SIDIK POST|KOTA TANGERANG – Keberadaan pagar seng di sudut Jalan Sukamanah 5, RW 14, Kelurahan Sukasari, Kota Tangerang, menjadi sorotan warga. Seng yang telah terpasang selama kurang lebih empat tahun itu kini dinilai mengganggu keindahan lingkungan, mempersempit badan jalan, serta berpotensi menimbulkan kemacetan dan kecelakaan lalu lintas.
Lokasi tersebut berada di akses penghubung Jalan Soleh Ali dengan Jalan TMP Taruna. Awalnya, pemasangan seng dilakukan sebagai upaya mencegah area tersebut dijadikan tempat pembuangan sampah liar. Namun seiring berjalannya waktu, keberadaan seng justru dianggap tidak memberikan solusi permanen terhadap persoalan yang ada.
Pantauan di lokasi menunjukkan pagar seng yang menutup sebagian sudut jalan tampak kusam dan tidak terawat. Kondisi tersebut menimbulkan kesan seperti proyek mangkrak yang tidak kunjung selesai, sehingga mengurangi estetika lingkungan permukiman yang padat penduduk.
Riyanto (56), warga setempat, mengaku sudah lama memperhatikan kondisi tersebut. Menurutnya, selain merusak pemandangan, seng juga menyebabkan penyempitan jalan yang berdampak pada kelancaran arus kendaraan, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.
“Sudah empat tahun seng itu dipasang. Jalan menjadi lebih sempit dan sering terjadi kepadatan kendaraan pada jam-jam tertentu,” ujarnya.
Ia juga menyoroti lokasi seng yang berada di dekat gardu listrik PLN. Menurutnya, area tersebut kerap digunakan sebagai akses mobilitas kendaraan operasional PLN saat melakukan perawatan maupun penggantian trafo, sehingga keberadaan seng dinilai dapat menghambat aktivitas tersebut.
Keluhan serupa disampaikan Ahmad Kurnia (54). Ia menilai posisi seng yang berada di dekat perempatan jalan dapat mengganggu pandangan pengendara dan meningkatkan risiko kecelakaan.
“Kalau pagi hari sering terjadi kemacetan. Selain itu, beberapa kali juga terjadi kecelakaan karena posisi seng berada di sudut perempatan jalan,” katanya.
Warga berharap pemerintah setempat, baik melalui pengurus RT, RW maupun Kelurahan Sukasari, dapat mencari solusi yang lebih tepat dan berkelanjutan. Mereka menginginkan penataan kawasan yang tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga memperhatikan aspek keselamatan, kelancaran lalu lintas, dan keindahan lingkungan.
Hingga saat ini, pagar seng yang dipasang sebagai solusi pencegahan sampah liar tersebut masih berdiri tanpa kepastian kapan akan dibongkar atau ditata kembali.
Penulis: Inof
EDITOR:Muhammad Reza







