Pusat Study Kajian Ilmiah Sejarah Budaya Lampung Sayangkan Polemik Viralnya Video Tembakan Keatas Saat Perayaan Adat Begawi

SIDIKPOST| Lampung-viralnya video adanya penembakan keatas saat acara begawi adat di Lampung Utara beberapa waktu lalu,Pusat Study Kajian Ilmiah Sejarah Budaya Lampung (PUSKAM SBL) Menyayangkan Polemik yang terjadi baru-baru ini.

“Semestinya Orang yang kurang memahami diberi Pemahaman, bukan dibenturkan apalagi dipolitisir, Sebab orang Lampung sangat paham Bagaimana menjaga toleransi dalam kebinekaan dan Sangat menjaga harmonisasi dalam sebuah perbedaan, ” Papar Ketua Yuridhis Mahendra.

Advertisements

Idris abung sapaan akrabnya menjelaskan, Harus dimaklumi ketika Kabid Humas Kombes Pol Z. Pandra Arsyad, S.H, M.H memberi Statemen seperti itu dalam Kapasitas beliau sebagai Anggota Polri, Sebab ada beberapa Faktor penyebabnya, minimnya pengetahuan Masyarakat luar lampung yang berada di Provinsi Lampung, Kedua Kurangnya Sosialisasi untuk memperkenalkan adat istiadat Budaya Lampung. Ketiga lemahnya hubungan Para Petinggi daerah dengan Para tokoh adat. “Saya rasa mungkin adanya Miss komunikasi saja antara pihak terkait, Jangan terlalu dibesar besarkanlah, khawatir terjadi disharmonisasi”.

” Karna saya ingat betul, beliau pernah menyatakan bahwa dalam salah satu media, “ajarkan saya budaya Lampung, Mungkin Ini momentum yang baik untuk beliau mengenal adat Budaya lampung,” Tutup Budayawan muda itu.

Baca Juga   Wakapolda Lampung Pimpin Apel Pengambilan Sumpah dan Penandatanganan Pakta Integritas On The Road (PINTER)

Kadiv Humas Polda Lampung melalui Sambungan telepon memaparkan Juga bahwa “kejadian itu diawali viralnya video acara adat yang menggunakan senjata api.

Lalu kami menindak lanjuti dengan telah memanggil 3 anggota Polri yang berasal dari Lampung Utara, Tulang Bawang dan MABES POLRI untuk diperiksa guna dimintai keterangan lebih lanju, Diketahui bahwa ada 3 Anggota Polri yang melepaskan tembakan ke udara di acara Adat tersebut merupakan bagian dari keluarga besar yang menggelar acara adat di kabupaten Lampung utara.

Lanjut Pandra, hasil pemeriksaan terhadap anggota kami yang telah menggunakan senjata api dalam acara adat itu adalah bertujuan hanya untuk memeriahkan pesta adat dengan menggunakan Bunyi-bunyian dengan menggunakan senjata api kami telah mengeluarkan Sanksi disiplin, sebab sejauh ini tidak menimbulkan korban.

“Tak Lupa dalam kesempatan ini saya juga mengucapkan Salam Hormat Saya untuk para sesepuh tokoh  adat, Budayawan dan tokoh masyarakat se-provinsi Lampung, “tutupnya. (Red)