SIDIKPOST| Tangerang — Aroma premanisme kembali mencuat di kawasan kuliner Pasar Lama, Jalan Kisamaun, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Tangerang, Jumat (08/05/2026). Seorang pelaku usaha bernama Coki Siregar diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok pria yang mengaku sebagai warga setempat.
Insiden tersebut dipicu persoalan sepele terkait aktivitas mencuci peralatan dagang di belakang lapak. Namun, cekcok mulut yang awalnya hanya perdebatan itu berubah menjadi aksi kekerasan yang diduga dilakukan secara bersama-sama.
Menurut pengakuan korban, salah satu pria bernama Ook melarang dirinya meletakkan ember cucian di area belakang lapak dan mempermasalahkan ukuran meja dagang miliknya yang dianggap terlalu panjang. Korban yang merasa aktivitas tersebut sudah lama dilakukan tanpa masalah kemudian mempertanyakan larangan itu.
Diduga tersulut emosi, terduga pelaku lalu memanggil beberapa rekannya. Tidak lama berselang, korban mengaku langsung dikeroyok di lokasi. Aksi kekerasan yang dialami korban disebut berupa makian, pemukulan, tendangan, cekikan, hingga telepon genggam miliknya sempat dirampas.
“Awalnya hanya adu mulut, tapi tiba-tiba beberapa orang datang dan langsung melakukan pengeroyokan,” ungkap korban.
Merasa keselamatan dan haknya sebagai pelaku usaha terancam, Coki Siregar akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tangerang. Aparat kepolisian disebut bergerak cepat dengan mengamankan terduga pelaku bersama empat orang rekannya guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait dugaan tindak pidana pengeroyokan.
Kasus ini pun memunculkan sorotan terkait dugaan praktik premanisme di kawasan Pasar Lama Tangerang. Sejumlah pelaku usaha mengaku merasa tidak nyaman akibat adanya oknum-oknum yang diduga bertindak seolah memiliki kekuasaan atas area dagang dan kerap melakukan intimidasi terhadap pedagang lain.
Masyarakat meminta Aparat Penegak Hukum (APH) bertindak tegas dan tidak membiarkan aksi-aksi kekerasan maupun intimidasi berkembang di kawasan pusat kuliner yang menjadi ikon Kota Tangerang tersebut. Jika tidak ditindak serius, kondisi ini dikhawatirkan akan menciptakan rasa takut dan mengganggu kenyamanan para pelaku usaha dalam mencari nafkah.
Penulis : Anton Teef
Editor : Redaksi












