SIDIKPOST| Kukar – Guna menjamin kelancaran arus logistik dan keselamatan transportasi sungai, Satpolairud Polres Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar sosialisasi intensif mengenai keselamatan dan keamanan pelayaran di alur Sungai Mahakam. Kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi penting bagi para pelaku usaha pelayaran untuk memastikan wilayah perairan Kukar bebas dari gangguan keamanan.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Puri Senyiur, Samarinda, pada Kamis (07/05/2026) ini dihadiri langsung oleh Kasat Polairud Polres Kukar, AKP Benedict Jaya, bersama jajaran Kanit Gakkum dan Kanit Patroli. Turut hadir Kabid KBPP KSOP Kelas 1 Samarinda, Yudi Kusmiyanto, serta pimpinan organisasi kepelabuhanan seperti INSA dan ISAA, serta perwakilan dari 36 perusahaan pelayaran dan keagenan kapal.
Dalam pertemuan tersebut, Satpolairud Polres Kukar bersama KSOP Kelas I Samarinda menyepakati komitmen bersama untuk menjaga stabilitas keamanan di sepanjang jalur perairan Kutai Kartanegara. Salah satu poin krusial yang ditegaskan adalah penindakan tegas terhadap segala bentuk praktik ilegal di sungai.
“Kami menegaskan kepada seluruh agen dan perusahaan pelayaran agar segera melapor jika menemukan adanya permintaan ilegal atau pemaksaan seperti pemerasan, asist/tunda ilegal, maupun pandu alam liar terhadap kapal-kapal yang melintas. Kami tidak akan menoleransi tindakan yang merugikan dunia pelayaran,” tegas AKP Benedict Jaya.
Selain aspek keamanan, sosialisasi ini juga menekankan pentingnya kelaiklautan kapal. Setiap kapal yang melintasi Sungai Mahakam diwajibkan melengkapi dokumen perizinan sesuai ketentuan Dirjen Hubla dan KSOP. Para kru kapal diperingatkan untuk selalu tertib administrasi guna menghindari konsekuensi pidana maupun kerugian bagi perusahaan.
Kabid KBPP KSOP Kelas 1 Samarinda, Yudi Kusmiyanto, menambahkan bahwa keselamatan berlayar adalah tanggung jawab kolektif. Sinergi antara otoritas pelabuhan, kepolisian, dan pengusaha pelayaran menjadi kunci utama terciptanya situasi kamtibmas perairan yang aman dan lancar.
Melalui langkah preventif ini, diharapkan alur Sungai Mahakam di wilayah Kutai Kartanegara menjadi jalur pelayaran yang semakin profesional, aman, dan bebas dari gangguan premanisme perairan. (*)







