SIDIKPOST | Kota Tangerang – Organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus, yakni HMI, GMNI, dan IMM, menggelar aksi unjuk rasa di depan Pintu Barat Pusat Pemerintah Kota Tangerang pada Selasa, 11 Juni 2024. Aksi yang dimulai pukul 13.30 WIB hingga 17.00 WIB ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja PJ Walikota Tangerang.
Sekitar 30 mahasiswa hadir dalam aksi tersebut, dipimpin oleh Iqbal H. Haqqi (HMI DIPO),Reza Setiawan (GMNI), dan Yaser Ardiansyah (IMM). Mereka membawa satu mobil komando, bendera Merah Putih, spanduk, serta panji-panji organisasi masing-masing.
Para mahasiswa mengajukan beberapa tuntutan utama, antara lain:
1. Memberikan rapor merah kepada PJ Walikota Tangerang selama satu semester kepemimpinannya yang dinilai tidak membawa perubahan signifikan.
2. Mendesak penjelasan publik terkait kekosongan jabatan di Kasatpol PP Kota Tangerang dan meminta penetapan pejabat tanpa merangkap dua jabatan.
3. Menuntut penegakan Perwal 93 Tahun 2022 oleh DISHUB Kota Tangerang.
4. Meminta evaluasi seluruh OPD Kota Tangerang dan keterbukaan informasi dari pejabat kepada masyarakat.
5. Menuntut penataan ruang kota yang lebih baik, termasuk pengelolaan parkir liar dan jaringan kabel listrik.
6. Mendesak perbaikan dalam pengelolaan sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup.
7. Menuntut penghentian komersialisasi pendidikan pada PPDB.
8. Mendesak evaluasi PT TNG yang terus merugi setiap tahunnya.
9. Meminta PJ Walikota menandatangani fakta integritas sebagai bentuk keseriusan menjalankan pemerintahan.
10. Menuntut penerapan prinsip good governance dalam pemerintahan.
Dalam orasinya, Elwin (Sekjen GMNI Kota Tangerang) menyampaikan bahwa berbagai masalah seperti penataan ruang kota yang semrawut dan akses transportasi yang tidak aman harus segera diatasi oleh PJ Walikota. Iqbal H. Haqqi (Ketua Umum HMI DIPO) menyoroti masalah infrastruktur yang tidak dikelola dengan baik serta kekacauan dalam pembangunan renovasi pasar Anyer.
Selain itu Yaser Ardiansyah (Ketua Umum IMM) menekankan pentingnya penanganan sampah yang komprehensif dan evaluasi kinerja BUMD Kota Tangerang.
di tempat yang sama , Donni (PTKP HMI DIPO) mengkritik penempatan pejabat PNS yang tidak profesional dan rangkap jabatan yang menyebabkan krisis pelayanan publik.
Pada pukul 15.55 WIB, mahasiswa akhirnya diterima oleh PJ Walikota Tangerang, Dr. H. Nurdin, S.Sos., M.Si., bersama Asda 3 Pemerintah Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar, Plt. Kasatpol PP Kota Tangerang, Drs. R. Irman Pujahendra, dan Kaban Kesbangpol Kota Tangerang, Teguh Supriyanto, S.Sos. M.AP. Diskusi berlangsung hingga pukul 16.45 WIB dengan hasil penandatanganan fakta integritas.
Aksi unjuk rasa berakhir pada pukul 17.00 WIB dengan massa aksi membubarkan diri secara tertib dan terkendali.
( ardhi )













