Polsek Muara Jawa Melakukan Patroli Sambang dan Himbauan Kamtibmas untuk Dekat dengan Masyarakat

Polsek Muara Jawa

SIDIKPOST | KUKAR, Dalam rangka untuk lebih mendekatkan diri dengan masyarakat, anggota Polsek Muara Jawa melakukan patroli sambang dan memberikan himbauan Kamtibmas kepada warga pada hari Sabtu (1/7/2023).

Pada patroli sambang tersebut, anggota Polsek Muara Jawa menyampaikan pesan-pesan keamanan kepada warga dengan harapan agar mereka tetap waspada terhadap keamanan lingkungan sekitar. Mereka juga mengingatkan warga untuk selalu mengawasi apabila ada orang atau kelompok yang menyebarkan ajaran-ajaran yang bertentangan dengan Pancasila.

Selain itu, anggota Polsek Muara Jawa juga mengajak warga untuk aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban serta menjaga hubungan yang harmonis antara sesama warga dengan saling menjaga silaturahmi.

Kapolsek Muara Jawa, AKP Yohanes Bonar Adiguna, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk memberitahu masyarakat bahwa tugas polisi tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pengayom, pelindung, dan pelayan masyarakat.

“Patroli sambang ini juga bertujuan untuk menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif,” ujarnya.

( SDP)

Program Kampung Terang: Menerangi Kota Tangerang untuk Kemanan dan Kenyamanan Masyarakat

Program Kampung Terang

SIDIKPOST | Jakarta, Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) merupakan fasilitas yang disediakan oleh pemerintah untuk memberikan pencahayaan pada perjalanan masyarakat saat malam hari. Pemerintah Kota Tangerang, khususnya, menjalankan program Kampung Terang dan Tangerang Terang dengan tujuan untuk menciptakan Kota Layak Huni.

Program Kampung Terang melibatkan pemasangan PJU di kawasan jalan dengan lebar tidak lebih dari tiga meter, terutama di gang-gang permukiman warga. Baik di jalan raya maupun di pemukiman, PJU memiliki peranan yang sangat penting. Selain memberikan pencahayaan, PJU juga dapat mengurangi angka kecelakaan dan tindak kriminalitas. Namun, terkadang terjadi kerusakan pada lampu PJU, sehingga jalan raya menjadi gelap.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang, Achmad Suhaely, menjelaskan bahwa jika menemukan PJU yang rusak, dapat melaporkannya ke pusat komando Pemkot Tangerang melalui nomor 112 atau melalui aplikasi Tangerang LIVE atau LAKSA. “Jika menemukan PJU yang mati atau rusak, bisa langsung melaporkannya melalui layanan aplikasi Tangerang LIVE atau LAKSA,” jelas Suhaely pada Jumat (30/6/23).

Selain itu, masyarakat juga dapat mengusulkan pemasangan PJU kepada Dishub Kota Tangerang. Prosesnya dimulai dengan menginventarisasi data jalan yang belum memiliki penerangan jalan atau memiliki pencahayaan yang kurang memadai. Selanjutnya, masyarakat dapat mengajukan usul melalui Musyawarah Kelurahan, Musyawarah Kecamatan, dan Musrenbang tingkat Kota.

Dalam upaya menangani PJU di Kota Tangerang, Dishub menurunkan 41 personel yang bertugas setiap harinya. Mereka akan mengatasi berbagai masalah yang terkait dengan PJU tersebut.( ardhi )

Polri dan TNI Menggagas Program Revitalisasi Situs Budaya dan Agama dalam Peringatan Hari Bhayangkara ke-77

Revitalisasi Situs Budaya dan Agama

SIDIKPOST | Jakarta, Pada saat ini, Polri sedang mengusulkan program untuk menghidupkan kembali situs budaya dan situs agama sebagai bagian dari peringatan Hari Bhayangkara ke-77. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Laksamana Yudo Margono telah menerima laporan dari semua polda terkait kemajuan program tersebut.

Dalam acara doa bersama lintas agama yang diadakan di Lapangan Bhayangkara, Jakarta, pada Jumat (30/6/2023), dialog interaktif dengan Polda di seluruh Indonesia disampaikan. Acara ini dihadiri oleh 3.200 orang dari berbagai lapisan masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, badan eksekutif mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, dan pemuda dari seluruh elemen masyarakat.

Sigit mengucapkan terima kasih atas kegiatan yang dilakukan oleh jajaran Polri terkait peringatan Hari Bhayangkara ke-77, termasuk program revitalisasi 77 situs budaya dan agama yang dilakukan oleh polda-polda.

Situs budaya dan agama yang sedang direvitalisasi terdiri dari 20 masjid, 5 gereja, 5 pura/kuil, 1 vihara, 3 klenteng, 24 makam, 3 istana/keraton, 1 candi, 5 situs simbol agama, 2 situs tokoh nasional, dan 8 situs nasional.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kegiatan yang telah dilakukan terkait dengan berbagai macam kegiatan, termasuk juga revitalisasi situs budaya dan situs-situs agama,” kata Sigit.

Kemudian, Sigit meminta perwakilan dari salah satu polda untuk menyampaikan laporan tentang kegiatan revitalisasi situs budaya dan agama di wilayah hukum mereka masing-masing. Sigit meminta Polda Jawa Tengah untuk menyampaikan laporan terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan oleh Polda Sulawesi Selatan.

Jajaran Polda Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan melaporkan secara rinci tentang kemajuan revitalisasi yang telah dilakukan. Sigit mengucapkan terima kasih kepada jajaran polda yang telah melaksanakan revitalisasi di berbagai tempat.

“Terima kasih atas kerjasamanya dalam melaksanakan revitalisasi di beberapa tempat,” kata Sigit.

Mantan Kabareskrim ini menyatakan bahwa revitalisasi merupakan upaya untuk merawat toleransi dan membangkitkan ekonomi di sekitar situs budaya. Menurut Sigit, hal ini menjadi modal untuk persatuan dan kesatuan dalam menjaga Indonesia.

“Tentunya, seperti yang telah saya sampaikan sebelumnya, ini merupakan bagian dari upaya kita untuk merawat kebersamaan, toleransi, budaya, sekaligus juga membangkitkan ekonomi di sekitar situs yang ada. Yang paling penting, semua ini menjadi modal untuk persatuan dan kesatuan dalam menjaga negara kesatuan kita,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono juga memberi sambutan dan menerima laporan tentang kemajuan revitalisasi dari perwakilan Polda Kalimantan Tengah (Kalteng). Yudo menyampaikan apresiasi kepada Polda Kalteng atas upaya mereka dalam merawat Istana Kuning yang merupakan sebuah situs sejarah.

“Terima kasih kepada Pak Kapolres Kotawaringin Timur beserta pejabat daerah dan para pengurus Istana Kuning. Ini adalah langkah yang sangat baik dalam memelihara situs sejarah yang juga memiliki nilai budaya yang luar biasa bagi generasi penerus,” kata Yudo.

“Seperti yang disampaikan tadi, Istana Kuning pernah menjadi tempat pertemuan para pejabat dan merupakan lambang persatuan dan kesatuan dalam peninggalan sejarah yang sangat berharga,” tambahnya.

Yudo mengungkapkan bahwa revitalisasi yang dilakukan oleh jajaran polda merupakan langkah awal yang baik dan harus terus dilanjutkan. Menurut Yudo, situs-situs sejarah harus dijaga agar tetap berada dalam kondisi baik untuk generasi penerus bangsa.

“Terima kasih kepada Pak Kapolri atas program merawat situs budaya dan sejarah. Ini adalah langkah awal yang sangat baik dan harus diteruskan agar peninggalan sejarah ini dapat dikenal oleh generasi penerus kita, karena situs-situs sejarah ini pasti memiliki makna yang bagus yang perlu diketahui oleh generasi penerus,” ujar Yudo.

Dengan adanya program revitalisasi situs budaya dan agama ini, Polri dan TNI bersama-sama berusaha untuk melestarikan warisan budaya dan sejarah Indonesia. Selain itu, revitalisasi ini juga diharapkan dapat membangkitkan ekonomi di sekitar situs-situs tersebut dan memperkuat persatuan serta kesatuan dalam menjaga negara kesatuan Republik Indonesia. ( AWI E)