Kebakaran Ancol, 500 Makanan Siap Saji Akan Didistribusikan

Petugas Sosial Kesiapsiagaan Bencana (PSKB) Suku Dinas Sosial Jakarta Utara mendistribusikan bantuan terhadap korban terdampak kebakaran Jalan Lodan Raya Kampung Walang Blok A RW 02 Kelurahan Ancol Kecamatan Pademangan Jakarta Utara.

Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Utara, Adji Antoko mengemukakan, sebanyak 500 makanan siap saji akan didistribusikan oleh Dapur Umum untuk makan siang hari nanti. Namun kebutuhan dasar lainnya telah didistribusikan.

“Jumlah korban yang terdampak cukup banyak. Ada sekitar 112 Kepala Keluarga atau 420 jiwa yang mengungsi. Penyebabnya diduga karena arus pendek listrik,” ujar Adji Antoko saat dihubungi pada Minggu (26/8).

Ia melanjutkan, bantuan kebutuhan dasar yang didistribusikan berupa lauk pauk 120 paket, matras 20 lembar, terpal 6 lembar, kidsware 12 paket, paket lansia 18 paket, paket khusus 18 paket, paket sandang 60 paket, selimut 100 lembar, dan seragam sekolah SD 60 pasang, SMP 20 pasang, SMA 10 pasang.

“Kami juga sudah mendirikan tenda pengungsian sebanyak 2 unit. Tenda didirikan di depan Universitas Bunda Mulia. Petugas kami sedang berada di lokasi untuk berkoordinasi dengan lurah, RW dan RT setempat,” ujar Adji.

Selain itu, bantuan ini sifatnya masih sementara. Pihaknya akan mendistribusikan bantuan lanjutan jika ada permintaan dari aparat setempat.

“Yang terpenting kebutuhan dasar mereka terpenuhi terlebih dahulu,” kata Adji. ( Lisin/ls).

Pria Tewas Bunuh diri dari lantai 5 Mall Ciputra

Seorang pria ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di lantai dasar Mall Ciputra Jakarta Barat. Pria ini diduga bunuh diri dengan cara terjun bebas dari lantai 5 Mall Ciputra, Jalan. S. Parman, Kelurahan Tanjung Duren Utara, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, pada Sabtu (25/08/2018), pukul 23.30 Wib.

Pawas Polsek Tanjung Duren Ipda GK. Putra mendampingi Team Identifikasi Polres Metro Jakarta Barat mengecek Tempat Kejadian Perkara (TKP), korban terduga bunuh diri terjun dari lantai 5, Mall Ciputra, Jalan. S. Parman, Kel. Tanjung Duren Utara, Kec. Grogol Petamburan, Jakarta Barat, pada Sabtu (25/08/2018), pukul 23.45 Wib.

Pawas Polsek Tanjung Duren Ipda GK. Putra menjelaskan mendapat laporan dari pihak keamanan Mall Ciputra, pukul 23.35 Wib, Polisi langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP), pukul 23.45 Wib, bersama Team Identifikasi Polres Metro Jakarta Barat, langsung pengecekan jenazah yang terduga bunuh diri,” jelas Ipda GK. Putra.

Ipda GK. Putra, mengatakan korban atas nama Jimmy (34), alamat Kemanggisan, RT.009/RW.015, Kelurahan Kemanggisan, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat. Peristiwa ini terjadi tadi malam (sabtu, 25/08/2018), sekira pukul 23.30 Wib.

“Berdasarkan keterangan yang dikumpulkan Polisi dari sejumlah saksi-saksi, Korban belum diketahui asal permasalahan sampai korban melakukan terjun bebas dari lantai 5,” ujar Kanit Binmas selaku Pawas Polsek Tanjung Duren Ipda GK. Putra.

Masih kata Ipda GK Putra, kasus ini akan didalami, korban dibawa ke RSCM untuk divisum apakah ini terjadi bunuh diri atau tidak, semua diserahkan kepada Team Identifikasi Polres Metro Jakarta Barat, Polisi juga akan menghubungi pihak keluarganya sesuai alamat yang ada di KTP (Tempat Kejadian Perkara) maaf jadi saya hanya itu saja yang saya bisa memberikan keterangan tentang korban, hingga kini pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut dan kita tunggung hasil dari visum nanti,” ucap Ipda GK. Putra.

“Kondisi korban saat ditemukan terlentang dengan tubuh penuh darah, kami langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Tanjung Duren” kata saksi yang tidak mau disebut namanya. (Lisin/Is)

Panti Remaja Dinsos Kerja Sama Penanganan Anjal dengan LG Electronics Service

Panti Sosial Bina Remaja Taruna Jaya milik Dinas Sosial DKI Jakarta menjalin kerja sama dengan LG Electronics Service Indonesia dalam upaya penangangan anak jalanan. Kerja sama itu didasari ke dalam penandatanganan perjanjian Corporate Social Responsibility (CSR) untuk kemandirian pemuda.

Kepala Panti Sosial Bina Remaja Taruna Jaya, A. Dumyani menyampaikan, sebanyak 50 orang anak remaja telantar atau anak yang berasal dari keluarga kurang mampu akan ikut serta dalam pelatihan untuk kemandirian anak jalanan di DKI Jakarta.

“Ini kerja sama luar biasa yang akan kami lakukan. Anak-anak akan mendapatkan sarana dan prasarana dengan standard yang berkualitas, yang disupport oleh LG Electronics Service,” ungkap Dumyani saat dihubungi pada Minggu (26/8).

Ia melanjutkan, sebenarnya pihaknya sudah menjalin kerja sama dengan LG sejak tahun 2016. Yaitu ketika Korean Social Enterprise yang Rebach International telah berpartisipasi dalam LG Social Campus yang merupakan salah satu program CSR kantor pusat LG Electronics.

“LG electronics telah mendukung PSBR Taruna Jaya dalam pengaturan kelas furniture atau mebel dengan mesin mesin baru, bahan ajar dan pemasangan alat alat pabrik kayu bersama ADRF Dream Center,” ujar Dumyani.

Sementara, Kim Seung Young, Managing Director LG Electronics Service Indonesia menyampaikan, LG Electronics menjadi pangsa pasar nomor 1 di Indonesia. Karena itu pihaknya mendukung agar pelatihan ini dapat memberikan kesempatan belajar dan bekerja di salah satu perusahaan terbaik di dunia.

“Saya berharap mereka dapat mendekati impian mereka melalui kesempatan ini. Tanggung jawab sosial perusahaan sedang meningkat di Indonesia baru-baru ini. Kami ingin berbagi cinta sebanyak yang kami dapatkan dari Indonesia,” kata Kim Seung Young. ( lisin/ls).

Anggota Resmob Polsek Cileduk Tangkap Pelaku Penyala Guna narkoba

Gencarnya penyalah gunaan peredaran transaksi narkoba semakin membuat keresahan di kalangan masyarakat, sehingga begitu banyak kerjasama dalam pencegahan beredarnya Narkoba dikalangan masyarakat, khususnya anak-anak remaja dan pelajar, baik dari tingkat pendidikan hingga wilayah masyarakat, sehingga dapat mengantisipasi adanya transaksi barang haram tersebut.

Kali ini Anggota Reserse Mobile (Resmob) Polsek Ciledug dengan hasil kerjasama bersama warga guna mengantisipasi adanya penyebaran narkoba kini membuahkan hasil. Dari informasi warga tersebut akhirnya seorang pemuda berinisial DS (36) yang bertempat tinggal di Jalan Inpres XII No.20 Rt.002/Rw.005, Kelurahan Gaga, Kecamatan Larangan Kota, Tangerang.

Tim Resmob Polsek Ciledug yang dibawah Pimpinan AKP Toto Sanyoto.SH, dan Ipda Tapril.SH, telah berhasil melakukan mengungkap kasus Narkoba pasal 114 ayat (1) subs psl 112 ayat (1 ) UU No. 35 th 2009 tentang Narkotika, dengan diamankannya seorang tersangka dan berikut Barang Bukti (BB) berupa : 3 (Tiga) plastik klip bening berisikan narkotika jenis Shabu. dengan Total berat brutto : 3,51 gram atau berat masing-masing terdiri atas 0,30 Gram, 0,97 Gram, dan 2,24 Gram.

AKP Toto Sanyoto.SH, memaparkan kronologis kejadian tersebut yang bertempat di sebuah Jalan Perumahan Mahkota Simprug Rt.005/Rw.016, Kelurahan Gaga, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang, pada hari Jumat (24/08/2018), pada pukul 22.30 Wib. Dengan menerangkan modus operandi dari pelaku yang tertangkap tangan kedapatan memiliki, menyimpan, menguasai Narkotika jenis Shabu.

“Anggota Resmob Polsek Ciledug mendapat informasi dari masyarakat bahwa di TKP (Tempat Kejadian Perkara) sering digunakan transaksi / penyalah gunaan narkotika jenis Shabu. Selanjutnya dilakukan penyelidikan dan setelah mendapatkan seseorang yang dicurigai dengan ciri-ciri seperti informasi, selanjutnya dilakukan penangkapan dan diamankan ke Mako Polsek Ciledug guna dilakukan penyelidikan dan penyidikan, serta akan dilakukan pengembangan”. Paparnya AKP Toto Sanyoto.SH.

AKP Toto juga menerangkan dalam tindakan-tindakan yang diambil ialah dengan melengkapi mindik, Riksa saksi-saksi, Riksa tersangka dan
Riksa Barang Bukti (BB) ke Lab. serta ia juga merencanakan untuk tindak lanjut dalam pengembangan dengan mengembangkan terhadap tersangka lainnya, mengirim berkas ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) guna melanjuti perkara tersebut. (Lisin/Is)

Kemen PPPA fokus sosialisasi pencegahan KDRT dalam upaya penguatan keluarga

Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) merupakan kekerasan berbasis gender dan masalah sosial yang kompleks. Hasil Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) 2016 menunjukkan, 1 dari setiap 4 perempuan yang pernah/sedang menikah pernah mengalami kekerasan berbasis ekonomi dan 1 dari 5 perempuan yang pernah/sedang menikah mengalami kekerasan psikis. Kondisi ini menggambarkan jika KDRT sudah mendesak untuk dicarikan solusi, baik jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang.

“Kasus KDRT dahulu dianggap mitos dan persoalan pribadi. Tapi kini, sudah menjadi urusan publik yang telah diatur dalam Undang-Undang No.23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT). Masyarakat perlu paham akan hal ini sehingga perlu disosialisasikan,” ujar Asisten Deputi Perlindungan Hak Perempuan dari KDRT, Kemen PPPA, Ali Khasan.

Dalam menghapus KDRT, Kemen PPPA fokus tidak hanya pada upaya penanganan kasus, tapi juga pencegahan. Salah satunya, melalui kegiatan sosialisasi pencegahan KDRT dalam upaya penguatan keluarga yang diselenggarakan di Sorong, Papua Barat. Kota Sorong dipilih karena kecenderungan KDRT di daerah ini terus meningkat. Berdasarkan data Simfoni PPA pada 2017 sebanyak 167 KDRT meningkat dari 2016 sebanyak 156 kasus KDRT. Di samping itu, pemilihan kota ini merupakan peningkatan pembangunan wilayah timur.

“Upaya pencegahan dilakukan melalui sosialisasi penghapusan KDRT sejak dini dengan melibatkan komunitas muda-mudi. Berikan mereka pemahaman, pengetahuan, dan peran yang signifikan dalam penghapusan KDRT. Makin cepat kaum muda-mudi mengenali potensi KDRT, maka makin siap mereka menangkal dan menghindarinya,” jelas Ali Khasan.

Selain kegiatan sosialisasi, Kemen PPPA bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kota Sorong berupaya meningkatkan kualitas rumah tangga bagi masyarakat yang telah berkeluarga, namun belum dicatatkan di negara melalui kegiatan nikah massal bagi 75 pasang pengantin.

“Kegiatan nikah massal merupakan upaya perlindungan hak perempuan dan anak dalam mendapatkan legalitas dalam berumah tangga dan mendorong mereka mewujudkan rumah tangga tangguh,” terang Ali Khasan.

Ali Khasan menambahkan saat ini Kemen PPPA sedang mengembangkan model Rumah Tangga Tangguh yang fokus pada upaya mempertahankan keharmonisan rumah tangga. Harapannya agar rumah tangga tersebut selain tidak terjadi KDRT, juga mampu mempertahankan keberlanjutan keharmonisan rumah tangga hingga memasuki masa lansia. Rumah Tangga Tangguh merupakan rumah tangga dimana pasangan dalam rumah tangga tersebut mempraktekkan gaya hidup sensitif gender serta ramah perempuan dan anak. (Lisin/Is)

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serahkan Bantuan hibah kendaraan operasional Molin


Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise menyerahkan bantuan hibah kendaraan operasional Molin (Mobil Perlindungan) kepada 44 Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten/Kota secara simbolis. Sebelumnya, Kemen PPPA telah memberikan Molin kepada Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) pada 2016.

Jumlah Molin dan Motor Perlindungan Perempuan dan Anak (Torlin) yang telah diberikan ke daerah adalah 247 Unit Molin dan 404 Unit Torlin, disampaikan secara bertahap. Pada tahun 2016 sejumlah 203 Unit Molin dan 404 Unit Torlin kepada 34 provinsi dan 170 Kabupaten Kota. Pada tahun 2017 sejumlah 44 Unit Molin kepada 44 Kabupaten Kota pada 30 Provinsi.

“Kami memberikan Molin dengan tujuan untuk memperluas jangkauan pelayanan penanganan, pencegahan, dan pemberdayaan korban kekerasan terhadap perempuan dan anak. Melihat luasnya wilayah Indonesia, Kemen PPPA menilai perlu memperkuat unit pelayanan terpadu PP dan PA dengan memberikan bantuan peningkatan sarana/prasarana berupa penyediaan kendaraan operasional P2TP2A,” ujar Menteri Yohana di Jakarta.

Molin ini disediakan dengan mempertimbangkan spesifikasi tertentu sesuai kebutuhan penanganan korban kekerasan. Penyerahan molin tersebut diharapkan semakin mendorong optimalisasi teknis penyediaan layanan perlindungan perempuan dan anak yang ada di daerah, sinergi dengan program lainnya, seperti Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (GT PPTPPO), rumah sakit rujukan, Rumah Perlindungan Trauma Center (RPTC), Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA), dan lembaga penyedia layanan lainnya.

Menteri Yohana menjelaskan meski sudah banyak anak yang meraih prestasi dan mampu mengembangkan diri karena mereka memiliki keluarga dan lingkungan yang menyediakan rasa aman, nyaman, dan kesempatan yang cukup untuk memperkuat potensi dirinya, namun masih banyak pula anak yang belum terpenuhi hak dan mendapatkan perlindungan sehingga menghambat proses tumbuh kembangnya, seperti masih terjadinya kasus-kasus kekerasan terhadap anak. Berdasarkan data Crawling Media Online, periode Januari – Agustus 2018, korban kekerasan psikis 1.878 anak, korban kekerasan seksual 2.190 anak, korban kekerasan fisik 2.536 anak, dan korban penelantaran 649 anak. Selanjutnya, berdasarkan data SIMFONI PPA (Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak) Kementerian PPPA, korban kekerasan terbanyak adalah perempuan, yaitu 5.884 anak perempuan dan laki-laki 1.369 anak yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Melihat data tersebut, kami menilai perlu adanya perlindungan khusus bagi anak untuk mendapatkan jaminan rasa aman terhadap ancaman yang membahayakan diri dan jiwa dalam tumbuh kembangnya. Upaya ini diberikan dalam bentuk penanganan yang cepat, termasuk pengobatan dan/atau rehabilitasi secara fisik, psikis, dan sosial, serta pencegahan penyakit dan gangguan kesehat sampai pemulihan, pemberian bantuan sosial bagi anak yang berasal dari keluarga tidak mampu, pemberian perlindungan dan pendampingan pada setiap p peradilan”, tambah Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise. (Lisin/Is)

kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak gelar Lomba Suara Anak Indonesia 2018

Maraknya peredaraan musik dan lagu dewasa di kalangan anak-anak saat ini, baik melalui media massa hingga media sosial, sangat memengaruhi tumbuh kembang anak Indonesia. Anak lebih gemar menyanyikan bahkan hafal lagu dewasa dibandingkan lagu yang layak untuk seusianya. Menyikapi fenomena ini, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) bersama label musik anak, Hana Midori akan menyelenggarakan Lomba Suara Anak Indonesia 2018. Acara ini sekaligus untuk memperingati Hari Anak Internasional 2018 pada 20 November mendatang.

“Saya prihatin, saat ini sulit menemukan anak-anak yang mengenal lagu sesuai usianya. Banyak anak menyanyikan lagu dewasa dengan lirik yang tidak mendidik. Mirisnya, banyak orang tua yang diam bahkan merasa bangga melihat anaknya mengikuti perkembangan zaman atau ikut menjadi trending topic di media sosial. Melihat hal ini tentunya pemerintah tidak tinggal diam, melalui Lomba Suara Anak kami memastikan semua anak terpenuhi dan terlindungi hak tumbuh kembangnya, yaitu memanfaatkan waktu luang dengan kegiatan positif, inovatif, dan kreatif mendukung budaya Indonesia. Selain itu mendukung anak menjadi diri sendiri dalam melakukan kreativitasnya. Setiap anak memiliki periode tumbuh kembang yang berbeda dan harus dipenuhi, suguhilah anak dengan lagu yang sesuai untuk usianya,” ujar Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak atas Pendidikan, Kreativitas dan Budaya Kemen PPPA, Elvi Hendarni dalam Konferensi Pers Lomba Suara Anak Indonesia 2018 hari ini.

Lomba Suara Anak Indonesia 2018, terdiri dari dua kategori, yaitu penyanyi anak dan cipta lagu anak. Pada lomba penyanyi anak, panitia akan mencari anak berbakat dengan suara emas untuk memperkenalkan lagu anak Indonesia kepada rekan-rekan seusianya. Lomba ini terbuka untuk anak usia 6-12 tahun. Lomba pencipta lagu anak dapat diikuti segala tingkatan usia dan berlaku untuk umum. Lomba cipta lagu anak bertujuan menambah berbagai judul lagu anak yang akan disesuaikan dengan perkembangan zaman, tentunya dengan lirik mendidik dan ramah anak. Rangkaian lomba dimulai sejak 23 Agustus, babak penyisihan 30 besar peserta di semi final pada 11 November, dan diakhiri grand final pada 25 November yang akan menghadirkan 10 besar finalis dari dua kategori lomba di Gedung Theater Garuda TMII, Jakarta Timur.

“Lagu anak seringkali di nomor dua-kan dalam industri musik Indonesia. Kami harap acara ini dapat melahirkan berbagai penyanyi dan lagu anak yang akan dikenal oleh anak-anak. Selain saya, dewan juri lain yang akan hadir, yaitu Purwacaraka, Dian HP, dan salah satu personel Elva Singers, siap mendukung kreativitas anak Indonesia sesuai usai mereka. Sanggar seni anak TMII juga siap mendukung penuh untuk memeriahkan acara ini. Kemen PPPA merupakan pihak yang paling tepat untuk bekerjasama dalam mendukung acara ini,” ungkap salah satu dewan juri Lomba Suara Anak Indonesia 2018 sekaligus pemerhati musik Indonesia, Bens Leo.

“Saya ingin masyarakat sadar bahwa anak bukanlah objek eksploitasi. Setiap anak adalah pemenang yang memiliki keunggulan dan keunikan masing-masing dan memiliki hak penting untuk berpartisipasi dalam pembangunan dengan memberikan suaranya. Lomba Suara Anak bersifat dari anak untuk anak, yang akan dihadiri oleh perwakilan Forum Anak Nasional (FAN) dari 34 Provinsi, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Kami harap media massa dapat menjadi pendukung utama dalam menyebarkan informasi terkait Lomba Suara Anak Indonesia ini. Semoga kegiatan ini dapat dilakukan setiap tahun sebagai pengingat bagi masyarakat dalam melestarikan lagu anak Indonesia. Mari bersama kita mengawal dan memastikan hak tumbuh kembang anak terpenuhi melalui lagu-lagu dengan lirik positif dan layak anak,” tegas Elvi.

Peserta dapat mengikuti lomba yang tidak dipungut biaya ini dengan mengunggah video melalui akun instagram/youtube berdurasi maksimal 2 menit, dengan tagar #lombasuaraanakindonesia2018 #musikhanamidori #kemenpppa #sekolahramahanak, lalu mention ke @MusikHanaMidori @Kemenpppa @sekolahramahanak atau ke akun youtube Musik Hana Midori, Kemen PPPA atau Humas KPPPA. Untuk lomba cipta lagu anak dapat mengirim rekaman sederhana ke alamat email lombasuaraanakindonesia2018@gmail.com. (Is)

Kapolres Metro jakarta Utara dan Dandim 0502/JU Cek pospam Venue jetski Di ancol

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Reza Arief Dewanto, S.iK bersama Dandim 0502/JU Letkol Arm. Arief Rahman Mengecek Pengamanan Sekitar Pospam Venue Jetski di Kawasan Ancol. Sabtu, (25/8/2018).
Menurut Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Reza Arief Dewanto, S.iK didampingi Dandim 0502/JU Letkol Arm. Arief Rahman memantau Langsung Pertandingan Venue Jetski Ancol Untuk Memastikan Keamanan Serta Tertibnya Acara yang Sedang Berlangsung di Tempat Tersebut.

” Pengecekan Tersebut dilakukan Supaya Semua Atlet, Tamu serta Masyarakat Yang Menonton agar Terjaga Keamanannya. ” pangkas nya ( lisin/ls).

Wanita Setengah baya asal Brebes” Tewas Tertabrak Kereta” dari Arah Stasiun priuk

Seorang wanita paruh baya tewas setelah tersenggol kereta di perlintasan Jalan RE Martadinata, Kampung Bayam, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (25/8/2018).

Kapolsek Metro Tanjung Priok, Kompol Supriyanto menyebutkan hasil identifikasi , korban diketahui sebagai Kasiah, wanita asal Brebes, Jawa Tengah yang tinggal di Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Dijelaskan Kapolsek, peristiwa bermula saat korban akan menyeberang rel kereta . Saat kejadian, sebelumnya ada seorang warga yang berteriak agar korban menghindar karena ada kereta yang akan melintas.

Korban sempat mencoba menghindar, namun naas KRL yang melintas dari arah stasiun Tanjung Priok mengarah stasiun Kota melaju cepat dan menyerempet tubuh korban. Korban akhirnya terjatuh, dan menderita luka pada bagian tulang kepala, hingga mengeluarkan darah dari telinga, hidung dan mulut.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut, kemudian membawa jasad korban ke RS. Sulianti Saroso, sebelum akhirnya dipindahkan ke RSCM. ( lisin/az).

Binmas Kelurahan Grogol Kontrol Kabel Pln Yang terbakar Di jalan Dr.mawardi

Bertempat di Jalan Dr. Muwardi 1 Rt.015/Rw.003, Kelurahan Grogol, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Kegiatan Bhabinkamtibmas Kelurahan Grogol Polsek Tanjung Duren Polres Metro Jakarta Barat Aiptu Sadiran telah menyambangi jalan tersebut beralamat diatas, kabel PLN terbakar dan dijumpai Piket PLN yaitu Suratman (30 Tahun) sedang memperbaiki kabel yang terbakar. Jumat (24/08/2018), pukul 15.40 Wib.

Sebagai Bhabin Grogol Aiptu Sadiran rutin sambang dalam rangka kontrol wilayah dan sekaligus mengingatkan pesan Kamtibmas dan Bhabin Aiptu Sadiran mengajak kepada warga masyarakat menghemat pemakaian listrik agar tidak terjadi kebakaran dan tetap berhati-hati dan mengutamakan keselamatan. Dan bila ada kejadian agar bisa mengatasi kejadian tersebut dan tetap minta bantuan kepada Rekan yang lainnya dan bila memerlukan bantuan Polisi, Bhabin siap untuk membantu apapun bentuknya. Kejahatan itu Tidak pernah tahu kapan itu akan terjadi dan dengan kita waspada maka kita sudah melakukan Pencegahan terhadap Kejahatan maupun Kebakaran. (Lisin/Is)

Petugas Mengantar Anak yang Ditinggal di Stasiun

Anak balita ditemukan petugas PT KAI di stasiun Manggarai ketika sedang menangis mencari orang yang membawanya. Lelaki setengah baya meninggalkan begitu saja si Alif 2.8 th di stasiun Manggarai di tengah kerumunan penumpang Commuter Jabodetabek. Kemudian petugas KAI menyerahkan ke petugas Pelayanan Pengawasan dan Pengendalian Sosial atau P3s Jaksel untuk diselamatkan. Demikian informasi Supriyati Petugas P3S Jaksel ketika ditemui di lapangan, Sabtu (25-8-18).

Setelah Petugas P3s menerima Alif dari Patugas KAI kemudian berita penemuan Alif disebar ke media sosial dan selebaran di satasiun_satasiun Jabodetabek. Sang penelentar Alif ternyata membaca dan mengetahui pengemuman yang massif karena takut kemudian dia menghubungi ibunya Alif untuk menjemput alif.

“Alif sudah dari lebaran kemaren diajak oleh temen saya namanya Adi Ardiyansah katanya mau diajak main naik bus besar. Kata Adi, Alif kepingin jalan_ jalan naik bus. ya saya bolehkan dia ngajak Alif” jelas Rani Rahmayanti 34 th wanita asal Rawageni Citayam Bogor Jabar.

Selain anaknya diajak oleh Adi menurut keterangan Rani si Adi sering meminta uang dengan berbagai dalih mulai dengan alasan Alif sakit, minta jajan dan alasan lainnya. Sehingga Rani seperti dipermainkan oleh Adi. Kalau mau dijemput katanya di Depok ketika samperin katanya sudah di Bogor. Tapi sampai sekarang belum pernah melaporkan Asi ke polisi.

“Saya sekarang seneng bisa bertemu kembali dengan anak saya. Karena satu_satunya kebanggaan dan harapan saya hanya Alif” tegas Rani ketika diassesmen oleh petugas P3S di Kantor Walikota Jakarta Selatan.

Rani Raharyanti sebenarnya masih kerabat dengan Adi Ardiyansah. Adi adalah adik dari mantan suami Rani tepatnya Adi adalah pamannya Alif sendiri. Suaminya sejak usia kandungan Alif dua bulan sudah tidak diketahui asal rimbanya. Sudah tidak memberi nafkah lahir dan batin. Makanya Rani begitu percaya kepada Adi.

Untuk memastikan kebenaran Rani dan Alif petugas mengantarkan sampai ke rumah mereka di kawasan Rawa Geni Citayam Bogor.( Lisin/ls/MH).