SIDIKPOST| Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup lanjut usia melalui penguatan Program Sekolah Lansia. Upaya tersebut diwujudkan dengan menggelar kegiatan sosialisasi Sekolah Lansia yang dilaksanakan hari ini, Selasa (20/1/2026)
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang, Tihar Sopian, menyampaikan bahwa program Sekolah Lansia merupakan langkah strategis untuk memastikan para lansia tetap sehat, aktif, dan berdaya di usia senja.
Menurutnya, Sekolah Lansia tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga ruang interaksi sosial yang mampu meningkatkan kebahagiaan dan kesejahteraan lansia. Program ini sekaligus mendukung pelaksanaan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia serta sejalan dengan program nasional BKKBN.
“Sekolah Lansia hadir sebagai pendidikan nonformal yang dirancang khusus untuk lansia usia 60 tahun ke atas, agar mereka tetap produktif, mandiri, dan memiliki keterampilan yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Tihar.
Ia menjelaskan, keberhasilan Sekolah Lansia yang telah berjalan di Kecamatan Cibodas menjadi modal penting untuk pengembangan program ke wilayah lain. Pemkot Tangerang berencana memperluas cakupan Sekolah Lansia dengan mendirikan sekolah serupa di Kecamatan Jatiuwung dan Kecamatan Karawaci.
“Ke depan, kami ingin Sekolah Lansia menjadi gerakan bersama di seluruh wilayah Kota Tangerang, sehingga para lansia tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga aktif secara sosial dan ekonomi,” tambahnya.
Melalui kurikulum pembelajaran yang disusun secara bertahap, para peserta Sekolah Lansia akan mengikuti proses belajar sebanyak 12 pertemuan. Setelah menyelesaikan tahapan tersebut, peserta akan mengikuti prosesi wisuda dengan jenjang simbolik S1, dan dapat melanjutkan ke jenjang S2 hingga S3 sesuai minat dan kemampuan.
Tihar Sopian berharap, keberadaan Sekolah Lansia mampu mencetak lansia-lansia unggul yang tetap berdaya, kreatif, dan memiliki soft skill yang dapat dikembangkan bersama para pendidik di Sekolah Lansia.
“Kami ingin lansia di Kota Tangerang menjadi contoh bahwa usia bukan penghalang untuk terus belajar, berkarya, dan berkontribusi bagi lingkungan sekitar,” pungkasnya. (ADV)







