SIDIKPOST | KOTA TANGERANG, RSUD Banten tengah disorot dalam sorotan tajam terkait proses pengadaan stasionari X-ray sistem. Banten Investigation Corruption Control (BICC) menduga bahwa paket pengadaan alat kesehatan senilai lebih dari empat miliar rupiah diduga fiktif.
Menurut Direktur Eksekutif BICC, Hanafi, Direktur RSUD Banten terus menampik adanya kegiatan pengadaan tersebut saat pihaknya mencoba untuk melakukan konfirmasi.
Namun, menurut Hanafi, data yang tercantum dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (Sirup) dan aplikasi monitoring realisasi anggaran (Amel) menunjukkan sebaliknya. Data tersebut mengindikasikan bahwa PT Siemens Indonesia telah melakukan pengiriman dan penerimaan pada tanggal 10 November 2022 setelah memenangkan tender E-katalog.
“Meski tercatat dalam Sirup dan Amel bahwa tender dan pengiriman telah dilakukan oleh PT Siemens Indonesia, direktur RSUD Banten tetap menyangkal keberadaan data tersebut,” ujar Hanafi dalam jumpa pers dengan media, Jumat (08/03/2024).
Hanafi menyatakan bahwa dengan bukti screenshot pengadaan dan lelang Sirup LKPP yang dimiliki, pihaknya akan segera meminta penegak hukum untuk menindaklanjuti dugaan proyek fiktif tersebut.
Saat dihubungi oleh media melalui pesan singkat WhatsApp, Direktur RSUD Banten, Danang, belum memberikan keterangan resmi terkait isu tersebut.
( SDP )







