Sambut Hut Bhayangkara ke 76,Polsek Palmerah Gelar Santunan Anak Yatim

SIDIKPOST | JAKARTA, Dalam rangka menyambut Hut Bhayangkara ke 76 yang tepat jatuh pada tanggal 1 juli polsek palmerah Jakarta barat melaksanakan doa bersama dan santunan anak yatim, Kamis, 2/6/2022.

Kegiatan doa bersama dan santunan anak yatim ini dihadiri sebanyak 10 anak yatim dan dilaksanakan di gedung cagar budaya polsek palmerah

Tausyiah dan pembacaan surah yasin dipimpin oleh ustadz andi mulia

Kapolsek Palmerah Polres Metro Jakarta Barat Akp Dodi Abdulrohim mengatakan, Kegiatan ini dalam rangka menyambut hari bhayangkara ke 76

“Polsek palmerah melaksanakan doa bersama dan santunan anak yatim memohon doa serta keberkahan dan kelancaran dalam kedinasan,” ujar Akp Dodi Abdulrohim, Kamis, 2/6/2022.

Menurut dodi, kegiatan doa bersama dan santunan ini sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang ada saat ini sebagai anggota polri

“Kita sebagai anggota polri harus banyak-banyak beristigfar kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan kepada kita,” ujarnya.

“Dalam rangka Hari Bhayangkara ke-76 ini marilah kita tingkatkan nilai nilai dan normal kesusilaan saat ini, serta bersama kita tinggatkan keimanan kita. Polri bukan hanya profesi saja akan tetapi tempat untuk megabdi serta mencari amal ibadah,” tambahnya. ( SDP )

WNA Korsel Paling Banyak, Dirjen Dukcapil Kembali Jelaskan Dibuatkan KTP Elektronik

SIDIKPOST | Jakarta – Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh menjelaskan mengapa WNA diberi KTP-elektronik (KTP-el).

Di lansir dari https://www.kemendagri.go.id/ Penjelasan Dirjen Zudan ini sekaligus membantah isu yang berasal dari berita dua tahun silam dan kembali dikulik-kulik di media sosial.

Isu itu menyebutkan, bahwa WNA tenaga kerja asing (TKA) China sudah mulai dibuatkan KTP WNI dengan nama palsu untuk disiapkan pada agenda Pemilu 2024.

Menurut Dirjen Zudan, sesuai UU No. 23 Tahun 2006 jo UU No. 24 Tahun 2013 tentang Adminduk, setiap WNA yang punya Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP) diberikan KTP-el.

“Jadi syaratnya sangat ketat, harus punya KITAP yang diterbitkan oleh Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM baru diterbitkan KTP-el oleh Dinas Dukcapil,” kata Dirjen Zudan dikutip dari akun Tiktok @zudanariffakrulloh, Selasa (31/5/2021).

Zudan juga mengungkapkan jumlah WNA yang mengurus KTP-el.

“Saya sebagai penanggung jawab akhir pelayanan Adminduk melihat dalam database Dukcapil Kemendagri saat ini terdapat kurang lebih 13.056 ribu WNA yang sudah mengurus KTP-el. Jadi jumlahnya tidak sampai jutaan,” tegasnya.

Ada 10 negara asal WNA yang paling banyak punya KTP-el. Pertama Korea Selatan, kedua Jepang, ketiga Australia, keempat Belanda, kelima Tiongkok, keenam Amerika Serikat, ketujuh Inggris, kedelapan India, kesembilan Jerman, dan ke-10 warga negara Malaysia.

“Ada 10 negara yang warganya paling banyak punya KTP-el, yakni WNA asal Korsel yang jumlahnya 1.227 orang. WNA asal Jepang 1.057, Australia 1.006, Belanda 961, Tiongkok (China) 909, AS sebanyak 890, Inggris 764, India 627, Jerman 611 dan Malaysia 581. Sisanya dari berbagai negara lain,” urai Dirjen Zudan menjelaskan. ( SDP