Cegah 3C dan Narkoba, Polsek Sebulu Gencarkan Patroli

SIDIKPOST| Kukar – Dalam rangka menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, Polsek Sebulu melaksanakan program Giat Patroli Dialogis di wilayah hukumnya, Minggu (25/1/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin oleh personel Polsek Sebulu dengan melibatkan AIPTU Syarifuddin, AIPDA Dodik Riyanto, AIPDA Alfred, BRIGPOL Adi Surya Mustaqim, BRIPDA Binabar Rinto Aji, serta BRIPDA I Gede Dehan Saskara.

Patroli dialogis dilaksanakan secara tatap muka dengan warga di sejumlah desa, yakni Desa Sebulu Ilir, Desa Sebulu Modern, Desa Mekar Jaya, dan Desa Sumber Sari, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Sebulu menyampaikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat, di antaranya pentingnya mempererat tali silaturahmi dan kerja sama antara kepolisian dan warga dalam menjaga keamanan lingkungan. Selain itu, warga juga diajak untuk bersama-sama mengantisipasi tindak kejahatan seperti pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), serta peredaran narkoba.

Petugas turut mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap orang-orang yang tidak dikenal dan mencurigakan, serta segera melaporkan apabila terjadi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (guantibmas) ke Polsek Sebulu atau melalui Call Center Polri 110.

Kapolsek Sebulu IPTU Edi Subagyo, menjelaskan bahwa patroli dialogis ini bertujuan untuk mencegah terjadinya gangguan kamtibmas, menekan niat dan kesempatan pelaku kejahatan pada jam-jam rawan, serta menggali informasi dari masyarakat sebagai bahan evaluasi dan peningkatan kinerja kepolisian.

“Melalui patroli dialogis, kami ingin membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat sehingga tercipta lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif di wilayah hukum Polsek Sebulu,” ujarnya.

Polsek Sebulu berkomitmen untuk terus meningkatkan kegiatan preventif dan preemtif sebagai wujud pelayanan prima kepada masyarakat guna menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kecamatan Sebulu. (*)

 

Polres Tangsel Bongkar Jaringan Narkoba Sabu dan Sintetis

SIDIKPOST | Tangerang Selatan — Satuan Reserse Narkoba Polres Tangerang Selatan berhasil mengungkap jaringan peredaran narkotika jenis sabu, ekstasi, serta produksi narkotika sintetis yang beroperasi di wilayah Tangerang Selatan dan sejumlah wilayah Jakarta.

Dalam pengungkapan yang dilakukan pada 22–23 Januari 2026 tersebut, polisi mengamankan lima orang tersangka di enam lokasi berbeda serta menyita barang bukti narkotika bernilai puluhan miliar rupiah.

 

Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat terkait rencana pengiriman narkotika jenis sabu ke wilayah Tangerang Selatan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Satresnarkoba Polres Tangerang Selatan melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap tersangka pertama di kawasan Pamulang.

Dari hasil pengembangan, polisi kemudian melakukan penggeledahan di beberapa lokasi lain dan kembali mengamankan tersangka yang terlibat dalam peredaran ekstasi serta narkotika sintetis di wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, dan Jakarta Timur.

 

Selain peredaran narkotika, polisi juga berhasil mengungkap adanya lokasi produksi narkotika sintetis jenis MDMB-4en-PINACA yang dijalankan secara rumahan di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan.

Dari lokasi tersebut, petugas menyita lebih dari 2,3 kilogram narkotika sintetis beserta berbagai peralatan pendukung produksi. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa jaringan ini diduga memiliki keterkaitan dengan jaringan internasional dan memasarkan narkotika ke wilayah Jakarta, Tangerang Selatan, dan sekitarnya.

 

Total barang bukti yang diamankan dalam kasus ini meliputi sabu seberat lebih dari 500 gram, ekstasi sebanyak 50 butir, narkotika sintetis MDMB-4en-PINACA, serta sejumlah alat produksi dan telepon genggam.

Para tersangka dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati, penjara seumur hidup, atau penjara paling lama 20 tahun. Dengan pengungkapan ini, polisi memperkirakan telah menyelamatkan ratusan ribu jiwa dari bahaya penyalahgunaan narkotika

 

Penulis : Anton Teef

editor : Redaksi

Personel BKO Sat Brimob Polda Kaltim Bangun Jembatan Darurat di Aceh Utara

SIDIKPOST| Aceh Utara – Komitmen Polri dalam tugas kemanusiaan kembali diwujudkan oleh Satuan Brimob Polda Kalimantan Timur yang tergabung dalam penugasan Bawah Kendali Operasi (BKO) di wilayah Polda Aceh. Sebanyak 50 personel Brimob Kaltim bergerak cepat membangun jembatan penyeberangan sementara di Desa Riseh Tunong, Kec.Sawang, Kab.Aceh Utara, Sabtu (24/01/26).

Pembangunan jembatan darurat tersebut dilakukan sebagai respons atas terputusnya akses penghubung antarwilayah akibat banjir yang melanda kawasan tersebut. Kehadiran jembatan sementara ini diharapkan mampu memulihkan aktivitas masyarakat, baik dari sisi mobilitas harian maupun roda perekonomian warga setempat.

Dipimpin langsung oleh Danki Penugasan AKP Elan Suherlan, S.H., para personel Brimob di lapangan tampak bekerja secara gotong royong menyusun material konstruksi dengan penuh semangat dan kehati-hatian, demi memastikan jembatan dapat digunakan secara aman oleh masyarakat.

Secara terpisah, Dansat Brimob Polda Kaltim Kombes Pol Andy Rifai, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata pengabdian Brimob kepada masyarakat, khususnya dalam situasi darurat akibat bencana alam. Ia menegaskan bahwa keberadaan Brimob harus mampu memberikan solusi cepat dan manfaat langsung bagi masyarakat terdampak.

“Pembangunan jembatan darurat ini menjadi langkah prioritas agar akses masyarakat dapat segera kembali normal. Polri hadir tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam membantu masyarakat yang membutuhkan,” jelas Kombes Pol Andy Rifai.

Lebih lanjut, ia mengingatkan seluruh personel agar menjadikan penugasan kemanusiaan ini sebagai ladang pengabdian terbaik. Menurutnya, perbedaan wilayah penugasan tidak mengurangi semangat persaudaraan dan kepedulian terhadap sesama anak bangsa.

“Laksanakan tugas ini dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab. Setiap upaya yang dilakukan adalah bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat. Jaga nama baik kesatuan dan terus hadir sebagai pelindung serta pengayom masyarakat. Jiwa Ragaku Demi Kemanusiaan,” tutupnya. (*)

Humas Polda Kaltim

Perkuat Harkamtibmas, Ditsamapta Polda Kaltim Sambangi Sejumlah Pos Kamling

SIDIKPOST | Balikpapan – Direktorat Samapta Polda Kalimantan Timur terus mengintensifkan upaya pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) melalui kegiatan Patroli Sambang Dialogis di sejumlah pos keamanan lingkungan (pos kamling) yang berada di wilayah hukum Kota Balikpapan, Jumat (23/01/26).

Kegiatan patroli tersebut menyasar beberapa titik pos kamling, di antaranya Pos Kamling Kawasan Markoni Atas, Pos Kamling Kelurahan Damai, Pos Kamling RT.19 Kelurahan Klandasan Ilir, serta Pos Kamling RT.09 Kelurahan Sepinggan.

Dalam pelaksanaannya, personel Ditsamapta melakukan sambang dan berdialog langsung dengan warga yang tengah melaksanakan ronda malam. Dialog tersebut dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan-pesan kamtibmas sekaligus menyerap informasi serta aspirasi masyarakat terkait situasi keamanan di lingkungan masing-masing.

Petugas juga mengimbau warga agar tetap meningkatkan kewaspadaan, mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling), serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan potensi gangguan kamtibmas.

Melalui kegiatan patroli sambang dialogis ini, diharapkan terjalin komunikasi yang baik antara Polri dan masyarakat, sehingga tercipta rasa aman dan nyaman di lingkungan tempat tinggal warga Kota Balikpapan.

Ditsamapta Polda Kaltim menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban. (*)

Humas Polda Kaltim

Bhabinkamtibmas Polsek Anggana Dampingi Pemilihan Ketua RT 13 Desa Sepatin, Wujudkan Demokrasi yang Aman dan Guyub

SIDIKPOST| Kukar – Kehadiran Polri di tengah masyarakat kembali terlihat dalam kegiatan Pemilihan Ketua RT 13 Dusun 1 Desa Sepatin, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, Sabtu (24/1/2026). Bhabinkamtibmas Polsek Anggana, Bripka A. Azwar, turut hadir mendampingi jalannya pemilihan guna memastikan proses demokrasi berlangsung aman, tertib, dan penuh rasa kekeluargaan.

Pemilihan Ketua RT tersebut diikuti dua calon, yakni Ibrahim dan Hartono. Antusiasme warga RT 13 terlihat dari partisipasi aktif masyarakat yang hadir dan menggunakan hak pilihnya. Seluruh tahapan pemilihan berjalan secara terbuka dan demokratis, mencerminkan semangat kebersamaan serta kedewasaan berdemokrasi di tingkat lingkungan.

Dari hasil penghitungan suara, Ibrahim terpilih sebagai Ketua RT 13 Desa Sepatin dengan perolehan 31 suara, sementara Hartono memperoleh 22 suara. Usai pemilihan, suasana tetap kondusif dan penuh keakraban antarwarga.

Bripka A. Azwar, menyampaikan bahwa kehadiran Bhabinkamtibmas merupakan bentuk dukungan Polri terhadap kegiatan masyarakat, khususnya dalam menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan damai. Ia juga mengimbau warga untuk terus menjaga persatuan serta mendukung ketua RT terpilih demi kemajuan lingkungan.

Kapolsek Anggana, IPTU I Komang Mahendra Putra, mengapresiasi peran aktif Bhabinkamtibmas serta partisipasi masyarakat Desa Sepatin. Menurutnya, sinergi antara Polri dan warga merupakan kunci terciptanya keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat.

Kegiatan pemilihan Ketua RT 13 Desa Sepatin berakhir sekitar pukul 14.00 Wita dan berjalan dalam keadaan aman, tertib, serta kondusif. Kehadiran Polri di tengah masyarakat diharapkan dapat terus memperkuat rasa aman sekaligus menumbuhkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. (*)

Bhabinkamtibmas Loa Duri Ilir Laksanakan DDS, Ajak Warga Cegah Karhutlah Sejak Dini

SIDIKPOST| Kukar – Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutlah) terus dilakukan jajaran Polri melalui pendekatan humanis kepada masyarakat. Bhabinkamtibmas Desa Loa Duri Ilir, Brigpol Bayu Erawanto, melaksanakan kegiatan Door to Door System (DDS) Binmas dengan menyambangi warga di wilayah binaannya, pada Senin (26/1/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Brigpol Bayu Erawanto memberikan penyuluhan dan imbauan kamtibmas secara langsung kepada warga, khususnya terkait bahaya serta pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Ia mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara sembarangan, terlebih pada musim kemarau yang rawan terjadinya kebakaran.

Melalui dialog yang penuh keakraban, Bhabinkamtibmas juga mengimbau warga agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitar serta segera melaporkan kepada aparat desa atau kepolisian apabila melihat adanya titik api maupun aktivitas pembakaran yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

Selain dampak lingkungan, Brigpol Bayu Erawanto turut mengingatkan bahwa kebakaran hutan dan lahan dapat menimbulkan gangguan kesehatan akibat asap, merusak ekosistem, serta berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kegiatan DDS Binmas ini merupakan bagian dari langkah preventif Polri untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus mempererat sinergi antara kepolisian dan warga. Diharapkan melalui pendekatan langsung dan humanis, masyarakat semakin berperan aktif dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta kelestarian lingkungan di wilayah Desa Loa Duri Ilir. (*)

Polres Kutai Kartanegara Gelar Apel Pagi, Waka Polres Tekankan Disiplin dan Kualitas Pelayanan

SIDIKPOST| Kukar – Polres Kutai Kartanegara melaksanakan kegiatan Apel Pagi personel pada Senin (26/1/2026) di halaman Mako Polres Kutai Kartanegara. Apel pagi tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolres Kutai Kartanegara, Kompol Idhizaharudin Faris Raharja Putra.

Apel pagi diikuti oleh para Kabag, Kasat, Kasi, Kasubbag, perwira, bintara, serta ASN Polres Kutai Kartanegara. Kegiatan diawali dengan rangkaian apel sesuai tata upacara, mulai dari penghormatan pasukan, menyanyikan Mars Polri, pembacaan doa, pengucapan Tribrata dan Catur Prasetya, hingga penyampaian amanat pimpinan apel.

Dalam amanatnya, Wakapolres Kutai Kartanegara menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel atas pelaksanaan tugas yang berjalan dengan baik. Ia mengingatkan agar kedisiplinan dalam pelaksanaan apel pagi terus ditingkatkan, dengan menekankan kesiapan personel di lapangan apel sebelum pukul 08.00 Wita.

Kompol Idhizaharudin juga menegaskan bahwa meskipun Kapolres Kutai Kartanegara sedang melaksanakan ibadah umrah, seluruh personel tetap wajib menjalankan tugas dan tanggung jawab secara maksimal, khususnya dalam pelayanan kepada masyarakat.

Terkait pelayanan publik, Wakapolres menekankan agar layanan kepolisian seperti Call Center 110, SKCK, dan SIM dilaksanakan sesuai dengan petunjuk teknis dan arahan pimpinan. Ia turut menyampaikan terima kasih kepada petugas piket Call Center 110 yang telah melaksanakan tugas dengan baik saat dilakukan pengecekan langsung oleh Wakapolda Kalimantan Timur tanpa adanya teguran.

Selain itu, perhatian khusus juga diberikan kepada petugas piket tahanan agar selalu mematuhi standar operasional prosedur (SOP) guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Wakapolres juga mengingatkan seluruh personel untuk menjaga kebersihan lingkungan kerja serta menciptakan suasana kerja yang nyaman dan kondusif demi mendukung kelancaran tugas organisasi. (*)

Polsek Muara Kaman Tangani Penemuan Mayat di Jalan Poros HTI Menamang Kanan

SIDIKPOST| Kukar – Jajaran Polsek Muara Kaman menangani peristiwa penemuan sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki di Jalan Poros HTI Bukit Horina RT 005, Desa Menamang Kanan, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara, pada Sabtu (24/1/2026) sore.

Korban diketahui berinisial P (52), seorang guru yang berdomisili di Desa Menamang Kanan. Penemuan mayat tersebut pertama kali dilaporkan oleh warga setelah mencium bau menyengat di sekitar lokasi kejadian.

Kapolsek Muara Kaman IPTU Gede Wijaya, menjelaskan, setelah menerima laporan dari masyarakat, pihaknya langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) guna melakukan pengamanan dan penanganan awal. Petugas melakukan evakuasi jenazah dengan melibatkan perangkat desa serta pihak keluarga korban.

“Petugas Polsek Muara Kaman segera menuju TKP untuk mengamankan lokasi, mengumpulkan keterangan saksi-saksi, serta mengevakuasi jenazah korban ke fasilitas kesehatan,” jelas Kapolsek.

Jenazah korban kemudian dibawa ke UPTD Puskesmas Sebulu II, Desa Sumber Sari, Kecamatan Sebulu, menggunakan ambulans milik pemerintah desa. Berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak medis dan keluarga, keluarga korban menyatakan menerima penyebab kematian dan menolak dilakukan visum terhadap jenazah, yang dituangkan dalam surat pernyataan resmi.

Dari hasil pemeriksaan awal di TKP, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat kelelahan yang menyebabkan penyakitnya kambuh, mengingat korban diketahui baru saja menjalani operasi prostat. Selain itu, ditemukan sepeda motor korban di sekitar lokasi dengan kondisi rantai putus, yang diduga membuat korban berjalan kaki sebelum akhirnya mengalami kelelahan.

Kapolsek menambahkan, pihak kepolisian tetap melakukan langkah-langkah kepolisian berupa pengamanan barang bukti, pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) terhadap para saksi, serta pendalaman lebih lanjut untuk memastikan tidak adanya unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.

“Kami tetap melakukan penyelidikan guna memastikan peristiwa ini murni musibah dan tidak ditemukan adanya indikasi tindak pidana,” tegasnya.

Setelah proses administrasi selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk selanjutnya dimakamkan di Kota Samarinda. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan kondusif. (*)

“Api Di Ruang Sunyi : Riwayat Haidar Dirga Arsanu”

 PENGANTAR

Api di Ruang Sunyi merupakan cerita pendek sastra politik yang menelusuri perjalanan batin dan ideologis Haidar Dirga Arsanu, seorang pemuda lulusan pesantren yang memilih jalan sunyi di tengah dunia aktivisme yang kian bising oleh kepentingan.

Ditempa enam tahun dalam disiplin pesantren, Haidar tumbuh sebagai pribadi keras, idealis, dan tak mengenal kompromi terhadap nilai. Ketika ia memasuki Fakultas Hukum dan aktif dalam organisasi mahasiswa Islam, ia melihat organisasi bukan sebagai tangga karier, melainkan alat perjuangan moral dan intelektual. Meski berasal dari keluarga mampu, Haidar menolak hidup nyaman. Ia mencukupi hidupnya dengan mengumpulkan barang bekas di kampus, berjualan bawang dari rumah ke rumah, serta membuka jasa konsultasi akademik—sebuah sikap hidup yang ia yakini sebagai bentuk kemerdekaan nurani.

Dalam dunia aktivisme, Haidar menjadi sosok yang lantang dan konsisten. Ia berkeliling Indonesia membangun cabang-cabang organisasi mahasiswa Islam, tidur di masjid, hidup dalam keterbatasan, dan berjuang demi cita-cita kolektif umat dan bangsa. Namun, perjuangan itu berbalik menjadi luka ketika organisasi yang ia besarkan perlahan berubah menjadi alat tawar kekuasaan. Senior-senior pragmatis mengendalikan struktur, menjadikan cabang organisasi sebagai komoditas politik dan proyek kepentingan.

Haidar difitnah, disingkirkan, dan dikhianati oleh sahabat-sahabat seperjuangan sekaligus orang-orang yang dahulu selalu bersamanya. Di titik itu, ia dihadapkan pada pilihan paling sunyi: bertahan dalam struktur yang busuk atau pergi dengan iman yang utuh. Ia memilih pergi.

Tanpa jabatan, tanpa organisasi, Haidar melanjutkan perlawanan dalam bentuk lain: menulis, mengajar dan mendidik di ruang-ruang kecil yang sering diabaikan sejarah. Api di Ruang Sunyi Menggabarkan kisah tentang idealisme yang kalah secara struktural, namun menang secara moral; tentang api keyakinan yang tak pernah padam meski tak memiliki panggung.

Sebuah cerita pendek tentang keberanian untuk sendiri, tentang iman yang menolak tunduk, dan tentang perlawanan yang terus hidup dalam sunyi.

 

 

 

MELANGKAH DARI GERBANG PESANTREN KE DUNIA KAMPUS

 

“Sejarah tidak selalu mencatat pemenang, tapi Tuhan selalu mengingat yang bertahan.”

Tidak semua api lahir dari amarah, sebagian lahir dari kesunyian panjang yang menolak padam. Haidar Dirga Arsanu memahami itu sejak lama. Sejak ruang-ruang sunyi pondok pesantren mengajarinya bahwa kebenaran tidak selalu berteriak, namun selalu terbakar diam-diam, konsisten  dan menyakitkan bagi siapa pun yang mendekat tanpa iman.

“Kesunyian bukan kekalahan. Ia hanya ruang bagi api untuk tumbuh lebih jujur.”

Selama Enam tahun di pesantren telah mengasahnya menjadi pemuda dengan keyakinan keras seperti batu karang. Ia belajar kitab, disiplin, dan hidup sederhana. Ia tahu caranya tunduk, tetapi hanya kepada Tuhan dan nilai, bukan kepada manusia yang menukar prinsip dengan keuntungan pribadi atau kelompok apalagi materi semata.

Ketika Haidar telah menyelesaikan pendidikannya dan keluar dari gerbang pesantren, dunia menyambutnya bukan dengan karpet merah, melainkan dengan kenyataan yang tidak pernah Ia temui. Selanjutnya Ia masuk Fakultas Hukum, bukan semata-mata untuk mengejar gelar, melainkan untuk memahami senjata yang selama ini digunakan untuk menundukkan rakyat: hukum itu sendiri.

Keluarganya merupakan keluarga mampu, Orang tuanya sanggup menyokong biaya kuliah dan hidupnya. Tapi Haidar menolak hidup nyaman. Ia tidak pernah duduk di kafe mahal, tidak pernah mengenal pesta malam dan tidak tahu rasa hidup yang disebut “anak orang kaya”.

“Kesederhanaan yang kupilih lebih terhormat daripada kemewahan yang menidurkan nurani.”

Tahun-tahun pertama ia mengikuti kuliah dengan lancar seperti mahasiswa pada umumnya, pagi kuliah malam sudah di rumah.

Siang itu ketika baru selesai mengikuti perkuliahan, ia melihat adanya stand pendaftaran organisasi eksternal kamus yaitu organisasi mahasiswa Islam. Karena ia selama ini belajar di pondok pesantren dan kental dengan nuansa religius, akhirnya Ia mendaftar dan mengikuti pengkaderan.

Setelah pengkaderan dan resmi bergabung dengan organisasi mahasiswa Islam, Ia semakin banyak kegiatan setelah selesai kuliah, baik itu dalam forum-forum diskusi, baca buku maupun kegiatan organisasi lainnya.

Karena kesibukannya di kuliah dan organisasi yang padat, akhirnya dia meminta ijin kepada orang tuanya agar tinggal di rumah kontrakan yang dekat dengan kampus, Ijinpun diberikan dengan berbagai syarat dan nasihat-nasihat orang tua serta harus bertanggung jawab terhadap studinya. Karena biaya kuliah sudah di akomodir orang tua. Dia tidak mau semena-mena, akhirnya ia mulai berpikir untuk berusaha agar bisa membiayai kebutuhan hidupnya sendiri selama ia tinggal di kontrakan tanpa membebani orang tua lagi.

Ia pun berinisiatif mulai berusaha untuk mencukupi kebutuhan hidupnya tanpa mengganggu kegiatan kuliah maupun organisasi.

Demi bertanggung jawab terhadap hidupnya, apapun ia jalani yang penting halal dan tanpa mengeluh. Pagi hari, ia menyusuri lorong-lorong kampus, mengumpulkan botol plastik dan kertas bekas. Siang hari, ia menjajakan bawang dari rumah ke rumah. Malam hari, ia membuka jasa konsultasi skripsi, makalah, dan tugas akhir.

Ia pun akhirnya memenuhi kebutuhan hidup dari keringatnya sendiri, sebuah sikap yang dianggap aneh di kampus, bahkan oleh kawan seperjuangan. Namun itu menjadi kebanggaan untuk dirinya sendiri.

 

DINAMIKA KAMPUS DAN IDEALISME

 

Setelah Haidar bergabung dengan organisasi mahasiswa Islam. Ia cepat dikenal oleh sesama kader, bukan karena pencitraan, melainkan karena keberaniannya melawan arus. Ia tidak tunduk pada senior yang gemar berpidato tetapi tidak pernah turun melihat kondisi di lapangan dan kehidupan  rakyat secara langsung dan Ia menolak pragmatisme yang menyamar sebagai “kedewasaan berpolitik”.

“Aku tidak anti strategi. Aku hanya menolak menjual nilai dengan harga murah.”

Dalam kegiatan organisasi, Ia sangat menonjol. Di ruang-ruang diskusi, Haidar keras. Di jalanan aksi, ia paling depan dan Di forum nasional, ia sering dianggap terlalu jujur dan karenanya itu dianggap berbahaya.

Ia berkeliling Indonesia bertemu para pengurus cabang organisasi mahasiswa Islam di kota-kota kecil. Kadang Tidur di masjid, makan seadanyabdan berdebat sampai dini hari tentang masa depan umat dan bangsa. Ia percaya organisasi merupakan alat perjuangan, bukan alat tawar untuk kepentingan kelompok dan golongan.

Perjuangan panjang itu tidak selalu berbuah manis, bahkan kadang kala justru memetik duri. Ia melihat sebuah realitas yang mengkhawatirkan, Cabang yang perjuangkan dan Ia bangun dengan darah dan air mata mulai menjadi Piala yang diperebutkan. Sahabat-sahabat yang dulu satu saf, mulai berbicara dengan bahasa proposal dan proyek.

“Idealisme tidak mati, ia hanya sering dibunuh oleh mereka yang dulu mengaku berjuang.”

Karena Ia Selalu memiliki pendirian yang teguh dalam menjaga marwag organisasi, apun terkena dampak negatif berupa Fitnah dan Disebut terlalu idealis, tidak loyal, bahkan dituduh ambisius.

“Pengkhianatan paling menyakitkan datang dari orang yang pernah sujud bersamamu.”

Para senior organisasi yang kini duduk di kursi empuk kekuasaan semakin hari semakin mengendalikan organisasi seperti papan catur. Cabang yang mulai ramai kader-kader baru dijadikan alat tawar untuk proyek, jabatan, dan legitimasi politik.

“Organisasi tanpa nilai hanyalah tangga kekuasaan.”

Walaupun Ia berjuang dan melawan namun Pada akhirnya, organisasi mahasiswa Islam yang ia bela berubah menjadi ruang transaksi. Rapat-rapat tidak lagi membahas kaderisasi, melainkan rekomendasi politik Dan Mimbar-mimbar dakwah digantikan lobi-lobi gelap.

Haidar berdiri di sudut ruangan kampus, ia menyaksikan kehancuran organisasi mahasiswa Islam dari dalam.

“Ketika organisasi tak lagi melahirkan keberanian, ia hanya pabrik legitimasi kekuasaan.”

Akhirnya memilih pergi, Bukan karena kalah tetapi karena menolak menjadi bagian dari kebusukan. Di cabang organisasi Tidak mempunyai jabatan struktural apalagi kekuasaan. Namun api di dadanya tetap menyala.

“Lebih baik sendiri dalam kebenaran, daripada ramai dalam pengkhianatan.”

Ia terus menulis, mendidik dan bergerak di ruang-ruang kecil tempat yang sering diabaikan sejarah.

“Aku mungkin kalah dalam struktur, tapi tidak dalam iman. Api tidak butuh panggung. Ia hanya butuh keyakinan Dan di ruang sunyi itu, Api tetap hidup.”

 

PENUTUP : MENANG KARENA KEYAKINAN IMAN

 

Haidar Dirga Arsanu tidak pernah mengikuti apalagi memenangkan pemilihan ketua cabang organisasi mahasiswa Islam, tidak mencatatkan namanya dalam struktur dan tidak duduk di kursi kekuasaan mana pun. Sejarah resmi mungkin melewatinya dengan dingin, seolah perjuangannya tidak pernah ada dan justru di situlah letak kekalahannya yang paling jujur sekaligus kemenangannya yang paling bermakna.

Ia kalah dalam sistem yang dibangun untuk mengabadikan kompromi kepentingan pribadi dan kelompok. Ia tumbang di hadapan struktur yang memuja loyalitas buta dan membenci nurani yang merdeka. Tetapi ia tidak pernah kalah di hadapan keyakinannya sendiri.

“Kekuasaan bisa merampas panggung, tapi tak pernah mampu mengalahkan kebenaran apalagi memadamkan iman.”

Ketika organisasi menjelma mesin transaksi, Haidar memilih menjadi manusia. Ketika senior menukar idealisme dengan akses dan proyek, ia memilih sunyi. Bukan karena takut, melainkan karena menolak ikut membusuk. Ia memahami satu hal yang sering dilupakan para pejuang karier: tidak semua perlawanan harus menang hari ini, dan tidak semua kebenaran membutuhkan pengakuan.

“Lebih berbahaya menjadi idealis yang dijinakkan, daripada pemberontak yang sendirian.”

Di ruang-ruang kecil, jauh dari spanduk dan sorot kamera, Haidar menyalakan api dengan cara paling sederhana: berpikir, mengajar, menulis, dan bertahan. Ia menjadi saksi bahwa ideologi bukan milik gedung megah atau organisasi besar, melainkan milik mereka yang sanggup menjaga konsistensi di tengah pengkhianatan.

kisah ini bukan tentang nostalgia aktivisme, bukan pula ratapan atas kekalahan. Api di Ruang Sunyi merupakan peringatan keras: bahwa ketika gerakan kehilangan nilai, ia hanya akan melahirkan elit baru yang lebih licin; dan ketika idealisme dijadikan komoditas, maka pengkhianatan akan selalu tampak rasional.

“Api tidak pernah mati. Ia hanya berpindah dari panggung ke hati.”

Dan selama masih ada satu orang yang menolak tunduk pada kebusukan, selama masih ada yang memilih sunyi daripada menjual iman, sejarah itu baik cepat atau lambat akan dipaksa mengingat. Karena perubahan besar sering kali tidak dimulai dari sorak-sorai, Melainkan dari api kecil di ruang sunyi.

 

ARDHI MORSSE, SENIN 19 JANUARI 2026

 

Wali Kota Jakarta Barat Dorong Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Palmerah

SIDIKPOST | JAKARTA — Dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional, Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah bersama jajaran melakukan kunjungan ke Taman Palmerah Indah, Kelurahan Palmerah, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, Minggu pagi (25/1/2026). Kunjungan tersebut sekaligus menjadi ajang silaturahmi dengan warga dan anak-anak yang tengah beraktivitas di taman.

Kedatangan Wali Kota disambut hangat oleh Camat Palmerah beserta jajaran, Kapolsek Palmerah, Lurah Palmerah, Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), Satpol PP, Babinsa, serta tokoh masyarakat setempat. Kegiatan berlangsung di Jl. Kiwal RT 007/02, Taman Palmerah Indah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Kota (Asko) Jakarta Barat, Camat Palmerah Febbiandri Suharto, Kapolsek Palmerah, Lurah Palmerah, jajaran LMK Palmerah, serta unsur Tiga Pilar dan tokoh masyarakat.

Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah menyampaikan apresiasi atas sinergi lintas sektor yang telah mewujudkan Taman Palmerah Indah sebagai ruang terbuka hijau yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Alhamdulillah hari ini saya berada di Taman Palmerah Indah. Ini adalah hasil kerja keras dan sinergisitas antara Kelurahan Palmerah, Pak Lurah beserta jajaran, Pak Camat, serta dukungan berbagai pihak. Taman ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Iin Mutmainnah kepada awak media.

Menurutnya, taman tersebut juga mendapat dukungan dari Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) dalam pengamanan aset, sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal oleh warga.

“Hari ini kita melihat antusiasme masyarakat yang sangat tinggi. Bukan hanya warga Palmerah, tetapi juga warga dari wilayah sekitar seperti Kemanggisan. Fasilitasnya lengkap, ada lapangan futsal, area bermain anak, hingga ruang santai dan olahraga,” tambahnya.

Iin Mutmainnah juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan keamanan taman sebagai tanggung jawab bersama. Ia mengapresiasi kondisi taman yang bersih dan tertata, serta mengajak warga untuk terus menjaga fasilitas yang ada.

“Kebersihan sudah sangat baik, saya tidak melihat sampah. Mari kita manfaatkan taman ini sekaligus menjaga kebersihannya. Soal keamanan juga menjadi tanggung jawab kita bersama, tidak hanya pemerintah atau aparat, tetapi seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh unsur masyarakat, mulai dari RT, RW, LMK, Dewan Kota, PKK, kader Posyandu, Jumantik, hingga warga, untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan (kamtibmas).

Sementara itu, Camat Palmerah Febbiandri Suharto mengatakan kunjungan Wali Kota tersebut merupakan bagian dari peringatan Hari Gizi Nasional, sekaligus peninjauan langsung terhadap pemanfaatan ruang terbuka hijau di wilayah Palmerah.

“Hari ini Ibu Wali Kota Jakarta Barat berkunjung ke Taman Palmerah Indah dalam rangka Hari Gizi Nasional. Beliau meninjau taman sekaligus memberikan produk pangan untuk mendukung peningkatan gizi anak-anak,” ujarnya.

Febbiandri menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan Wali Kota terhadap pengembangan taman yang kini menjadi ruang interaksi baru bagi warga.

“Taman Palmerah Indah tidak hanya dimanfaatkan warga Palmerah, tetapi juga warga kelurahan sekitar. Di sini tersedia meja belajar, area bermain, dan lapangan futsal untuk menyalurkan energi positif anak-anak dan remaja agar terhindar dari aktivitas negatif,” jelasnya.

Terkait keamanan dan kebersihan, pihak kecamatan terus berkoordinasi dengan Lurah, unsur Tiga Pilar, Polsek, dan Koramil untuk menjaga lingkungan tetap aman dan nyaman.

Ke depan, Camat Palmerah berharap Taman Palmerah Indah dapat terus memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat, mulai dari balita, remaja, hingga lansia.

“Ke depan, taman ini diharapkan semakin mendukung tumbuh kembang anak, kesehatan lansia, serta aktivitas positif remaja. Kami juga merencanakan pengembangan dan perluasan taman dengan dukungan semua pihak agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (*)

Polres Kutai Kartanegara Gelar Program Warung Berkah

SIDIKPOST| Kukar – Polres Kutai Kartanegara kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat melalui pelaksanaan Program Warung Berkah, yang dirangkai dengan pembagian bantuan beras serta pemeriksaan kesehatan gratis, Jumat (23/1/2026) pagi.

Kegiatan tersebut berlangsung di Kedai Ojol Kamtibmas, Lapangan Parkir Kumala, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara. Program sosial ini menyasar kelompok masyarakat yang membutuhkan, seperti pengemudi ojek online, petugas kebersihan, pemulung, serta masyarakat umum, dengan total penerima manfaat sebanyak 225 orang.

Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Kasat Binmas Polres Kukar AKP Sukardi, didampingi Kasi Dokkes IPTU Supriadi Nurdin, KBO Satbinmas IPTU Dewa Gede Ertana, Kanit Binpolmas IPTU Abdul Rajab, serta personel Satbinmas dan Sidokkes Polres Kutai Kartanegara.

Dalam pelaksanaannya, Polres Kutai Kartanegara menyalurkan bantuan sembako berupa beras kepada masyarakat, membagikan makanan dan minuman gratis, serta memberikan layanan pemeriksaan kesehatan secara cuma-cuma. Selain itu, personel juga menyampaikan penyuluhan singkat terkait pentingnya menjaga kesehatan, keamanan, dan ketertiban lingkungan.

AKP Sukardi menyampaikan bahwa Program Warung Berkah merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra dan pelayan masyarakat yang peduli terhadap kondisi sosial dan kesejahteraan warga.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin berbagi dan menjalin silaturahmi dengan masyarakat. Semoga apa yang kami lakukan dapat membantu serta mempererat hubungan Polri dengan warga,” ujarnya.

Program ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai bentuk kepedulian dan pengabdian Polres Kutai Kartanegara kepada masyarakat. (*)

Kapolres Kutai Kartanegara Pimpin Kegiatan Peningkatan Kebugaran Bagi Personel OW/Obesitas

Kukar – Dalam upaya menjaga kesehatan dan meningkatkan kesiapan fisik personel, Polres Kutai Kartanegara melaksanakan kegiatan peningkatan kebugaran bagi personel yang memiliki berat badan berlebihan (overweight/obesitas), Jumat (23/1/2026) sore.

Kegiatan yang berlangsung di Halaman Mako Polres Kutai Kartanegara sekitar pukul 16.00 WITA tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Khairul Basyar, serta dihadiri Wakapolres Kukar Kompol Izdiharuddin Faris Raharja Putra. Turut hadir para Kabag, Kasat, Kasi, perwira, serta bintara yang masuk dalam kategori overweight dan obesitas.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pengecekan kesehatan berupa pemeriksaan tekanan darah (tensi) untuk memastikan kondisi fisik personel dalam keadaan aman sebelum berolahraga. Selanjutnya dilaksanakan peregangan dan pemanasan, dilanjutkan dengan olahraga bersama, serta diakhiri dengan pendinginan guna menjaga kebugaran tubuh dan mencegah cedera.

Kapolres Kutai Kartanegara menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan personel secara berkelanjutan, dengan tujuan meningkatkan kesehatan, kebugaran, serta kesiapan fisik anggota dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian.

“Kesehatan personel merupakan aset utama institusi. Dengan kondisi fisik yang prima, personel akan lebih siap dan optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Kapolres.

Kegiatan peningkatan kebugaran tersebut berakhir sekitar pukul 17.40 WITA dan berjalan aman, tertib, serta kondusif. Diharapkan melalui kegiatan ini, personel semakin termotivasi untuk menerapkan pola hidup sehat dan menjaga kebugaran tubuh secara rutin. (*)