Hadiri Musdes Penetapan Pengurus BUMDes

SIDIKPOST| Kukar – Bhabinkamtibmas Desa Loa Janan Ulu Polsek Loa Janan, Aipda Suwarno, menghadiri kegiatan Musyawarah Desa (Musdes) dalam rangka penetapan pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang digelar di Balai Desa Loa Janan Ulu, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kamis (29/1/2026).

Musdes tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Loa Janan Ulu beserta perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, serta calon pengurus BUMDes. Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan sebagai bagian dari upaya mendorong kemajuan perekonomian desa.

Dalam kesempatan tersebut, Aipda Suwarno menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya terkait upaya pencegahan tindak pidana pencurian. Ia mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, menjaga keamanan lingkungan, serta mengaktifkan kembali kegiatan ronda malam dan pos satuan keamanan lingkungan (satkamling).

“Keamanan bukan hanya menjadi tugas kepolisian, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Dengan kepedulian dan kerja sama seluruh elemen masyarakat, situasi kamtibmas yang aman dan kondusif dapat terwujud,” ujar Aipda Suwarno.

Kehadiran Bhabinkamtibmas dalam kegiatan Musdes tersebut merupakan bentuk sinergi Polri dengan pemerintah desa dan masyarakat. Selain mendukung kelancaran program desa, kehadiran ini juga bertujuan untuk menjaga stabilitas keamanan dan mempererat komunikasi antara kepolisian dan warga di wilayah hukum Polsek Loa Janan. (*)

Samapta Polres Kutai Kartanegara Laksanakan Patroli

SIDIKPOST| Kukar – Satuan Samapta Polres Kutai Kartanegara melaksanakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) berupa patroli dan penyampaian imbauan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polres Kutai Kartanegara, Rabu (28/1/2026).

Kegiatan patroli dimulai sekitar pukul 10.00 Wita hingga selesai dengan sasaran salah satunya kawasan Taman Tanjong. Patroli tersebut dilaksanakan oleh personel Sat Samapta Polres Kutai Kartanegara sebagai upaya preventif untuk mencegah terjadinya gangguan kamtibmas serta memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, petugas patroli menyampaikan imbauan kepada petugas jaga dan masyarakat sekitar agar senantiasa waspada terhadap keberadaan orang-orang yang mencurigakan. Petugas juga mengingatkan agar segera melaporkan kepada pihak kepolisian melalui Call Center 110 atau mendatangi kantor polisi terdekat apabila mengetahui atau mengalami tindak pidana.

Kegiatan patroli dan imbauan kamtibmas tersebut merupakan bagian dari komitmen Polres Kutai Kartanegara dalam menjaga situasi keamanan tetap aman dan kondusif, khususnya di ruang publik yang menjadi tempat aktivitas masyarakat. (*)

Polsek Jajaran Polres Kukar Gelar Binluh Karhutla

SIDIKPOST| Kukar – Dalam upaya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Polsek jajaran Polres Kukar melaksanakan kegiatan pembinaan dan penyuluhan (Binluh) kepada masyarakat di wilayah hukumnya. Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu (28/1/2026) di Desa-desa yang masuk wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara.

Kegiatan Binluh Karhutla dilaksanakan oleh personel Polsek terutama oleh Bhabinkamtibmas, dengan sasaran warga Desa yang kerap membuka lahan dengan membakar. Dalam kegiatan tersebut, personel kepolisian menyampaikan imbauan “Stop Karhutla” serta memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan hukum dan sanksi pidana terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan.

Selain menjelaskan aspek hukum, petugas juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan karhutla. Warga diimbau agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar serta segera melaporkan apabila mengetahui adanya potensi atau kejadian kebakaran hutan dan lahan di lingkungan sekitar.

Kasi Humas Polres Kukar Iptu Maryono, menegaskan bahwa pencegahan karhutla membutuhkan kerja sama semua pihak. Menurutnya, kebakaran hutan dan lahan tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga dapat mengancam kesehatan dan keselamatan masyarakat.

Polres Kukar berharap melalui kegiatan ini, kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga potensi terjadinya karhutla dapat ditekan. (*)

Wakapolres Kukar Hadiri Peresmian Patung Ir. Soekarno dan Ruang Terbuka Hijau Sangasanga

SIDIKPOST| Kukar – Wakapolres Kutai Kartanegara Kompol Izdiharuddin Faris R.P., menghadiri kegiatan peresmian Patung Ir. Soekarno dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Sangasanga yang digelar di Jalan Jenderal Sudirman RT 17, Kelurahan Sangasanga Dalam, Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa (27/1/2026) sore.

Kegiatan peresmian yang dimulai sekitar pukul 16.15 WITA tersebut berlangsung khidmat dan mendapat antusiasme masyarakat. Kehadiran Wakapolres Kutai Kartanegara dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan Polri terhadap pembangunan fasilitas publik sekaligus upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.

Peresmian Patung Ir. Soekarno dan RTH Sangasanga turut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Ideologi dan Kaderisasi Djarot Saiful Hidayat, Wakil Ketua II DPRD Provinsi Kalimantan Timur Ananda Emira Moeis, Wakil Bupati Kutai Kartanegara H. Rendi Solihin, serta unsur DPRD Provinsi Kalimantan Timur dan DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, serta sambutan dari tokoh masyarakat, perwakilan keluarga Ir. Soekarno, dan Wakil Bupati Kutai Kartanegara. Puncak acara ditandai dengan peresmian Patung Ir. Soekarno dan RTH Sangasanga melalui penekanan tombol sirine yang dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti.

Wakapolres Kutai Kartanegara Kompol Izdiharuddin Faris menyampaikan bahwa Polres Kutai Kartanegara mendukung penuh kegiatan positif yang bertujuan memperkuat nilai-nilai sejarah, nasionalisme, serta memberikan ruang publik yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Ruang terbuka hijau ini diharapkan dapat menjadi sarana edukasi sejarah sekaligus ruang interaksi masyarakat, sehingga mampu menumbuhkan semangat kebangsaan dan persatuan,” ujarnya.

Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 18.00 WITA dan berjalan aman, tertib, serta terkendali berkat sinergi seluruh unsur pengamanan. (*)

Polsek Jatiuwung Bersama TNI, Pemerintahan dan Warga Gelar Kerja Bakti Cegah Banjir di Periuk Damai

SIDIKPOST| Tangerang – Sebagai upaya pencegahan banjir di wilayah rawan genangan, Polsek Jatiuwung Polres Metro Tangerang Kota bersama unsur TNI, Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pemadam Kebakaran, Pemerintah Kecamatan dan Kelurahan, serta masyarakat melaksanakan kerja bakti massal di Perumahan Periuk Damai RW 08, Kel/Kec. Periuk, Kota Tangerang, Rabu (28/1/2026).

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Jatiuwung, Kompol Rabiin, S.H., dan melibatkan sekitar 100 personel gabungan. Kerja bakti difokuskan pada pembersihan saluran air dan gorong-gorong, pengangkutan sampah, penyapuan jalan lingkungan, serta pemangkasan ranting pohon yang berpotensi membahayakan saat hujan deras.

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol. Dr. Raden Muhammad Jauhari, S.H., S.I.K., M.Si. menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah konkret Polri dalam mendukung keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

“Kerja bakti ini adalah bagian dari upaya preventif Polri bersama seluruh elemen masyarakat untuk mengurangi risiko banjir. Lingkungan yang bersih dan saluran air yang lancar menjadi kunci utama dalam mencegah terjadinya genangan,” ujar Kombes Pol. Jauhari.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi persoalan lingkungan.
“Permasalahan banjir tidak bisa ditangani sendiri. Diperlukan sinergi Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat agar hasilnya benar-benar dirasakan,” tambahnya.

Sementara itu, Camat Periuk, Andhika Nugraha, K.M.S., STP, mengapresiasi keterlibatan aktif seluruh pihak dalam kegiatan tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi peran Polsek Jatiuwung dan seluruh unsur yang terlibat. Kerja bakti ini sangat membantu masyarakat, khususnya di wilayah yang kerap terdampak genangan saat curah hujan tinggi,” ujarnya.

Dari sisi masyarakat, Ketua RW 08 Periuk Damai, Heri Bertus, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan kepedulian aparat. “Kami mewakili warga RW 08 mengucapkan terima kasih kepada Polri, TNI, dan pemerintah. Kegiatan ini sangat bermanfaat dan kami berharap bisa dilakukan secara rutin,” kata Heri.

Ia menambahkan bahwa warga setempat sangat antusias mengikuti kerja bakti karena menyadari pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah pencegahan banjir.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Polres Metro Tangerang Kota menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta kelestarian lingkungan di wilayah hukum Polres Metro Tangerang Kota.

Penulis : Anton Teef

Redaksi : Editor

Wartawan Kehilangan Ponsel, Pelaku Terekam CCTV namun Belum Ditindaklanjuti Polsek

SIDIKPOST| Jakarta – Seorang wartawan bernama Witra melaporkan kehilangan telepon genggam miliknya yang diduga dicuri oleh orang tak dikenal.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar sepekan lalu dan telah dilaporkan ke pihak kepolisian, namun hingga kini belum ada tindak lanjut yang jelas dari Polsek Cengkareng.

Menurut Witra, aksi pencurian tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di sekitar lokasi kejadian.

Dalam rekaman tersebut terlihat jelas sosok yang diduga sebagai pelaku berada di sekitar kendaraan korban sebelum ponsel dinyatakan hilang.

“Pelakunya terlihat jelas di CCTV.
Saya berharap pihak Polsek Cengkareng bisa segera menindaklanjuti dan menangkap pelaku,” ujar Witra saat dikonfirmasi.

Witra mengaku telah menyerahkan bukti rekaman CCTV tersebut kepada pihak kepolisian sebagai bahan pendukung laporan.

Namun sampai saat ini, ia belum mendapatkan informasi perkembangan penyelidikan dari aparat kepolisian.

Ia berharap aparat penegak hukum dapat segera bertindak, mengingat ponsel yang hilang tersebut berisi data dan informasi penting terkait aktivitas jurnalistiknya.

Witra juga menekankan pentingnya rasa aman bagi masyarakat serta respons cepat kepolisian dalam menangani laporan kehilangan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polsek Cengkareng belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan kasus tersebut.

 

Sampai berita ini di tayangkan,belum ada keterangan dari Polsek Cengkareng, redaksi akan mengupdate jika sudah keterangan keterangan selanjutnya 

 

Penulis : RDK

Editor : Redaksi

Cerpen : BATAS BY Ardhi Morsse

PENGANTAR

“Cinta yang mematikan harga diri bukanlah pengorbanan, Melainkan penundaan kehancuran.”

Dalam sunyi sebuah rumah yang tampak utuh, Raden Haryo Kusumo menjalani pernikahan sebagai ruang pengabdian tanpa suara. Ia bekerja, mengalah dan menghilang perlahan demi nama keluarga dan masa depan anak, hingga pengorbanan berubah menjadi kehilangan diri, Di hadapannya, Raden Ayu Ranta Purbasari, perempuan yang tumbuh dari rahim luka broken home, memikul masa lalu yang tidak pernah benar-benar selesai. Keintiman baginya bukan sekadar cinta, melainkan alat bertahan dari rasa ditinggalkan.

Ketika keamanan pernikahan justru melahirkan jarak, relasi suami-istri itu bergerak dari kehangatan menuju kekuasaan yang tidak disadari, “satu memberi tanpa batas, yang lain menuntut tanpa jeda.” Pengkhianatan jaji pernikahan hadir bukan sebagai dosa tunggal, melainkan gejala sosial, pelarian dari relasi yang timpang dan emosi terbungkam.

BATAS menyingkap pernikahan sebagai arena politik paling sunyi. Ia tempat tubuh, uang, peran gender, dan luka masa masa lalu saling bernegosiasi tanpa bahasa. Dalam rumah tangga ini, cinta bukan lagi soal rasa, melainkan soal posisi, siapa yang berhak berbicara, siapa yang wajib diam dan siapa yang terus berkorban demi stabilitas semu.

“Pernikahan yang sehat bukan tempat satu orang berkorban dan yang lain berkuasa, Melainkan ruang di mana dua luka bertanggung jawab pada dirinya masing-masing.”

Ketika Haryo berhenti menghilang dan memilih memasang batas, pernikahan diuji pada pertanyaan paling mendasar, “bertahan demi anak atau bertahan demi ketakutan?,” Cerita ini tidak menawarkan akhir bahagia yang mudah, tetapi mengajak pembaca menatap kenyataan pahit bahwa martabat sering kali harus diperjuangkan justru di tempat yang disebut rumah.

Dengan bahasa lirih dan psikologi yang tajam, BATAS merupakan kisah tentang cinta yang lelah, luka yang diwariskan dan keberanian untuk berkata cBATp, sebuah refleksi bahwa menyelamatkan diri bukanlah pengkhianatan, melainkan bentuk cinta paling dewasa.

 

RUMAH TANPA NAFAS

 

Cinta tidak selalu mati karena benci. Kadang ia mati karena satu orang terlalu lama menghilang demi bertahan.”

Raden Haryo Kusumo selalu pulang paling akhir. Bukan karena lembur, melainkan karena rumah itu tidak lagi memberinya jeda untuk bernapas.

Pintu rumah dibuka pelan, Lampu ruang tamu mmenyaladan Televisi hidup tanpa suara.

Terlihat di sudut sofa, Raden Ayu Ranta Purbasari duduk dengan punggung sedikit membungkuk, jarinya menari di layar ponsel, dunia yang lebih aman baginya dibanding tatapan suami sendiri. Tak ada sapaan, Tak ada tanya, Tak ada keluhan. Hanya jarak yang tumbuh subur di ruang sempit bernama pernikahan.

“Diam bukan tanda damai. Ia sering kali adalah bahasa terakhir dari jiwa yang kelelahan.” (Psikologi Relasional)

 

MASA LALU

 

Ranta dibesarkan oleh ibunya seorang diri, Ayahnya hanya legenda yang jarang disebut, bukan karena lupa, tapi karena luka. Ia tumbuh dengan satu keyakinan sunyi,

“cinta selalu datang dengan syarat, dan bisa pergi kapan saja.”

Di masa remaja, kehangatan ia cari dari pelukan-pelukan yang tidak pernah menjanjikan masa depan, bukan karena ia liar, melainkan karena ia ingin merasa dipilih, meski hanya sesaat.

Lalu datanglah Haryo Ketika Ia mulai memasuki dunia kampus, Haryo sosok laki-laki yang Tenang, Pekerja keras dan Tidak banyak bicara serta selalu hadir.

Di awal, Ranta mencintai dengan seluruh tubuh dan jiwanya, Karena saat itu, ia belum merasa aman dan orang yang belum aman sudah pasti mencintai dengan berlebihan.

“Manusia yang belum sembuh akan mencintai dengan intensitas,bukan dengan kestabilan.” (Teori Kelekatan – Attachment Theory)

Sepuluh tahun telah berlalu, Seorang anak laki-laki lahir dan sudah mulai menempuh kehidupan yang keras dan rumah itu berdiri dengan utuh, setidaknya dari luar.

Haryo setiap hari bekerja dengan giat, Ia menyerahkan seluruh penghasilannya untuk  membantu pekerjaan rumah, Mengurus anak, Menekan lapar, Menekan lelah dan Menekan harga dirinya sendiri.

Ia percaya, pengorbanan merupan bentuk cinta paling tinggi. Namun tanpa ia sadari, ia perlahan menghilang. Ranta tidak lagi melihat suaminya sebagai partner, melainkan sebagai sesuatu yang selalu ada dan karena itu, tidak lagi disadari nilainya.

Keintiman berubah menjadi kewajiban dan Pelukan menjadi jarang, Kata-kata menjadi tajam atau bahkan tidak ada sama sekali.

“Ketika satu pihak terus mengalah, hubungan tidak menjadi seimbang, ia menjadi pincang.” (Psikologi Pernikahan)

Karena pengaruh lingkungan tempat kerja, Ranta akhirnya berani mengkhianatu janji pernikahan, bukan karena Haryo buruk. Ia berselingkuh karena ia merasa tidak terlihat, bahkan oleh dirinya sendiri. Rekan kerjanya membuatnya tertawa, Mendengarkan ceritanya dan Membuatnya merasa hidup kembali, tanpa beban peran istri dan ibu.

Ketika pengkhianatan itu ketahuan haryo, rumah itu meledak, Tangis, Amarah Dan akhirnya… diam.

Ponsel Ranta terkunci berlapis, Bukan hanya untuk menyembunyikan rahasia, tapi untuk melindungi diri dari rasa bersalah yang belum siap ia hadapi.

“Perselingkuhan jarang tentang seks. Ia hampir selalu tentang pelarian dari diri sendiri.” (Esther Perel)

 

TITIK BALIK

Suatu malam, Haryo tidak marah, Tidak berteriak dan Tidak memohon. Ia duduk berhadapan dengan Ranta dan berkata pelan:

“Aku memilih bertahan demi anak kita, Tapi aku tidak bisa hidup sebagai bayangan di rumah ini. Aku ingin memperbaiki pernikahan ini. Kalau kamu juga mau, kita cari jalan. Kalau tidak, katakan…agar aku tidak terus menyakiti diriku sendiri.”

Setelah itu, ia diam. Untuk pertama kalinya, Ranta melihat sesuatu yang berbeda di mata suaminya:

BATAS.

“Harga diri bukan tentang meninggikan suara, melainkan keberanian untuk berkata: sampai di sini.” (Psikologi Diri)

Haryo mulai menyisakan uang dan waktu untuk dirinya. Ia berhenti menjelaskan dirinya pada orang yang tidak mau mendengar. Ia tetap ayah yang hadir, Tetap suami yang sopan. Dan Tapi tidak lagi menghilang.

Sedangkan Ranta kebingungan, untuk pertama kalinya, ia merasa kehilangan kendali, bukan atas Haryo, tapi atas pola lama yang selama ini ia kenal.

Mereka belum sepenuhnya sembuh. Namun rumah itu mulai bernapas lagi.

“Hubungan yang sehat bukan tentang siapa paling berkorban, tetapi siapa yang paling berani jujur tanpa melukai diri sendiri.”

Haryo memahami satu hal penting, “anak tidak membutuhkan ayah yang menderita, melainkan ayah yang utuh.” Ia memilih bertahan tanpa kehilangan martabat dan jika suatu hari harus melepaskan, ia akan melakukannya tanpa kebencian, demi jiwa anaknya tetap selamat.

“Bertahan demi anak tidak berarti mengajarkan anak bahwa menderita adalah bentuk cinta.”

Raden Ayu Ranta Purbasari dan Raden Haryo Kusumo belum tentu berakhir bahagia. Namun mereka belajar satu hal yang jauh lebih penting:

“Cinta tidak selalu harus diselamatkan. Kadang yang perlu diselamatkan adalah diri sendiri, agar cinta, jika masih ada, punya ruang untuk bernapas.”

 

AKHIR CERITA

Malam itu, rumah kembali sunyi, Tapi kali ini bukan sunyi yang menekan, melainkan sunyi yang jujur.

Raden Haryo Kusumo duduk di ruang tengah, tidak lagi menunggu Ranta berbicara, tidak pula berharap kata-kata akan memperbaiki segalanya. Ia telah sampai pada satu kesadaran paling dewasa dalam hidupnya: cinta tidak selalu harus dimenangkan, tapi diri sendiri harus diselamatkan.

“Diam terlalu lama adalah cara paling halus untuk menghapus diri sendiri. Kadang yang perlu diberi batas bukan pasangan, Tetapi rasa takut kehilangan yang selama ini kita sebut cinta.”

Di kamar lain, Raden Ayu Ranta Purbasari menatap layar ponsel yang kini tak lagi memberinya rasa apa pun, untuk pertama kalinya, ia merasakan kehilangan yang berbeda, bukan kehilangan lelaki, melainkan kehilangan kuasa atas seseorang yang selama ini selalu mengalah.

Di antara mereka berdiri anak mereka, tertidur pulas, tidak tahu bahwa orang tuanya sedang belajar satu hal yang tak pernah diajarkan siapa pun, “Bahwa rumah tangga bukan hanya tentang bertahan, tetapi tentang bagaimana bertahan tanpa mematikan jiwa.:

Haryo tidak pergi, juga tidak lagi menghilang. Ia tetap ayah sekaligus suami. Namun kini dengan batas yang jelas. Ranta memahami, meski terlambat, bahwa cinta yang sehat bukanlah tentang siapa yang paling banyak memberi, melainkan siapa yang paling berani bertanggung jawab atas lukanya sendiri.

Rumah itu tidak sepenuhnya sembuh. Namun pada akhirnya, ia jujur dan di situlah perbaikan atau perpisahan yang paling bermartabat selalu bermula.

“Menyelamatkan diri bukan pengkhianatan. Itu adalah bentuk kejujuran paling mahal dalam sebuah hubungan.”

 

==========TAMAT=======

 

Ardhi Morsse, SELASA 27 JANUARI 2026

 

 

KECAMATAN TELUKNAGA Gelar Acara MUSRENBANG (Musyawarah Rencana Pembangunan) RKPD Tahun 2027

SIDIKPOST | Kabupaten Tangerang – Pemerintah Kecamatan Teluknaga Menggelar Kegiatan Acara Musrenbang (Musyawarah Rencana Pembangunan) RKPD Tahun 2027.

Tema “Optimalisasi Sektor Industri, Perdagangan Dan Ketahanan Pangan Berbasis Keberlanjutan”.

Acara Musrenbang Kecamatan Teluknaga RKPD Tahun 2027 Dimeriahkan Dengan Sambutan Kesenian Atraksi Pencak Silat Betawi (Palang Pintu) Padepokan Seni Bela Diri Tradisional Kera Sakti Dan UMKM TP-PKK Desa Se Kecamatan Teluknaga. Acara Tersebut Dilaksanakan Di GSG Gedung Serba Guna Aula (Lama) Kecamatan Teluknaga Kabupaten Tangerang.(27/01/26)

Pelaksanaan Acara MUSRENBANG Musyawarah Rencana Pembangunan RKPD Tahun 2027 Tingkat Kecamatan Teluknaga Diawali Dengan Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an Kemudian Dilanjutkan Dengan Menyanyikan Lagu Indonesia Raya Kemudian Dilanjutkan Dengan Menyanyikan Lagu Mars PKK.

Kurnia S. STP. M. Si Camat Teluknaga Menyampaikan Bahwa ,”Pelaksanaan MUSRENBANG Musyawarah Rencana Pembangunan RKPD Tahun 2027 Tingkat Kecamatan Teluknaga. Ini merupakan momentum penting untuk mempersiapkan rencana pembangunan yang tepat dan efektif. Kita harus bekerjasama untuk membangun Kecamatan Teluknaga yang lebih baik lagi dan maju. Sesuai Tema “Optimalisasi Sektor Industri, Perdagangan Dan Ketahanan Pangan Berbasis Keberlanjutan”. Berbagai Macam Usulan Menjadi Prioritas Yang Harus Dikedepankan Mengarah Diberbagai Sektoral Yang Nantinya Akan Dilanjutkan Ke Tingkat Kabupaten.

Melalui Musrenbang Ini Diharapkan,” Semoga Program-program Prioritas Pada MUSRENBANG Musyawarah Rencana Pembangunan RKPD Tahun 2027 Tingkat Kecamatan Teluknaga. Usulan-usulan Serta Aspirasi Masyarakat Dapat Terealisasi Melalui Musyawarah Bersama Dengan Harapan Agar Semua Usulan Prioritas Apa Yang Kita Inginkan Diwilayah Kecamatan Teluknaga Dapat Terwujud Dengan Baik Dan Lancar, Ucap Kurnia S. STP. M. Si Camat Teluknaga “.

Pelaksanaan MUSRENBANG Musyawarah Rencana Pembangunan RKPD Tahun 2027 Tingkat Kecamatan Teluknaga Dihadiri Langsung Oleh Bappeda Kabupaten Tangerang Bersama Kurnia S. STP ,M. Si Camat Teluknaga Bersama Ferry Zulfian SH. MH Sekcam Teluknaga Beserta Syahroni S. IP PPAT Kecamatan Teluknaga Bersama Pinan SH Ketua Komisi I DPRD Provinsi Banten Beserta H. Wawan Suhada S.E.M.M Anggota DPRD Provinsi Banten Bersama Dewan Sapri S. Sos Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Beserta Ria Nur Hijriah Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Bersama Ketua TP-PKK Desa Se-Kecamatan Teluknaga Bersama Hj. Martianis SH Jabatan Notaris Dan PPAT Kabupaten Tangerang (Duta Muslimah NU Kecamatan Teluknaga).

Subur Maryono Kepala Desa Kampung Melayu Barat (Ketua APDESI Kecamatan Teluknaga) Bersama H. M. Saripudin S.H Kepala Desa Muara Beserta H. Jamaludin Kepala Desa Kampung Melayu Timur Bersama H.M.Idris Efendi.S.Pd.MM.,Kepala Desa Tanjung Burung Beserta H. Satria S. IP Kepala Desa Lemo Bersama Arun S. IP Kepala Desa Tanjung Pasir Beserta Ahmad Muhrim Kepala Desa Pangkalan Beserta Suhendra S.H.,HMS Kepala Desa Bojong Renged Bersama Madjoli Ma’mur S.E.M.IP Kepala Desa Babakan Asem Bersama Ahmad Salim S.H Kepala Desa Kampung Besar Beserta Ahmad Nur Kepala Desa Kebon Cau.

Turut Hadir Ketua MUI Kecamatan Teluknaga, Ketua BPD Desa Se Kecamatan Teluknaga, Ketua KNPI Kecamatan Teluknaga, Ketua KOK Kecamatan Teluknaga, Ketua Karang Taruna Kecamatan Teluknaga, Kepala KUA Kecamatan Teluknaga, Kepala Puskesmas Teluknaga, Kepala Puskesmas Tegal Angus, Ketua PGRI Kecamatan Teluknaga Bersama Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat Dan Tokoh Pemuda.

Kendy

Lambannya Penyegelan Bangunan Tak Berizin Dipertanyakan Warga Kota Tangerang

SIDIKPOST| KOTA TANGERANG – Lambannya tindakan penyegelan terhadap bangunan yang diduga tidak memiliki izin resmi kembali menuai sorotan warga di Kota Tangerang.

Hingga kini, meski telah dilakukan pengecekan lapangan, bangunan di Jalan MH Thamrin RT 002 RW 001, Kelurahan Panunggangan, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, yang disinyalir melanggar ketentuan perizinan tersebut belum juga disegel oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Kota Tangerang.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat.

Pasalnya, aktivitas pembangunan masih terlihat berjalan meski bangunan tersebut disebut belum mengantongi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

Anton, salah satu warga sekitar, mempertanyakan lambannya langkah penegakan aturan yang dilakukan Satpol PP.

Menurutnya, jika suatu bangunan telah diketahui belum berizin, seharusnya tindakan awal berupa penyegelan dan penghentian aktivitas pembangunan segera dilakukan.

“Kami heran, kenapa belum ada penyegelan. Sudah dicek, tapi bangunan masih dikerjakan. Ini menimbulkan pertanyaan di warga,” ujar Anton.

Ia menilai keterlambatan penyegelan justru berpotensi menimbulkan anggapan bahwa pelanggaran perizinan tidak ditindak secara serius. Jika dibiarkan, hal tersebut dapat memicu munculnya bangunan-bangunan lain yang nekat dibangun tanpa izin.

“Kalau tidak tegas, nanti orang berpikir bangun dulu saja, izin belakangan. Ini jelas tidak mendidik dan merugikan daerah,” tegasnya.

Warga berharap Satpol PP Pemerintah Kota Tangerang segera mengambil langkah konkret dan transparan dalam menangani bangunan tak berizin.

Penegakan aturan yang cepat dan tegas dinilai penting untuk menjaga ketertiban umum serta memberikan rasa keadilan bagi masyarakat yang taat aturan.

Masyarakat juga meminta Pemerintah Kota Tangerang tidak tebang pilih dalam menegakkan regulasi, sehingga kepercayaan publik terhadap aparat penegak peraturan daerah tetap terjaga.

Penulis : AT

Editor : Redaksi

Bhabinkamtibmas Polsek Loa Janan Ajak Warga Tingkatkan Kewaspadaan

SIDIKPOST| Kukar – Mengantisipasi meningkatnya risiko kebakaran di musim panas, Bhabinkamtibmas Desa Tani Bhakti, Polsek Loa Janan, Bripka Wahyudi Aminudin, melaksanakan kegiatan sambang dan imbauan kamtibmas kepada warga, Senin (26/1/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Bripka Wahyudi Aminudin mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi terjadinya kebakaran, baik yang disebabkan oleh pembakaran lahan dan sampah, penggunaan kompor serta peralatan listrik yang tidak diawasi, maupun kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan.

Selain itu, warga juga diimbau untuk selalu memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman sebelum ditinggalkan, termasuk mematikan kompor, mencabut peralatan listrik yang tidak digunakan, serta menjaga lingkungan sekitar dari bahan-bahan mudah terbakar.

Bhabinkamtibmas Desa Tani Bhakti juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan kebakaran dengan menjaga kebersihan lingkungan dan saling mengingatkan antarwarga demi keselamatan bersama.

Ia menegaskan, apabila masyarakat mengetahui adanya kejadian atau aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran, diharapkan segera melaporkannya kepada pihak kepolisian atau aparat desa agar dapat segera ditangani dan tidak menimbulkan dampak yang lebih luas.

Kegiatan sambang dan imbauan tersebut merupakan bagian dari langkah preventif Polri melalui peran Bhabinkamtibmas dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, mempererat kemitraan antara Polri dan warga, serta menciptakan situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah Desa Tani Bhakti, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara. (*)

Satresnarkoba Polres Kukar Bongkar Peredaran Sabu

SIDIKPOST| Kukar – Upaya tanpa lelah Satuan Reserse Narkoba Polres Kutai Kartanegara kembali membuahkan hasil. Seorang perempuan muda berinisial AFD (18) diamankan petugas setelah diduga kuat terlibat dalam peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Tenggarong.

Pengungkapan kasus tersebut dilakukan pada Minggu (25/1/2026) sekitar pukul 17.00 Wita di sebuah rumah di Jalan DR. F.L. Tobing, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara. Dari tangan tersangka, petugas berhasil mengamankan 17 paket sabu dengan berat kotor 9,63 gram, yang disimpan rapi—meski salah tempat—di dalam dompet.

Kapolres Kutai Kartanegara melalui Kasatresnarkoba AKP Yohanes Bonar Adiguna, menjelaskan bahwa pengungkapan ini merupakan hasil penyelidikan intensif yang dilakukan selama beberapa hari berdasarkan informasi masyarakat.

“Informasi kami terima sejak 19 Januari 2026 terkait adanya transaksi sabu di wilayah Timbau. Tim kemudian melakukan penyelidikan berlapis hingga akhirnya mengamankan tersangka di kediamannya,” jelas AKP Yohanes.

Selain belasan paket sabu, petugas juga menyita sejumlah barang bukti lain berupa plastik klip, uang tunai Rp350 ribu, serta satu unit handphone iPhone 13 Pro Max. Barang-barang tersebut diduga kuat berkaitan dengan aktivitas peredaran narkotika yang dilakukan tersangka.

Meski tersangka masih berusia muda, aparat menegaskan bahwa penegakan hukum tetap dilakukan secara profesional dan tegas. “Usia bukan alasan untuk lolos dari hukum, namun menjadi pengingat bahwa narkoba tidak memilih korbannya. Siapa pun bisa terjerat,” tambah Kasatresnarkoba.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana berat.

Saat ini, tersangka beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Polres Kutai Kartanegara untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Satresnarkoba Polres Kukar memastikan akan mengembangkan kasus tersebut guna menelusuri kemungkinan adanya jaringan lain.

Polres Kutai Kartanegara kembali mengingatkan masyarakat bahwa narkoba bukan sekadar melanggar hukum, tetapi juga “tiket cepat menuju masa depan yang hancur.” Oleh karena itu, peran aktif masyarakat dalam memberikan informasi sangat dibutuhkan demi menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkotika. (*)

Wakapolres Kukar Hadiri Upacara Kehormatan dan Renungan Suci Perjuangan Merah Putih

SIDIKPOST| Kukar – Suasana khidmat menyelimuti Taman Makam Pahlawan Wadah Batuah, Jalan Corong RT 16, Kelurahan Sangasanga Dalam, Kecamatan Sangasanga, Selasa (27/1/2026) dini hari. Tepat pukul 00.00 Wita, digelar Upacara Kehormatan dan Renungan Suci dalam rangka memperingati 79 tahun Peristiwa Perjuangan Merah Putih Sangasanga.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakapolres Kutai Kartanegara Kompol Izdiharuddin Faris R. P. sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan atas jasa para pahlawan yang telah gugur dalam mempertahankan kemerdekaan bangsa, khususnya dalam sejarah perjuangan Merah Putih di Sangasanga.

Upacara dipimpin oleh Inspektur Upacara Sunggono, selaku Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara, dengan Komandan Upacara Ipda Rio Hedi Wiyatma, Hadir pula unsur Forkopimda, TNI-Polri, pemerintah kecamatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta tamu undangan dengan jumlah sekitar 50 orang.

Dalam prosesi renungan suci yang dilaksanakan dengan mematikan seluruh lampu taman makam pahlawan, Wakapolres Kukar tampak mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh khidmat, sebagai wujud nyata penghormatan Polri terhadap nilai-nilai perjuangan dan pengorbanan para pahlawan bangsa.

Upacara diikuti oleh berbagai unsur peserta, antara lain pleton Polres Kutai Kartanegara, Kodim 0906/Kukar, Yonif 611/Awl, Brimob Pas II, Satpol PP Kukar, Security PT Pertamina Sangasanga, PSHT, serta Saka Bhayangkara. Rangkaian kegiatan berjalan tertib, aman, dan penuh makna.

Wakapolres Kukar Kompol Izdiharuddin Faris R. P., menyampaikan bahwa momentum peringatan Peristiwa Merah Putih Sangasanga menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa, khususnya aparat keamanan, untuk terus meneladani semangat juang, patriotisme, dan pengabdian para pahlawan dalam menjalankan tugas melayani masyarakat.

“Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, namun menjadi refleksi bersama agar nilai-nilai perjuangan terus hidup dan menjadi landasan dalam menjaga persatuan, keamanan, dan ketertiban masyarakat,” ujarnya.

Seluruh rangkaian upacara kehormatan dan renungan suci berakhir pada pukul 00.15 Wita dan berlangsung dalam keadaan aman serta kondusif. (*)