SIDIKPOST| Kukar — Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79 tahun 2025, Polsek Muara Muntai menggelar Lomba Gasing Poin, sebuah permainan tradisional khas daerah yang sarat nilai budaya lokal. Kegiatan ini berlangsung meriah pada Sabtu (28/6/2025) di Lapangan Voli Polsek Muara Muntai, Jalan Pangeran Antasari, Desa Muara Muntai Ulu.
Kearifan Lokal Dihidupkan Lewat Kompetisi Tradisional
Lomba ini diikuti oleh 23 peserta dari berbagai usia, yang beradu keahlian dalam memutar gasing hingga mengenai titik sasaran atau “poin”. Selain menjadi ajang unjuk keterampilan, kegiatan ini juga berperan sebagai wahana silaturahmi yang mempererat hubungan antara polisi dan masyarakat.
Kapolsek Muara Muntai, IPTU Wahid, membuka kegiatan secara resmi dan menyampaikan bahwa lomba ini menjadi bentuk nyata perhatian Polri terhadap warisan budaya lokal.
“Gasing bukan sekadar permainan, tapi identitas budaya yang harus kita jaga bersama. Melalui kegiatan ini, kami ingin Bhayangkara dirayakan dengan nuansa kebersamaan, budaya, dan semangat gotong royong,” ujar Kapolsek.
Sinergi Polisi dan Warga dalam Balutan Tradisi
Lomba berlangsung dalam suasana penuh keakraban, dimulai dari doa bersama, sambutan pembukaan, pelaksanaan lomba, hingga penutupan. Hadir mendampingi Kapolsek dalam kegiatan tersebut antara lain Kanit Provost Aiptu Dedy Hartanto, Kasium Aipda Rahmat Fahmi, dan Ps. Kanit Sabhara Bripka Komang Warsana, yang turut memantau serta memberi dukungan moral kepada para peserta.
Masyarakat yang hadir pun mengapresiasi kegiatan ini, karena menunjukkan bahwa Polri tidak hanya bertugas dalam aspek keamanan dan penegakan hukum, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap pelestarian nilai-nilai budaya.
Wujud Semangat Bhayangkara di Tengah Masyarakat
Melalui kegiatan ini, Polsek Muara Muntai berharap semangat sportivitas, kebersamaan, dan pelestarian budaya dapat terus mengakar di tengah masyarakat. Kegiatan seperti ini juga memperkuat citra Polri yang humanis, dekat dengan rakyat, dan berperan aktif dalam berbagai sektor kehidupan sosial.
“Kami bangga dan senang. Terima kasih kepada pihak kepolisian yang telah mengangkat kembali tradisi gasing ini. Semoga terus berlanjut,” ucap salah satu warga peserta lomba. (“)













