Penertiban PKL di Atas Saluran Air, Kecamatan Cipondoh Tegaskan Komitmen Tata Kota

SIDIKPOST| Kecamatan Cipondoh – Pemerintah Kecamatan Cipondoh kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga ketertiban umum dan tata ruang wilayah melalui kegiatan penertiban pedagang kaki lima (PKL) yang masih berjualan di atas saluran air, khususnya di sepanjang Jalan Royal 1 dan 3.

Kegiatan yang melibatkan unsur Tramtib ini dilakukan secara humanis dan persuasif, dengan mengedepankan dialog kepada para pedagang

Advertisements

Petugas turun langsung ke lapangan untuk memberikan pemahaman terkait pentingnya menjaga fungsi saluran air agar tetap optimal, terutama dalam mencegah genangan dan banjir.

Camat Cipondoh, Muhamad Marwan, S.IP, menegaskan bahwa langkah ini bukan semata-mata penertiban, melainkan bagian dari upaya menjaga keselamatan dan kenyamanan masyarakat secara luas.

“Kami tidak melarang masyarakat untuk mencari nafkah, namun harus tetap memperhatikan aturan dan kepentingan umum. Saluran air memiliki fungsi vital, dan tidak boleh terganggu oleh aktivitas yang berpotensi menyebabkan penyumbatan,” ujar Marwan, (31/3)

Ia juga menambahkan bahwa pihak kecamatan terus berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memberikan solusi terbaik bagi para PKL, termasuk opsi relokasi ke tempat yang lebih aman dan tertata.

Baca Juga   Survei Indopol , Tingkat Kepercayaan Polri Kembali Meningkat Jadi 69.35 Persen

“Kami mengedepankan pendekatan yang humanis. Penertiban ini dilakukan secara bertahap, dengan sosialisasi terlebih dahulu. Harapannya, para pedagang dapat memahami bahwa ini demi kepentingan bersama,” lanjutnya.

Selain itu, Marwan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan mematuhi aturan yang berlaku demi terciptanya wilayah Cipondoh yang tertib, bersih, dan nyaman.

Kegiatan ini pun mendapat respons positif dari warga sekitar yang selama ini mengeluhkan terganggunya aliran air akibat bangunan dan lapak liar di atas saluran.

Dengan langkah tegas namun tetap mengedepankan pendekatan persuasif, Kecamatan Cipondoh optimistis penataan wilayah dapat berjalan efektif tanpa mengabaikan aspek sosial masyarakat. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *