Festival Al Azhom ke-12 Meriahkan 1 Muharram 1447 H, Polres Tangerang Kawal Rangkaian Kegiatan

SIDIKPOST | Tangerang – Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Tangerang menggelar rangkaian Festival Al Azhom ke-12 yang dipusatkan di Area Masjid Raya Al Azhom, Jalan Satria Sudirman, Kelurahan Sukaasih, Kecamatan Tangerang, Minggu (6/7/2025). Kegiatan ini berlangsung meriah dan dihadiri oleh lebih dari 1.000 orang.

Festival yang digagas oleh BKPRMI Kota Tangerang ini mengusung tema “Kun Fayakun” dan diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan seperti Doa Akhir dan Awal Tahun Hijriah, Tabligh Akbar, pertunjukan seni budaya Islam, lomba-lomba Islami, seminar kesehatan dan keagamaan, hingga Pawai Sarungan sebagai penutupan acara.

Pengamanan dan Apel Gabungan

Guna memastikan kelancaran dan keamanan kegiatan, Polres Metro Tangerang Kota bersama Polsek Tangerang mengerahkan 35 personel gabungan yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Tangerang AKP Suyatno, S.H., M.H. Apel pengamanan dimulai sejak pukul 04.30 WIB dan diikuti sejumlah perwira, di antaranya:

  • IPTU Edi Makmur, S.H. (Kanit Provost Polsek Tangerang)
  • IPTU Sabar Martua Sidauruk, S.H. (Panit Opsnal Reskrim)
  • IPDA R. Bagus Dedy Haryanto Dosi Leyn, S.H. (Kasubnit Turjawali Satlantas Polres Metro Tangerang Kota)

Rangkaian Acara

Pukul 04.30 hingga 05.30 WIB, kegiatan diawali dengan Subuh Akbar Berjamaah yang digelar di dalam Masjid Raya Al Azhom, diikuti ratusan jamaah.

Dilanjutkan pukul 06.00–12.00 WIB, digelar Pawai Sarungan dengan rute: Taman Elektrik – Jl. Satria Sudirman – Jl. TMP Taruna – Jl. Windu Karya – Jl. Daan Mogot – Jl. Benteng Raya – Jl. Daan Mogot – Jl. Satria Sudirman (finish).

Pawai ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Tangerang Drs. H. Sachrudin, didampingi Wakil Wali Kota H. Maryono Hasan, Sekda H. Herman Suwarman, Ketua DPRD Kota Tangerang Rusdi Alam, serta tokoh agama dan masyarakat. Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan apresiasi atas kolaborasi semua pihak dalam menyukseskan festival ini.

“Gerak jalan ini adalah simbol masyarakat yang sehat dan kolaboratif. Kami bangga dengan keberagaman dan semangat hijrah yang dibangun bersama dalam acara ini,” ujarnya.

Acara penutupan berlangsung pada sore hari pukul 15.30 WIB dan kembali ditutup secara resmi pada malam harinya sekitar pukul 22.10 WIB di Taman Elektrik, depan Gedung Pemkot Tangerang.

Situasi Aman dan Kondusif

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Kapolsek Tangerang, AKP Suyatno, S.H., M.H., selaku perwira pengendali pengamanan, menyampaikan bahwa sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, panitia, dan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan pengamanan acara tahunan ini.

Catatan: Festival Al Azhom ke-12 ini merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan sejak tanggal 26 Juni hingga 6 Juli 2025 dalam rangka menyambut 1 Muharram dan telah menjadi ikon religius masyarakat Kota Tangerang. (*)

Satpolairud Polres Paser Intensifkan Pengamanan Wisata Pantai Buradaya Selama Libur Sekolah

SIDIKPOST | Paser – Menyikapi tingginya animo masyarakat yang memanfaatkan libur panjang sekolah untuk berwisata, Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Paser meningkatkan pengamanan di objek wisata Pantai Buradaya yang terletak di Desa Pesisir Pasir Mayang, Kecamatan Kuaro, Kabupaten Paser, pada Sabtu (5/7/2025).

Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk pelayanan prima dan langkah antisipatif terhadap potensi gangguan keselamatan para pengunjung, khususnya yang beraktivitas di sekitar perairan.

Kapolres Paser AKBP Novy Adi Wibowo, S.I.K., M.H., melalui Kasat Polairud Iptu Andi Ferial, S.H., menjelaskan bahwa pihaknya menerjunkan personel untuk melaksanakan patroli rutin sekaligus memberikan edukasi langsung kepada wisatawan terkait keselamatan di kawasan pantai.

“Libur sekolah biasanya membuat destinasi wisata seperti Pantai Buradaya dipadati pengunjung. Kehadiran kami di sini untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat yang berlibur, khususnya dalam hal keselamatan saat beraktivitas di air,” ungkap Iptu Andi.

Petugas secara aktif menyampaikan imbauan kepada pengunjung terkait batas aman berenang, pengawasan terhadap anak-anak, serta keselamatan dalam menggunakan perahu wisata. Wisatawan juga diingatkan untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca dan kondisi ombak yang dapat berubah sewaktu-waktu.

Pengamanan ini merupakan bagian dari komitmen Polres Paser dalam menjamin rasa aman masyarakat selama masa libur sekolah, sekaligus mendukung keberlangsungan sektor pariwisata lokal.

Masyarakat pun menyambut baik kehadiran Polairud di lokasi wisata dan merasa lebih tenang menikmati momen liburan bersama keluarga.

Dengan pengawasan yang intensif dan pendekatan yang humanis, Satpolairud Polres Paser berharap masa liburan berjalan lancar, aman, serta bebas dari insiden yang tidak diinginkan. (*)

Pawai Ta’aruf 1 Muharram 1447 H di Bontang Berlangsung Meriah dan Aman Berkat Sinergi Polri dan Masyarakat

SIDIKPOST | Bontang – Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah, Polres Bontang bersinergi dengan unsur masyarakat untuk menyukseskan kegiatan Pawai Ta’aruf yang digelar di Kelurahan Tanjung Laut, Kecamatan Bontang Selatan, pada Sabtu (5/7/2025). Kegiatan yang berlangsung semarak ini mengusung nilai religius, kebersamaan, dan semangat hijrah menuju perubahan positif.

Pawai Ta’aruf diikuti oleh sedikitnya 68 rombongan peserta, terdiri dari majelis taklim, remaja masjid, hingga forum lembaga keagamaan Islam se-Kota Bontang. Acara secara resmi dilepas oleh Wali Kota Bontang Hj. Neni Moernaeni, SpOG, didampingi Sekretaris Daerah Kota Bontang Ir. Hj. Aji Erlinawati, MT. Rute pawai dimulai dari halaman Masjid Al Hijrah dan berakhir di Stadion Bessai Berinta (Lang-lang).

Guna menjamin keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung, Polres Bontang menurunkan 56 personel yang bertugas secara terbuka maupun tertutup. Kabag Ops Polres Bontang, Kompol Syakir, menyampaikan bahwa pengamanan ini merupakan bentuk nyata pelayanan Polri kepada masyarakat.

“Pawai Ta’aruf ini bukan hanya sekadar perayaan keagamaan, tetapi juga mencerminkan kerukunan antarwarga dan semangat kolektif menuju kehidupan yang lebih baik. Polri berkomitmen hadir dalam setiap kegiatan masyarakat untuk memberikan rasa aman dan nyaman,” ujarnya.

Berbagai elemen masyarakat tampak antusias mengikuti jalannya acara dengan tertib dan penuh semangat. Tidak hanya menampilkan barisan peserta dengan busana khas Islami, pawai juga dimeriahkan oleh lantunan sholawat dan yel-yel semangat hijrah dari masing-masing kelompok.

Dengan kolaborasi yang baik antara aparat keamanan dan masyarakat, kegiatan berlangsung lancar, aman, dan kondusif tanpa kendala berarti. Momen ini sekaligus menjadi simbol kuatnya sinergitas antara Polri dan masyarakat dalam membangun suasana damai dan harmonis di tengah kehidupan sosial. (*)

Sat Reskrim Polresta Samarinda Gelar Lomba Olah TKP, Tingkatkan Profesionalisme Penyidik di Momen Hari Bhayangkara ke-79

SIDIKPOST | Samarinda — Memeriahkan peringatan Hari Bhayangkara ke-79, Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polresta Samarinda menggelar Lomba Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), Jumat (4/7/2025), bertempat di Ruang Rupatama Polresta Samarinda. Kegiatan dimulai pukul 13.30 WITA dan diikuti oleh 14 tim yang terdiri dari penyidik pembantu Sat Reskrim serta Unit Reskrim Polsek jajaran.

Acara ini dihadiri langsung oleh Kapolresta Samarinda Kombes Pol. Hendri Umar, S.I.K., M.H., didampingi Wakapolresta AKBP Hery Rusyaman, S.I.K., M.H., para pejabat utama, dan Kapolsek jajaran. Lomba berlangsung hingga malam hari dan ditutup dengan pengumuman pemenang, yang menobatkan Unit Tipidkor sebagai juara pertama, disusul Unit Eksus di posisi kedua, dan Unit Jatanras sebagai juara ketiga.

Kasat Reskrim Polresta Samarinda, AKP Dicky Anggi Pranata, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan semata-mata ajang perlombaan, melainkan juga sarana pelatihan terstruktur dan evaluasi menyeluruh terhadap kemampuan teknis para penyidik.

“Lomba ini kami gelar sebagai media pembelajaran bersama. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan keterampilan teknis, ketelitian, serta kerja sama tim dalam menangani TKP secara profesional dan prosedural,” ungkapnya.

Setiap tim peserta diuji kemampuannya dalam mendokumentasikan, mengamankan barang bukti, serta membuat sketsa dan kronologi TKP secara sistematis. Penilaian dilakukan oleh tim juri internal berdasarkan indikator teknis yang ketat.

Kegiatan ini mendapat apresiasi positif dari para peserta, karena dinilai mampu meningkatkan kapasitas penyidik secara langsung di lapangan.

Dengan digelarnya lomba ini, Polresta Samarinda menegaskan komitmennya untuk mencetak penyidik yang profesional, presisi, dan siap menjawab tantangan dalam proses penegakan hukum yang akuntabel dan transparan. (*)

Respons Cepat Polri, Padamkan Kebakaran Rumah Warga di Balikpapan Kota

SIDIKPOST | Balikpapan — Aksi sigap dan respons cepat ditunjukkan oleh jajaran Polri bersama tim gabungan saat menangani kebakaran rumah warga yang terjadi di Jalan Almakmur RT 31, Kelurahan Damai, Kecamatan Balikpapan Kota, pada Minggu pagi (6/7/2025).

Peristiwa kebakaran yang terjadi sekitar pukul 08.50 WITA itu menghanguskan sebagian loteng lantai dua rumah milik Bapak Muhammad Sodigin yang dihuni oleh dua kepala keluarga dengan total delapan jiwa. Meski sempat menimbulkan kepanikan, beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Mendapat laporan dari masyarakat, personel piket Pammat Direktorat Samapta Polda Kaltim segera bergerak ke lokasi. Api berhasil dipadamkan secara cepat dan efektif, kemudian dilanjutkan dengan proses pendinginan guna mencegah api kembali menyala.

Upaya pemadaman dilakukan secara terpadu bersama sejumlah unsur, meliputi Unit TRC PB, UPT PBD Wilayah Kota, Tengah, Selatan dan Gunung Samarinda, TNI AL, BPBD, TNI, PSC, PLN, PDAM, Dishub, Satpol PP, Linmas, Puskesmas setempat, serta perangkat Kelurahan dan Kecamatan, dibantu para relawan dan warga.

Penanganan di lapangan dipimpin oleh Danru Piket Pammat Regu 2, Bripda Naufalhaq Helmy A., yang memastikan proses evakuasi dan pemadaman berlangsung aman dan tertib.

“Respons cepat dan sinergi antarinstansi menjadi faktor utama dalam keberhasilan penanganan kebakaran ini. Kami mengapresiasi semua pihak yang terlibat, sehingga api tidak meluas dan tidak menimbulkan korban jiwa,” ujar Bripda Naufalhaq.

Polri juga terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di musim kemarau. Warga diminta segera melapor jika terjadi insiden serupa agar dapat segera ditangani.

Peristiwa ini menjadi bukti nyata kesiapan dan dedikasi Polri bersama seluruh unsur penanggulangan bencana dalam memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat serta menjaga stabilitas dan ketertiban wilayah Kalimantan Timur, khususnya Kota Balikpapan. (*)

Meriahkan Hari Bhayangkara ke-79, Polda Kaltim Gelar Nobar Pagelaran Wayang Kulit Bersama Masyarakat

 

SIDIKPOST| Kukar— Dalam rangkaian kegiatan memperingati Hari Bhayangkara ke-79, Polda Kalimantan Timur menggelar nonton bareng (nobar) pagelaran wayang kulit secara virtual yang diselenggarakan oleh Mabes Polri dengan lakon “Amarta Binangun”, bertempat di Mako Polresta Balikpapan, Jumat malam (4/7/2025).

Acara nobar tersebut turut dihadiri Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro, S.H., S.I.K., C.F.E., M.H., didampingi Wakapolda Kaltim Dr. H. M. Sabilul Alif, S.H., S.I.K., M.Si., para Pejabat Utama Polda Kaltim, Kapolresta Balikpapan, tokoh masyarakat, serta komunitas pecinta seni dan budaya tradisional.

Pagelaran wayang kulit menampilkan lakon Amarta Binangun yang sarat nilai filosofis tentang pentingnya harmoni, ketertiban, dan kesejahteraan sebagai fondasi sebuah negeri yang makmur. Lakon tersebut dibawakan oleh empat dalang ternama dari berbagai latar belakang, yaitu Prof. Dr. KPH Yanto SK, S.H., M.H., Ki Sri Kuncoro (anggota Polri berpangkat Ipda), Ki MPP Bayu Aji Pamungkas, dan Ki Harso Widisantri (anggota TNI AL berpangkat Mayor Laut).

Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Yuliyanto, S.I.K., M.Sc., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata pelestarian budaya warisan leluhur yang sejalan dengan semangat Polri Presisi, yakni hadir di tengah masyarakat tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra budaya dan sosial.

“Pagelaran wayang kulit ini tidak sekadar hiburan, tetapi juga media untuk menyampaikan pesan moral, kebangsaan, dan nilai-nilai kebaikan. Ini menjadi salah satu cara Polri membangun kedekatan dengan masyarakat melalui pendekatan budaya,” jelas Kombes Pol Yuliyanto.

Ia juga menambahkan, antusiasme masyarakat dan komunitas budaya yang hadir menunjukkan sinergi positif antara Polri dan masyarakat dalam menjaga serta merawat nilai-nilai kearifan lokal.

Melalui kegiatan ini, Polda Kaltim berharap dapat terus memperkuat hubungan emosional dan kemitraan antara Polri dan seluruh lapisan masyarakat, serta mendorong pelestarian budaya Nusantara dalam balutan semangat kebangsaan. ,(*)

Semarak Hari Bhayangkara ke-79, Kapolda Kaltim Resmikan Program Gizi dan Tutup Turnamen Kapolda Cup 2025

SIDIKPOST| Balikpapan — Puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-79 diwarnai dengan kemeriahan dan semangat kebersamaan dalam acara jalan santai yang diselenggarakan Polda Kalimantan Timur, Sabtu (05/07/2025), di Lapangan M. Jasin, Mako Sat Brimob, Kawasan Stal Kuda, Balikpapan.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kapolda Kaltim, Irjen Pol Endar Priantoro, S.H., S.I.K., C.F.E., M.H., bersama Wakapolda, jajaran pejabat utama, Gubernur Kaltim, Pangdam VI/Mulawarman, Forkopimda, Bhayangkari Daerah Kaltim, serta ribuan peserta dari keluarga besar Polda Kaltim.

Rangkaian acara diawali dengan senam bersama, dilanjutkan pelepasan jalan santai yang diikuti antusias oleh seluruh peserta. Momen ini menjadi ajang mempererat tali silaturahmi dan semangat solidaritas antarkomponen Polri dan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Kaltim juga meresmikan secara simbolis program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang akan menyalurkan bantuan gizi kepada 3.227 pelajar tingkat TK hingga SMP di Kota Balikpapan. Program ini menjadi bentuk nyata dukungan Polri terhadap peningkatan kualitas generasi muda Indonesia.

“Melalui SPPG, kami ingin memastikan bahwa generasi penerus tumbuh sehat dan siap bersaing. Ini adalah kontribusi nyata Polri dalam program strategis nasional,” ujar Kapolda Kaltim.

Kemeriahan berlanjut dengan final Turnamen Sepak Bola Kapolda Cup 2025 yang mempertemukan bakat-bakat muda dari Kalimantan Timur.

  • Kategori Usia 8 Tahun: Juara I – SSB Telkom, Juara II – Bintang Timur
  • Kategori Usia 10 Tahun: Juara I – KU Kayu, Juara II – Pinisi
  • Kategori Usia 12 Tahun: Juara I – KU Kayu, Juara II – Bebanir

Kapolda Kaltim menegaskan bahwa pembinaan terhadap olahraga anak dan remaja akan terus dikembangkan. “Kami akan terus dorong pembinaan berkelanjutan untuk sepak bola, bulutangkis, dan judo, demi masa depan atlet muda,” tegasnya.

Selain olahraga, acara juga diramaikan berbagai hiburan dan pembagian doorprize, termasuk hadiah utama 3 sepeda motor dan 3 paket umrah. Penampilan artis nasional seperti Selfi KDI, Jose Idol, dan Ndarboy Genk turut menyemarakkan suasana, disambut meriah oleh peserta yang hadir.

Dalam sambutannya, Irjen Pol Endar Priantoro juga mengapresiasi dukungan penuh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, termasuk dalam rencana pembangunan sekolah di Kutai Kartanegara. Ia menegaskan bahwa Polri hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tapi juga sebagai mitra pembangunan nasional.

“Sinergi Polri dengan seluruh elemen bangsa harus terus diperkuat demi terciptanya Kalimantan Timur yang aman, sehat, dan berdaya saing,” pungkasnya.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari ke-73, yang turut berperan aktif dalam program sosial dan pendidikan.

Dengan mengusung semangat Polri untuk Masyarakat, peringatan Hari Bhayangkara ke-79 menjadi tonggak penting dalam memperkokoh kolaborasi antara Polri, pemerintah, dan masyarakat untuk Indonesia yang lebih maju. (*)

Sat Polairud Polres Kukar Sambangi Warga Sungai Meriam, Tekankan Keselamatan dan Kewaspadaan

SIDIKPOST| Kukar — Dalam rangka membangun komunikasi yang baik sekaligus memastikan keamanan wilayah pesisir, Satuan Polisi Perairan dan Udara (Sat Polairud) Polres Kutai Kartanegara kembali turun langsung ke tengah masyarakat. Kegiatan sambang dan patroli dialogis dilakukan di wilayah Sungai Meriam, Kecamatan Anggana, Jumat (4/7/2025), oleh lima personel Polairud.

Personel yang bertugas dalam kegiatan ini adalah Bripka Herlinanto, Bripka Soni W.M, Brigpol Angga S, Brigpol M. Syafi’i, dan Bripda M. Rizky Firdaus. Mereka menggunakan armada perairan dinas untuk menjangkau titik-titik pemukiman warga pesisir yang berdekatan langsung dengan aliran sungai.

Dalam pertemuan langsung tersebut, petugas mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan sungai, tidak membuang limbah atau sampah sembarangan, serta menghindari aktivitas berenang di tepi sungai. Hal ini disampaikan mengingat potensi bahaya serangan buaya dan cuaca ekstrem yang kerap terjadi di wilayah tersebut.

“Waspada terhadap air pasang dan jangan mandi di sungai saat cuaca tak menentu. Kita semua harus saling menjaga,” ujar salah satu anggota kepada warga.

Selain menyampaikan imbauan kamtibmas, petugas juga membuka ruang diskusi agar masyarakat bisa menyampaikan keluhan, aspirasi, serta informasi apapun yang berkaitan dengan situasi keamanan dan kondisi lingkungan sekitar.

Warga menyambut baik kegiatan tersebut dan menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian serta kehadiran aparat kepolisian di wilayah mereka. Mereka berharap sambang seperti ini rutin dilakukan, karena sangat membantu menciptakan rasa aman.

Dengan sambang ini, Sat Polairud Polres Kukar menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai mitra masyarakat, menciptakan lingkungan pesisir yang aman, tertib, dan selaras dengan prinsip keselamatan bersama. (*)

Sat Samapta Polres Kukar Intensifkan Patroli Cegah Kriminalitas di Lokasi Rawan

SIDIKPOST |Kukar — Satuan Samapta Polres Kutai Kartanegara terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dengan melaksanakan patroli rutin yang ditingkatkan atau Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) di sejumlah titik rawan, Jumat (4/7/2025) pagi.

Patroli yang dimulai sejak pukul 09.30 WITA ini melibatkan enam personel Samapta, yakni Bripda Asriel, Bripda Diki Rahman Salik, Bripda Purnama Nur Aryandi, Bripda Rahmat, Bripda Muhammad Ari Ramadhani, dan Bripda Muhammad Yusril. Sasaran utama kegiatan ini adalah kawasan publik dengan potensi kerawanan tinggi seperti area Pulau Kumala, perbankan, serta lingkungan museum.

Di setiap titik, petugas tidak hanya melakukan pemantauan visual, tetapi juga aktif memberikan imbauan kepada masyarakat dan petugas keamanan setempat agar lebih waspada terhadap aktivitas mencurigakan.
“Kami mengajak masyarakat untuk tidak segan melapor jika menemukan hal yang tidak biasa. Call Center 110 atau kantor polisi terdekat siap menerima laporan kapan saja,” ujar salah satu anggota patroli di sela kegiatan.

Langkah ini bertujuan untuk membangun kesadaran kolektif bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga seluruh warga. Respons masyarakat yang positif terhadap kehadiran patroli pun menjadi bukti bahwa pendekatan preventif sangat dibutuhkan.

Selama pelaksanaan patroli, situasi terpantau aman dan tertib tanpa adanya temuan gangguan kamtibmas. Warga dan pengunjung menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap intensitas patroli terus dipertahankan, terutama di titik-titik keramaian.

Dengan kegiatan ini, Sat Samapta Polres Kukar tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga memperkuat hubungan kemitraan dengan masyarakat demi menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi semua. (*)

Bhabinkamtibmas Loa Janan Dampingi Pengukuran Tanah, Wujudkan Mediasi Sejak Dini

SIDIKPOST| Kukar — Dalam upaya menjaga kondusivitas dan mencegah konflik agraria di tingkat akar rumput, Bhabinkamtibmas Desa Tani Bhakti, Polsek Loa Janan, Bripka Wahyudi Aminudin, turun langsung mendampingi proses pengukuran tanah antara warga dan pihak perusahaan di Desa Tani Bhakti, Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara, Jumat (4/7/2025).

Pengukuran ini merupakan tindak lanjut dari permintaan masyarakat yang membutuhkan kejelasan batas lahan mereka demi menghindari potensi tumpang tindih dengan area yang diklaim pihak perusahaan. Selama ini, ketidakjelasan batas menjadi salah satu pemicu utama sengketa yang sulit diselesaikan secara damai.

Dalam keterangannya di lokasi, Bripka Wahyudi mengingatkan seluruh pihak agar mengedepankan musyawarah dan saling menghormati dalam proses yang berlangsung.
“Masalah tanah itu bisa sangat sensitif dan rentan menimbulkan konflik. Oleh karena itu, kami dari kepolisian hadir untuk menjamin bahwa proses ini berjalan aman, terbuka, dan adil,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya menjauhi provokasi serta mempercayakan penyelesaian melalui jalur mediasi yang dibangun dengan komunikasi dan niat baik dari kedua belah pihak.

Kegiatan yang berlangsung hingga siang hari ini berjalan dengan tertib dan mendapat respons positif dari semua yang hadir. Tak hanya warga dan perwakilan perusahaan, perangkat desa juga turut mengawal jalannya pengukuran yang dilakukan oleh tim teknis yang ditunjuk.

Langkah ini menjadi salah satu bentuk komitmen Polri, khususnya jajaran Bhabinkamtibmas, dalam merawat keharmonisan sosial dan menyelesaikan potensi konflik secara preventif, transparan, dan damai. (*)

Jumat Berkah, Sat Brimob Polda Kaltim dan Polsek Kota Bangun Tebar Manfaat untuk Warga

SIDIKPOST| Kukar – Dalam semangat kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat, Satbrimob Polda Kalimantan Timur dan Polsek Kota Bangun kembali menunjukkan komitmennya melalui dua aksi nyata di lapangan pada Jumat (4/7/2025).

Di Kota Balikpapan, Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Kaltim melaksanakan kegiatan sosial bertajuk Jumat Peduli, dengan menyalurkan bantuan sembako kepada warga kurang mampu di kawasan Jalan Mulawarman RT.28, Kelurahan Sepinggan Raya.

Dansat Brimob Polda Kaltim, Kombes Pol Andy Rifai, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab sosial dan moral Brimob kepada masyarakat.
“Kami tidak hanya fokus pada tugas keamanan, tetapi juga berusaha menjadi bagian dari solusi atas persoalan sosial. Kegiatan seperti ini akan terus kami jalankan secara berkelanjutan,” tegasnya.

Sementara itu, di Kabupaten Kutai Kartanegara, Polsek Kota Bangun melakukan peninjauan langsung ke lahan jagung milik warga seluas 1,5 hektare di Desa Kota Bangun Ulu, Kecamatan Kota Bangun. Kegiatan yang dilaksanakan sejak pagi tersebut bertujuan untuk mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pendekatan komunitas.

Kapolsek Kota Bangun, AKP Ribut, menyatakan bahwa kehadiran Polri di sektor pertanian menjadi bagian penting dari implementasi program strategis Asta Cita.
“Ketahanan pangan adalah pilar utama dalam membangun kemandirian desa dan ketahanan nasional. Kami hadir untuk mendukung masyarakat secara langsung,” ujarnya.

Selain meninjau tanaman, para personel juga berdialog dengan petani dan menyampaikan sejumlah masukan terkait praktik pertanian berkelanjutan. Warga pun menyambut baik kunjungan tersebut, berharap sinergi ini terus berlanjut dengan bentuk pembinaan yang lebih intensif.

Kedua kegiatan ini menjadi bukti bahwa Polri tidak hanya hadir sebagai penjaga keamanan, tetapi juga mitra aktif dalam membangun kesejahteraan dan ketahanan masyarakat dari berbagai aspek kehidupan. (*)

Menggali Sejarah Raden Sawunggaling: Dari Ayam Jago Hingga Sumpah Melawan VOC

SIDIKPOST| Surabaya — Malam 7 Muharram 1447 Hijriyah atau bertepatan dengan Kamis, 3 Juli 2025, menjadi momen penuh makna dalam kegiatan wisata religi yang digelar di Surabaya, tepatnya di Jl. Lidah Wetan Tengah No.27, Lidah Wetan, Kec. Lakarsantri, Surabaya, Jawa Timur. Acara ini dipimpin langsung oleh Ketua Napak Tilas Sirnah Gali bersama keluarga besar almarhum Bapak Marjuni. Turut hadir pula anggota pers nasional, Erfan Pratama, yang juga menjabat sebagai Ketua Pokja PWI Kejaksaan dan Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana spiritual, namun juga ruang pelurusan sejarah dan penguatan identitas budaya. Fokus utama adalah sosok Raden Sawunggaling, tokoh besar yang merepresentasikan semangat perlawanan terhadap penjajahan VOC sekaligus simbol keteguhan moral masyarakat Surabaya tempo dulu.

Jejak Darah Bangsawan: Anak dari Cinta Sejarah

Raden Sawunggaling, juga dikenal sebagai Mbah Joko Berek, merupakan keturunan langsung dari Joko Tangkeban atau Jangrono III, Adipati Surabaya, yang menikahi Raden Ayu Dewi Sandra, putri dari Kerajaan Blambangan. Pernikahan ini adalah pernikahan ketiga sang Adipati dan dari sinilah lahir Mbah Joko Berek.

Sejak kecil, Mbah Joko Berek dikenal sebagai anak yang penyayang dan mencintai alam. Sejak usia delapan tahun, ia memiliki seekor ayam jago bernama Bagong, bukan sebagai alat sabung ayam, melainkan sahabat sejati. Narasi yang menyebutkan bahwa Sawunggaling adalah penyabung ayam adalah keliru. Justru yang gemar menyabung ayam adalah saudara tirinya, anak dari pernikahan Jangrono dengan wanita dari Kartosuro.

Darah dan Identitas yang Diperjuangkan

Ketika dewasa, Mbah Joko Berek memulai perjalanan ke Kadipaten Surabaya untuk mencari ayahnya. Dalam perjalanannya, ia dihadang oleh Mbah Sawung Rono dan Mbah Sawung Sari. Ia diizinkan masuk jika ayam jagonya, Bagong, mampu mengalahkan ayam mereka. Jika kalah, Mbah Joko Berek akan dipenggal sebagai tumbal alun-alun Kadipaten Surabaya.

Bagong menang, namun karena kekalahan tak diterima, ayam tersebut dibawa kabur ke dalam kadipaten. Tanpa sengaja, Mbah Joko Berek justru bertemu dengan ayah kandungnya, Jangrono III. Ia sempat dianggap mencuri dan hampir dihukum mati, tetapi setelah menunjukkan selendang tenun cinde pemberian ibunya, identitasnya diakui.

Sebagai syarat pengakuan sebagai anak sah, ia ditugaskan menggembala 144 ekor kuda. Tugas tersebut dijalankan dengan penuh kerendahan hati dan berhasil diselesaikan. Pengakuan sebagai keturunan Adipati pun akhirnya diberikan.

Namun, tekanan politik dari VOC dan Perjanjian Jepara yang menjerat Kerajaan Mataram menjadikan Surabaya sebagai wilayah wajib upeti. Jangrono III menolak tunduk. Untuk menjauhkan pewaris sah, VOC mengirim Mbah Joko Berek ke hutan angker “Alas Nambas Kelingan” — sebuah tugas berbahaya.

Dengan bantuan Raden Ayu Pandansari, ia berhasil menaklukkan hutan tersebut. Namun ayahnya, yang diracun oleh pihak sekutu VOC dari Kartosuro, meninggal dunia. Dalam keadaan sekarat, sang ayah menyematkan gelar Raden Sawunggaling sebagai simbol perjuangan dan pengakuan darah bangsawan.

Janji Darah dan Perlawanan Abadi

Setelah wafatnya sang ayah, Raden Sawunggaling bersumpah mengusir VOC dari tanah Jawa. Ia menghimpun kekuatan bersama para adipati lain yang juga menentang VOC. Perlawanan dipimpin dari Surabaya hingga Batavia dan berbagai wilayah Nusantara.

Prasasti perjuangannya masih ditemukan di berbagai tempat, dan nilai-nilai perlawanan itu terus hidup, termasuk di Ponorogo, di mana para pengikutnya masih menjaga ajaran dan semangat juangnya.

Salah satu kisah menarik terjadi saat sayembara memanah nasional di Kartosuro. Raden Sawunggaling, yang menyamar dengan nama keraton Raden Mas Banding Notopuro, mengalahkan seluruh peserta termasuk kalangan darah biru. Ia membuktikan bahwa rakyat biasa pun bisa memimpin jika memiliki tekad dan keberanian.

Simbol Persatuan dan Toleransi

Wisata religi ini bukan hanya napak tilas sejarah, namun juga simbol persatuan lintas agama dan budaya. Selama peringatan, diadakan doa bersama lintas iman. Umat Islam membaca Yasin dan istighotsah, sedangkan umat Kristen, Hindu, Budha, dan lainnya memanjatkan doa sesuai kepercayaan masing-masing. Semua kemudian berkumpul dalam semangat tumpeng dan guyub rukun.

Kegiatan rutin juga digelar setiap Jumat Legi malam Sabtu Pahing, menandai kawasan ini sebagai ruang spiritual dan budaya bersama.

Juru Kunci generasi ke-18, Pak Setya Budi — yang menjabat sejak 2018 — menegaskan pentingnya merawat sejarah. “Jangan pernah lupakan leluhur. Kita bisa minum kopi hari ini karena darah dan perjuangan mereka. Termasuk para tokoh, ulama, dan pejuang dari berbagai agama dan suku yang memerdekakan kita,” ucapnya haru.

Penutup: Warisan untuk Generasi Mendatang

Ziarah dan napak tilas ini menjadi pengingat bahwa perjuangan bukan milik satu golongan, tetapi milik seluruh anak bangsa. Perjuangan Raden Sawunggaling bukan hanya tentang darah, tetapi tentang pengabdian, keberanian, dan kesetiaan terhadap negeri.

Dari Surabaya hingga ke ujung Nusantara, semangat perjuangan itu tetap hidup — mengajarkan bahwa kemerdekaan bukan hadiah, tetapi warisan yang harus terus dijaga dan dihormati oleh generasi penerus bangsa. (*)