya dalam mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus menumbuhkan nilai toleransi antarumat beragama. Melalui kegiatan Minggu Kasih dan Minggu Berbagi, Polres Kukar hadir langsung di tengah masyarakat lintas iman, Minggu (14/12/2025) pagi.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di dua rumah ibadah, yakni Gereja GPdI Filadelfia Kecamatan Tenggarong dan Pura Pasupati Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara. Personel Satresnarkoba Polres Kukar bersama gabungan personel Polres Kukar yang beragama Hindu turut ambil bagian dalam kegiatan ini.

Kehadiran anggota Polri di tengah jemaat gereja dan umat yang tengah melaksanakan ibadah disambut hangat dan penuh rasa kekeluargaan. Suasana kebersamaan tampak terjalin akrab, mencerminkan semangat persaudaraan dalam keberagaman.

Dalam kegiatan tersebut, personel Polres Kukar membagikan makanan kepada jemaat dan umat yang beribadah. Aksi sosial ini menjadi wujud nyata kepedulian Polri sekaligus sarana memperkuat ikatan sosial, membangun kebersamaan lintas iman, serta meneguhkan nilai-nilai kemanusiaan di tengah masyarakat yang majemuk.

Kabag SDM Polres Kutai Kartanegara, Kompol Zainal, menjelaskan bahwa kegiatan Minggu Kasih dan Minggu Berbagi merupakan bagian dari pengabdian Polri kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung kegiatan keagamaan dan menciptakan lingkungan yang harmonis.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, menumbuhkan rasa kebersamaan, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” ujarnya.

Selain sebagai kegiatan sosial, program ini juga menjadi sarana komunikasi yang humanis antara Polri dan masyarakat. Melalui pendekatan tersebut, diharapkan terbangun sinergi yang positif dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta keharmonisan di wilayah hukum Polres Kutai Kartanegara.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Ke depan, Polres Kutai Kartanegara berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program kemasyarakatan yang menyentuh langsung kebutuhan warga, sejalan dengan semangat Polri Presisi menuju SDM unggul. (*)

Kapolres Metro Tangerang Kota Tegaskan Keamanan Tanggung Jawab Bersama Lewat Apel POTMAS

SIDIKPOST | Tangerang — Polres Metro Tangerang Kota menggelar Apel Siaga Potensi Masyarakat (POTMAS) dalam rangka implementasi program Jaga Jakarta+, yang berlangsung di Lapangan Presisi Polres Metro Tangerang Kota, Sabtu (13/12/2025) pagi.

Apel siaga tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol. Dr. Raden Muhammad Jauhari, S.H., S.I.K., M.Si., dan diikuti oleh 220 peserta dari berbagai unsur potensi masyarakat, mulai dari organisasi kemasyarakatan hingga kelompok kepemudaan.

kegiatan berlangsung dengan tertib serta penuh semangat kebersamaan. Peserta apel berasal dari 11 unsur potensi masyarakat, di antaranya BPPKB, Pemuda Pancasila, Laskar Merah Putih, FORKABI, FBR, GRIB, Pendekar Banten, KNPI, Satria Banten, Front Banten, serta Banser.

Kapolres Metro Tangerang Kota dalam arahannya menegaskan bahwa kegiatan POTMAS merupakan wujud nyata kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah.

“Keamanan bukan hanya tugas polisi, tetapi merupakan tugas kita bersama. Polri tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat,” ujar Kombes Pol. Raden Muhammad Jauhari dalam amanatnya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur potensi masyarakat yang hadir dan menunjukkan komitmen untuk bersinergi menjaga situasi kamtibmas di wilayah Kota Tangerang.

“Saya mengapresiasi seluruh unsur potensi masyarakat yang hari ini hadir dan siap bersinergi menjaga kondusifitas Kota Tangerang. Sinergi yang kuat bukan hanya pada aspek pengamanan, tetapi juga kepedulian sosial,” lanjutnya.

Menurut Kapolres, melalui kegiatan POTMAS diharapkan terbangun kekuatan bersama yang mampu memperkuat sistem keamanan lingkungan secara berkelanjutan. Keterlibatan aktif masyarakat dinilai menjadi pondasi penting dalam menciptakan kota yang aman, nyaman, dan harmonis.

“Hari ini kita buktikan bahwa Polri dan masyarakat adalah satu kesatuan yang saling mendukung. Dengan kebersamaan ini, Kota Tangerang akan semakin aman dan kondusif,” tegasnya.

Kapolres juga mengimbau seluruh peserta dan masyarakat agar tidak ragu melaporkan apabila menemukan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Jika ada gangguan kamtibmas, segera hubungi layanan Call Center Polri di 110. Kami siap hadir dan menindaklanjuti,” tutupnya.

Dilanjutkan dengan kegiatan bakti sosial sebagai bentuk kepedulian Polres Metro Tangerang Kota kepada masyarakat, sekaligus memperkuat hubungan emosional antara Polri dan warga. Serta menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Polres Metro Tangerang Kota dalam mendukung keberhasilan program Jaga Jakarta

 

PENULIS : ANTON TEEF

Gebyar Hari Jadi Desa Babakan Asem Ke-46 Maju Desanya Bahagia Warganya

SIDIKPOST | Kabupaten Tangerang – Gebyar Hari Jadi Desa Babakan Asem Ke-46 “MAJU DESANYA BAHAGIA WARGANYA”. Acara Tersebut Dilaksanakan Di Lapangan H. Wawi Kp. Kedung Jaya RT 002/ RW 005 Desa Babakan Asem Kecamatan Teluknaga Kabupaten Tangerang.(13/12/25)

Acara Pembukaan Gebyar Hari Jadi Desa Babakan Asem KE-46 “MAJU DESANYA BAHAGIA WARGANYA” Tahun 2025 Diawali Dengan Menyanyikan Lagu Indonesia Raya Kemudian Sambutan Oleh Madjoli Ma’mur S.E.M.IP Kepala Desa Babakan Asem Kemudian Peresmian Festival Bazar Kemudian Penampilan Pembuka PSHT Desa Babakan Asem Dilanjutkan Dengan Seremonial Bakti Sosial RS. Mitra Husada Tangerang Diantaranya Screening Kesehatan Dan Pengobatan Gratis :

1. Kesehatan Tubuh.
2. Kesehatan Mata.
3. Kesehatan Tulang.
4. Donor Darah.
5. USG.
6. Obat-obatan.

Kemudian Penampilan Talenta SDN Kedung Jaya, Penampilan Talenta rSDN Babakan Asem, Seremonial Kegiatan Desa, Penampilan Talenta SMP Cemerlang Dan SMK Genta Saputra Kemudian Penampilan Talenta SMKN 10 Kab.Tangerang, SMAN 5 Kab.Tangerang, SMK Cemerlang, SMAN 12 Kab. Tangerang Dan SMP Karya Pertiwi.

Kemudian Dilanjutkan Dengan Acara Pengukuhan Dan Pengambilan Sumpah Ketua RT/RW, Mandor Dan Amil Se Desa Babakan Asem Kemudian Dilanjutkan Dengan Pemberian Ucapan Selamat Kepada RT/RW Mandor Dan Amil Se Desa Babakan Asem Sekaligus Acara Ramah Tamah Dan Foto Bersama.

Hadir Dan Ramaikan.
Babakan Asem Bersholawat Dalam Rangka Hari Jadi Desa Babakan Asem KE-46 “MAJU DESANYA BAHAGIA WARGANYA”.

Guyub Rukun Dalam Lantunan Sholawat, Menyambut Hari Jadi Desa Babakan Asem KE-46. Semoga Allah Limpahkan Kedamaian Untuk Desa Kita Tercinta Dalam Rahmatnya.

Babakan Asem Bersholawat Spesial Hut Ke-46 Desa Babakan Asem. Majelis Nurul Musthofa Bersama Putra Habibana Hasan.

Gebyar Hari Jadi Desa Babakan Asem KE-46 “MAJU DESANYA BAHAGIA WARGANYA” Tahun 2025 Dihadiri Oleh Kurnia S. STP. M. Si Camat Teluknaga Beserta Ferry Zulfian S.H.,M.H Sekcam Teluknaga Bersama Madjoli Ma’mur S.E.M.IP Kepala Desa Babakan Asem Didampingi Oleh Ny. Sahrini Ramadhan S. Kep. Ners Ketua TP-PKK Desa Babakan Asem Beserta Rohim Setiawan Sekdes Babakan Asem Bersama Suherlan Boy Kertua BPD Desa Babakan Beserta Anggota BPD Desa Babakan Asem Dan Achmad Limbron SH Ketua Karang Taruna Babakan Asem Beserta Anggota Karang Taruna Desa Babakan Asem Bersama TP-PKK Desa Babakan Asem Beserta Ketua RT/RW Mandor Dan Amil Se Desa Babakan Asem.

 

Kendy

Polsek Teluknaga Ungkap Peredaran Obat Keras Ilegal Berkedok Toko Kosmetik

SIDIKPOST| Teluknaga – Unit Reskrim Polsek Teluknaga berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana penjualan obat-obatan daftar G jenis Tramadol dan Hexymer tanpa izin edar yang berkedok toko kosmetik. Pengungkapan tersebut dilakukan pada Jumat (12/12/2025) sekitar pukul 07.30 WIB di Jalan Babussalam, Kampung Teluknaga, RT 002/004, Desa Teluknaga, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang.

Pengungkapan kasus ini dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim Polsek Teluknaga, IPDA Achmad Naufal Fathurrahman, S.Tr.K., bersama anggota opsnal. Dari hasil operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan seorang pria berinisial Z alias Mahdi (22), yang diduga kuat sebagai pengedar obat-obatan keras tanpa izin resmi.

Kapolsek Teluknaga AKP Nanda Setya Pratama Baso, S.T.K., S.I.K. menjelaskan bahwa pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat terkait adanya aktivitas penjualan obat keras secara ilegal di wilayah Teluknaga. Menindaklanjuti informasi tersebut, petugas melakukan observasi dan penyelidikan hingga akhirnya mendatangi lokasi yang dimaksud.

“Setibanya di lokasi, petugas mendapati seorang laki-laki di dalam sebuah toko kosmetik. Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan sejumlah obat keras jenis Tramadol dan Hexymer yang diduga diperjualbelikan tanpa izin edar,” ujar Kapolsek.

Dalam penggerebekan tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa 158 butir tablet Tramadol, 24 butir tablet Hexymer, uang tunai hasil penjualan.

Kapolres Metro Tangerang Kota mengapresiasi kinerja jajaran Polsek Teluknaga dan menghimbau kepada masyarakat jika mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan obat obatan terlarang atau narkoba, segera hubungi Call Center bebas pulsa 110.

Penulis : Anton Teef

Editor : Redaksi

Pengawasan Kepabeanan Diperkuat, Pemindai Baru Aktif di Priok

SIDIKPOST | Jakarta — Pemeriksaan petikemas di Pelabuhan Tanjung Priok kini memasuki era baru menyusul peresmian alat pemindai petikemas di Terminal Operasi 3 IPC Terminal Petikemas (TER3) dan Terminal Mustika Alam Lestari (TMAL). Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, hadir langsung dalam peluncuran yang digelar di Terminal Operasi 3 IPC TPK, menandai percepatan modernisasi layanan kepabeanan di Indonesia.

Alat pemindai terbaru itu sudah dilengkapi radiation portal monitor, sebuah teknologi yang memungkinkan petugas mendeteksi bahan berbahaya dan radioaktif tanpa membuka kontainer. Inovasi ini diharapkan mampu mempercepat pemeriksaan sekaligus meningkatkan keamanan logistik nasional.

“Alat ini bisa mendeteksi bahan berbahaya tanpa membuka kontainer. Pemeriksaan menjadi lebih cepat, akurat, dan aman. Dampaknya langsung terlihat: keamanan naik, waktu layanan berkurang, dan potensi pelanggaran menurun,” tegas Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Dibangun Sejak 2024, Kini Siap Memperkuat Sistem Kepabeanan

Pengadaan alat pemindai tersebut merupakan proyek jangka panjang yang dimulai melalui groundbreaking pada Juni 2024, disertai fase pengembangan, sosialisasi, dan pengujian intensif. Fasilitas ini kini beroperasi di gate out TER3 dan TMAL, sementara pemindai tambahan untuk gate in ditargetkan selesai pada 2026.

Sebelum diluncurkan, rangkaian persiapan telah dilakukan, termasuk penandatanganan BCP (Business Continuity Plan) antara IPC TPK, Mustika Alam Lestari, dan Bea Cukai Tanjung Priok pada 3 November 2025, serta sosialisasi implementasi alat pemindai pada 25 November 2025.

Penerapan Sesuai Regulasi PMK 109/2020

Kewajiban menyediakan alat pemindai tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 109/PMK.04/2020 mengenai Kawasan Pabean dan Tempat Penimbunan Sementara. Regulasi tersebut menegaskan bahwa pengusaha TPS harus menyediakan perangkat pemindaian yang sesuai karakteristik barang ekspor-impor sebagai bagian dari standar pengawasan.

Dorong Transparansi, Kecepatan Layanan, dan Deteksi Dini

Manfaat strategis dari kehadiran alat pemindai ini meliputi:

Pemeriksaan petikemas yang lebih cepat dan efisien

Peningkatan kualitas dan transparansi layanan kepabeanan

Penguatan deteksi dini terhadap risiko penyelundupan

Pengurangan intervensi manual dalam pemeriksaan

Meningkatkan kepercayaan global terhadap rantai logistik Indonesia

Direktur Utama IPC TPK, Guna Mulyana, menyatakan bahwa IPC TPK berkomitmen mempercepat transformasi layanan pelabuhan.

“Implementasi alat pemindai ini merupakan bukti bahwa kami terus meningkatkan layanan dan memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Tujuan kami adalah menghadirkan terminal yang makin andal dan berstandar tinggi,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa IPC TPK selalu menyesuaikan operasional dengan perkembangan teknologi dan regulasi terkini agar mampu menjawab kebutuhan logistik modern.

Dihadiri Pejabat Tinggi Lintas Sektor

Peluncuran alat pemindai ini turut dihadiri sejumlah pejabat kunci, antara lain:

Menteri Keuangan

Direktur Jenderal Bea dan Cukai

Kepala BPI Danantara

Inspektur Jenderal Kementerian Perindustrian

Kepala Bapeten

Kepala BRIN

Kepala Badan Karantina Indonesia

Ketua Stranas PK

Dengan beroperasinya alat pemindai petikemas modern ini, Indonesia memperkuat langkah besar dalam transformasi kepabeanan dan peningkatan kualitas layanan logistik yang lebih cepat, aman, dan kompetitif secara internasional.