{"id":129094,"date":"2026-02-19T00:44:44","date_gmt":"2026-02-18T17:44:44","guid":{"rendered":"https:\/\/sidikpost.com\/?p=129094"},"modified":"2026-02-19T00:44:44","modified_gmt":"2026-02-18T17:44:44","slug":"kisah-rohani-tiga-petugas-lapangan-doa-dari-posko-tarawih-di-tengah-ketidakadilan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sidikpost.com\/?p=129094","title":{"rendered":"Kisah Rohani Tiga Petugas Lapangan \u201cDoa Dari Posko\u201d (Tarawih Di Tengah  Ketidakadilan)"},"content":{"rendered":"<p><strong>Prolog : Doa dari Posko, Tarawih di Tengah Ketidakadilan<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Bulan Ramadhan selalu datang dengan wajah yang lembut dan penuh kemeriahan, hadir membawa janji keberkahan, mengajarkan kesabaran, menumbuhkan empati dan menghadirkan kebahagiaan di tengah keluarga umat muslim. Di bulan ini, orang-orang berharap meja makan terisi, hati menjadi tenang dan doa-doa melangit tanpa beban.<\/p>\n<p>Akan tetapi, tidak semua Awal Ramadhan datang dengan kehangatan dan kebahagiaan yang sama.<\/p>\n<p>Di sudut-sudut kota madya yang juga di sebut kota industri, ada posko kecil yang nyaris tidak terlihat. Di dalamnya, para pegawai lapangan menjalani tugas negara dengan gaji yang tidak sebanding dengan kebutuhan hidup. Wajah-wajah mereka yang sering luput dari perhatian, meski setiap hari menjaga ketertiban, ketentraman serta pelayanan masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cDoa dari Posko\u201d merupakan sebuah Cerita yang lahir dari kenyataan itu. Kisah ini tidak sekadar bercerita tentang tiga orang ASN lapangan seperti Bhumi, Defan, dan Mamat yang berbincang di sela lelahnya tugas. Ia menjadi refleksi sosial tentang ketimpangan, tentang kebijakan yang terasa jauh dari keadilan dan juga tentang bagaimana Ramadhan yang seharusnya membawa kebahagiaan justru menjadi bulan penuh kegelisahan dan keprihatinan bagi sebagian orang.<\/p>\n<p>Di dalam ruang posko sederhana, dengan kopi hitam dan rokok murahan, mereka berbicara tentang hidup, tentang utang, tentang martabat, tentang geopolitik dan geoekonomi yang terasa begitu jauh dari keseharian, tetapi justru menentukan nasib mereka. Percakapan mereka bukan sekadar keluhan, tetapi juga doa. Doa yang jujur dan lahir dari hati yang lelah namun tetap beriman.<\/p>\n<p>Kisah ini ingin mengingatkan bahwa keadilan sosial bukan hanya konsep dalam buku undang-undang atau pidato-pidato pejabat. Ia merupakan kenyataan yang harus dirasakan oleh mereka yang berada di lapisan paling bawah dari struktur pemerintahan.<\/p>\n<p>Sebab Pemerintahan yang kuat bukan hanya kaya secara ekonomi, tetapi juga mampu memastikan rakyat kecilnya hidup dengan layak dan bermartabat.<\/p>\n<p>Melalui kisah cerita ini, penulis tidak bermaksud menyudutkan siapa pun. Kisah ini hanyalah cermin dan sebuah ajakan untuk melihat lebih dalam, untuk mendengar suara-suara yang selama ini tenggelam dalam hiruk-pikuk pembangunan.<\/p>\n<p>Semoga kisah cerita \u201cDoa dari Posko\u201d dapat menjadi pengingat bahwa di balik seragam dinas lapangan yang sederhana, ada keluarga yang menunggu. Di balik tugas yang berat, ada hati yang berharap dan di balik ketidakadilan, selalu ada doa yang tidak pernah berhenti naik ke langit. Karena mungkin, di ruangan kecil posko itulah, doa-doa paling jujur sedang dipanjatkan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Tiga Sahabat Di Malam Pertama Ramadhan<\/strong><\/p>\n<p>Malam pertama Ramadhan telah tiba secara perlahan di sebuah kota industri, salah satu wilayah penyangga Ibu Kota. Lampu-lampu jalan memerangi kendaraan yang melintas dan memadati lalulintas, bekas terik siang yang panjang. Suara kendaraan tidak pernah berkurang, hingga menyatu dengan bunyi beduk dan suara adzan tarawih dari masjid kecil di dekat lapangan.<\/p>\n<p>Di ruangan posko sederhana, berdinding kusam dan penuh retakan, tiga pegawai ASN lapangan duduk melingkar di bangku yang mulai lapuk. Seragam lapangan mereka masih berdebu dan Sepatu penuh tanah. Wajah mereka terlihat lelah, tapi matanya masih menyala oleh kegelisahan.<\/p>\n<p>Bhumi, Defan dan Mamat, mereka bertiga merupakan ASN lapangan golongan rendah yang sehari-hari menjaga ketertiban dan ketentraman kota madya. Di atas meja kayu hanya ada dua gelas kopi hitam, satu bungkus roti bakar dan rokok murahan tanpa label cukai yang mereka beli secara patungan.<\/p>\n<p>Bhumi membuka bungkus rokok murahan itu. Ia mengambilnya dengan hati-hati.<\/p>\n<p><em>\u201cBiar nggak patah,\u201d<\/em> katanya pelan, <em>\u201cTiga orang, satu satu bungkus, Kaya negara kita, ya\u2026 rakyatnya sangat banyak, tapi yang kenyang Cumasegelintir orang.\u201d<\/em><\/p>\n<p>Defan mengambil satu batang sambil tersenyum pahit, <em>\u201cDi Negara ini, Kita bukan kekurangan uang, Bhumi. Hanya kekurangan keadilan.\u201d<\/em><\/p>\n<p>Mamat yang sejak tadi diam, menatap rokok murah di tangannya, <em>\u201cGaji hanya segini\u2026 Ramadhan pula\u2026 <\/em>Anak dan istri tadi bertanya<em>, \u2018Ayah, besok sahurnya pakai ayam gorengan, kan?\u2019\u201d<\/em><\/p>\n<p>Ia tertawa Kecut terhadap sebuah kenyataan, tapi matanya berkaca-kaca dengan tangan gemetar, \u201cGue jawab aja, <em>\u2018Insya Allah ya nak, doain ayah ada rezeki,\u2019 <\/em>Padahal gue sendiri nggak tahu.\u201d<\/p>\n<p>Ruang Pos itu kembali Sunyi&#8230;Hanya suara kipas angin kecil yang berdecit dan tidak beraturan.<\/p>\n<p>Bhumi menyandarkan punggungnya ke kursinya, <em>\u201cTau nggak kalian,\u201d <\/em>katanya pelan, <em>\u201cImam Ali pernah bilang, \u2018Jika kemiskinan itu manusia, niscaya aku akan membunuhnya.\u2019\u201d<\/em><\/p>\n<p>Defan pun mengangguk pelan lalu berkata,<em> \u201cItu kalimat yang keras. Tapi jujur, Karena kemiskinan bukan hanya sekadar masalag ekonomi, tapi Ia merampas martabat.\u201d<\/em><\/p>\n<p>Sambil menghisap rokok, Mamat memandang tangan kasarnya lalu berkata lirih, <em>\u201cMartabat\u2026 kata yang mahal buat orang Seperti kita ini.\u201d<\/em><\/p>\n<p>Bhumi menatap langit-langit seng ruangan, <em>\u201cNegara atau pemerintah seharusnya menjadi pelindung, Tapi kadang\u2026 negara atau pemerintah terasa seperti atasan yang Cuma ingin laporan, tapi nggak tahu isi perut apalagi kesejahteraan pegawai rendahannya.\u201d<\/em><\/p>\n<p>Defan, yang dikenal paling banyak membaca, Ia kembali menyalakan rokoknya, <em>\u201cKalian tahu nggak, kota madya kita ini merupakan wilayah penyangga ibu kota. Sudah mulai Investor baik lokal maupun luar negeri banyak masuk dan awasan industri berkembang pesat dampaknya Pajak masuk semakin besar dan peluang Retribusi lainya juga sama.\u201d<\/em><\/p>\n<p>Mamat pun kembali mengangguk, lalu berkata, <em>\u201cPabrik ada di mana-mana dan Truk-truk besar setiap hari lewat depan rumah dan memenuhi jalan raya.\u201d<\/em><\/p>\n<p>Lalu Defan melanjutkan, <em>\u201cItu namanya geoekonomi mat, Wilayah yang punya nilai ekonomi strategis akan jadi pusat kepentingan mulai dari Investor, pengusaha, pejabat, semua berkumpul di situ.\u201d<\/em><\/p>\n<p>Lalu Bhumi menyela, \u201c<em>Terus kita ini fungsinya apa ya di antara mereka?\u201d<\/em><\/p>\n<p>Defan terlihat diam sambil tersenyum getir dan berkata pelan, <em>\u201cKita ini\u2026 hanya penjaga mesin. Tapi tidak termasuk dalam bagian dari hasilnya.\u201d<\/em><\/p>\n<p>Ia mengutip buku KAPITAL perlahan, <em>\u201cSeperti kata Karl Marx, \u2018Pekerja menciptakan kekayaan, tapi tetap miskin karena sistem yang tidak adil bahkan lebih menindas kelas bawah.\u2019\u201d<\/em><\/p>\n<p>Mamat menghela napas panjang, <em>\u201cApakah kita juga termasuk menjadi korban sistem?\u201d<\/em><\/p>\n<p>Bhumi menatap Mamat dan menggeleng, <em>\u201cBukan korban tapi Kita ini saksi, Saksi bahwa keadilan itu belum turun ke jalan masih berada di ruangan yang nyaman.\u201d<\/em><\/p>\n<p><em>\u00a0<\/em><\/p>\n<p><strong>Ramadhan Tidak Seperti Doa<\/strong><\/p>\n<p>Kumandang Adzan Isya terdengar dari kejauhan, Suaranya samar, tertutup bising kendaraan yang memadati jalan.<\/p>\n<p>Mamat menatap ke masjid deket lapangan, <em>\u201cDahulu waktu kecil, Menyambut Malam Ramadhan pertama itu paling indah. Rumah sederhana, tapi ibu selalu masak menu istimewa mulai dari ayam goreng, tempe, sayur dan sambal goreng serta nggak pernah merasa miskin.\u201d<\/em><\/p>\n<p>Defan pun tersenyum sambil berkata, <em>\u201cKarena waktu itu, kita miskin bersama-sama dan Sekarang, kesenjangan terlalu jauh. Bagi Orang kaya menjalani puasa dengan meramaikan hotel dan restoran, sedangkan kita menjalani puasa di jalan dan di posko.\u201d<\/em><\/p>\n<p>Bhumi pun berkata pelan, <em>\u201cRamadhan itu bukan Cuma soal ibadah, Tetapi juga soal keadilan sosial. Nabi Muhammad pernah bersabda, \u2018Tidak beriman seseorang yang tidur kenyang sementara tetangganya dalam keadaan lapar.\u2019\u201d<\/em><\/p>\n<p>Mamat mengangguk sambil berkata pelan, <em>\u201cKalau begitu, kota madya ini pemimpinya sedang diuji.\u201d<\/em><\/p>\n<p>Defan mengaduk kopi yang masih panas, <em>\u201cSetiap apel, kita disuruh disiplin, sabar, ikhlas dan kerja keras. tetapi semua itu bukan solusi struktural apalagi memenuhi kebutuhan.\u201d<\/em><\/p>\n<p>Bhumi pun mengangguk, <em>\u201cSabar dan ikhlas itu sikap pribadi, Tapi keadilan itu tanggung jawab Para pemimpin atau yang duduk di pusat pemerintahan.\u201d<\/em><\/p>\n<p>Mamat menatap kedua sahabatnya, <em>\u201cMenurut kalian, ikhlas bisa bayar kontrakan apa nggak?\u201d<\/em><\/p>\n<p>Ruangan kembali Sunyi dan hening&#8230;tidak ada yang menjawab.<\/p>\n<p>Akhirnya Bhumi menjawab pelan, <em>\u201cUmar bin Khattab pernah berkata, \u2018Jika seekor keledai mati kelaparan di tepi sungai Efrat, aku takut Allah akan menanyakannya kepadaku.\u2019\u201d<\/em><\/p>\n<p>Lalu Defan melanjutkan, <em>\u201cItu baru pemimpin yang takut pada penderitaan rakyatnya.\u201d<\/em><\/p>\n<p>Mamat kembali tersenyum pahit, <em>\u201cKalau pemimpin kita takut, mungkin nasib kita nggak begini.\u201d<\/em><\/p>\n<p>Angin malam berhembus lewat celah posko, lalu Mamat berkata pelan, <em>\u201cGue sekarang punya tiga pinjaman, Satu koperasi, satu bank, satu pinjol. Semua Pinjaman untuk memenuhi kebutuhan hidup.\u201d<\/em><\/p>\n<p>Defan pun kembali mengangguk, <em>\u201cUtang itu bukan Cuma soal uang, Tapi menggerogoti harga diri.\u201d<\/em><\/p>\n<p>Bhumi menatap temannya dengan sendu, <em>\u201cMakanya banyak pegawai akhirnya nekat, mulai dari Pungli, korupsi kecil, manipulasi. Bukan karena mereka jahat, Tapi karena sistem membuat kita putus asa.\u201d<\/em><\/p>\n<p>Defan mengutip salah satu buku filsuf Prancis, Jean-Jacques Rousseau, <em>\u201cManusia lahir bebas, tetapi di mana-mana ia terbelenggu.\u201d<\/em><\/p>\n<p>Mamat tertawa kecil, <em>\u201cKalau kita, lahir miskin, kerja keras, tetap miskin maka Belenggu dan tekananya dobel.\u201d<\/em><\/p>\n<p>Tiba-tiba listrik di posko mati dan Lampu padam, Hanya cahaya bulan yang masuk dari jendela kecil.<\/p>\n<p>Sambil menghisap rokok, Bhumi berkata,<em> \u201cRamadhan tahun ini bukan tentang kenyang, Tapi tentang cahaya.\u201d<\/em><\/p>\n<p>Defan lalu menatap ke luar, <em>\u201cCahaya itu bisa datang dari kesadaran dan kita tidak sendirian.\u201d<\/em><\/p>\n<p>Mamat mengangguk, <em>\u201cKita bertiga di sini, minimal masih bisa ketawa bareng walaupun pikiran kita penuh tekanan.\u201d<\/em><\/p>\n<p>Bhumi kembali tersenyum, <em>\u201cDan selama kita masih punya iman, kita belum kalah.\u2018Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.\u2019 (QS. Al-Insyirah: 6)\u201d<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Prolog<\/strong><\/p>\n<p>Malam pertama Ramadhan terus bergulir, seperti waktu yang tidak pernah menunggu siapa pun. Lampu-lampu kota tetap menyala, kendaraan masih memadati jalan berlalu-lalang dan gedung-gedung tinggi berdiri angkuh seakan tidak pernah peduli pada kisah kecil yang terjadi di sudut-sudutnya.<\/p>\n<p>Di ruangan kecil posko sederhana itu, Bhumi, Defan, dan Mamat hanyalah tiga nama dari sekian banyak wajah yang menjalani hidup dalam keterbatasan. Mereka bukanlah tokoh politik besar, bukan pejabat eselon, bukan pengusaha dan bukan orang-orang yang suaranya sering terdengar di ruang rapat. Mereka hanyalah aparatur kecil yang menjaga kota agar tetap berjalan sebagaimana mestinya.<\/p>\n<p>Namun dari posko itulah, lahir percakapan yang jujur, Tentang gaji yang tidak pernah mencukupi kebutuhan, tentang utang yang menumpuk, tentang anak-anak yang menunggu sahur, tentang sabar dan ikhlas yang sering kali terasa lebih berat daripada beban kerja itu sendiri.<\/p>\n<p>Di atas semua itu, mereka masih menyisakan satu hal: doa. Doa yang sederhana, tanpa kata-kata rumit yang tidak meminta kekayaan berlimpah, hanya memohon hidup yang layak dan sedikit keadilan.<\/p>\n<p>Ramadhan tahun ini mengajarkan bahwa lapar bukan hanya milik orang miskin, tetapi juga pelajaran bagi yang berkuasa. Bahwa puasa bukan sekadar menahan makan dan minum, melainkan menahan keserakahan, menahan ketidakpedulian dan juga menahan diri dari kebijakan yang menyakiti orang kecil.<\/p>\n<p>Kisah ini tidak berakhir dengan perubahan besar karena \u00a0Tidak ada keputusan politik yang langsung memutarbalikan keadaan. Karena tidak ada pemimpin yang tiba-tiba datang membawa solusi.<\/p>\n<p>Posko kecil itu tetap sederhana, gaji mereka tetap kecil, dan kehidupan tetap berjalan apa adanya. Namun ada satu hal yang tidak berubah: harapan. Harapan bahwa suatu hari nanti, doa-doa dari posko kecil itu akan sampai ke hati para pemimpin. Harapan bahwa keadilan tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar hadir dalam keputusan dan kebijakan. Serta Harapan bahwa anak-anak mereka tidak perlu mewarisi kesulitan yang sama.<\/p>\n<p>Hingga pada akhirnya, sejarah tidak hanya ditulis oleh orang-orang besar, tetapi juga oleh doa-doa kecil yang dipanjatkan dalam kesunyian, di malam pertama Ramadhan, Mereka bertiga berdiri lalu Menggelar sajadah tipis yang sudah lusuh. Mereka melaksanakan Shalat tarawih di ruangan kecil, tanpa imam masjid, tanpa pengeras suara, tanpa karpet empuk. Hanya tiga lelaki, tiga hatindan tiga doa yang hampir sama, <em>\u201cAgar Ramadhan berikutnya, anak-anak mereka tidak perlu bertanya, \u2018Pak, besok sahurnya pakai apa?\u2019\u201d<\/em><\/p>\n<p>Setelah salam terakhir, Bhumi pun berdoa pelan, <em>\u201cYa Allah, jika kami tidak bisa kaya, setidaknya jangan biarkan kami kehilangan harga diri. Dan jika pemimpin kami lupa, ingatkan mereka dengan cara-Mu, serta jangan biarkan anak-anak kami mewarisi kemiskinan yang sama.\u201d<\/em><\/p>\n<p>Di dinding posko, Bhumi menulis dengan spidol merah,<\/p>\n<p><strong><em>\u201cNegara yang kuat bukan yang paling tinggi gedungnya, Tapi yang paling sedikit tangisan rakyat kecilnya.\u201d<\/em><\/strong><\/p>\n<p><strong><em>\u201cKeadilan sosial bukan hadiah dari pemimpin, Tapi hak yang harus diperjuangkan rakyat.\u201d<\/em><\/strong><\/p>\n<p><strong><em>\u201cKami bukan minta kaya, Kami hanya ingin hidup layak.\u201d<\/em><\/strong><\/p>\n<p>Malam pertama bulan Ramadhan Posko sederhana tetap sunyi, Namun di dalamnya, masih ada iman, persahabatan dan harapan. kadang, harapan merupakan satu-satunya kemewahan yang dimiliki orang-orang kecil.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>=====BERSAMBUNG=====<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>ARDHI MORSS, RABU 18 FEBRUARI 2026<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Prolog : Doa dari Posko, Tarawih di Tengah Ketidakadilan &nbsp; Bulan Ramadhan <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/sidikpost.com\/?p=129094\" title=\"Kisah Rohani Tiga Petugas Lapangan \u201cDoa Dari Posko\u201d (Tarawih Di Tengah  Ketidakadilan)\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":129095,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[1038],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-129094","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-daerah"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Kisah Rohani Tiga Petugas Lapangan \u201cDoa Dari Posko\u201d (Tarawih Di Tengah Ketidakadilan) -<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/sidikpost.com\/?p=129094\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kisah Rohani Tiga Petugas Lapangan \u201cDoa Dari Posko\u201d (Tarawih Di Tengah Ketidakadilan) -\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Prolog : Doa dari Posko, Tarawih di Tengah Ketidakadilan &nbsp; Bulan Ramadhan\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/sidikpost.com\/?p=129094\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/profile.php?id=100079728420053\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-02-18T17:44:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/sidikpost.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/WhatsApp-Image-2026-02-19-at-00.38.13-e1771436672980.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"450\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"675\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"sidikpost@gmail.com\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"sidikpost@gmail.com\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"11 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/sidikpost.com\\\/?p=129094#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/sidikpost.com\\\/?p=129094\"},\"author\":{\"name\":\"sidikpost@gmail.com\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/sidikpost.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/7b189c3b4b8278026bf2c28f86e2a769\"},\"headline\":\"Kisah Rohani Tiga Petugas Lapangan \u201cDoa Dari Posko\u201d (Tarawih Di Tengah Ketidakadilan)\",\"datePublished\":\"2026-02-18T17:44:44+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/sidikpost.com\\\/?p=129094\"},\"wordCount\":1841,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/sidikpost.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/sidikpost.com\\\/?p=129094#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/i0.wp.com\\\/sidikpost.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/02\\\/WhatsApp-Image-2026-02-19-at-00.38.13-e1771436672980.jpeg?fit=450%2C675&ssl=1\",\"articleSection\":[\"Daerah\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/sidikpost.com\\\/?p=129094#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/sidikpost.com\\\/?p=129094\",\"url\":\"https:\\\/\\\/sidikpost.com\\\/?p=129094\",\"name\":\"Kisah Rohani Tiga Petugas Lapangan \u201cDoa Dari Posko\u201d (Tarawih Di Tengah Ketidakadilan) -\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/sidikpost.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/sidikpost.com\\\/?p=129094#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/sidikpost.com\\\/?p=129094#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/i0.wp.com\\\/sidikpost.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/02\\\/WhatsApp-Image-2026-02-19-at-00.38.13-e1771436672980.jpeg?fit=450%2C675&ssl=1\",\"datePublished\":\"2026-02-18T17:44:44+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/sidikpost.com\\\/?p=129094#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/sidikpost.com\\\/?p=129094\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/sidikpost.com\\\/?p=129094#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/i0.wp.com\\\/sidikpost.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/02\\\/WhatsApp-Image-2026-02-19-at-00.38.13-e1771436672980.jpeg?fit=450%2C675&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/i0.wp.com\\\/sidikpost.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/02\\\/WhatsApp-Image-2026-02-19-at-00.38.13-e1771436672980.jpeg?fit=450%2C675&ssl=1\",\"width\":450,\"height\":675},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/sidikpost.com\\\/?p=129094#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/sidikpost.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kisah Rohani Tiga Petugas Lapangan \u201cDoa Dari Posko\u201d (Tarawih Di Tengah Ketidakadilan)\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/sidikpost.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/sidikpost.com\\\/\",\"name\":\"sidikpost.com\",\"description\":\"|  Link Berita Bagus\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/sidikpost.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/sidikpost.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/sidikpost.com\\\/#organization\",\"name\":\"PT duta sidik post\",\"url\":\"https:\\\/\\\/sidikpost.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/sidikpost.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/i0.wp.com\\\/sidikpost.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/01\\\/Logo-Sidik-Post-1.png?fit=298%2C53&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/i0.wp.com\\\/sidikpost.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/01\\\/Logo-Sidik-Post-1.png?fit=298%2C53&ssl=1\",\"width\":298,\"height\":53,\"caption\":\"PT duta sidik post\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/sidikpost.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/profile.php?id=100079728420053\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/sidikpost.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/7b189c3b4b8278026bf2c28f86e2a769\",\"name\":\"sidikpost@gmail.com\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/bf04939231ed1c6c1928f47c121a615bb56a4837a482946bb0f04356522a4464?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/bf04939231ed1c6c1928f47c121a615bb56a4837a482946bb0f04356522a4464?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/bf04939231ed1c6c1928f47c121a615bb56a4837a482946bb0f04356522a4464?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"sidikpost@gmail.com\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kisah Rohani Tiga Petugas Lapangan \u201cDoa Dari Posko\u201d (Tarawih Di Tengah Ketidakadilan) -","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/sidikpost.com\/?p=129094","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Kisah Rohani Tiga Petugas Lapangan \u201cDoa Dari Posko\u201d (Tarawih Di Tengah Ketidakadilan) -","og_description":"Prolog : Doa dari Posko, Tarawih di Tengah Ketidakadilan &nbsp; Bulan Ramadhan","og_url":"https:\/\/sidikpost.com\/?p=129094","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/profile.php?id=100079728420053","article_published_time":"2026-02-18T17:44:44+00:00","og_image":[{"width":450,"height":675,"url":"https:\/\/sidikpost.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/WhatsApp-Image-2026-02-19-at-00.38.13-e1771436672980.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"sidikpost@gmail.com","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"sidikpost@gmail.com","Estimasi waktu membaca":"11 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/sidikpost.com\/?p=129094#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/sidikpost.com\/?p=129094"},"author":{"name":"sidikpost@gmail.com","@id":"https:\/\/sidikpost.com\/#\/schema\/person\/7b189c3b4b8278026bf2c28f86e2a769"},"headline":"Kisah Rohani Tiga Petugas Lapangan \u201cDoa Dari Posko\u201d (Tarawih Di Tengah Ketidakadilan)","datePublished":"2026-02-18T17:44:44+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/sidikpost.com\/?p=129094"},"wordCount":1841,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/sidikpost.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/sidikpost.com\/?p=129094#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/i0.wp.com\/sidikpost.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/WhatsApp-Image-2026-02-19-at-00.38.13-e1771436672980.jpeg?fit=450%2C675&ssl=1","articleSection":["Daerah"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/sidikpost.com\/?p=129094#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/sidikpost.com\/?p=129094","url":"https:\/\/sidikpost.com\/?p=129094","name":"Kisah Rohani Tiga Petugas Lapangan \u201cDoa Dari Posko\u201d (Tarawih Di Tengah Ketidakadilan) -","isPartOf":{"@id":"https:\/\/sidikpost.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/sidikpost.com\/?p=129094#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/sidikpost.com\/?p=129094#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/i0.wp.com\/sidikpost.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/WhatsApp-Image-2026-02-19-at-00.38.13-e1771436672980.jpeg?fit=450%2C675&ssl=1","datePublished":"2026-02-18T17:44:44+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/sidikpost.com\/?p=129094#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/sidikpost.com\/?p=129094"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/sidikpost.com\/?p=129094#primaryimage","url":"https:\/\/i0.wp.com\/sidikpost.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/WhatsApp-Image-2026-02-19-at-00.38.13-e1771436672980.jpeg?fit=450%2C675&ssl=1","contentUrl":"https:\/\/i0.wp.com\/sidikpost.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/WhatsApp-Image-2026-02-19-at-00.38.13-e1771436672980.jpeg?fit=450%2C675&ssl=1","width":450,"height":675},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/sidikpost.com\/?p=129094#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/sidikpost.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kisah Rohani Tiga Petugas Lapangan \u201cDoa Dari Posko\u201d (Tarawih Di Tengah Ketidakadilan)"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/sidikpost.com\/#website","url":"https:\/\/sidikpost.com\/","name":"sidikpost.com","description":"|  Link Berita Bagus","publisher":{"@id":"https:\/\/sidikpost.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/sidikpost.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/sidikpost.com\/#organization","name":"PT duta sidik post","url":"https:\/\/sidikpost.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/sidikpost.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/i0.wp.com\/sidikpost.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Logo-Sidik-Post-1.png?fit=298%2C53&ssl=1","contentUrl":"https:\/\/i0.wp.com\/sidikpost.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Logo-Sidik-Post-1.png?fit=298%2C53&ssl=1","width":298,"height":53,"caption":"PT duta sidik post"},"image":{"@id":"https:\/\/sidikpost.com\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/profile.php?id=100079728420053"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/sidikpost.com\/#\/schema\/person\/7b189c3b4b8278026bf2c28f86e2a769","name":"sidikpost@gmail.com","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bf04939231ed1c6c1928f47c121a615bb56a4837a482946bb0f04356522a4464?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bf04939231ed1c6c1928f47c121a615bb56a4837a482946bb0f04356522a4464?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bf04939231ed1c6c1928f47c121a615bb56a4837a482946bb0f04356522a4464?s=96&d=mm&r=g","caption":"sidikpost@gmail.com"}}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/sidikpost.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/WhatsApp-Image-2026-02-19-at-00.38.13-e1771436672980.jpeg?fit=450%2C675&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack-related-posts":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sidikpost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/129094","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sidikpost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sidikpost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sidikpost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sidikpost.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=129094"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/sidikpost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/129094\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":129096,"href":"https:\/\/sidikpost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/129094\/revisions\/129096"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sidikpost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/129095"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sidikpost.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=129094"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sidikpost.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=129094"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sidikpost.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=129094"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/sidikpost.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=129094"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}