Satgas Yonif 125 Ajak Warga Makan Bersama Sekaligus Bagikan Bendera Merah Putih

Merajut Tali Persaudaraan Sesama Anak Bangsa

SIDIKPOST|(Merauke). Satgas Pamtas Yonif 125/Simbisa dipimpin langsung oleh Dansatgas gelar makan bersama dengan warga Kampung Bupul, Distrik Elikobel, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Yonif 125/Si’mbisa, Letkol Inf Anjuanda Pardosi dalam rilis tertulisnya di Kabupaten Merauke, Papua, Rabu (29/7/2020).

Diungkapkan Dansatgas, kegiatan makan bersama dengan warga ini dilaksanakan di Pos Bim

Bertujuan agar hubungan antara Satgas dengan warga semakin akrab dan kompak.

Dalam sambutannya, Letkol Inf Anjuanda Pardosi menyampaikan kehadiran Satgas di wilayah ini selain menjaga keamanan perbatasan juga untuk membantu mengatasi kesulitan warga.

Kita sangat kaya akan keanekaragaman suku dan budaya, tetapi kita adalah satu yang dibungkus oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Satgas Yonif 125/Simbisa juga membagikan bendera Merah Putih kepada warga

untuk meningkatkan semangat nasionalisme sekaligus membuktikan bahwa kita adalah satu yaitu Indonesia, ujar Dansatgas.

Lebih lanjut dikatakan, Satgas Yonif 125/Simbisa berkomitmen untuk menjaga kelestarian alam Papua yang setidaknya bisa kita mulai dari diri sendiri.

“Saya melarang keras bahkan mengharamkan Prajurit Satgas Yonif 125/Simbisa melakukan perburuan satwa liar maupun memelihara burung,” tandasnya.

Sementara itu, Jimmi Rohrohmana Kepala Distrik Elikobel menyampaikan ucapan terima kasih atas kebersamaan Satgas dengan warga yang selama ini sudah berjalan dengan baik.

Ia juga mengajak warganya mendukung komitmen Satgas Yonif 125/Simbisa untuk menjaga kelestarian alam Papua dan selalu membangun kebersamaan.

Baca Filep Wamafma: Beri Kewenangan Luas Ke Pemprov dan Rakyat Papua Atur Daerahnya Sendiri

“Saya berharap, kebersamaan dan keakraban ini tidak berhenti sampai disini, namun harus tetap kita pelihara dan ditingkatkan,” katanya.

Anas Mogujai (55) Wakil Kepala Adat Kampung Bupul saat menerima bendera Merah Putih dari Dansatgas menuturkan

Sekelumit sejarah mengenai pertama kalinya Bendera Merah Putih dikibarkan oleh suku Yei di Kampung Kweel, Distrik Elikobel, Kabupaten Merauke

Pada tanggal 15 Agustus 1961 (sebelum bendera Merah Putih berkibar di Merauke).

“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah dan TNI atas kepedulian dan perhatiannya kepada warga perbatasan,” ujarnya. ( * )

Autentikasi :

Papen Satgas Yonif 125/Simbisa, Lettu Chk Juspindeli Girsang

Peran TNI Dalam Pemberantasan Aksi Terorisme Diamanatkan Dalam Undang-Undang

SIDIKPOST|(Puspen TNI).  Aksi-aksi terorisme semakin marak terjadi di seluruh penjuru dunia, tak terkecuali Indonesia. Aksi terorisme sepatutnya dipandang tidak hanya sebagai sebuah kejahatan, namun harus dilihat sebagai sebuah ancaman terhadap kepentingan nasional, sehingga optimalisasi peran TNI dalam pemberantasan aksi terorisme adalah hal yang mutlak sebagaimana telah diamanatkan dalam Undang-Undang.

Demikian dikatakan Kasum TNI, Letjen TNI Joni Supriyanto saat mendampingi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Republik Indonesia (Menkopolhukam RI) Prof. Dr. Mahfud MD pada kunjungan kerja dan memberikan pengarahan kepada Prajurit Detasemen Jala Mangkara TNI AL di Mako Detasemen Jala Mangkara, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (29/7/2020).

Pada kesempatan tersebut, Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, Letjen TNI Joni Supriyanto menyampaikan bahwa Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo juga telah menekankan pentingnya memberikan kewenangan kepada Tentara Nasional Indonesia dalam mengatasi aksi terorisme, sehingga dapat diberantas langsung ke akarnya.

Baca Juga

Kasum TNI menyampaikan bahwa merupakan suatu kehormatan bagi prajurit-prajurit Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) dapat menerima kunjungan Bapak Menkopolhukam kali ini, sekaligus para prajurit dapat menunjukkan kemampuan khusus yang dimiliki, tidak hanya dalam operasi antiteror, namun juga  antisabotase dan klandestin aspek laut.

Seluruh prajurit Denjaka dituntut memiliki kesiapan operasional mobilitas kecepatan, kerahasiaan dan pendadakan yang tertinggi di segala medan operasi baik darat, laut maupun udara. Denjaka bersumber dari prajurit-prajurit pilihan, terbaik dan tangguh yang direkrut dari personel Intai Amfibi Marinir dan juga dari Komando Pasukan Katak.

Satuan-Satuan Pasukan Elite TNI selalu siap siaga untuk melaksanakan tugas menjaga dan mempertahankan tegaknya kedaulatan negara. Kami tidak ingin dikenal, tapi kami siap mendarmabaktikan jiwa raga kami demi republik ini. Kami memang bukan yang terbesar, tapi mematikan.

Autentikasi:
Kabidpenum Puspen TNI, Letkol Sus Aidil

Pengalihan Nilai dan “Kekuatan” Pancasila, karena Kepentingan Pemilik Modal

Eksistensi Nilai Pancasila Ditengah Distraksi Cita Kebangsaan

SIDIKPOST| Sidoarjo — Pengalihan (distraksi) nilai-nilai Pancasila dalam sistem hukum, sistem pemerintahan (penyelengaraan negara atau penyelenggaraan pemerintahan), sistem peradilan, dan sisi positif dalam hal kemanusian

karena ada kepentingan pemerintah dan pemilik modal, mempengaruhi pembuatan undang-undang maupun peraturan perundangan terkait.

Demikian secara garis besar pemikiran narasumber pada Webinar tentang “Eksistensi Nilai Pancasila Ditengah Distraksi Cita Kebangsaan”, pada Rabu (29/8/2020),

Dengan Penyelengaraan Fakultas Bisnis, Hukum dan Ilmu Sosial Univeristas Muhammadiyah Sidoarjo.

Di antaranya undang-undang dan RUU paling disoroti ialah UU ITE, UU Pers, UU KIP, UU Administrasi Kependudukan, UU Grasi, dan RUU HIP serta RUU Cipta Kerja (Omnibus Law).

Dan sampai 2019, terdapat 263 permohonan pengujian undang-undang yang bertentangan dengan UUD 1945, dikabulkan Mahkamah Konstitusi.

Webinar dengan diikuti Rektor Univeristas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Dr Hidayatulloh, M.Si, Dekan FBHIS Umsida, Wisnu D Setiyono, M.Si PhD,

Noor Fatimah Mediawati, SH. MH, (Kaprodi Ilmu Hukum FBHIS), Rifai Ridlo Pahlevi, SH, MH (Ketua LKDH Umsida) dengan diikuti peserta secara nasional sesuai dengan data pendaftaran peserta.

Baca Juga

“Webinar ini diselenggarakan karena keprihatinan kita bersama, RUU HIP terjadi pro dan kontra di masyarakat. Dan Pancasila sebagai perjanjian yang Agung, semoga dapat dipertahankan,” kata Wisnu memberikan kata pembuka.

Dipandu moderator Multazam SH, MKN, Dr. Hamdan Zoelva SH, MH, memberikan analisa bahwa eksistensi Pancasila ada yang salah pada penempatan dan ada pemaksaan. Ancaman lain, Pancasila tidak pada posisinya.

Menurut Hamdan, konsep yang berkembang dan prinsip dari sila-sila sudah baik, karena mampu mengatasi ideologi yang ada di dunia ini.

“Kenyataannya banyak RUU, justru nilai-nilai Pancasila jauh dari harapan,” katanya.

Ahmad Riyadh UB P.hD memberikan pernyataan penutup bahwa banyak undang undang disusupi sebagai distraksi (pengalihan) nilai-nilai Pancasila karena kepentingan pemerintah dan kepentingan pemilik modal, mengabaikan kepentingan masyarakat.

Padahal, Presiden Joko Widodo bersama Tim Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) semestinya menjadi benteng terakhir memperpanjang eksistensi Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dimana ketika proses pembuatan maupun ketika sudah ditetapkan jadi undang-undang.

Baca SMSI Dan MUI Jatim, Samakan Persepsi Menolak RUU HIP

Misalnya, kata Riyadh, sudah ditetapkan menjadi undang undang, ternyata tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Presiden dengan sungguh-sungguh dalam tempo singkat dapat mengganti dengan PERPU.

“Yang jelas, Pancasila sebagai kesepakatan para pendiri bangsa, san hadiah terbesar bangsa Indonesia dari umat Islam karena sepakat dengan Dasar Negara Pancasila. Oleh karena itu, seharusnya dijaga dengan baik dan tidak boleh ada upaya ingkar janji,” tuturnya.

Presiden, lanjutnya, menjadi benteng terakhir karena ketika sudah jadi undang-undang, ternyata ada distraksi terhadap Pancasila, segera menutup celah itu dengan segera membuat Peraturan Pengganti Undang undang (PERPU).

Demikian juga BPIP, semestinya aktif mengoreksi secara konstruktif produk undang-undang sejak proses, jika terdapat diatrasksi nilai-nilai Pancasila. Melaporkan kepada Presiden untuk diperbaiki.

Sementara itu, Prof Dr Aidul Fitricia SH, MHum, menegaskan bahwa dalam sistem peradilan, potensi distraksi ada pada; (1) Hakim; (2) Jaksa, Polisi, dan Lapas; (3) Advokat dan mediator; (4) perangkat di pengadilan seperti panitera, juru sita, dan sekretaris.

Dalam hal kemandirian peradilan, sabagai amanat pasal 3 (1) bahwa “Dalam menjalankan tugas dan fungsinya,

Hakim dan hakim konstitusi wajib menjaga kemandirian peradilan”. Juga amanat pasal 4 (1), bahwa; “1)Pengadilan mengadili menurut hukum dengan tidak membeda-bedakan orang”.

Sedangkan dalam hal menegakkan hukum dan keadilan, maka harus memegang amanat pasal pasal 5, yaitu;


(1)Hakim dan hakim konstitusi wajib menggali, mengikuti, dan memahami nilai-nilai hukum dan rasa keadilan yang hidup dalam masyarakat.

(2)Hakim dan hakim konstitusi harus memiliki integritas dan kepribadian yang tidak tercela, jujur, adil, profesional, dan berpengalaman di bidang hukum.

(3)Hakim dan hakim konstitusi wajib menaati Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim.

Al Khanif SH, MA, LLM, Ph.D mengatakan bahwa demi kemanusian, keadilan dan persatuan, maka tidak bisa hanya menjadikan sila pertama, “Ketuhanan Yang Maha Esa” sebagai sila utama untuk dapat dipadukan dengan semua sila.

Tetapi, sila pertama dan sila kedua, “Kemanusian yang adil san beradab”, sebagai panduan atau menjadi rujukan dengan sila lain. Hal itu guna menjaga eksistensi Pancasila itu sendiri.

Sebab, menurutnya, pemerintah memiliki peranan penting dalam distraksi pandangan Islam di Indonesia, sehingga eksistensi Pancasila terjaga sesuai dengan kesepakatan nasional dan hak asasi manusia.

Mengenai bantuan asing terkait dengan pembangunan infrastruktur bangunan lembaga peradilan maupun sistem komputerisasi serta digitalisasi, Prof Aidul, melihat sepanjang hanya bantuan atau sumbangan murni tidak apa-apa.

Tetapi sangat mencederai keadilan, jika sampai melakukan kontrol terhadap sistem peradilan. “Yang penting jangan sampai konsep keadilan meninggalkan yang rentan,” tandasnya.

Kekhawatiran distraksi Pancasila pada masalah hukum, terutama bagi pencari keadilan, Riyadh menegaskan bahwa, apabila hakim dihadapkan dua pilihan antara kekuatan hukum dan kekuatan keadilan berdasarkan kebenaran, maka putusan hakim wajib memilih memihak atau memutuskan pada keadilan.

Narasumber dan peserta sepakat bahwa pengalihan (distraksi) nilai-nilai Pancasila, sebagai Dasar Negara, sebagai sumber dari segala sumber hukum, juga kekuatan pemersatu bangsa, karena kepentingan elit politik dan elit pemerintah serta pemilik modal.

“Oleh karena itu para wakil rakyat, jangan dipilih rakyat, kemudian mengkhianati kepentingan rakyat”. Pangkasnya. ( Red)

Presiden Wajib Jaga Eksistensi Pancasila

Distraksi Nilai-Nilai Pancasila Sebuah Ancaman

SIDIKPOST| Jawa Timur- Pancasila sebagai Dasar Negara dan sumber dari segala sumber hukum ternyata mengalami penyimpangan atau pengalihan nilai-nilai luhur sebagaimana termaktub pada 5 sila.

Diatraksi nilai-nilai luhur dan kekuatan Pancasila sebagai pemersatu bangsa, sedang hangat diperbincangkan.

Bahkan sudah mengarah kepada pengarahan massa juga menuding Partai Komunis Indonesia bangkit lagi

Dan ada keinginan mengalihkan untuk melemahkan Kesepakatan Kokoh bernama Pancasila.

Sejauhmana Pancasila sebagai kesepakatan Agung menurut pandangan Ahmad Riyadh UB, Ph.D, dosen tetap Umsida (Universitas Muhammadiyah Sidoarjo)

Setelah menjadi narasumber webinar tentang “Eksistensi Nilai Pancasila ditengah Distraksi Cita Bangsa”, di Umsida, Rabu (29/7/2020). Ikuti dialog interaktif:

Pancasila sejak RUU HIP ditolak berbagai komunitas masyarakat kini hangat dibicarakan?

Baik, Pancasila itu melalui proses panjang termasuk menghapus 7 kalimat pada Piagam Jakarta itu sudah menjadi kesepakatan nasional untuk kebangsaan untuk memersatukan bangsa Indoensia.

Baca Juga

Dalam bahasa Al-Quran sebagaimana dikutip oleh MUI yaitu “Mitsaqon Gholithoh” (perjanjian suci, perjanjian agung, perjanjian kokoh)

Jadi?

Ya namanya perjanjian kokoh tidak boleh diingkari. Karena sudah menjadi perjanjian atau kesepakatan harus ditepati, sama-sama menjaga kesepakatan dengan baik, berlaku bagi seluruh komponen bangsa ini.

Mengapa Pancasila merupakan hadiah bagi bangsa Indonesia dari umat Islam?

Sekarang kembali ke sejarah proses kelahiran Pancasila, dimana sebelumnya ada Piagam Jakarta.

Dan sekarang sebagai dokumen historis berupa kompromi antara pihak agamais dan pihak nasionalis dalam Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) untuk menjembatani perbedaan pandangan dalam agama dan negara.

Piagam Jakarta sendiri merupakan piagam atau naskah yang disusun dalam rapat panitia sembilan atau sembilan tokoh Indonesia pada tanggal 22 Juni 1945 malam

Bagaimana dengan Pancasila sebagai ideologi?

Tidak ada satu Pasal atau UU apapun yang menyatakan Pancasila sebagai Ideologi Bangsa.

Bahwa Pancasila sebagai Ideologi karena Pancasila dianggap merupakan kumpulan gagasan, ide, keyakinan dan kepercayaan yang menyeluruh dan sistematis. Itu saja pernyataan tentang Pancasila sebagai ideologi.

Menurut Anda, sebaiknya Pancasila harus bagaimana?

Nilai-nilai Pancasila harus dijiwai sebagaimana menjadi satu kesatuan dalam UUD 1945 dan juga harus diikuti nilai-nilai luhur itu pada semua Peraturan Perundang-undangan.

Apakah itu menjamin tidak ada distraksi?

Kalau sudah memahami secara utuh bahwa Pancasila ini,

kesepakatan sekaligus perjanjian, sudah memahami bahwa ideologi yang dimaksud bukan semata-mata satu garis ajaran atau satu garis komando

Tetapi beberapa ide dan gagasan menjadi satu kesatuan maka insyaAllah jauh dari pengalihan kebenaran Pancasila, jauh dari distraksi dengan keinginan untuk melemahkan Pancasila.

Sebab, kalau sudah memahami akan terjadi proses secara sungguh-sungguh dimana nilai-nilai Pancasila selalu masuk kedalam peraturan perundangan sebagai
nilai-nilai hukum.

Dengan demikian maka semua akan terjaga dengan baik karena sama-sama menyatakan menjaga dan mengawal Pancasila.

Apakah benar Presiden sebagai benteng terakhir menjaga kemungkinan ada distraksi?

Sangat benar! Dan tentu saja Presiden dalam menjaga kemungkinan undang undang terjadi distraksi (pengalihan) nilai-nilai Pancasila dengan memutarbalikkan fakta atau memutar kata dan kalimat

Maka melalui unit khusus kepresiden yaitu sekarang bernama Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP)

Rutin memberikan semacam laporan seluruh peraturan perundangan yang bertentangan dengan Pancasila.

Baca Hasil Rapat Pleno SMSI “Jangan Mengganggu Pancasila”

Berarti kunci dari semua persoalan dalam hal eksistensi Pancasila tetap pada Presiden?

Iya. Presiden kan diberi mandat dan amanat menjaga konstitusi, dan Pancasila itu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan UUD 1945.

Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban Presiden menjaga eksistensi Pancasila dari rongrongan model apa saja, termasuk upaya melakukan distraksi melalui sistem hukum atau sistem apa saja.

Jika Presiden dan unit khususnya membiarkan?

Kita sebagai warga negara dan senantiasa terus membangun nilai dan jati diri kebangsaan untuk menjaga konstitusi, menjaga nilai-nilai luhur Pancasila sebagai kesepakatan, harus mendahulukan berpikir positif.

Bahwa Presiden bersama pembantu Presiden dan unit khusus, juga staf khusus selalu menjaga keagungan kesepakatan terkait dengan Pancasila.

Mengapa? Sebab kalau sampai terjadi distraksi terhadap nilai-nilai luhur Pancasila, maka sangat membahayakan bagi kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara. Juga bagi kemaslahatan rakyat Indonesia.

Apa ciri pokok Pancasila?

Ciri pokok Pancasila adalah keadilan dan kesejahteraan sosial dengan semangat kekeluargaan yang merupakan perpaduan prinsip ketuhanan

kemanusiaan, kesatuan, kerakyatan/demokrasi politik dan ekonomi dalam satu kesatuan.

Dan sebagai bagian dari upaya menjaga eksistensi Pancasila maka melakukan webinar tadi

merupakan upaya memberikan masukan saran kepada pemerintahan supaya Pancasila senantiasa terjaga dengan baik. (*)

Danrem 173/PVB Tutup Kegiatan TMMD Ke-108 di Kabupaten Kepulauan Yapen

SIDIKPOST|(Papua). Komandan Korem 173/Praja Vira Braja (Danrem 173/PVB) Brigjen TNI Iwan Setiawan, S.E., M.M. menutup kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-108 Komando Distrik Militer 1709/Yapen Waropen (Kodim 1709/Yawa) di Kampung Natabui dan Toweta, Distrik Yapen Barat, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua, Rabu (29/7/2020).

Kegiatan yang dilaksanakan di Lapangan Apel Makodim 1709/Yawa ini dihadiri oleh Bupati Kep. Yapen Tonny Tesar, S.Sos, Dandim 1709/Yawa Letkol Inf Leon Pangaribuan, S.H

Kapolres Kep. Yapen AKBP Kariawan Barus, Kajari Serui Marcelo Bella, Ketua DPRD Kab. Kep. Yapen Yohanes Raubaba, Wakil Bupati Kep. Yapen Frans Sanadi B.Sc, S.Sos, M.B.A.

Kasi Ren Korem 173/PVB Letkol Inf Marsana ,S.I.P, Kasi Log Korem 173/PVB Letkol Inf Henriek Paulus Mote serta para Tokoh Agama, Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat Kab. Kepulauan Yapen.

Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab dalam amanatnya yang dibacakan oleh Danrem 173/PVB mengatakan bahwa selama satu bulan sejak tanggal 30 Juni 2020, para Prajurit

Baca dulu

Pemerintah Daerah dan segenap komponen masyarakat telah bahu membahu menyelesaikan program TMMD Ke-108 di tengah pandemi Covid-19.

Hal ini merupakan sinergitas yang positif dalam mengatasi berbagai permasalahan bangsa di tengah pandemi Covid-19 yang mengancam perekonomian negara.

Tepat pada hari ini, tanggal 29 Juli 2020, kegiatan TMMD Ke-108 di bawah Satgas Kodim 1709/Yawa telah diselesaikan sasaran fisik berupa pembangunan 13 unit rumah type 56 ukuran 7 x 8 di Kampung Natabui dan Toweta, Distrik Yapen Barat, Kab. Kep. Yapen.

Selain sasaran fisik, TMMD Ke-108 juga menyelenggarakan program non fisik berupa penyuluhan kesehatan, penyuluhan perikanan, penyuluhan peternakan, penyuluhan pariwisata, penyuluhan administrasi kampung,

penyuluhan penanggulangan bencana alam, penyuluhan kehutanan, pengobatan massal, pembinaan olahraga, latihan siskamling/pamswakarsa dan pemutaran film perjuangan.

Program TMMD juga dapat dipandang sebagai salah satu upaya pemerintah melalui TNI AD untuk membangun dan memperkuat ketahanan masyarakat

Sebagai potensi kekuatan wilayah yang sangat diperlukan dalam mewujudkan ketahanan nasional untuk menjaga tetap tegaknya kedaulatan NKRI.

“Dengan telah berakhirnya pelaksanaan TMMD Ke-108, kami berharap kepada seluruh Forkopimda, para tokoh dan masyarakat agar semua yang telah kita bangun ini dijaga dan dipelihara dengan baik sehingga bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Di penghujung amanat, Danrem 173/PVB Brigjen TNI Iwan Setiawan menyampaikan ucapan terimakasih dan penghargaan kepada Pemerintah Daerah Kab. Kep. Yapen yang telah mendukung anggaran kegiatan TMMD Ke-108, Polri, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda dan seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan dan kerjasamanya.

Ucapan terimakasih dan penghargaan yang tulus juga disampaikan kepada seluruh personel yang tergabung dalam Satgas TMMD Ke-108 karena dengan semangat dan dedikasi yang tinggi telah bekerja keras sehingga sasaran dapat tercapai.

Dalam acara penutupan TMMD juga dilaksanakan kegiatan pembacaan laporan penutupan hasil TMMD Ke-108 TA. 2020 oleh Dandim 1709/Yawa Letkol Inf Leon Pangaribuan, S.H. 

Selaku Komandan Satgas TMMD, penandatangan dan penyerahan naskah hasil  program TMMD Ke-108 dari Danrem 173/PVB Brigjen TNI Iwan Setiawan kepada Bupati Kab. Kep. Yapen Tonny Tesar, 

Penyerahan kunci secara simbolis kepada pemilik rumah oleh Danrem 173/PVB beserta unsur Muspida

serta pemberian tali asih dari Pangdam XVII/Cenderawasih oleh Danrem 173/PVB kepada SD Toweta dan SD Natabui

Dalam hal ini diserahkan langsung oleh Danrem  kepada Kepala Sekolah SD Natabui dan Kepala Sekolah SD Toweta. (Penrem 174/ATW)

TMMD Sengkuyung Tahap II Kodim 0718/Pati Membangun Infrastruktur Untuk Kesejahteraan Masyarakat

SIDIKPOST| Pati – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Kodim 0718/Pati Tahun Anggaran 2020 hari ini resmi ditutup

oleh Dandim 0718/Pati Letkol Czi Adi Ilham Zamani, SE, M.I.Pol bersama Bupati Pati H.Haryanto,SH,MM, M.Si di Desa Gulangpongge Kecamatan Gunungwungkal. Rabu,(29/07/2020)

Kegiatan penutupan TMMD kali ini juga dilaksanakan secara sederhana

dengan protokol kesehatan yang ketat diawali peninjauan ke lokasi rehab rumah (RTLH) milik Jasmi Rt 10/03 oleh Dandim Pati

Bersama Bupati Pati yang dilanjutkan peresmian jalan secara simbolis ditandai dengan pemotongan pita

dan puncak rangkaian kegiatan acara penutupan TMMD diserahkan bantuan dari instansi terkait yang dipusatkan di balai Desa Gulangpongge.

Program pembangunan infrastruktur yang mengusung semangat kemanunggalan TNI bersama masyarakat ini telah berlangsung sejak tanggal 30 juni 2020 yang dikerjakan

Dengan sistem gotong-royong antara TNI bersama masyarakat yang telah berhasil merampungkan seluruh sasaran pokok betonisasi jalan desa. Sasaran tambahan Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH)

Dan sasaran pengembangan berupa pembuatan tugu prasasti TMMD masing-masing di dua desa yakni Desa Asempapan Kecamatan Trangkil

dan Desa Gulangpongge Kecamatan Gunungwungkal tepat waktu sesuai target yang telah ditentukan.

Baca Juga

Komandan Kodim 0718/Pati Letkol Czi Adi ilham Zamani, SE, M.I.Pol dalam acara tersebut

menyampaikan bahwa program TMMD merupakan program yang dilaksanakan oleh Kodam IV/Diponegoro

Dalam rangka membantu Pemerintah Daerah untuk percepatan pembangunan diwilayah guna memberikan manfaat kepada masyarakat di pedesaan.

“Program TMMD Sengkuyung ini dilaksanakan dengan memadukan program kerja TNI dan rencana pembangunan Pemerintah Daerah,

Dan saya mengharapkan agar hasil yang dicapai dalam kegiatan kali ini sesuai dengan kebutuhan masyarakat

serta dapat meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat Desa Gulangpongge dan Desa Asempapan,” Kata Dandim.

Dalam sambutannya, Dandim Pati juga menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah berperan aktif dalam mensukseskan program TMMD.


“Saya ucapkan terimakasih kepada bapak Bupati Pati, Dinas Sosial, Dinas Pemukiman Kabupaten Pati, Baznas Kabupaten Pati, Kementerian Agama Kabupaten Pati, Dislautkan Kabupaten Pati, Polri

dan seluruh elemen masyarakat yang telah turut aktif dalam menyukseskan program TMMD,”sambungnya.

Letkol Adi juga menambahkan untuk rencana program TMMD Sengkuyung tahap III

berikutnya akan digelar sekitar bulan Oktober sampai November yang dilaksanakan di dua desa dan di dua kecamatan berbeda.

Ditengah-tengah acara tersebut dilaksanakan penyerahan hasil TMMD Sengkuyung tahap II tahun anggaran 2020 oleh Komandan Kodim 0718/Pati kepada Bupati Pati

Dengan rincian Desa Asempapan kecamatan Trangkil dengan sasaran pokok pengerasan jalan (Betonisasi) ukuran : 960 X 2,5 X 0,12 meter

Serta sasaran tambahan rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 2 unit rumah milik Sapi’i Rt.01/04 dan rumah milik Sudiro Rt 02/03.

Desa Gulangpongge Kecamatan Gunungwungkal dengan sasaran pokok pengerasan jalan (Betonisasi) ukuran pokok 1.100 X 2,5 X 0,12 meter

Dengan sasaran tambahan rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 2 unit rumah milik Sarjan Rt.02/01

Dan rumah milik Jasmi Rt.01/03. Diakhir acara dilanjutkan penyerahan kunci rehab RTLH serta penyerahan bantuan secara simbolis kepada masyarakat penerima bantuan.

Sementara itu ditemui selesai acara, Bupati Pati H. Haryanto, SH.MM.MSi menyampaikan terimakasih

Kepada jajaran Kodim 0718 Pati yang selama ini telah bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Pati dalam Program TMMD.

“Program TMMD tahap II hari ini secara resmi saya tutup, dan pada program TMMD Sengkuyung Tahap III nanti juga akan kita lakukan

dengan dukungan dari TNI dengan swakelola pasti akan lebih baik dan kwalitasnya juga akan lebih baik,” Terang Haryanto. (Snpt.Pendim)

Sederhana Namun Sakral, TMMD 108 Ditutup Di Pendopo Kab. Lumajang

SIDIKPOST| Kab. Lumajang – Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 108 Kab. Lumajang 2020 di Desa Pandansaru Kecamatan Senduro resmi ditutup.

Apabila umumnya penyerahan hasil TMMD dari Dansatgas kepada Bupati dilakukan dalam sebuah Upacara,

kali ini diselenggarakan secara sederhana namun sangkral dan penuh makna didalamnya, penyerahan sendiri dilakukan di pendopo Bupati Lumajang.

Acara tersebut dihadiri Bupati Lumajang Thoriqul Haq, Dandim 0821 Lumajang Letkol Inf Acmad Fauzi,

Kasiops Korem 083/Bdj Letkol Inf Nanang mewakili Danrem 083/Bdj, Pabandya Bhakti Sterdam V/Brw Letkol Inf Didi Suryadi

Baca Lagi

Danyonif 527/By Letkol Inf Totok Prio serta para unsur Forkompimda, para Stoke Holder Kab. Lumajang dan Prajurit Anggota Satgas TMMD 108 Kab. Lumajang.

Penutupan dilaksanakan secara simbolis dengan penandatanganan dan penyerahan berita acara hasil TMMD.

Dalam sambutan singkatnya Dandim 0821 Lumajang, Letkol Inf. Achmad Fauzi membenarkan, dalam menghadapi serta menyikapi keadaan akhir akhir ini, penutupan TMMD dilakukan tanpa upacara.

Mengingat Pandemi Covid-19 saat ini masih menjadi ancaman bagi seluruh masyarakat.

Namun pihaknya bersyukur, atas ridho Tuhan YME, berbagai kegiatan yang dilaksanakan dapat berjalan dengan baik.

Adapun kegiatan fisik yang telah dilaksanakan yakni pengecoran jalan penghubung dua dusun sepanjang 1300 M dengan lebar 3 m, tuntas 100 persen.

“Yang biasanya masyarakat harus memutar jalan untuk mengangkut hasil panen nya, dengan adanya jalan tersebut kini tidak perlu memutar lagi.

Insya Allah ini membantu proses transportasi dan perekonomian, terutama mobilitas masyarakat dalam hal pendistribusian hasıl Bumi meraka, jelasnya.

Kegiatan lainnya yakni pembangunan Drainase sisi kiri dan kanan jalan dan pembuatan gorong gorong

Pembangunan 1 unit Mushala dan perhabpan 10 unit Rumah Tidak Layak Huni (RLTH).

Sedangkan pelaksanaan beberapa kegiatan non fisik yang selalu memperhatikan dan mengedepankan kebijakan Social & Physical Distancing.

Bupati Lumajang Thoriqul Haq menyampaikan apresiasi atas kegiatan TMMD Lumajang di Desa Pandansari.

Sebab pelaksanaanya telah banyak berkontribusi terhadap percepatan pembangunan.

Selain kualitas pekerjaannya cukup baik, TMMD juga menumbuhkan semangat gotong royong dalam masyarakat, dan ini harus senantiasa dilestarikan.

Polres Kukar Ungkap Tiga Pelaku Pencuri Alat Berat

SIDIKPOST|Kukar – Kepolisian Resor Kutai Kartanegara telah memperlihatkan tersangka dari tiga kasus berbeda diantaranya yakni, pencurian spare part alat nerat, Kasus Curat (Curanmor) dan terakhir pengungkapan pelaku kasus curat dan curanmor, Selasa (28-07-2020).

Untuk barang bukti antara lain, 2 buah layar monitor kobelco SK-130HD, 2 buah Controllee kobelco SK-130HD, 2 buah kota skring kobelco SK-130HD, 1 buah Eco kobelco SK-130HD, 7 buah sepeda motor

Dan barang lain yang ikut diamankan dalam press release yang dilaksanakan di depan Musholla As-Salam Polres Kukar sore tadi.

Kapolres Kukar AKBP Andrias Susanto Nugroho mengungkapkan penangkapan 3 kasus ini dilakukan dengam serangkaian penyelidikan yang dilaksanakan oleh tim Alligator Polres Kukar yang kemudian dilakukan penangkapan secara bertahap.

Baca Lagi

Dalam keterangan Kapolres Kukar AKBP Andrias Susdalam penjelasanya, Polres Kukar telah menggelar 3 pengungkapan sekaligus berbeda dengan tersangka masing-masing.

Yakni Yapniasyah alias Yayan (Pemetik), Wandi (Pemetik), Sutrisno alias Triwan (Penjual), dan Supiansyah alias Nanang (Penadah) dalam kasus pencurian spare part alat berat.

Kemudian dari keempat tersangka telah terlibat kasus Curat dan Curanmor dengan dua tempat TKP yang berbeda Jl. Danau Semayanh Kelurahan Melayu dan Jl. Rapak Nyamuk Kelurahan Bukit Biru.

Ditambahkannya untuk para tersangka rata-rata memanh residivis yang dimana seseorang yang pernah dihukum

Serta mengulangi tindak kejahatan yang serupa seperti dalam kasus pencurian spare part alat berat tersebut yang mana tersangka merupakan spesialisnya.

Kapolres Kukar mengimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dan lebih siaga. Karena, para pelaku kejahatan tidak akan melihat siapa korbannya.

“Jika di lingkungan warga ada hal-hal yang mencurigakan atau ada tindak kejahatan, harap lapor secepatnya kepada kami,” pungkas Kapolres.(AF)

Sanksi Teguran, Hingga penutupan Tempat Usaha Mulai Diberlakukan

SIDIKPOST| Lamongan,- Aparat gabungan yang terdiri dari unsur TNI,

Polri dan Satuan Polisi Pamong Praja terus menggelar razia di tempat
keramaian yang berada di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Dalam razia kali ini, petugas gabungan berupaya untuk

meningkatkan disiplin terhadap protokol kesehatan. Selain di depan Lapas
Lamongan, razia itu juga digelar di Jalan Pahlawan.

Pasi Ops Kodim Lamongan, Lettu Inf Bambang mengatakan jika

patroli itu, lebih cenderung mengutamakan sikap persuasif petugas ketika
menjumpai masyarakat yang kedapatan tak menggunakan masker, dan social distancing.

Baca Lagi

“Untuk sementara ini, kita lakukan peneguran. Kalau masih

melanggar, terpaksa tempat usahanya kita tutup,” tegasnya

Terpisah, dihubungi melalui via seluler miliknya pada hari

Rabu, 29 Juli 2020 siang, Dandim Lamongan, Letkol Inf Sidik Wiyono
mengungkapkan jika upaya yang dilakukan oleh petugas gabungan itu,
merupakan salah satu bentuk percepatan penanganan Covid-19 di
wilayahnya.

Bahkan, almamater Akademi Militer tahun 2001 itu

mengapresiasi sinergitas aparat gabungan itu dalam melakukan upaya
pencegahan di lokasi keramaian di Lamongan. “Kita ketahui bersama,
kalau wabah itu sudah menelan banyak korban jiwa. Kesadaran dan
kedisiplinan masyarakat, itu penting,” bebernya.

Autentifikasi

Dandim 0812/Lamongan, Letkol Inf Sidik Wiyono

Masjid Raya JIC Ajak Masyarakat Shalat Idul Adha Dengan Protokol Covid-19

SIDIKPOST|Jakarta Utara-Meski di tengah pandemi Covid-19 yang masih cukup tinggi, Masjid Raya Jakarta Islamic Centre tetap akan melaksanakan Shalat Idul Adha pada tahun 2020 ini.

Tentunya dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat demi mencegah penyebaran virus Covid-19, kata Aep Saifullah Fudhail

Sebagai ketua panitia pelaksanaan Idul Adha 1441 Masjid Raya Jakarta Islamic Centre H ketika di temui di kantornya (29/7)

“Masjid Raya Jakarta Islamic Centre telah mempersiapkan segala sesuatunya untuk pelaksanaan Shalat Idul Adha tahun ini.

Shalat Idul Adha akan dimulai pukul 07:00 wib pagi dipimpin oleh Imam tetap Masjid Raya JIC yakni KH Muhtadi Azis Alhafizh

Baca lagi

Sedangkan yang bertindak sebagai khatib KH. Ahmad Lutfi Fathullah, yang merupakan Ketua BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta dengan tema khutbah “Membangun Optimistisme di tengah Pandemi” tandasnya.

Aep juga menambahkan bahwa Panitia telah mengatur jarak shaf shalat antar jamaah dan memberi tanda khusus yang akan ditempati jamaah shalat Ied.

Dia memperkirakan jamaah yang akan hadir sekitar 10.000 orang, alias separuh dari jumlah kapasitas maksimal Masjid (20.680 jamaah).

“Kami mengajak kaum muslimin Jakarta, lebih khusus dari Jakarta Utara untuk bisa bersama-sama menunaikan shalat Idul Adha di Masjid Raya JIC.

Namun hendaknya tetap patuhi protokol kesehatan dengan selalu pakai masker,

jaga jarak dan sering cuci tangan, dan membawa sajadah sendiri dari rumah” ajak Aep.

Selain itu secara teknis sudah dilakukan juga koordinasi teknis dengan beberapa instansi terkait yang dipimpin oleh Kepala Sekretariat JIC Ahmad Juhandi.

Koordinasi ini dilakukan dalam rangka persiapan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.

“Kita ingin ibadah di Masjid Raya JIC ini terlaksana dengan tertib, khusyu’

dan sehat tentunya, untuk itu panitia telah menyiapkan tempat cuci tangan

Dan wudhu di samping tempat wudhu yang sudah tersedia, handsanitaiser di beberapa titik gedung Masjid

Dan disediakan dua titik ruang isolasi apabila terdapat jamaah yg saat diukur suhu badannya di atas 37.5 C” tandasnya

Akhirnya, semoga Hari Raya Idul Adha 1441 H dapat terlaksana dengan baik dan meraih balasan pahala dari Allah SWT.

Dan bagi yang membutuhkan naskah Idul Adha 1441 H Masjid Raya Jakarta Islamic Centre silahkan diunduh di website JIC, www.islamic-center.or.id.( *)

10 Capim Baznas Kabupaten Tangerang Jalani Sesi Wawancara

SIDIKPOST|Tangerang,- Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementrian Agama Republik Indonesia Dr. H. Fuad Nasar, M.Sc pimpin langsung tes wawancara 10 peserta calon Pimpinan Badan Amil Zakat (Baznas) Kabupaten Tangerang periode 2020-2025.

Pelaksanaan wawancara di laksanakan di Ruang Wareng Gedung Bupati Tangerang Jln H Soma Winata No 1 di Tigaraksa, Selasa kemarin (28/7/20).

Adapun 10 peserta Capim Baznas yang mengikuti tes wawancara yaitu:

  1. A. Haris Syarif Mansyur SH, MH
  2. Drs. H. Achmad Nawawi, M.Si
  3. 3 H Anwar Ardadili M.Pd
  4. Maedi Husin S,Ag
  5. Drs Muchlis MM
  6. Endi Romdoni M.Ag
  7. KH. Ikhsan Nur Alam Jaelani MA
  8. H.M Ardani S.Sos Ma
  9. Drs H. M. Rasna Dahlan M.Ag
  10. Hj. Eni Suhaeni M.Si

Ketua Panitia Seleksi Pimpinan Baznas Kabupaten Tangerang Dr. H. Hery Haryanto, M.Si menjelaskan seleksi tes wawancara merupakan rangkaian proses akhir seleksi calon pimpinan Baznas Kabupaten Tangerang untuk lima tahun yang akan datang, sebelumnya di lakukan seleksi Administrasi dan tes tertulis.

“Hari ini 10 peserta calon pimpinan Baznas tes wawancara dengan Pansel, dan direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementrian Agama RI Dr. H. Fuad Nasar, M.Sc,” ujar Hery yang dihubungi lewat telepon selulernya.

Baca Juga

Hery yang pernah menjabat Kepala Dinas Tenagakerja dan Transmigrasi Kabupaten Tangerang ini melanjutkan bahwa hasil wawancara ini akan mengerucut menjadi lima besar yang akan diserahkan kepada Pimpinan.

” Hasil wawancara ini akan diakumulasi dengan hasil tes yang nantinya menjadi lima besar yang akan dilaporkan kepada Bupati,” ungkap Heri yang juga Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesra.

Abdullah Hasyim selaku juru bicara Pansel Pimpinan Baznas Kab. Tangerang menambahkan bahwa seleksi wawancara berjalan dengan lancar, semua peserta mengikuti tahapan-tahapan yang dijadwalkan oleh pansel.

“Semua Calon menjalankan sesi wawancara dengan baik, nanti keputusan finalnya akan kita serahkan kepada Bupati beserta hasil tes nya dan akan menentukan 5 besar Capim Baznas Kabupaten Tangerang,” tutur Hasyim.

Baca kembali Miliki Narkoba, EN Diamankan Satres Narkoba Polresta Tanggerang

Sementara itu salah satu peserta, Abdul Haris H Syarif Mansur, SH mengùcapkan terimakasih kepada panitia yang telah bekerja keras selama proses pelaksanaan tes wawancara Capim Baznas Kabupaten Tangerang.

Saat ditanya apa saja yang dipertanyakan pada proses wawancara, Abdul Haris H Syarif Mansur, SH pensiunan BPJS Tenagakarja pusat ini mengaku pelaksanaan uji wawancara luar biasa karena yang tes ketua Pansel lagsung dan mendatangkan Dirjen Zakat Kementrian Agama

ini menunjukan Pansel serius mencari figur profesional untuk menimpin Baznas 5 tahun mendatang.

Kedua wawancanya lebih berkualitas, dilihat dari pertanyaan para penguji, agar Baznas dipercaya oleh umat Islam dengan menunaikan zakat lewat Baznas.

“Penguji menggali program terobosan untuk Baznas 5 tahun mendatang, saya menawarkan 5 program perioritas untuk meningkatkan kesejahteraan mustahik 8 asnaf yang berhak menerima zakat bersinergi dengan program pemerintah Kabupaten Tangerang,” ujar Haris pemilik rumah makan Ayam Taliwang di samping kantor Kecamatan Panongan ini.( *)

BNN Ungkap Narkoba 200 Kg Di Jati Uwung,”Turidi ” Minta Pendatang Buka Usaha Lebih Teliti

SIDIKPOST|Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang, Turidi Susanto dari Fraksi Gerindra, sangat menyayangkan adanya persembunyian barang haram (Narkoba) yang digrebek oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) di Jalan Prabu Siliwangi, Kelurahan Uwung Jaya, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang pada Selasa (28/7/2020) sore tadi.

“Saya cukup menyayangkan di Cibodas terjadi persembunyian barang haram narkotika jenis sabu sebanyak 200 Kg. lebih

Artinya kota Tangerang ini jadi pusat persembunyian narkoba oleh para bandar,” ungkap Turidi, kepada awak media saat dihubungi Via sambungan WhatsApp, Selasa Malam.

Baca Juga

Menurutnyanya, kejadian ini sangat luar biasa, apalagi dibungkus dengan penjualan beras (sembako). Ia mengatakan

Dengan kejadian ini pemerintah daerah, baik ditingkatan Kecamatan, Kelurahan bahkan RT dan RW harus lebih waspada lagi.

“Saya minta warga pendatang yang ingin buka usaha di wilayah Kota Tangerang harus lebih diteliti lagi tempat usahanya/keperuntukanya,” tegasnya.

Temuan 200 Kg sabu Ini sangat mencengangkan buat kita, apalagi ditemukan digudang sembako yang ternyata dipake jual narkoba,

“saya sangat mengapresiasi keberhasilan BNN yang telah membongkar sindikat narkoba

dan saya berharap BNN dapat membongkar semua jaringan para bandar narkoba yang merusak Generasi Bangsa, ” Jelas Turidi

Ia berharap para pelaku dihukum seberat-beratnya (hukum mati) biar jadi efek jera buat masyarakat supaya hal yang sama tidak lagi dilakukan.

Selain itu Ia juga berharap peran binamas dan babinsa harus terus memantau lingkungan bersama dengan tiga pilar yaitu kelurahan

Untuk terus mewaspadai kaitan dengan tempat-tempat yang dianggap mencurigakan seperti tempat peredaran narkoba yang terjadi hari ini.

“Untuk generasi muda saya berpesan narkoba itu norak, narkoba itu ketinggalan jaman dan sesuatu yang tidak bagus. Anak muda harus berani melawan narkoba dengan slogan “Stop Narkoba,” Pungkasnya.