Harapan dan Impian Petani Desa Blukbuk Kronjo Kabupaten Tangerang

0
6
petani di desa Blukbuk sedang Menanam Padi

SIDIKPOST | KABUPATEN TANGERANG – Pembangunan dalam mengembangkan potensi alam seiringnya waktu terdapat isu pengerusakan lahan dengan momok bagi petani di Desa Blukbuk Kecamatan Kronjo Kabupaten Tangerang,

Para penggarap sangat setuju dan menggantungkan dalam memajukan lahan pertaniannya.

Seperti yang di ungkapkan Arman dirinya bercerita bagaimana sulitnya mendapatkan air untuk memenuhi kebutuhan persawahannya agar bisa bercocok tanam di sawah miliknya.

” sebuah kegiatan untuk memaksimalkan lahan pertani sangatlah bagus, selama ini para petani dan penggarap sulit untuk bisa bertani dan banyak persawahan yang tidak bisa di tanami padi bila musim kemarau, kalau dulu kita bisa

memanen padi setahun tiga kali sekarang susah kita dapatkan, selain saluran irigasi yang kurang baik dan kurangnya curah hujan” Kata Arman kepada media di Lokasi sawah miliknya pada Rabu, (20/11/2021)

Selain itu, ucap Arman, adanya sebuah kegiatan dalam memaksimalkan lahan dari non produktif menjadi lahan pertanian yang produktif sangat berdampak positif, kita harus bisa memberikan yang terbaik buat desa kita sendiri dan para petani.

” Kita harus melihat kedua sisi dan pemanfaat lahan yang awalnya non produktif itu, dan sekarang menjadi produktif, awalnya ditumbuhi semak belukar dan ilalang kini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh para petani dan penggarap

dulu kesulitan mendapatkan air, kini air melimpah ruah dengan bisa ditanami oleh warga sekitar bisa menumbuhkan taraf perekonomian para petani itu sendiri” terang Arman pria paru Bayah yang juga sebagi tokoh setempat.

Hal senada di ucapkan RT. Marif menurutnya bila tidak ada pengupasan atau perataan lahan pertaniannya akan lebih mudah ditumbuhi rumput liar karena posisi lahan tersebut lebih tinggi dari lahan pertanian yang sudah difungsikan untuk bercocok padi.

” saya berharap semoga semua kegiatan keberhasilan para petani bisa berjalan dengan baik agar para petani dapat bercocok tanam, jangan seperti yang sudah sudah berapa puluh tahun bercocok tanamnya apa tumbuhnya apa ! Yang ada cuma rumput liar aja”

Sementara di tempat yang sama menurut pengusaha Haji Dadan menuturkan kegiatan ini semata mata hanya upaya dalam memaksimalkan lahan yang non produktif menjadi lahan produktif.

” Iya, mas banyak para penggarap dan petani mengeluh dengan lahannya yang tidak bisa di tanami padi karena Kurangnya pasokan air di musim kemarau dan kegiatan yang kami laksanakan sudah mendapatkan persetujuan dari

pihak pemilik lahan, dan mereka sangat merespon sekali selama untuk penghidupan para petani” jelas H. Dadan

Masih menurutnya,memaksimalan lahan non produktif menjadi lahan produktif tidak merubah dari peruntukan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Tangerang, yang penting lahan tersebut diperuntukkan untuk pertanian,

kami hanya memaksimalkan agar para petani dapat bercocok tanam dengan sangat baik.

” Selama kegiatan pemaksimalan lahan non produktif menjadi lahan produktif, dan memberikan dampak yang baik

buat warga sekitar serta kebutuhannya pembangunan yang berada di wilayah kabupaten Tangerang” jelas H.Dadan

( SDP )

Tinggalkan Balasan