Rangkul Pelaku Seni, Kapolsek Loa Kulu Gelar ‘Ngopi Bareng’ untuk Perkuat Kamtibmas dan Lestarikan Budaya

SIDIKPOST| Kukar – Kepolisian Sektor (Polsek) Loa Kulu terus berinovasi dalam menjalin kedekatan dengan masyarakat. Tidak hanya melalui patroli rutin, kali ini Kapolsek Loa Kulu, AKP Hari Supranoto, menggelar kegiatan “Ngopi Bareng” bersama para pelaku kesenian dan tokoh masyarakat se-Kecamatan Loa Kulu, Kamis (9/4/2026) malam.

Bertempat di kediaman saudara Nasri, RT 07 Jonggon Desa, kegiatan ini menjadi ruang dialog hangat yang mempertemukan aparat kepolisian dengan belasan perwakilan paguyuban seni, mulai dari Reog, Kuda Lumping, hingga Jaipong dari Desa Margahayu, Jonggon Jaya, dan Jonggon Desa.

Advertisements

Dalam sambutannya, AKP Hari Supranoto menekankan bahwa seni budaya memiliki kekuatan besar untuk menyatukan perbedaan dan menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Sebagai penasehat paguyuban kesenian di Loa Kulu, ia berkomitmen untuk membawa kesenian lokal naik kelas.

“Budaya harus menyatukan perbedaan, bukan mempermasalahkannya. Selain menjaga Kamtibmas, kami ingin kesenian di Loa Kulu ini benar-benar hidup dan berkembang. Kami tidak ingin ada satu pun kelompok seni yang vakum,” ujar AKP Hari di hadapan para sesepuh seni.

Baca Juga   Kawal RUU Ciptakerja, Ketua DPD minta Senator Fokus di Kepentingan Daerah

Kapolsek juga berbagi pengalaman keberhasilannya memajukan kirab budaya di tempat penugasan sebelumnya, dan berencana menularkan semangat tersebut di wilayah Loa Kulu.

Diskusi yang berlangsung hingga tengah malam tersebut menjadi ajang bagi para seniman untuk menyampaikan “unek-unek”. Beberapa poin yang dibahas antara lain terkait regenerasi penari, fasilitas dan peluang IKN.

Menanggapi pertanyaan warga terkait administrasi, Kapolsek yang didampingi Kanit Intel Aiptu Filman Ardiansyah menegaskan akan memfasilitasi proses perizinan secara transparan. Segala persyaratan izin keramaian akan dibagikan melalui grup koordinasi digital agar para pelaku seni memiliki pedoman yang jelas.

“Kami hadir sebagai fasilitator dan pendamping. Kami ingin setiap pementasan seni berjalan tertib, terkoordinasi, dan sesuai norma yang berlaku,” tambahnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *