19 Oktober 2021

Sidik Post

| Link Berita Bagus

SIDIKPOST| Jakarta -Pantai Sekar Putih Sukolilo Timur yang berada di Kabupaten Bangkalan Madura ,Tiba-tiba dikejutkan Oleh suara ledakan yang menggemparkan tepat pada minggu 11 april 2021 pukul 05:00 Wib. Kemudian Disusul suara teriakan dan tembakan menambah gaduhnya suasana pergantian gelap ke terang tersebut. Puluhan Prajurit terpilih Korps Marinir yang dimuat dalam KRI SBY-591 dan Sekoci Pendarat Pasukan (SPP) berlarian menyerbu dari laut. Satu per satu musuh yang berada di pantai disikat habis tanpa mengenal belas kasih. Itulah Suasana Latihan Praktek (Lattek) Karkata Yudha Taruna AAL Angkatan ke-67 Korps Marinir TA. 2020/2021. (15/04/21)

Lattek Karkata Yudha ,Merupakan latihan yang menerapkan mata kuliah Operasi Amfibi yang dipelajari Taruna Marinir di bangku kuliah. Latihan ini sebagai implementasi sekaligus aplikasi terhadap ilmu-ilmu tentang Doktrin Operasi Amfibi yang ada di jajaran Doktrin TNI khususnya Korps Marinir TNI AL. Sesuai tujuan pendidikan, Lattek ini akan mendidik dan membekali para Taruna agar memiliki keterampilan tentang teknik dan taktik Operasi Amfibi tingkat Peleton, sehingga dapat mengaplikasikannya dalam kedinasan untuk melaksanakan tugas pokok Korps Marinir sebagai Kotama Operasi TNI, sekaligus mempraktekkan tugas sebagai Komandan Peleton (Danton) Infanteri dan jabatan lain yang setingkat di satuan kerja Marinir serta mampu mengembangkan pribadi sebagai kader pemimpin TNI Angkatan Laut.

Lattek Karkata Yudha yang dilaksnakan selama 12 hari atau 2 SKS ini telah dibuka di Akademi Angkatan Laut (AAL) , Pada tanggal 5 April 2021 yang lalu oleh Kepala Departemen Marinir (Kadepmar) AAL, Letkol Mar Datuk Sinaga selaku Pimlat (Pimpinan Latihan) Lattek Karkata Yudha.

Materi Operasi Amfibi yang dilatihkan antara lain adalah Embarkasi, Latihan Umum, Gerakan Menuju Sasaran, GKK, Serbuan Amfibi, Ratsus (Pendaratan dalam keadaan Khusus), dan Raid Amfibi.

Sebagai Perwira Pelaksana Latihan (Palaklat) Lattek Karkata Yudha, Letkol Mar Syamsul Bahri, M.Tr.Hanla ,Menyampaikan bahwa Latihan ini diskenariokan mendekati latihan Operasi Amfibi yang sesungguhnya, yang biasa dilaksanakan oleh TNI pada Latihan Gabungan (Latgab) TNI atau Latihan AJ (Armada Jaya) TNI AL. Dengan menggunakan Alutsista TNI AL sesungguhnya yaitu KRI SBY-591 lengkap dengan sarana pendaratnya LCVP (Landing Craft, Vehicle and Personnel), 25 Taruna Marinir yang membawa 1 Kompi Senapan Infanteri dari Yonif 5 Marinir, berhasil merebut dan menghancurkan musuh yang berada di sasaran Kogagabsfib (Komando Tugas Gabungan Amfibi) dan sasaran Pasrat (Pasukan Pendarat) yang tersebar di Pulau Madura.

Latihan yang sarat dengan profesionalisme Prajurit Marinir ini diakhiri dengan penguasaan tumpuan pantai oleh Pasrat sesuai dengan tugas pokok yang diberikan oleh satuan atas Kogasgabfib. Dengan penguasaan tumpuan pantai ini, akan membuka ruang gerak bagi pasukan TNI yang tergabung dalam Kogasratgab (Komando Tugas Darat Gabungan) untuk melanjutkan tugasnya mempertahankan NKRI.

Dalam kesempatan berbeda, Gubernur AAL, Laksamana Muda TNI Tunggul Suropati, S.E.,M.Tr(Han) selaku Penanggung Jawab Lattek Karkata Yudha berpesan kepada para Taruna Marinir agar melaksanakan latihan dengan serius di lapangan, Taruna Marinir harus bisa mempraktekkan ilmu Opsfib yg telah diterima, serta selalu jaga kesehatan dan zero Accident.Jalesu Bhumyamca Jayamahe
Hree Dharma Shanty ( Red )

%d blogger menyukai ini: