Warga Pertanyakan Anggaran Rp198 Juta untuk Perbaikan Pagar Disbudpar Kota Tangerang

“Pagar Cuma 24 Meter, Kok Hampir 200 Juta?” Warga Merasa Tersayat Mendengar Angkanya

SIDIKPOST | Kota Tangerang — Anggaran Belanja Pemeliharaan Bangunan Gedung berupa perbaikan pagar kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Anggaran yang tercatat mencapai Rp198.737.152 itu dianggap tidak masuk di akal, terutama oleh warga sekitar yang hidup dalam kondisi ekonomi pas-pasan.

Anton Suroh, warga sekitar yang dikenal sebagai buruh serabutan, mengaku kaget ketika mendengar nominal anggaran tersebut.

Advertisements

“Pagar 24 meter saja kok bisa hampir 200 juta? Kami yang rakyat kecil ini rasanya seperti ditampar, Pak. Hidup makin susah, harga-harga naik, tapi untuk pagar bisa sampai segitu besar,” ujarnya sambil menggelengkan kepala. ( 8/12 /2025 )

Anton juga menilai bahwa angka tersebut seperti jauh dari rasa keadilan masyarakat.

“Banyak warga di sini yang buat makan sehari-hari saja susah. Kalau pagar saja ratusan juta, terus perhatian untuk rakyat kecil di mana?” katanya lirih.

Beberapa warga lain kompak menyampaikan keresahan serupa. Mereka menilai pemerintah seharusnya lebih memperhatikan kebutuhan mendasar masyarakat daripada mengalokasikan anggaran besar untuk hal yang dianggap tidak mendesak.

Baca Juga   Edarkan Narkoba, Bandar Sabu Diamankan Polsek Metro Tamansari

Media sudah mencoba menghubungi dan menemui Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang untuk meminta penjelasan terkait detail pekerjaan, spesifikasi pagar, dan alasan anggaran mencapai hampir Rp200 juta. Namun hingga berita ini naik tayang, belum ada klarifikasi resmi dari pihak dinas.

Warga berharap pemerintah kota memberi penjelasan terbuka agar tidak menimbulkan dugaan pemborosan anggaran, terlebih di saat masyarakat kecil sedang berjuang keras menyambung hidup.

“Kami cuma ingin pemerintah itu peka. Kalau rakyat susah, ya jangan bikin anggaran yang bikin kami tambah sesak napas,” tutup Anton.

penulis : Anton Teef

editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *