6 Rumah Di Loa Ipuh Tenggarong Ludes Terbakar

SIDIKPOST| KUKAR – Sebanyak enam rumah di Jalan Mangkuraja 1 RT 18, Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim), Sabtu (16/5/2020) siang sekitar pukul 13.30 Wita ludes terbakar.

Kapolsek Tenggarong IPTU Triyadi mengatakan, terkait penyebab kebakaran pihaknya masih menunggu hasil olah TKP (Tempat Kejadian Perkara). Namun berdasarkan keterangan saksi. Asal mula api berasal dari salah satu rumah sewaan.

“Polsek Tenggarong dan Polres Kukar akan melakukan penyelidikan dalam hal ini,” ucapnya kepada Disway Kaltim.

Sementara itu, api baru berhasil dipadamkan satu jam kemudian. Setelah BPBD Kukar menurunkan delapan unit mobil pemadam dan dua unit mesin portable dari relawan.

Namun api sempat menjadi-jadi dan membuat petugas kewalahan. Pasalnya saat kebakaran, angin bertiup kencang.

Terpisah, Yohannes Pothu, salah satu korban mengungkapkan, api berasal dari salah satu rumah sewaan. Sedangkan ia baru saja beristirahat usai datang dari kebun.

Kemudian saat itu, ia mencium bau menyengat serta mendengar istrinya berteriak kebakaran. “Istri saya teriak ada api. Terus saya lihat api sudah di plafon. Jadi nggak bisa diselamatkan lagi,” ujar Yohanes.

Dirinya juga menerangkan, dirumah sewaan itu sering kali akan terjadi kebakaran. Bahkan sudah pernah tiga kali, tapi berhasil digagalkannya bersama istri.

Mendengar kabar tersebut Kapolres Kukar AKBP Andrias Susanto Nugroho langsung turun ke lokasi kebakaran untuk memantau proses pemadaman. Ia menghimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati. Agar musibah kebakaran tidak terulang lagi.

“Selalu cek aliran listrik. Pastikan semua aman saat ditinggal. Terutama saat Ramadan. Aktivitas memasak dirumah pasti lebih banyak. Jadi jangan ditinggalkan. Kalau kompor sudah mati, silahkan melakukan kegiatan lain,” imbaunya. ( Humas).

Pelaku Curanmor Berhasil Di Bekuk Polsek Sebulu

TENGGARONG – Polsek Sebulu berhasil amankan seorang pelaku curanmor pada Jumat (15/5) sekira pukul 03.00 wita kemarin di Jalan P. Diponegoro Rt.04 Desa Mekar Jaya Kecamatan Sebulu Kukar. 

Kapolres Kukar AKBP Andrias Susanto Nugroho melalui Kapolsek Sebulu IPTU Ishaq mengatakan, untuk pelaku telah kami amankan TF (18) Laki-laki, Tidak ada pekerjaan warga jalan Gerilya Dalam Kecamatan Sungai Pinang Kota Samarinda,

IPTU Ishaq menjelaskan, Pada rabu 15 Mei 2020 pukul 03.00 WITA, putri pak Toyo (korban) terbangun dari tidur karena mendengar suara sepeda motor, kemudian putrinya membangunkan korban untuk mengecek sepeda motor honda Vario KT 2564 OB yang diparkir disebelah rumah korban. 

“Dan setelah dicek ternyata sepeda motor tersebut tidak ada ditempatnya, kemudian korban berusaha mencari disekitar halaman rumah dan hasilnya juga tidak ada, sehingga korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sebulu pada hari Jum’at tanggal 15 Mei 2020 pukul 09.30 WITA, ” jelasnya. 

Setelah menerima laporan tersebut, lanjut IPTU Ishaq, kemudian di hari yang sama anggota Reskrim Polsek Sebulu menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan penyelidikan atas hilangnya kendaraan korban, dibantu Unit Opsnal Reskrim Polres Kukar dan Unit Jatanras Polresta Samarinda.

“Sekira pukul 12.30 Wita penyelidikan membuahkan hasil dengan adanya informasi dari anggota Unit Jatanras Polresta Samarinda bahwa pelaku atau tersangka telah ditangkap di daerah Sungai Pinang Dalam Samarinda,” bebernya.

Selanjutnya sekira pukul 17.00 Wita anggota Reskrim Polsek Sebulu berangkat menuju Polresta Samarinda untuk menjemput tersangka dan barang bukti berupa 1 unit sepeda motor Honda Vario type NC12A1CF-AT dengan Nomor Polisi KT 2564 OB warna merah. 

“Untuk tersangka dikenakan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.” demikian jelas Kapolsek Sebulu.

Berikut Klaripikasi Camat Gunung Kaler Terkait Bantuan Nenek Nenek Janda Kakak Beradik

SIDIKPOST| Tangerang,– Camat Gunung Kaler Kabupaten Tangerang Saedaman mengklarifikasi pemberitaan media online yang menyebutkan bahwa dua janda Nenek Saunah dan Nenek Karni Warga Kampung Bayur, RT 06 RW 03 Desa Cibetok Kecamatan Gunung Kaler tidak pernah dapat bantuan apapun dari pemerintah diberitakan pada Jumat 15 Mei 2020, bahwa itu tidak benar.

“Terkait pemberitaan yang menyebutkan bahwa salah seorang warga di Gunung Kaler tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah itu tidak benar dan sangat amat keliru,” tegas Saedaman kepada tim humas gugus tugas Covid-19 Kabupaten Tangerang, Sabtu (16/5/20).

Saedaman yang pernah menjabat Sekretaris Kecamatan Curug menjelaskan yang bersangkutan (Saunah) merupakan salah satu penerima bantuan langsung dari pemerintah pusat, dan dari aparat desa Cibetok juga sudah memberikan bantuan sembako untuknya pada saat sebelum puasa,” bebernya.

Saedaman meminta kepada pihak media yang ingin memberitakan diharapkan bisa melakukan kroscek lebih mendalam agar tidak muncul pemberitaan yang tidak sesuai fakta lapangan.

“Harusnya media klarifikasi dengan aparat baik tingkat desa maupun Kecamatan Gunung Kaler supaya dapat keterangan,” ujarnya

Dijelaskan dalam pemberitaan media tersebut bahwa Nenek Saunah (58), seorang janda tua yang hidup bersama adiknya Karmi (49) yang juga seorang janda di rumahnya di Kampung Bayur, RT o6 RW o3 Desa/Kelurahan Cibetok Kecamatan Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang, tidak mendapatkan perhatian pemerintah adalah salah.

“Sebelum puasa Kades Cibetok sudah membagiakan sembako untuk nenek Saunah dan Ia juga terdaftar sebagai penerima bantuan tunai dari pemerintah Pusat sebesar 600 ribu,” kata Saedaman

Kepala Desa Cibetok Kecamatan Gunung Kaler H. Aenilah Syarif menyampaikan terkait kakak berardik Nenek Saunah dan Bene Karni pihaknyah Sudah melakukan penyaluran paket sembako sebelum turun bantuan sosial (Bansos) kepada warga Desa Cibetok yang kurang mampu seperti nenek jompo, janda-janda yang usianya rentan, Fakir miskin, dan anak yatim tepatnya menjelang bulan puasa yang lalu.

“Saya sendiri turun langsung memberikan paket sembako kepada warga Desa Cibetok yang kurang mampu, tepatnya sebelum bulan puasa, dan untuk dokumen penyaluran paket sembako kepada warga kami punya,” tegas H Aenilah S

H. Aenilah Syarif lanjutkan kalau di katakan tidak ada bentuk perhatian pemerintah kepada Nenek Saunah dan Nenek Karni seperti yang di beritakan media online tersebut saya pikir tidak benar, bisa dikatakan berita bohong atau hoaks dan kita sudah konfirmasi ke Nenek Saunah dirinya tidak pernah di wawancarai Oleh media itu.

“Dua hari yang lalu saya di hubungi oleh pak camat terkait berita Nenek saunah, terus saya utus staf ke rumah nenek Saunah malam itu juga, nenek saunah membantah tidak ada wartawan yang wawancara,” ujar H Aenilah Syarif

Kades yang sangat familier dengan warganya ini juga menegaskan nenek Saunah dan Nenek Karnii8i juga mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp 600 ribu/bulan. Bukti penerimaan BLT Nenek Saunah dari kantor Pos yang pada saat pendistribusian di balai Desa Cibetok kami pegang. Jadi berita itu tidak benar.

“Nenek Saunah mendapatkan BLT Rp 600 ribu perbulan. Pemberian BLT sebagai bentuk kepedulian Pemerintah terhadap warga yang kurang mampu atau dampak dari Covid-19,” katanya

Kades Cibetok ini juga mengatakan lebih lanjut bahwa Nenek Saunah dan Nenek Karni tinggal berdua dalam satu rumah, mereka berdua adik kakak juga sama-sama mendapatkan bantuan BLT, kalau Nenek Saunah sudah dicairkan lewat kantor pos, sedangkan Nenek Saini jadwal minggu depan.

Bahkan rumah yang mereka tempati rumah hasil program bedah rumah program pak Bupati Zaki yang di rehab tahun 2017, rumah dampak dari depan sudah layak huni,” rumah nenek Saunah dan Nenek Karni sudah di rahap program pak Bupati Zaki tahun 2017, foto yang di ambil wartawan itu di ruang bagian dapur nya,” tegas H Aenilah Syarif

Sementara itu di tempat terpisah Nenek Saunah yang di dampingi Nenek Karni warga Kampung Bayur, RT 06 RW 03 Desa Cibetok Kecamatan Gunungkaler, Kabupaten Tangerang mengaku dirinya sudah mendapatkan bantuan BLT dari pemerintah Rp 600 ribu dan paket sembako yang di berikan Pemerintah Desa Cibetok jelang puasa kemarin.

“Saya sudah mendapatkan BLT Rp 600 ribu dan paket sembako dan tidak, says ucapkan terima kasih kepada pemerintah yang sudah berikan bantuan,” kata Nenek Saunah kepada tim gugus tugas Covid-19 Desa Cibetok di rumah nya pada Jumat malam (15/5/20)

Diketahui pemberitaan sebelumnya JAGUARNEWS77.COM – Raut wajah Nenek Saunah (58), seorang janda tua yang hidup bersama adiknya Karmi (49) yang juga seorang janda di rumahnya di Kampung Bayur, RT o6 RW o3 Desa/Kelurahan Cibetok Kecamatan Gunungkaler, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten awalnya iklas saja dengan kondisinya.

Ironisnya lagi, selama ini Nenek Saunah dan Karmi luput dari perhatian pemerintah sehingga tak ada bantuan apapun yang diterimanya dari pemerintah. ”Oleh sebab itu ia sangat berharap adanya bantuan, terlebih dengan situasi pandemi covid-19.“ Ditemui saat di rumahnya, Jumat (15/o5/2o2o ) Nenek Saunah mengatakan “Tidak pernah menerima bantuan apapun dari pemerintah padahal kami sangat membutuhkan demi kebutuhan hidup kami.”

(Humas Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Tangerang).

Bank Banten Gelar FGD Bersama Perkumpulan Urang Banten

SIDIKPOST| Perkumpulan Urang Banten menggelar Forum Group Discussion (FGD) Bank Banten, Jumat (15/05) secara virtual melalui Zoom App dan disiarkan live melalui Facebook Urang Banten.

FGD Bank Banten seri ke-1 yang mengangkat tema pembelian Bank Banten menghadirkan beberapa narasumber yaitu, Dr. Rizqullah, Waketum Bidang Ekonomi PUB, A. Fathoni, Direktur PT.
Banten Global Development, dan K.H. A.M. Romly, Ketua Umum MUI Banten, serta dimoderatori oleh Muhammad Hasan Gaido, Presiden ISABC sekaligus Waketum Bidang Perbendaharaan PUB.

Tercatat yang hadir yaitu Saiful M. Ruky, ahli keuangan korporasi dan pengembangan perbankan, Asep Rahmatullah, Mantan Ketua DPRD Banten (2014-2019), Pepep Faisaludin, Mantan Ketua DPRD Lebak, TB. Sukatma, ahli hukum, Arwan, Asosiasi Banten Menggugat, Wawan Wahyuddin, Wakil Rektor III UIN Sultan Maulana Hasanuddin, dan juga dihadiri peserta internasional, Moh. Amin dari Singapore yang berfokus pengembangan investasi, perdagangan dan konsultan halal, Muammad Martin Abdurahman dari makkah Saudi Arabia dalam pemasaran Hotel besar di Makkah pulman zamzam dan DR Rizky Novihamzah dari Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) pusat perwakilan investasi Indonesia negara di kawasan timur tengah yang bermarkas di Abu Dhabi ibu kota negara UAE.

Eden Gunawan selaku Ketua Panitia FGD yang juga Sekretaris Umum Perkumpulan
Urang Banten (PUB) berpesan bahwa kegiatan ini tidak ada muatan politik, menyerang perorangan atau kelompok, melainkan semata-mata hanya ingin fokus mewujudkan masyarakat Banten sejahtera dalam bingkai iman dan taqwa, mencari solusi juga rekomendasi yang terbaik untuk Bank Banten ini.

Ditegaskan Eden, PUB juga sangat berkeyakinan bahwa perbedaan pendapat adalah rahmat, sehingga akan selalu menjungjung tinggi persatuan dalam keberagaman.

Mengawali diskusi yang berlangsung kurang lebih dua jam ini, Hasan Gaido menyampaikan prolog berisi fakta-fakta yang memicu jalannya diskusi di antaranya tentang moment dikala PT. Bank Pundi Indonesia TBK yang kemudian berubah nama menjadi PT. Bank Pembangunan Daerah Banten atau Bank Banten, diakusisi oleh pemerintah Provinsi Banten melalui PT. Banten Global Developmetn (BGD) pada 21 Juli 2016, kemudian selang empat bulan berjalan pada 4 Oktober 2016, Bank Banten resmi dilaunching oleh Gubernur Banten, Rano Karno, yang juga bertepatan dengan HUT Provinsi Banten ke-16.

Namun selama dinamika perjalanannya, terkuak kasus suap pembentukan Bank Banten yang melibatkan BGD dan eks
wakil ketua dan sejumlah oknum DPRD Banten di periksa KPK dan masuk penjara.

“Saya ingin sampaikan di awal bahwa, saya tidak terlibat langsung proses akusisi Bank Banten sebagai unit usaha di BGD di tahun 2016 waktu itu, karena saya diangkat sebagai Direktur di BGD baru di 2017 yang lalu. Tapi harus diakui proses pembentukan Bank Banten ini cukup ketat secara prosedur, mulai pembentukan tim independen, lalu penujukan penasehat hukum, KJPP, akuntan publik sampai penasehat finasial keuangan, namun juga tanpa mengingkari ada berbagai permasalah di awal proses ini,” demikian dikatakan Fathoni, Direktur PT.BGD diawal paparan.

Sementara itu, Dr. Rizqullah, menyampaikan asas mendasar tentang mengapa Banten butuh bank pembangunan daerah.

“Bank adalah penghubung pemilik dana dan pihak yang butuh dana sehingga disebut sebagai lembaga intermediasi, kemudian bank juga sebagai penggerak perekonomian daerah yang pada nanti mendorong peningkatkan PAD

Selain itu menurutnya, Banten yang terkenal dengan karakteristik masyarakat
yang religius, maka sangat wajar apabila seandainya Banten memiliki bank daerah berkonsep syariah.

“Berdasarkan kajian kami dengan mempertimbangan aspek mendasar tadi, proses pembelian Bank Banten ini mengandung banyak masalah. Pertama, kala itu Bank Pundi berstatus bank yang sakit dan dalam pengawasan intensif Otritas Jasa Keuangan (OJK). Kedua, memiliki portofolio kredit yang berpotensi macet. Ketiga, bank yang mengalami kerugian dua tahun berturut-turut. Keempat, memiliki banyak kantor operasional yang padahal sebenarnya tidak memberi relevansi dampak ekonomi langsung kepada daerah Banten, dan juga disamping itu menimbulkan biaya operasional yang besar. Kelima, due dilligence tidak mempertimbangkan trend atau perkembangan kinerja perusahaan, alih-alih justru melihat aspek banyaknya kantor operasional tadi yang sebenernya tidak relevan pada perekonomian Banten,” papar mantan Direktur Utama BNI Syariah ini.

Ditambahkan Rizqullah, beberapa opsi bank-bank yang jadi target, Bank Pundi ini satu-satunya bank yang bersedia untuk dibeli, walau dalam kondisi sakit.

“Walau sekali lagi secara bisnis dan dengan pertimbangan sosial masyarakat Banten yang religius, saya ingin katakan tidak layak untuk dibeli,” imbuh Rizqullah, seraya mengatakan, bahwa saat ini pemprov banten saat itu gubernur banten rano karno dengan dukungan politik semua fraksi di izinkan membeli bank pundi dan di rubah nama menjadi bank banten sehingga mau tidak mau harus menerima kenyataan sehingga pemprov banten yang terpilih adalah pak WH dan Andika harus memiliki tanggung jawab untuk menyehatkan dan membesarkan bank banten karena secara bisnis sangat
terbuka besar dengan PAD Banten dan pabrik bersekala internasional sehingga sangat memungkinkan bisa sehat dan maju assal jangan abai dalam pengawasan terhadap managmen bank karena majunya bank butuh dukungan permodalan dari pemilik saham dan managmen atau direksi yang mumpuni.

Setelah semua narasumber diberi kesempatan memaparkan materinya, moderator selanjutnya memberikan kesempatan kepada para penanggap pertama yaitu Saiful M. Ruky, yang juga akrab di sapa Ki Ipung.

Ki Ipung menjelaskan teori tentang gambaran awal situasi pembentukan Bank Banten.

“Dalam corporate finance kita mengenal istilah corporate action trap (perangkap aksi korporasi) atau acquisition trap (jebakan akuisisi) yaitu suatu situasi di mana perusahaan yang diakuisisi itu terjebak dalam situasi seperti buah simalakama. Dalam artian perusahaan tersebut jika dibiarkan akan mati, kalaupun mau dihidupkan butuh biaya yang sangat besar dan belum tentu berhasil.

“Pertanyaan kita, apakah Bank
Banten terindikasi ke arah ini ?” ucap Ki Ipung. “Mari kita analisis, yang mendekati dari beberapa sebab berikut, pertama, kesalahan dalam memilih target akuisisi; umumnya ini kesalahan yang sangat jarang terjadi apabila sepenuhnya secara profesional dilakukan, karena semua prosedur secara ketat diterapkan sebelum mengakuisi sebuah perusahaan, sebagaimana yang tadi disampaikan Direktur BGD. Kedua, harga yang terlalu mahal untuk dibeli. Ketiga, terlalu yakin. Keempat, unsur penyebab non ekonomis. Kelima, problem dalam eksekusi,” ulas Ki Ipung.

“Mari kita lihat di mana kesalahan dalam kasus Bank Banten ini.Jadi di banyak kesempatan kala itu, saya selalu mengatakan untuk tidak mengambil Bank Pundi, kemudian terkait apakah akuisisi ini over price? apprrcial yang pernah kami lakukan equity asset Bank Pundi itu di angka 2,6 T, lalu jika akuisisi 51% maka butuh 1.3 Triliun,” Ki Ipung menambahkan.

Sementara itu, Asep Rahmatullah yang menjabat Ketua DPRD Banten (2014-2019) dan turut menggawangi terwujudnya
bank pembangunan daerah di Banten waktu itu menerangkan bahwa secara politik dan legalnya, menurut Asep, semua bersepakat waktu itu bahwa Banten perlu memiliki bank pembangunan daerah sendiri, menimbang besarnya share market dan fungsi ekonomi perbankkan dalam meningkatkan pendapatan daerah.

“Benar, Bank Pundi saat itu dalam kondisi sakit, namun memiliki prospek, sehingga
OJK waktu itu pun menyarankan Pemprov Banten mengakuisis segera karena adanya kepastian anggaran dari APBD, juga akumulasi peredaran uang Kabupaten Kota se-Banten yang kurang lebih samapi 40 Triliun,” jelas Asep.

“Kami punya harapan, Bank Banten ini bisa recovery dan mengalami perbaikan. Namun, saya cukup prihatin adanya pengalihan kas daerah yang dilakukan Gubernur kita beberapa waktu lalu. Hal lain yang sampai akhir masa jabatan kami waktu itu minta kepada Gubernur, namun belum terwujud hingga kini yaitu kami telah berkoordinasi dengan OJK, BI, dan para ahli ekonomi, dan juga kesepakatan kabupaten/kota meminta untuk dilakukan pemisahan saham Bank Banten agar tidak di bawah BGD. Semoga ada solusi terbaik ke depan,” imbuh Asep.

Setalah mendengarkan tanggapan dari sudut pandang korporasi, lalu lembaga legislatif, moderator meminta tanggapan dari ahli hukum, T.B. Sukatma.

Diterangkan TB. Sukatma, Bank Banten ini sudah innalillahi wai nnailaihi rojiun.

“Apabila kita lihat dari keadaannya saat ini karena pengabaian dalam pengelolaan, selain itu juga fakta yang terkuak bahwa ada masalah hukum dalam pembentukan Bank Banten ini dan syukurlah para pelakunya sudah diadili dan menjalani hukumannya. Semoga ini jadi pembelajaran kita, Saya merasa kecewa dengan apa yang di putuskan Gubernur saat ini Wahidin Halim karena tega memindahkan uang kas daerah dari bank banten milik nya sendiri ke bank BJB sehingga mengakibatkan masyarakat berdatangan ke bank banten mengambil tabungan nya. Ini akan menjadi kajian hukum,” ucap Sukatma.

Saya, lanjut Sukatma, ingin menyampaikan gerakan banten menggugat yang ingin menyelematkan bank Banten.

“Walaupun kami bukan ekonomi tapi kami memiliki kesadaran akan pentingnya suatu gerakan untuk menyelamtakan bank banten dari salah urus dan kebijakan gubernur yang memindahkan kas daerah di bank banten di ke bank bjb, menurut para advokat bahwa gubernur telah melakukan pelanggaran hukum,” tegas Sukatma.

Selanjutnya Arwan dari Asosiasi Banten Menggugat menyebut, sebagai orang
yang memilih WH ketika pilgub di Banten, dirinya dan kawan kawan di ormas banten menggugat, memiliki kewajiban untuk memberikan masukan kepada gubernur yang pernah dipilihnya dulu.

Lilis mewakili ASN Pemprov Banten merasa prihatin dengan apa yang terjadi dengan Bank Banten. Lilis menilai apa yang diputuskan Gubernur Banten sudah benar dan perlu dikawal.

“Semoga ini baik untuk semua pihak. Harapan saya kedepan semoga Banten memiliki bank pembangunan daerah yang sehat dan berkembang,” kata Lilis.

Ketika diminta tanggapannya, Rudy Radjab, pendiri dan juga mantan Direktur BGD, menyampaikan, pada masa awal berdirinya BGD terdapat pembahasan ingin mengakuisisi BJB Syariah untuk
menjadi cikal bakal Bank Banten. “Namun saya tidak tahu selanjutnya karena saya tidak lagi di PT BGD dan saya mendengar bahwa BGD membeli bank pundi menjadi bank banten.

“Jadi kalau mengingat kondisi saat ini Bank Banten sedang dalam pengawasan OJK, maka dengan potensi 40 Triliun dana yang berputar di Banten, dengan penempatan dana pihak ketiga ke BJB Syariah kemudian masuk, saya pikir ini bisa menjadi alternatif win-win solusi baik untuk Bank BJB maupun Bank Banten dan bisa diajukan sebelum terjadi right issue,” pungkas Rudy.

Akademisi, Wawan Wahyuddin, yang menjabat Wakil Rektor III UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten dalam paparnya mengatakan, sesuai Sabda Nabi Saw, majun mundurnya umatku ergantung pada dua hal pendidikan dan ekonomi.

“Teringat saya kala itu menghadiri Kongres Umat Islam Banten tahun 2005 yang di inisiasi oleh majlis ulama Indonesia provinsi banten, yang salah satunya rokemendasinya menginginkan di Banten memiliki bank pembangunan daerah yang berbasis syariah, sesuai dengan misi Banten Iman dan Taqwa,” kata Wawan.

“Pastinya kami melalui Fakultas Ekonomi Bisnis Islam, bertugas mempersiapkan para sumber daya insani trampil dan ahli
tidak hanya untuk Banten, namun untuk Indonesia, bahkan Dunia. Kami Apresiasi kami kepada semua yang terlibat dalam FGD ini,” sambung Wawan.

Diakhir, mantan ketua DPRD Kabupaten Lebak, Ki Pepep, dalam ulasanya merasa penyampaikan narasumber dari BGD jauh dari yang diharapkan, mengingat di tengah situasi kondisi pandemik Covid-19, masyarakat saat ini jelas butuh optimisme dan kemanaan atas dana mereka di Bank Banten.

“Kami juga tidak ingin melihat Bank Banten menjadi semakin terpuruk karena para nasabahnya berduyun- duyun menarik dana mereka, maka sampaikan kepastian kondisi dan keamanan ke masyarakat terkhusus nasabahnya. Harapan saya, mau bank konsep syariah atau pun Bank Banten yang ada sekarang semoga bisa kembali beroperasi normal dan bertumbuh besar, seperti yang dicita-citakan,” tandas Ki Pepep.

Selanjutnya, Dadi Farid menyebut, dirinya telah mengikuti lama proses pembelian bank banten sampai sekarang.

“Saya juga mengikuti kongres umat islam pada tahun 2015 yang acara tersebut diketuai oleh H Embay. Dalam harapan urang banten bukan bank banten covesiobal tapi bank banten syariah dan ketika membeli bank pundi yang banyak masalah maka kami mengajak ayoo kembalikan lagi kepada harapan masyarakat banten dengan moto iman dan taqwa untuk membeli bank banten Syariah,” ujar Dadi Farid.(**).

Alumni AKABRI Tahun 1994 Bagikan 500 Paket sembako di Tiga Kecamatan

SIDIKPOST| Kota Tangerang – Di tengah merebaknya wabah virus Corona (Covid-19) di negri ini, para Alumni Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) tahun 1994 mengadakan kegiatan bhakti sosial (bhaksos) pembagian paket sembilan bahan pokok (sembako) terhadap masyarakat di wilayah Kota Tangerang, Sabtu (16/5/2020).

Kegiatan yang menerapkan physical distancing serta penggunaan Marsker dalam pelaksanaanya ini, nampak dipimpin langsung oleh Direktur Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Brigjen Pol Endar Priyantoro serta dihadiri alumnus lainya seperti Danrem 052 Wijayakrama, Kolonel Inf Tri Budi Utomo.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Sugeng Hariyanto yang juga alumnus AKABRI 1994 mengatakan, kegiatan yang diadakan pihaknya tersebut merupakan salah satu wujud kepedulian terhadap kesulitan warga akibat dampak wabah virus Corona yang meluluh lantakan perekonomian khususnya kalangan kaum pra sejahtera.

“Bhakti sosial Alumni AKABRI tahun 1994 ini, kami membagikan 500 paket sembako di tiga wilayah diantaranya Kecamatan Neglasari – Kotamadya Tangerang dan Pakuhaji serta Teluknaga – Kabupaten Tangerang,” ungkap pamen Polri dengan melati tiga dipundak ini didampingi Kapolsek Neglasari Kompol R. Manurung serta Kasubbag Humas Kompol Abdul Rochim.

Selain itu, dengan masih tingginya angka positif yang terjangkit virus Corona di negri ini, orang nomor satu dijajaran Polres Metro Tangerang Kota ini kembali menghimbau publik di wilayah hukumnya untuk menjaga pola hidup bersih dan sehat guna memutus mata rantai penyebaran wabah Covid-19.

“Kami juga menghimbau kepada warga masyarakat untuk mematuhi himbauan pemerintah, serta selalu jaga jarak (Physical Distancing) dan menggunakan masker apabila keluar rumah guna mencegah penyebaran virus Corona dan tidak melakukan mudik ke kampung halaman,” tandasnya.

Sementara itu, Kapolsek Neglasari Kompol R. Manurung menambahkan, yang menjadi sasaran dalam bhaksos ini diantaranya masyarakat yang belum tersentuh bantuan dari pihak manapun. Menurutnya, untuk memastikan tidak salah sasaran pihaknya menerjunkan personil Bhabinkamtibmas untuk mendata warga di wilayah binaanya masing-masing

“Dalam bhaksos ini di wilayah Neglasari dibagikan 100 paket, sedangkan di daerah Teluknaga ada 300 paket. Sementara untuk daerah Pakuhaji ada 100 paket sembako,” bebernya lengkap, seraya menyampaikan apresiasi atas kegiatan bhaksos yang digelar di wilayah hukumnya tersebut.

Masih di tempat yang sama, ungkapan terima kasih atas kegiatan ini pun nampak hadir berhamburan dari para warga yang mendapatkan pembagian paket sembako. Hal itu seperti yang diungkapkan langsung oleh Suryadi (50) bersama rekan sejawatnya seusai mendapatkan sembako.

“Kami khususnya warga kecamatan Neglasari, mengucapkan Terima kasih kepada TNI-Polri. Semoga bantuan ini berkah, Jaya selalu TNI- Polri dan semakin dicintai masyarakat,” katanya, sembari melanjutkan dengan bercerita bahwa akibat virus Corona perekonomian keluarganya terjun bebas. ( Humas).

komunitas Vesva Bekasi Peduli Berbagi Bersama

SIDIKPOST| Bekasi-kegiatan Sahur On The Road ( SOTR ) XIII Vespa Bekasi dalam tema ” Vespa Peduli Berbagi Bersama ” ini merupakan salah satu upaya Vespa bekasi untuk peduli sesama dalam rangka meringankan beban ekonomi masyarakat dalam menghadapi wabah Covid-19.
Kegiatan buka puasa bersama serta berbagi santunan kepada masyarakat, anak-anak yatim piatu dan Kaum Dhuafa tersebut ada tiga titik tempat yang diselengarakan secara serentak pada hari Sabtu, tanggal 16 Mei 2020, ke beberapa tempat yayasan sosial yang berada di wilayah Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi seperti : di Masjid Sunanu Huda , Jl. Siliwangi Km 11 , Rt 001/ Rw.08 , belakang Kelurahan Bantar Gebang ; di Rumah Ceria , Jl. M.T. Haryono, Gg. Kober , RT.07/RW.09, Kp. Burangkeng Ciledug, Setu Bekasi dan Situ Rawa Gede Bojong Menteng Bekasi.
Dalam acara kegiatan ini di hadiri Ketua Karang Taruna, Bapak Rukun Tetangga ( RT ), Dewan Kemakmuran Mesjid ( DKM ) serta Para Tokoh Masyarakat setempat di setiap kegiatan acara berlangsung.

Hal ini merupakan kegiatan rutin setiap tahunnya pada Bulan Ramadhan tidak hanya berbuka puasa tetapi membagikan juga makanandi berbagai titik wilayah Bekasi untuk santapan sahur. kali ini di massa tengah pandemi covid-19, kami berinisiatif untuk melakukan kegiatan berbagi bersama, ” ujar Waway Pengurus SOTR XII.
Meski begitu, kondisi tersebut tidak boleh menjadi penghalang untuk tetap bersilaturahmi. Sabtu ( 16/5 ) Rico Montila

39 WNI Dari Fiji Tiba di Tanah Air

SIDIKPOST| (Puspen TNI). Pesawat Hercules C-130 seri A1318 milik TNI AU yang telah selesai melaksanakan misi kemanusian ke Fiji dan kembali ke tanah air dengan mengangkut 39 Warga Negara Indonesia telah mendarat dengan selamat di Pangkalan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu sore (16/5/2020) sekitar pukul 16.30 WIB.

Selanjutnya seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) tersebut dibawa ke Rumah Sakit Darurat Covid-19, Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Utara, guna menjalani protokol kesehatan.

Keberhasilan misi kemanusiaan ini merupakan wujud kerja sama yang baik antara Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI), Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Fiji, Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) serta berkat dukungan seluruh rakyat Indonesia. 

Autentikasi:
Kabidpeninter Puspen TNI, Kolonel Laut (KH) H. Agus Cahyono

Bupati Zaki Monitoring Penyaluran Bansos Di Sepatan Dan Medang

SIDIKPOST| Tigaraksa — Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar melakukan monitoring penyaluran Bansos Jaring Pengaman Sosial (JPS) Covid 19 di Desa Karet Kec. Sepatan dan Kel. Medang Kec. Pagedangan. Sabtu, (16/5/20).

Bupati Zaki mengatakan, mohon kiranya kepada penerima, pergunakanlah sebaik-baiknya untuk kebutuhan hidup di tengah kondisi saat ini, bukan untuk yang lain-lain karena bantuan ini sangat terbatas jadi Sekali lagi Ia harapkan tolong belikan kebutuhan untuk kebutuhan sehari-hari bukan untuk kebutuhan yang lain-lain.

“Bapa ibu saya mohon bantuan ini digunakan untuk beli kebutuhan pokok yah beli sembako, atuh untuk hidup sehari-hari, jangan digunakan yang tidak perlu,” kata Zaki dihadapan penerima bantuan.

Zaki meminta kepada masyarakat diharapkan bersabar untuk menerima bantuan dari karena itu semua butuh waktu dan proses kan validasi data agar nantinya yang akan mendapatkan bantuan dan bantuan ini tidak bisa double double.

“Saya minta masyarakat disituasi saat ini selalu lakukan pola hidup bersih dan sehat, selalu pakai masker, sering-sering cuci tangan pakai sabun,” pinta Zaki.

Camat Sepatan Dadang Sudrajat mengatakan bahwa ada berapa desa di Kecamatan Sepatan yang mendapatkan bantuan dari data Kabupaten oleh Pak RT RW kemudian ini yang didistribusikan kali ini bantuan Kemensos yang disalurkan melalui PT. POS, dan di Desa Karet total ada 916 penerima.

“hari ini di desa Karet ada total 916 dan 400 yang didistribusikan dari pagi sudah 200 dan siang ini juga ada 200 lagi yang disalurkan ke masyarakat,” Kata Dadang.

Dadang menghimbau kepada masyarakat khususnya warga Sepatan agar bisa bersabar ditengah situasi saat ini mari selalu berprilaku hidup bersih dan sehat.

Sementara itu, M. Tarlan selaku Lurah Medang mengungkapkan Alhamdulillah Kelurahan Medang mendapatkan BLT sebanyak 2123 KK yang mana telah diatur jam-jam pengambilannya dari jam 9 sampai jam 12 itu RW 01 yang berjumlah 756 pada keluarga dan dari jam 1 sampai jam 19.30 itu pergantian RT RW yang jumlahnya antara 400 sampai 13 kepala keluarga

“di sini Alhamdulillah selama ini dari pagi sampai jam 2.15 ini berjalan dengan lancar dan kondusif bantuan langsung tunai yaitu dari provinsi yang khusus untuk kelurahan Medang sebanyak 2123 kepala keluarga,” beber Tarlan. (Bidang IKP Diskominfo Kab. Tangerang)

Polsek Tamansari Bagikan Sembako Kepada Keluarga Tahanan

SIDIKPOST| Jakarta, Polsek Metro Tamansari Jakarta Barat memberikan bantuan berupa sembako kepada keluarga tahanan yang berada di Rutan Mapolsek Metro Tamansari, Sabtu (16/05/2020).

Dikatakan Kapolsek Tamansari AKBP Abdul Gafur, hal ini agar meringankan beban keluarga para tahanan yang berekonomi sulit di tengah pandemi covid-19.

“Ada sekitar 29 tahanan yang mendekam dibalik jeruji besi Polsek Metro Tamansari. Bantuan ini juga agar para tahanan di kantornya merasa tenang karena keluarganya diperhatikan dan mendapat sembako,” ucap Gafur.

Adapun bantuan sembako tersebut merupakan bagian emphaty building dalam rangka meringankan beban masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

“Dengan rasa sosial ini kami berikan bantuan kepada keluarganya karena pandemi ini sedang melanda siapa saja. Jadi agar mereka (tahanan) tenang, di rumah makanan sudah ada diberikan bantuan,” Imbuhnya.

Persada Akmil 92 Peduli Perangi Pandemi Covid-19 Bantu Masyarakat Kurang Mampu

SIDIKPOST| (Jakarta. Jumat, 15 Mei 2020).    Keluarga Besar Persada Akmil 92 (Lulusan Akademi Militer tahun 1992) dibantu oleh Sakadara (Sahabat, Kawan, Saudara) istri dari prajurit TNI AD Lulusan Akademi Militer 92, di tengah Pandemi Covid-19 yang sudah menyebar di seluruh pelosok nusantara dari Sabang sampai Merauke, Sakadara menggelar operasi bantuan sosial dengan membagikan paket sembako gratis kepada masyarakat kurang mampu secara serentak di beberapa wilayah nusantara, Jumat (15/5/2020).

Paket sembako tersebut dikemas dalam satu tempat berisikan beras 5 kg, gula 1 kg, syrup, sarden, mie instan dan biskuit kaleng serta masker. Dibagikan kepada masyarakat kurang mampu yang berada di pinggiran jalan.

Ny. Selly Richard Tampubolon selaku Ketua Sakadara yang memimpin langsung pembagian sembako di wilayah Jakarta mengatakan bahwa pelaksanaan baksos ini adalah kegiatan amal dari Keluarga Besar Persada Akmil 92, Peduli Perangi Covid-19 Bantu Masyarakat Kurang Mampu.

“Perencanan kegiatan ini spontan dan langsung mendapat respon positif dari Sakadara 92 dari seluruh penjuru Indonesia dan dilaksanakan secara serentak pada hari Jumat tanggal 15 Mei 2020 untuk membuat sesuatu kegiatan amal dan peduli dalam memerangi pandemi Covid-19 dan bertepatan dengan datangnya Bulan Suci Ramadhan menggelar Baksos pembagian sembako gratis mengingat situasi saat ini masih banyak masyarakat kita yang membutuhkan bantuan”, kata Ny Selly.

Ny. Selly Richard Tampubolon juga menjelaskan karena istri-istri dari Persada Akmil 92 tidak bergabung untuk dipusatkan tempat kegiatan dalam satu wilayah maka secara teknis pemberian pembagian sembako gratis dilaksanakan di wilayah masing-masing dimana Persada Akmil 92 bertugas.

“Total keseluruhan paket sembako gratis yang dibagikan secara serentak di seluruh wilayah sebanyak 6700 paket, dengan rincian wilayah Jawa Barat 1000 paket dan wilayah lainnya masing-masing 300 paket”, jelasnya.

Lebih lanjut Ny. Selly Richard Tampubolon menambahkan agar pembagian sembako berjalan lancar dan tertib, di tiap-tiap wilayah yang telah ditentukan dikoordinir oleh istri Persada Akmil 92. Di wilayah Jakarta Ny. Richard Tampubolon, Jawa Barat Ny. Mia Kunto, Bogor Ny. Susi Made, Medan Ny. Yuli Rumbayan, Padang Ny. Anggi Arief Gajah Mada, Siantar Ny. Ema Wayaw, Tanjung Pinang Ny. Imel Harnoto, Aceh Ny. Neni Refriza, Palembang Ny. Irma Rusman, Lampung Ny. Lina Sahid dan Ny. Merry Anggoro, Semarang Ny. Kuthi Sujadi, Magelang Ny. Surry Amrin, Surabaya Ny. Venny Putut, Malang Ny. Ira Zainuddin dan Ny. Prima Budi Hariswanto, Bali Ny. Lina Unang dan Ny. Essy, Makassar Ny. Diah Hari, Kalimantan Barat Ny. Ita Josat, Balikpapan Ny. Lilis Budi, Banjarmasin Ny. Eva Sitompul, Jayapura Ny. Betty Iwan, Merauke Ny. Reny Bangun.

“Paket Sembako gratis yang dibagikan ini tidak seberapa nilainya, namun sangat berarti dan bermanfaat bagi mereka yang sangat membutuhkan”, tambahnya.*

Kapolres Jakbar Operasikan Dispenser Beras Ke Warga Kebon Jeruk

Jakarta, Polres Metro Jakarta Barat mengoperasikan dispenser beras di daerah permukiman padat penduduk di wilayah Jakarta Barat.

Beras ini dibagikan secara gratis kepada warga yang terdampak pandemi Corona (COVID-19).

Kali ini, bantuan beras yang dipimpin langsung Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Audie S Latuheru dibagikan kepada warga RT 05/03 Kelapa Dua, Kebon Jeruk Jakarta Barat dan disambut antusias warga, Jumat (15/05/2020).

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Audie S Latuheru mengatakan, bantuan beras ini, hanya untuk warga yang sama sekali belum menerima bantuan sosial baik yang disalurkan oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Bantuan ini diprioritaskan untuk warga yang benar-benar membutuhkan dan belum pernah mendapat bantuan sosial dalam bentuk apapun,” terang Kombes Audie.

Audi menambahkan, ia telah memberikan instruksi kepada anggota Bhabinkamtibmas untuk menyisir di lapangan warga-warga yang belum tersentuh oleh bantuan sosial dari Pemerintah Pusat maupun Provinsi.

“Langkah ini diharapkan agar seluruh masyarakat yang menjalankan anjuran pemerintah menerapkan PSBB benar-benar terbantu dengan situasi sulit saat ini akibat pandemi,” tambahnya.

Dijelaskan Audie, Polres Metro Jakarta Barat menyediakan 1 ton beras untuk dibagikan kepada warga yang terdampak Corona. Caranya, polisi akan membagikan kartu akses untuk mengambil beras di mesin dispenser.

“Kartu akses ini diberikan kepada masyarakat kurang mampu sesuai pendataan dari RT/RW di slum area,” kata Audie.

Satu orang warga akan mendapatkan 2 kilogram beras. Pembagian beras ini dilaksanakan secara mobile di lokasi yang telah ditetapkan oleh polisi.

Audie menambahkan pemberian beras ini dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Tentunya kami mengimbau kepada masyarakat yang akan mengambil beras tetap mengikuti protap dari pemerintah, yaitu tetap menjaga jarak (physical distancing) guna memutus rantai penyebaran wabah virus COVID-19,” imbuhnya. ( Humas).

Universitas Brawijaya Bersama Kasih Untuk Arema Serta Korem 083/BDJ Cek Persiapan Pendistribusian Sembako Kepada Masyarakat Terdampak Covid-19

SIDIKPOST| MALANG, 15/5/20- Korem 083/Bdj bekerjasama dengan Universitas Brawijaya Malang dan komunitas Kasih untuk Arema mengadakan rapat koordinasi guna mempersiapkan pendistribusian paket sembako untuk membantu warga yang terdampak akibat wabah pandemi Covid-19.

Kegiatan rapat koordinasi ini di pimpin langsung oleh Danrem 083/Bdj Kol Inf Zainuddin dan dihadiri oleh Dandim 0833/Kota Malang Letkol Inf Tommy Anderson, Direktur utama Matos (Ibu Vivi), Direktur Jawa Post Radar Malang Bpk Kurniawan Muhammad dan elemen masyarakat termasuk Bpk Willy dan Bpk Andreas. Pada kesempatan tersebut Danrem menerima paparan langsung dari Dandim 0833/Kota Malang terkait kesiapan pendistribusiannya.

Rencananya 2.500 paket sembako tersebut akan mulai didistribusikan pada 18/5/2020 dan di berangkatkan secara simbolis di lapangan Brawijaya Rampal. Kol Inf Zainuddin selaku Danrem 083/Bdj menyampaikan mekanisme pelaksanaan pembagian sembako yang akan didistribusikan di beberapa lokasi dengan melibatkan Babinsa, Babinkamtibmas, Relawan dari FKPPI serta Hipakad.

Sembako-sembako tersebut diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan sesuai dengan data yang telah ada dan difokuskan di sekitar Kota Malang termasuk kepada beberapa warga mengalami penurunan penghasilan atau bahkan kehilangan pekerjaan.

Pembagian sembako kali ini sekaligus mensosialisasikan kembali kepada masyarakat agar tetap tenang namun lebih waspada dan menjaga kesehatan agar terhindar dari penyebaran Covid-19, Kita bersama TNI, Polri dan Para relawan nantinya akan terjun langsung ke lapangan agar Sembako ini benar-benar tepat sasaran dan berefek bagi warga yang benar-benar membutuhkan dan terdampak Covid-19, Tegasnya

Lebih lanjut, Koramil dan Polsek nanti menjadi tempat pendistribusian dan harus mendata siapa-siapa warganya yang berhak menerima akibat terdampak oleh wabah Covid-19 ini yang menganggu ekonomi keluarganya, termasuk di Kampung Tangguh dan Lumbung pangan serta Lumbung mahasiswa yang sudah terbentuk” kata Zainuddin. (Penrem 083/Bdj)