Menara Telekomunikasi Di Kebon Jeruk Diduga Ilegal, Pengamat Soroti Lemahnya Pengawasan Pemda

SIDIKPOST| Jakarta – Polemik keberadaan sebuah menara telekomunikasi di Jalan Tosiga Mulia, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, mendapat sorotan publik setelah adanya laporan warga terkait dugaan tidak adanya izin resmi.

Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan bahwa menara telekomunikasi tersebut masih aktif beroperasi di atas lahan milik warga. Namun, berdasarkan basis data perizinan Dinas Penanaman Modal dan PTSP serta SIMBG, bangunan menara itu tidak tercatat memiliki IMB/PBG.

Aparat kemudian melakukan pemeriksaan administrasi sekaligus memberikan surat peringatan sebagai langkah penegakan aturan.

Sorotan Akademisi

Menanggapi hal ini, akademisi sekaligus pengamat kebijakan publik Awy Eziary, S.H., S.E., M.M., menilai kasus ini mencerminkan lemahnya pengawasan dalam proses pembangunan infrastruktur telekomunikasi di perkotaan.

“Keberadaan menara telekomunikasi tanpa izin jelas melanggar ketentuan tata ruang dan aturan ketertiban umum. Pemerintah daerah harus lebih transparan dalam proses perizinan serta melakukan evaluasi rutin agar masyarakat merasa terlindungi,” ujarnya.

Menurut Awy, menara telekomunikasi memang vital untuk mendukung jaringan komunikasi digital, tetapi kehadirannya tidak boleh mengabaikan aspek legalitas, keselamatan, maupun kenyamanan warga sekitar.

“Pemerintah perlu mempertegas aturan agar tidak ada lagi ruang abu-abu dalam perizinan. Setiap perusahaan penyedia layanan telekomunikasi wajib tunduk pada regulasi yang berlaku, sehingga tidak merugikan masyarakat,” tambahnya.

Dorongan Penegakan Tegas

Awy juga menekankan pentingnya sinergi antara Pemprov DKI, Satpol PP, dan pihak kelurahan dalam menindaklanjuti laporan masyarakat. Ia menilai, kasus ini bisa menjadi momentum bagi Pemda untuk memperkuat sistem pengawasan berbasis digital agar keberadaan bangunan yang tidak berizin bisa lebih cepat terdeteksi.

“Jika dibiarkan, potensi pelanggaran seperti ini bisa menimbulkan preseden buruk. Ke depan, saya mendorong adanya publikasi terbuka terkait daftar menara telekomunikasi berizin maupun tidak berizin agar masyarakat bisa ikut mengawasi,” pungkasnya. (*)

Komisi Informasi DKI Jakarta Dukung Anugerah Jurnalistik MH Thamrin

SIDIKPOST | Jakarta— Ketua Komisi Informasi (KI) DKI Jakarta, Harry Ara Hutabarat, menegaskan pentingnya sinergi antara KI dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dalam memperkuat demokrasi.

Hal itu disampaikannya pada Podcast KI DKI Jakarta menghadirkan Ketua PWI Jaya, yang digelar di Gedung Graha Mental Spiritual, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (21/8/2025).

“Media adalah pilar pertama demokrasi. Jika media tidak ada, jika jurnalis tidak hadir, maka demokrasi seperti apa yang bisa berjalan? KI tidak bisa bergerak sendiri, karena PWI adalah ruh demokrasi yang paling tinggi,” ujar Harry.

Menurut Harry, output Komisi Informasi secara teknis berkaitan dengan penyelesaian sengketa informasi. Namun, peran media menjadi kunci penting dalam mencerahkan publik dan mengawal kepentingan masyarakat.

“Musuh demokrasi bukan negara lain, melainkan ketika kepentingan publik yang tidak dikawal. Karena itu, diperlukan media yang kuat. Sinergi ini bukan hanya dengan pimpinan PWI, tetapi juga jurnalis hingga lapangan. Mereka yang menjadi garda depan _check and balance_ dalam demokrasi,” katanya.

Harry menambahkan, Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) belum sepenuhnya dipahami hingga level jurnalis di lapangan. Padahal, undang-undang ini bukan hanya untuk Komisi Informasi, melainkan harus dimanfaatkan publik secara luas.

“KI hanya memastikan sebagai hilirnya, sebagai majelis komisioner. Nafas demokrasi adalah keterbukaan informasi. UU ini harus dimanfaatkan, karena saat ini masih sangat minim yang menggunakan mekanisme KIP, hanya segelintir saja,” jelasnya.

Ia menegaskan, melalui Anugerah Jurnalistik MH Thamrin, KI DKI Jakarta mendukung penuh peran media sebagai pilar demokrasi.

“Podcast ini menjadi gema pilar demokrasi. Media harus berdiri kokoh dan teguh, karena publik Jakarta berharap banyak. Dengan energi baru, media dapat terus mendukung kepentingan publik sebagai feedback bagi pembangunan. KI hadir sebagai pemantik (warming up) agar keterbukaan informasi semakin kuat,” tutupnya.

Senada, Ketua PWI Jaya, Kesit Budi Handoyo, menyebut media harus tetap hidup di tengah disrupsi dan era post-truth.

“Media tidak boleh mati. Justru saat terjadi disrupsi dan banjir informasi di media sosial, pers hadir sebagai penyeimbang sekaligus penenang masyarakat,” ujarnya.

Kesit menambahkan, meski industri media menghadapi keterbatasan, termasuk pengurangan awak redaksi, pers tetap menjadi penopang informasi yang akurat. Ia juga menyinggung Anugerah Jurnalistik MH Thamrin ke-51 yang akan digelar 29 Agustus 2025 di Auditorium RRI Jakarta.

“Anugerah ini menjadi wadah insan media untuk berkarya sekaligus menggali dinamika Jakarta. Tahun ini ada tujuh kategori lomba, karya bertema KIP ke depan perlu diperkuat, dengan peningkatan kolaborasi dan sinergi,” jelasnya.

Meski PWI menghadapi tantangan internal, bersamaan dengan agenda kongres pusat, PWI Jaya tetap mandiri menyelenggarakan kegiatan dengan dukungan para mitra.

“Kepercayaan mitra masih tinggi. Ini bentuk penghargaan PWI Jaya untuk rekan-rekan media,” tuturnya.

Ia berharap kedepan mengambil momentum ulang tahun Jakarta sekaligus ajang penghargaan jurnalistik dapat meningkatkan literasi media masyarakat tentang keterbukaan informasi publik.

“Kami yakin dengan sosialisasi KI yang tepat, bisa menjadi sarana mendekatkan diri dengan publik, bahkan diperkuat dengan MoU ke depan,” harapnya. (*)

Polwan Brimob Polda Kaltim Ukir Prestasi di Ajang Srikandi Brimob Challenge 2025

SIDIKPOST | Depok – Prestasi membanggakan berhasil diraih jajaran Polwan Satbrimob Polda Kalimantan Timur dalam ajang Srikandi Brimob Challenge 2025 yang digelar di Lapangan Tembak Hoegeng Imam Santoso, Mako Korps Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, sejak 15 hingga 19 Agustus 2025.

Kompetisi Ketangkasan Tingkat Nasional

Kompetisi yang diikuti oleh 35 satuan kerja (Satker) Brimob Polri dari seluruh Indonesia ini menguji keterampilan menembak dengan berbagai jenis senjata api—mulai dari senjata genggam, bahu, hingga sniper—serta menuntut ketahanan fisik tinggi sebagai bagian dari profesionalisme Brimob.

Satbrimob Polda Kaltim menurunkan lima Polwan terbaiknya: Brigpol Dyar Dian Dhona, S.A.P., Brigpol Nidia Ariani, Brigpol Yocie Ayu Andehika, S.H., Brigpol Aren Christiana Wondal, dan Briptu Dian Sugiarti.

Raihan Prestasi Membanggakan

Dalam ajang ini, Polwan Satbrimob Polda Kaltim sukses mencatatkan hasil gemilang:

  • Peringkat 4 kategori beregu, sebuah pencapaian luar biasa mengingat ketatnya persaingan antar-satker.
  • Juara 1 kategori perorangan diraih oleh Briptu Dian Sugiarti, yang tampil impresif dan berhasil mengharumkan nama Polda Kaltim.

Apresiasi dari Pimpinan

Dansat Brimob Polda Kaltim, Kombes Pol Andy Rifai, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya.

“Prestasi ini merupakan buah dari kerja keras, disiplin, serta semangat pantang menyerah. Para Polwan Satbrimob Polda Kaltim telah membuktikan bahwa mereka mampu bersaing di level nasional, bahkan dalam bidang yang kerap identik dengan personel laki-laki,” ujarnya.

Penutupan Ajang

Acara penutupan Srikandi Brimob Challenge 2025 dipimpin langsung oleh Wakil Komandan Korps Brimob Polri, Irjen Pol Ramdani Hidayat, S.H., yang menyerahkan piala dan medali kepada para pemenang.

Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh personel Satbrimob Polda Kaltim untuk terus berlatih, berprestasi, serta memberikan pengabdian terbaik bagi institusi Polri dan masyarakat. (*)

Tim Basket Polda Kaltim Melaju ke Semifinal Kapolri Cup 2025

SIDIKPOST | Jakarta – Tim basket Polda Kalimantan Timur mencatat prestasi gemilang pada ajang Kapolri Cup 2025 setelah memastikan diri melaju ke babak semifinal.

Dominasi di Babak Penyisihan

Sejak fase penyisihan, Polda Kaltim tampil meyakinkan dengan menyapu bersih tiga kemenangan. Mereka menaklukkan Polda Metro Jaya (PMJ) dengan skor 51–23, mengalahkan Sulawesi Utara 52–23, serta menundukkan Kalimantan Selatan 39–36 dalam laga ketat.

Hasil tersebut mengantarkan Polda Kaltim keluar sebagai juara grup dan melangkah ke babak delapan besar.

Lolos ke Semifinal

Di babak perempat final, ketangguhan skuad Polda Kaltim kembali terbukti setelah menumbangkan Kalimantan Tengah dengan skor 46–25. Kemenangan itu memastikan satu tiket semifinal, di mana mereka akan berhadapan dengan tim tangguh PTIK pada Rabu (20/8/2025).

Pertandingan semifinal diprediksi berlangsung sengit karena kedua tim sama-sama membidik tiket menuju partai puncak.

Apresiasi Kapolda Kaltim

Kapolda Kalimantan Timur, Irjen Pol. Endar Priantoro, S.H., S.I.K., C.F.E., M.H., yang hadir langsung menyaksikan perjuangan tim, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pemain.

“Kami sangat bangga atas capaian yang ditorehkan tim basket Polda Kaltim. Prestasi ini bukan hanya kebanggaan institusi, tetapi juga motivasi bagi seluruh personel untuk terus memberikan yang terbaik, baik di lapangan olahraga maupun dalam tugas kepolisian sehari-hari. Semoga di semifinal nanti para pemain tetap menjaga semangat juang dan mampu meraih hasil maksimal untuk melangkah ke final,” ujarnya.

Harapan Besar ke Final

Dengan dukungan penuh keluarga besar Polda Kaltim, tim basket diharapkan mampu menjaga tren positif hingga partai final dan meraih gelar juara Kapolri Cup 2025. (*)

Dukungan Mayoritas PWI Provinsi Mengalir ke Munir, Siap Pimpin PWI 2025–2030

SIDIKPOST | Jakarta, 20 Agustus 2025 – Peta dukungan menjelang Kongres Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang akan digelar 29-30 Agustus 2025 di BPPTIK, Komdigi, Cikarang, Bekasi, semakin mengerucut.

Bakal calon Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, berhasil mengantongi dukungan mayoritas dengan sedikitnya 20 PWI Daerah Provinsi. Dukungan ini diyakini akan terus bertambah dari beberapa provinsi lain hingga hari pelaksanaan kongres.

Besarnya dukungan ini tampak dalam acara rapat konsolidasi dg para ketua dan pengurus harian PWI Provinsi di Jakarta, Rabu malam (20/8)

Soliditas dukungan bagi Munir semakin kuat setelah sejumlah tokoh yang sempat digadang maju memutuskan mundur dan memberikan dukungan penuh. Zulmansyah Sekedang, mantan Ketua PWI Riau sekaligus Ketua Umum PWI Pusat versi KLB 2024, secara tegas menyatakan tidak akan maju. Sikap serupa ditunjukkan Atal S. Depari, Ketua Umum PWI periode 2018-2023, juga memilih memberi dukungan kepada Munir. Hal senada juga datang dari Johnny Hardjojo, mantan Ketua Departemen Pertahanan PWI Pusat, yang juga sebelumnya akan maju.

Konsolidasi besar ini membuat Munir kian dipandang sebagai figur pemersatu sekaligus kandidat terkuat dalam suksesi kepemimpinan PWI di Cikarang.

Munir, yang kini menjabat Direktur Utama LKBN Antara, menyatakan kesiapannya maju sebagai calon Ketua Umum PWI Pusat periode 2025-2030.

“Bismillah, saya maju untuk membawa PWI bersatu kembali, melakukan rekonsiliasi, sekaligus melakukan konsolidasi organisasi, terutama penguatan PWI di daerah seluruh Indonesia,” kata Munir yang akrab disapa Cak Munir, Rabu malam (21/8).

Sebagai mantan Ketua PWI Jawa Timur dua periode dan pernah menjabat Ketua Bidang Daerah PWI Pusat, Munir mengaku sangat memahami denyut organisasi di tingkat daerah. Ia menegaskan, wartawan di daerah adalah ujung tombak kehidupan pers nasional.

“Darah saya PWI. Sejak mulai jadi wartawan tahun 1991, saya hidup bersama PWI, terutama di daerah. Karena itu saya ingin mengembalikan marwah PWI sekaligus memastikan daerah mendapat perhatian lebih besar,” tegasnya.

Munir juga menyiapkan sejumlah program yang menitik beratkan kepentingan PWI daerah antara lain Konsolidasi organisasi secara menyeluruh dan tuntas pasca terjadinya dualisme, membangun ekosistem media/pers nasional, meningkatkan kapasitas wartawan di daerah dengan memperbanyak Uji Kompetensi Wartawan, pelatihan berjenjang, workshop digital, dan penguatan media lokal, digitalisasi kelembagaan PWI, literasi dan pendalaman jurnalisme dan AI.

Dengan dukungan mayoritas PWI Provinsi dan program yang berpihak kepada kepentingan daerah, Munir diyakini menjadi figur yang mampu mengembalikan marwah dan martabat PWI sebagai rumah besar wartawan Indonesia. (*)

 

Bhabinkamtibmas Polsek Muara Jawa Pastikan Pawai Pembangunan HUT RI ke-80 Berlangsung Aman dan Meriah

SIDIKPOST| Kukar – Semarak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di Kecamatan Muara Jawa semakin terasa dengan digelarnya Pawai Pembangunan, Rabu (20/08/2025). Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas Polsek Muara Jawa Aipda I Gede Wiadnyana hadir langsung untuk memastikan jalannya acara berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Antusiasme Warga Tinggi

Mengusung tema “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, pawai pembangunan diikuti masyarakat dari berbagai kalangan. Warga tampak antusias menyaksikan dan ikut serta dalam rangkaian pawai yang menampilkan nuansa kebudayaan, kreativitas, serta semangat persatuan.

Dukungan Polri

Kapolsek Muara Jawa Iptu I Wayan Edi Surya Puryana menyampaikan apresiasi atas partisipasi masyarakat dan peran aparat keamanan yang bersinergi menjaga jalannya kegiatan.

“Kami dari Polri akan selalu hadir untuk mendukung dan mengamankan setiap kegiatan masyarakat, khususnya yang mempererat kebersamaan serta menumbuhkan semangat persatuan bangsa,” tegasnya.

Peran Aktif Bhabinkamtibmas

Kehadiran Bhabinkamtibmas dalam pawai tersebut menjadi wujud nyata komitmen Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Dengan pengamanan yang optimal, suasana meriah dapat tercipta tanpa mengurangi rasa aman dan nyaman bagi seluruh peserta maupun penonton. (*)

Kenal Pamit Kapolsek Kenohan, Momentum Silaturahmi dan Sinergi Forkopimcam

SIDIKPOST| Kukar – Polsek Kenohan menggelar acara kenal pamit Kapolsek lama dan Kapolsek baru yang berlangsung di Mako Polsek Kenohan, Desa Kahala, Kecamatan Kenohan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Senin (18/8/2025) pagi.

Acara tersebut menjadi momen perpisahan bagi Iptu Nelson Eddy Bojoh, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Kenohan, sekaligus penyambutan AKP Giri Pratiwo, sebagai Kapolsek Kenohan yang baru.

Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 Wita itu turut dihadiri Camat Kenohan Kaspul, Danramil Kenohan Kapten Priyanto, para Kepala Desa se-Kecamatan Kenohan, tokoh agama, tokoh masyarakat, personel TNI-Polri, staf kecamatan dan desa, serta perwakilan perusahaan di wilayah Kenohan.

Dalam sambutannya, Camat Kenohan menyampaikan apresiasi atas pengabdian Kapolsek lama yang telah bersinergi dengan pemerintah kecamatan dalam menjaga kamtibmas. Ia juga berharap Kapolsek baru dapat melanjutkan serta memperkuat kerja sama yang telah terjalin.

Hal senada juga disampaikan Danramil Kenohan, yang menegaskan pentingnya kolaborasi antara TNI, Polri, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kenohan.

Acara berlangsung dengan penuh keakraban, ditandai dengan pemutaran video kilas balik, doa bersama, foto bersama, ramah tamah, serta makan bersama seluruh undangan.

Kegiatan kenal pamit Kapolsek Kenohan berakhir pada pukul 12.30 Wita dalam situasi aman, tertib, dan penuh kebersamaan. (*)

Gerakan Pangan Murah di Polsek Muara Jawa, Warga Antusias Borong Beras

SIDIKPOST | Kukar – Polsek Muara Jawa menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak pada Sabtu (16/8/2025) pagi di halaman Mapolsek Muara Jawa. Kegiatan ini bertujuan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Kapolsek Muara Jawa Iptu I Wayan Edi Surya Puryana memimpin langsung jalannya kegiatan, didampingi Ketua Bhayangkari Ranting Muara Jawa Ny. Novy Wayan Edi, serta para Kanit, personel Polsek, dan anggota Bhayangkari.

Komoditas Ludes Terjual

Dalam program ini, Polsek Muara Jawa menyediakan 500 kilogram beras SPHP Bulog yang dikemas dalam 100 karung berukuran 5 kilogram. Beras dijual seharga Rp65.000 per karung dan langsung habis diserbu masyarakat. Total penjualan tercatat sebesar Rp6.500.000.

Antusiasme warga terlihat sejak pagi hari. Mereka berbondong-bondong datang ke Mapolsek untuk mendapatkan beras dengan harga lebih murah dibanding pasaran.

Pesan Kapolsek

Kapolsek Muara Jawa, Iptu I Wayan Edi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung stabilisasi harga pangan serta menjaga ketersediaan bahan pokok di wilayah Kecamatan Muara Jawa.

“Kami berharap kegiatan ini dapat membantu meringankan beban masyarakat serta memastikan kebutuhan pokok dapat diperoleh dengan harga yang lebih terjangkau,” ujarnya. (*)

Polres Kutai Kartanegara Gelar Upacara Pelantikan Kasat Binmas dan Sertijab Delapan Kapolsek

SIDIKPOST| Kukar – Polres Kutai Kartanegara menggelar Upacara Pelantikan Jabatan Kasat Binmas serta Serah Terima Jabatan (Sertijab) delapan Kapolsek jajaran pada Rabu (20/8/2025) pagi. Upacara berlangsung khidmat di halaman Mapolres Kutai Kartanegara dengan dipimpin oleh Wakapolres Kukar, Kompol M. Aldy Harjasatya.

Kegiatan diikuti oleh Kabag SDM Polres Kukar Kompol Zainal Arifin, para Kasat, Kasi, Kapolsek jajaran, serta pasukan upacara yang terdiri dari satu pleton perwira, Sat Samapta, Sat Lantas, staf, hingga gabungan Sat Intelkam dan Sat Reskrim.

Pergantian Jabatan Kapolsek

Dalam Sertijab ini, sejumlah pejabat resmi berganti tugas, antara lain:

  • Kapolsek Kenohan: dari Iptu Nelson Eddy Bojoh kepada AKP Giri Pratiwo.
  • Kapolsek Muara Wis: dari Iptu Triko Ardiansyah kepada Iptu Al Anas.
  • Kapolsek Kota Bangun: dari AKP Ribut kepada Iptu Asnan Rusmawan.
  • Kapolsek Loa Kulu: dari AKP Elnath SP Lendidta Wafiq Gemilang kepada AKP Hari Supranoto.
  • Kapolsek Sebulu: dari AKP Randy Anugrah Putranto kepada Iptu Edi Subagyo.
  • Kapolsek Kembang Janggut: dari AKP Pujito kepada AKP Dedi Supriyanto.
  • Kapolsek Tenggarong Seberang: dari Iptu Raymond Juliano William kepada Iptu Aulia Hadi Rahman.
  • Kapolsek Anggana: dari AKP Akhmad Wira Taryudi kepada Iptu I Komang Mahendra Putra.

Sementara itu, jabatan Kasat Binmas Polres Kukar resmi dipercayakan kepada AKP Sukardi.

Arahan Wakapolres Kukar

Dalam amanatnya, Wakapolres Kompol M. Aldy Harjasatya menegaskan bahwa mutasi adalah hal wajar di tubuh Polri sebagai bagian dari dinamika organisasi, pembinaan karier, dan peningkatan kinerja.

“Pejabat yang baru dilantik diharapkan dapat segera menyesuaikan diri, melaksanakan tugas dengan profesional, serta menghadirkan inovasi dalam menjaga kamtibmas di wilayahnya. Mutasi bukan hanya pergantian jabatan, tetapi juga momentum memperkuat etos kerja untuk mewujudkan Polri yang presisi,” tegasnya.

Ia juga berpesan agar seluruh personel Polres Kukar tetap waspada terhadap potensi gangguan kamtibmas, serta aktif mendukung program pemerintah dan visi-misi kenegaraan.

Jalannya Upacara

Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan doa, sesi foto bersama, dan pemberian ucapan selamat kepada pejabat yang baru dilantik. Upacara berjalan tertib, aman, dan penuh rasa khidmat. (*)

Beras Murah, Mengapa Sulit Turun ke Rakyat

Oleh: Dian Istiqomah, Anggota DPR RI 2019-2024

Harga beras terus meroket, sementara gudang Bulog justru menumpuk stok. Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang ditargetkan menyalurkan 1,3 juta ton sepanjang Juli–Desember 2025 baru mencatat realisasi 38.111 ton hingga pertengahan Agustus, atau 2,94 persen saja. Angka itu jelas timpang dengan target besar yang harus dikejar dalam lima bulan ke depan.
Masalahnya, seruan agar Bulog segera menggelontorkan beras bukanlah solusi utuh. Distribusi pangan tidak cukup hanya dengan perintah untuk lebih cepat. Persoalan ini berlapis: kapasitas logistik Bulog, rantai distribusi yang panjang, hingga lemahnya kanal penyaluran di tingkat ritel. Akibatnya, meski gudang penuh, beras tak kunjung sampai ke masyarakat. Sementara itu, harga di pasar terus menekan kantong rakyat.

Jika ditarik lebih jauh, persoalan ini memperlihatkan pola klasik: negara sering terjebak pada logika “supply push”—menganggap masalah selesai ketika stok sudah tersedia. Padahal, distribusi bukan sekadar menurunkan barang dari gudang. Ada faktor permintaan, jalur distribusi, insentif pedagang, hingga kepercayaan konsumen. Tanpa ekosistem distribusi yang sehat, stok sebesar apa pun hanya menjadi angka di atas kertas.

Jalur Alternatif
Lalu, bagaimana agar SPHP tidak sekadar menambah catatan target, melainkan betul-betul mengalir ke dapur rakyat? Pertama, distribusi harus keluar dari pola tunggal. Selama ini Bulog sangat bergantung pada jaringan tradisional: gudang ke distributor, distributor ke pasar, pasar ke konsumen. Pola itu jelas lambat. Bulog perlu menggandeng kanal distribusi baru, mulai dari ritel modern, koperasi, pesantren, sampai e-commerce. Bayangkan bila beras SPHP bisa dipesan lewat aplikasi belanja daring dengan subsidi ongkir. Selain lebih cepat terserap, transparansinya pun lebih mudah dipantau.

Kedua, pemerintah perlu memikirkan skema harga dinamis. Mengutip pengalaman di beberapa negara, subsidi pangan lebih efektif bila diberikan dalam bentuk potongan harga langsung, bukan sekadar menambah stok. SPHP bisa dirancang seperti “flash sale beras murah” di pasar online atau gerai ritel, terutama di daerah dengan harga beras paling tinggi. Mekanisme ini bukan saja memancing daya beli, tapi juga menciptakan rasa keadilan karena bantuan lebih tepat sasaran.

Ketiga, penyerapan beras bisa melibatkan institusi yang selama ini jarang dilibatkan. ASN, misalnya, bisa diwajibkan membeli sebagian kebutuhan beras bulanan lewat program SPHP dengan sistem potong gaji. Cara ini tidak hanya mengurangi stok di gudang, tapi juga memberi contoh disiplin distribusi dari aparat negara sendiri. BUMN pun bisa ikut menjadi hub distribusi. Bayangkan bila SPHP tersedia di SPBU Pertamina atau stasiun KAI—akses masyarakat tentu jauh lebih luas.

Keempat, pendekatan kolaboratif melalui food bank dan CSR perusahaan. Perusahaan swasta bisa diarahkan menyerap sebagian stok beras SPHP untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat miskin lewat program bantuan pangan. Dengan begitu, beban Bulog tidak sepenuhnya ditanggung sendirian. Model ini pernah sukses pada distribusi minyak goreng murah ketika harga melambung pada 2022, di mana keterlibatan ritel modern mempercepat penyaluran.

Kelima, transparansi distribusi perlu diperkuat dengan teknologi. Saat ini masyarakat sulit mengakses data, beras SPHP sudah sampai ke mana saja. Padahal dengan sistem digital berbasis blockchain atau dashboard real-time, publik bisa ikut mengawasi jalur distribusi. Transparansi ini penting untuk mencegah permainan harga oleh tengkulak atau penumpukan oleh oknum pedagang besar. Kepercayaan publik pada program pangan akan naik bila ada bukti nyata bahwa beras murah benar-benar sampai ke meja makan mereka.

Keenam, inovasi dalam bentuk voucher digital. Alih-alih Bulog repot menyalurkan fisik ke setiap titik, masyarakat dapat menerima voucher yang bisa ditukar di warung terdekat. Skema ini pernah diujicobakan lewat aplikasi PeduliLindungi saat distribusi bantuan sosial, dan bisa dimodifikasi untuk program pangan. Dengan voucher, masyarakatlah yang menjadi motor penyaluran—stok bergerak karena ada permintaan nyata, bukan sekadar dorongan dari atas.

Keberpihakan Beras

Pada akhirnya, kritik terhadap lambannya distribusi sah-sah saja, bahkan perlu. Namun, kritik itu harus diikuti gagasan solutif. Menyuruh Bulog bergegas tanpa peta jalan jelas hanya akan membuat masalah berulang: stok menumpuk, harga tetap tinggi, dan masyarakat tetap menderita. Justru di sinilah pentingnya keluar dari cara lama. Program pangan jangan hanya dilihat sebagai kerja teknis distribusi, melainkan sebagai kerja kolaboratif yang memadukan inovasi, teknologi, dan partisipasi.

Jika pemerintah berani melangkah dengan strategi baru, SPHP bukan hanya sekadar akronim program. Ia bisa menjadi bukti bahwa negara hadir bukan sekadar dengan gudang penuh beras, tapi dengan piring rakyat yang terisi. Lebih jauh lagi, keseriusan mengatasi krisis beras juga menjadi cermin keberpihakan politik pada rakyat kecil. Tanpa keberanian mengambil langkah radikal, stok yang menumpuk hanya menjadi simbol kegagalan tata kelola pangan. Sebaliknya, bila pemerintah mampu menunjukkan terobosan nyata, publik akan percaya bahwa negara tidak sekadar menghitung tonase di gudang, melainkan menjamin hak pangan warga.

Momentum ini tidak boleh dilewatkan—karena setiap butir beras yang tersimpan terlalu lama di gudang adalah tanda abai terhadap kesejahteraan rakyat. Anak anaku semoga di usia kemerdekaan Indonesia 80 tahun yang sudah mulai renta ini kalian tidak akan kelaparan lagi . Selamat Dirgahayu Republik Indonesia 80 Tahun . (*)

Meriahkan HUT RI ke-80, Polsek Loa Kulu dan Pemdes Loh Sumber Gelar Lomba Mancing

SIDIKPOST| Kukar – Suasana meriah menyelimuti kawasan pemancingan Aris, Dusun Merangan RT 07, Desa Loh Sumber, Kecamatan Loa Kulu, pada Sabtu (16/8/2025). Ratusan peserta antusias mengikuti Lomba Mancing Ikan Lele yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama Pemerintah Desa Loh Sumber dengan Polsek Loa Kulu. Acara diawali doa bersama, pembacaan tata tertib lomba, serta sambutan panitia sebelum dilanjutkan dengan sesi pemancingan.

Tercatat 144 peserta ikut berpartisipasi dalam lomba yang dibagi menjadi dua sesi. Antusiasme warga begitu terasa, bukan hanya dari peserta, tetapi juga masyarakat yang hadir menyaksikan jalannya perlombaan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Camat Loa Kulu H. Adriansyah, Kapolsek Loa Kulu AKP Elnath S.W. Gemilang, Bhabinsa Desa Loh Sumber Serma Sumarno, Kepala Desa Loh Sumber Sukirno, serta Sekdes Jhoni.

Kapolsek Loa Kulu, AKP Elnath S.W. Gemilang, menyampaikan bahwa lomba mancing ini bukan hanya ajang hiburan masyarakat, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan antarwarga.

“Momentum HUT RI ke-80 ini kami jadikan sarana memperkuat sinergi antara pemerintah, TNI-Polri, dan masyarakat, sekaligus memberikan ruang hiburan yang positif bagi warga,” ungkapnya. (*)

Meriahkan HUT RI ke-80, Polsek Loa Kulu dan Pemdes Loh Sumber Gelar Lomba Mancing

SIDIKPOST | Kukar – Suasana meriah menyelimuti kawasan pemancingan Aris, Dusun Merangan RT 07, Desa Loh Sumber, Kecamatan Loa Kulu, pada Sabtu (16/8/2025). Ratusan peserta antusias mengikuti Lomba Mancing Ikan Lele yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama Pemerintah Desa Loh Sumber dengan Polsek Loa Kulu. Acara diawali doa bersama, pembacaan tata tertib lomba, serta sambutan panitia sebelum dilanjutkan dengan sesi pemancingan.

Tercatat 144 peserta ikut berpartisipasi dalam lomba yang dibagi menjadi dua sesi. Antusiasme warga begitu terasa, bukan hanya dari peserta, tetapi juga masyarakat yang hadir menyaksikan jalannya perlombaan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Camat Loa Kulu H. Adriansyah, Kapolsek Loa Kulu AKP Elnath S.W. Gemilang, Bhabinsa Desa Loh Sumber Serma Sumarno, Kepala Desa Loh Sumber Sukirno, serta Sekdes Jhoni.

Kapolsek Loa Kulu, AKP Elnath S.W. Gemilang, menyampaikan bahwa lomba mancing ini bukan hanya ajang hiburan masyarakat, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan antarwarga.

“Momentum HUT RI ke-80 ini kami jadikan sarana memperkuat sinergi antara pemerintah, TNI-Polri, dan masyarakat, sekaligus memberikan ruang hiburan yang positif bagi warga,” ungkapnya. (*)