SIDIKPOST| Jakarta Barat, 14 Agustus 2025 – Kinerja penerimaan pajak Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta Barat menunjukkan tren positif. Hingga 31 Juli 2025, realisasi penerimaan pajak mencapai Rp42,29 triliun, atau 53,81% dari target APBN 2025 sebesar Rp78,59 triliun. Angka ini tumbuh 16,34% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kontribusi Jenis Pajak
Kontributor terbesar berasal dari Pajak Penghasilan (PPh) dengan realisasi Rp21,72 triliun (51,37% dari total penerimaan) dan pertumbuhan 23,84%. Disusul PPN dan PPnBM senilai Rp19,66 triliun (46,50%) yang tumbuh 4,68%. PBB dan BPHTB menyumbang Rp63 miliar (0,15%), sementara pajak lainnya mencatat Rp837,77 miliar (1,98%).
Sektor Penyumbang Utama
Empat sektor mendominasi penerimaan Kanwil DJP Jakarta Barat:
- Perdagangan: Rp19,33 triliun (45,72%)
- Industri Pengolahan: Rp8,9 triliun (21,05%), dengan pertumbuhan tertinggi 58,64%
- Pengangkutan & Pergudangan: Rp2,78 triliun (6,59%)
- Konstruksi: Rp1,95 triliun (4,62%)
Keempat sektor ini menyumbang 77,97% dari total penerimaan neto.
Kepatuhan Pelaporan SPT
Capaian pelaporan SPT Tahunan mencapai 84,78% dari target 402.188 SPT, dengan realisasi 340.987 SPT hingga Juli 2025. Angka ini mendekati capaian nasional sebesar 87,14%.
Strategi Pengamanan Penerimaan
Untuk menjaga tren positif, Kanwil DJP Jakarta Barat mengimplementasikan tiga strategi utama:
- Optimalisasi pengawasan pembayaran masa terhadap setoran rutin yang belum dibayarkan.
- Pengawasan kepatuhan material melalui sinergi antar fungsi.
- Manajemen restitusi demi stabilitas penerimaan PPN.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat mengamankan target hingga akhir tahun dan mendukung pencapaian APBN 2025.
Kinerja Regional DKI Jakarta
Secara regional, pendapatan APBN DKI Jakarta hingga Juli 2025 mencapai Rp996,89 triliun (55,28% target), tumbuh 3,27% (y-o-y). Penerimaan perpajakan mendominasi dengan Rp767,69 triliun (77,01% dari total) dan tumbuh 1,88%, terutama dari pos PPN dan PPh.
Realisasi belanja negara di DKI tercatat Rp1.015,42 triliun (54,96% pagu), naik 10,02% (y-o-y) namun turun 43,91% (m-to-m) akibat relaksasi belanja K/L dan non-K/L.
Dengan strategi pengawasan yang terarah dan sinergi lintas fungsi, Kanwil DJP Jakarta Barat optimistis tren penerimaan akan terus meningkat. Pajak Tumbuh, Indonesia Tangguh! (*)







