SIDIKPOST| Long Range Mission (LRM) Satgas Indo RDB yang diberi nama “Operasi Wibawa”, yang melibatkan unsur UN staf bergerak dari Kalemie menuju Axis Moba, berhasil mendapatkan tiga pucuk senjata jenis AK-47, senjata tajam, busur dan ratusan anak panah beracun. LRM tersebut dipimpin oleh Kapten Inf Agung Sedayu dan diikuti oleh UN staf diantaranya Disarmament Demobilization Repatriation Reintegration and Resettelement (DDR-RR), Child Protection, Engineering Section (ES) dan Community Liaison Assistance (CLA).
Hal tersebut dikatakan Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXIX-A Rapidly Deployable Battalion (RDB) Mission de lOrganisation des Nations Unies pour La Stabilisation en République Démocratique du Congo (MONUSCO) Kolonel Inf Dwi Sasongko, saat menyerahkan secara simbolis tiga pucuk senjata jenis Ak-47 kepada staf Disarmament Demobilization Repatriation Reintegration and Resettelement (DDR-RR) Mr. Jeannot Moluba bertempat di Head Quarter (HQ) Monusco, Kalemie, Republik Demokratik Kongo, Senin (21/10/2019).
Tiga pucuk senjata jenis AK-47, senjata tajam, busur dan ratusan anak panah beracun diserahkan dari Ex-Combatan kepada satgas Indo RDB di sekitar Desa Lioni dan Mwanza berasal dari kelompok bersenjata (mai-mai) Bantu Self Defense yang dipimpin oleh Kafwimbi Funkwe. Penyerahan berbagai peralatan perang tersebut dilakukan secara sukarela oleh warga saat dilaksanakannya LRM Operasi Wibawa selama sepuluh hari terakhir. Operasi Wibawa yang menembus Axis Kalemie ke Moba tersebut menempuh jarak sekitar 400 Km. Bukan hanya sekedar patroli biasa, operasi tersebut juga mengemban beberapa misi gabungan diantanya, Civil and Military Coordination (Cimic) oleh Satgas Indo RDB berupa layanan kesehatan gratis dan pendampingan psikologi sosial, Child Protection dan Engineering Section (ES) dari staf UN.
Menurut Mr. Kafwimbi Funkwe salah seorang pemimpin kelompok bersenjata tersebut mengatakan bahwa, “mereka memutuskan berhenti perang dan setuju untuk membangun perdamaian di wilayahnya, dengan semua komunitas termasuk Suku Twa”. Namun pihaknya memohon dukungan dari Monusco untuk membangun kembali tempat tinggal mereka, yang telah hancur akibat konflik yang terjadi pada tahun 2018 lalu.
Selanjutnya tiga pucuk senjata jenis AK-47, senjata tajam, busur dan ratusan anak panah tersebut diserahkan kepada staf Disarmament Demobilization Repatriation Reintegration and Resettelement (DDR/RR) untuk diproses sesuai dengan ketentuan UN. Sampai dengan saat ini, memasuki bulan terakhir masa penugasan di Republik Demokratik Kongo khususnya sektor selatan, Satgas Indo RDB Monusco telah berhasil mengumpulkan senjata dari Ex-Combatan sebanyak 52 pucuk senjata terdiri dari 45 pucuk AK-47, 2 pucuk Machine Gun, 2 pucuk RPG, 2 pucuk Arquebus, 1 pucuk mortir, 1 buah granat, puluhan senjata tajam, ratusan busur dan ribuan anak panah.













