Bhabinkamtibmas Desa Tani Harapan Ajak Warga Aktif Jaga Kamtibmas dan Siskamling

SIDIKPOST| Kukar – Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) terus dilakukan jajaran kepolisian melalui pendekatan langsung ke warga. Seperti yang dilakukan Bhabinkamtibmas Desa Tani Harapan, Aipda Sudarsono, yang melaksanakan kegiatan sambang ke sejumlah warga di wilayah binaannya.

Kegiatan sambang tersebut bertujuan untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Dalam dialog yang berlangsung hangat, Aipda Sudarsono menyampaikan pesan-pesan kamtibmas serta mengajak warga untuk meningkatkan kepedulian terhadap keamanan lingkungan sekitar.

Ia mengimbau masyarakat agar kembali mengaktifkan dan rutin melaksanakan sistem keamanan lingkungan (siskamling) sebagai langkah preventif dalam mencegah tindak kriminalitas maupun gangguan keamanan lainnya. Menurutnya, partisipasi aktif warga menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas kamtibmas di tingkat desa.

“Kami mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Jika ada hal yang mencurigakan atau berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas, segera laporkan kepada pihak kepolisian,” pesannya.

Masyarakat Desa Tani Harapan menyambut baik kegiatan tersebut dan menyatakan kesiapan untuk mendukung upaya Polri dalam menciptakan suasana yang aman, tertib, dan nyaman.

Melalui kegiatan sambang rutin ini, diharapkan terjalin komunikasi yang baik antara kepolisian dan masyarakat, sehingga setiap potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi sedini mungkin demi terciptanya situasi kamtibmas yang tetap kondusif. (*)

Kasi Humas Polres Kukar Hadiri Pelantikan Pengurus PWI Kutai Kartanegara 2025–2028

SIDIKPOST| Kukar – Kasi Humas Polres Kutai Kartanegara, Iptu Maryono, menghadiri kegiatan pelantikan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kutai Kartanegara periode 2025–2028 yang digelar pada Senin (16/2/2026) di Ruang Serba Guna Kantor Bupati Kutai Kartanegara, Tenggarong.

Kehadiran Kasi Humas dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan dan komitmen Polres Kutai Kartanegara dalam memperkuat sinergitas dengan insan pers, khususnya dalam penyampaian informasi yang akurat, berimbang, dan edukatif kepada masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Iptu Maryono menyampaikan bahwa Polri dan insan pers memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas kamtibmas melalui penyebaran informasi yang mencerahkan dan menangkal hoaks. Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi yang harmonis antara kepolisian dan media dalam mendukung pembangunan daerah serta menjaga situasi tetap kondusif.

“Sinergi antara Polri dan rekan-rekan media sangat penting. Melalui komunikasi yang baik dan pemberitaan yang profesional, kita bersama-sama dapat menciptakan suasana yang aman dan sejuk di tengah masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan pelantikan yang dihadiri unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, serta para wartawan tersebut berlangsung khidmat dan tertib hingga selesai.

Melalui momentum ini, diharapkan hubungan kemitraan antara Polres Kutai Kartanegara dan PWI semakin solid dalam mewujudkan keterbukaan informasi publik serta menjaga kondusivitas wilayah. (*)

Patroli Curhat Sat Samapta Polres Kutai Kartanegara, Ajak Warga Jalan Mawar Tingkatkan Kewaspadaan

SIDIKPOST| Kukar – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Satuan Samapta Polres Kutai Kartanegara melaksanakan kegiatan Patroli Curhat di wilayah hukumnya, Minggu (15/2/2026) sekitar pukul 11.00 WITA.

Kegiatan yang digelar di kawasan Jalan Mawar tersebut dipimpin oleh personel Sat Samapta yang turun langsung berdialog bersama masyarakat. Patroli Curhat menjadi sarana bagi warga untuk menyampaikan keluhan, masukan, maupun informasi terkait situasi kamtibmas di lingkungan mereka.

Dalam dialog yang berlangsung santai dan humanis, petugas mengimbau warga agar lebih berhati-hati mengingat potensi tindak kejahatan yang dapat terjadi kapan saja. Masyarakat diingatkan untuk memastikan kendaraan dalam kondisi terkunci saat diparkir serta memastikan rumah dalam keadaan aman ketika ditinggalkan.

Selain itu, warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap orang-orang yang mencurigakan di sekitar lingkungan tempat tinggal. Apabila menemukan atau mengalami tindak pidana, masyarakat diimbau segera melapor melalui Call Center 110 atau ke kantor polisi terdekat agar dapat segera ditindaklanjuti.

Petugas juga melakukan koordinasi dengan tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat setempat guna memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan lingkungan secara bersama-sama.

Kegiatan Patroli Curhat ini merupakan bagian dari upaya preventif kepolisian untuk mendekatkan diri dengan masyarakat sekaligus menciptakan rasa aman dan nyaman. Hingga kegiatan berakhir, situasi di wilayah tersebut terpantau aman dan kondusif. ,(*)

Polsek Loa Kulu Dampingi Petani Tanam Jagung Hibrida,

SIDIKPOST| Kukar – Dalam upaya mendukung program ketahanan pangan nasional, Polsek Loa Kulu melaksanakan pendampingan penanaman jagung hibrida di Dusun Al Hidayah, Desa Jembayan Tengah, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Minggu (15/2/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di lahan seluas satu hektare milik Kelompok Tani Al Hidayah yang dikelola Sdr. Mare. Hadir dalam kegiatan itu Aipda Erwin Efendi dan Bripka I Made B dari Polsek Loa Kulu, bersama Sdr. Adam selaku staf Desa Jembayan Tengah, Ketua RT 04 Sdr. Sudirman, serta para petani setempat.

Dalam kegiatan tersebut, personel kepolisian turut membantu proses penanaman benih jagung hibrida secara langsung bersama petani. Pendampingan ini merupakan bentuk sinergi Polri dengan masyarakat dalam memperkuat sektor pertanian sebagai bagian dari program Asta Cita Ketahanan Pangan Nasional.

Kapolsek Loa Kulu AKP Hari Supranoto menyampaikan bahwa keterlibatan kepolisian tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga mendukung stabilitas ekonomi masyarakat, khususnya petani. “Kami hadir untuk memberikan pendampingan dan memastikan seluruh proses, mulai dari penanaman hingga distribusi hasil panen, dapat berjalan aman dan lancar,” ujarnya.

Selain mendukung peningkatan produksi jagung hibrida, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa guna membantu petani memperoleh kepastian harga dan akses pasar. Hasil panen nantinya diharapkan dapat memenuhi standar kualitas untuk didistribusikan ke gudang Badan Urusan Logistik (BULOG).

Para petani menyambut baik kehadiran Polsek Loa Kulu yang dinilai memberikan motivasi sekaligus rasa aman dalam menjalankan aktivitas pertanian. Dengan kolaborasi tersebut, diharapkan produktivitas pertanian di wilayah Loa Kulu terus meningkat dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan daerah maupun nasional. (*)

Polsek Tabang Tangani Kasus Penganiayaan, Korban Alami Luka Berat di Bagian Jari

SIDIKPOST|Kutai – Jajaran Polsek Tabang menangani kasus dugaan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan luka berat di wilayah Kampung Baru RT 01, Desa Baru, Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, 3 Februari 2026 sekitar pukul 23.00 WITA, di rumah salah satu warga.

Korban diketahui berinisial IL (67), warga Desa Baru, yang mengalami luka pada bagian hidung serta putus sebagian ujung jari manis tangan kiri. Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Tabang untuk mendapatkan perawatan medis. Hasil pemeriksaan medis memastikan adanya luka berat berupa putusnya sebagian ujung jari korban.

Terduga pelaku berinisial M (52), warga Kecamatan Tabang, telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Dalam perkara ini, polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu kaos dalam warna abu-abu yang diduga berkaitan dengan kejadian.

Kapolsek Tabang, Iptu Aldino Subroto, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan langkah-langkah penegakan hukum secara profesional dan prosedural.

“Kami telah membuat laporan polisi, mengamankan tersangka dan barang bukti, memeriksa para saksi, melakukan pemeriksaan terhadap tersangka, gelar perkara, serta melengkapi administrasi penyidikan termasuk visum et repertum,” tegasnya.

Adapun pasal yang disangkakan terhadap tersangka adalah Pasal 466 ayat (2) KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan luka berat atau Pasal 474 ayat (2) KUHP terkait kealpaan yang mengakibatkan luka berat.

Kapolsek menambahkan bahwa Polsek Tabang berkomitmen menindak tegas setiap bentuk tindak pidana kekerasan yang meresahkan masyarakat. Proses penyidikan saat ini masih berjalan untuk melengkapi berkas perkara sebelum dilimpahkan ke tahap berikutnya sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan secara bijak dan tidak menggunakan kekerasan, serta segera melaporkan apabila terjadi tindak pidana di lingkungan masing-masing. (*)

Sambut Bulan Suci Ramadhan 1447 H, Sat Brimob Polda Kaltim Tunjukkan Kepedulian Lewat Aksi Donor Darah

SIDIKPOST| Samarinda – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Satuan Brimob Polda Kalimantan Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam kegiatan sosial kemanusiaan.

Personel Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda Kaltim melaksanakan aksi donor darah sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, bertempat di Kantor Kecamatan Samarinda Seberang, Kota Samarinda.

Kegiatan yang dipimpin oleh Aiptu Aman tersebut diikuti oleh sejumlah personel Brimob dengan penuh antusias. Sebelum mendonorkan darah, seluruh peserta terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan sesuai prosedur medis.

Aksi ini dilaksanakan sebagai langkah antisipatif guna membantu menjaga ketersediaan stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI), yang umumnya mengalami penurunan menjelang dan selama bulan puasa.

Kehadiran personel Brimob di lokasi kegiatan mendapat sambutan positif dari pihak kecamatan maupun masyarakat sekitar.

Suasana kekeluargaan dan kebersamaan tampak mewarnai pelaksanaan donor darah, mencerminkan sinergi yang baik antara Polri dan masyarakat dalam kegiatan kemanusiaan.

Secara terpisah, Dansat Brimob Polda Kaltim, Kombes Pol Andy Rifai, S.I.K., M.H., memberikan apresiasi atas inisiatif dan kepedulian personel Batalyon B Pelopor.

Menurutnya, kegiatan sosial seperti donor darah merupakan cerminan nyata nilai-nilai pengabdian Brimob kepada masyarakat.

“Menjelang Ramadhan, kami ingin memastikan bahwa kepedulian sosial tetap menjadi bagian dari pengabdian kami. Donor darah ini adalah bentuk nyata bakti Brimob untuk kemanusiaan dan keselamatan masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kombes Pol Andy mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan donor darah sebagai bentuk kepedulian sosial. Ia menegaskan bahwa menyambut bulan suci akan terasa lebih bermakna apabila diiringi dengan aksi nyata membantu sesama.

“Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, mari kita berbagi kehidupan melalui donor darah. Semoga kebaikan ini menjadi ladang amal dan membawa keberkahan bagi kita semua. Jiwa Ragaku Demi Kemanusiaan,” tutupnya. (*)

Humas Polda Kaltim

“Di Kota Industri, Aparat Di Abaikan” (Sebuah Kisah Tentang Kehidupan Aparatur Sipil Negara Di Kota Industri)

SEBUAH PENGANTAR

Kisah yang saat ini ada di hadapan anda bukan berasal dari kemarahan, tetapi dari kegelisahan yang berlangsung lama. Kegelisahan yang tumbuh pelan di antara kegiatan mencipta laporan harian, patroli lapangan, dan meja-meja yang di penuhi cangkir kopi hitam untuk menghangatkan diskusi para aparatur sipil negara di sebuah kota madya yang selalu bangga menyebut dirinya sebagai kota industri.

Di kota madya dengan penetapan Penghasilan buruh industri Upah Minimum sebesar Rp 5.399.000, tetapi disisi lain ada aparatur penuh waktu yang bekerja maksimal menerima penghasilan hanya sekitar Rp 3.100.000. dengan jumlah Selisih Rp2.299.000, hal tersebut bukan sekadar angka statistik. Ia merupakan jarak antara standar hidup dalam standar minimum dan kenyataan hidup sebagian pegawai Aparatur Sipil negara di lapangan. Hal tersebut menjadi ruang sunyi yang jarang dibahas dalam pidato-pidato resmi, tetapi terasa nyata dalam percakapan sehari-hari.

Melalui tokoh Bumi, Cak IIP, Kang Ibay, dan Erdan, Kisah Cerita ini mencoba melukiskan sebuah ironi, ketika sebuah sistem pemerintah menuntut kinerja disiplin, penuh loyalitas dan integritas dari pegawai rendahnya, namun belum bisa menghadirkan keadilan yang sepadan untuk kesejahteraan mereka. Mereka bukan dari kelompok pemberontak, apalagi para pembenci kekuasaan. Mereka hanya pegawai pemerintah yang memiliki golongan rendah yang terus menjalankan tugasnya dalam menjaga ketertiban dan ketentraman masyarakat, sambil mempertanyakan dengan logika, data dan fakta, apakah sistem pemerintahan hari ini telah berjalan adil?

Kisah ini tidak dimaksudkan sebagai serangan personal terhadap individu tertentu, hanya menjadi kritik terhadap kebijakan dan pola prioritas serta terhadap keberanian dalam memimpin. Sebab dalam tata kelola pemerintahan, angka-angka yang menjadi rencana anggaran bukan sekadar hitungan teknis. melainkan cerminan nilai dan keberpihakan.

Sebagaimana dikatakan seorang filsuf politik John Rawls, bahwa “Keadilan adalah kebajikan utama dalam institusi sosial.” Jika keadilan goyah di dalam tubuh sebuah institusi itu sendiri, maka pelayanan publik dan kepercayaan masyarakat pun perlahan ikut tergerus.

Semoga kisah ini dibaca bukan sebagai keluhan, tetapi sebagai sarana dan ajakan berpikir. Bukan sebagai tudingan, namun sebagai undangan untuk berbenah, Karena mencintai sebuah kota tidak berarti menutup mata terhadap ketimpangan dan ketidakadilannya. Justru sebaliknya, kritik merupakan bentuk tanggung jawab moral agar kota madya dapat tumbuh tidak hanya dalam beton, perkembangan industri serta investasi, tetapi juga dalam keadilan, kesejahteraan dan martabat manusia.

Akhirnya, semoga kisah cerita ini menjadi pengingat bahwa ukuran kemajuan sebuah kota bukan hanya pada tingginya gedung, banyaknya industri dan besarnya angka investasi, melainkan pada seberapa adil ia memperlakukan orang-orang yang bekerja untuknya setiap hari.

 

WARUNG KOPI DAN ANGKA YANG MENAMPAR

 

Langit mendung di Kota Industri siang itu ketika Bhumi berdiri di tepi jalan protokol sambil memandangi baliho besar bergambar senyum Walikota, “Bersama Kita Wujudkan Kota Industri yang Sejahtera.”

Wirabhumi biasa di panggil Bhumi tersenyum tipis, “Sejahtera itu angka atau hanya selogan di spanduk?” gumamnya.

Tidak jauh darinya, Cak IIP yang sedang sibuk mencatat laporan kegiatan penertiban dari pagi. Sementar Kang Ibay juga sedang mengecek tablet dinas yang layarnya agak buram, di sudut kiri dan Erdan, dengan beberapa map di tangan dan menatap arus kendaraan yang selalu padat dan tidak pernah sepi.

Mereka Merupakan pegawai ASN PPPK penuh waktu yang bertugas di lapangan menjaga ketertiban, ketentraman, serta keamanan masyarakat kota madya yang dielu-elukan sebagai kota industri penyangga ibu kota.

Kota madya dengan kebijakan pemimpinnya saat ini, membayar buruh dengan menaikan UMK sebesar Rp 5.399.000, sedangkan kebijak membayar pegawai pemerintah ASN yang bertugas sebagai pelayan masyarakat hanya Rp3.100.000, hal ini terlihat jelas Selisihnya nominalnya sebesar Rp2.299.000, atau Sekitar 42 % di bawah standar upah minimum kota sendiri.

Setelah melaksanakan patroli siang, mereka biasa berhenti di warung kopi kecil dekat kantor pos jaga untuk beristirahat. Di depan warung terdapat Meja kayu panjang yang mulai rapuh. Cangkirnya terlihat kusam dan tidak benar-benar bersih, nanun di sanalah pikiran mereka lebih jernih daripada ruang rapat ber-AC.

Bhumi mulai membuka percakapan, “UMK kota madya untuk buruh lima juta tiga ratus sembilan puluh sembilan ribu, sedangkan Kita hanya tiga juta seratus ribu, Artinya kita ini pegawai Aparatur negara yang hidup di bawah standar hidup minimum kota.”

Kang Ibay sambil tertawa pelan, “Kalau server komputer error, saya bisa jelasin sumber  penyebabny, Tapi kalau negara error, siapa yang sumber masalahnya?”

Cak IIP sambi menyeruput kopi menjawab, “Dewan kota bilang anggaran daerah terbatas dan pengajuan tidak di setujui kementerian karena pejabat eslonnya gak mau kesejahteraannya menurun atau tunjangannya di potong.”

Erdan menoleh sambil mengangkat alis, “Terbatas untuk siapa dan karena apa?”

Lalu suasa Hening……

Kemudian Bhumi mengeluarkan kertas lipat dari sakunya, “APBD kota madya tahun ini naik, Belanja dinas ikut naik, Belanja kegiatan hiburan dan festival naik, Tapi untuk tambahan penghasilan kita stagnan.”

Ia mengetuk meja pelan, “Masalahnya bukan tidak ada uang, tapi sepertinya kinerja kita tidak menjadi prioritas.”

Mereka mengingat kejadian hari itu, ketika mereka baru saja melaksanakan ketertiban serta membubarkan pedagang yang melanggar aturan zonasi, “Maaf Pak, kami hanya menjalankan peraturan pemerintah,” kata Erdan kepada seorang pedagang kaki lima yang berjualan di bahu jalan.

Kembali Di meja warung kopi, Kang Ibay berbisik lirih, “Lucu ya, Kita menegakkan peraturan daerah dengan upah di bawah UMK buruh Industri. Tapi untuk kita sendiri, aturan itu seperti tidak berlaku.”

Cak IIP tersenyum sambil berkata, “Negara ini seperti seorang ayah yang menyuruh tetangga memberi makan anaknya dengan layak, tapi anaknya sendiri disuruh sabar karena makanan yang jauh dari layak.”

Bhumi menatap jauh ke jalan, “John Rawls bilang, keadilan adalah kebajikan utama dalam institusi sosial. Kalau institusinya saja tidak adil pada pegawainya, bagaimana rakyat mau percaya?”

Dengan menggeser gelas kopinya, Erdan menambahkan, “Transparansi itu bukan cuma soal membuka data, Tapi soal membuka nurani.”

Empat Kepala Pegawai Aparatur Sipil negara, Empat Peran, Bhumi merupakan analis lapar, Ia membaca angka seperti membaca peta konflik, “Selisih 2,29 juta itu bukan angka kecil, Itu biaya kontrakan 2 bulan hampir lunas, Itu biaya sekolah anak dan biaya hidup layak.”

Cak IIP yang mempunyai jaringan DPRD kota madya. Ia tahu percakapan di balik pintu rapat, “Ada yang bilang, kalau kita naikkan TPP nanti akan defisit. Tapi waktu bahas renovasi gedung yang masih bagus, pengadaan kendaraan dinas dan acara-acara hihuran, semua sepakat.”

Kang Ibay, yang merupakan ahli IT, sering melihat pemborosan digital, “Sistem e-government itu mahal, Tapi data kesejahteraan pegawai tidak pernah jadi prioritas yang ada terus menindas.”

Erdan, pemerhati informasi publik dengan santai berkata, “Saya pernah minta rincian belanja pegawai dan pengadaan serta kegiatan dinas. Jawabannya? ‘Sedang direkap.’ Sudah hampir setengah tahun.”

“Menurutmu, Walikota tahu tentang itu?” tanya Kang Ibay.

Bhumi menjawab dengan tenang, “Kalau tahu dan hanya diam, untuk apa, karen ini masalah keberanian, tapi Kalau tidak tahu, itu jadi masalah kepemimpinan.”

Cak IIP menimpali, “Politik itu setahun merupakan seni kemungkinan, Tapi sering dipakai sebagai seni menghindar.”

Erdan tersenyum pahit, “Sejarah tidak pernah mencatat pejabat yang pandai menjaga kursi, Sejarah hanya mencatat mereka yang berani kehilangan kursi demi keadilan.”

 

“DI KOTA INDUSTRI, KESEJAHTERAAN TANPA SOLUSI”

 

Kota madya yang juga kota Industri begitu Ironis, Kota ini tumbuh dengan cepat mulai dari bangunan hotel-hotel berbintang hingga Gedung bertingkat menjadi kantor-kantor perusahaan, Investasi masuk dan Pajak meningkat.

Akan tetapi fakta yang terjadi dan tidak bisa di bantah pihak manapun, di balik gemerlap itu, ada pegawai Aparatur negara yang bertugas dilapangan dan bekerja dengan gaji di bawah UMK, mereka Sebagian mencari pekerjaan sampingan mejadi ojek online, berdagang dan Sebagian hidup lagi hidup dari cicilan dan utang.

Richard Sennett pernah menulis, “Ketidakamanan ekonomi merusak martabat pekerja.”

Bhumi kembali menatap teman-temannya, “Kalau martabat aparatur negara rusak, pelayanan publik juga ikut retak.”

Kritik yang Tidak membenci, Tapi Perduli, Mereka tidak membenci kota ini dan Mereka menjaganya setiap hari. Mereka tidak membenci pemimpinnya, tapi Mereka hanya kecewa pada kebijakan yang tidak berpihak bahkan terasa menindas.

“Solusinya ada,” kata Bhumi dengan serius.

“Pertama, harus ada realokasi anggaran nonprioritas, Audit perjalanan dinas dan kegiatan seremonial, Festival-Festival serta hiburan”

“Ke dua,” lanjut Kang Ibay, “Buat sistem dashboard publik, Tampilkan selisih penghasilan PPPK dengan UMK secara terbuka.”

“Ke tiga,” sambung Cak IIP, “Naikkan TPP bertahap sampai minimal setara UMK, Satu sampai dua tahun anggaran cukup.”

“Ke empat,” tutup Erdan, “Libatkan publik dan Biarkan rakyat tahu bagaimana anggaran dikelola.”

Senja pun turun perlahan. Lampu jalan menyala satu per satu. Bhumi berdiri, merapikan seragamnya, “Kita ini bukan minta lebih, Kita hanya minta setara dengan standar yang kota madya ini tetapkan sendiri.”

Cak IIP tersenyum, “Kadang yang paling radikal itu bukan revolusi, Tapi konsistensi pada prinsip keadilan.”

Kang Ibay mematikan tabletnya, “Negara perlu update sistem. Versi keadilan 4.0.”

Erdan menatap baliho besar di kejauhan, “Pemimpin sejati bukan yang meninggalkan gedung tinggi, Tapi yang meninggalkan kebijakan adil.”

Mereka kembali berjalan menuju pos jaga, Menjadi aparatur negara yang tertib, seperti biasa dan Di kota industri yang sibuk, penghasilan jauh di bawah angka lima juta serta Menunggu hari ketika keadilan bukan lagi sekadar slogan di baliho, melainkan angka nyata di slip gaji mereka.

 

EPILOG : APARATUR NEGARA YANG TERABAIKAN

Malam pun datang secara perlahan di Kota Industri. Lampu-lampu jalan, gedung dan pabrik-pabrik menyala seperti bintang buatan manusia. Jalanan masih terus sibuk, truk-truk besar melintas membawa hasil produksi yang nilainya mungkin setara dengan ratusan kali gaji mereka. Bhumi berdiri di pos jaga, memandangi kota yang mereka rawat setiap hari.

“Lucu ya,” katanya pelan, “kita menjaga ketertiban kota yang katanya maju, tapi hidup kita sendiri belum tentu tertib secara ekonomi.”

Cak IIP tersenyum samar, “Di ruang rapat, mereka bicara stabilitas fiskal, tetapi Di lapangan, kita bicara stabilitas dapur.”

Kang Ibay menambahkan, “Server kota ini mungkin stabil, Tapi sistem keadilannya masih belum di instal.”

Erdan menatap ke arah gedung pemerintahan yang berdiri megah, “Transparansi tanpa keberanian itu hanya pencahayaan, Terang, tetapi tidak menghangatkan.”

Angin malam berhembus pelan menghampirinya Mereka yang sedang kebingungan mencukupi kebutuhan keluarganya. Mereka sedang merencanakan perlawanan, Tidak pula makar. Mereka hanya ingin satu hal sederhana, keadilan yang konsisten dengan angka yang pemerintah tetapkan sendiri.

UMK kota madya sebesar Rp 5.399.000 bukan angka khayalan. Itu standar hidup minimum kota, Jika buruh swasta wajib mendapatkannya, mengapa aparatur negara justru hidupnya jauh dari kata sejahtera?

Bhumi menarik napas panjang, “Negara tidak runtuh karena kritik,” katanya. “Negara runtuh karena ketidakadilan yang dibiarkan.”

Cak IIP menimpali, “Dan pemimpin tidak gagal karena diserang, tapi Pemimpin gagal ketika memilih aman daripada benar.”

Mereka tahu, perubahan tidak lahir dari amarah semata, Ia lahir dari konsistensi, data dan keberanian moral.

Solusi sudah mereka susun agar bisa menjadi pertimbangan pimpinan dan Dewan kota:

  1. Realokasi anggaran nonprioritas.
  2. Penyesuaian TPP bertahap hingga minimal setara UMK kota madya.
  3. Transparansi belanja publik.
  4. Kontrak politik yang bisa ditagih rakyat.

Semua itu bukan utopia, Hanya soal kemauan, Seperti kata Mahatma Gandhi, “Ukuran sejati dari setiap masyarakat dapat ditemukan dalam cara ia memperlakukan anggota yang paling rentan.”

Dalam konteks kota madya, yang rentan bukan hanya rakyat kecil di pasar atau buruh di pabrik, tetapi juga aparatur negara yang bertugas di lapangan, mereka berdiri setiap hari menjaga ketertiban.

Malam semakin larut, Empat pegawai aparatur itu kembali menyusuri trotoar, memastikan tidak ada keributan, tidak ada pelanggaran, tidak ada kekacauan dan Mereka tetap profesional, disiplin serta Tetap setia pada sumpah jabatan.

Karena bagi mereka, mencintai kota ini tidak berarti berhenti mengkritiknya. Di bawah baliho besar bertuliskan “Demi Sejahtera Bersama”, mereka berjalan dengan tenang. Mungkin hari ini penghasilan mereka masih berada jauh di bawah angka lima juta, Tapi suara mereka telah melampaui angka.

Dan sejarah seperti biasa, tidak akan mengingat siapa yang paling lama duduk di kursi kekuasaan, melainkan siapa yang paling berani memperjuangkan keadilan ketika ketimpangan menjadi kebiasaan.

Kota Industri itu tetap berdiri megah, Akan tetapi, suatu hari nanti, jika keadilan benar-benar ditegakkan, ia akan berdiri bukan hanya karena gedung-gedungnya tinggi, melainkan karena para aparatnya tak lagi diabaikan.

 

=======TAMAT=====

 

ARDHI MORSSE, SABTU 14 FEBRUARI 2026

Yayasan Cahaya Buana Nyiur Melakukan Kegiatan Rutin CBN Mini Medical Check Up

SIDIKPOST| Kabupaten Tangerang – Yayasan Cahaya Buana Nyiur Melakukan Kegiatan Acara Mini Medical Check Up Untuk Pemeriksaan Timbang Berat Badan, Tensi Darah, Kolesterol, Gula Darah Bagi Masyarakat Sekitar. Pelaksanaan Kegiatan Rutin Cahaya Bhakti Nusantara (CBN) Dihadiri Langsung Oleh Dian Fitriah S. KM. Bersama Pendiri Cahaya Bhakti Nusantara (CBN).

Yayasan Cahaya Buana Nyiur Melaksanakan Mini Medical Check Up Di Gedung Cahaya Bhakti Nusantara (CBN) Di kampung wates Rt 001/Rw 012 Desa kampung melayu timur kecamatan teluknaga kabupaten tangerang.(15/02/26)

Endang Supratman (Sonny) Pendiri Cahaya Bhakti Nusantara (CBN) Menyampaikan ,” Pelaksanaan Kegiatan Rutin Yayasan Cahaya Buana Nyiur Melaksanakan Mini Medical Check Up Untuk Membantu Masyarakat Sekitar Untuk Pemeriksaan Timbang Berat Badan, Tensi Darah, Kolesterol Dan Gula Darah.

Selain Itu Juga Yayasan Cahaya Buana Nyiur Melakukan Kegiatan Sosial diantaranya santunan anak yatim dan kaum dhuafa serta cek kesehatan (Mini Medical Check Up) dan juga kegiatan Keagamaan (Pengajian Rutin Dzikir Dan Doa setiap malam minggu).

Berharap “Yayasan Cahaya Buana Nyiur untuk kedepannya semoga dapat membantu masyarakat sekitar, ucap Endang Supratman (Sonny) Pendiri Cahaya Bhakti Nusantara (CBN) “.

Kendy

Polsek Sebulu Panen Jagung Bersama Warga Desa Giri Agung, Perkuat Ketahanan Pangan dan Sinergi

SIDIKPOST| Kukar – Jajaran Polsek Sebulu menggelar kegiatan panen jagung bersama masyarakat di Desa Giri Agung, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Jumat (13/2/2026). Kegiatan ini menjadi wujud nyata dukungan kepolisian terhadap program ketahanan pangan sekaligus mempererat kemitraan dengan warga.

Panen dilaksanakan di lahan pertanian milik warga yang selama ini mendapat pendampingan dari Bhabinkamtibmas. Sejak proses penanaman hingga masa panen, personel Polsek Sebulu aktif memberikan motivasi serta dukungan kepada para petani agar hasil yang diperoleh bisa optimal.

Suasana kebersamaan tampak hangat saat anggota kepolisian dan petani memetik hasil jagung yang telah memasuki masa panen. Kehadiran aparat di tengah masyarakat tidak hanya membantu secara moril, tetapi juga memberikan rasa aman dan semangat bagi para petani dalam mengelola lahan pertanian mereka.

Kapolsek Sebulu Iptu Edi Subagyo menyampaikan bahwa kegiatan panen bersama ini bukan sekadar memanen hasil pertanian, melainkan bagian dari upaya membangun sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam mewujudkan kemandirian pangan di wilayah Kecamatan Sebulu.

“Pertanian memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan. Melalui kegiatan ini, kami ingin hadir dan berkontribusi langsung dalam mendukung kesejahteraan warga,” ujarnya.

Masyarakat Desa Giri Agung pun menyambut baik kegiatan tersebut dan mengapresiasi kepedulian Polsek Sebulu terhadap perkembangan pertanian lokal. Mereka berharap kolaborasi yang telah terjalin dapat terus berlanjut sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.

Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, Polsek Sebulu menunjukkan bahwa kehadiran polisi tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam pembangunan dan penguatan ketahanan pangan di Kabupaten Kutai Kartanegara. (*)

Polsek Loa Kulu Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Desa yang Kutang Mampu

SIDIKPOST| Kukar – Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan jajaran Polsek Loa Kulu dengan menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako kepada warga kurang mampu di Desa Sepakat, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Sabtu (14/2/2026) sore.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolsek Loa Kulu AKP Hari Supranoto, didampingi Ketua Bhayangkari Ranting Loa Kulu Ny. Linda Hari. Turut hadir dalam kegiatan itu Ny. Ayu Agus dari Bhayangkari Ranting Loa Kulu, Kanit Binmas Polsek Loa Kulu Aipda Sugeng R, serta Aipda Erwin E.

Sebanyak empat warga dari RT 01, RT 02, RT 04, dan RT 05 Desa Sepakat menerima bantuan tersebut. Mereka dipilih berdasarkan hasil pendataan karena dinilai layak menerima bantuan di tengah kondisi ekonomi yang cukup sulit.

Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung ke rumah masing-masing penerima. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa saat jajaran kepolisian dan Bhayangkari menyapa serta berbincang dengan warga. Senyum haru dan rasa syukur terpancar dari para penerima bantuan yang mengaku sangat terbantu dengan paket sembako tersebut.

Kapolsek Loa Kulu AKP Hari Supranoto mengatakan, kegiatan bakti sosial ini merupakan bentuk nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan uluran tangan.

“Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban kebutuhan sehari-hari. Kehadiran kami juga sebagai bentuk kedekatan dan komitmen untuk terus menjalin hubungan yang harmonis dengan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan sosial semacam ini tidak hanya bertujuan membantu secara materi, tetapi juga memperkuat kepercayaan serta sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

Melalui kegiatan berbagi tersebut, Polsek Loa Kulu ingin menegaskan bahwa tugas kepolisian tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga hadir dengan empati dan kepedulian sosial. Diharapkan, langkah kecil ini dapat menginspirasi berbagai pihak untuk terus menumbuhkan semangat gotong royong dan saling membantu di tengah masyarakat. (*)

Baca Selengkapnya

Polsek Muara Wis Salurkan Bantuan Pasca Kebakaran Rumah Warga di Desa Muara Wis

SIDIKPOST| Kukar – Jajaran Polsek Muara Wis bergerak cepat memberikan bantuan sosial kepada warga yang terdampak musibah kebakaran rumah di RT 01 Desa Muara Wis, Kecamatan Muara Wis, Sabtu (14/2/2026).

Kegiatan bakti sosial tersebut dilaksanakan sekitar pukul 13.00 WITA hingga selesai sebagai bentuk kepedulian dan empati Polri terhadap masyarakat yang tengah mengalami musibah. Dalam kesempatan itu, personel Polsek Muara Wis menyerahkan bantuan secara langsung kepada warga terdampak guna membantu meringankan beban pascakebakaran.

Kapolsek Muara Wis AKP Al Anas, menyampaikan bahwa kehadiran pihak kepolisian tidak hanya untuk memastikan situasi keamanan tetap kondusif, tetapi juga memberikan dukungan moril kepada korban dan keluarga.

“Kami turut prihatin atas musibah yang terjadi. Semoga bantuan yang diberikan dapat sedikit membantu kebutuhan mendesak serta memberikan semangat bagi keluarga yang terdampak untuk bangkit kembali,” ujarnya.

Selain menyalurkan bantuan, personel Polsek Muara Wis juga melakukan pemantauan situasi di lokasi guna memastikan kondisi lingkungan tetap aman dan tertib. Hingga kegiatan berakhir, situasi dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif.

Melalui kegiatan sosial ini, Polsek Muara Wis berharap hubungan yang harmonis antara kepolisian dan masyarakat semakin terjalin erat, sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan dalam menghadapi setiap cobaan. (*)

Polsek Tenggarong Turut Sukseskan Kukar Bebersih 2026 di Kawasan Parkir Pulau Kumala

SIDIKPOST| Kukar – Jajaran Polsek Tenggarong ambil bagian dalam kegiatan Kukar Bebersih Tahun 2026 yang digelar di Halaman Parkir Pulau Kumala, Jalan KH Akhmad Mukhsin, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, Sabtu (14/2/2026) sore.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 16.20 WITA tersebut melibatkan unsur TNI-Polri, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), Satpol PP, BPBD, Damkarmatan, serta masyarakat. Tercatat sekitar 200 orang hadir dan berpartisipasi dalam aksi bersih-bersih tersebut.

Dari pihak kepolisian, sejumlah personel Polsek Tenggarong turut diterjunkan dalam kegiatan ini, di antaranya IPTU Makmur, AIPTU Supriyanto, AIPTU Agus Yuono, AIPTU Mat Yeyeh, AIPTU Yusran, AIPTU Ardi, AIPDA Erwin, AIPDA Yohanes, BRIGPOL Adiat, dan BRIPTU Dayat.

Apel bersama dipimpin oleh Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah DLHK Kukar, Tri Joko Kuncoro, yang dalam arahannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur gabungan dan masyarakat yang hadir.

Ia mengucapkan terima kasih atas partisipasi TNI, Polri, Damkar, BPBD, Satpol PP, serta warga yang antusias mengikuti kegiatan Kukar Bebersih. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk melaksanakan kegiatan dengan penuh semangat dan kebersamaan. Rute pembersihan dimulai dari halaman parkir Pulau Kumala hingga sepanjang turap di kawasan tersebut.

Usai apel pada pukul 16.25 WITA, kegiatan dilanjutkan dengan kurve atau kerja bakti bersama pada pukul 16.36 WITA. Para peserta membersihkan sampah di area parkir dan sepanjang turap, menciptakan suasana gotong royong yang penuh kebersamaan.

Kegiatan berakhir sekitar pukul 17.15 WITA dalam keadaan aman dan lancar. Setelah pelaksanaan bersih-bersih, masyarakat kembali ke rumah masing-masing dengan tertib.

Kapolsek Tenggarong AKP Achmad Hanifi menyampaikan bahwa keterlibatan Polsek Tenggarong dalam Kukar Bebersih merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah daerah dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

“Sinergi lintas instansi dan partisipasi masyarakat menjadi kunci keberhasilan kegiatan seperti ini. Kami berharap semangat gotong royong terus terjaga demi mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman di wilayah Tenggarong,” ujarnya.

Melalui kegiatan Kukar Bebersih 2026, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan semakin meningkat serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan warga dalam membangun Kutai Kartanegara yang lebih baik. (*)