Menemukan Warisan Ci Liwung Melalui Kegiatan Susur Sungai

0
4

SIDIKPOST | Program Kompetisi Kampus Merdeka Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Negeri Jakarta pada pembelajaran luar kampus dalam skema kewirausahaan mahasiswa mengadakan kegiatan susur Ci Liwung Sabtu, 20 November 2021.

Tujuan dari susur Ci Liwung ini untuk mengidentifikasi spot-spot menarik memiliki nilai jual wisata yang dapat menarik orang berkunjung dan menikmati Ci Liwung, sungai yang membelah Jakarta. Koordinator Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Negeri Jakarta Bapak Dr. Ode Sofyan Hardi, S.Pd., M.Si menyampaikan bahwa kegiatan ini mengusung jasa wisata “Ci Liwung Heritage”, kewirausahaan program studi Pendidikan Geografi melalui Warung Geografi-nya akan mengangkat semua potensi Ci Liwung dalam program wisata ekoedukasi dan sejarah.


Kegiatan susur sungai diikuti oleh 25 mahasiswa dan 6 dosen FIS UNJ dengan didampingi oleh 13 orang dari Masyarakat Pencinta Ciliwung (Matpeci) yaitu komunitas yang mendukung penuh kegiatan kewirausahaan mahasiswa. Susur Ci Liwung dimulai dari Sekolah Sungai Ci Liwung (Srengseng Sawah, Jagakarsa) hingga Matpeci Greencamp MT. Haryono, Cawang.

Susur Ci Liwung dimulai pukul 08.00 hingga pukul 16.00. Diawali oleh pengarahan dan pelatihan dari Matpeci utamanya dalam memakai peralatan APD seperti pelampung dan Helmet Rafting dan cara menggunakan dayung yang benar serta dilanjutkan dengan berdoa. Susur Ci Liwung menggunakan perahu yang seyogyanya akan berakhir di Jembatan Kampung Melayu terkendala hujan, bersandar di beberapa lokasi seperti Rumah Dinas Lingkungan Hidup, Taman Pingkal GB, Komunitas Poncol, Jembatan Tanjung Barat dan berakhir di Matpeci Greencamp, MT. Haryono.


Kegiatan yang pertama kali dilakukan oleh mahasiswa ini dibimbing oleh Ibu Rayuna Handawati, Sony Nugratama, Sucahyanto dan Rahmat Darmawan membuat pengalaman baru yang sangat menarik. Mahasiswa sangat antusias menikmati perjalanan susur Ci Liwung. Menurut salah satu mahasiswa Pendidikan Geografi mengatakan “jangankan siswa sekolah, kami saja sangat menikmati perjalanan di Ciliwung”.

Bayangan Ci Liwung sungai yang kotor yang dijadikan tempat pembuangan limbah dan kadang mendatangkan bencana ternyata dapat dimanfaatkan sebagai sebagai pariwisata bagi masyakarat DKI Jakarta, khususnya.

Selain dari sisi topografis dan geologisnya, sepanjang sempadan Ci Liwung masih terdapat banyak pepohonan dan pohon endemik Ci Liwung seperti Pohon Loa atau Ara dan pohon Gondang serta masih banyak hewan seperti ikan dan biawak di kawasan Lenteng Agung yang dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran.

Secara antroposfer, Ci Liwung masih digunakan oleh sebagian masyarakat untuk memancing dan mencuci pakaian. Namun upaya mengangkat wisata Ci Liwung masih memerlukan kerja keras kembali khususnya mengangkat peninggalan bangunan sejarah sepanjang Ci Liwung karena adanya aktivitas masyarakat membuang sampah ke Ciliwung khususnya di kawasan Kalibata hingga MT. Haryono


Selama Susur Ci Liwung, mahasiswa melakukan observasi dengan pengambilan video pada obyek-obyek alami dan buatan maupun wawancara untuk dijadikan bahan dalam penyusunan paket wisata yang akan ditawarkan kepada berbagai segmen masyarakat.

Semoga Wisata “Ci Liwung Heritage” Program Studi Pendidikan Geografi UNJ menjadi langkah awal mengubah wajah Ci Liwung menjadi sungai yang mendatangkan keberkahan bagi Kota Jakarta.
( SDP)

Tinggalkan Balasan