24 Juli 2021

Sidik Post

| Link Berita Bagus

SIDIKPOST| Kukar – Dua preman pasar seni terlibat pengroyokan dan penganiayaan yang mengakibatkan luka berat. Penyebabnya sepele, keduanya berselisih gara-gara uang Rp.300.000,- dari penagihan seea kios/warung, Jum’at (16-4-2021) Siang.

Kapolres Kukar AKBP Irwan Masulin Ginting saat rilis mengatakan untuk kronologisnya bermula saat hari Jum’at tanggal 9 April 2021 sekira pukul 21.50 wita tepatnya di Pasar Seni Jl. Tepian Pandan Kel. Panji Kec. Tenggarong telah terjadi pengroyokan/ penganiayaan (saling aniaya) mengakibatkan luka berat dengan menggunakan sajam jenis badik dan mandau yang melibatkan 3 s/d 4 orang.

Awalnya Tsk. AR mendatangi warung kopi untuk menagih uang sewaan kepada Sdr. DA dan RA selaku karyawan. Ternyata uang sewaan tersebut sudah diberikan kepada Tsk. MU.

“Lantas AR memberitahu orang tuanya yakni ME bahwa uang sewaannya sudah diambil MU, langas ME ini mendatangi MU dan terjadilah cek-cok disana sihingga ME didorong oleh MU”, jelas Kapolres.

Selanjutnya AR mengambil badik dirumahnya yang kemudian kembali menemui MU yang juga sudah memegang parang yang telah terhumus dan AR pun juga mengeluarkan badik dari sarungnya tersebut.

Akibatnya, MU langsung menebas AR yang sempat ditangkis menggunakan tangan kiri sehingga mengakibatkan luka dan AR membalas menebas MU dengan pisau badiknya namun juga ditangkis oleh tangan kirinya MU yang mengakibatkan tangan kirinya terluka.

“AR ini kemudian mundur, namun MU dengan berniat ingin menebas AR, namun AR yang melihat parang yang diletakkan di motor milik orang lalu mengejar MU dan pada saat itu juga Patroli Polres Kukar datang dan mengamankan keduanya”, tandasnya.

Tidak sampai disini saja, istri dari AR ini yakni Tsk. SH mengambil pisau badik milil AR dan diam-diam mendatangi MU yang diamankan oleh anggota Polres Kukar lalu menikam MU dari belakang.

Atas kejadian inilah ketiganya diamakan oleh Polres Kukar dan dibawa kerumah sakit untuk mendapatkan pengobatan terhadap lukanya tersebut.

SIDIKPOST| Kukar – Dua preman pasar seni terlibat pengroyokan dan penganiayaan yang mengakibatkan luka berat. Penyebabnya sepele, keduanya berselisih gara-gara uang Rp.300.000,- dari penagihan sewa kios atau warung, Jum’at (16-4-2021) Siang.

Kapolres Kukar AKBP Irwan Masulin Ginting saat rilis mengatakan untuk kronologisnya bermula saat hari Jum’at tanggal 9 April 2021 sekira pukul 21.50 wita tepatnya di Pasar Seni Jl. Tepian Pandan Kel. Panji Kec. Tenggarong telah terjadi pengroyokan atau penganiayaan (saling aniaya) mengakibatkan luka berat dengan menggunakan sajam jenis badik dan mandau yang melibatkan 3 sampai 4 orang.

Awalnya tersangka AR mendatangi warung kopi untuk menagih uang sewaan kepada DA dan RA selaku karyawan. Ternyata uang sewaan tersebut sudah diberikan kepada Tersangka MU.

“Lantas AR memberitahu orang tuanya yakni ME bahwa uang sewaannya sudah diambil MU, langas ME ini mendatangi MU dan terjadilah cek-cok disana sehingga ME didorong oleh MU”, jelas Kapolres.

Selanjutnya AR mengambil badik dirumahnya yang kemudian kembali menemui MU yang juga sudah memegang parang yang telah terhunus dan AR pun juga mengeluarkan badik dari sarungnya tersebut.

Akibatnya, MU langsung menebas AR yang sempat ditangkis menggunakan tangan kiri sehingga mengakibatkan luka dan AR membalas menebas MU dengan pisau badiknya namun juga ditangkis oleh tangan kirinya MU yang mengakibatkan tangan kirinya terluka.

“AR ini kemudian mundur, namun MU dengan berniat ingin menebas AR, namun AR yang melihat parang yang diletakkan di motor milik orang lalu mengejar MU dan pada saat itu juga Patroli Polres Kukar datang dan mengamankan keduanya”, tandasnya.

Tidak sampai disini saja, istri dari AR ini yakni tersangka SH mengambil pisau badik milil AR dan diam-diam mendatangi MU yang diamankan oleh anggota Polres Kukar lalu menikam MU dari belakang.

Atas kejadian inilah ketiganya diamankan oleh Polres Kukar dan dibawa kerumah sakit untuk mendapatkan pengobatan terhadap lukanya tersebut.( Red).

%d blogger menyukai ini: