Sekda Pastikan Pemerintahan Rejang Lebong Tetap Berjalan Usai OTT KPK

SIDIKPOST| Kota Tangerang – Sekretaris Daerah Rejang Lebong, Iwan Sumantri Badar, memastikan roda pemerintahan di Kabupaten Rejang Lebong tetap berjalan normal meski muncul kabar Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap sejumlah pejabat daerah.

Iwan mengaku baru mengetahui informasi mengenai OTT tersebut setelah sahur pada Selasa (10/3/2026) pagi. Ia menyebut hingga kini belum menerima informasi resmi mengenai siapa saja pihak yang diamankan dalam operasi tersebut.

Advertisements

“Saya baru tahu setelah sahur tadi pagi. Artinya saya belum mendapat kepastian mengenai hal itu, termasuk siapa saja yang ikut diamankan,” ujar Iwan kepada awak media.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi mengenai kabar yang beredar. Menurutnya, publik sebaiknya menunggu keterangan resmi dari KPK agar tidak terjadi kesalahpahaman informasi.

“Biasanya ada rilis resmi dari KPK. Kita tunggu saja agar tidak terjadi disinformasi. Selain itu kita juga harus menghormati proses hukum yang sedang berjalan,” katanya.

Meski identitas pihak yang diamankan masih simpang siur, jejak penindakan KPK terlihat jelas di pusat pemerintahan daerah. Berdasarkan pantauan di lokasi, tim penyidik telah memasang garis segel di pintu ruang kerja Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong.

Baca Juga   Warga Rawa Rengas Tutub jalan Parimeter Utara Bandara Soeta

Terkait penyegelan tersebut, Iwan menegaskan bahwa pemerintah daerah menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada penyidik KPK. Ia juga menegaskan bahwa Pemkab Rejang Lebong menghormati proses hukum yang tengah berlangsung.

Pantauan awak media diperkantoran Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, menunjukkan aktivitas aparatur sipil negara tetap berjalan seperti biasa.
Pelayanan kepada masyarakat juga masih berlangsung normal meskipun kasus OTT menjadi perhatian publik.

Namun demikian, sejumlah ASN memilih tidak memberikan komentar ketika dimintai keterangan oleh wartawan. Para pejabat di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Rejang Lebong juga terlihat enggan diwawancarai.

Sementara itu, ruang kerja Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong masih dalam kondisi disegel oleh tim KPK sebagai bagian dari proses penyelidikan. Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong dikabarkan akan menggelar rapat internal sebelum memberikan pernyataan resmi kepada publik mengenai situasi pemerintahan daerah setelah peristiwa tersebut.(Z)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *