Dua Pemuda di Muara Muntai Sepakat Damai Lewat Jalur Kekeluargaan

SIDIKPOST| Kukar – Luka fisik mungkin bisa sembuh, namun hubungan persaudaraan yang retak jauh lebih berharga untuk dipulihkan. Semangat itulah yang mendasari pertemuan hangat di Pos Lebak Cilong pada Kamis (16/04/2026) pagi, saat kepolisian memfasilitasi mediasi kasus pemukulan yang melibatkan dua pemuda setempat.

Suasana tenang menyelimuti pertemuan yang dimulai pukul 09.00 WITA tersebut. Dua warga yang sempat bersitegang akibat insiden di Desa Lebak Mantan pada Sabtu malam lalu, kini duduk berdampingan untuk saling bicara dari hati ke hati.

Advertisements

Bukan sekadar formalitas hukum, mediasi ini menjadi ruang bagi kedua pihak untuk saling memaafkan. Aiptu yang bertugas sebagai penengah mengingatkan bahwa hidup bertetangga di desa haruslah saling menjaga, bukan saling menyakiti.

“Kita semua bersaudara. Masalah yang terjadi biarlah menjadi pelajaran agar kita lebih dewasa dalam bertindak,” ujar pihak penengah dengan nada mengayomi.

Kehadiran Ketua RT dan Kakak wwrga tersebut menambah suasana kekeluargaan dalam pertemuan tersebut. Mereka hadir bukan untuk membela siapa yang benar, melainkan untuk memastikan kedua pemuda ini kembali ke jalan yang benar.

Baca Juga   Kapolres Majalengka Serahkan Alat Cuci Tangan dan APD Untuk Posko Terpadu Covid-19

Tanpa ada paksaan, kedua belah pihak merumuskan jalan tengah. Salah satu dr keduanya dengan tulus mengakui kekhilafannya dan menyanggupi pemberian bantuan biaya pengobatan. Angka tersebut bukan sekadar ganti rugi, melainkan bentuk tanggung jawab moral atas tindakan yang telah dilakukan.

Poin penting dalam pertemuan ini adalah janji keduanya untuk tidak lagi menyimpan dendam. Mereka sepakat untuk menutup lembaran lama dan tidak akan mengungkit permasalahan tersebut di masa depan. Namun, sebagai pengingat, kesepakatan ini juga mencantumkan komitmen bahwa jika kekhilafan serupa terulang, maka hukum akan mengambil perannya.

Puncak dari mediasi ini adalah momen saat kedua belah pihak berjabat tangan erat di hadapan orang tua dan saksi-saksi. Tak ada lagi wajah tegang, yang ada hanyalah senyum lega dari kedua belah pihak.

“Kami berterima kasih kepada keluarga dan pihak kepolisian yang sudah membimbing kami. Damai itu jauh lebih tenang,” ungkap salah satu pihak.

Langkah damai ini membuktikan bahwa dengan kepala dingin dan hati yang besar, perselisihan seberat apa pun dapat diselesaikan tanpa harus menyisakan luka di hati. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *