Polsek Sangasanga Ungkap Kasus Premanisme dan Pungli di Jalan Ahmad Yani

Tersangka Diamankan Saat Paksa Pengendara Menyumbang Uang di Tengah Jalan

SIDIKPOST| Kukar – Satuan Reskrim Polsek Sangasanga mengungkap kasus dugaan tindak pidana premanisme dan pungutan liar (pungli) dalam pelaksanaan Operasi Pekat Mahakam II.

Aksi ini terjadi pada Rabu pagi, 14 Mei 2025, sekitar pukul 09.30 Wita, di Jl. Ahmad Yani RT 23, Kelurahan Sangasanga Dalam, Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Advertisements

Pengungkapan kasus berawal dari laporan seorang pengendara yang merasa terganggu dan terintimidasi oleh ulah seorang pria yang berdiri di tengah jalan sambil membawa kotak kardus, meminta uang dari setiap pengendara yang melintas.

Tim Reskrim yang mendapat laporan tersebut segera menuju lokasi dan langsung mengamankan pelaku di tempat kejadian.

Pelaku diketahui berinisial PI (50), warga setempat. Dalam penangkapan tersebut, petugas menyita barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp73.000 dan sebuah kotak kardus yang digunakan sebagai wadah pungutan.

Kapolsek Sangasanga, AKP Muhamad Zulhijah, menegaskan bahwa perbuatan tersebut tergolong sebagai tindakan premanisme yang dapat mengganggu ketertiban umum. “Aksi pelaku masuk dalam kategori pemaksaan atau pemerasan sebagaimana diatur dalam Pasal 368 KUHP. Kami langsung mengambil tindakan agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga   Kapolda Sebut, Perayaan Malam Tahun Baru 2020 di Banten Berjalan Aman dan Kondusif

Meskipun begitu, mengingat sifat pelanggaran yang masih berskala ringan serta pertimbangan kemanusiaan, pelaku tidak ditahan. Ia menjalani pembinaan dan menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya.

Operasi Pekat Mahakam II sendiri merupakan bagian dari strategi preventif dan represif jajaran Polda Kaltim dan Polres Kutai Kartanegara dalam menciptakan suasana kondusif menjelang sejumlah agenda penting nasional dan daerah.

Polsek Sangasanga mengajak masyarakat untuk lebih proaktif melaporkan setiap tindakan premanisme atau pungli yang ditemukan di lingkungan masing-masing, demi terciptanya rasa aman dan nyaman bersama. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *