SIDIKPOST | Jakarta, Dirgakkum Korlantas Polri, Brigjen Pol Aan Suhanan mengungkapkan Korlantas Polri berencana menerapkan teknologi pesawat tanpa awak ( red-Drone ) untuk pengawasan arus lalu lintas sebagai pengembangan ETLE
“Jadi kita sedang mengkaji, menguji dan melihat rencana kita yang akan membuat satu pendukung untuk patroli kita, pengawasan arus lalu lintas dengan menggunakan pesawat tanpa awak,” ujar Dirgakkum di Gedung NTMC.
“Contohnya saat terjadi kemacetan, kita bisa patroli ke ujung daripada sumber kemacetan tersebut, sehingga dari pembantuan melalui pesawat tanpa awak ini akan mengirimkan ke command center kita dari situ langsung ada komando kepada anggota yang di lapangan langsung untuk mengurangi kemacetan tersebut,”tambah Aan.
Aan menjelaskan dengan adanya teknologi tersebut bisa mempermudah petugas saat akan melakukan survey dan monitoring suatu ruas
yang mungkin tidak bisa melalui jalur darat. Kedepan teknologi tanpa awak akan di kembangkan untuk penegakan hukum melalui ETLE.
“Kita akan kembangkan ini dengan melakukan penegakan hukum melalui ETLE dengan basis Drone ini,,”pungkasnya.
Menurutnya , nantinya dengan kamera yang sesuai dengan specs tadi ya bisa meng-capture plat nomornya, bisa mengcapture pelanggarannya apa termasuk kecepatan
Pesawat tanpa awak spesifik di ciptakan untuk surveyor dan monitoring, dengan keunggulan menggunakan batrei yang bisa bertahan selama 3 jam,
Serta dapat memperbesar gambar atau zoom 40 hingga 80 kali dari kamera biasanya, sehingga akan terlihat lebih jelas,
Selain itu bisa mengcapture objek, radius 40-50 km dari take off, di terbangkan dengan Vertical Take-Off Landing atau VTOL.
Teknologi pesawat tanpa awak ini di rancang semudah mungkin, namun mengutamakan keselamatan.
Di lengkapi dengan parasut, jika terjadi gangguan sinyal dan batrei melemah pesawat akan kembali ke lokasi take off secara otomatis.
( AWY E )







